Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi Seni Reyog sebagai Sumber Belajar Kreatif dan Bermakna bagi Anak Usia Dini Hamidatun Annafi'u Yurintama; Joko Pamungkas
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8418

Abstract

Seni tradisi sebagai bagian dari budaya lokal memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar dalam pendidikan anak usia dini, namun implementasinya di lembaga PAUD masih cenderung terbatas sebagai kegiatan pelengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan seni Reyog sebagai sumber belajar kreatif dan bermakna bagi anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di TK Dharma Wanita Balong dan RA Muslimat NU 160 Darussalam Tatung, Ponorogo, dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, peserta didik, dan wali murid. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan seni Reyog paling dominan menstimulasi perkembangan motorik kasar, sosial emosional, serta pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, dan percaya diri anak. Dukungan pelatih profesional dan kelengkapan sarana menjadi faktor penting dalam optimalisasi pembelajaran seni berbasis budaya lokal.
Sinergi Edupreneurship dan Pemberdayaan Komunitas dalam Mengembangkan Profesionalisme Guru Paud Ika Budi Maryatun; Timoteus Mau; Nelva Rolina; Amir Syamsudin; Joko Pamungkas; Inayatul Lathifah
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 8 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Agustus, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i8.2510

Abstract

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru PAUD lulusan S1, khususnya dalam penerapan kurikulum PAUD secara mendalam, bermakna, dan menggembirakan, serta pengembangan usaha berbasis edukasi (edupreneurship). Mitra kegiatan adalah komunitas guru PAUD yang tergabung dalam Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA) wilayah Klaten, Jawa Tengah, yang memiliki potensi dalam pengembangan kompetensi profesional guru, namun terkendala dalam hal kompetensi profesional lanjutan, dalam hal ini perencanaan, pelaksanaan (media dan metode), dan penilaian pembelajaran mendalam. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi kelembagaan komunitas. Pelatihan ini melibatkan 50 dewan guru yang tergabung dalam Majelis Tafsir Qur’an (MTA) kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hasil PkM menunjukkan bahwa proses pra hingga pasca pelatihan berlangsung sesuai dengan perencanaan. Hasil pretest dan posttest angket kemampuan pedagogi guru juga menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan sebelum dan setelah adanya pelatihan peningkatan kompetensi guru, yaitu dari skor 590 menjadi 1033 dari total skor 1750. Pengabdian ini mendukung IKU 3 dan 5, SDGs pada poin pendidikan berkualitas, TKT 3.
Integrasi Metode Bermain Peran dan Mendongeng untuk Menanamkan Nilai Moral Keagamaan pada Anak Usia Dini: Penelitian Tindakan Kelas di TK Mentari Kota Malang Rabiatul Adawiyah; Joko Pamungkas
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12287

Abstract

Pendidikan moral keagamaan pada anak usia dini seringkali disampaikan melalui metode ceramah yang berpusat pada guru, sehingga kurang melibatkan anak secara aktif dan kurang efektif dalam menanamkan nilai-nilai abstrak seperti kejujuran, empati, tanggung jawab, dan saling menghormati. Data awal di TK Mentari menunjukkan rata-rata capaian nilai moral keagamaan anak hanya sekitar 30% dari seluruh indikator. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh integrasi metode bermain peran dan mendongeng terhadap peningkatan pemahaman nilai moral keagamaan anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 anak usia 5-6 tahun di kelompok B TK Mentari. Pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan penjaminan keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada semua indikator: kejujuran dari 31% menjadi 83%, empati dari 27% menjadi 76%, tanggung jawab dari 22% menjadi 71%, dan saling menghormati dari 34% menjadi 88%. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator saling menghormati. Faktor pendukung keberhasilan meliputi penggunaan cerita lokal, penguatan diskusi reflektif, serta keterlibatan orang tua dalam penguatan nilai di rumah. Dapat disimpulkan bahwa integrasi metode bermain peran dan mendongeng efektif menanamkan nilai moral keagamaan secara kontekstual dan menyenangkan, serta layak diadopsi sebagai alternatif strategi pembelajaran di PAUD.
Bagaimana Ruang Eksplorasi Anak Terbentuk di Tengah Orientasi Ketercapaian dalam Pembelajaran Seni Anak Usia Dini? Shally Jagis Bararena; Joko Pamungkas
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 3 Periode Juni-Agustus 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i3.3778

Abstract

Pembelajaran seni anak usia dini idealnya memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi, mengekspresikan gagasan, dan membangun makna. Namun, praktiknya dapat dipengaruhi oleh arahan guru dan orientasi ketercapaian kegiatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana ruang eksplorasi anak terbentuk dalam pembelajaran seni pada dua lembaga PAUD di Yogyakarta. Penelitian menggunakan desain komparatif eksploratif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui kunjungan lapangan terbatas, wawancara semiterstruktur dengan dua kepala sekolah dan satu guru, observasi lingkungan belajar dan kegiatan seni sejauh dapat diakses, serta dokumentasi. Data dianalisis secara tematik dan lintas kasus. Hasil menunjukkan bahwa TK A menampilkan kegiatan seni terstruktur, diarahkan guru, serta berkaitan dengan latihan dan pentas. TK B menyediakan pilihan bahan lebih beragam melalui creative center, tetapi proses berkarya masih dibatasi acuan karya, pilihan terarah, dan tuntutan penyelesaian. Temuan menegaskan bahwa ruang eksplorasi dibentuk oleh kesempatan anak mengambil keputusan, arahan guru, dan orientasi ketercapaian, bukan semata-mata oleh label pedagogis lembaga.
Co-Authors Ad Dieni Maulana Rizka Ad Dieni Maulana Rizka Ad Dieni Maulana Rizka Adharina Dian Pertiwi Agatha Puspita Febiyanti Agatha Aidil Putra Aira Ridzqikha Amalia Salsabila Putri Arisman Alfina Nur Khoirani Amini Amini Amir Syamsuddin Amir Syamsudin Amiroh Amiroh Amiroh Anastasia Arum Anatasya Ristu Pratiwi Aqiela Fadhila Haya Arief Nurrahman Arneta Prabani Arneta Arsy Istiana Auliyah Lisyuffah Riuddani Azahra Shalsabila Bayu Purwo Adhi Cepi Safruddin Abdul Jabar Cepi syafruddin Abd jabar Dhafirah Jaya Wita Cirbany Diliya Luth Fiatunnabilah Dinar Salasatun Ashar Doni Fathurrahman Eka Suprapti Eka Erina Putri Anggra Erina Putri Anggraeni Erina Putri Anggraeni Erina Putri Anggraeni Erma Darmayanti Ernintje Koodho Esti Retnaningrum F. Devi Kurnia Farhana Djibran Fitri Annisa Fitriah Fitriah Fitriah Kunti Wikansari Hamidatun Annafi'u Yurintama Harun, Harun Hasna Auliya Labib Hikmatul Aziza Himatul Muslikhah Ika Budi Maryatun Ikhwan Ikhwan Inayatul Lathifah Indrawati Indrawati Iqra Rizki Fikrianti Iwan Kurniawan Lailatus Sangadah Laksmita Wahyu Chandra Utami Macchiavelli Herman T Maghfirota Auriza Mami Hajaroh Marsini Meida Afina Putri Meylisia Kurnia Putri Mujiyem Mujiyem Muqaddas Sajjad Muthmainah Muthmainah Nafizah Aulia Adiman Nelva Rolina Nihayatu Rohmah Ningrum, Nur Cahaya Nur Cahya Ningrum Nur Cahya Ningrum Nur Cholimah Nur Hayati Nuri Aprilia Handayani Nurul Rahmawati Nuzulia Rizkika Wahyudyanti Oktaviana Maharani Prayitno Prayitno Putri Nur Rahmawati Rabiatul Adawiyah Rahajeng Silmi Nuswantari Rara Dini Pebrianty Retno Dewi Yatmi Retno Riska Avi Aryani Rizka Risdianty Rizki Sevi Triana Rizkyka Nur Annisa Rosa Virginia Ratih Krisnani Rukiyati Rukiyati Safariyatul Mahmudah Safira Nugraini Sazliana Idmi Martuji Septi Puspita Sari Septika Cahya Rahmawati Septika Cahya Rahmawati Septika Cahya Rahmawati Septika Cahya Rahmawati Shally Jagis Bararena Shelfi Eka Prasasti Shely Cathrin Silfia Novita Rizki Silfia Novita Rizki St. Nur Almaidah Rs. Sudaryanti Sudaryanti Sudaryanti Sudaryanti Sudaryanti Sudaryanti Sujarwo Suliani Suliani Sumiyati Sumiyati Susanti Etnawati Sutiyem, Sutiyem Suwarti Suwarti Th Atta Sekar Puspitasari Timoteus Mau Timoteus Mau Tintin Wulandari Titi Nugraini Tiyas Widanty Tri Susanti Umi Zulaihatun Veronika Iryouw W, Yourma Osnithia Wahyu Pratiwi Widya Dwi Hardiyanti Wildiani Lathifah Wildiani Lathifah Winarso Winarso Winnuly Winnuly