Etih Sudarnika
Divisi Kesehatan Masyarakat Veteriner, Departemen Ilmu Penyakit Hewan Dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Jl. Agatis Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680

Published : 49 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Sanitasi dan Higiene dalam Produksi Ikan Asap: Implikasi terhadap Keamanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat Tina, Lymbran; Sudarnika, Etih; Ridwan, Yusuf; Sudarwanto, Mirnawati B.; Pisestyani, Herwin
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.105214

Abstract

Keamanan pangan merupakan aspek krusial dalam kesehatan masyarakat, terutama pada produk pangan yang diproses secara tradisional seperti ikan asap. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan sanitasi dan higiene dalam produksi ikan asap di Kota Kendari serta mengkaji dampaknya terhadap keamanan pangan dan kesehatan masyarakat. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive pada 13 unit produksi ikan asap selama Juli sampai Oktober 2024. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan checklist kepatuhan terhadap standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hasil penelitian menunjukkan kurang dari sebagian produsen (48,4%) yang memastikan peralatan produksi tetap bersih dan terawat secara menyeluruh. Seluruh produsen (100%) menggunakan air bersih selama produksi, namun tanpa fasilitas pembersihan bahan baku yang memadai. Toilet yang memenuhi standar kebersihan hanya ditemukan pada 69,2% lokasi produksi, sementara tidak ada satu pun tempat sampah tertutup (0%). Evaluasi praktik higiene pekerja, didaptkan sebanyak 76,9% pekerja mencuci tangan sebelum dan sesudah bekerja, namun tidak ada pekerja yang mamakai alat pelindung diri (0%). Selain itu, seluruh lokasi produksi tidak memiliki program pembersihan dan sanitasi berkala (0%), dan terdapat hewan peliharaan di sekitar area produksi, yang dapat meningkatkan risiko kontaminasi mikroorganisme patogen. Kondisi ini menunjukkan bahwa industri ikan asap tradisional di Kendari belum memenuhi stadar sanitasi dan higiene yang baik sehingga memerlukan intervensi berbasis kesehatan masyarakat. Diperlukan edukasi kepada produsen mengenai pentingnya sanitasi dan higiene, peningkatan infrastruktur sanitasi, serta pengawasan lebih ketat dari pihak berwenang guna memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan. Kata kunci: keamanan pangan, higiene, kesehatan masyarakat, sanitasi, ikan asap
VALIDASI METODE ANALISIS RESIDU ANTIBIOTIK ENROFLOKSASIN DALAM SUSU MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) Widiyanti, Prima Mei; Widiastuti, Raphaella; Sudarwanto, Mirnawati B; Sudarnika, Etih
JURNAL STANDARDISASI Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v26i1.951

Abstract

Enrofloksasin merupakan satu dari jenis antibiotik golongan fluorokuinolon yang digunakan untuk terapi pada hewan. Enrofloksasin memiliki spektrum luas, sehingga efektif untuk pengobatan penyakit infeksi bakteri Gram positif dan Gram negatif. Residu antibiotik enrofloksasin dalam susu dapat mempengaruhi kualitas produk dan kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk validasi metode deteksi residu antibiotik enrofloksasin dalam susu menggunakan metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Tahapan validasi metode deteksi residu antibiotik enrofloksasin dalam susu menggunakan HPLC meliputi spesifisitas, akurasi, presisi, linieritas, limit of detection (LOD), dan limit of quantitation (LOQ). Hasil validasi metode menunjukkan spesifisitas yang baik. Hasil akurasi yang diperoleh menunjukkan persentase rataan 98.86% dan presisi dengan nilai relative standard deviation (RSD) adalah 3.75% serta linieritas dengan nilai koefisien determinasi (R2)=0.999. Hasil  LOD adalah 11.44 ppb dan LOQ adalah 15.28 ppb. Validasi metode analisis antibiotik enrofloksasin menggunakan HPLC pada semua parameter validasi menunjukkan hasil yang baik sesuai persyaratan regulasi. Berdasarkan hasil tersebut, maka metode dapat digunakan untuk menganalisis residu antibiotik enrofloksasin dalam sampel susu secara kuantitatif untuk menjamin keamanan pangan asal hewan demi peningkatan kesehatan masyarakat.
THE GENE EXPRESSION OF ADAM17 AS A GENETIC MARKER OF ALZHEIMER DISEASES IN THE BRAIN OF LONG-TAILED MACAQUES (Macaca fascicularis) Rosmanah, Lis; Hasya, Karin katina; Saepuloh, Uus; Manalu, Wasmen; Winarto, Adi; Sudarnika, Etih; Darusman, Huda Shalahudin
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 17, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v17i3.31014

Abstract

This study aims to identify the expression of the a disintegrin and metalloproteinase 17 (ADAM17) gene as a marker of Alzheimer's disease in long-tailed macaques (Macaca fascicularis). This study used six brain samples (hippocampus and cortex regions) of long-tailed macaques which was divided into two groups consisting of aged long-tailed macaques and adult long-tailed macaques. The expression of ADAM17 gene was determined by comparing the relative quantification values between the two age groups, and brain regions consisting of the hippocampus and cortex regions. The results of data analysis showed no significant difference in the expression of ADAM17 gene between brain regions and between age groups of long-tailed macaques. However, numerically the results showed a lower expression of ADAM17 gene in the hippocampus region of aged macaques. Lower expression of ADAM17 gene could be a marker of old animals indicating the stages of Alzheimer's disease.
PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO KOKSIDIOSIS PADA SAPI PERAH DI KABUPATEN BANDUNG (Prevalence and Risk Factor of Coccidiosis in Dairy Cattle in Bandung District) Sufi, Isrok Malikus; Cahyaningsih, Umi; Sudarnika, Etih
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 10, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v10i2.5138

Abstract

This study aimed to determine the prevalence and associated risk factors of coccidiosis. Samples were obtained from 400 dairy cattle (196 calves aged 6 months, 37 calves aged 6-12 months, and 167 calves aged 12 months). Feces samples were collected, examined and counted for prevalence and number of oocyst per gram faeces (OPG) by McMaster technique. A questionnaire was design to record information about animal health and husbandry, individually. Risk factors associated with the prevalence of Eimeria in cattle were analyzed by logistic regression model. The overall prevalence and the average of OPG of Eimeria in cattle was 179 (44.75%) and 286.75, while highest prevalence of Eimeria was observed in calves aged less than 6 months. Cattle aged more than 12 months showed significantly different relationship (P0.05) to the prevalence of Eimeria infection compare to calves aged less than 6 months and aged 6-12 months. The presence of an immature immune system in younger calves resulting in their higher susceptibility to coccidiosis. Among management and animal health practices, floor type and treatment of cattle influence the prevalence of Eimeria in cattle.
PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO INFEKSI Toxocara cati PADA KUCING PELIHARAAN DI KOTA BOGOR (Prevalence and Risk Factors of Toxocara cati Infection in Bogor Pet Cats) Murniati, Murniati; Sudarnika, Etih; Ridwan, Yusuf
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 10, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v10i2.5044

Abstract

The aims of this research were to estimate the prevalence and to determine the risk factors related to Toxocara cati (T. cati) infection in pet cats in Bogor. This study was cross sectional study using two types of data; laboratory examination results of feces samples and interview results of the cat owner using a structured questionnaires including characteristics of pet owner and pet care management. The data obtained from this study was analyzed using chi-square test. The results showed that 85 of 243 cats were positively infected by T. cati with 35% prevalence. The significant risk factor associated with the T. cati infection were: sex, sand provided, deworming and type of feed. Pet care management in Kota Bogor were well managed, however the prevalence of T. cati infection was still high. Therefore it can be a potential public health problem especially on cat owners.
Biosekuriti Pasar Unggas Hidup dan Risiko Avian Influenza di Bogor: Implikasi Surveilans One Health Hidayah, Dinda Nur; Sudarnika, Etih Etih Sudarnika; Pisestyani, Herwin; Agungpriyono, Srihadi
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.111429

Abstract

Background: Live bird markets (LBMs) are critical nodes in the poultry supply chain but also high-risk environments for avian influenza (AI) transmission.Objectives: This study assessed biosecurity, sanitation, and environmental practices in LBMs in Bogor, Indonesia, and evaluated evidence of AI exposure in poultry through serological testing.Methods: A cross-sectional survey was conducted in nine LBMs using structured questionnaires and observations, alongside serological testing with the hemagglutination inhibition (HI) assay to detect antibodies against H5N1 clades 2.1.3 and 2.3.2.Results: Significant biosecurity gaps were identified, including reliance on motorcycles for poultry transport, mixing of birds from multiple sources and species, absence of wastewater treatment facilities, and frequent presence of stray animals. Serological testing detected antibodies in layer chickens (55.6% for both clades) and broilers (11.2% for clade 2.3.2), suggesting ongoing viral exposure potentially linked to vaccination and/or field circulation.Conclusions: The findings highlight LBMs as amplification points for AI, with implications for poultry health, human exposure, and environmental contamination. Strengthening biosecurity and market infrastructure, enforcing animal health certification, and implementing safe disposal of sick or dead birds are critical. Integrating these measures within a One Health framework is essential to reduce AI risks and enhance zoonotic disease preparedness in Indonesia.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI, PENGETAHUAN, DAN SIKAP TERHADAP PRAKTIK HIGIENE SANITASI PEKERJA RUMAH POTONG HEWAN-UNGGAS DI DKI JAKARTA Whardani, Vivien Kusuma; Sudarnika, Etih Etih Sudarnika; Purnawarman, Trioso
Jurnal Sain Veteriner Vol 44, No 1 (2026): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.114947

Abstract

Peningkatan konsumsi daging ayam sebagai pangan asal hewan menuntut penerapan higiene dan sanitasi yang baik di Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) untuk menjamin keamanan pangan dan kesehatan masyarakat veteriner. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan praktik higiene sanitasi pekerja RPHU di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian dilaksanakan pada enam RPHU dengan melibatkan 90 pekerja area bersih. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan, sikap, dan praktik serta observasi lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap pekerja umumnya berada pada kategori sedang hingga baik, sedangkan praktik higiene sanitasi masih didominasi kategori sedang. Analisis jalur menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan, pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap sikap, serta pengetahuan dan sikap berpengaruh signifikan terhadap praktik kebersihan sanitasi, sedangkan umur berpengaruh negatif terhadap praktik. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan praktik higiene sanitasi di RPHU memerlukan penguatan pengetahuan dan sikap pekerja melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, disertai pengawasan yang konsisten dan dukungan sarana sanitasi yang memadai guna menurunkan risiko kontaminasi dan meningkatkan keamanan pangan asal hewan. 
Intervensi Dampak Penyakit Kaki Dan Mulut Berbasis Biaya Manfaat Chaerul Basri; Etih Sudarnika; Okti Nadia Poetri; Atsmarina Widyadhari; Cut Desna Apriana; R. Dikky Indrawan; Asep Rakhmat; M. Gumilang Pramuwidyatama
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 5 No. 3 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0503.719-722

Abstract

Upaya pengendalian dan pemberantasan PMK di Indonesia jika dilaksanakan dengan program vaksinasi dengan kecepatan seperti yang berlangsung saat ini maka akan menyebabkan waktu pemberantasan yang lebih lama dan kerugian ekonomi yang besar. Perbaikan program vaksinasi dengan kecepatan yang ideal selain dapat memperpendek waktu pemberantasan juga akan memberikan dampak keuntungan ekonomi yang sangat besar. Berdasarkan hasil studi ini direkomendasikan agar upaya pengendalian dan pemberantasan PMK di Indonesia sebaiknya program yang dilaksanakan mengacu kepada skenario vaksinasi dengan kecepatan yang ideal. Dalam penyusunan dan pelaksaan program pengendalian di Indonesia dapat menggunakan program pengendalian yang dikembangkan di Filipina sebagai bahan pertimbangan karena sudah terbukti secara efektif berhasil memberantas PMK dari negara kepulauan seperti di Indonesia
Seroprevalensi dirofilariasis pada anjing di Kabupaten Sukabumi Yusuf Ridwan; Etih Sudarnika; Abdul Zahid Ilyas
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 4 (2023): ARSHI Veterinary Letters - November 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.4.77-78

Abstract

Dirofilariasis merupakan penyakit serius pada anjing dan bersifat zoonotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur prevalensi dan menentukan faktor risiko dirofilariasis di Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 152 sampel darah diambil dari anjing di dua kecamatan di Sukabumi yang memiliki perbedaan karakteristik topografi yaitu Kecamatan Jampang Tengan yang merupakan wilayah perbukitan dan Kecamatan Cisolok dengan karakteristik daerah pantai. Serum darah diperiksa menggunakan rapid test kit komersial CHW Ag Test Kit 2.0 ® Bionote untuk mendeteksi keberadaan antigen cacing dewasa Dirofilaria immitis. Hasil penelitian menunjukkan seroprevalensi dirofilariasis pada anjing di kabupaten Sukabumi adalah 20,4%. Daerah dengan karakteristik perbukitan memiliki tingkat prevalensi dirofilariasis yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pantai. Kejadian dirofilariasis di Kabupaten Sukabumi tidak dipengaruhi jenis kelamin, cara pemeliharaan dan umur anjing.
Co-Authors . Sumitro Abdul Zahid Adi Winarto Afiff , Usamah Agus Wijaya Amiruddin Saleh Andi Eka Putra Andi Eka Putra Andrijanto Hauferson Angi Anggraini, Raden Isma Annisa Madyanti Geminastiti Parampasi Ardilasunu Wicaksono Asah Hilaliah Asep Rakhmat ASEP SAEFUDDIN Atsmarina Widyadhari Bambang Sumiarto Bambang Sumiarto Chaerul Basri Citra Noviana Cut Desna Apriana Danang Dwi Cahyadi Daowen Zhang Denny Lukman Denny Widaya Lukman Denny Widya Lukman Dinar Munggaran Akhmad Diyan Cahyaningsari Dwida Agustina Suherman Edi Sukmawinata Ernes Andhesfa Evie Setyani F .X. Koesharto Fitri Hidayati Hadri Latif Hadzash Peppyrhanggasidhi Shatyaayyupranathasari Hasya, Karin katina HERA MAHESHWARI Heris Kustiningsih Heru Setijanto Herwin Pisestyani Hidayah, Dinda Nur Huda Salahuddin Darusman Huda Shalahudin Darusman I wayan Teguh Wibawan Iccha Pradipta Patsiwi Isrok Malikus Sufi Jodi Vanden Eng Katyusa Nandini Dyah Pitaloka koekoeh santoso Lymbran Tina M. Gumilang Pramuwidyatama Manuel da Costa Mardi Fadillah Maria Fatima Palupi Maria Fatima Palupi Maria Fatima Palupi Mazdani Ulfah Daulay Mirnawati B Sudarwanto Mirnawati B Sudarwanto1 Mirnawati B. Sudarwanto Mirnawati Sudarwanto Mirnawati Sudarwanto Mirnawati Sudarwanto Mirnawati Sudarwanto MIRNAWATI SUDARWANTO Mirnawati Sudarwanto Muhammad Pauzi Lubis Mujiatun Mujiatun Murniati . Murniati Murniati Nararya Adinata Nisa’, Chairun Nugraha, Arifin Budiman Nuraini , Henny Nurhidayat Nyayu Lathifah Tirdasari Okti Nadia Poetri Prima Mei Widiyanti prima mei widiyanti, prima mei R. Dikky Indrawan Rachmi Ramadhanita Raden Dikky Indrawan Raphaella Widiastuti raphaella widiastuti Retno Damajanti Soejoedono Retno Damayanti Soejoedono Risma Juniarti Silitonga Risqika Akla Velayati Rita Kusriastuti Ronald Tarigan Rosmanah, Lis Rotinsulu, Dordia Anindita Roza Azizah Primatika Roza Azizah Primatika S Dwidzuriputra Santi Lestari Satriyo Setyo Utomo Saukhan, Falih Prenata Savitri Novelina Septa Walyani Siti Istiqomah sri murtini . Srihadi Agungpriyono Sudarwanto, Mirnawati B Sudarwanto, Mirnawati Bachrum Sufi, Isrok Malikus Sunandar . Supratikno Susan Maphilindawati Noor Susi Soviana Taufiqqurrahman, Mas Trioso Purnawarman Umi Cahyaningsih Upik Kesumawati Hadi UUS SAEPULOH Wasmen Manalu Whardani, Vivien Kusuma Widagdo Sri Nugroho widiastuti, raphaella Widiyanti, Prima Mei Widyadhari, Atsmarina William A. Hawley Yusuf Ridwan Yusuf Ridwan Zudanang .