Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Membaca Sentimen #KaburAjaDulu dalam Lanskap Psikososial Gen Z pada Pendidikan Kewarganegaran Hadiningrum, Sri; Manalu, Syuratty Astuti Rahayu
Jurnal Kawistara Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.108414

Abstract

The hashtag #KaburAjaDulu reflects a psychosocial and ideological crisis among Indonesian Generation Z, especially in their relationship with the state and national identity. This study aims to examine how this phenomenon reveals a deep crisis of civic aspiration and the limitations of Citizenship Education (PPKn) in responding to young citizens’ emotional, psychological, and social realities. Utilizing a literature review approach supported by bibliometric analysis through VOSviewer, this study explores the dominant themes and research gaps across related academic publications. The findings indicate that health-related and migration discourses dominate the #KaburAjaDulu conversation, while the intersection with Citizenship Education and mental health remains weak. The novelty of this research lies in its critical synthesis using civic engagement and psychosocial resilience frameworks to propose a transformative model of PPKn that is context-sensitive, emotionally supportive, and socially empowering. The study recommends the integration of digital literacy, emotional education, and participatory pedagogy to strengthen national belonging and psychological well-being among young citizens.
Revocation of Political Rights of Corruptors from a Human Rights Perspective in the Indonesian Legal System Nur Arba Asari; Ramsul Nababab; Windawati Pinem; Arief Wahyudi; Sri Hadiningrum
Jurnal Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine how the additional sanction of revocation of political rights for convicted corruptors is applied in court. A person declared a convicted corruptor faces an additional sanction in the form of revocation of political rights to hold public office. The research method in this study is normative juridical, which aims to analyze legal regulations. This type of research is analytical, descriptive legal research, which aims to systematically describe the legal facts, legal regulations, and legal implementation related to the revocation of political rights from a human rights perspective in the Indonesian legal system. The results of this study indicate that the application of revocation of political rights for corruptors in court is not evenly distributed in all corruption cases. One contributing factor is the judge's consideration in maintaining the existence of human rights. In addition, this study found that the revocation of political rights for corruptors has a clear legal basis, but its application is not yet consistent, so clear guidelines regarding legal regulations are needed.
Analisis Semantik dan Interpretasi Hukum Terhadap Istilah "Ahli Waris" Dalam Akta Otentik Yohana Impian Tamba; Sri Hadiningrum; Ana Silva Siringo Ringo; Chaterine Isabel Hasian Lumbantoruan; Claudia Novelita Br Manurung; Dea Anis Lathifah; Malona L Siregar; Mardianti Manday; Putri Sinaga; Ricci Oktaviani Pinem
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8588

Abstract

Penggunaan istilah hukum dalam akta otentik harus dilakukan secara tepat karena setiap istilah memiliki konsekuensi yuridis terhadap hak dan kewajiban para pihak. Permasalahan muncul ketika istilah “ahli waris” digunakan tanpa penjelasan yang jelas mengenai sistem hukum yang menjadi dasar penentuannya, sehingga berpotensi menimbulkan multitafsir akibat pluralisme hukum waris di Indonesia yang meliputi hukum perdata, hukum Islam, dan hukum adat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketidakpastian hukum, sengketa waris, serta hambatan dalam pelaksanaan hak keperdataan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis makna semantik istilah “ahli waris” dalam akta otentik, mengkaji interpretasi hukumnya berdasarkan hukum positif Indonesia, serta mengidentifikasi implikasi yuridis yang timbul akibat perbedaan penafsiran. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analitis. Metode ini dipilih karena penelitian berfokus pada kajian norma hukum, doktrin, dan literatur yang relevan untuk memahami makna serta penerapan istilah “ahli waris” dalam sistem hukum Indonesia. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah “ahli waris” secara semantik hukum merujuk pada pihak yang berhak menggantikan kedudukan pewaris dalam hubungan hukum harta kekayaan setelah pewaris meninggal dunia, namun maknanya berbeda menurut KUHPerdata, Kompilasi Hukum Islam, dan hukum adat. Perbedaan interpretasi tersebut berimplikasi pada ketidakpastian hukum, sengketa waris, potensi melemahnya kekuatan pembuktian akta otentik, serta hambatan dalam perlindungan hak ahli waris. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan istilah “ahli waris” dalam akta otentik perlu disertai penegasan mengenai sistem hukum yang menjadi dasar penentuannya guna menjamin kepastian hukum. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji implementasi penggunaan istilah tersebut dalam praktik kenotariatan melalui pendekatan empiris.
Co-Authors Adelina Aritonang Adelina Sitanggang Adeline Pastika Muham Agnes Sitanggang Alissa P Simbolon Amanda Riniaty Amelia Situmorang Ana Silva Siringo Ringo Ardawani Hutasoit Bartolomeus Marulitua Simanjorang Bayu Adrian Bella Ayu Anzalia Boy Dippu Tua Simbolon Chaterine Isabel Hasian Lumbantoruan Claudia Novelita Br Manurung Dahlianatalia Lumban Gaol Dandi Abram Situmorang Dandy Geofani Silaban Daniel R. Sihite Dea Anis Lathifah Denni Iwan Permata Saragih Deo Agung Haganta Barus Desriani Ronay Fiona Purba Devi Permata Br Bangun Dina Miranda Tarihoran Donna Jesika Gulo Eirene Dahlia Sidabutar Eka Putriani Sihombing Eko Sinaga Esra Natasya Sitepu Eunike Br. Simanjuntak Fani Nolpiana Nadapdap Fany Maysarah Sitohang Farhan Azra Hasibuan Fariz Aditya Fazli Rachman Febby Oktavia Br. Tarigan Febrianti Hutagalung Feby Adelia Parhusip Friska Lorentina Purba Grace Michael Sihombing Helen Meliana R Hutajulu Hissah Kristina Marbun Ida Nurjana Tamba Indah Puja Claudia Damanik Ira Sandika Ira Yenita Malau Irna Sri Talenta Isnaniah Isnaniah Ivanna, Julia Iwain O. Nababan Jekson Saragih Joy Prana Bangun Lala Anggina Salsabila Laras Sati Sintania Lastri Siregar Lina Hutabarat Majda El Muhtaj Malona L Siregar Manalu, Syuratty Astuti Rahayu Mantasia Hasibuan Manullang, Manogu Mitra P Mardianti Manday Margaret Pangaribuan Martua Felix Jonathan Mhd.Ilham Hidayat Rastami Mira Cahya Muhammad Fahmi Siregar Muhammad Habib Husin Muhammad Yoga Pratama Nasywa Yasmin Purba Nazlah Aulia Nur Arba Asari Nur Hidayah Hasibuan Nur Jannah Nur Wida Yani Nurul Febriyani Harahap Oksari Sihaloho Parlaungan Gabriel Siahaan Pebryna Riosa Siburian Poliman Padang Prayetno Prayetno PUTRI HANDAYANI Putri Sinaga Putri Widia Ningsih Putri Yohana Damanik Rahmat Fitra Rahmi Siregar Rama Rizky Septienda Saragih Ramadani Shohiro Hasibuan Ramsul Nababab Reh Bungana Beru Perangin-angin Rian T R Simanjuntak Ricci Oktaviani Pinem Richa Yohana Rinnauli Saragih Rizal Sanusi Hasibuan Rizkika Kartadinata Siahaan Rizky Khairani Br. Ginting Rohma Safitri Rose Venerius Sirait Ruth Yesika Siahaan Samuel Sihite Santiana Siboro Saragih, Theresia Seevaira Chyta Simanullang Septian Arjuanda Putra Simatupang Siti Anisah Nasution Sondang Ruth Lovenia Sinaga Sri Yunita Stefy Margaretha Stevanie Febiola Tampubolon Sugiharto Sugiharto Sulastri Krisdayanti Sinambela Surya Dharma Syarifa Aini Syifa Lailia Syifa Lailia Tasya Br Marbun Tawarika M. Pandiangan Tegar Haykal Parapat Tessa Lonika Simanullang Tri Mei Rosalya Purba Vinolya Lidevia Br Manik Viona Francesca Purba Wahyudi , Arief Wida Bonor Gultom Widya Helen A. Purba Winda Arisandi Situmorang Windawati Pinem Yohana Impian Tamba Yusna Melianti Zoan Gaharu Parangin-Angin