Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Edukasi Pengendalian Vektor Aedes aegypti dan Pelatihan Pembuatan Kompos Sederhana di SD Genta Saraswati, Gianyar Sintya, Erly; Agung Aryastuti, Anak Agung Sri; Maha Putra, I Nyoman Gede
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v8i1.5037

Abstract

Background: Dengue fever remains a major public health concern in Gianyar Regency, Bali, with rising incidence strongly associated with Aedes aegypti as the primary vector. School environments are critical settings for early prevention due to children’s vulnerability and the presence of potential mosquito breeding sites. Integrating vector control education with environmental management is therefore essential to reduce dengue risk and promote sustainable behaviors.Objective: This program aimed to enhance knowledge and practical skills of students and teachers at Genta Saraswati Elementary School, Gianyar, regarding Aedes aegypti vector control and organic waste management through composting and vermicomposting.Method: The Community Partnership Program (PKM) was implemented through interactive education on Aedes aegypti biology, dengue prevention, identification of breeding sites, and hands-on composting and vermicomposting training using a Montessori-based experiential learning approach. Program effectiveness was assessed using pre- and post-tests.Result: Participants’ knowledge increased significantly, with post-test scores exceeding 70%. Simple composting and vermicomposting facilities were successfully established and utilized as learning media.Conclusion: Integrated vector control education and composting training effectively improved health awareness and environmental responsibility in a school-based setting. Keywords: Dengue prevention; vector control; composting; 
Merancang Dengan Pertimbangan Perspektif Masyarakat Pengguna Studi Kasus Perencanaan Masterplan Pura Bukit Amerta Desa Karangdoro Kabupaten Banyuwangi I Nyoman Gede Maha Putra; Ni Wayan Nurwarsih; Ni Made Widya Pratiwi
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 6 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.6.2.1019.60-65

Abstract

This study takes the theme of building temples that have local cultural identity and identity - a strong place to support the psychological well-being of the pengempon and penyungsung Pura Amertha Jati communities. A group of people in Kedungdoro Village are working to consolidate their local beliefs which are believed to increase the level of their psychological well-being. To support this, the community group intends to create a built environment that is able to support its goals. Independent efforts have been made. Information dissemination activities were conducted to obtain feedback that will be used to make improvements and improvements. From the FGD activities, a deepening of the material will be conducted where the proponents and also the penyungsung Pura Bukit Amertha community can carry out a two-way dialogue that will support the 'joint learning' process to obtain optimal. This method of socialization is divided into two, namely through exposure which is done by making verbal and non-verbal presentations. Verbal presentations are carried out in the presence of the surrounding community which is the penyungsung Pura Bukit Amertha. Non-verbal presentations are carried out by printing a complete master plan with the calculation of the budget plan and fund collection strategy Penelitian ini mengambil tema pembangunan pura yang memiliki jati diri budaya lokal dan identitas-tempat yang kuat guna mendukung kesejahteraan psikologis masyarakat pengempon dan penyungsung Pura Amertha Jati. Sekelompok masyarakat di Desa Kedungdoro sedang berupaya untuk mengonsolidasi kepercayaan lokalnya yang dipercaya akan meningkatkan tingkat kesejahteraan psikisnya. Guna mendukung hal tersebut, kelompok masyarakat tersebut bermaksud untuk menciptakan lingkungan binaan yang mampu mendukung cita-citanya. Upaya-upaya mandiri sudah dilakukan. Kegiatan sosialisasi hasil pengabdian dilakukan untuk mendapatkan umpan balik yang akan diapakai untuk melakukan perbaikan serta penyempurnaan. Dari kegiatan FGD akan dilakukan pendalaman materi dimana pengusul dan juga masyarakat penyungsung Pura Bukit Amertha bisa melakukan dialog dua arah yang akan mendukung proses ‘belajar bersama’ sehingga diperoleh manfaat optimal. Metode sosialisasi ini dibagi dua, yakni melalui pemaparan yang dilakukan dengan cara melakukan presentasi verbal dan non-verbal. Presentasi verbal dilakukan di hadapan masyarakat sekitar yang merupakan penyungsung Pura Bukit Amertha. Presentasi non-verbal dilakukan dengan mencetak masterplan lengkap dengan perhitungan rencana anggaran biaya serta strategi penghimpunan dananya
Perencanaan Dan Perancangan Denpasar Holticulture Vertical Farming, Bali I Made Bramastya Utama; I Nyoman Gede Maha Putra; Agus Kurniawan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 2 (2021): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently, agricultural land in Bali is declining. The western part of Denpasar City is a city with the most densely populated areas and the least agricultural land at present, so it has not been able to meet the food needs of its residents. Therefore, it is necessary to plan vertical agricultural facilities where the vertical method is to save land use. As well as the need to support facilities in the field of economics and education in the form of farmers markets, restaurants and treaning areas. Located at the intersection of Jalan Mahendradatta – Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar Barat. By applying the basic concept of sustainable space for agricultural activities and green architectural design themes implemented in the design. By determining the scope of the facility, the community, activities in it, will produce zoning placement, entrance design, mass patterns and shapes appropriate to the needs, efficient flow and circulation design, building facade planning in accordance with the design theme, use of structures appropriate, interior space elements in accordance with the basic concept, outdoor space elements that support the function, and utility systems that are appropriate and required in accordance with the functions and needs of each facility in Denpasar Horticulture Vertical Farming. Considering this, it will produce a design that is right on target.
Perencanaan Dan Perancangan Sekolah Luar Biasa (SLB) Di Kabupaten Buleleng, Bali. Dewa Nyoman Ray Indra Prayoga; I Nyoman Gede Maha Putra; Made Suryanatha Prabawa
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 2 (2021): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyandang Disabilitas di Kabupaten Buleleng saat ini menempati kedudukan tertinggi diantara kabupaten lainnya yang ada di Bali, tetapi masih banyak penyandang disabilitas di kabupaten buleleng yang masih terlantar dan tidak mengenyam pendidikan, padahal penyandang disabilitas juga memiliki hak yang sama dengan orang normal untuk dapat mengenyam pendidikan yang layak untuk keberlangsungan hidupnya nanti, maka dari itu dibutuhkan wadah atau tempat yang layak untuk mewadahi penyandang disabilitas yang belum mengenyam pendidikan di Kabupaten Buleleng dengan mengusulkan Perencanaan dan Perancangan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Buleleng, Bali. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode studi literatur dengan melakukan browsing internet dan jurnal terkait dengan penelitian, Observasi lapangan dengan pengamatan langsung ke lokasi perencanaan dan metode survei dengan mengunjungi pihak terkait untuk mendapatkan data-data yang kuat. Konsep yang diterapkan yaitu Support Creativity yang mendukung kreativitas yang dimiliki oleh masing-masing individu, dengan tema Arsitektur Modern yang menciptakan kesederhanaan dalam sebuah desain agar pengguna dapat dengan mudah menggunakan fasilitas yang ada pada perencanan ini karena pengguna dari bangunan ini merupakan penyandang disabilitas yang merupakan individu yang memiliki kekurangan sehingga dalam perencanaan ini akan memberikan kelebihan dari setiap fasilitas yang disediakan didalamnya.
Model Rancang Bangun Co-working Space dan Creative Room yang Respon Terhadap Covid-19 di Sanur, Denpasar, Bali I Putu Panji Prabawantha; I Wayan Parwata; I Nyoman Gede Maha Putra
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 1 (2021): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.9.1.3486.114-122

Abstract

Denpasar memiliki jumlah kepadatan penduduk tertinggi di Provinsi Bali, Pertumbuhan penduduk yang meningkat mengakibatkan peningkatan drastis terjadi pada sektor pekerjaan, kurangnya penyerapan tenaga kerja akibat rendahnya kemampuan dan adanya WFH (work from home) akibat pandemi Covid-19, sehingga Sebagian pekerja kesulitan untuk mengerjakan pekerjaan kantor. Maka perlu di rencanakan fasilitas Ruang kerja bersama atau yang lebih di sebut dengan Co-Working dengan fasilitas Creative Room dimana metode bekerja dengan orang-orang lain dari perusahaan/organisasi yang berbeda di satu tempat dan lndustri Kreatif dapat bersinergi bangkit dalam keadaan seperti ini. Berlokasi di Jalan Danau TambIingan,Sanur,Bali Metode secara umum perancangan Co-working space dengan fasilitas Creative Room dengan Konsep Collaborative menggunakan metode deskriptif kualitatif dan programatik untuk menjelaskan permasalahan serta memaparkan kondisi eksisting serta diidentifikasi sesuai dengan teori dan standard yang pernah digunakan. Dengan penentuan Civitas,aktifitas,dan fasilitas dari hal tersebut menghasilkan lingkup zoning, desain sirkulasi,entrance dan bentuk pola massa yang tepat sesuai dengan kebutuhan, pendekatan ruang dalam yang sesuai dengan tema dan konsep dasar begitu juga dengan fasade bangunan, elemen ruang luar dengan persyaratan dari setiap fasilitas di dalam Co-working space dan Creative room ini. Maka dari itu dari beberapa pertimbangan menghasilkan desain yang tepat dan sesuai dengan fungsinya.
Potensi Pengembangan Co-housing Sebagai Tipologi Hunian Masyarakat Milenial Dengan Strategi Pendekatan Arsitektur Tumbuh Di Kota Denpasar I Putu Bratha Ariyuda; I Nyoman Gede Maha Putra; Ni Wayan Meidayanti Mustika
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 1 (2021): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.9.1.3492.76-84

Abstract

Generasi milenial merupakan generasi dengan jumlah populasi terbanyak di Indonesia saat ini serta pertumbuhannya yang terus berkembang, sehingga keperluan mengenai tempat tinggal yang layak huni menjadi hal penting bagi mereka. Namun, belakangan ini generasi milenial diisukan sulit untuk memiliki rumah sendiri. Studi ini membahas mengenai potensi co-housing sebagai tipologi hunian yang dapat membantu generasi milenial untuk bisa mempunyai rumah sendiri. Penelitian ini berupaya untuk menyusun Co-housing sebagai tipologi hunian dengan menyesuaikan kondisi finansial masyarakat milenial, mulai dari penerapan material bangunan yang terjangkau, rencana pembiayaan secara komunitas, dan penerapan ruang bersama bagi komunitas. Usulan ini pun diimbangi dengan strategi berupa pendekatan arsitektur tumbuh sebagai solusi merencanakan ruang secara bertahap yang sesuai kebutuhan, baik dari sisi finansial maupun segi pekerjaan dari masing – masing pengguna. Hasil penelitian menunjukan, dengan diterapkanya strategi berupa penerapan material bangunan terjangkau, perencanaan ruang secara bertahap, serta ruang yang dapat digunakan secara bersama membantu generasi milenial untuk dapat mempunyai rumah sendiri secara bertahap sesuai kondisi finansialnya.
Kriteria Perancangan Pusat Pengembangan Dan Pelatihan Kaum Difabel Berbasis Empowerment Di Denpasar I Gede Wahyu Laksmana Krishna Deyan Putra; I Nyoman Gede Maha Putra; Ida Bagus Gede Parama Putra
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 1 (2021): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.9.1.3540.85-94

Abstract

Di kota Denpasar, Bali Banyak Kaum difabel yang tidak dapat Bekerja akibat dari banyaknya Tenaga kerja yang memiliki kekurangan Fisik (Difabel) ditolak dari perusahaan swasta maupun Negri. Dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997, dengan tegas dinyatakan bahwa penyandang cacat berhak mempunyai kesamaan kedudukan, hak dan kewajiban dalam berperan dan berintegrasi secara total sesuai dengan kemampuannya. Menurut Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga kerja pada tahun 2014 Jumlah Penyandang Disabilitas yang tidak bekerja sebesar 1.5000.000 dan hasil data dari Departemen Sosial RI Tahun 2008 Penyandang disabilitas yang tidak bekerja tercatat sebesar 74,4% dan penyandang disabilitas yang memiliki pekerjaan sebesar 25,6%. Perencanaan dan Perancangan Pusat Pengembangan dan Pelatihan bagi kaum disabilitas merupakan gagasan utama untuk sarana yang mewadahi kaum disabilitas dengan seluruh kegiatan yang berguna dalam peningkatan kemampuan dan keterampilan serta dapat didedikasikan untuk meningkatkan kualitas hidup kaum disabilitas. Adapun Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yaitu penelitian mengenai riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis.
Menghidupkan Kembali Pelabuhan Penyeberangan Danau Batur Menjadi Tempat Wisata Di Kintamani Bali I Kadek Agus Berliana Arbi; I Nyoman Gede Maha Putra; I Wayan Widanan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 2 (2021): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reviving the Lake Batur Crossing Port to Become a Tourist Place in Kintamani Bali is a redesign of the Kedisan Port facilities due to unorganized port conditions, minimal facilities, decreased visitors, underutilized natural potential of Lake Batur and other architectural problems that have resulted in the port not being interested in being visited. a decrease in the income of the community around the port. This design focuses on designing a ferry port with tourism and recreation which has several new facilities such as a restaurant, coffee shop, bar, public space, and recreation to play in the lake with natural potential and the beauty of the lake and Mount Batur which will revive the port area which has only been known so far. as a crossing only. With the concept of Port And Lake Tourism, which is an amalgamation of the port's function as a crossing transportation facility and a new port atmosphere with natural and culinary tourism, not only for ferry tourists but for local people and local tourists. With the application of neo vernacular architecture which has a spirit of innovation and tradition so that it can present new ideas with traditional values in it with a more modern and open architectural design that is close to nature so that visitors will feel at home for a long time in this port so that this can indirectly be achieved. increase the income of the surrounding community.
Kriteria Desain Pusat Penelitian Dan Pameran Agrikultur Di, Petang, Badung, Bali Nyoman Maha Artha; I Nyoman Gede Maha Putra; I Gede Surya Darmawan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 1 (2021): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.9.1.3579.66-75

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kriteria desain dalam perancangan pusat penelitian dan pameran agrikultur yang dapat memberikan sebuah inovasi dan mendorong sektor agrikultur menjadi lebih maju dan berkembang. Penelitian dilakukan di daerah kecamatan Petang, kabupaten Badung, yang mana merupakan daerah pertanian di Bali dengan upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan.serta kurangnya daya tarik terhadap sektor agrikultur didorong oleh permasalahan yang dihadapi petani dan kurangnya pengembangan di dunia agrikultur. Dengan melakukan studi literatur dari berbagai sumber termasuk studi banding dengan fasilitas yang sudah ada di dalam maupun di luar negeri. Sehingga didapatkan hasil berupa spesifikasi ruang dan pengguna serta aktivitas yang akan dilakukan di dalam kawasan ini, dan juga bagaimana skema yang dirancang pada fasilitas ini baik dari segi arsitektur maupun keterkaitan nya dengan lingkungan dan sektor agrikultur itu sendiri yang mengimplementasikan arsitektur yang eksperimental dan menarik serta eksibisi dalam sektor pertanian untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebuah pusat penelitian dan pameran agrikultur yang dirancang dengan kriteria desain yang baik akan melahirkan sebuah inovasi baru yang secara eksperimental akan mampu menyelesaikan permasalahan di dalam sektor agrikultur terutama di daerah Bali.
Perencanaan dan Perancangan Eco Lakeside Glamping (Glamour Camping) di Kecamatan Kintamani, Bangli Kadek Putra Mahendra; I Nyoman Gede Maha Putra; A. A. Gede Raka Gunawarman
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 2 (2021): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of Glamping accommodation into one type of creative tourist accommodation and has become a trend in recent years. Glamping is created from the saturation of tourist accommodation with the desire to experience the outdoors or camping by paying attention to user comfort and the necessary facilities without losing the meaning of camping itself. owned by Kintamani. The increase in tourist accommodation in Bali, especially Kintamani every year is balanced with environmental destruction, so Glamping accommodation is the right choice. Besides that, with the potential that Kintamani has with natural beauty that is in great demand, one of which is Lake Batur itself which is in Kintamani able to provide added value to enjoy glamping accommodation, but in its design later the cold climate and existing topography are important points that must be considered.
Co-Authors Agung Aryastuti, Anak Agung Sri Agus Kurniawan Anak Agung Gede Raka Gunawarman Arga, Made Natha Sukma Arthana, I Nyoman Nuri Cahyawati, Putu Nita Cokorda Istri Arina Cipta Utari Dewa Nyoman Ray Indra Prayoga Dewi, Ni Wayan Erly Sintya Gede Andika Pramana Putra Gede Semara Arta Arta Hartawan, I Putu I Gede Komang Wahyu Ari Trisna I Gede Surya Darmawan I Gede Wahyu Laksmana Krishna Deyan Putra I Gede Yusa Prayoga I Gusti Agung Putu Eryani I Gusti Ayu Sri Utari Dewi Dewi I Gusti Bagus Ananda Kusuma I Kadek Agus Berliana Arbi I Ketut Darma I Ketut Widnyana I Komang Gelda Manika Aprizio I Komang Gelda Manika Aprizio Arsitektur I Komang Winata Tri Aditya I Made Agus Brastama Andhiriksa I Made Bramastya Utama I Nengah Kresna Dana I Nyoman Patra I Nyoman Warnata I Putu Andre Yogi Prasetya I Putu Bratha Ariyuda I Putu Hartawan I Putu Hartawan I Putu Panji Prabawantha I Wayan Parwata I Wayan Widanan Ida Bagus Gede Parama Putra Ida Bagus Gede Parama Putra Ida Bagus Swaputra Kadek Putra Mahendra Kadek Putra Mahendra Kadek Putra Santika Narayana Komang Adi Kurniawan Saputra Kusuma, I Gusti Bagus Ananda Linggasani, Made Anggita Wahyudi Made Gede Adi Upadana Arsitektur Made Natha Sukma Arga Made Suryanatha Prabawa Narayana, Kadek Putra Santika Ni Gst. Ag. Gde Eka Martiningsih Ni Made Widya Pratiwi Ni Putu Cahaya Suksema Dewi Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri Ni Wayan Meidayanti Mustika Nurwarsih, Ni Wayan Nurwarsih, Ni Wayan Nyoman Maha Artha Parama Putra, Ida Bagus Gede Prabandari, Nyoman Prabawa, Made Suryanatha Putu Lina Prawisti Rahadiani, Anak Agung Sagung Dewi Ramadhani Estu Segara Aji Regan Otto Citra Rini, I Gusti Ayu Intan Saputra Ronald Kogoya Sidhi, I Gede Mas Giri Hari Purnama Sintya, Erly Suksema Dewi, Ni Putu Cahaya Triadi, I Komang Arya Wicaksana, Gde Bagus Andhika Wiguna, Made Mas Surya Wijaya, I Kadek Merta Wijaya, I Kadek Merta