Claim Missing Document
Check
Articles

Pengelolaan Sungai Kelelawar Berdasarkan Aspek Ekologi-Sosial Budaya di Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau Rosita Nurdiyana; Ridwan Manda Putra; Muhammad Fauzi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 2 (2022): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Sungai Kelelawar merupakan anak sungai dari Sungai Kuantan yang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan di sekitar Desa Sungai Kelelawar. Kegiatan tersebut akan berdampak negatif jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, perlu pemanfaatan sumber daya yang berbasis integrasi dan keberlanjutan berdasarkan aspek ekologi-sosial-budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis keberlanjutan pengelolaan Sungai Kelelawar, menentukan faktor-faktor keberlanjutan, dan merumuskan desain pengelolaan berdasarkan aspek Ekologi Sosial Budaya. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-November 2021 dengan menggunakan metode survei. Atribut aspek ekologi adalah zona pemanfaatan sungai, kondisi perairan, kesuburan perairan (nitrat), keanekaragaman perifiton, organisme yang dilindungi (ikan), dan kunjungan wisata. Atribut aspek sosial budaya adalah tingkat pendidikan, fasilitas sosial, potensi konflik, kearifan dan pengetahuan lokal, tingkat partisipasi masyarakat, dan pengetahuan lingkungan. Data pengelolaan sungai dianalisis menggunakan aplikasi Rapfish. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting Sungai Kelelawar masih layak berdasarkan kesuburan air dan keanekaragaman perifiton. Indeks dan status keberlanjutan aspek ekologis termasuk dalam kategori kurang berkelanjutan dengan skor 32,9% dengan nilai monte carlo 34,6% sedangkan aspek sosial budaya cukup berkelanjutan dengan skor 51,2% dengan nilai monte carlo sebesar 50,4%.
Pengelolaan Sungai Kelelawar yang Berkelanjutan Dilihat dari Dimensi Ekologi-Ekonomi di Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi, Riau Heffiana Heffiana; Ridwan Manda Putra; Muhammad Fauzi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 2 (2022): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Sungai Kelelawar merupakan salah satu anak sungai dari Sungai Kuantan yang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat sekitar Desa Sungai Kelelawar. Beragamnya aktivitas di Sungai Kelelawar akan berdampak negatif jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, dalam upaya mencapai keberlanjutan dan kelestarian sumber daya, diperlukan strategi dan pendekatan ekologi dan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis status keberlanjutan pengelolaan Sungai Kelelawar berdasarkan dimensi ekologi dan ekonomi serta faktor-faktor penentu keberlanjutan dan merumuskan rencana pengelolaan Sungai Kelelawar. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-November 2021 dengan menggunakan metode survei dan observasi. Data yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Data pengelolaan Sungai Kelelawar berdasarkan dimensi ekologi dan ekonomi dianalisis menggunakan aplikasi Rapfish. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting Sungai Kelelawar masih layak. Indeks dan status keberlanjutan dari dimensi ekologi termasuk kategori berkelanjutan sedang dengan skor 63,1%, nilai Monte Carlo 62,1% dan nilai stres 0,1414. Sedangkan dimensi ekonomi kurang berkelanjutan dengan skor 47,9%, nilai Monte Carlo 47,8% dan nilai stres 0,1422.
Kepadatan, Keanekaragaman, Dominasi dan Distribusi Teripang (Holothuroidea) di Perairan Desa Kelombok Kecamatan Lingga Kabupaten Lingga Desrila Rahmania; Eddiwan Eddiwan; Ridwan Manda Putra
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.485-493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman jenis teripang yang terdapat di perairan desa Kelombok, Kabupaten Lingga. Penelitian ini dilakukan pada Januari-sampai Februari 2024. Metode yang digunakan yaitu metode survei, menggunakan line transek, dimana kuadran ditempatkan secara acak pada lokasi penelitian, dan titik sampling ditentukan secara purposive sampling pada 2 zonasi (zonasi supralitoral dan zonasi litoral). Hasil penelitian menemukan ada 3 jenis teripang yaitu (1) teripang Getah (Holothuria vacabunda), (2) teripang hitam (H.leucospilota), dan (3) teripang coklat (Stichopus variegatus). Berdasarkan tingkat kepadatan, kepadatan tertinggi ditemukan pada stasiun 2 (2,99 ind/m2). Sedangkan keanekaragaman tertinggi terdapat pada stasiun 1 (H’ 0,654), dan keanekaragaman terendah terdapat pada stasiun 3 (H’ 0,553). Indeks Dominansi tertinggi terdapat pada jenis H. vacabunda (C 0,391) dan indeks dominasi yang paling rendah (C 0,015). Seterusnya pola distribusi teripang di perairan Desa Kelombok bersifat mengelompok dan seragam. Pengukuran kualitas perairan diketahui suhu, yaitu 30ºC, kecepatan arus yaitu 0,071 m/s, salinitas yaitu 30 ‰, kecerahan ꝏ
Biologi Reproduksi Ikan Motan (Thynnichtys Thynnoides) di Danau Teluk Benderas, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan Mutia Pradina; Ridwan Manda Putra; Windarti Windarti
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.494-499

Abstract

Ikan motan merupakan salah satu jenis ikan yang bernilai ekonomis bagi masyarakat di Desa Rantau Baru, namun pada saat ini populasi ikan motan sudah menurun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui biologi reproduksi ikan motan (Thynnichtys thynnoides), dikarenakan informasi tentang biologi reproduksi ikan ini belum lengkap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengambilan sampel ikan dilakukan sebanyak dua kali dalam satu bulan dari bulan Juni-Agustus 2023 menggunakan jaring lingkar dengan mesh size 1-inch. Parameter yang diukur adalah karakteristik seksual, nisbah kelamin, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), fekunditas dan diameter telur. Hasil penelitian menunjukkan pemijahan ikan motan masih berlanjut sampai beberapa bulan berikutnya dikarenakan ikan pada TKG I dan TKG II masih banyak tertangkap. Jumlah ikan yang tertangkap sebanyak 142 ekor (97 ekor jantan dan 45 ekor betina dengan rasio 2:1). Indeks Kematangan Gonad (IKG) meningkat seiring dengan bertambahnya Tingkat Kematangan Gonad (TKG), kisaran IKG ikan betina dari 2,92 % - 12,25% sedangkan ikan jantan dari 1,07 % - 9,17%. Fekunditas ikan motan betina berkisar 9.607-15.624 butir. Adapun untuk diameter telur ikan motan yang banyak dijumpai yaitu berukuran sedang berkisar antara 0,83- 0,95 mm.
Pola Pertumbuhan dan Kebiasaan Makan Belut Sawah (Monopterus albus) dari Perairan Umum Stadion Utama Riau Radhiyah Radhiyah; Windarti Windarti; Ridwan Manda Putra
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Belut sawah merupakan salah satu ikan air tawar yang hidup di perairan sekitar StadionUtama Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan, kebiasaan makan danuntuk mengetahui jenis makanan yang ada di dalam lambung belut. Penelitian ini dilaksanakanpada bulan September-Oktober 2020. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak lima kali, satu kali /minggu dengan menggunakan pancing dan perangkap bambu. Sebanyak 52 ekor belut yangtertangkap (TL 291-613 mm dan berat 30-132 gr). Analisis kandungan lambung menggunakanmetode volumetrik dan dihitung Preponderance Index (PI) tiap jenis makanan. Hubungan panjangberat menunjukkan bahwa pertumbuhan betina, interseks dan jantan adalah alometrik negatif (b =2,40 pada betina, b = 1,56 pada interseks dan b = 2,02 pada jantan). Hasil penelitian menunjukkanbahwa pakan belut sawah di perairan sekitar Stadion Utama Riau terdiri dari serangga (PI 49%),sisa ikan (PI 32%), moluska (PI 9%), tumbuhan (PI 9%) dan bahan yang tidak teridentifikasi (1%).Berdasarkan data yang diperoleh, ikan ini dikategorikan sebagai karnivora
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KESEHATAN LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM EDUKASI DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI: PKM Rizka Aprisanti; Aras Mulyadi; Sofyan Husein Siregar; Ridwan manda Putra; Chitra Hermawan; Trinop Sagiarti
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.4145

Abstract

Program edukasi kesehatan lingkungan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dalam upaya mencegah berbagai penyakit. Pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan metode penyuluhan dan pelatihan langsung kepada masyarakat. Program ini dilakukan di tiga kecamatan dengan melibatkan 150 responden dari berbagai kalangan usia. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan mengenai kesehatan lingkungan dan kebersihan, serta perubahan perilaku yang positif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat mengimplementasikan perilaku hidup bersih dan sehat di kehidupan sehari-hari.
Kepadatan, Keanekaragaman, Dominasi dan Distribusi Teripang (Holothuroidea) di Perairan Desa Kelombok Kecamatan Lingga Kabupaten Lingga Rahmania, Desrila; Eddiwan, Eddiwan; Putra, Ridwan Manda
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman jenis teripang yang terdapat di perairan desa Kelombok, Kabupaten Lingga. Penelitian ini dilakukan pada Januari-sampai Februari 2024. Metode yang digunakan yaitu metode survei, menggunakan line transek, dimana kuadran ditempatkan secara acak pada lokasi penelitian, dan titik sampling ditentukan secara purposive sampling pada 2 zonasi (zonasi supralitoral dan zonasi litoral). Hasil penelitian menemukan ada 3 jenis teripang yaitu (1) teripang Getah (Holothuria vacabunda), (2) teripang hitam (H.leucospilota), dan (3) teripang coklat (Stichopus variegatus). Berdasarkan tingkat kepadatan, kepadatan tertinggi ditemukan pada stasiun 2 (2,99 ind/m2). Sedangkan keanekaragaman tertinggi terdapat pada stasiun 1 (H’ 0,654), dan keanekaragaman terendah terdapat pada stasiun 3 (H’ 0,553). Indeks Dominansi tertinggi terdapat pada jenis H. vacabunda (C 0,391) dan indeks dominasi yang paling rendah (C 0,015). Seterusnya pola distribusi teripang di perairan Desa Kelombok bersifat mengelompok dan seragam. Pengukuran kualitas perairan diketahui suhu, yaitu 30ºC, kecepatan arus yaitu 0,071 m/s, salinitas yaitu 30 ‰, kecerahan ꝏ.
Biologi Reproduksi Ikan Motan (Thynnichtys Thynnoides) di Danau Teluk Benderas, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan Pradina, Mutia; Putra, Ridwan Manda; Windarti, Windarti
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan motan merupakan salah satu jenis ikan yang bernilai ekonomis bagi masyarakat di Desa Rantau Baru, namun pada saat ini populasi ikan motan sudah menurun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui biologi reproduksi ikan motan (Thynnichtys thynnoides), dikarenakan informasi tentang biologi reproduksi ikan ini belum lengkap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengambilan sampel ikan dilakukan sebanyak dua kali dalam satu bulan dari bulan Juni-Agustus 2023 menggunakan jaring lingkar dengan mesh size 1-inch. Parameter yang diukur adalah karakteristik seksual, nisbah kelamin, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), fekunditas dan diameter telur. Hasil penelitian menunjukkan pemijahan ikan motan masih berlanjut sampai beberapa bulan berikutnya dikarenakan ikan pada TKG I dan TKG II masih banyak tertangkap. Jumlah ikan yang tertangkap sebanyak 142 ekor (97 ekor jantan dan 45 ekor betina dengan rasio 2:1). Indeks Kematangan Gonad (IKG) meningkat seiring dengan bertambahnya Tingkat Kematangan Gonad (TKG), kisaran IKG ikan betina dari 2,92 % - 12,25% sedangkan ikan jantan dari 1,07 % - 9,17%. Fekunditas ikan motan betina berkisar 9.607-15.624 butir. Adapun untuk diameter telur ikan motan yang banyak dijumpai yaitu berukuran sedang berkisar antara 0,83- 0,95 mm.
Pola Pertumbuhan dan Kebiasaan Makan Belut Sawah (Monopterus albus) dari Perairan Umum Stadion Utama Riau Radhiyah, Radhiyah; Windar, Windarti; Putra, Ridwan Manda
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Belut sawah merupakan salah satu ikan air tawar yang hidup di perairan sekitar Stadion Utama Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan, kebiasaan makan dan untuk mengetahui jenis makanan yang ada di dalam lambung belut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2020. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak lima kali, satu kali / minggu dengan menggunakan pancing dan perangkap bambu. Sebanyak 52 ekor belut yang tertangkap (TL 291-613 mm dan berat 30-132 gr). Analisis kandungan lambung menggunakan metode volumetrik dan dihitung Preponderance Index (PI) tiap jenis makanan. Hubungan panjang-berat menunjukkan bahwa pertumbuhan betina, interseks dan jantan adalah alometrik negatif (b = 2,40 pada betina, b = 1,56 pada interseks dan b = 2,02 pada jantan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan belut sawah di perairan sekitar Stadion Utama Riau terdiri dari serangga (PI 49%), sisa ikan (PI 32%), moluska (PI 9%), tumbuhan (PI 9%) dan bahan yang tidak teridentifikasi (1%). Berdasarkan data yang diperoleh, ikan ini dikategorikan sebagai karnivora
Hubungan Panjang Berat dan Pola Pertumbuhan Ikan Motan (Thynnichthys thynnoides) di Oxbow Teluk Benderas Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Putrayudha, Rizky Akbar; Putra, Ridwan Manda; Efawani, Efawani
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Thynnichthys thynnoides merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang terdapat di Oxbow Teluk Benderas, dimanfaatkan sebagai komoditas konsumsi oleh masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang-berat, pola pertumbuhan, dan faktor kondisi ikan motan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2023, dengan pengambilan sampel dilakukan sebanyak 6 kali selama periode tersebut dengan menggunakan metode survei. Sebanyak 134 ikan motan ditangkap selama penelitian, terdiri dari 87 jantan dan 47 betina. Ikan motan dari Oxbow Teluk Benderas mempunyai TL 103-200 mm, jantan berkisar antara 103-175 mm dan betina 144-200 mm. Hal ini menunjukkan bahwa ikan betina relatif lebih besar dibandingkan ikan jantan. Analisis hubungan panjang-berat keseluruhan ikan motan menunjukkan nilai b= 2,7527 yang menunjukkan pertumbuhan alometrik negatif. Berdasarkan jenis kelamin, pola pertumbuhan ikan betina menunjukkan alometrik positif (b = 3,1248) dan ikan jantan menunjukkan alometrik negatif (b= 2,7320). Faktor kondisi ikan motan berada antara 0,4833 dan 1,5557. Hasil penelitian menunjukkan jantan dan betina cukup mirip, yaitu 0,8614 untuk jantan dan 0,8121 untuk betina.
Co-Authors ', Efawani ', Muhammad ', Susanti ', Windarti ', Yanti . Zulfan Aan Nur Rahmat Adytia Eko Maulana Afrizal, Deden Agrina Agrina Agrina Agrina Agrina Agrina Aldila Hasanah Amalia Prafitra Harman Amanda Amanda Aminuyati Andri Hendrizal Anggi Pramana Aprinata, Rio Aras Mulyadi Ardeline, Mela Ardilah Rahmadani Ari Prima Dewi Ari Prima Dewi Asep Permana Asmul Fauzi Harahap, Asmul Fauzi Asshabri, Fadli Atika Azharo Atika Azharo Atira Diniya Bambang Dewo Bagus Bayhakki Bayhakki Bayhakki Bayhakki Belgian Tambunan Benny Heltonika Bintal Amin Budijono, Budijono Burhanuddin, Dudung Can, Hafez Adefl Chaidir P Pulungan Chaidir Pulungan Chendy Prima Sari Chitra Hermawan Dadang Mashur Dalan Trenget Manik Dedes Handayani Dedi Afandy Defri Yoza Deni Efizon Desi Heltina Desrila Rahmania Dewi Sartika Dewita Dewita Dicki Hartanto Dina Situmorang Driani, Gema Illahi Dwi Azelina Rizki Dwi Yanti Tanjung Eddiwan Eddiwan Eddiwan Kamaruddin Efawani Efawani Efawani, Efawani Efriyeldi, Efriyeldi Eka Hariyani Eko Prianto, Eko Elfridayani, Tri Eli Yana Siregar Elizal, Elizal Elly Anggriani Purba Eni Sumiarsih Erni Setiawati Erwina Citra Sejati Gulo Eva Susanna Faddillah Kurnia Fadilah, Annisa Fajar Malini Fathoni Ahmad Febrina Hanum Fitri, Nurlaila Fitri, Nurlaili Fitriyanti Permanasari Friska Girsang Fuad Ardiansyah Siregar Gita Melisa Yolanda Gultom, Imelda Sofia Loren Gusnar Simangunsong Hamidi, Wilzam Hartanto, Farhan Sidiq Heffiana Heffiana Helperida Gurning Henri Siahaan Herman Herman Hermawita, Ade Hutajulu, Magdalena Dwiyani Ica Hayati Indra Lesmana Indradewa, Rhian Irawan, Willy Irna ramadhani Isjoni Isjoni Isma Mulyani Jihan Nabila Sajidah Julisa, Ulfania Julisa, Ulfilia Kamal, Fakhrul Karnila, Rahman Karnila Khoirunisyah, Khoirunisyah Kika Ananda Krisna Mailin Simanjuntak Kurniawan, Ahmad Jati Lilis Kurnia Lilis Kurnia Lilis Kurnia Lisa Fitriyani Simatupang Lita Febriani Luthfiani, Firda Mariani Silvia Br Sihombing Mayarni Mayarni Megariani Megariani Megawati Megawati Meimi Laillah Melana Sari Melia Setia Rindu Melinda, Devi Meuthia Pangerani Mimin Sundari Nasution Mohd Zulkurnain Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mufidah Dwi Suci Mufidah, Muna Muhammad Fauzi Muhammad Luthfi Muhammad Syafii Musadad Musadad Muslimatun ' Mutia Pradina Nia Novita Nicken Nicken Nicken, Nicken Nofika Srijayanti Nofrizal Nofrizal Nora Oktavia Simanjuntak Novalina Pinem, Novalina Novita Fauzi Nur Asiah Nur Asiah Nuraini El Fajri Nuraini Nuraini Nurlaili ' Olfa Riyana Padmayni, Padmayni Paridah Paridah Phivi Andriza Pradina, Mutia Purwoko, Agus Putrayudha, Rizky Akbar Putri Permatasari Putri, Dea Ananda Radhiyah Radhiyah Radhiyah Radhiyah Radhiyah, Radhiyah Rahmania, Desrila Rahmat, Aan Nur Ramayanda Gusni Rasoel Hamidy Resfianto Resfianto Rini Anggraini, Rini Ririn Sofiani Riska Puspita Sari Risky Arya Putri Rivco Hastwoyundra Rizka Aprisanti Rizki, Aisya Ayu Rosita Nurdiyana Sally Rizky Sam Syahra Jihad Santrina Banjarnahor Sari, Desi Maya Sari, Fadhila Cynthia Sembiring, Rinawati Shofiyah Tika Ashilah Siburian, Sades Simarangkir, Lisa Meisim Siregar, Rida Amaliah Siska Alemina Ginting Siska D Ompusunggu Siti Muryati, Siti Sitorus, Jefri Valdano Sofyan Husein Siregar Sri Rahayu Rezki Ardiyanti Sri Ramadhani Sri Wahyuni Sukendi Sukendi Sukron, M. Supiana, Supiana Susanti ' Susanti, Lasri Suwondo Suwondo suwondo suwondo Syahril Nedi Syamsiar, Syamsiar T Nisari Tasman Adi Tengku Dahril, Tengku Tengku Nurhidayah Thamrin Thamrin Thamrin Thamrin Thamrin Thamrin Thamrin Thamrin Thamrin Thamrin Triani Wulandari Trinop Sagiarti Utami, Niken Yufira Viktor Amrifo Wahyu Budiharti Widya Oktavia Nainggolan Winda Lestari Windar, Windarti Windarti ' Windarti Windarti Windarti Windarti Windi Syahrian Wiwit Kartika Sari Wulandary, Marchya Audhya Yofi Kontesa Yolla Novita Sari, Yolla Novita Yosep Juven Yobi F Sitanggang Yudhi Ardianto Yuliati Yuliati Yulindra, Ade Yurisman ' Yurisman Yurisman Yurisman Yurisman Yusmarini Yusmarini Yusni Ikhwan Siregar Zahtamal Zahtamal Zhonada, Anggun Zuhirman Zuhirman Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnaini Zulkarnaini