Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Aplikasi PAMABA sebagai Media Pembelajaran Mitigasi Bencana dan Resiliensi Anak Usia Dini Aira Ridzqikha Amalia Salsabila Putri Arisman; Joko Pamungkas
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7827

Abstract

Sebagai upaya mengurangi risiko dan dampak bencana, mitigasi bencana perlu diintegrasikan dalam pembelajaran PAUD. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas aplikasi PAMABA sebagai media pembelajaran digital dalam meningkatkan kemampuan mitigasi bencana dan penguatan resiliensi anak usia dini. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian melibatkan 111 anak Kelompok B dari empat taman kanak-kanak di Kecamatan Sigi Biromaru, Sulawesi Tengah. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi PAUD. Efektivitas aplikasi dianalisis menggunakan paired sample t-test dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi PAMABA dinyatakan sangat layak dan praktis, serta efektif meningkatkan kemampuan mitigasi bencana dan resiliensi anak usia dini, dengan nilai signifikansi 0,000 dan N-Gain sedang (0,53). Hasil ini menunjukkan bahwa aplikasi PAMABA dapat berkontribusi sebagai media pembelajaran digital kontekstual yang mendukung pendidikan mitigasi bencana dan penguatan resiliensi anak usia dini.
Peran Sarana dan Prasarana dalam Pengembangan Pembelajaran Seni Anak Usia Dini di PAUD Diliya Luth Fiatunnabilah; Joko Pamungkas
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran sarana dan prasarana dalam mendukung proses pembelajaran seni pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan lokasi penelitian di dua satuan pendidikan anak usia dini di Kota Pangkalpinang. Informan terdiri atas kepala sekolah dan pendidik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan, yakni reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran seni telah terintegrasi dalam kegiatan harian anak, namun implementasinya belum berjalan secara optimal. Hambatan utama meliputi keterbatasan ruang khusus, ketersediaan alat pendukung, serta minimnya pelatihan dan kompetensi guru dalam bidang seni. Meskipun demikian, para pendidik menunjukkan upaya adaptif melalui pemanfaatan bahan bekas dan material alami dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan sarana dan prasarana yang memadai, disertai peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan yang berkesinambungan, merupakan elemen penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif bagi kreativitas anak usia dini.
Penanaman Nilai Karakter Disiplin dan Percaya Diri melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Tari Tradisional Lailatus Sangadah; Joko Pamungkas
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1445

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peran ekstrakurikuler tari tradisional untuk menumbuhkan karakter disiplin dan percaya diri bagi anak. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian seluruh guru TK Dharma Wanita Jabang 1 yang berjumlah 4 dan 25 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik analisis data merujuk pada teori Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, mereduksi data, penyajian data secara menyeluruh dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler dapat berkontribusi besar terhadap pembentukan karakter anak karena dengan adanya program ini bisa menjadi ajang berlatih sehingga sebagian besar siswa-siswi di TK Dharma Wanita Jabang 1 mampu menunjukkan sikap disiplin dan percaya diri yang baik. Muatan nilai disiplin yang muncul dalam bentuk 3 aspek yaitu disiplin waktu, disiplin menaati peraturan, dan disiplin sikap. Sementara itu, muatan percaya diri anak ditunjukkan dari kemampuan anak mengatasi rasa gugup dan keberanian anak untuk tampil didepan umum, dalam hal ini guru berperan sebagai tauladan, pengajar praktik, dan motivator bagi anak.
Guru sebagai Pelestari Nilai Budaya: Analisis Kompetensi dan Praktik Pembelajaran Kontekstual Anatasya Ristu Pratiwi; Joko Pamungkas
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam mempertahankan nilai-nilai budaya melalui pembelajaran seni di TK ABA Karangkajen. Fokus penelitian terletak pada bagaimana penerapan pembelajaran seni dalam konteks budaya, peran guru dalam merancang pembelajaran seni berbasis budaya, respon anak terhadap pembelajaran seni berbasis budaya, serta faktor pendukung dan tantangan terhadap kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan dan wawancara mendalam terhadap guru serta kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan seni yang diterapkan melalui tembang Jawa, dolanan tradisional, dan berbahasa Krama dalam menanamkan nilai-nilai budaya seperti gotong royong, tata krama, dan cinta terhadap budaya lokal. Guru memainkan peran sentral dalam merancang kegiatan pembelajaran yang kontekstual dan sesuai dengan tema harian dan karakteristik anak. Anak-anak menunjukkan antusiasme dan perkembangan yang tinggi dalam seni, afektif, sosial, serta keterampilan motorik. Meskipun pelaksanaan masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan kompetensi guru dan waktu pembelajaran, pembelajaran seni terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam pembentukan identitas budaya anak.
Membangun Kecerdasan Emosional melalui Kegiatan Seni Tari pada Anak Usia Dini Alfina Nur Khoirani; Joko Pamungkas
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kegiatan seni tari dapat membantu membangun kecerdasan emosional pada anak usia dini. Penelitian dilakukan di TK Rosella Baru Lumajang dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai bentuk penerapan kecerdasan emosional dalam kegiatan seni tari pada anak antara lain: 1) kesadaran diri anak terhadap perasaan sendiri; 2) pengelolaan emosi agar tetap fokus dan percaya diri; 3) motivasi yang didapat dari pujian dan semangat guru; 4) empati terhadap perasaan orang lain; dan 5) keterampilan sosial dalam berkomunikasi, bersosialisasi, serta bekerja sama dalam kelompok tari. Temuan ini mengindikasikan bahwa seni tari dapat menjadi salah satu sarana dalam membangun kecerdasan emosional anak. Penelitian ini memberikan saran kepada sekolah untuk menerapkan kegiatan seni yang lain dengan memanfaatkan perkembangan teknologi sehingga bisa menumbuhkan kecerdasan pada anak.
Analisis Pembelajaran Seni Anak Usia 5-6 Tahun melalui Kegiatan Finger Painting Hikmatul Aziza; Joko Pamungkas
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1459

Abstract

Pembelajaran Seni yang dilaksanakan di tingkat Taman Kanak-Kanak, di mana sebagai pendidik kita diharapkan untuk merangsang kreativitas anak melalui penggunaan media yang menarik dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pembelajaran Seni diterapkan pada anak-anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang berfokus pada observasi objek dan pencarian fakta dengan interpretasi yang akurat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam kepada pendidik yang dilaksanakan di TK Cendrawasih, yang berada di Desa Danau Lancang, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar. Proses analisis data mencakup pengumpulan data, reduksi data, penampilan data, serta verifikasi dan penyimpulan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa memperkenalkan konsep Seni kepada anak dengan menggunakan media Finger painting dapat meningkatkan keterampilan seni anak prasekolah di TK Cendrawasih. Dampak dari penelitian ini adalah bahwa finger painting berperan penting dalam merangsang kreativitas anak yang mandiri, berimajinasi tinggi, dan mengasah bakat di bidang Seni.
Gerak Lagu sebagai Metode Pengenalan Bahasa Arab dan Nilai Tauhid Auliyah Lisyuffah Riuddani; Joko Pamungkas
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1465

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode gerak lagu dalam pembelajaran Asmaul Husna sebagai sarana pengenalan bahasa Arab dan nilai tauhid di TK Islam Terpadu. Pengenalan kedua aspek tersebut pada anak usia dini menuntut pendekatan yang menyenangkan, kontekstual, dan sesuai tahap perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek anak usia 5–6 tahun di kelompok B TK Islam Terpadu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara kepala sekolah dan guru, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Asmaul Husna dilaksanakan pada kegiatan inti, menggunakan media kartu kata berbahasa Arab dan metode gerak lagu. Meskipun belum ada pengukuran formal terhadap peningkatan kemampuan bahasa Arab, pengamatan memperlihatkan antusiasme tinggi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dari 20 anak, sebanyak 70% mampu melafalkan Asmaul Husna disertai gerakan, 10% mengikuti gerakan tanpa melafalkan, sedangkan 20% melafalkan tanpa melakukan gerakan. Temuan ini membuktikan bahwa metode gerak lagu mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kontekstual, dan sesuai karakteristik perkembangan anak usia dini.
Kegiatan Mewarnai Sebagai Strategi Kreatif Menstimulasi Perkembangan Seni Rupa Anak Usia Dini Shelfi Eka Prasasti; Joko Pamungkas
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1484

Abstract

Seni merupakan sarana dalam mengembangkan kreativitas dan potensi dalam diri seseorang. Seni sejatinya sudah ada dalam diri seseorang sejak dia lahir. Strategi merupaka cara seseorang dalam mencapai suatu tujuan yang berkaitan dengan perencanaan. Dalam kegiatan mewarnai sebagai strategi kreatif menstimulasi perkembangan seni rupa anak usia dini di PAUD Yoga Tama. Penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan subjek adalah anak usia 4-6 tahun dan dua guru di PAUD Yoga Tama.Pengumpulan data dilakukan peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan teknik analisis data yang mengacu pada Milles Huberman yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan mengenai proses pembelajaran seni rupa melalui kegiatan mewarnai sebagai strategi kreatif dalam perkembangan seni anak usia dini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan seni rupa melalui mewarnai memberikan peranan yang signifikan dalam menstimulasi perkembangan kreativitas pada anak usia dini dengan metode pembelajaran yang dilakukan setiap harinya.
Implementing a Deep Learning Approach in Local Cultural Arts Education for Early Childhood: A Qualitative Study in Yogyakarta Riska Avi Aryani; Joko Pamungkas
GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education Vol. 6 No. 2 (2025): GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/gns.v6i2.229

Abstract

This study examines the implementation of a deep learning approach in local cultural arts education for early childhood within a kindergarten setting in Yogyakarta. Using a qualitative descriptive design, data were collected through classroom observations, teacher interviews, and documentation. The analysis focused on key dimensions of deep learning, including meaningful learning, active exploration, collaboration, and reflective practice. The findings indicate that integrating local cultural arts through a deep learning–oriented approach supports children’s engagement, creativity, cultural awareness, and social interaction. Learning activities encouraged children to explore artistic processes, express ideas, collaborate with peers, and engage in simple reflection on their experiences. Teachers played a central role in facilitating inquiry-based and contextually relevant learning environments. However, challenges emerged related to teachers’ understanding of deep learning principles, limited instructional time, and constraints in learning resources. This study highlights the contextual potential of deep learning approaches to strengthen culturally responsive pedagogy in early childhood education and provides practical insights into the implementation of arts-based learning grounded in local culture.
PROFESIONALISME GURU DALAM KURIKULUM BERBASIS ALAM: ANALISIS INTEGRASI PENGALAMAN LUAR RUANGAN TERHADAP CAPAIAN PEMBELAJARAN FORMAL ANAK USIA DINI Laksmita Wahyu Chandra Utami; Joko Pamungkas
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2. No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i2.2523

Abstract

Nature based curricula are often perceived as mere aimless play, despite their significant potential to meet formal learning targets. This study aims to analyze the role of teacher professionalism in integrating outdoor experiences (outbound) into formal learning outcomes for early childhood. The research method employed is descriptive qualitative through a literature study of reputable journals. The findings indicate that teacher professionalism, encompassing pedagogical competence and nature-educator identity, is the key to successful integration. Systematically designed outdoor activities are proven to significantly enhance children's executive functions, self-regulation, and literacy-numeracy skills. The discussion emphasizes that direct experience in nature is not a hindrance but a catalyst for formal academic achievements. In conclusion, effective integration requires teachers capable of mapping nature activities into national curriculum indicators. This study recommends specialized training for early childhood teachers to strengthen reflection and curriculum mapping skills in nature-based settings.
Co-Authors Ad Dieni Maulana Rizka Ad Dieni Maulana Rizka Ad Dieni Maulana Rizka Adharina Dian Pertiwi Agatha Puspita Febiyanti Agatha Aidil Putra Aira Ridzqikha Amalia Salsabila Putri Arisman Alfina Nur Khoirani Amini Amini Amir Syamsuddin Amir Syamsudin Amiroh Amiroh Amiroh Anastasia Arum Anatasya Ristu Pratiwi Aqiela Fadhila Haya Arief Nurrahman Arneta Prabani Arneta Arsy Istiana Auliyah Lisyuffah Riuddani Azahra Shalsabila Bayu Purwo Adhi Cepi Safruddin Abdul Jabar Cepi syafruddin Abd jabar Dhafirah Jaya Wita Cirbany Diliya Luth Fiatunnabilah Dinar Salasatun Ashar Doni Fathurrahman Eka Suprapti Eka Erina Putri Anggra Erina Putri Anggraeni Erina Putri Anggraeni Erina Putri Anggraeni Erma Darmayanti Ernintje Koodho Esti Retnaningrum F. Devi Kurnia Farhana Djibran Fitri Annisa Fitriah Fitriah Fitriah Kunti Wikansari Harun, Harun Hasna Auliya Labib Hikmatul Aziza Himatul Muslikhah Ika Budi Maryatun Ikhwan Ikhwan Inayatul Lathifah Indrawati Indrawati Iqra Rizki Fikrianti Iwan Kurniawan Lailatus Sangadah Laksmita Wahyu Chandra Utami Macchiavelli Herman T Maghfirota Auriza Mami Hajaroh Marsini Meida Afina Putri Meylisia Kurnia Putri Mujiyem Mujiyem Muqaddas Sajjad Muthmainah Muthmainah Nafizah Aulia Adiman Nihayatu Rohmah Ningrum, Nur Cahaya Nur Cahya Ningrum Nur Cahya Ningrum Nur Cholimah Nur Hayati Nuri Aprilia Handayani Nurul Rahmawati Nuzulia Rizkika Wahyudyanti Oktaviana Maharani Prayitno Prayitno Putri Nur Rahmawati Rahajeng Silmi Nuswantari Rara Dini Pebrianty Retno Dewi Yatmi Retno Riska Avi Aryani Rizka Risdianty Rizki Sevi Triana Rizkyka Nur Annisa Rosa Virginia Ratih Krisnani Rukiyati Rukiyati Safariyatul Mahmudah Safira Nugraini Sazliana Idmi Martuji Septi Puspita Sari Septika Cahya Rahmawati Septika Cahya Rahmawati Septika Cahya Rahmawati Septika Cahya Rahmawati Shelfi Eka Prasasti Shely Cathrin Silfia Novita Rizki Silfia Novita Rizki St. Nur Almaidah Rs. Sudaryanti Sudaryanti Sudaryanti Sudaryanti Sudaryanti Sudaryanti Sujarwo Suliani Suliani Sumiyati Sumiyati Susanti Etnawati Sutiyem, Sutiyem Suwarti Suwarti Th Atta Sekar Puspitasari Timoteus Mau Tintin Wulandari Titi Nugraini Tiyas Widanty Tri Susanti Umi Zulaihatun Veronika Iryouw W, Yourma Osnithia Wahyu Pratiwi Widya Dwi Hardiyanti Wildiani Lathifah Wildiani Lathifah Winarso Winarso Winnuly Winnuly