Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS LOKASI RAWAN BENCANA KEKERINGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN BLORA TAHUN 2017 DONY AGIL PRASETYO; Andri Suprayogi; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.21 KB)

Abstract

Kabupaten Blora merupakan satu  dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Terletak di ujung timur Jawa Tengah dan berbatasan dengan provinsi Jawa Timur. Kabupaten Blora berada pada ketinggian 96-280 mdpl dan dilewati gugusan pegunungan Kendeng Utara yang merupakan pegunungan kapur sehingga kondisi tanah gersang dan tandus. Oleh karena itu hampir setiap tahun pada musim kemarau sebagian besar wilayah Kabupaten Blora mengalami kekeringan. SIG (Sistem Informasi Geografis) merupakan metode yang tepat dalam menyajikan aspek spasial (keruangan). Sistem informasi geografis mempunyai manfaat yang dapat digunakan untuk mengetahui persebaran kekeringan dan tingkat kekeringan di Kabupaten Blora. Pada penelitian ini mempertimbangkan lima parameter untuk mendukung dalam analisis lokasi rawan bencana kekeringan, adapun kelima parameter tersebut antara lain penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan, jarak terhadap sungai. Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk menunjukan bobot masing-masing parameter dan dianalisis menggunakan software arcGIS untuk menghasilkan data dalam bentuk spasial sehingga menghasilkan sebuah  analisis lokasi rawan bencana kekeringan.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah peta persebaran kekeringan dan tingkat kekeringan di Kabupaten Blora. Tingkat kekeringan di Kabupaten Blora dibagi menjadi lima kelas, yaitu kekeringan sangat berat sebesar 25.50%, kekeringan berat sebesar 20.11%, kekeringan sedang sebesar 32.78%, kekeringan ringan sebesar 17.56% dan kekeringan sangat ringan sebesar 4.06%. Kecamatan yang memiliki wilayah kekeringan berat paling luas adalah Kecamatan Kunduran dengan luas 10266.299 ha, sedangkan Kecamatan yang memiliki wilayah kekeringan berat paling sempit adalah kecamatan Bogorejo dengan luas 615.474 ha. Tingkat resiko kekeringan di Kabupaten Blora cukup tinggi terjadi pada bulan April sampai dengan September pada tahun 2017.
ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BANJIR DI KABUPATEN SAMPANG MENGGUNAKAN METODE OVERLAY DENGAN SCORING BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Kurnia Darmawan; Hani’ah Hani’ah; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.419 KB)

Abstract

ABSTRAK Sampang merupakan salah satu kabupaten di Pulau Madura yang menjadi langganan banjir ketika musim penghujan. Selain faktor curah hujan yang tinggi, beberapa faktor lain seperti kemiringan lereng dan ketinggian lahan, jenis tanah dan penggunaan lahan serta kerapatan sungai digunakan sebagai parameter pada penelitian tingkat kerawanan banjir.Penelitian ini menggunakan metode overlay dengan scoring antara parameter-parameter yang ada, dimana setiap parameter dilakukan proses scoring dengan pemberian bobot dan nilai yang sesuai dengan pengklasifikasiannya masing-masing yang kemudian dilakukan overlay menggunakan software ArcGIS 10.2.1. Penggunaan software ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat menjelaskan dan mempresentasikan objek daerah rawan banjir dalam bentuk digital.Hasil yang diperoleh berupa peta rawan banjir dimana lokasi yang sangat rawan tersebar di hampir seluruh bagian selatan dengan rincian 359.266 km2 (29.3%) berkategori sangat rawan, 803.250 km2 (65.52%) cukup rawan, dan 63.497 km2 (5.18%) tidak rawan. Sementara itu, kemiringan lereng menjadi faktor utama penyebab terjadinya banjir. Selain memiliki bobot yang besar, sebaran kemiringan 0-8% di hampir seluruh wilayah bagian selatan mempunyai kategori sangat rawan akan bencana banjir. Hal ini disebabkan oleh wilayah yang cenderung datar dan rendah sehingga berpotensi menjadi tampungan air ketika hujan yang mengakibatkan terjadi banjir. Kata Kunci : Banjir, Kabupaten Sampang, Overlay, Scoring, Sistem Informasi Geografis ABSTRACT Sampang is one of regency in Madura which always flood when rain. Beside the rainfall was too high, other factors likes slope and elevation of land, soil type and land use, and the last is density of river used as a parameter to study the vulnerability of flood.This research used overlay method with scoring between the existing parameters, each parameters is done by assigning weights scoring process and the value associated with each classification then be overlaid using ArcGIS software 10.2.1. This software use Geographic Information Systems (GIS) to explain and present the object of flood-prone areas in digital form.The results is a map of flood-prone areas that spread throughout the southern part with details of 359.266 km2 (29.3%) which very vulnerable category, 803.250 km2 (65.52%) was quite vulnerable, and 63.497 km2 (5.18%) was not vulnerable. Beside that, slope is the main factor causing flood. In addition to larger given weight, slope with 0-8% were spread in most part of southern region wich has extreme prone category to floods. This situation caused by region tend to be flat and low that it could potentially be a bin of water when it rains so that it can make flood. Keywords: Flood, Geographic Information System, Overlay, Sampang Regency, Scoring.
ANALISIS DISTRIBUSI TOTAL SUSPENDED SOLID DAN KANDUNGAN KLOROFIL-A PERAIRAN BANJIR KANAL BARAT SEMARANG MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 dan SENTINEL-2A Humaira Qanita; Sawitri Subiyanto; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.104 KB)

Abstract

Data penginderaan jauh dapat memudahkan dalam penelitian terkait perairan serta pengambilan keputusan maupun pemantauan kondisi perairan dari waktu ke waktu secara efektif. Teknik penginderaan jauh telah digunakan secara luas untuk mengukur parameter kualitatif perairan. Konsentrasi dari klorofil-a dan kandungan total suspended solids merupakan beberapa indikator dalam parameter kualitas air yang dapat diperoleh menggunakan data penginderaan jauh. Pada penelitian ini data citra satelit Landsat 8 OLI dan Sentinel-2A MSI digunakan untuk menentukan konsentrasi klorofil-a dan kandungan total suspended solids di Perairan Banjir Kanal Barat Semarang. Data citra satelit Landsat 8 dan Sentinel-2A kemudian diproses menggunakan beberapa algoritma penentu konsentrasi klorofil-a dan kandungan total suspended solids yang selanjutnya dibandingkan dengan data in-situ perairan. Pengambilan sampel air secara langsung di Banjir Kanal Barat Semarang dilakukan pada tanggal 10 September 2018 yang bertepatan dengan akuisisi data citra Landsat 8 dan selisih kurang dari 48 jam dengan data Sentinel-2A. Sampel yang telah diambil kemudian melalui proses uji laboratorium untuk selanjutnya menjadi parameter penentu algoritma terbaik untuk proses pemetaan distribusi total suspended solids dan kandungan klorofil-a Perairan Banjir Kanal Semarang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dalam rentang enam bulan distribusi total suspended solids di Perairan Banjir Kanal Barat didominasi kelas memenuhi baku mutu/kondisi baik (0-1 mg/L) sebesar 42,78 % dan kelas terendah yaitu tercemar sedang (5-10 mg/L) sebesar 12,5%. Sedangkan untuk konsentrasi klorofil-a didominasi status hipereutrof (15-200 mg/m3) 30,7% dan status terendah adalah mesotrof (2-5 mg/m3) 17,1%.
ANALISIS AKURASI PEMODELAN 3D MENGGUNAKAN METODE CLOSE RANGE PHOTOGRAMMETRY (CRP), UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) DAN TERRESTRIAL LASER SCANNER (TLS) Bernard Ray Barus; Yudo Prasetyo; Hani'ah hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.576 KB)

Abstract

ABSTRAKPatung Diponegoro merupakan salah satu ikon penting yang berada di kawasan kampus Universitas Diponegoro. Karena patung yang baru berada didaerah Widya Puraya. Oleh karena itu banyak orang yang mengunjungi patung tersebut. Patung Diponegoro juga mengalami pengikisan oleh alam (angin, air hujan, dan lain-lain). Maka dari itu, dibutuhkan upaya pelestarian patung Diponegoro tersebut agar tidak rusak dan hilang keberadaannya oleh zaman.Pada penelitian kali ini, akan menggunakan tiga alat yang akan diuji ketelitiannya terhadap patung Diponegoro yaitu kamera non metrik, Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan Terrestrial Laser Scanner (TLS). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Close Range Photogrametry dengan membandingkan hasil visualisasi model dan menguji ketelitian model tiga dimensi dengan perbandingan jarak hasil ukur lapangan Total Station. Dari hasil visualisasi dan ketelitian model tiga dimensi akan didapatkan hasil mana yang lebih baik antara kamera non metrik, UAV maupun TLS.Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa TLS  memiliki tingkat ketelitian geometrik yang lebih tinggi dibandingkan dengan kamera non metrik dan UAV. Hal ini ditunjukkan dengan hasil tingkat ketelitian akurasi pada TLS sebesar 0,0067 ±0,0087 meter untuk Patung Pangeran Diponegoro. Sedangkan pada kamera non metrikdidapatkan hasil tingkat ketelitianyang lebih rendah yaitu sebesar 0,1615 ±0,0593 meter pada Patung Pangeran Diponegoro. Sementara itu Pada UAV didapatkan tingkat ketelitian yang cukup baik dibandingkan dengan kamera yaitu sebesar 0,0162±0,0133 meter. Berdasarkan hasil visualisasi model tiga dimensi antara kamera, UAV dan TLS didapatkan hasil bahwa UAV dan TLS menghasilkan model yang lebih baik dibandingkan dengan model tiga dimensi yang dihasilkan oleh kamera non metrik.Dengan hasil analisis pada penelitian ini diharapkan hasil pemodelan 3D dengan kamera dan UAV dapat digunakan sebagai upaya pelestarian patung Diponegoro.
PENENTUAN PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH BERDASARKAN HARGA PASAR UNTUK PENINGKATAN NJOP DI KECAMATAN ARGOMULYO KOTA SALATIGA Rizky Silvandie; Sawitri Subiyanto; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.609 KB)

Abstract

AbstrakNJOP merupakan acuan untuk penentuan nilai dari suatu objek pajak yang dimiliki seseorang. Sehingga perlu dilakukan penelitian apakan nilai yang tertera sesuai dengan harga pasar atau tidak. Karena akan berpengaruh terhadap pendapatan daerah yang bersangkutan.  Kecamatan Argomulyo merupakan salah satu Kecamatan yang berada di Kota Salatiga yang memiliki luas 1.852.690 Ha dengan 6 kelurahan. Bervariasinya penggunaan lahan di Kecamatan Argomulyo ini membuat pengawasan akan pembayaran Pajak Bumi Bangunan harus lebih diperhatikan terutama  banyaknya Industri besar yang berada dalam wilayah ini. Zona Nilai Tanah (ZNT) merupakan area yang menggambarkan nilai tanah yang relatif sama. ZNT digunakan sebagai acuan penarikan pajak salah satunya untuk penarikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)            Penelitian ini awalnya dilakukan pembuatan zona untuk menentukan titik sampel yang akan dicari. Kemudian membuat peta zona nilai tanah berdasarkan Nilai Indeks Rata-rata dan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) Kecamatan Argomulyo. Setelah  Langkah selanjutnya membandingkan perbedaan antara kedua peta tersebut apabila digunakan sebagai acuan penarikan PBB. Dalam pelaksanaanya penelitian ini menggunakan software Microsoft Office 2013 dan ArcGIS 10.0.Hasil Penelitian menunjukan terdapat 93 zona untuk peta ZNT NIR dan NJOP. Sedangkan dari analisis pajak  menunjukkan bahwa perbedaan pemungutan pajak saat menggunakan nilai NIR dan NJOP cukup jauh berbeda. Dan kenaikan pemungutan pajak PBB mengalami kenaikan sebesar 5922,35% dari data NJOP ke data NIR.Kata Kunci : Pajak Bumi Bangunan (PBB), Zona Nilai Tanah (ZNT), Nilai Indeks Rata-rata (NIR), Nilai Jual Obejek Pajak (NJOP) ABSTRACTNJOP is a reference for determining the value of an object of one's own taxes. So it is necessary to study whether the value stated in accordance with the market price or not. Because it will affect the income of the region concerned. Argomulyo subdistrict is one of the sub-district located in Salatiga which has an area of 1.85269 million hectares with 6 wards. The variation of terrain using in Argomulyo makes the controlling of PBB (Building and Land Tax) payment should be gave more intensive attention especially for the industrial area. Zona Nilai Tanah (ZNT) is an area which shows the relatively similar value of the terrain. ZNT is being used as a determining reference of PBB (Building and Land Tax).This study begins with zone making to determine sample point which would be answer. After that we make ZNT map based on Average Index Value (NIR) and Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) of Argomulyo sub-district. Then, we compare the difference of both maps as if we used it as PBB determination based. Microsoft Office 2013 and ArcGIS 10.0 are used on executing the data and result.The result showed there are 93 zones for ZNT, NIR, and NJOP maps. Whereas the tax analysis showed that there is a significant difference between NIR and NJOP tax determination based. And tax value will rise of 5,299.35% from NJOP data to NIR data.Keywords: building and land tax (PBB), zona nilai tanah (ZNT), average index value (NIR), nilai jual obyek pajak (NJOP).
ANALISIS SEA LEVEL RISE DAN PENENTUAN KOMPONEN PASUT DENGAN MENGGUNAKAN DATA SATELIT ALTIMETRI JASON-2 TAHUN 2011-2014 (Studi Kasus : Perairan Sumatera Bagian Timur) Andri Yanto Parulian Tamba; Bandi Sasmito; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.216 KB)

Abstract

ABSTRAK                Pemanasan global merupakan faktor penyebab kenaikan permukaan air laut. Dalam kurun waktu lama mengakibatkan peningkatan abrasi pantai, erosi garis pantai, penggenangan suatu wilayah daratan dan bisa menenggelamkan pulau-pulau kecil serta meningkatnya intensitas dan frekuensi banjir. Pada Perairan Sumatera bagian Timur yang merupakan jalur pelayaran diperlukan data kenaikan muka laut untuk keamanan jalur laut.                Pada penelitian ini menggunakan data hasil pengamatan satelit altimetri Jason-2 periode 2011-2014 di tiga titik pengamatan, yaitu : Perairan Banda Aceh, Perairan Belawan dan Perairan Lampung.Interpolasi data satelit menggunakan metode pembobotan invers jarak dengan menggunakan perangkat lunak matlab. Penelitian ini menggunakan analisis trend linier dan analisis harmonik untuk mengetahui nilai kenaikan permukaan laut dan nilai komponen pasang surut air laut pada Perairan Sumatera bagian Timur.                Pada pengamatan Satelit Altimetri Jason-2 periode 2011-2014 menunjukkan adanya fenomena sea level rise pada Perairan Sumatera bagian Timur dengan rata-rata nilai kenaikan sebesar +15,4605 mm/tahun. Dengan kenaikan tertinggi berada di perairan Banda Aceh dengan nilai +23,5588mm/tahun dan terendah +7,3621 mm/tahun berada pada dua titik yaitu perairan Belawan dan perairan Lampung. Komponen pasang surut pada Perairan Sumatera bagian Timur dengan pengamatan Satelit Altimetri Jason-2 selama tahun 2011-2014 menghasilkan nilai amplitudo N2 rata-rata sebesar 0,0529 m, nilai amplitudo M2 rata-rata sebesar 0,3215 m, nilai amplitudo S2 rata-rata sebesar 0,1835 m, nilai amplitudo K2 rata-rata sebesar 0,1006 m, nilai amplitudo O1 rata-rata sebesar 0,066 m, nilai amplitudo P1 rata-rata sebesar 0,10504 m, nilai amplitudo K1 rata-rata sebesar 0,0174 m, nilai amplitudo M4 rata-rata sebesar 0,0507 m, nilai amplitudo MS4 rata-rata sebesar 0,1627 m,dan nilai elevasi HHWL rata-rata sebesar 1,1169 m,  nilai elevasi MHWL rata-rata sebesar 0,7037 m, nilai elevasi rata-rata MSL sebesar 0,0916 m, nilai elevasi rata-rata MLWL sebesar -0,5206 m, nilai elevasi CDL rata-rata sebesar -0,7118 m, nilai elevasi LLWL rata-rata sebesar -0,9337 m.Kata Kunci : laut,kenaikan muka laut, pasang surut, satelit altimetri ABSTRACT                Global warming is a factor contributing to sea level rise. In the period of time resulting in increased coastal erosion, shoreline erosion, sinking of coastal areas  and can submerge small islands and the increased intensity and frequency of floods. On the Eastern part of Sumatera Island Ocean is a cruise line to sea level rise data are necessary for the security of the sea lanes.                This research use sea surface observational data using the altimetry satellite Jason-2 2011-2014 at three observation points, namely: Banda Aceh Ocean, Belawan Ocean and Lampung Ocean. Interpolation satellite data using the inverse distance weighting method using matlab software. This study uses a linear trend analysis and harmonic analysis to determine the value of sea-level rise and the value component of the tide in the waters of eastern Sumatra.                Sea surface observations using Jason-2 altimetry satellites data in the 2011-2014 period showed the phenomenon of sea level rise on the eastern part of Sumatera Island Ocean with the average increase value by +15.4605 mm / year. The highest increase was in the Banda Aceh Ocean with the value + 23,5588mm / year and the lowest was +7.3621 mm / year at two points, namely Belawan Ocean and Lampung Ocean. The ocean tide components on  the Eastern part of Sumatra Island Ocean with observation satellites Jason-2 altimetry during 2011-2014 resulted in an average amplitude value N2 amounted to 0.0529 m, the average amplitude value M2 at 0.3215 m, the average amplitude value S2 at 0.1835 m, the average amplitude value K2 at 0.1006 m, the average amplitude value O1 at 0,066 m, the average amplitude value P1 at 0.10504 m, the average amplitude value K1 at 0.0174 m, the average amplitude value M4 at 0.0507 m, the average amplitude value MS4 at 0.1627 m, and the average HHWL elevation value at  1.1169 m, the average MHWL elevation value at 0,7037 m, the average MSL elevation value at 0.0916 m, the average MLWL elevation value at  -0.5206 m, the average CDL elevation value at -0.7118 m and the average LLWL elevation value at - 0.9337 m.Keyword : sea , sea level rise, ocean tide, altimetry satellite*) Penulis PenanggungJawab
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU BERDASARKAN PENDEKATAN KEBUTUHAN OKSIGEN DI KOTA PEKALONGAN DENGAN MENGGUNAKAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DANI PURBA; Sawitri Subiyanto; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.424 KB)

Abstract

RTH adalah area memanjang/jalur dan mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Fungsi hijau dalam ruang terbuka hijau (RTH) kota sebagai ‘paru-paru’ kota, merupakan salah satu aspek berlangsungnya fungsi daur ulang, antara gas karbondioksida (CO2) dan oksigen (O2). Selain itu, masih banyak fungsi RTH termasuk fungsi estetika seperti rekreasi publik, secara aktif maupun pasif. Pada penelitian ini menggunakan Citra Resolusi Tinggi dari Citra Quickbird tahun 2015, Citra Sentinel-2A tahun 2018,  Peta Tata Guna Lahan Kota Pekalongan, Peta Jaringan Jalan, dan Peta Jaringan Sungai Kota Pekalongan. Selain itu, data yang digunakan berupa data non spasial seperti data jumlah penduduk, jumlah ternak, dan kendaraan bermotor Kota Pekalongan. Metode yang digunakan adalah digitasi on screen pada citra quickbird tahun 2015 dan untuk updating dilakukan dengan Citra Sentinel-2A. Jenis RTH yang diteliti dalam penelitian ini adalah hutan kota, jalur hijau, lapangan,  pemakaman, sempadan pantai, sempadan rel kereta api, sempadan sungai, taman dan RTH Privat. Informasi yang ditampilkan dalam  Peta RTH ini yaitu 1:5000.  Kota Pekalongan memiliki 622,08 Ha (13,75%)  Ruang Terbuka Hijau yang terdiri atas 220,85 Ha (4,88%) RTH Publik dan 401,24 Ha (8,87%) RTH Privat. Selain itu, dalam penelitian ini juga melakukan kesesuaian dengan luasan dari peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan RTH di Kawasan Perkotaan dan didapatkan luasan RTH existing tidak memenuhi luasannya dengan peraturan tersebut. Bila dilihat dari kebutuhan oksigen, Kota Pekalongan memerlukan 690,95 Ha (15,3%) RTH dan RTH existing 622,08 (13,75%) Ha, perlu penambahan luasan RTH sebesar 68,87 Ha (1,52%) lagi agar terpenuhi RTH di Kota Pekalongan.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS JALUR KONDUSIF BERSEPEDA DI KOTA SEMARANG BERBASIS WEB Dian Triandini Nurcahyo; Arief Laila Nugraha; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.354 KB)

Abstract

ABSTRAK                 Bersepeda merupakan salah satu alternatif transportasi yang murah dan ramah lingkungan. Di Kota Semarang sendiri sudah tersedia jalur khusus untuk para pesepeda. Namun sayangnya informasi tersebut belum banyak diketahui orang. Dengan memanfaatkan sistem informasi geografis berbasis web atau yang biasa disebut WebGIS ini masyarakat dapat mengetahui jalur mana saja yang merupakan jalur bersepeda yang kondusif untuk melakukan kegiatan bersepeda tersebut sesuai dengan parameter yang telah ditentukan.Untuk mengklasifikasikan jalur kondusif bersepeda, diperlukan beberapa data seperti data ketinggian, peta jaringan jalan, data pengukuran GPS jalur sepeda, serta data kualitas udara ambien Kota Semarang. Seluruh data tersebut diolah dengan menggunakan pembobotan. Setelah itu baru didapatlah klasifikasi jalur kondusif bersepeda. Untuk informasi tambahan, pada peta ini juga diberikan data fasilitas umum seperti rumah sakit, SPBU, dan minimarket di sepanjang jalur bersepeda. Hasil dari klasifikasi tersebut disajikan dalam bentuk website. Untuk membuat website terlebih dahulu dibuat geodatabase guna menyimpan data-data. Selanjutnya dilakukan pendesainan web dan mulailah perancangan web tersebut. Baru setelah itu web tersebut dapat diupload sehingga bisa dilihat oleh semua orang.Hasil dari penelitian ini adalah sebuah website yang berisikan informasi-informasi mengenai aktivitas bersepeda serta Peta Jalur Kondusif Bersepeda Kota Semarang yang telah diintegrasikan dengan Google Maps API sehingga dapat dilihat oleh semua orang. Adapun alamat dari website tersebut adalah http://gis-bikersemarang.com. Setelah dilakukan pengujian usability terhadap web tersebut, didapatkan hasil untuk komponen efektivitas sebesar 82,22%, komponen efisiensi sebesar 85,83% dan komponen kepuasan sebesar 83,06% Kata Kunci : Google Maps API, WebGIS, Jalur Kondusif Bersepeda ABSTRACT                 Cycling is one of alternative transportation which is cheap and eco friendly. In Semarang itself there is already several bike lane available for cyclists. But unfortunately this information is not widely known. By utilizing a web-based geographic information systems or so-called WebGIS, society can know which paths are the bike lanes. They can tell which lanes are conducive to cycling activities in accordance with predetermined parameters.To classify conducive bike lane, some data was needed, such as height data, map of the road network, GPS measurement data of bike lane, as well as ambient air quality data of Semarang. All data is processed by using scoring. After that we will get conducive classification of bike lane. For additional information, the map also has public facilities data such as locations of hospitals, gas stations, and minimarkets along the bike lane. The results of the classification is presented in the websites. To create a website, first a geodatabase has to be made to store the data. After that, sketch the design of the web and then programming it. Only after that then the web can be uploaded so it can be seen by everyone.The results from this study is a website that contains information about activity of cycling and Conducive Bike Lanes Map in Semarang. The map in this web has been integrated with Google Maps API so it can be seen by everyone. The address of the website is http://gis-bikersemarang.com. After doing usability test to this web, the result for effectiveness component is 82,22%, efficiency component is 85,83%, and satisfaction component is 83,06%. Keywords : Conducive Bike Lane, Google Maps API, WebGIS  *) Penulis Penanggung Jawab
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN HARGA JUAL TANAH TERHADAP ZONA NILAI TANAH DI KEC. BLORA KAB. BLORA PROVINSI JAWA TENGAH Galih Putro Pamungkas; Sawitri Subiyanto; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.345 KB)

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Blora adalah salah satu dari 16 Kecamatan yang ada di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan Blora merupakan salah satu wilayah yang berada di pusat pemerintahan di Kabupaten Blora, maka dari itu pertumbuhan penduduk yang tinggi di kecamatan ini menuntut adanya pengendalian pemanfaatan lahan  yang mampu menampung aktivitas penduduk yang juga selalu berkembang. Kecamatan Blora merupakan salah satu tujuan pemukiman yang ideal, hal ini terbukti dari meningkatnya penggunaan lahan, terutama untuk pembangunan pemukiman. Untuk itu diperlukan adanya penelitian untuk menganalisis terjadinya perubahan harga jual tanah.Pada awalnya penelitian ini dilakukan dengan pembuatan zona awal dengan menggunakan peta administrasi Kecamatan Blora dan citra Quick Bird. Selanjutnya dilakukan pembuatan peta Zona Nilai Tanah tahun 2012 dan 2014 dengan menggunakan peta zona awal dan data transaksi hasil survey lapangan. Selanjutnya pembuatan peta perubahan harga tanah, yang diperoleh dari hasil overlay peta ZNT tahun 2012 dan peta ZNT tahun 2014. Kemudian dilakukan analisis terhadap perubahan harga jual tanah yang terjadi.Hasil penelitian menunjukkan dalam rentang waktu  tahun 2012 sampai tahun 2014 perubahan kenaikan harga tanah terbesar terjadi pada zona 62, yaitu sebesar Rp. 642.773,00 per meter persegi. Zona tersebut merupakan kawasan perekonomian dan bisnis. Sedangkan zona yang mengalami perubahan harga tanah terkecil terjadi pada zona 45, yaitu sebesar Rp. 3.442,00 per meter persegi, zona tersebut merupakan kawasan pertanian yang tandus.Kata kunci : Faktor Nilai Jual Lahan, Perubahan Harga Tanah , Zona Nilai TanahABSTRACT                 Blora district is one of sixteen districts in Blora Town, Central Java, Indonesia. Blora district is one area that is located in the Centre of Government in Blora, hence the high population growth requires in this distric control of land use that which are able to accommodate population activities which also always evolving. Blora district is one of the ideal residential destination, that evident from the increasing use of land, especially for residential development. It is necessary to have study or researhc for changes to the selling price of the land.                First, the research is done by making an initial zone by using the administration map of Blora district and Quick Bird image. The second step is making zone map of sale value in  2012 and 2014 using the initial zone and transactional data from the result of field survey. The next step is making the changes of land price which is obtained from the result of overlaying ZNT map in 2012 and 2014. Finally, it will analyze the changes sale value of land.                The results showed in the range-time from 2012 to 2014, the biggest changes in land prices occurred in zone 62, which amounted to Rp. 642,773.00 per square meter. The zone is an area of the economy and business. While the zones that has smallest change in land prices occurred in zone 45, which is to Rp. 3442.00 per square meter. the zone is a barren agricultural area.Keywords : Sale Value of Land Factor,  Changes of Land, Land Value Zone *) Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS HUBUNGAN PRODUKTIVITAS IKAN LEMURU DENGAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A MENGGUNAKAN CITRA SATELIT AQUA MODIS (Studi Kasus : Selat Bali) Bagus Yuli Arianto; Sawitri Subiyanto; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.245 KB)

Abstract

 ABSTRAKSelat Bali merupakan perairan yang terletak diantara Pulau Jawa dan Pulau Bali yang merupakan daerah potensial dengan hasil ikan nya yang komoditas utamanya ikan Lemuru. Karena letaknya yang dipengaruhi oleh Laut Jawa dan Samudera Hindia ini menyebabkan perairan selat Bali terdapat banyak nutrien sumber makanan dari ikan.Seiring dengan  berkembangnya teknologi, maka untuk mengetahui keaadaan perairan Selat Bali dalam penelitiaan ini menggunakan metode Penginderaan Jauh dengan mengolah citra Aqua Modis untuk diambil informasi Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a sebagai parameter kelimpahan ikan Lemuru di Selat Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan korelasi antara jumlah hasil tangkapan ikan Lemuru denagan Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a di perairan Selat Bali pada tahun 2011-2013.Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam rentang waktu 3 tahun jumlah hasil tangkapan ikan Lemuru mengalami peningkatan yang  fluktuatif dengan puncak rata-rata penangkapan terjadi pada musim barat (November-April). Pada tahun 2011 produksi ikan Lemuru tertinggi terjadi pada bulan Juli sebesar 580.803 kg, tahun 2012 produksi tertinggi terjadi pada bulan November sebesar 752.470 kg, tahun 2013 produksi tertinggi terjadi pada bulan Oktober sebesar 2.120.447 kg. Dari hasil analisis regresi tunggal hasil tangkapan ikan Lemuru dengan Suhu Permukaan Laut dan hasil tangkapan ikan Lemuru dengan Klorofil-a didapatkan nilai regresi pada musim barat lebih besar dibandingkan dengan musim timur, hal ini menunjukan bahwa ikan Lemuru lebih banyak pada musim barat di perairan Selat Bali. Sedangkan nilai regresi ganda antara hasil tangkapan ikan Lemuru dengan Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a menunjukan hasil bahwa ada hubungan nya antara jumlah tangkapan ikan lemuru dengan Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a.Kata Kunci : Selat Bali, Lemuru, Suhu Permukaan Laut, Klorofil-a ABSTRACTBali Strait is water territory located between Java Island and Bali Island where Sardinella is the the main commodity. Because of its location which influenced by Java Sea and Indian Ocean, it causes this area to have lots of nutrient for fish food source.As the technology advances, so to determine the Bali Strait in this using remote sensing method to process the captured image for information Modis Aqua Sea Surface Temperature and Chlorophyll-a as a parameter Sardinella abundance of fish in the Bali Strait sotfware processed using ENVI, ER Mapper , and ArcGIS 10. The aim of this research is to know the correlation between the catch result of Sardinella and the Sea Level Surface temperature in Bali Strait from 2011 to 2013.The result of this research shows that during those three years the catch result of Sardinella has been increased fluctuating with the peak average is occurred during the west monsoon (November-April) In 2011 the highest production of Sardinella was occurred in November as 752 470 kg, in 2013 the highest production occurred in October as up to 2,120,447 kg. From the single regression analysis between Sardinella catching with Seal level Surface Temperature and Sardinella catching with A-chlorophyll obtained regression mark in west monsoon is greater than east monsoon means Sardinella is bigger in the west monsoon in Bali Strait. Whereas, the double regression mark between the Sardinella catching result with of sea surface level temperature and A-chlorophyll shows that there is relationship between the amount of Sardinella catching with the  sea surface level temperature and A-chlorophyll.Keywords: Bali Strait, Sardinella, sea surface level temperature, A-chlorophyll
Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Ade Naufalita Adhelina Rinta Iswari Ahmad Dani Ahmad Mujahid, Ahmad Ainin, Mohammad Alfi Dian Ranu Wijaya Alfian Adi Atmaja Alhabsyi, Hadija Almira Delarizka Amal Fathullah, Amal Anastasia Astuti Andi Abdul Hamzah, Andi Abdul Andri Suprayogi Andri Yanto Parulian Tamba Anisa Isna Yesiana Arief Laila Nugraha Ariescha Eko Yuniarto Arsyad, Berti Arwan Putra Wijaya Auliannisa Auliannisa Bagus Yuli Arianto Bahtiar Ibnu Lonita Bandi Sasmito Bernard Ray Barus Chalik, Sitti Aisyah DANI PURBA Diah Ratna Setianingrum Dian Triandini Nurcahyo Diana Nukita Dikwan, Ivananda DITHO TANJUNG PRAKOSO Djuaeni, Muh. Napis DONY AGIL PRASETYO Dwi Uzteyqah Exacty Ekawati Ekawati Fajri, Ahmad Maulana Fida Wulan Istiaji Fikri, Alfikri Rausen Aditya Frandi Barata Simamora Gadalla, Mohamed Saad Abdelkhalk Galih Putro Pamungkas Garancang, Sabaruddin Giustia Puspa Geoda Hamzah, Nur Afifah Hanif Arafah Mustofa Hasan Basyri Hasan Mustofa Amirudin, Hasan Mustofa Herman J Waluyo Hijab, Zainal Abidin Humaira Qanita Ilham Ramadhan Ilolu, Roymanto Indah Risnawati Jumadil, Jumadil Kartono, Akhmad Fadhillah Kasim, Amrah Kemas Abdul Fatah Kundharu Saddhono Kurnia Darmawan Kurniawan Putra Widya Wardana Luluk Dita Shafitri Maghfirah, Tadzkiratul Mahira, Mahira Mazazatu Rosyada Miolo, Mukhtar I MIRTA INDRIASTUTI Moehammad Awaluddin Mualim, Masna Muchammad Misbachul Munir, Muchammad Misbachul Muhammad Ardhi Ahadi, Muhammad Ardhi Muhammad Danny Rahman Muhammad Hakqi Nasrul Arfianto Nawas, Kamaluddin Abu Nurhadi Bashit Panji Pratama Putra Rd. Pintyo Pratomo Priambodo Rendi Aulia Retno Winarni Rida Hilyati Sauda Rizky Silvandie Rosika Dyah Pratiwi Satrio Wicaksono Sawitri Subiyanto Sindy Pariamanda Singgih Wahyu Nugroho Sinta, Priti Sri Purwatik Sulaiman Hakim Sinaga Supardi Supardi Sutomo Kahar Syamsuddin, Naidin Syarifa Naula Husna TAUFIQ FITRIANSYAH ADI PRADANA Tegar Dio Arsadya Rahadian Torkis Lubis Victor Andreas Tarigan Wahyu Adi Yuliyanto Widodo, Panggih Yenny Paras Dasuka Yesi Monika Manik Yudo Prasetyo Yunus, Abdul Qayyim Zia Ul Maksum