Claim Missing Document
Check
Articles

Apperceptions of the Ireng Mask Dance and Finger Painting as Means of Self-Expression in Early Childhood (Observation Study at Pertiwi Bojong Kindergarten and Pertiwi Rambaenak Kindergarten) Rahajeng Silmi Nuswantari; Joko Pamungkas
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 19, No. 6 : Al Qalam (November 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v19i6.5687

Abstract

Early childhood is a crucial period in a child's development, including self-expression. One way to help children channel their emotions, imagination, and thoughts is through artistic activities. This study observed two artistic activities, namely Ireng Mask Dance and finger painting, which were implemented at Pertiwi Bojong Kindergarten and Pertiwi Rambaenak Kindergarten in Magelang Regency. The aim was to see how these two activities could serve as a means for children to express themselves. Using a descriptive qualitative approach through direct observation, the results showed that while both activities have great potential, their implementation still faces challenges, such as teachers' lack of understanding in guiding children's creative processes, limited resources, and insufficient integration of local culture into learning. This study suggests the need for teacher training, the development of more varied media, and more contextual learning modules to ensure that art activities can truly support children's holistic development.
Manajemen Pengemasan Seni AUD St. Nur Almaidah Rs.; Joko Pamungkas; Prayitno Prayitno
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1216

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan pendidikan pada jenjang yang membantu anak berkembang secara optimal pada seluruh aspek perkembangan. Salah satu aspek perkembangan yang penting untuk diperhatikan adalah aspek perkembangan seni yang berkontribusi pada kemampuan ekspresi dan kreativitas anak yang harus dikemas dengan baik. Pengemasan seni yang baik memerlukan manajemen yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pebelajaran yang kontekstual dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan manajemen pengemasan kegiatan seni pada anak usia dini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap yaitu  reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemasan seni yang efektif memerlukan perencanaan terstruktur, pemanfaatan bahan lokal, pendekatan tematik dan keterlibatan orang tua sangat penting sebagai mitra pembelajaran Studi ini menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan rumah dalam menumbuhkan potensi seni anak sejak dini
Analisis Filosofis Pengekangan Ekspresi dalam Pembelajaran Seni Anak Usia Dini: Studi Kasus Ganda Fitri Annisa; Joko Pamungkas
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1231

Abstract

Seni memiliki peran penting dalam pendidikan anak usia dini sebagai sarana berekspresi secara emosional dan intelektual. Namun yang masih terjadi justru sebaliknya, anak beraktivitas berdasarkan instruksi pendidik dan rencana pembelajaran yang sudah disusun di awal semester, sehingga menghasilkan karya yang bisa diprediksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ruang ekspresi anak dalam aktivitas seni di dua sekolah PAUD yang menggabungkan dua kurikulum, nasional dan berbasis agama. Metode yang digunakan adalah kualitatif, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara tematik dan filosofis untuk melihat pola praktik ekspresi anak dalam pembelajaran seni. Hasil menunjukkan adanya perbedaan pendekatan di mana sekolah A memberikan anak kebebasan dalam menafsirkan tema, sementara sekolah B memberikan arahan awal namun tetap menyediakan ruang ekspresi. Implikasi penelitian ini mendorong desain kurikulum PAUD menyeimbangkan antara struktur pedagogis dan kebebasan berekspresi anak, guna membentuk pengalaman belajar yang kontekstual, estetis, dan humanistik.   
Analysis of Fine Art Learning to Stimulate Creativity in Kindergarten Widya Dwi Hardiyanti; Prayitno Prayitno; Joko Pamungkas
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1259

Abstract

Creativity is an important skill in the 21st century. One of the activities to develop creativity is through the fine arts. This study aims to describe the process of fine art learning in early childhood to develop creativity. This research is a case study approach. The subjects consist of children and teachers at Aisyiyah XI and Nurul Hidayah Kindergarten Surakarta. Analysis data using the Miles, Huberman, and Saldana Models. The results of the study show that the art learning activities carried out include drawing and colouring, painting, mosaics, montage, and collaborative work using blocks and lego. Art learning methods can promote free expression, demonstration, and collaboration. The most effective method to stimulate a child's creativity is to allow the child to express their thoughts and feelings freely. The artworks of free expression-based learning are more varied because they align with the creativity of early childhood.
Pengenalan Konsep Matematika Pola dan Hubungan Melalui Kearifan Lokal Proyek Kenduri Aidil Putra; Nur Hayati; Joko Pamungkas
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 1 (2026): January-April 2026 in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1261

Abstract

Pendidikan anak usia dini pada abad ke-21 mengalami banyak tantangan dalam proses pembelajarannya, terutama dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan konsep matematika melalui proyek kenduri di TK Aisyah Islamic Preschool. Jenis penilitian yang digunakan adalah penelitan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif Miles & Huberman yaitu Data Collection, Data Display, Data Reduction, dan Conclusion Drawing. Hasil penelitian menunjukkan proyek kenduri mampu mengenalkan konsep matematika pola dan hubungan pada anak. Anak mampu mengenal konsep matematika pola dan hubungan seperti topi dan pola ukiran pakaian adat berbentuk segi tiga, selempang dan seprah berbentuk persegi panjang, ikat pinggang dan kalung bunga berbentuk lingkaran. Kemudian anak juga mampu mengenal konsep banyak dan sedikit sebuah benda dari makanan dan alat yang digunakan saat kegiatan kenduri, anak mengenal konsep membagi saat membagikan makanan, dan menghitung jumlah kue saat makan bersama.
Pentas Seni sebagai Ajang Kepercayaan Diri Anak Usia Dini Rizkyka Nur Annisa; Joko Pamungkas
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 1 (2026): January-April 2026 in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1263

Abstract

Masa usia dini merupakan periode emas penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak melalui kegiatan seni. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pentas seni, serta menganalisis peran pentas seni dalam meningkatkan kepercayaan diri anak usia dini di PAUD. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan model Miles dan Huberman, yang melibatkan observasi dan wawancara pada kepala sekolah, guru, dan orang tua sebagai subjek penelitian. Analisis meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pentas seni rutin dilaksanakan dengan dukungan aktif dari guru dan orang tua, yang secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri, keberanian tampil, dan kemampuan bersosialisasi anak. Kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan dana dan minimnya pelatihan guru dalam pengembangan seni. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat serta pelatihan berkala bagi guru demi meningkatkan kualitas kegiatan seni sebagai sarana pengembangan holistik anak.
Metode Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal Bima untuk Menstimulasi Kemampuan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun. Iqra Rizki Fikrianti; Ika Budi Maryatun; Joko Pamungkas
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1386

Abstract

Kreativitas berkembang pesat pada usia 5–6 tahun pada masa ini anak dapat menerima stimulasi dengan baik. Pemanfaatan budaya lokal dalam pembelajaran menjadi strategi yang mampu memberikan pengalaman belajar yang menarik dan sesuai dengan lingkungan anak. Penelitian ini bertujuan dalam menganalisis metode pembelajaran berbasis budaya lokal “Mbojo Juma’a” untuk menstimulasi kemampuan kreativitas anak usia 5–6 tahun. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian melibatkan 2 orang guru dan 36 anak kelas B. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan merupakan instrumen observasi dan wawancara terstruktur. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode “Mbojo Juma’a” yang memadukan budaya lokal dengan pembelajaran PAUD, mampu menstimulasi kreativitas anak. Temuan ini mengimplikasikan bahwa metode “Mbojo Juma’a” dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran PAUD untuk mengembangkan kreativitas anak secara holistik dan bermakna
Integrasi Seni sebagai Strategi Pembelajaran Holistik dalam Pendidikan Anak Usia Dini Oktaviana Maharani; Joko Pamungkas; Dhafirah Jaya Wita Cirbany; Muqaddas Sajjad; Aqiela Fadhila Haya; Azahra Shalsabila
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1455

Abstract

Integrasi seni dalam pembelajaran anak usia dini berperan sebagai sarana ekspresi dan pengembangan aspek perkembangan anak. Kajian ini penting karena seni menjembatani pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik integrasi seni dalam pembelajaran holistik, nilai yang melandasinya, peran seni dalam perkembangan anak, serta tantangan penerapannya di PAUD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan instrumen pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian adalah guru dan kepala sekolah dari tiga lembaga PAUD. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi seni diterapkan secara kontekstual untuk mendukung pembentukan karakter, meningkatkan kepekaan sosial-budaya, serta mengembangkan kreativitas dan keterlibatan belajar anak, namun masih menghadapi keterbatasan sarana, kompetensi guru, kurikulum akademik-sentris, dan dukungan orang tua. Temuan ini berimplikasi pada perlunya penguatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum PAUD yang lebih holistik, serta kolaborasi orang tua dalam pembelajaran berbasis seni.
“AWIT-AWIT BUDAYA” TINJAUAN PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN SENI DI TK INDRIYASANA UTAMA YOGYAKARTA Maghfirota Auriza; Joko Pamungkas
Kumara Cendekia Vol 12, No 2 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i2.87941

Abstract

Penanaman nilai-nilai budaya pada pendidikan dapat dilakukan sejak pada tingkat Taman Kanak-kanak. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengenalkan budaya yaitu melalui pembelajaran seni. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan pengembangan materi pembelajaran seni berdasarkan tinjauan awit-awit budaya. Penelitian dilakukan di TK Indriyasana Utama, Kotagede, Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni di TK Indriyasana Utama berupa kegiatan berkunjung ke museum, kegiatan menari dan bernyanyi, kegiatan bermain angklung dan kegiatan P5 membuat jajanan tradisional sudah mengarah pada kegiatan awit-awit budaya. TK Indriyasana Utama juga memiliki seragam yang unik untuk digunakan pada setiap hari Kamis, yaitu Gagrak Ngayogyakarto yang merupakan baju adat tradisional Yogyakarta. Kegiatan-kegiatan pada pembelajaran seni yang dilakukan di TK Indriyasana Utama sudah berbasis budaya, sehingga dapat membantu anak-anak untuk mengenal budaya di sekitarnya, menumbuhkan rasa nasionalisme, serta dapat membantu dalam melestarikan budaya.
Inovasi Pembelajaran Seni Musik Tifa Papua Berbasis 3R untuk Mengembangkan Kreativitas di TK Bhayangkari 04 Sentani Veronika Iryouw; Joko Pamungkas
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7218

Abstract

Kurangnya media pembelajaran yang inovatif dan kontekstual menghambat perkembangan kreativitas anak usia dini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran seni musik tradisional tifa Papua berbasis konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk meningkatkan kreativitas anak. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilaksanakan di TK Kemala Bhayangkari 04 Sentani. Hasil menunjukkan bahwa pembuatan tifa dari bahan daur ulang mendorong anak lebih kreatif dalam merancang, mengeksplorasi bunyi, serta mengenal budaya Papua. Model ini mencakup lima tahapan: pengenalan, pembuatan, eksplorasi, kolaborasi, dan refleksi. Selain menumbuhkan kreativitas, model ini juga membentuk kepedulian lingkungan dan identitas budaya sejak dini. Pendekatan ini menjadi solusi pembelajaran seni yang relevan di satuan PAUD, khususnya di daerah dengan keterbatasan sumber belajar.
Co-Authors Ad Dieni Maulana Rizka Ad Dieni Maulana Rizka Ad Dieni Maulana Rizka Adharina Dian Pertiwi Agatha Puspita Febiyanti Agatha Aidil Putra Aira Ridzqikha Amalia Salsabila Putri Arisman Alfina Nur Khoirani Amini Amini Amir Syamsuddin Amir Syamsudin Amiroh Amiroh Amiroh Anastasia Arum Anatasya Ristu Pratiwi Aqiela Fadhila Haya Arief Nurrahman Arneta Prabani Arneta Arsy Istiana Auliyah Lisyuffah Riuddani Azahra Shalsabila Bayu Purwo Adhi Cepi Safruddin Abdul Jabar Cepi syafruddin Abd jabar Dhafirah Jaya Wita Cirbany Diliya Luth Fiatunnabilah Dinar Salasatun Ashar Doni Fathurrahman Eka Suprapti Eka Erina Putri Anggra Erina Putri Anggraeni Erina Putri Anggraeni Erina Putri Anggraeni Erma Darmayanti Ernintje Koodho Esti Retnaningrum F. Devi Kurnia Farhana Djibran Fitri Annisa Fitriah Fitriah Fitriah Kunti Wikansari Harun, Harun Hasna Auliya Labib Hikmatul Aziza Himatul Muslikhah Ika Budi Maryatun Ikhwan Ikhwan Inayatul Lathifah Indrawati Indrawati Iqra Rizki Fikrianti Iwan Kurniawan Lailatus Sangadah Laksmita Wahyu Chandra Utami Macchiavelli Herman T Maghfirota Auriza Mami Hajaroh Marsini Meida Afina Putri Meylisia Kurnia Putri Mujiyem Mujiyem Muqaddas Sajjad Muthmainah Muthmainah Nafizah Aulia Adiman Nihayatu Rohmah Ningrum, Nur Cahaya Nur Cahya Ningrum Nur Cahya Ningrum Nur Cholimah Nur Hayati Nuri Aprilia Handayani Nurul Rahmawati Nuzulia Rizkika Wahyudyanti Oktaviana Maharani Prayitno Prayitno Putri Nur Rahmawati Rahajeng Silmi Nuswantari Rara Dini Pebrianty Retno Dewi Yatmi Retno Riska Avi Aryani Rizka Risdianty Rizki Sevi Triana Rizkyka Nur Annisa Rosa Virginia Ratih Krisnani Rukiyati Rukiyati Safariyatul Mahmudah Safira Nugraini Sazliana Idmi Martuji Septi Puspita Sari Septika Cahya Rahmawati Septika Cahya Rahmawati Septika Cahya Rahmawati Septika Cahya Rahmawati Shelfi Eka Prasasti Shely Cathrin Silfia Novita Rizki Silfia Novita Rizki St. Nur Almaidah Rs. Sudaryanti Sudaryanti Sudaryanti Sudaryanti Sudaryanti Sudaryanti Sujarwo Suliani Suliani Sumiyati Sumiyati Susanti Etnawati Sutiyem, Sutiyem Suwarti Suwarti Th Atta Sekar Puspitasari Timoteus Mau Tintin Wulandari Titi Nugraini Tiyas Widanty Tri Susanti Umi Zulaihatun Veronika Iryouw W, Yourma Osnithia Wahyu Pratiwi Widya Dwi Hardiyanti Wildiani Lathifah Wildiani Lathifah Winarso Winarso Winnuly Winnuly