Claim Missing Document
Check
Articles

Edible Offals Broiler yang Diberi Bubuk Kunyit Setiawan I P. D. W.; I P. A. Astawa; N W. Siti
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 3 (2019): Issue 7 No. 3 - 2019
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.127 KB) | DOI: 10.24843/ejpt.2019.v07.i03.p012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bubuk kunyit terhadap Edible Offals broiler.Penelitian dilaksanakan selama 40 hari dengan materi broiler fase starter. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah P0 (tanpa diberikan bubuk kunyit pada air minum), P1 (pemberian bubuk kunyit sebanyak 0,5g /liter air minum), dan P2 (pemberian bubuk kunyit sebanyak 1g/liter air minum). Variabel yang diamati adalah persentase kepala, persentase ceker, persentase hati, persentase jantung, persentase rampela, dan persentase usus halus. Data dianalisis dengan sidik ragam, apabila diantara perlakuan terdapat perbedaan yang nyata (P<0,05), maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan’s. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian bubuk kunyit melalui air minum dengan level 0,5g, dan 1g tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase kepala, persentase ceker, persentase hati, persentase jantung, persentase rampela, dan persentase usus halus. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemberian bubuk kunyit sebanyak 0,5g - 1g/1 liter melalui air minum tidak berpengaruh terhadap edible offals broiler (persentase kepala, ceker, hati, jantung, rampela, dan usus halus). Kata kunci : Kunyit, Edible Offals, Broiler
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AIR DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia) MELALUI AIR MINUM TERHADAP KULITAS FISIK TELUR AYAM LOHMANN BROWN UMUR 22-30 MINGGU Suarjana I P.; N. W. Siti; I G. N. G. Bidura
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.862 KB)

Abstract

This study aim to find out the effect of Morinda citrifolia extract on drinking water on physical quality of egg in Lohmann Brown layer hen aged 22-30 weeks. This study was conducted at chicken sheds own by farmers in Dajan Peken village, Tabanan Subdistrict, Tabanan District for three (3) months. Completely Randomized Design (CRD) was used with three treatments. Eack treatment was repeated 6 times using 36 Lohmann Brown chickens. Those chicken wos rised in 16 units battery type of shed. Treatments given were drink water without mengkudu water exstract as a control (A), treatment B was drink water units 2% mengkudu water extract and treatment C was drink water with 4% mengkudu water exstract. Variabels observed in this study were egg weight, white eggs percentage to egg weight, egg yolks percentage, and skin percentage. This study showed that egg weight of treatments B and C was significantly weigher (P<0,05) than control (A). White egg percentage of treatment B and C, on the another hand, was lighter compare to control (A). It was concluded that additional of (Morinda citrifolia) water extract was abled to increase eggs weight, egg yolks percentage and skin percentage of the eggs, however reduce eggs white percentage age. Keywords :Morinda citrifolia, egg qulity, Lohmann Brown
POTONGAN KOMERSIAL KARKAS ITIK BALI (Anas platyrhynchos) JANTAN YANG DIBERI JUS DAUN INDIGOFERA (Indigofera zollingeriana) MELALUI AIR MINUM Ismia N. F.; N. W. Siti; I N. Ardika
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Itik bali (Anas platyrhinchos) merupakan salah satu jenis unggas yang potensial sebagai pemasok kebutuhan hewani di Indonesia, selain ayam. Namun, produktivitasnya masih rendah sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan produktivitas itik bali (Anas platyrhinchos) salah satunya yaitu dengan perbaikan kualitas dan kuantitas pakan yang dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus daun indigofera (Indigofera zollingeriana) dalam air minum terhadap potongan komersial karkas itik bali (Anas platyrhinchos) jantan umur delapan minggu dan telah dilaksanakan selama delapan minggu di Teaching Farm Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Bali. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri atas 6 ekor itik bali jantan, sehingga terdapat 120 ekor itik bali jantan umur dua minggu. Keempat perlakuan tersebut adalah level jus daun indigofera melalui air minum yaitu P0 (kontrol), P1 (2%), P2 (4%) dan P3 (6%). Variabel yang diamati adalah bobot potong, bobot karkas, persentase karkas dan persentase potongan komersial karkas (dada, paha, punggung dan sayap). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam, apabila terdapat perbedaan (P<0,05) maka analisis dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jus daun indigofera dalam air minum nyata (P<0,05) meningkatkan bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, dan persentase potongan komersial karkas (dada, paha, punggung dan sayap). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian jus daun indigofera (Indigofera zollingeriana) level 2-6% dalam air minum dapat meningkatkan persentase karkas bagian dada dan paha, namun menurunkan persentase karkas bagian punggung dan sayap itik bali jantan umur delapan minggu. Kata kunci: Itik bali jantan, jus daun indigofera, potongan komersial karkas
OFFAL INTERNAL ITIK BALI YANG DIBERI RANSUM KOMERSIAL DENGAN SUPLEMENTASI DAUN PEPAYA (Carica Papaya,L) Nugroho E.; Nuriyasa IM.; Siti N.W
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.702 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui offal internal itik bali yang diberi ransum komersial dengan suplementasi daun pepaya (Carica papaya, L.) telah dilaksanakan di kandang itik milik Bapak I Ketut Sunatra yang berlokasi di Kecamatan Kediri-Tabanan. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan mulai Mei sampai dengan Agustus 2012. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan, setiap ulangan menggunakan 5 ekor itik bali jantan yang beratnya homogen.  Keempat perlakuan tersebut adalah ransum komersial tanpa tepung daun pepaya (A), 98% ransum komersial + 2% tepung daun pepaya (B), 96% ransum komersial + 4% tepung daun pepaya (C), dan 94% ransum komersial + 6% tepung daun pepaya (D).  Variabel yang diamati meliputi berat proventrikulus, ventrikulus, hati, ginjal, limpa, pankreas, empedu, tenggorokan, kerongkongan itik bali.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berat proventrikulus, ventrikulus, dan hati meningkat nyata (P<0,05) dengan suplementasi tepung daun pepaya level 2-6%.  sedangkan, berat ginjal, limpa, pankreas, dan tenggorokan menunjukan hasil berbeda tidak nyata (P>0,05).  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa offal internal itik bali yang diberi ransum komersial dengan suplementasi daun pepaya (Carica papaya L.) pada level 2-6% dapat meningkatkan offal internal, terutama proventrikulus, ventrikulus, hati, empedu dan kerongkongan, namun belum berpengaruh terhadap ginjal, limpa, pankreas, dan tenggorokan.
TINGKAT ADOPSI INOVASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN KOTORAN TERNAK SAPI MENJADI BIOGAS DAN PUPUK ORGANIK PADA GAPOKTAN SIMANTRI DI KABUPATEN GIANYAR Mahardika C.B.D.P.; Suparta IN.; Siti N.W
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adopsi inovasi pengolahan kotoran ternak sapi menjadi biogas dan pupuk organik merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan petani. Kemampuan tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan gapoktan dalam mengelola kegiatan simantri. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui tingkat adopsi inovasi pengolahan kotoran sapi menjadi biogas dan pupuk organik pada gapoktan simantri dan (2) mengetahui hubungan antara karakteristik individu dan sifat inovasi terhadap tingkat adopsi inovasi pengolahan kotoran ternak sapi menjadi biogas dan pupuk organik. Penelitian dilakukan di tujuh kecamatan di Kabupaten Gianyar. Responden penelitian sebanyak 62 orang yang terdiri dari ketua dan anggota kelompok dari 31 kelompok simantri tahun 2009-2012. Pengambilan sampel menggunakan metode acak distratifikasi tidak proporsional. Jenis data berupa data primer dan sekunder. Metode  pengambilan  data  primer adalah  wawancara  secara  langsung,  observasi  dan dokumentasi, data sekunder diambil dengan metode arsip.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat adopsi inovasi pengolahan kotoran ternak sapi menjadi pupuk organik dan biogas oleh gapoktan simantri adalah sedang; (2) terdapat hubungan yang sangat nyata (P<0.01) antara pendidikan non formal dan semua indikator sifat inovasi dengan adopsi biogas dan pupuk organik. Umur berhubungan sangat nyata (P<0.01) dengan adopsi biogas, namun pada inovasi pupuk organik, umur hanya berhubungan nyata (P<0.05). Jumlah pemilikan lahan berpengaruh nyata (P<0.10) dengan adopsi inovasi biogas dan pupuk organik.
Pemanfaatan Probiotik Microorganism Effective melalui Air Minum Untuk Meningkatkan Berat Potong dan Komposisi Fisik Karkas Itik Bali Jantan Budiyatmika K. B.; N W. Siti; I N. Ardika
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to determine the effect of giving Effective Microorganism probiotics through drinking water on the slaughter weight and carcasses physical composition of male bali duck. The research was conducted in Kediri, Tabanan, for 8 weeks starting from August 2 to October 2, 2018.. The design used was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of three treatments, namely: A (Drinking water without Effective Microorganism probiotics as a control), B (Drinking water + 0.5% Effective Microorganism probiotics), C (Drinking water + 1% Effective Microorganism probiotics). Each treatment consisted of five replications and each replication used three male bali ducks aged 3 days with an average body weight ranging from 55,72 ± 7,16 g. The variables observed were slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, bone percentage, meat percentage, and percentage of subcutaneous fat including skin. The results showed that administration of Effective Microorganism probiotics through drinking water at the level of 1% significantly increased male bali duck weight, but did not significantly increase carcass weight, meat percentage, percentage of subcutaneous fat including skin and not significantly decrease carcass percentage, and bone percentage. Based on the results of the study it can be concluded that the administration of Effective Microorganism probiotics through drinking water at the level of 1% it can increase the slaughter weight of male bali duck, but at the level of 0,5-1% does not affect the carcasses physical composition of male bali duck. Keywords: probiotics, male bali duck, carcasses
KUALITAS FISIK DAN KECERNAAN INVITRO SILASE JERAMI PADI YANG DISUPLEMENTASI DAUN GAMAL DAN KALIANDRA Basudewa I G. B.; I G. L. O. Cakra; N. W. Siti
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 3 (2020): Vol. 8 No. 3 Tahun 2020
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the physical quality and digestibility of in vitro silage of rice straw supplemented with gamal and kaliandra leaves. The study used a Completely Randomized Design (CRD), consisting of four treatments and each treatment was repeated five times, so that there were 20 experimental units. The treatments given were: P0 (90% rice straw + 5% molasses + 5% polar), P1 (60% rice straw + 30% gamal leaf + 5% molasses + 5% polar), P2 (60% rice straw + 15 % gamal leaves + 15% calliandra leaves + 5% molasses + 5% polar) and P3 (60% rice straw + 30% calliandra leaves + 5% molasses + 5% polar). The observed variables were pH, NH3, VFA (Vollatile Faty cid), DMD (Dry Matter Digesribility), OMD (Organic Matter Digestibility), fungus, texture, color, and odor. The resul showed that the concentration of NH3 in the P1 treatment was higher than the P0, P2 and P3 treatments respectively 36.88%, 33.76% and 38.92%. Total pH and VFA values ??did not show significant differences between all treatments. DMD and OMD in P1 treatment were higher than P0, P1 and P2 treatments. It can be concluded that making rice straw silage with the addition of 30% gamal can improve silage quality both in terms of NH3 and organoleptic testing, namely color and texture. DMD and OMD are highest in P1 because gamal contains a degraded source of protein (protein needed by rumen microbes) that is more comparable to calliandra. Keywords: Rice straw silage, physical quality, digestibility
PENGARUH DAUN PEPAYA TERFERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAGING ITIK BALI BETINA UMUR 10 MINGG Pangestu A. T.; N. W. Siti; N. M. Sukmawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 2 (2018): May - August 2018
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.138 KB)

Abstract

The aim of this research is to know the effect of fermented papaya leaves in ration on organoleptic characteristics of female ducks. The study was conducted in Kediri, Tabanan-Bali. The design used was Completely Randomized Design (RAL) consisting of 3 treatments. The treatments were P0 (commercial ration without fermented papaya leaves), P1 (commercial ration + 5% fermented papaya leaves) and P2 (commercial ration + 10% fermented papaya leaves) and as replicates were 15 panelists determining preferred levels (hendonic scale), then transformed to a numerical value for statistical analysis. Assessment of the numbers 1 (one) to 5 (five) indicating the value (score) in the following order: 1 (very dislike), 2 (dislikes), 3 (regular), 4 (like), 5 (very like) The observed variables are color, aroma, flavor, texture and overall acceptance. The results showed that the addition of fermented papaya leaves in ration increased the texture value or significantly different (P <0.05). The results of color, flavor, taste and overall acceptance have no significant or different effect (P> 0.05) with controls, but as the addition of papaya leaf degree is favored, the panelist favorability tends to increase. Based on the results of this study it can be concluded that the addition of fermented papaya leaves at the level of 5% - 10% in the ration can increase the value of tenderness or texture of female duck meat, but it does not affect the color, aroma, flavor and overall acceptance. Keywords: organoleptic characteristics, fermented papaya leave, duck meat
PENGARUH PEMBERIAN KULTUR BAKTERI SELULOLITIK ISOLAT RUMEN KERBAU MELALUI AIR MINUM SEBAGAI SUMBER PROBIOTIK TERHADAP LEMAK ABDOMEN DAN KOLESTEROL DARAH ITIK BALI Somadiarsa I K.; I G.N.G Bidura; N W. Siti
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.954 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian kultur bakteri selulolitik isolat rumen kerbau melalui air minum sebagai sumber probiotik terhadap penurunan lemak abdomen dan kolesterol darah itik bali. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam ulangan. Ketiga perlakuan tersebut adalah: air minum tanpa kultur bakteri selulolitik sebagai kontrol (A); air minum dengan 0,20% kultur bakteri selulolitik (B); dan air minum dengan 0,40% kultur bakteri selulolitik (C). Variabel yang diamati: lemak bantalan, lemak mesenterium, lemak empedal, lemak abdominal, dan kadar kolesterol darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase lemak bantalan (ped-fat), lemak abdomen (abdominal-fat), dan kolesterol darah itik yang diberi air minum dengan tambahan kultur bakteri selulolitik dengan level 0,20% dan 0,40% memberi hasil nyata (P<0,05) lebih rendah dibandingkan kontrol (perlakuan A), sedangkan lemak empedal yang diberi air minum dengan tambahan kultur bakteri selulolitik pada level 0,40% memberi hasil nyata (P<0,05) lebih rendah dibandingkan kontrol (perlakuan A) dan persentase mesenterik fat pada perlakuan A, B dan C tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian kultur bakteri selulolitik isolat rumen kerbau pada level 0,20% dan 0,40% melalui air minum sebagai sumber probiotik dapat menurunkan jumlah lemak abdomen dan kadar kolesterol darah itik bali.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK MELALUI AIR MINUM TERHADAP KARAKTERISTIK KARKAS ITIK BALI BETINA YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG LIMBAH KULIT KECAMBAH KACANG HIJAU Nata I G. A. P. S.; N. W. Siti; A. A. P. P. Wibawa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 3 (2020): Vol. 8 No. 3 Tahun 2020
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik melalui air minum terhadap karakteristik karkas itik bali betina yang diberi ransum mengandung limbah kulit kecambah kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Farm Fakultas Peternakan, Universitas Udayana yang berlokasi di jalan Raya Sesetan Gang Markisa no 5 Sesetan, Kota Denpasar selama 8 minggu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 5 kali ulangan, sehingga terdapat 15 unit percobaan. Masing-masing unit percobaan menggunakan 3 ekor itik bali betina dengan kisaran berat badan 46,98 ± 7,18 g. Ketiga perlakuan tersebut adalah itik yang diberi air minum tanpa probiotik sebagai kontrol (A), itik yang diberi air minum + 2,5 ml probiotik (B), dan itik yang diberi air minum + 5 ml probiotik (C). Variabel yang diamati adalah berat potong, berat karkas, persentase karkas, dan komposisi fisik karkas meliputi persentase daging, persentase tulang, dan persentase lemak subkutan termasuk kulit. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian probiotik melalui air minum menghasilkan berat potong, berat karkas, persentase karkas, persentase daging, persentase tulang, dan persentase lemak subkutan termasuk kulit secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05) dibandingkan perlakuan tanpa probiotik (P0). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian probiotik sampai 5 ml/ekor/hari melalui air minum memberikan pengaruh yang sama dengan tanpa diberi probiotik terhadap karakteristik karkas itik bali betina yang diberi ransum mengandung limbah kulit kecambah kacang hijau. Kata kunci: probiotik, itik bali betina, karakteristik karkas, dan kecambah kacang hijau
Co-Authors A. A. A. Adinda Savitrie Suamba A. Rastosari A. T. Umiarti A. W. Puger Adnyana I M. P. Agus Putu Wiradhana Anak Agung Putu Putra Wibawa ANGGA D. P., G. B., ANTARI L. Y. S. Apriyanti L. A. S. Ardina Ratna Pramesti Astika I P. E. B. R. T. Putri Basudewa I G. B. Bongi F. Brahmana E. Budi Rahayu Tanama Putri Budiyatmika K. B. Bulkaini (Bulkaini) D. A. WARMADEWI Damanik M. R. DESAK PUTU MAS ARI CANDRAWATI Dewa Putu Indra Pranata Dewi N. M. A. W. Dewi N.K.S Ermawan I G. R. Gunawijaya, Gusti Putu Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi Gusti Putu Gunawijaya Hafifah, Ifa Hariyuda I G.P.A. I D. G. A. Udayana I G. Lanang Oka Cakra I G.P.R. Adi I Gede Suarta I Gusti Nyoman Gde Bidura I Komang Budaarsa I M. Mudita I Made Abra Rahastra I Made Adhika I Made Nuriyasa I N. Ardika I N. Suparta I N. T. ARIANA I NYOMAN ARDIKA I Nyoman Sumerta Miwada I NYOMAN SUTARPA SUTAMA I P. A. Astawa I Putu Andhika Putra Setiawan I. A. P. Utami I. G. M. A. Sucipta I. G. M. Rusdianta I. M. Londra I.B. Sudana I.G.A.N.C. Wiguna I.M. Wirawan I.M.J. Hermawan I.P.R.Y. Pradana I.W.P.Widnyana Ida Bagus Gaga Partama Ismia N. F. J. Hellyward Juniartha I P. Jurnal Pepadu Jusnadiartha I W. K. A. Wiyana K.T.D. Deliana Karisma E. D. KRISTIANTI N.W.D. Laksamana K. Y. P. M Ashari Made Ananta Wirya Mahardika C.B.D.P. Manuaba I B.C. Mario A D. D. Mastur - Milasari K. N Puja N. M. A. K. Dewi N.G.K. Roni N.L.G. Sumardani N.L.G. Sumardani N.M.S. Sukmawati N.N.C. Kusumawati N.W. Suniti N.W.E. Setyawati Nainggolan J. R. Nata I G. A. P. S. Ni Gusti Ketut Roni Ni Luh Ayu Kornita Pratiwi Ni Luh Gede Astariyani Ni Luh Gede Sumardani Ni Luh Putu Sriyani Ni Made Paramita Setyani Ni Made Suci Sukmawati Ni Made Witariadi Ni Nengah Soniari Ni Nyoman Candraasih Kusumawati NI WAYAN SUNITI Ni Wayan Tatik Inggriati Nugroho E. P.E.N. Putri Pangestu A. T. Pradana I G. G. Y. Prasetia D. M. R. Pratama I W. A. Priana I M. O. Purnayasa I K. Putri A. Rusmawan I K. A. Santi N. K. D. D. Sari N.M.L.P Setiawan I P. D. W. Setyawan I P. H. Somadiarsa I K. SONGKAM A. M. N Sri Anggreni Lindawati Suardita I K.G Suarjana I P. Sucahya D.G.I SUHENDRA I P. N. D. Suprianto I K. E. Suranjaya I .Gd Susila I M. D. A. Suwardisayoga I M. D. Tina Handayani Nasution Vicky A. R. Wayan Sayang Yupardhi Wedaswara M. Y. P. Wenata S. WIRA SUSANA I W. Witarja N. M. L. E. Wiyardana I P. G.