Etih Sudarnika
Divisi Kesehatan Masyarakat Veteriner, Departemen Ilmu Penyakit Hewan Dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Jl. Agatis Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680

Published : 60 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO INFEKSI Toxocara cati PADA KUCING PELIHARAAN DI KOTA BOGOR (Prevalence and Risk Factors of Toxocara cati Infection in Bogor Pet Cats) Murniati Murniati; Etih Sudarnika; Yusuf Ridwan
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 10, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.198 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v10i2.5044

Abstract

The aims of this research were to estimate the prevalence and to determine the risk factors related to Toxocara cati (T. cati) infection in pet cats in Bogor. This study was cross sectional study using two types of data; laboratory examination results of feces samples and interview results of the cat owner using a structured questionnaires including characteristics of pet owner and pet care management. The data obtained from this study was analyzed using chi-square test. The results showed that 85 of 243 cats were positively infected by T. cati with 35% prevalence. The significant risk factor associated with the T. cati infection were: sex, sand provided, deworming and type of feed. Pet care management in Kota Bogor were well managed, however the prevalence of T. cati infection was still high. Therefore it can be a potential public health problem especially on cat owners.
Potensi Penularan Bovine Tuberculosis pada Sapi Perah dan Manusia di Wilayah Tengah dan Timur Pulau Jawa, Indonesia Andi Eka Putra; Chaerul Basri; Etih Sudarnika
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.11.2.139-147

Abstract

Kejadian kasus tuberkulosis pada manusia di Indonesia dilaporkan masih tinggi. Bovine tuberculosis pada sapi perah diduga turut berperan dalam meningkatkan kasus tuberkulosis karena dapat menular ke manusia (zoonosis). Penularan penyakit ini antar ternak dan ke manusia perlu dikendalikan untuk menurunkan tingkat kejadian kasus. Potensi penularan kasus antar ternak dan ke manusia di suatu wilayah dapat diperkirakan dengan mengombinasikan data pemeriksaan sampel susu dan praktik manajemen peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan potensi penularan kasus tuberkulosis pada sapi perah dan manusia di wilayah tengah dan timur Pulau Jawa yang merupakan sentra peternakan sapi perah di Indonesia. Pemeriksaan bakteri Bovine tuberculosis dengan metode PCR konvensional dilakukan terhadap 163 sampel susu dari 92 peternakan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data praktik manajemen peternakan dikumpulkan melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner terstruktur. Potensi penularan kasus diperkirakan dengan nilai yang diperoleh dari metode Multiple Criteria Decision Analysis (MCDA). Kriteria yang digunakan antara lain data pemeriksaan sampel susu, dan praktik manajemen pemeliharaan yang terdiri atas manajemen kesehatan, higiene sanitasi dan biosekuriti. Pemeriksan terhadap susu tidak menemukan bakteri M. bovis pada seluruh sampel yang diperiksa. Potensi penularan kasus tuberkulosis antar ternak sapi perah memiliki nilai 0.53 (sedang) dan potensi penularannya ke manusia memiliki nilai 0.4 (sedang).
Resistansi Penisilin terhadap Escherichia coli pada Susu Segar yang berasal dari Koperasi Ternak Sapi Cianjur Utara (KPSCU), Jawa Barat Dwida Agustina Suherman; Etih Sudarnika; Trioso Purnawarman
Jurnal Sain Veteriner Vol 41, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.83050

Abstract

Resistansi antibiotik atau sering disebut sebagai pandemi senyap, merupakan satu diantara penyebab masalah kesehatan global yang harus diwaspadai. Susu segar merupakan media pembawa yang mudah terkontaminasi bakteri, salah satunya ialah bakteri E. coli. Antibiotik yang sering dipakai dalam pengobatan terhadap sapi adalah penisilin yaitu antibiotik golongan betalatam yang memiliki kemampuan membunuh bakteri dengan mencegah pembentukan protein dinding sel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi keberadaan dan prevalensi E. coli pada susu segar, serta menguji resistansinya terhadap antibiotik penisilin. Sebanyak 75 sampel susu kandang dipilih secara acak, berasal dari 6 kelompok ternak sapi perah dan dikumpulkan oleh masing-masing petugas lapang. Uji identifikasi keberadaan E. coli mengacu kepada Standar Nasional Indonesia (SNI) nomor 01-2897-2008 tentang metode pengujian cemaran mikroba pada susu, daging dan telur. Isolat bakteri yang teridentfikasi E. coli dilaukan pengujian resistansi terhadap antibiotik penisilin menggunakan metode Kirby-Bauer disk diffusion dengan penentuan standar berdasarkan Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI). Wawancara terstruktur dilakukan kepada 75 peternak yang diambil sampel susu kandang. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa bakteri E. coli yang terdeteksi pada sampel susu kandang sebanyak 24/75 isolat (32%). Hasil uji resistansi menunjukkan bahwa sebanyak 23/24 isolat E. coli (96%) resistan terhadap antibiotik penisilin. Kesimpulan dari penelitian ini E. coli yang berhasil diisolasi dari susu kandang di wilayah KPSCU telah resistan terhadap antibiotik penisilin, sehingga dibutuhkan penerapan praktik higiene sanitasi, pengawasan penggunaan antibiotik, peningkatan pengetahuan peternak dan petugas kesehatan hewan terkait penggunaan antibiotik di lapangan. 
Skrining Susu terhadap Mycobacterium bovis pada Peternakan Sapi Perah di Wilayah Tengah dan Timur Pulau Jawa, Indonesia Andi Eka Putra; Chaerul Basri; Etih Sudarnika; Santi Lestari
Jurnal Sain Veteriner Vol 41, No 3 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.82787

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit dengan tingkat kejadian kasus tinggi pada masyarakat di Indonesia. Bovine tuberculosis pada sapi perah disebabkan oleh bakteri M. bovis, diduga turut berperan dalam menyebabkan kasus tuberkulosis karena dapat menular ke manusia (zoonosis) melalui konsumsi susu. Wilayah tengah dan timur Pulau Jawa merupakan sentra peternakan sapi perah di Indonesia yang masih melaporkan tingginya kasus tuberkulosis pada manusia. Informasi mengenai keberadaan bakteri M. bovis pada susu yang dihasilkan di wilayah tersebut belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk skrining keberadaan M. bovis di susu pada peternakan sapi perah di wilayah tengah dan timur Pulau Jawa. Sampel susu diambil dari 163 ekor sapi menggunakan metode cluster random sampling dari 3 provinsi yaitu Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Sampel susu diuji dengan menggunakan PCR konvensional dengan metode multiplex PCR untuk mengidentifikasi M. bovis dan M. tuberculosis dalam waktu bersamaan. Skrining dengan uji PCR terhadap 163 sampel susu dari peternakan sapi perah di wilayah tengah dan timur Pulau Jawa menunjukkan bahwa susu yang dihasilkan oleh sapi perah yang dipelihara di wilayah ini tidak mengandung bakteri M. Bovis dan M. Tuberculosis.
Slaughterhouse’s Animal Welfare Assessement at Bekasi City, West Java Katyusa Nandini Dyah Pitaloka; Etih Sudarnika; Herwin Pisestyani
Jurnal Sain Veteriner Vol 41, No 3 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.84696

Abstract

The quality of meat sold in Bekasi City is affected by the implementation of animal welfare during the slaughtering process in Slaughterhouses. The research aimed to analyze the animal welfare implementation during the slaughtering process at Bekasi City slaughterhouses. The data was conducted by observing the five-freedom implementation for five slaughterhouses throughout Bekasi City, from the shelter cages to the slaughter. Herding officers ensured no disturbance in the herding route, hitting only animals' backs when the animals stopped walking, and confirmed that animals did not pile up on the herding lane and that live animals did not see the slaughter process. However, some officers still wear clothing that contrasts with the environment, hit the animals repeatedly, and shout at the animals excessively during the herding process. Animal welfare aspects of the slaughter process, such as officers already in position when the animal enters the restraining box, the sharpness of the knife being checked before slaughtering, having a spare knife, and animals slaughtered less than 30 seconds after stunning, have been implemented by all officers. The butcher animal welfare implementation, such as checking the animals' death after being slaughtered, still needs to be improved. This research concluded that Bekasi City's slaughterhouse officers had implemented aspects of animal welfare. However, some improvements are still required through training to increase the competence of officers.
The Success Rate of Non-Penetrative Pre-Slaughter Stunning on Australian Brahman Cross Cattle Slaughter in Indonesia Supratikno; Setijanto, Heru; Nuraini , Henny; Agungpriyono, Srihadi; Sudarnika, Etih; Nurhidayat; Nisa’, Chairun; Novelina, Savitri; Dwi Cahyadi, Danang
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.1.47-54

Abstract

This study was conducted to evaluate the success rate of non-penetrative pre slaughter stunning (NPPSS) and the factors that influence it in 460 Australian Brahman cross cattle. Observations were made on the handling of cattle, the implementation of NPPSS, the slaughtering process until the animal was declared dead. The results showed that the stunning success rate of NPPSS (SSR) was 74.35%. Ordinal regression analysis of the six observed parameters, three parameters have a significant influence on SSR: shooting placement area (ASP), shooting placement distance (DSP), and the presence of frontal and nuchal eminence (FE, NE). The ASP at the point of the cross line between two lines from the center of the dorsal eye to the center of the contralateral horn base, DSP at a low position (DSP<3 cm), and presence of FE gave a relatively low of SSR. Thus, it can be concluded that the SSR of the use of NPPSS in Indonesia is relatively low and is influenced by ASP, DSP, and the presence of FE and NE.
Manpower Planning in The Application of Teat Dipping To Control Sub Clinical Mastitis in The Small Dairy Farms Anggraini, Raden Isma; Sudarnika, Etih; Pisestyani, Herwin; Wicaksono, Ardilasunu; Sudarwanto, Mirnawati
Jurnal Manajemen dan Agribisnis Vol. 17 No. 1 (2020): JMA Vol. 17 No. 1, March 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.042 KB) | DOI: 10.17358/jma.17.1.26

Abstract

The application of teat dipping to control subclinical mastitis especially in small dairy farms is important; however, the application needs additional activity that has an impact on labor usage. This paper aimed to describe the labor usage to apply teat dipping for subclinical mastitis control in the small dairy farms. The convenience sampling techniques applied to select 34 farmers in Bogor as the respondents. Workload analysis and labor productivity were used in examining the application of dot dipping in various small dairy farms in Bogor City to control subclinical mastitis. This study was based on two types of experiments in small dairy farms in Bogor, West Java, namely teat dipping and without teat dipping. The findings show that the application of teat dipping had an impact on three things, namely an increase in labor usage and its workload, an increase in labor productivity and a decrease in the number of subclinical mastitis prevalence. This study concluded that labor was an important factor to control subclinical mastitis in small dairy farms. An increase in labor productivity had an impact on reducing the costs of mastitis treatment and finally increase farmer’s income. Keywords: mastitis, labor, small dairy farms, teat dipping, workload analysis
High Risk Period (HRP) Kasus Penyakit Mulut dan Kuku Pasca Wabah pada Peternakan Sapi Perah di Kabupaten Malang Basri, Chaerul; Widyadhari, Atsmarina; Sudarnika, Etih
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 3 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.91219

Abstract

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit ternak yang sangat merugikan secara ekonomi. Perhitungan periode berisiko atau high risk period (HRP) akan membantu otoritas veteriner untuk melakukan pelacakan secara efisien potensi wabah sekunder atau penyebaran virus dari kasus indeks. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perhitungan HRP pada peternakan sapi perah di Kabupaten Malang berdasarkan variabel 1) pengetahuan peternak mengenali gejala klinis PMK, 2) waktu pelaporan peternak, 3) waktu petugas datang menangani pelaporan, dan 4) waktu yang dibutuhkan untuk konfirmasi uji laboratorium. Survei dilakukan pada 126 peternak pada bulan Juli-Agustus 2023. Ukuran sampel dihitung berdasarkan asumsi tingkat kepercayaan 95%, prevalensi dugaan 13%, tingkat kesalahan 6% menggunakan software WinEpiscope 2.0. Data dianalisis secara deskriptif. Peternak sapi perah di Kabupaten Malang memiliki pengetahuan yang baik tentang gejala klinis PMK meski ada beberapa ciri yang luput dan perlu ditingkatkan pemahamannya. Sebanyak 98% peternak segera melakukan pelaporan setelah mengamati adanya gejala klinis PMK pada ternaknya. Kecepatan petugas dalam menanggapi pelaporan sudah baik yakni seketika pada hari pelaporan dilaporkan dan pengujian laboratorium yang segera dilakukan untuk mengonfirmasi penyakit PMK dapat membuat probabilitas HRP 7 hari 91% (SK: 0,87-0,95),  HRP 14 hari 7% (SK: 0,04-0,11) dan HRP 21 hari 2% (SK: 0,01-0,05). Pengetahuan mengenai gejala klinis dan kesadaran peternak dalam melakukan pelaporan PMK di Kabupaten Malang sudah baik, namun perlu ditingkatkan. Upaya peningkatan peran peternak dalam deteksi dini dapat dilakukan dengan intervensi berupa penyuluhan dan membangun kedekatan dengan petugas lapangan.
Economic Impact of Foot and Mouth Disease in Dairy Farmers at Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Indonesia Taufiqqurrahman, Mas; Sudarnika, Etih; Lukman, Denny Widaya
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.103474

Abstract

This study aims to analyze the economic impact of the foot and mouth disease (FMD) outbreak on dairy farmers who are members of the Pangalengan South Bandung Livestock Cooperative (KPBS). Data were collected through structured questionnaires, in-depth interviews, and field observations of 100 FMD-affected farmers during September-November 2023, with follow-up evaluation one year after the outbreak. The results showed that during the outbreak (29 days), the average loss per farmer reached IDR 44,018,068 or IDR 6,288,295 per head, mostly due to decreased milk production, dairy cow mortality, and disease control costs, including treatment, vaccination, and disinfection. One year after the outbreak (365 days), economic losses were IDR 46,077,090 or IDR 6,582,441 per head, dominated by the residual impact of FMD in the form of a 39.75% reduction in milk yield (18.31 kg/day). Economic losses also involved additional costs, such as vector control and livestock burial, which further burdened farmers. These findings highlight the importance of more effective FMD control policies, including mass vaccination, improved biosecurity and financial assistance for affected farmers, to reduce economic impacts and support long-term recovery.
Praktik Biosekuriti pada Pedagang Unggas Hidup di Pasar Tradisional di Bogor Terhadap Pencegahan Avian Influenza Saukhan, Falih Prenata; Sudarnika, Etih Etih Sudarnika; Lukman, Denny Widaya
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.104820

Abstract

Penyakit avian influenza (AI) merupakan penyakit zoonotik yang mengancam kesehatan manusia. Unggas hidup yang dijual di di pasar tradisional merupakan berpotensi menjadi sumber penularan virus AI, sehingga dibutuhkan langkah pencegahan dan pengendalian penyakit di lokasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik biosekuriti pada pedagang unggas hidup di wilayah Bogor sebagai langkah pencegahan penularan penyakit AI. Penelitian dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang disusun sebagai alat untu mengidentifikasi karakteristik pedagang unggas dan penerapan praktik biosekuriti. Sebanyak 30 pedagang diwawancarai sebagai responden di 3 pasar tradisional di Kota Bogor dan 7 pasar tradisional di Kabupaten Bogor. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui gambaran terkait karakteristik pedagang unggas serta praktik biosekuriti yang dilakukan pedagang. Hasil penelitian menunjukkan praktik biosekuriti terhadap penyakit AI belum sepenuhnya diterapkan oleh pedagang unggas di wilayah Bogor, terutama pada aspek isolasi hewan sakit dan sanitasi. Selain itu kesadaran pedagang unggas untuk melaporkan kejadian penyakit masih sangat rendah (20%). Penerapan praktik biosekuriti pada pedagang perlu ditingkatkan melalui penyuluhan terkait penyakit AI serta perbaikan sarana dan prasarana kios unggas. Kata kunci : Avian Influenza, Biosekuriti,  Pedagang unggas hidup, Kios unggas
Co-Authors . Sumitro Abdul Zahid Adi Winarto Afiff , Usamah Agus Wijaya Amiruddin Saleh Andi Eka Putra Andi Eka Putra Andrijanto Hauferson Angi Anggraini, Raden Isma Annisa Madyanti Geminastiti Parampasi Apriana, Cut Desna Ardilasunu Wicaksono Asah Hilaliah ASEP SAEFUDDIN Bambang Sumiarto Bambang Sumiarto Chaerul Basri Citra Noviana Danang Dwi Cahyadi Daowen Zhang Denny Lukman Denny Widaya Lukman Denny Widya Lukman Dinar Munggaran Akhmad Diyan Cahyaningsari Dwida Agustina Suherman Edi Sukmawinata Ernes Andhesfa Evie Setyani F .X. Koesharto Fitri Hidayati Hadri Latif Hadzash Peppyrhanggasidhi Shatyaayyupranathasari Hasya, Karin katina HERA MAHESHWARI Heris Kustiningsih Heru Setijanto Herwin Pisestyani Hidayah, Dinda Nur Huda Salahuddin Darusman Huda Shalahudin Darusman I wayan Teguh Wibawan Iccha Pradipta Patsiwi Isrok Malikus Sufi Jodi Vanden Eng Katyusa Nandini Dyah Pitaloka koekoeh santoso Lymbran Tina Manuel da Costa Mardi Fadillah Maria Fatima Palupi Maria Fatima Palupi Maria Fatima Palupi Maria Fatima Palupi Mazdani Ulfah Daulay Mirnawati B Sudarwanto Mirnawati B Sudarwanto1 Mirnawati B. Sudarwanto MIRNAWATI SUDARWANTO Mirnawati Sudarwanto Mirnawati Sudarwanto Mirnawati Sudarwanto Mirnawati Sudarwanto Mirnawati Sudarwanto Muhammad Pauzi Lubis Mujiatun Mujiatun Murniati . Murniati Murniati Nararya Adinata Nisa’, Chairun Nugraha, Arifin Budiman Nuraini , Henny Nurhidayat Nyayu Lathifah Tirdasari Okti Nadia Poetri Pramuwidyatama, M. Gumilang Prima Mei Widiyanti prima mei widiyanti, prima mei R. Dikky Indrawan Rachmi Ramadhanita Raden Dikky Indrawan Rakhmat, Asep Raphaella Widiastuti raphaella widiastuti Retno Damajanti Soejoedono Retno Damayanti Soejoedono Risma Juniarti Silitonga Risqika Akla Velayati Rita Kusriastuti Ronald Tarigan Rosmanah, Lis Rotinsulu, Dordia Anindita Roza Azizah Primatika Roza Azizah Primatika S Dwidzuriputra Santi Lestari Satriyo Setyo Utomo Saukhan, Falih Prenata Savitri Novelina Septa Walyani Siti Istiqomah sri murtini . Srihadi Agungpriyono Sudarwanto, Mirnawati B Sudarwanto, Mirnawati Bachrum Sufi, Isrok Malikus Sunandar . Supratikno Susan Maphilindawati Noor Susi Soviana Taufiqqurrahman, Mas Trioso Purnawarman Umi Cahyaningsih Upik Kesumawati Hadi UUS SAEPULOH Wasmen Manalu Widagdo Sri Nugroho widiastuti, raphaella Widiyanti, Prima Mei Widyadhari, Atsmarina William A. Hawley Yusuf Ridwan Zudanang .