Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Kimia Daging Babi Landrace Persilangan yang Dilayukan Secara Tradisional dalam Waktu yang Berbeda Armini N. M. A.; N. L. P. Sriyani; T. I. Putri
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.262 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia daging babi yang telah melewati proses pelayuan secara tradisonal. Penelitian ini menggunakan daging babi landrace pada potongan komersial Loin pada otot Longgisimus dorsi. Pelayuan dilaksanakan pada ruang terbuka dengan suhu ruang 280C-290C. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan yaitu daging segar yang tanpa dilayukan (P0), daging segar yang dilayukan selama 8 jam (P1), daging segar yang dilayukan selama 16 jam (P2), dan daging segar yang dilayukan selama 24 jam (P3). Variabel yang diamati ialah kadar air, kadar protein, kadar lemak dan kadar abu. Analisis data menggunakan sidik ragam (Anova) dan uji jarak Duncan. Hasil analisis proksimat pada daging babi landrace yang telah mengalami proses pelayuan secara tradisional pada suhu ruang berdasarkan bahan segar menunjukkan bahwa penurunan kadar air, kadar protein, dan kadar abu secara signifikan tetapi pada kadar lemak daging mengalami peningkatan walaupun tidak signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu lama waktu pelayuan secara tradisional pada suhu ruang menurunkan kadar air, kadar protein dan kadar abu daging babi landrace, sedangkan kadar lemak mengalami peningkatan yang tidak berbeda. Kata kunci: pelayuan tradisional, daging babi , kualitas kimia
KUALITAS ORGANOLEPTIK DAGING SAPI BALI PADA POTONGAN KOMERSIAL KARKAS YANG BERBEDA Apriyanti N. N. S.; N.L.P Sriyani; I G. A. A. Putra
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 1 (2022): Vol. 10 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas organoleptik karkas sapi bali pada lokasi otot yang yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Mikrobiologi Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama 2 bulan dari bulan Agustus sampai September 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perbandingan tiga sampel daging yang dinilai oleh 15 panelis semi-terlatih. Ketiga perbandingan yakni: otot pasif pada potongan komersial karkas short loin (P1), otot semi aktif pada potongan komersial karkas round (P2), otot aktif pada potongan komersial karkas hind shank (P3). Variabel yang diamati yakni uji organoleptik yang meliputi warna, aroma, tekstur, citarasa, dan penerimaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lokasi otot dari ketiga karkas sapi bali yang berbeda terhadap organoleptik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap warna, tekstur dan penerimaan keseluruhan namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap aroma dan citarasa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dari perbedaan lokasi potongan komersial karkas daging sapi bali melalui kualitas organoleptik yang paling disukai dan diterima oleh panelis adalah short loin dari otot pasif, dilihat dari penilaian warna, tekstur serta penerimaan keseluruhan yang berpengaruh nyata sedangkan aroma dan citarasa belum memberikan pengaruh nyata. Kata kunci : Uji organoleptik, daging sapi bali, potongan komersial
PENGARUH PEMANFAATAN LIMBAH WINE SEBAGAI PAKAN TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING KELINCI LOKAL (Lepus nigricollis) Purwaningsih M.; I M. Nuriyasa; N. L. P. Sriyani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to determine the effect usage waste of wine as feed to physical quality of local male rabbit (Lepus nigricollis) meat. This research was conducted in Tejakula Village, Buleleng Regency and conducted 16 weeks used 18 local male around 5 – 6 weeks old. This research used randomized block design with three treatments and six blocks as replicates. The treatments were local male rabbits without waste of wine on diets as control (P0), local male rabbits with 5 % waste of wine on diets (P1), and local male rabbits with 10 % waste of wine on diets (P2). The variables in this reasearch were acidity of color meat, pH of meat, water holding capacity of meat, cooking loss, and drip loss. The results showed that rabbit offered diets containing different level waste of wine caused non significant different (P>0,05) to physical quality of local male rabbit meat. Based on the results of the research can be concluded that usage 5 % and 10 % waste of wine on diets not affected to physical quality of local male rabbit meat. Keywords :local rabbit, physical quality of meat, waste of wine.
STUDI PERBEDAAN BAHAN PEMBUNGKUS DAN LAMA SIMPAN TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING BABI LANDRACE PERSILANGAN Sucita I K. A.; N L. P Sriyani; N. L. G. Sumardani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 9 No 1 (2021): Vol. 9 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed at determining the effect of wrapping material in shelf life and physical quality of crossbreed Landrace pork. The research was based on a 2 x 3 factorial design in a completely randomized design (CRD) of 2 levels of wrapping materials and 3 levels of storage period. ). The treatment of wrapping materials is plastic and teak leaves. The storage period treatment is wrapped in pork and stored at 4 hours (T4), 8 hours (T8) and 12 hours (T12). The data were analyzed using variance analysis (ANOVA) and the treatment that had a significant effect was further analysis using Duncan's multiple distance test. The results showed that there was no interaction between the wrapping material and the length of storage to the physical quality of the crossbreed Landrace pork. The difference in wrapping material has a noticeable effect (P<0.05) on the color of the meat while the difference in storage time has a noticeable effect (P<0.05) on the pH value of the meat. The conclusion of this study is that there is no interaction between the difference factor of wrapping material and the storage time to the physical quality of crossbreed Landrace pork. The storage time factor affects the meat pH variable, while the wrapping material factor affects the color variable of crossbreed Landrace pork. The length of storage in plastic-wrapped Landrace pork provides lower physical quality compared to teak leaves, judging by the variable pH and color of the meat. Keyword : pork, wrapping material, shelf life.
Pengaruh Lama Waktu Pelayuan terhadap Kualitas Organoleptik Daging Babi Landrace Persilangan yang Dilayukan secara Tradisional Tena M. T.; N. L. P. Sriyani; I G. Suarta
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 1 (2020): Issue 8 No. 1 (2020)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ejpt.2020.v08.i01.p02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelayuan daging secara tradisional terhadap kualitas Organoleptik daging babi Landrace persilangan dan waktu optimal pelayuan daging secara tradisional untuk mendapatkan kualitas daging babi yang baik. Materi penelitian menggunakan daging babi Landrace persilangan pada bagian loin pada otot LD (Longisimus dorsi). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan yaitu P0 = daging segar yang tidak dilayukan, P1 pelayuan daging bagian otot LD (Longisimus Dorsi) selama 8 jam, P2 pelayuan daging bagian otot LD (Longisimus Dorsi) selama 16 jam, P3 pelayuan daging bagian otot LD (Longisimus Dorsi) selama 24 jam pada suhu ruang 28-290C. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah warna daging, aroma daging, tekstur daging, konsistensi dgaing, keempukan daging, citarasa daging dan penerimaaar keseluruhan daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik pelayuan secara tradisional daging babi Landrace persilangan berbeda nyata (P<0,05) terhadap warna daging, aroma daging, tekstur daging, konsistensi dgaing, keempukan daging, citarasa daging dan penerimaaar keseluruhan daging. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelayuan daging babi Landrace persilangan secara tradisional dapat meningkatkan kualitas organoleptik daging babi Landrace persilangan. Lama waktu pelayuan daging babi secara tradisional yang optimal untuk menghasilkan kualitas organoleptik daging babi yang baik adalah selama 8 jam dilihat dari warna daging yang merah warna daging yang lebih merah dn aroma daging yang tinggi diikuti dengan konsistensi,keempukan, citarasa, penerimaan secara keseluruhan. Kata kunci: pelayuan tradisional, daging babi, kualitas daging
DIMENSI TUBUH SAPI BALI YANG DIPELIHARA DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SUWUNG DENPASAR DAN SENTRA PEMBIBITAN SAPI BALI DI SOBANGAN Awang A. K.; I N. T Ariana; N. L. P. Sriyani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1668.026 KB)

Abstract

This study aimed to determine differences in body dimensions of Bali cattle raisedon Suwung landfill Denpasar and thoseraised in Bali Cattle Breeding Center in Sobangan. Each treatment consisted of 20 cows, so the research materials amounted to 40 cows with weights of 250-300 kg, aged 2-3 years. The variables observed in this study were body weight, gumba height, back height, body length, hip width and chest circumference. The results showed that gumba height, back height, hip width and chest circumference of cows raised in Sobangan were larger than those raisedon a landfill but statistically did not show significantly different results (P>0.05) while body weight and body length of cows raised in Sobangan were larger than those raisedon the landfill, and statistically they were significantly different (P<0.05).
PENGARUH SUPLEMENTASI MINYAK IKAN LEMURU (Sardinela longiseps) DALAM KONSENTRAT-MOLAMIKSTERHADAP POTONGAN PRIMAL KARKAS SAPI BALI mahardika A.I.G; Sriyani N.L.P; Oka A.A
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.941 KB)

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh suplementasi minyak ikan lemuru dalam konsentrat-molamiksterhadap sapi bali jantan dilakukan di desa Gobleg dan di RPH Temesi untuk pemotongan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini berupa sapi bali jantan yang berjumlah 12 ekor. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suplementasi  minyak ikan dalam ransum terhadappersentase potongan primal karkas sapi bali.Pengaruh pemberian perbedaan level suplementasi  minyak ikan dalam ransum terhadap  persentase potongan primal karkas sapi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok, dengan tiga  perlakuan ransum dan empat  blok berat badan sehingga terdapat 12 unit percobaan.  Sapi-sapi dialokasikan secara acak  kedalam tiga perlakuan, yaitu sapi-sapi yang mendapat perlakuan kontrol RKMBI0yaitu konsentrat-molamiks tanpa minyak ikan, RKMBI5konsentrat-molamiks berminyak ikan 5%, dan RKMBI10konsentrat-molamiks berminyak ikan 10%. Rumput gajah diberikan secara ad-libitum yang dipotong dengan mesin chopper pada semua perlakuan. Konsentrat diberikan dua kali sehari sebanyak 3 kg/hari yang dicampur bersama rumput Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi minyak ikan lemuru dan peningkatan level suplementasi minyak ikan dalam konsentrat-molamiks tidak memberikan pengaruh nyata terhadap potongan primal karkas sapi bali bagian forequarter maupun hindquater.
STUDI JENIS-JENIS PAKAN DAN KANDUNGAN NUTRIEN DARI SAMPAH KOTA SEBAGAI PAKAN TERNAK SAPI BALI DI AREA TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH PEDUNGAN MURIANTINI N.M; N.L.P SRIYANI; I.N.T ARIANA
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 2 (2015): E-Journal Peternakan Tropika Vol 3 No 2
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.759 KB)

Abstract

Penelitian mengenai studi jenis-jenis pakan dan kandungan nutrien dari sampah kota sebagai pakan ternak sapi bali di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Pedungan telah dilaksanakan selama 2 bulan. Pengambilan sampel dilakukan di TPA Sampah Pedungan dan Analisis kandungan nutrien sampah dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Denpasar. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampah yang ada di TPA sampah Pedungan. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel sampah yaitu dengan metode pelemparan kuadran. Hasil pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa jenis sampah kota yang dimakan oleh ternak sapi yaitu terdiri atas sampah sayur-sayuran, sampah buah-buahan dan sampah dapur. Hasil analisis proksimat terlihat bahwa  kandungan nutrien dari jenis-jenis sampah yaitu bahan kering adalah 7,45-67,80%, protein kasar adalah 0,67-7%, kadar abu adalah 3,04-36,18%, bahan organik adalah 63,81-96,96% dan gross energi adalah 138,95-2809,81 kal/g. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kandungan nutrien dari sampah kota yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi bali cukup rendah bila dilihat dari kandungan protein kasar yaitu dibawah 20% sehingga belum dapat dikatakan sebagai bahan pakan sumber protein
STUDI KUALITAS ORGANOLEPTIK DAGING BABI GULING DARI BABI BALI DAN BABI LANDRACE Widiadnyana I G. N. P.; N. L. P. Sriyani; I P. A. Astawa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.691 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kualitas organoleptik daging babi guling yang berasal dari babi bali dan babi landrace. Babi yang digunakan pada penelitian ini adalah babi bali yang yang didatangkan dari Desa Gerokgak, Kabupaten Buleleng dipelihara secara ekstensif dengan diberikan pakan tradisional dan babi landrace dipelihara secara intensif dengan diberikan pakan komersial. Berat babi yang digunakan relatif sama dan dilanjutkan dengan proses penggulingan, kemudian dilakukan uji panelis terhadap daging babi guling tersebut. Variabel organoleptik yang diamati dalam penelitian ini meliputi warna, aroma tekstur, citarasa dan penerimaan keseluruhan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan perbandingan dua sampel daging yang berbeda, data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis Non-Parametrik. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kesukaan panelis terhadap warna daging pada perlakuan babi landrace 10,14% tidak berbeda nyata dibandingkan perlakuan babi bali, sedangkan tingkat kesukaan panelis terhadap aroma, tekstur, citarasa, dan penerimaan keseluruhan pada perlakuan babi bali berbeda nyata berturut-turut 11,69%, 13,88%, 14,70% dan 15,78% dibandingkan perlakuan babi landrace. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari keseluruhan uji organoleptik yang dilakukan penerimaan secara keseluruhan panelis lebih menyukai daging babi bali dibandingkan dengan babi landrace.
PERBEDAAN TINGKAH LAKU MAKAN SAPI BALI YANG DIPELIHARA DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR DESA PEDUNGAN DAN SENTRA PEMBIBITAN SAPI BALI SOBANGAN Kusuma I M. D.; N. L. P. Sriyani; I N. T. Ariana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.574 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkah laku makan ternak sapi bali yang berada di TPA Desa Pedungan. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan kuantitatif dengan survey. Analisis data disajikan dengan descriptive statistik. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah waktu makan, lama makan, frekwensi makan, frekwensi minum, lama ruminasi dan frekuensi ruminasi. Lama makan ternak di TPA lebih lama 39,25% yakni 74,82 ± 2,84. Untuk frekwensi makan per 12 jam pengamatan di TPA Desa Pedungan lebih jarang 8,01% yakni 3,33 ± 0,78, frekwensi ternak minum di TPA Desa Pedungan lebih jarang 41,5% yakni 1,17 ± 0,72. Lama ruminasi ternak di TPA Desa Pedungan lebih singkat 18,78% yakni 32,08 ± 3,60, dan frekuensi ruminasi ternak sapi di TPA Desa Pedungan lebih jarang 14,5% yakni 3,42 ± 0,52. Secara umum tingkah laku makan ternak yang dipelihara di TPA Desa Pedungan mengalami perbedaan dengan tingkah laku makan ternak yang dipelihara di Sentra Pembibitan Sapi Bali Sobangan. Ternak sapi di TPA Pedungan memerlukan waktu makan yang lebih lama 39,25% daripada sapi yang di Sentra Pembibitan Sapi Bali Sobangan. Sementara untuk frekuensi makan lebih sering 8,01%, frekuensi minum sering 41,5%, lama ternak sekali ruminasi lebih lama 18,78% dan frekuensi ruminasi lebih sering 14,5% dari pada ternak yang dipelihara di TPA Desa Pedungan.
Co-Authors A. A. Oka A. W. Puger A., Edison A.A. Oka Adnyana P. M. W. Agus Susilo Amirullah ., Amirullah Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi Anak Agung Putu Putra Wibawa Apriyanti N. N. S. Ardiyasa I.P ARIANA, I N.T. Ariana, I.N.T. Armini N. M. A. Arsana I. B. G. S. Artiningsih Rasna N. M., Artiningsih Rasna Atmaja C. G. R. Awang A. K. BARATA Y.K. Budi Rahayu Tanama Putri Bulkaini Bulkaini C., Clarisa D.N.P.O., Kedisan Darmawan I K. B. DESAK PUTU MAS ARI CANDRAWATI Dewantara I.G.P.B.S. Dewi, G.A.M.K. Edi Suryanto Eny Puspani FIRDAUS G. A. G. A. M. K. Dewi G.A.M.K. Dewi Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi I G. A. A. Putra I Gede Mahardika I Gede Suarta I Ketut Mangku Budiasa I Ketut Sumadi I Made Nuriyasa I Made Nuriyasa I Made Nuryasa I N TIRTA ARIANA I N. Sumerta Miwada I N. T. ARIANA I Nengah Suar Rusnadi I Nyoman Suartha I Nyoman Sumerta Miwada I P. A. Astawa I P.A.E., Pradita I Putu Ari Astawa I Wayan Subrata I.A.P. Utami I.M. Mudita I.P. Sampurna Ida Bagus Gaga Partama IK. Saka Juni Sumarmono K.K Agustina Kristiawan I M. Kusuma I M. D. LESTARIANTO A. Lindawati S. A. Luh Gde Sri Surya Heryani M Ichsan Harris M. A. Rasna Martini Hartawan MURIANTINI N.M N. W. SITI N.W. Siti N.W. Siti, N.W. N.W.T. Ingriati. Ni Ketut Suwiti Ni Luh Gde Sumardani Ni Luh Gde Sumardani Ni Made Suci Sukmawati Ni Made Witariadi Ni Wayan Siti Ni Wayan Tatik Inggriati Oka A. A. Oka A.A P Sampurna Permana K. P. POETY M. K. Pratiwi N. K. E. T. Priadi I G.D. Priskayani N. K. Purwaningsih M. Putri R.O.E. Rahastra I M. A. S. PUTRA Sanjaya I K. W. Sihotang R. SINAGA M. O. A. Siti N. W. Sri Anggreni Lindawati Suandana I W. E. E. Suandita I W. E. Suarta, G. Sucita I K. A. Suranjaya I .Gd SURYANA I. M. P Tena M. T. Tirta Ariana N., Tirta Ariana Tjokorda Istri Putri Undaharta T. S. W. Siti Wayan Sayang Yupardhi Wayan Sayang Yupardi Wayan Sayang Yupardi Wayan Sayang Yupardi, Wayan Sayang Wibawa, A. A. P. P. Widiadnyana I G. N. P. Widiana I P. E.