Claim Missing Document
Check
Articles

Pembentukan dan Pelatihan Kader Pantas (Pengolahan Air Sungai menggunakan Larutan Tawas) Noraida, Noraida; Khair, Abdul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.16898

Abstract

ABSTRAK Masyarakat Desa Sungai Rangas Hambuku menggunakan sumber air dari sungai yang melintasi di desa tersebut untuk kehidupan sehari-hari. Kualitas air secara fisik memperlihatkan tingkat kekeruhan berada diatas standar yang dipersyaratkan untuk keperluan sehari-hari. Tujuan kegiatan adalah membentuk dan melatih Kader Pantas (Pengolahan air sungai menggunakan larutan tawas). Metode kegiatan dilakukan melalui pembentukan dan pelatihan pengolahan air sungai menggunakan tawas dengan sasaran sebanyak 10 (sepuluh) orang remaja. Hasil pembentukan kader berupa terbentuknya Struktur Organisasi Kader Pantas Desa Sungai Rangas Hambuku, sedangkan perbandingan nilai pretest dan postest menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti ada perbedaan pengetahuan dan pemahaman para kader dalam pengolahan air sungai sebelum dan sesudah pelatihan. Pasca pelatihan, Kader Pantas mampu menyampaikan pengetahuannya kepada masyarakat. Disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah mampu mencapai tujuan yang diinginkan.   Kata Kunci: Pembentukan, Pelatihan, Kader, Pantas  ABSTRACT The Sungai Rangas Hambuku Village community uses water sources from the river that runs through the village for daily life. The physical water quality shows that the turbidity level is above the standard required for daily use. The objective of the activity is to form and train the Pantas Cadre (river water treatment using alum solution). The activity method was carried out through the formation and training of river water treatment using alum with a target of 10 (ten) teenagers. The results of the formation of cadres are in the form of the formation of the Pantas Cadre Organization Structure in Sungai Rangas Hambuku Village, while the comparison of pretest and posttest scores shows a p-value <    0.05, which means there is a difference in the knowledge and understanding of the cadres in river water treatment before and after training. After the training, Pantas cadres were able to convey their knowledge to the community. It is concluded that this community service activity has been able to achieve the desired goals.     Keywords: Formation, Training, Cadre, Pantas
Peran Pemerintah Daerah dalam Pengaturan Pertambangan Rakyat Saleh, Muhammad; Khair, Abdul; Sarkawi, Sarkawi; Kafrawi, Kafrawi
JATISWARA Vol. 35 No. 3 (2020): Jatiswara
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jtsw.v35i3.271

Abstract

Kekayaan sumber daya alam yang ada setidaknya mampu menopang perekonomian suatu negara, tidak terkecuali juga bagi pemerintah daerah. Salah satu kekayaan alam yang dimiliki tersebut adalah kekayaan alam berupa tambang mineral, batubara dan gas bumi. Kegiatan pertambangan yang ada hampir disemua daerah telah mampu membawa perubahan yang signipikan bagi masing-masing daerah, baik itu dalam bentuk penerimaan kas daerah, peningkatan ekonomi daerah, pembangunan pisik dan sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Peran Pemerintah Daerah Dalam Pengaturan Pertambangan Rakyat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode normatif-empiris, dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konsep dan pendekatan empirik. Hasil penelitian, kebijakan pengelolaan tambang rakyat yang dilakukan oleh pemerintah daerah diperuntukkan untuk mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat dan masyarakat pada umumnya. Aktipitas pertambangan rakyat tersebut seyogyanya tetap menjaga kelangsungan hidup dan keamanan ekosistem lain yang terkait dengan tambang rakyat tersebut. Di samping itu, dalam penerapan kabijakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, hal yang penting lagi adalah peran DPRD dalam melakukan pengawasan terhadap kebijakan tersebut.
DYNAMICS OF MARRIAGE DISPENSATION IN PANGKALAN BUN: IMPLICATIONS FOR CHILDREN’S RIGHTS AND PROTECTION Said Romadhon, Ahmad; Khair, Abdul; Murtadho, Ali; Andleeb, Naima
EMPOWERING HUMANITY Vol. 3 No. 1 (2025): Current Issues 5
Publisher : SMARTINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58765/emhum.v3i1.251

Abstract

Dispensation of marriage is one of the issues that often becomes a concern in the context of child protection in Indonesia, including in West Kotawaringin Regency, especially in Pangkalan Bun. This study analyzes the dynamics of marriage dispensation in Pangkalan Bun and its implications for children’s rights and protection. The research method used a qualitative approach with primary data obtained through in-depth interviews with religious courts, child protection organizations, community leaders, and families who applied for marriage dispensation. The results showed that marriage dispensation is often used due to economic factors, pregnancy outside marriage, and social pressure. However, this practice has the potential to violate children’s rights, such as the right to education, health, and protection from exploitation. This article recommends strengthening regulations, improving community education, and improving access to child protection services to reduce the negative impact of marriage dispensation.
MEDIATION EFFORTS IN POLYANDRY CASES IN WEST KOTAWARINGIN REGENCY Khudori, Sofyan; Khair, Abdul; Soeradji, Elvi; Fauzi, Fitriya
EMPOWERING HUMANITY Vol. 3 No. 1 (2025): Current Issues 5
Publisher : SMARTINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58765/emhum.v3i1.253

Abstract

Polyandry, although rare, is a complex and controversial phenomenon in Indonesia, including in West Kotawaringin District. These cases often involve conflicts of law, religious norms and customs that require specialized resolution approaches. This article aims to explore the effectiveness of mediation as a dispute resolution method in polyandry cases in the region. Using a descriptive qualitative approach, the research relies on in-depth interviews with perpetrators, mediators, religious leaders, customary leaders, as well as analysis of relevant legal documents. The results show that mediation has significant potential in resolving polyandry cases, especially as this approach prioritizes dialogue, mutual understanding and adjustment to local norms. However, the success of mediation is often constrained by differences in legal interpretation between adat and religion, lack of mediator capacity, and resistance from the parties involved. Nonetheless, some cases were successfully resolved through adaptive mediation, resulting in solutions that were more acceptable to all parties. The research concludes that mediation can be an effective alternative in resolving polyandry disputes if supported by trained mediators, collaboration between stakeholders, and a culture-based approach. Strategic recommendations include improving the training of local mediators and strengthening the integration between customary, religious and state laws to create sustainable solutions.
Pengaruh Waktu Kontak Injeksi Pompa Udara Pada Air Limbah Buangan Puskesmas Sebatung Ditinjau Dari Parameter Bod Santi, Noorhaida; Khair, Abdul; Hamzani, Sulaiman; Junaidi, Junaidi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 10 (2025): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i10.353

Abstract

Salah satu jenis air limbah yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan adalah limbah dari fasilitas kesehatan dengan kandungan organik yang tinggi pada parameter BOD (Biochemical Oxygen Demand) yang menyebabkan turunnya oksigen perairan. Hal ni bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu kontak njeksi pompa udara pada air limbah puskesmas terhadap penurunan kadar parameter BOD dengan menggunakan metode aerasi dengan cara menambahkan gelembung udara melalui pompa air udara yang dimasukan ke bak air limbah. Jenis penelitian ni merupakan penelitian eksperimen. Dari desain penelitian ni akan ada pemeriksaan BOD sebelum dan sesudah di beri perlakuan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ni adalah teknik grab sampling (sampel sesaat) pengambilan sampel dilakukan secara ntensif untuk jangka waktu lebih pendek. Penelitian ni menggunakan perlakuan variasi waktu setiap 30 menit sebanyak 5 variasi waktu dan 0 menit sebagai kontrol. Dari hasil penelitian ni menunjukan adanya penurunan kadar BOD yang awal nya sebesar 44,72 mg/L menjadi 9,97  mg/L.  Hasil analisis menggunakan uji statistik pada perlakuan menggunakan variasi waktu kontak njeksi pompa udara terdapat  perbedaan penurunan hasil yang signifikan sebesar 10% dalam menurunkan  kadar BOD pada air limbah buangan puskesmas. Dari perlakuan menggunakan njeksi pompa udara setelah diberi perlakuan penambahan variasi waktu kontak. Hasil akhir dari air limbah buangan puskesmas dapat diolah lebih lanjut dengan memberikan variasi waktu yang lebih panjang atau lama dan penggunaan aerator yang lebih besar agar lebih optimum dalam penelitian selanjutnya.
Pengaruh Jenis Pasir terhadap Kadar Bod dan COD pada Air Lindi di Kecamatan Pulau Sebuku Kabupaten Kotabaru Syahdoa'a, Desmaizal; Khair, Abdul; Haris, Abdul; Arifin, Arifin
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 11 (2025): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i11.391

Abstract

Air lindi adalah air yang diperoleh dari rembesan sampah yang membawa kandungan terlarut dan tersuspensi yang bersumber dari hasil dekomposisi materi sampah dan juga proses pembusukan sampah. Agar air lindi tidak mencemari lingkungan maka perlu dilakukan pengolahan, salah satunya menggunakan pasir sebagai bahan alami memiliki potensi dalam mengurangi kadar BOD dan COD dalam air lindi melalui proses penyaringan dan adsorpsi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis pasir terhadap kadar BOD dan COD pada air lindi di Kecamatan Pulau Sebuku Kabupaten Kotabaru. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pre test-post test. Sampel air lindi di ukur sebelum dan sesudah melalui filtrasi menggunakan pasir gunung dan pasir pantai, perlakuan dilakukan sebanyak 16 kali untuk masing-masing jenis pasir. Data di analisis menggunakan uji Independent Sample T Test dan uji Mann Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan jenis pasir terhadap penurunan kadar BOD dengan nilai sig (2-tailed) 0,076 > 0,05.  Dan tidak ada perbedaan yang signifikan jenis pasir terhadap penurunan kadar COD dengan nilai sig (2-tailed) 0,065 > 0,05. Perlu dilakukan upaya pengolahan air lindi terlebih dahulu dengan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang kemudian dilanjutkan dengan desain dua lapis saringan pasir.
ISBAT NIKAH DALAM PERSPEKTIF MAQASID SYARIAH: STUDI KASUS PENGADILAN AGAMA PANGKALAN BUN Azim, Abdul; Khair, Abdul; Soeradji, Elvi
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 21, No 1 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v21i1.321

Abstract

AbstractThe government has made efforts to prevent nikah siri, but the government also provides a solution to legalize nikah siri through isbat nikah. This causes some marriage isbat applications to be granted and some to be rejected, including applications submitted to the Pangkalan Bun Religious Court. This research aims to analyze the maqasid sharia perspective on case number: 107/Pdt.P/2023/PA.PBun which was granted and case number: 102/Pdt.P/2023/PA.PBun which was rejected. These two cases have similarities where the marriage is religiously valid and has a child. This literature study normative research uses case and conceptual approaches by applying descriptive analysis techniques. The results of the study suggest that the granting of the application for isbat nikah case number: 107/Pdt.P/2023/PA.PBun is relevant to the concept of maqasid sharia. With the legalization of the marriage, the aspects of protecting religion, soul, children, property and reason which are included in the daruriyat category can be realized. The decision of case number: 102/Pdt.P/2023/PA.PBun was rejected for the benefit of the community to reduce the number of siri polygamy but could ignore the rights of wives and children which is contrary to maqasid sharia. Thus, judges are expected not only to focus on formal rules, but need to consider all the benefits. This is because the law is not limited to providing certainty, but also justice and benefits for society. AbstrakPemerintah telah berupaya untuk mencegah terjadinya nikah siri, namun pemerintah pula memberi solusi untuk mengesahkan nikah siri melalui jalan isbat nikah. Hal ini menyebabkan permohonan isbat nikah ada yang dikabulkan dan ada yang ditolak, termasuk permohonan yang diajukan ke Pengadilan Agama Pangkalan Bun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif maqasid syariah pada kasus nomor: 107/Pdt.P/2023/PA.PBun yang dikabulkan dan kasus nomor: 102/Pdt.P/2023/PA.PBun yang ditolak. Kedua kasus ini memiliki kemiripan dimana pernikahannya sah secara agama dan telah memiliki anak. Penelitian normatif studi pustaka ini menggunakan pendekatan kasus dan konseptual dengan menerapkan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian mengemukakan bahwa pengabulan permohonan isbat nikah perkara nomor: 107/Pdt.P/2023/PA.PBun relevan dengan konsep maqasid syariah. Dengan disahkannya perkawinan tersebut, aspek perlindungan agama, jiwa, anak, harta serta akal yang masuk pada kategori daruriyat dapat terwujudkan. Adapun putusan perkara nomor: 102/Pdt.P/2023/PA.PBun ditolak demi kemaslahatan masyarakat untuk menekan angka poligami siri namun dapat mengabaikan hak-hak istri dan anak yang bertentangan dengan maqasid syariah. Dengan demikian, hakim diharapkan tidak hanya berfokus pada aturan formal, namun perlu mempertimbangkan segala kemaslahatan, sebab hukum tidak sebatas memberikan kepastian, namun juga keadilan serta manfaat bagi masyarakat.
Peningkatan Kualitas Air Sungai dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Tabunganen Tengah Khair, Abdul; Noraida
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v3i1.1046

Abstract

Prevalensi stunting di Kalimantan Selatan pada tahun 2022 lebih tinggi dibanding prevalensi nasional. Kabupaten Barito Kuala merupakan penyumbang terbesar dan Desa Tabunganen Tengah di Kabupaten Barito Kuala memiliki prevalensi stunting tertinggi. Banyak warga yang masih menggunakan sumber air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Tingkat kekeruhan air sungai melebihi nilai ambang batas. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan kualitas air sungai untuk pencegahan stunting balita di Desa Tabunganen Tengah. Metode pelaksanaan kegiatan melalui pelatihan dan pendampingan penjernihan air sungai menggunakan larutan tawas. Lokasi kegiatan di Desa Tabunganen Tengah. Jumlah sasaran sebanyak 20 orang ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu melaksanakan praktik pembuatan larutan tawas 2%, mampu melaksanakan praktik penurunan tingkat kekeruhan air dengan menggunakan larutan tawas, dan mampu mengaplikasikan hasil pelatihan di rumah masing-masing.
Electoral Governance of Campaign Materials: The Role of Bawaslu in Regulating Campaign Materials (APK) During Pilkada 2024 in Barito Utara Kurniawan, Muhammad; Khair, Abdul; Putera, M. Luthfi Setiarno
Al-Risalah Vol 25 No 1 (2025): MAY (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-risalah.v25i1.57106

Abstract

This study analyzes the role of the Election Supervisory Agency (Bawaslu) of Barito Utara Regency in regulating campaign materials (APK) during the 2024 regional elections (Pilkada) in Muara Teweh City. The widespread use of APKs often leads to environmental and aesthetic concerns, particularly due to their placement in locations that violate existing regulations. Bawaslu Barito Utara holds the authority to monitor and enforce the proper installation of APKs in accordance with the regulations set by the General Elections Commission (KPU) and Bawaslu itself. However, this study identifies several challenges, including limited resources, inadequate coordination with relevant stakeholders, and the ineffective implementation of sanctions. The research employs an empirical legal method using a socio-legal approach, involving observation, interviews with key stakeholders, and analysis of legal documents. The findings indicate that although Bawaslu has carried out supervisory duties, its effectiveness remains hindered by structural and operational factors. The study recommends strengthening Bawaslu’s institutional capacity, particularly in terms of resources, and improving regulations to enable more effective law enforcement in future elections. These findings are expected to contribute to the enhancement of democratic processes and electoral governance in Indonesia.
HUBUNGAN KUALITAS FISIK UDARA DALAM RUANGAN DAN FAKTOR INDIVIDU DENGAN GEJALA SICK BUILDING SYNDROME (SBS) DI KANTOR DINAS X Maharani, Kharisma; Ali As, Zulfikar; Khair, Abdul; Juanda
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v3i1.173

Abstract

Abstrak Sick Building Syndrome adalah sekelompok gejala yang terjadi pada orang yang berada di dalam ruangan. Hal ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti kelelahan dan berdampak pada efisiensi kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan kualitas fisik udara dalam ruangan dan faktor individu dengan gejala Sick Building Syndrome (SBS) di kantor Dinas X tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Analisis data menggunakan Uji Korelasi Spearman’s Rank. Hasil uji statistik Korelasi Spearman’s Rank menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kualitas fisik udara dalam ruangan dengan gejala sick building syndrome p = 0,703 > α=0,05, dan tidak ada hubungan antara faktor individu dengan gejala sick building syndrome p = 1,000 > α = 0,05 dengan varibel umur, dan p = 0,716 > α = 0,05 dengan variabel jenis kelamin. Bagi instansi penelitian diharapkan melakukan pengendalian sumber bahan pencemar yang berisiko menyebabkan terjadinya SBS. Kata Kunci: Kualitas fisik udara dalam ruangan; faktor individu; Sick Building Syndrome (SBS). Abstract Sick Building Syndrome is a group of symptoms that occur in people who are indoors. This can cause health problems such as fatigue and have an impact on work efficiency. The purpose of this study was to determine the relationship between indoor air quality and individual factors with symptoms of Sick Building Syndrome (SBS) at the X Office in 2024. This type of research is quantitative with a cross-sectional research design. The sample in this study amounted to 30 people. Data analysis using the Spearman's Rank Correlation Test. The results of the Spearman's Rank Correlation statistical test showed that there was no relationship between indoor air quality and symptoms of sick building syndrome p = 0.703> α = 0.05, and there was no relationship between individual factors with symptoms of sick building syndrome p = 1,000> α = 0.05 with age variables, and p = 0.716> α = 0.05 with gender variables. For research institutions, it is expected to control sources of pollutants that are at risk of causing SBS.. Keywords: Indoor air physical quality; individual factors; Sick Building Syndrome (SBS).