Claim Missing Document
Check
Articles

PENANGANAN AGRESIFITAS FISIK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DENGAN TEORI KOGNITIF SOSIAL BANDURA Dewi Mayangsari; Yulias Wulani Fajar; Titin Faridatun Nisa'
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 3a (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.502 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i3a.1036

Abstract

Menurut STPPA (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak), perkembangan sosial-emosional anak usia 5-6 tahun diantaranya anak sudah bisa menyesuaikan diri dengan situasi, mengendalikan diri secara wajar, tahu akan haknya, mampu mengatur diri sendiri dan bertanggungjawab atas perilakunya, menaati aturan kelas, bermain dengan teman sebaya dan bersikap kooperatif, toleran, sopan serta dapat menyelesaikan masalah. Namun di sekolah, terdapat anak yang menunjukkan perkembangan sosial-emosionalnya terhambat seperti tidak dapat menyesuaikan diri dengan situasi dan aturan yang ada, sering berkonflik dengan teman sebaya serta kurang dapat memiliki penyelesaian masalah dengan baik. Hal itu disertai pula dengan perilaku agresi fisik yaitu perilaku yang merugikan orang lain dengan merusak benda atau melukai orang karena perasaan frustasi, gagal maupun kecewa yang bersumber dari insting dan lingkungan sosial. Jika dibiarkan berlarut, dapat berdampak pada terhambatnya perkembangan anak terutama secara sosial-emosional, anak sering merasa down, dianggap menjadi trouble maker, dikucilkan dan anti sosial. Selain itu, berdampak pula pada kondisi kelas dan sekolah yang kurang kondusif sehingga membuat anak lain tidak nyaman. Salah satu bentuk penanganan yang dapat diterapkan yaitu dengan teori kognitif sosial Bandura menggunakan observational learning melalui cara memperhatikan model dengan mempertimbangkan faktor anak, perilaku dan lingkungan sebelum penanganan dilakukan. Kata kunci: anak usia 5-6 tahun, agresifitas fisik, teori kognitif sosial Bandura
PENERAPAN METODE EDUTAINMENT UNTUK MENGAJARKAN GEJALA ALAM PADA ANAK USIA DINI Dewi Mayangsari; Siti Fadjryana Fitroh
Natural Science Education Research Science Education National Conference 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.931 KB) | DOI: 10.21107/nser.v1i2.4836

Abstract

Anak usia dini akan belajar aktif ketika mereka dilibatkan dalam proses belajar. Proses belajar aktif terjadi saat guru mampu menciptakan interaksi yang baik, mendorong minat belajar anak dan menciptakan perasaan senang pada anak. Salah satu metode pembelajaran aktif yang dapat diterapkan pada anak saat ini ialah metode edutainment. Metode edutainment merupakan metode belajar yang menggabungkan antara konsep bermain, media interaktif dan proses belajar aktif. Anak mulai belajar aktif saat usia dini dan salah satu aspek perkembangan yang mendasari proses belajar adalah perkembangan kognitif. Pembelajaran pada anak yang berpotensi untuk mengembangkan aspek kognitif yaitu sains atau pembelajaran tentang alam. Satu diantara beberapa tema pembelajaran pada anak usia dini di TK yang dapat mengakomodasi perkembangan kognitif yang diajarkan dengan metode edutainment yaitu gejala alam.
Edukasi Guru SMPN 4 Kamal terkait Gaya Belajar Siswa Berbasis Kearifan Lokal Medika Risnasari; Dwi Nurhayati Adhani; Dewi Mayangsari; Prita Dellia; Afrian Rozan; Adam Dharmasaputra; Jannatul Firdausiyah; Nina Nariyono
Jurnal Anugerah Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/anugerah.v5i2.6387

Abstract

Guru adalah sosok yang penting di dalam proses pembelajaran. Guru sebagai fasilitator serta pendidik yang memberikan pembelajaran di kelas. Banyak faktor yang diperlukan dalam keberhasilan pembelajaran di kelas, salah satunya pemahaman tentang gaya belajar siswa. Pembelajaran di kelas lebih lancar jika guru dapat memahami gaya belajar siswa. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan seminar kepada guru di SMPN 4 Kamal tentang gaya belajar siswa berbasis kearifan lokal. Kearifan lokal dijadikan sebagai kerangka dalam pembelajaran siswa SMPN 4 Kamal. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi beberapa tahapan, yaitu observasi, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 20 orang peserta dari guru SMPN 4 Kamal. Tolak ukur dari keberhasilan seminar dilakukan dalam bentuk soal pretest dan posttest dari pemahaman materi yang disampaikan narasumber. Hasil yang didapat dalam pengabdian ini yaitu peningkatan pemahaman guru terhadap gaya belajar dengan rata-rata semula 66.5 menjadi 91.5 serta peningkatan pemahaman tentang kearifan lokal dengan rata-rata semula 70 menjadi 89.
PEMBERDAYAAN BIDAN MELALUI APLIKASI E-PROFBID DALAM UPAYA PENINGKATAN SKILL STASE PERSALINAN Munafiah, Durrotun; Mayangsari, Dewi; Maftuchah, Maftuchah; Rahayu, Hermeksi; Suhud, Hargokendar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1402

Abstract

Target Sustainable Development Goals (SDG) tahun 2030 adalah AKI mencapai 70/100.000 KH sedangkan AKB 12/1000 KH. Bidan merupakan salah satu profesi yang mempunyai tujuan sangat penting dan strategis dalam pengembangan AKI dan AKB. Bidan sebagai profesi yang terus berkembang, terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan profesionalitasnya.(Diah Ayu Hartini et al., n.d.). Bidan profesional yang dimaksud harus memiliki kompetensi klinis, sosial-budaya untuk menganalisa, melakukan advokasi dan pemberdayaan dalam mencari solusi dan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan, keluarga dan masyarakat (Suryani, Sarmin, & Wati, 2023),sehingga Bidan perlu meningkatkan dan memanfaatkan teknologi dalam melaksanakan tugas kemampuan klinis dalam meningkatkan Kesehatan ibu. Kegiatan pengabdian masyarakat sebagai upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan klinis pada stase persalinan melalui pemberdayaan bidan dengan memanfaatkan teknologi Aplikasi E-ProfBid yaitu dengan pemberian edukasi, pelatihan dan monitoring evaluasi pada bidan dalam kemampuan klinis stase persalinan melalui teknologi aplikasi. Sasaran peserta pengabdian kepada masyarakat adalah 50 orang Bidan Pelaksana Ranting II Kota Semarang. Hasil pengabmas ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan Bidan melalui kegiatan pelatihan dengan tema update terkini keilmuan stase persalinan dan sosialisasi penggunaan aplikasi E-ProfBid
LEKSIKOSTATISTIK DAN GLOTOKRONOLOGI BAHASA BERAU DENGAN BAHASA MINANGKABAU Mayangsari, Dewi; Inderajati, Aal
Widyaparwa Vol 51, No 2 (2023)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v51i2.1410

Abstract

This study is a lexicostatistical and glottochronological study that aims to classify words by prioritizing time calculations or calculating the age of relatives’ languages. This research is focused on Berau and Minangkabau languages. The people who speak the Berau Language are people of the Berau tribe in Berau District, East Kalimantan. Meanwhile, the Minangkabau language is spoken by people in the Province of West Sumatra (except the Mentawai Islands), western Riau Province, and Negeri Sembilan, Malaysia. The collection phase used the referential equivalent method, the data analysis stage used the lexicostatistical and glotochronological methods. Moreover, the results of data analysis used informal and formal methods. The theory used is sound correspondence, lexicostatistics, and glottochronology. The analysis shows some points such as 37 pairs of identical, 46 pairs of phonemic correspondences, 1 pair of different phonemes, and 44 pairs of similar forms. Lexicostatistical calculations show that the percentage of kinship between Berau and Minangkabau languages is 67%. Berau and Minangkabau languages were single languages in 1.053–787 years ago. Berau and Minangkabau languages have been separated from the proto-language between 970–1.236 BC (calculated from 2023).Kajian ini merupakan kajian leksikostatistik dan glotokronologi yang bertujuan mengelompokkan kosakata kerabat dengan menekankan perhitungan waktu pisah atau usia bahasa kerabat. Penelitian ini menitikberatkan pada bahasa Berau dengan bahasa Minangkabau. Bahasa Berau dituturkan oleh masyarakat yang ada di suku Berau, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Adapun bahasa Minangkabau dituturkan oleh masyarakat di wilayah Provinsi Sumatera Barat (kecuali Kepulauan Mentawai), bagian barat Provinsi Riau, dan Negeri Sembilan, Malaysia. Tahap pengumpulan menggunakan metode padan referensial, tahap analisis data menggunakan metode leksikostatistik dan glotokronologi. Adapun metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal dan formal. Teori yang digunakan yaitu korespondensi bunyi, leksikostatistik, dan glotokronologi. Hasil analisis diperoleh 37 pasangan identik, 46 pasangan korespondensi fonemis, 1 pasang fonem berbeda, dan 44 pasangan bentuk mirip. Penghitungan leksikostatistik menunjukkan bahwa persentase kekerabatan bahasa Berau dan bahasa Minangkabau sebanyak 67%. Bahasa Berau dan bahasa Minangkabau merupakan bahasa tunggal pada 1.053–787 tahun yang lalu. Bahasa Berau dan bahasa Minangkabau mulai berpisah dari bahasa proto antara 970 SM–1.236 SM (dihitung dari tahun 2023).
Continuity of Care pada Ibu Hamil dengan Pre-Eklampsia di Puskesmas Keling II Kabupaten Jepara Satimah, Satimah; Mulyani, Sri; Prihati, Yuni; Mujahidah, Sa’adah; Mayangsari, Dewi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3718

Abstract

Menurut data dari World Health Organization (WHO) dalam Maternal and Reproductive Health sekitar 800 wanita meninggal setiap hari karena komplikasi kehamilan dan kelahiran. Penyebab utama kematian ibu (AKI) adalah perdarahan selama kehamilan atau persalinan, hipertensi atau preeklamsia, infeksi, dan penyebab tidak langsung, sebagian besar disebabkan oleh kontak langsung antara kondisi medis yang sudah ada sebelumnya dengan kehamilan. Hipertensi, proteinuria, dan edema atau pembengkakan pada tubuh adalah tanda-tanda penyakit kehamilan yang rumit yang dikenal sebagai preeklamsia, yang dapat muncul selama kehamilan atau hingga 48 jam setelah melahirkan, dan sebagian besar muncul pada trimester ketiga kehamilan. Untuk mengurangi jumlah penderita preeklampsia, penting untuk memberikan edukasi, pendampingan dan monitoring tentang komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan pada rangkaian kegiatan COC(Continuity Of Care). Penyebab preeklampsia termasuk pola makan yang buruk, usia yang lebih muda/lebih tua, paritas, dan riwayat penyakit. Pada tahun 2023, terdapat 475 ibu hamil di Puskesmas Keling II, dan terdapat 92 residu dengan rincian: PEB 15, abortus 23, kelainan letak 3, serotinus 6, KPD 6, Retensio Plasenta 3, KPD 7, Hipertensi 1, Plasenta Previa 4, HIV 1, IUGR 3, Prematur 4, B20 1, IUFD 2, Gemeli 3, Diabetes Melitus 1, Gawat Janin 1, KPD 3, Post SC 5. Dalam upaya mencegah komplikasi dan mengenali kemandirian komunitas mitra (ibu dan kader terlatih), kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan preeklampsia melalui optimalisasi Continuity Of Care bagi ibu hamil dengan preeklampsia. Hal ini akan membantu mempromosikan pengelolaan preeklampsia kepada ibu hamil lainnya (dukungan sebaya).
Continuity of Care pada Ibu Hamil untuk Mencegah Perdarahan Post Partum di Puskesmas Kembang Kabupaten Jepara Hastuti, Widorini Dwi; Isnawati, Titik; Mujahidah, Sa'adah; Mayangsari, Dewi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3720

Abstract

Perdarahan Post Partum adalah perdarahan yang terjadi pada masa nifas dengan jumlah perdarahan > dari 500 cc. Kejadian ini bisa terjadi karena ibu hamil yang mengalami anemia, yang dapat menyebabkan gangguan his baik primer maupun sekunder. Paritas atau jumlah yang dilahirkan baik itu lahir hidup maupun lahir mati. Seorang ibu yang sering melahirkan mempunyai resiko lebih besar mengalami anemia kalau tidak memperhatikan nutrisi selama kehamilannya, karena selama hamil zat-zat gizi tentunya akan terbagi dengan ibu dan bayinya. Continuity of Care (CoC) dilakukan bagi ibu hamil untuk memutus kematian karena 3 terlambat (terlambat memutuskan pencarian layanan kesehatan, terlambat mencapai tempat layanan kesehatan, dan terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan). Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyrakat tentang pencegahan perdarahan post partum melalui optimalisasi Continuity Of Care pada ibu hamil dengan anemia Metode pelaksanaan Pengabdian Masyarakat CoC Pada Ibu Hamil Untuk Mencegah Perdarahan Post Partum” dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2023 sampai 3 Desember 2023 di Puskesmas Kembang Kabupaten Jepara. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dibagi dalam 4 sesi, yaitu sesi edukasi, sesi praktik, sesi pendampingan dan sesi monitoring serta evaluasi. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini berjumlah 20 orang ibu hamil dengan anemia. Kadar Hamoglobin (Hb) pada 20 orang peserta mengalami peningkatan menjadi normal dan sudah tidak mengalami anemia sehingga pada saat persalinan ibu juga tidak mengalami perdarahan post partum.
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN DAN PIJAT ENDORPHIN TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI Wulandari, Dyah Ayu; Mayangsari, Dewi; ., Sawitry
Jurnal Kebidanan VOLUME 11. No.02, Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v11i02.349

Abstract

ABSTRAKASI adalah sumber gizi utama bagi bayi yang belum dapat mencerna makanan padat, manfaat ASI akan sangat meningkat bila bayi hanya diberi ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupannya. Fenomena yang dijumpai saat ini adalah cakupan ASI yang semakin hari semakin menurun dengan berbagai factor penyebabnya.Pijat oksitosin merupakan salah satu upaya memperlancar produksi ASI dengan mekanisme mampu memicu pengeluaran prolaktin dan oksitosin yang merupakan hormon yang diperlukan untuk mengeluarkan ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin dan pijat endorphin terhadap kelancaran ASI. Metode penelitian ini menggunakan quasi eksperiment pada 30 responden dibagi menjadi 2 kelompok intervensi. Statistik parametric yang digunakan untuk menguji perbedaan hasil yang dimiliki oleh kedua kelompok intervensi adalah uji independent test. Hasil Penelitian menunjukkan nilai rerata kelancaran ASI pada kelompok intervensi pijat oksitosin  661.20 dan pada kelompok intervensi pijat endorphin 598.60, dengan p value 0.454  > 0.05, yang bermakna tidak ada perbedaan kelancaran produksi ASI pada kedua kelompok intervensi., sehingga dapat disimpulkan intervensi pijat oksitosin dan pijat endorphin sama-sama berpengaruh untuk meningkatkan kelancaran produksi ASI.Kata kunci: pijat oksitosin, kelancaran ASITHE EFFECT OF OXYTOCIN MASSAGE ON BREAST MILK PRODUCTION OF POSTPARTUM MOTHERSABSTRACTBreast milk is the main source of nutrition for babies who have not been able to digest solid food, the benefits of breast milk will greatly increase if the baby is only given breast milk for the first 6 months of life. The phenomenon that is currently found is that the coverage of breast milk is increasingly decreasing with various factors causing it. Oxytocin massage is one of the efforts to expedite milk production with a mechanism capable of triggering the release of prolactin and oxytocin which is a hormone needed to excrete milk. The purpose of this study was to determine the effectiveness of oxytocin massage for smooth milk. This research method uses quasi experiment in 30 respondents divided into 2 intervention groups. Parametric statistics used to test the differences in the results of the two intervention group are the independent test. The results showed the mean value of smoothness of breast milk in the intervention group after being given oxytocin massage 661.20 and in the intervention group given endorphin massage 598.60, with p value 0.454> 0.05, which means there was no difference in the smoothness of breast milk in the two intervention group, equally influential to increase the smooth production of breast milkKeyword: Oxytocin Massage, Milk Production
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VI POKOK BAHASAN KONDUKTOR DAN ISOLATOR SDN SEMBORO PROBOLINGGO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Mayangsari, Dewi; Nuriman, N; Agustiningsih, A
Jurnal Edukasi Vol. 1 No. 1: Maret 2014 : Jurnal Edukasi
Publisher : Universitas Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.158 KB) | DOI: 10.19184/jukasi.v1i1.1029

Abstract

Abstrak Metode eksperimen adalah salah satu metode yang dapat digunakan oleh guru sebagai dasar dalam melaksanakan pembelajaran. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA melalui metode eksperimen. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan meliputi empat tahap yaitu: kegiatan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI SDN Seboro Probolinggo tahun pelajaran 2012/2013. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah: observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPA melalui metode eksperimen mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hasil observasi menunjukkan persentase rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 65,53% (kategori aktif), meningkat pada siklus II sebesar 80,6% (kategori sangat aktif), sehingga meningkat sebesar 15,07%. Persentase hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA melalui metode eksperimen pada pokok bahasan konduktor dan isolator juga mengalami peningkatan. Pada siklus I mencapai 55% dan pada siklus II mencapai 85%, sehingga meningkat sebesar 30%. Kata Kunci : metode eksperimen, Penelitian Tindakan Kelas (PTK), aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa.
Evaluating the Effectiveness and Challenges of the Madrasah Ibtidaiyah Curriculum in Indonesia: Insights and Recommendations Risky, Februarina; Syukri, Rahmadi; Mabruroh, Faizatul; Mayangsari, Dewi; Alfiyanto, Afif
Jurnal Sustainable Vol. 7 No. 2 (2024): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness and challenges of curriculum implementation in Madrasah Ibtidaiyah (MI) in Indonesia, as well as provide strategic recommendations for improvement. A qualitative approach with a descriptive-analytical design is used to identify factors that affect the success of curriculum implementation. Data was collected through in-depth interviews with madrasah heads and teachers, participatory observations, and analysis of related documents such as syllabi and evaluation reports. The findings show that limited teacher training, lack of learning facilities, and dominance of traditional approaches are the main obstacles to achieving curriculum goals. The results of the analysis highlight the importance of applying project-based learning methods (PBL) and character education to improve 21st-century skills, such as critical thinking, communication, and collaboration. However, the implementation of this method still faces technical and pedagogical obstacles. This research also found the need to strengthen teacher competence through continuous training and the provision of relevant educational resources. In conclusion, the implementation of the curriculum in MI requires synergy between education policies, teacher training, and infrastructure support. The recommendations of this research include improving training programs, procuring technology-based facilities, and collaborating with the government, madrasas, and the community. This research contributes to supporting the development of Islamic education that is more adaptive to the challenges of the globalization era.
Co-Authors ., Sawitry A Agustiningsih Adam Dharmasaputra Adi Puteri, Vita Triani Afrian Rozan Afriani, Anita Indra Agatha R. S., Chorry Elvira Alfatihaturrohmah Alfatihaturrohmah Alfiyanto, Afif Angga Fitriyono Asry, Sari Angan Astuti, Dessita Maharani Ayu P, Dhayinta Bening Binti Ni’matul Muthoharoh Dewi Retno Suminar Dewi Wulandari Dewi, Anis Kumala Dewi, Mariza Mustika Dewitasari, Rofi'ati Shefia Dias Putri Yuniar Dinda Rizki Tiara Disman, Disman Dwi Ana Pertiwi Dwi Nurhayati Adhani, Dwi Nurhayati Dyah Ayu Wulandari Evi Dwi Novita Sari Fa’idah, Mutimmatul Fadiyah, Salamatun Nisrinal Firman Noor Hasan Fransiska, Nabila Yuniar Hani, Umi Hastuti, Widorini Dwi Hayati, Radiatul Hermeksi Rahayu Hidayah, Alimatul Hidayati, Sri Nur Hikmatul Ulya, Fitria Iin Khoirotul Masruroh Inderajati, Aal Isnawati, Titik Jannatul Firdausiyah Latif, Muhammad Abdul Lili Adi Wibowo Listiani, Dwi Mabruroh, Faizatul Maftuchah Maftuchah Marzuqoh, Nur Laili Medika Risnasari Melyana Nurul Widyawati Muhammad Busyro Karim Muhammad Busyro Karim, Muhammad Busyro Muhammad Hilman Fatoni Mujahidah, Sa'adah Mujahidah, Sa’adah Muna, Muktafia Faidlul Munafiah, Durrotun Munafiah, Durrotun N Nuriman Natasha, Nayla Nawangsari, Nur Aini Fardana Nina Nariyono Nisa, Titin Faridatun Nofiana Munaila Nono Hery Yoenanto Novita Sari Nurhayati, Siti Jaemi Oktavianingsih, Eka Panca Wahyuningsih Prihati, Yuni Prita Dellia Purnamaningsih, Ine Rahayu Ratih Hurriyati Ratna Nila Puspitasari Resmiyati, Atik Rini, S Risky, Februarina Rizqitha, Rizqitha Ruth Natalia Susanti Sa'idatur, Dhevi Salsabila, Khansa Naila Hana Satimah, Satimah Sa’adah Mujahidah Siti Fadjryana Fitroh Slamet Santoso SRI FATMAWATI Sri Mulyani Suci Rahmawati, Dewi Suhud, Hargokendar Sulistiyowati, Dwi Susilawati, Susilawati Susiyati Susiyati Syukri, Rahmadi Tias, Awit Rismaening Tri Arief Sardjono Vision, Najiha's Vitrotul Umroh Vitrotul Umroh, Vitrotul Windari, Windari Wiwit Widiawati Widiawati Yenik Retnowati Yulias Wulani Fajar Yunlistiyana, Erlyta Bilgis