Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENGGANTIAN POLLARD DENGAN DEDAK PADI YANG DISUPLEMENTASI MINERAL-VITAMIN KOMPLEKS DALAM RANSUM TERHADAP KARKAS BABI RAS SILANGAN UMUR 2-6 BULAN Juniartha I P.; N W. Siti; I. A. P. Utami
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 1 (2020): Issue 8 No. 1 (2020)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.8 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat penggunaan mineral- vitamin kompleks dalam ransum terhadap bobot potong dan karkas pada babi ras persilangan umur 2-6 bulan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri 3 perlakuan dan 4 kelompok sebagai ulangan, pengelompokan berdasarkan berat badan. Perlakuan yang dicobakan ransum dengan pollard tanpa suplementasi mineral-vitamin kompleks, (A) ransum penggantian pollard dengan dedak padi tanpa disuplementasi mineral-vitamin kompleks (B) ransum penggantian pollard dengan dedak padi yang disuplementasi mineral-vitamin kompleks sebanyak 0,20% (C). Variabel yang diamati adalah bobot potong, bobot karkas dan persentase karkas. Hasil penelitian menunjukan bahwa ransum penggantian pollard dengan dedak padi yang disuplementasi mineral-vitamin kompleks sebanyak 0,20% tidak nyata (P>0,05) dapat meningkatkan bobot potong, bobot karkas dan persentase karkas pada babi ras persilangan umur 2-6 bulan. Dapat disimpulkan bahwa suplementasi 0,20% mineral-vitamin kompleks dalam ransum dapat meningkatkan bobot potong, bobot karkas dan persentase karkas pada babi ras persilangan. Kata kunci : babi ras persilangan, karkas, suplementasi mineral-vitamin kompleks
PENGARUH PROBIOTIK CAMPURAN BACILLUS SUBTILIS STRAIN BR2CL DAN BACILLUS SP. STRAIN BT3CL TERHADAP POTONGAN KARKAS KOMERSIAL ITIK BALI YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG TEPUNG KULIT KECAMBAH KACANG HIJAU Milasari K.; N. W. Siti; E. Puspani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 3 (2020): Vol. 8 No. 3 Tahun 2020
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The effect of probiotics mix of Bacillus subtilis strain BR2CL and Bacillus sp. strain BT3CL through drinking water to a piece of bali duck commercial carcass with feed ingredient is flour of green bean sprout peels . The research was held for two mounth at Farm Fakultas Peternakan, Universitas Udayana at Sesetan farm located on Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa number 5, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. The design was used a completely random design (CRD) consisting of three treatment and five tests. The treatment was given for the ducks without being given probiotics through drinking water (A), the ducks feed with a mix of Bacillus subtilis strain BR2CL and Bacillus sp. BT3CL through drinking water as much as 2,5 ml (B), ducks were given probiotic mix of Bacillus subtilis strain BR2CL and Bacillus sp. BT3CL through drinking water as much as 5ml (C). The observe of variables were included weight and percentage of commercial carcass pieces of upper thighs, lower thighs, wings, chest and back. The results showed that added a probiotics mix Bacillus subtilis strain BR2CL and Bacillus sp. BT3CL given rations containing mung bean flour sprouts can produce weight and percentage of carcasses of the upper thighs, lower thighs, wings, breast and back of Bali ducks by giving 2.5ml-5ml not significantly different (P> 0.05). Based on research results can be concluded that adding a probiotics mix Bacillus subtilis strain BR2CL and Bacillussp. strain BT3CL haven’t effect on weight and percentage of commercial carcass pieces of upper thighs, lower thighs, wings, breasts and backs of Bali ducks. Keywords : Commercial carcass piece, probiotic, duck
Pengaruh Abu Agnihotra dalam Pakan Komersial Terhadap Organ Dalam Ayam Broiler Umur 5 Minggu Pratama I W. A.; N. W. Siti; N. M. S. Sukmawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.36 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian abu Agnihotra dalam pakan komersial terhadap organ dalamayam broiler umur 5 minggu. Penelitian dilaksanakan di kandang milik Bapak I Ketut Sunatra yang berlokasi di Br. Anyar, Kediri, Tabanan, Bali.Ayam yang digunakan adalah ayam broiler CP 707 umur satu hari (DOC) sebanyak 80 ekor tanpa membedakan jenis kelamin “unsexed”yang diperoleh dari PT. Tohpati Poultry Shop, Denpasar, Bali. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Masing-masing unit percobaan menggunakan 5 ekor ayam broiler. Perlakuan yang diberikan adalah : A : pakan komersial tanpa abu Agnihotra (kontrol), B : pakan komersial + 0,1% abu Agnihotra, C :pakan komersial + 0,2% abu AgnihotradanD : pakan komersial + 0,3% abu Agnihotra. Variabel yang diamati yaitu berat jantung, hati, limpa, empedu dan ventrikulus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 0,1% - 0,3% abu Agnihotra dalam pakan komersial cenderung meningkatkan berat organ dalam ayam broiler umur 5 minggu seiring dengan meningkatnya level abu Agnihotra yang diberikan, namun secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian abu Agnihotra sebanyak 0,1%-0,3% dalam pakan komersial tidak berpengaruh terhadap berat organ dalam (jantung, hati, limpa, empedu dan ventrikulus) ayam broiler umur 5 minggu. Kata Kunci : Broiler, organ dalam, abu Agnihotra
PENGARUH EKSTRAK JUS DAUN PEPAYA TERFERMENTASI TERADAP PENAMPILAN AYAM KAMPUNG BETINA UMUR 14-22 MINGGU Jusnadiartha I W.; N W. Siti; I N. Ardika
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 1 (2019): Vol. 7 Isssues 1 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.035 KB)

Abstract

This research aims to find out the effect of administration of fermented papaya leaves juice toward the appearance of local hen age 14-22 weeks. This research was conducted at hencoopsowned by farmers located in Kediri Tabanan, for two months since preparation until period prior to laying eggs. The design being used was group random design (RAK) with 4 treatments and 4 repetition, thus there were 16 trial units. Each trial unit used 3 free-range hens age 14 weeks with body weight range between 713.45-1750 g. Those four treatments were: A) Commercial ration without fermented papaya leaves juice as control, B) commercial ration + 10% fermented papaya leaves juice, C) commercial ration + 20% fermented papaya leaves juice, and D) commercial ration + 30% fermented papaya leaves juice. The effect of fermented papaya leaves juice extract in ration. Variables being observed including ration consumption, drinking water consumption, body weight gain, final body weight and ration conversion (FCR). Result of research showed that the increasing use of fermented papaya leaves juice could decrease ration consumption and increase consumption of drinking water, but statistically not markedly different (P>0.05). In treatment C, body weight gain and final body weight was the highest compared than treatment A, B and D, but statistically not markedly different (P>0.05). From this result of research it can be concluded that the administration of fermented papaya leaves juice in commercial ration from level 10-30% does not have an effect toward ration consumption, drinking water consumption, body weight gain and final body weight. Key words: free-range hen, fermentation juice papaya leaves,appearance.
Pengaruh Pemberian Probiotik Effective Microorganism-4 Melalui Air Minum terhadap Berat Organ Dalam Itik Bali Jantan Dewi N. M. A. W.; N W. Siti; N. M. S. Sukmawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.672 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik effective microorganism-4 melalui air minum terhadap berat organ dalam itik bali jantan. Penelitian dilakanakan di kandang milik Bapak I Ketut Sunatra yang berlokasi di Kediri, Tabanan selama 8 minggu. Rancangan yang digunakan adalah Rancanagn Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 3 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 15 unit percobaan, masing-masing unit menggunakan 3 ekor itik bali jantan dengan berat badan 55,72 ± 7,16 g. Ketiga perlakuan tersebut adalah air minum tanpa probiotik Effective Microorganism-4 sebagai kontrol (P0), penambahan probiotik Effective Microorganism-4 sebanyak 0,5% (P1), dan penambahan probiotik Effective Microorganism-4 sebanyak 1% (P2). Variabel yang diamati yaitu berat jantung, hati, provetrikulus, ventrikulus, empedu, ginjal, usus halus dan panjang usus halus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum berat organ dalam itik yang diberi probiotik Effective Microorganism-4 cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol seiring dengan meningkatnya level yang diberikan, namun secara statistik tidak berbeda nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian probiotik Effective Microorganism-4 pada level 0,5% dan 1% tidak berpengaruh terhadap berat organ dalam (berat jantung, hati, proventrikulus, ventrikulus, empedu, ginjal, usus halus dan panjang usus halus) itik bali jantan umur 8 minggu. Kata kunci: Itik bali jantan, organ dalam, probiotik
PENGARUH PENGGANTIAN DEDAK JAGUNG DALAM PAKAN KOMPLIT DENGAN TEPUNG LIMBAH ROTI YANG DIFERMENTASI TERHADAP PENAMPILAN ITIK BALI JANTAN (Anas sp.) UMUR 0-8 MINGGU Wedaswara M. Y. P.; N. W. Siti; D. P. M. A. Candrawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 9 No 2 (2021): Vol. 9 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of replacing corn bran in complete feed with fermented bread waste flour on the appearance of male bali ducks (Anas Sp.) aged 0-8 weeks. This research was conducted at the Farm Faculty of Animal Husbandry, Udayana University, which is located on Sesetan street Markisa alley no 5, Sesetan Village, South Denpasar District, Denpasar City, Bali, for 8 weeks. The design used was a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 5 replications, so there were 15 experimental units. Each experimental unit used 3 male bali ducks (Anas Sp.) with a weight range of 50 ± 2 grams. The three treatments were male bali ducks (Anas Sp.) which were given complete feed treatment without bread waste (treatment A), male bali ducks (Anas sp.) which were given 50% waste of bread instead of corn bran (treatment B), and bali ducks. Male (Anas Sp.) treated with complete feed + 100% bread waste substitute for corn bran (treatment C). The variables observed included initial body weight, final body weight, weight gain, ration consumption and Feed Conversion Ratio (FCR). In general, the appearance of male bali ducks (Anas Sp.) treated (B) and (C) tended to be significantly higher (P<0.05) in final body weight, weight gain, and FCR were not significantly different ( P>0.05) compared to treatment (A). Based on the results of this study, it can be concluded that male bali ducks (Anas Sp.) treated with complete feed + 50% bread waste (B) and male bali ducks (Anas Sp.) treated with complete feed + 100% bread waste can improved appearance of the male bali duck (Anas Sp.) aged 0-8 weeks. Keywords : male bali duck (Anas Sp.), appearance, bread waste
PENGARUH ADITIF SARI DAUN PEPAYA TERFERMENTASI TERHADAP ORGAN DALAM AYAM KAMPUNG Manuaba I B.C.; N.W. Siti; N.M.S. Sukmawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.783 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui organ dalam ayam kampung yang diberi ransum dengan aditif sari daun pepaya terfementasi telah dilaksanakan selama 4 bulan di kandang milik peternak yang berlokasi di Kecamatan Kediri-Tabanan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kelompok berasarkan berat badan, sehingga terdapat 16 unit percobaan. Tiap unit percobaan menggunakan 5 ekor ayam kampung umur 4 minggu dengan berat badan berkisar antara 62-149 gram. Keempat perlakuan tersebut, yaitu: A) ransum komersial 70% + dedak jagung 30% sebagai kontrol, B) ransum A + 8% aditif sari daun pepaya terfermentasi, C) ransum A + 12% aditif sari daun pepaya terfermentasi dan D) ransum A + 16% aditif sari daun pepaya terfermentasi. Variabel yang diamati meliputi berat hati, jantung, proventrikulus, ventrikulus dan usus halus. Hasil penelitian menunjukan bahwa berat hati, jantung, proventrikulus, ventrikulus dan usus halus menunjukan hasil berbeda tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan ransum dengan aditif sari daun pepaya terfermentasi pada level 8-16% tidak berpengaruh terhadap berat hati, jantung, proventrikulus, ventrikulus dan usus halus ayam kampung.
PENGARUH PENGGANTIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN TEPUNG LIMBAH KECAMBAH KACANG HIJAU DIFERMENTASI TERHADAP ORGANOLEPTIK DAGING ITIK BALI JANTAN UMUR 8 MINGGU Karisma E. D.; A. W. Puger; N. W. Siti
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 3 (2020): Vol. 8 No. 3 Tahun 2020
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah kecambah kacang hijau merupakan bagian dari kecambah kacang hijau yang sudah tidak dimanfaatkan lagi dalam proses produksi, bahkan biasanya terbuang sia-sia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi terhadap organoleptik daging itik bali jantan umur delapan minggu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, tiap perlakuan menggunakan lima ulangan dan setiap ulangan menggunakan tiga ekor itik bali jantan dengan berat badan itik 43,8±0,96g. Perlakuan yang diberikan yaitu; P0 (ransum komersial 100%), P1 (penggantian 12,5% ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi) dan P2 (penggantian 25% ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi). Pengujian organoleptik menggunakan uji hedonik (uji kesukaan) dengan 16 orang panelis semi terlatih dengan variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah warna, tekstur, aroma, rasa, dan penilaian secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian 25% ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi berpengaruh nyata lebih tinggi (P<0,05) terhadap organoleptik warna, tekstur, aroma, rasa, dan penilaian secara keseluruhan dengan nilai kesukaan penggantian 25% 4,06 (suka sampai amat suka) penggantian 12,5% tepung kulit kecambah kacang hijau difermentasi dengan nilai kesukaan 3,13 (biasa sampai suka) dan nilai terendah terletak pada perlakuan kontrol dengan nilai kesukaan pada angka 2,5 (tidak suka sampai biasa). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan penggantian sampai 25% ransum komersial dengan tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi mampu meningkatkan kesukaan panelis terhadap organoleptik daging itik bali jantan umur delapan minggu. Kata kunci : Itik bali jantan, tepung limbah kecambah kacang hijau difermentasi, organoleptik, ransum komersial
Pengaruh Ekstrak Air Daun Kelor (Moringa oleifera) Melalui Air Minum Terhadap Warna, Kadar Protein, Lemak dan Kolesterol Kuning Telur Ayam Lohmann Brown Umur 22-30 Minggu Purnayasa I K.; D. A. Warmadewi; N. W. Siti
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.295 KB)

Abstract

Kandungan gizi pada telur penting diketahui untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak air daun kelor (Moringa oleifera) terhadap warna, kadar protein, lemak dan kolesterol telur ayam Lohmann Brown umur 22-30 minggu. Penelitian telah dilaksanakan di peternakan ayam petelur di Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, selama 3 bulan menggunakan 36 ekor ayam petelur Lohmann Brown dengan berat badan yang homogen dipelihara dalam 18 petak kandang battery. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan. Adapun perlakuan tersebut adalah air minum tanpa ekstrak air daun kelor (K0) sebagai kontrol, air minum dengan ekstrak air daun kelor 3% (K1), dan air minum dengan ekstrak air daun kelor 6% (K2). Variabel yang diamati adalah warna kuning, kadar protein, kadar lemak dan kolesterol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna kuning dan kadar protein pada perlakuan K1 dan K2 berbeda nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan K0. Namun kadar lemak dan kolesterol kuning telur pada perlakuan K1 dan K2 nyata lebih rendah (P<0,05) dibandingkan dengan ayam yang tidak diberikan ekstrak air daun kelor (Moringa oleifera). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkanbahwa pemberian ekstrak air daun kelor (Moringa oleifera) pada level 3% dan 6% melalui air minum dapat meningkatkan warna kuning dan kadar protein kuning telur sebaliknya menurunkan kadar lemak dan kolesterol kuning telur ayam Lohmann Brown umur 22-30 minggu. Kata kunci :Ekstrak air daun kelor, telur, ayam Lohmann Brown
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AIR DAUN KATUK (Sauropus androgynus L. Merr) MELALUI AIR MINUM TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR AYAM LOHMANN BROWN UMUR 22 – 30 MINGGU Vicky A. R.; N. W. Siti; I G. N. G. Bidura
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 2 (2018): May - August 2018
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.02 KB)

Abstract

Eggs is one of the ingredients of animal origin that is of high nutritional value because it contains substances that are needed by the human body such as protein, fat, vitamins, minerals, and has a high digestibility. Egg quality is a term that connects standards to a variety of eggs. Egg quality determination and measurement includes two things are exterior and interior quality. One effort made in improving the quality of chicken eggs can be done by adding katuk leaf water extract through drinking water. This research to determine the effect of katuk leaf water extract (Sauropus androgynus L. Merr) through drinking water on the physical quality of chicken eggs Lohmann Brown aged 22-30 weeks for 12 weeks in Dajan Peken Village, Tabanan, Bali. The design used in this research was Completely Randomized Design with three treatments and six replications. The treatments is chickens fed ration without addition of katuk leaf water extract in drinking water as control (K0), rationed chicken with addition of 3% katuk leaf water extract in drinking water (K1), and chicken fed with ration katuk leaf water extract 6% in drinking water (K2). The variables observed is egg weight, percentage of egg whites,percentage of egg yolk, percentage of eggshell and egg shell thickness. The results showed that on treatment of K1 and K2 significantly (P <0.05) increased egg weight, percentage of egg yolk, percentage of egg shelland egg shell thickness, compared with K0. But the percentage of white egg decrease compared to chicken that is not given katuk leaf water extract (K0). Based on the results of this research can be concluded that the provision of katuk leaf water extract (Sauropus androgynus L. Merr) 3% and 6% through drinking water can increase egg weight, percentage of egg yolk, percentage of egg shell, eggshell thickness and a decrease in the percentage of egg white Lohmann Brown chicken aged 22-30 weeks. Keywords: egg, Lohmann Brown, katuk leaf water extract, physical quality
Co-Authors A. A. A. Adinda Savitrie Suamba A. Rastosari A. T. Umiarti A. W. Puger Adnyana I M. P. Agus Putu Wiradhana Anak Agung Putu Putra Wibawa ANGGA D. P., G. B., ANTARI L. Y. S. Apriyanti L. A. S. Ardina Ratna Pramesti Astika I P. E. B. R. T. Putri Basudewa I G. B. Bongi F. Brahmana E. Budi Rahayu Tanama Putri Budiyatmika K. B. Bulkaini (Bulkaini) D. A. WARMADEWI Damanik M. R. DESAK PUTU MAS ARI CANDRAWATI Dewa Putu Indra Pranata Dewi N. M. A. W. Dewi N.K.S Ermawan I G. R. Gunawijaya, Gusti Putu Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi Gusti Putu Gunawijaya Hafifah, Ifa Hariyuda I G.P.A. I D. G. A. Udayana I G. Lanang Oka Cakra I G.P.R. Adi I Gede Suarta I Gusti Nyoman Gde Bidura I Komang Budaarsa I M. Mudita I Made Abra Rahastra I Made Adhika I Made Nuriyasa I N. Ardika I N. Suparta I N. T. ARIANA I NYOMAN ARDIKA I Nyoman Sumerta Miwada I NYOMAN SUTARPA SUTAMA I P. A. Astawa I Putu Andhika Putra Setiawan I. A. P. Utami I. G. M. A. Sucipta I. G. M. Rusdianta I. M. Londra I.B. Sudana I.G.A.N.C. Wiguna I.M. Wirawan I.M.J. Hermawan I.P.R.Y. Pradana I.W.P.Widnyana Ida Bagus Gaga Partama Ismia N. F. J. Hellyward Juniartha I P. Jurnal Pepadu Jusnadiartha I W. K. A. Wiyana K.T.D. Deliana Karisma E. D. KRISTIANTI N.W.D. Laksamana K. Y. P. M Ashari Made Ananta Wirya Mahardika C.B.D.P. Manuaba I B.C. Mario A D. D. Mastur - Milasari K. N Puja N. M. A. K. Dewi N.G.K. Roni N.L.G. Sumardani N.L.G. Sumardani N.M.S. Sukmawati N.N.C. Kusumawati N.W. Suniti N.W.E. Setyawati Nainggolan J. R. Nata I G. A. P. S. Ni Gusti Ketut Roni Ni Luh Ayu Kornita Pratiwi Ni Luh Gede Astariyani Ni Luh Gede Sumardani Ni Luh Putu Sriyani Ni Made Paramita Setyani Ni Made Suci Sukmawati Ni Made Witariadi Ni Nengah Soniari Ni Nyoman Candraasih Kusumawati NI WAYAN SUNITI Ni Wayan Tatik Inggriati Nugroho E. P.E.N. Putri Pangestu A. T. Pradana I G. G. Y. Prasetia D. M. R. Pratama I W. A. Priana I M. O. Purnayasa I K. Putri A. Rusmawan I K. A. Santi N. K. D. D. Sari N.M.L.P Setiawan I P. D. W. Setyawan I P. H. Somadiarsa I K. SONGKAM A. M. N Sri Anggreni Lindawati Suardita I K.G Suarjana I P. Sucahya D.G.I SUHENDRA I P. N. D. Suprianto I K. E. Suranjaya I .Gd Susila I M. D. A. Suwardisayoga I M. D. Tina Handayani Nasution Vicky A. R. Wayan Sayang Yupardhi Wedaswara M. Y. P. Wenata S. WIRA SUSANA I W. Witarja N. M. L. E. Wiyardana I P. G.