Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI SIG UNTUK PEMETAAN PERSEBARAN TAMBAK DI KOTA SEMARANG (Studi Kasus: Daerah Tambak Kota Semarang) Barkah Amirudin Ahmad; Bandi Sasmito; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.428 KB)

Abstract

ABSTRAKTambak merupakan salah satu jenis habitat yang dipergunakan sebagai tempat untuk kegiatan budidaya air payau yang berlokasi di daerah pesisir. Tambak di Indonesia terutama di kota Semarang biasanya menghasilkan produk perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi berorientasi eksport. Tingginya harga produk perikanan hasil budidaya tambak cukup menarik perhatian masyarakat untuk terjun dalam usaha budidaya tambabak. Persebaran tambak di kota semarang umumnya terdapat di wilayah pesisir, daerah yang berbatasan langsung dengan laut. Jumlah area tambak dari tahun ke tahun pasti mengalami perubahan. Hal ini di sebabkan oleh beberapa faktor seperti pembukaan lahan tambak, abrasi, tinggi air laut saat pasang, pengalihan fungsi lahan tambak dan faktor lain baik disebabkan oleh alam maupun manusia. Maka sangatlah penting untuk mengetahui persentase jumlah persebaran tambak dari tahun ke tahun, dengan pengaplikasian SIG. Pada penelitian ini memanfaatkan data dari citra landsat 8. Langkah selanjutnya adalah membuat peta persebaran Tambak dengan menggunakan software SIG yaitu ArcGIS. Dan kemudian diambil titik sampel penelitian yang dijadikan acuan titik kontrol keberadaan tambak. Penelitian ini menghasilkan sebuah peta persebaran lokasi tambak dan perbandingan dari tahun 2000 dengan 2015,yang diharapkan dapat membantu pemerintah Kota Semarang maupun masyarakat yang membutuhkan dalam mengetahui perubahan yang terjadi sekitrat tahun 2000 - 2015. Dan dalam dijadikan acuan dalam sebuah penelitian.Dari penelitian yang telah dilakukan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa luas persebaran tambak dari tahun 2000 ke tahun 2015 mengalami penurunan yang cukup drastis. Dari luas total area tambak di Kota Semarang pada tahun 2000 yaitu seluas 2.664,97 hektar. Dan pada tahun 2015 menjadi 2.308,78 hektar. Dengan demikian perubahan luas bersebaran tambak mengalami penurunan sekitar 356,19 hektar yang tersebar di beberapa kecamatan di Kota Semarang. Kata Kunci : SIG, GPS, Tambak, Perikanan, Kota Semarang ABSTRACTThe embankment is one type of habitat that was used as a place for the cultivation of brackish water which is located in the coastal region. Embankment in Indonesia especially in Semarang City usually produce fishery products which have high economic value export oriented. High price products results of riparian fishery enough public interest to plunge in cultivation embankment. The spread of the embankment in the city of semarang is commonly found in the coastal area, a region bordering the sea. The number of farmed area from year to year is definitely changing. This is caused by several factors such as the opening of land farmed, abrasion, high tide, sea water diversion function of land farmed and other factors either natural or caused by humans. Then it is necessary to know the percentage of the amount of the spread of the embankment from year to year, with deployment of GIS.In the current study utilizes image data from landsat 8. The next step is to create a map of the spread of the Embankment by using GIS software namely ArcGIS. And then taken a point sample research, which provided the reference point control the whereabouts of the embankment. This research resulted in a distribution map of the location of the embankment and comparisons from the year 2000 by 2015, which is expected to help the Government town of Semarang or public who need to know the changes that occur in the above 2000-2015. And in the reference was made in a study.From the research that has been done can be drawn the conclusion that the widespread distribution of embakment from the year 2000 to the year 2015 is a pretty drastic decline. Of the total surface area of embankment in the city of Semarang in 2000 i.e. covering an area of 2,664.97 hectares. And by 2015 be 2,308.78 hectares. With such far-reaching changes distribution of embankment experience a decrease of about 356.19 hectares spread over several districts in the city of Semarang. Keyword : GIS, GPS, Embankment, Fisheries, Semarang City *) Penulis, Penanggung Jawab
DESAIN PENGEMBANGAN APLIKASI PELAYANAN AIR BERSIH DESA SARIREJO KECAMATAN GUNTUR KABUPATEN DEMAK BERBASIS GIS DESKTOP Wahyu Adi Yuliyanto; Arief Laila Nugraha; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.17 KB)

Abstract

ABSTRAKAir sebagai sumber kehidupan utama makhluk hidup. Terkait dengan penggunaan air oleh manusia, memang perlu digunakan dengan bijak. Sumber air diperoleh secara individu maupun kolektif. Pemenuhan air secara kolektif diperlukan pengelolaan yang baik agar air dapat terdistribusi merata dan dapat diatur penggunaannya dengan memperhatikan aspek lingkungan hidup. Seiring perkembangan teknologi informasi dalam pemetaan yang meningkat pesat, maka dapat dimanfaatkan untuk mendesain pengembangan aplikasi berbasis GIS Desktop untuk pelayanan air bersih desa (ABDES) Sarirejo kecamatan Guntur kabupaten Demak.Proses pemetaan pada penelitian ini menggunakan citra satelit resolusi tinggi untuk pemetaan existing desa secara utuh. Pengolahan data citra menjadi data vektor menggunakan software GIS yang kemudian digunakan sebagai peta dasar. Peta dasar tersebut dapat diturunkan menjadi peta pelanggan, pengelola, tower penampung air dan jaringan pipa air ABDES. Desain pengembangan aplikasi menggunakan kontrol DotSpatial dan dibangun menggunakan software Visual Studio dengan bahasa pemrograman Visual Basic, sedangkan pengelolaan data atribut menggunakan software Microsoft Office Excel dan manajemen database menggunakan Microsoft Office Access.Melalui desain pengembangan aplikasi ini dihasilkan sebuah aplikasi berbasis GIS Desktop yang mudah digunakan (­user friendly) dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan ABDES. Kegunaan aplikasi GIS Desktop antara lain memberikan informasi geospasial data pelanggan, pengelola dan infrastruktur ABDES beserta manajemen databasenya. Pengujian aplikasi meliputi uji usability dan running program yaitu untuk menguji aplikasi dapat berjalan pada beberapa versi Windows dan menguji semua fungsi yang dibuat dalam mendukung pengelolaan ABDES. Uji usability dilakukan dengan pengujian aplikasi pada beberapa responden dengan latar belakang dan tingkat kemampuan mengoperasikan komputer yang bervariasi dan diperoleh kesimpulan aplikasi mudah dipahami dengan persentase 88% dari total responden, 44% responden menilai fungsi aplikasi sudah memenuhi, 69% responden menilai desain aplikasi membantu mempelajari dan mengoperasikan aplikasi, sedangkan 81% responden menilai aplikasi dapat membantu menemukan informasi yang dibutuhkan.Kata Kunci : ABDES, GIS Desktop, DotSpatial, Sarirejo. ABSTRACTThe water is main living resources for the creature. Concerned to Water using by human, so can use wisely. Water Resources can get individually or collective. Water supply for collective using need to be manage well so can distributed be spread evenly and can control use of water pay attention with environment. Along with the rapid development of information technology in mapping, so can be used to application development design GIS desktop based for water service in Sarirejo village Guntur sub district Demak Regency.Mapping process in this research use high resolution image to mapping village intact. Processing image to be vector use software GIS and then used as base map. Base map can be generate to customer map, operator map, basin tower map and pipe network map. application development design use Dotspatial as main control and built use Visual Basic on software Visual Studio, whereas attributes data manage use software Microsoft Office Excel and database management use Microsoft Office Access.Application development design produce an application GIS desktop that user friendly to optimize water service in Sarirejo village (ABDES). Utility of application GIS desktop such as give geospatial information about customer data, operator and ABDES infrastructure with this database management. application testing include usability test and running program to test application can be run in many Windows version and test all function in application to support ABDES manage. Usability test do for many responden with various background and level of operating computer ability. Result of usability test is the application user friendly with percentage 88%, 44% rate function of application full filed respondent, 69% respondent rate application can help user to learn and operate the application, meanwhile 81% responden rate the application can help user find information that needed.. Keyword : ABDES, GIS Desktop, DotSpatial, Sarirejo.*) Penulis, PenanggungJawab
ANALISIS PERUBAHAN LUAS DAN KERAPATAN HUTAN MENGGUNAKAN ALGORITMA NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) DAN EVI (Enhanced Vegetation Index) PADA CITRA LANDSAT 7 ETM+ TAHUN 2006, 2009, DAN 2012 (Studi Kasus: Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah) Bahtiar Ibnu Lonita; Yudo Prasetyo; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.293 KB)

Abstract

ABSTRAKHutan pada dasarnya mempunyai fungsi sebagai penyangga bagi sistem kehidupan, beberapa diantaranya sebagai penyimpaan cadangan air dan oksigen. Saat ini hutan mengalami perubahan yang sangat memprihatinkan dan semakin parah dalam hal kerusakannya. Kerusakan hutan dalam jangka panjang akan mengakibatkan terganggunya ekosistem hutan dan kehidupan yang ada di sekitarnya. Pemantauan hutan secara berkala dapat digunakan untuk menekan laju kerusakan hutan. Teknologi penginderaan jauh memberikan solusi untuk pemantauan hutan dalam skala luas, salah satunya dengan memanfaatkan sensor multispektral pada citra satelit Landat 7 ETM+ dengan berbagai macam algoritma pemrosesan indeks vegetasi. Penelitian ini menggunakan algoritma NDVI dan EVI untuk melakukan pemantauan perubahan hutan dan Kabupaten Kendal sebagai studi kasusnya. Berdasarkan pengolahan data pada periode tahun 2006 sampai tahun 2009 luas hutan Kabupaten Kendal mengalami penurunan baik dari NDVI maupun EVI yaitu sebesar 8.88% untuk NDVI dan 9.12% untuk EVI. Sedangkan pada periode tahun 2009 sampai tahun 2012 luas hutan mengalami kenaikan antara lain 1.25% pada metode NDVI dan 0.48% pada metode EVI. Berdasarkan uji ketelitian yang dilakukan, pada metode NDVI mempunyai tingkat ketelitian sebesar 81,08% sedangkan pada metode EVI mempunyai tingkat ketelitian sebesar 72,97% dalam pemantauan hutan di Kabupaten Kendal. Berdasarkan uji statistik, kedua metode mempunyai korelasi yang sangat kuat dan searah dengan nilai korelasi sebesar 0,997, dan pengujian hipotesis bahwa luas hutan yang didapatkan oleh metode NDVI dan EVI berbeda secara signifikan.Kata Kunci : EVI, Hutan, Indeks Vegetasi, NDVI, dan Penginderaan jauh. ABSTRACTForest basically has a function as a buffer for the living system, some of them as a backup storage of water and oxygen. The forest has been a very alarming change and getting severely damage. Forest destruction in the long term will disrupt in forest ecosystems and the life that exists around it. Regular forest monitoring can be used to reduce the forest destruction. Remote sensing technology provides solution for monitoring forests in wide scale, one of them by utilizing multispectral sensors on Landsat 7 ETM+ satellite imagery with a variety of vegetation index processing algorithms. This study using NDVI and EVI algorithm for monitoring changes in forest and Kendal Regency as a case study. Based on data processing in the period 2006 to 2009 Kendal forest area has decreased from both the NDVI and EVI among 8.88% for NDVI and 9.12% for EVI. Whereas in period from 2009 to 2012 forest area has increased, an estimate 1.25% in the NDVI method and 0.48% in the EVI method. Based on the accuracy test, the NDVI method has accuracy rate of 81.08% and the EVI method has about 72.97% accuracy rate for forest monitoring in Kendal Regency. Based on statistical tests, both methods have a very strong correlation and the direction with the correlation value is 0.997, and testing the hypothesis that wide of forest obtained by the method of NDVI and EVI has a significant difference.Keywords : EVI, Forest, NDVI, Remote Sensing, and Vegetation Index.    *) Penulis PenanggungJawab
ANALISIS CURAH HUJAN BERDASARKAN KURVA INTENSITAS DURASI FREKUENSI (IDF) DI DAERAH POTENSI BANJIR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : DAS Bogowonto Kabupaten Purworejo) Dwi Uzteyqah Exacty; Arwan Putra Wijaya; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.848 KB)

Abstract

ABSTRAKBencana banjir termasuk bencana alam yang sering terjadi ketika datangnya musim penghujan. Seperti yang terjadi di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, banjir terjadi akibat limpasan air Sungai Bogowonto yang menggenangi tambak udang sehingga mengakibatkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat Kurva Intensitas Durasi Frekuensi (IDF) dan mengetahui perubahan penggunaan lahan di Daerah Aliran sungai Bogowonto Kabupaten Purworejo tahun 2002, 2008 dan 2013, serta menganalisis pengaruh perubahan penggunaan lahan dan tingkat banjir berdasarkan data curah hujan tahun 2002-2013, sehingga dapat diketahui daerah yang berpotensi banjir.Metode  yang digunakan untuk membuat Kurva Intensitas Durasi Frekuensi (IDF) adalah metode Mononebe dan untuk perhitungan Debit Air menggunakan metode Rasional. Penelitian ini membutuhkan Peta RBI kabupaten Purworejo dengan skala 1:25.000, data curah hujan tahun 2002-2013, data Jenis Tanah Kabupaten Purworejo, peta tata guna Lahan Kabupaten Purworejo, peta daerah Aliran Sungai (DAS) dan citra Landsat 8 tahun 2013.Intensitas Curah Hujan tertinggi terdapat pada periode ulang terlama yaitu pada periode ulang 100 tahun. Sedangkan intensitas curah hujan terendah terdapat pada periode ulang tercepat yaitu 2 tahun. Dalam hal penggunaan lahan, terjadi pengurangan luas sawah dan tegalan, sedangkan pemukiman, hutan dan perkebunan, lahan kosong, serta tambak dan danau mengalami peningkatan luas. Nilai debit dari tahun 2002 hingga 2013 mengalami peningkatan. Oleh karena itu, pengaruh dari banyaknya curah hujan dan perubahan penggunaan lahan hutan dan perkebunan memiliki persamaan regresi Y = 22720,14 + (0,52416 X) + e.Kata Kunci: DAS Bogowonto, Intensitas curah hujan, debit air, pengaruh perubahan lahan ABSTRACTFlood was a natural disaster that often occured in every rainy season. As occured in Purwodadi district, regency of Purworejo, flood caused by run off water of Bogowonto river that inundating the shrimp ponds so that gave bad impact up to hundred milion rupiahs.The purpose of this Research, Firstly is to make Intensity Duration Frequency curve and know the changes of landuse at Bogowonto watersheds, regency of Purworejo, in 2002, 2008 and 2013. Secondly is to analyze an effect of landuse changes and flood levels based on rainfall data from 2002 untul 2013, so it can be determined the potential flood area. The method is used to make curve of Intensity Duration Frequency is using Mononobe method then Rational method is using to calculate water discharge. This research is using data RBI map of Purworejo regency with scale 1:25.000, rainfall data from 2002 until 2013, land types map, landuses map, watersheds map and landsat 8 data acquired in 2013.The highest rainfall intensity occured in the longest return peroid which is occuring hundred years period. The lowest rainfall intensity occured in the shortest return perioid which is occuring 2 years  peroid, based on landuse changes, there are decreasing landuse with ricefield and more area, in regency area, forest and plantation area, available, pondsand, lake were occured of discharge value it was occured from 2002 until 2013. Therefore, result of effect of rainfall level and landuse changes for forest and plantations are determined of regresion equation Y = 22720,14 + (0,52416 X) + e.Keyword: Bogowonto Watershed, Rainfall Intensity, Water Discharge, Effect of Land Change
ANALISIS KEPADATAN BANGUNAN MENGGUNAKAN INTERPRETASI HIBRIDA CITRA SATELIT LANDSAT DI KECAMATAN UNGARAN TIMUR DAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2009-2018 MIRTA INDRIASTUTI; Hani’ah Hani’ah; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.943 KB)

Abstract

Perkembangan sebuah wilayah dapat terlihat dari perkembangan fisik wilayah yang meliputi bertambahnya lahan terbangun baik perumahan, industri, maupun fasilitas umum. Pemanfaatan informasi dari penginderaan jauh merupakan solusi untuk memonitoring pemadatan bangunan karena bisa dilakukan secara cepat, multi temporal, dan mencakup wilayah yang luas. Penelitian ini menggunakan teknik interpretasi hibrida untuk mendapatkan informasi kepadatan bangunan. Interpretasi hibrida adalah kombinasi antara teknik interpretasi visual dan digital (tranformasi urban index). Interpretasi visual digunakan untuk satuan pemetaan lahan terbangun berupa delineasi blok bangunan dan interpretasi digital digunakan untuk ekstraksi tingkat kepadatan bangunan. Data yang digunakan adalah citra satelit Landsat 7 ETM+ dan Landsat 8 OLI. Analisis kepadatan bangunan dilakukan secara spasial dan deskriptif kemudian dilakukan analisis kecepatan perubahan kepadatan bangunan dan analisis arah perubahan kepadatan bangunan. Hasil penelitian ini berupa perta kepadatan bangunan hasil interpretasi hibrida. Terjadi peningkatan luasan bangunan pada tahun 2009-2018. Pada tahun 2009, luas total bangunan adalah 1554,22 Ha meningkat menjadi 1685,70 Ha pada tahun 2012, Perubahan pada tahun 2009-2012 didominasi oleh kelas jarang menjadi sedang. Pada tahun 2012-2015, perubahan kepadatan bangunan didominasi oleh kelas jarang menjadi sedang, dan sedang menjadi padat. Luas bangunan pada tahun 2015 total luasan menjadi 1769,94 Ha dan meningkat lagi pada tahun 2018 menjadi 1845,99 Ha. Perubahan kepadatan bangunan pada tahun 2015-2018 didominasi oleh kelas sedang menjadi padat. Rata-rata kecepatan perubahan luasan bangunan dari tahun 2009-2018 adalah 43,8267 Ha/pertahun. Arah perubahan kepadatan bangunan pada tahun 2009-2018 di Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat mengarah dari timur ke barat, perubahan kepadatan bangunan banyak terjadi di daerah pusat kota sepanjang jalan utama dan daerah pinggiran perkotaan.
PENGEMBANGAN APLIKASI SEBARAN PETA KANTOR PELAYANAN JASA EKSPEDISI TIKI BERBASIS MOBILE GIS PADA SMARTPHONE ANDROID (Studi Kasus : Kota Semarang) Singgih Wahyu Nugroho; Andri Suprayogi; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.287 KB)

Abstract

ABSTRAKPengiriman barang melalui jasa pengiriman baik itu kedalam kota maupun antar kota merupakan hal yang sangat wajar, terlebih lagi saat ini kebutuhan barang secara online sedang menjadi tren baru dikalangan masyarakat Indonesia. Permasalahannya adalah semakin tinggi kebutuhan akan permintaan barang berbanding lurus dengan tingkat pengiriman barang yang harus dilakukan, hal ini menyebabkan semakin dibutuhkannya informasi pos-pos atau kantor pelayanan terdekat yang dapat digunakan untuk melakukan pengiriman barang.Dengan bantuan dari Global Positioning System (GPS) pada smartphone Android dalam kegunaannya untuk menentukan lokasi suatu objek, Location Based Server (LBS) yang memberikan layanan informasi lokasi berdasarkan informasi letak geografis, kemudian disatukan dan divisualisasikan melalui Google Maps, maka akan dapat dibuat sebuah aplikasi yang dibangun dengan bahasa pemrograman java menggunakan software MIT App Inventor 2 sebagai editor bahasa pemrograman secara visual block.Hasil akhir dari penelitian ini berupa sebuah Aplikasi TIKI Online berbasis mobile GIS yang memiliki beberapa fitur utama seperti menampilkan informasi status pengiriman paket, informasi biaya pengiriman, menampilkan info agen yang tersebar di Kota Semarang, dan menampilkan daftar agen yang terdekat dari posisi user. Dengan menggunakan provider Tri (3) yang dilakukan di lokasi Pura Agung Girinatha Semarang, kecepatan jaringan yang terbaik adalah jaringan WLAN dengan rata-rata waktu 2.77 detik dan kesalahan rata-rata jarak ± 0.026 Km.Kata Kunci : Tracking, Jasa Ekspedisi, GPS, Mobile GIS, Aplikasi, Android ABSTRACKThe delivery of goods using an expedition service either from the same area or from every single town is a usual thing nowadays, moreover with the online trade phenomenon becomes a daily activity in Indonesia. The problem is the more increasing demand of goods make the more goods delivered too, which mean the information needed about logistic agents are increased.With the GPS (Global Positioning System) in Android smartphone which can find an object location or make a navigation, the LBS (Location Based Server) which can give a location information using a server provider, and the Google maps that can show the navigation route, developer can make a new application using MIT App Inventor 2 as the visual block program language.The result of this study is an android application named TIKI Online which based on mobile GIS. The application have some main features like giving the package status information, delivery price, the information of TIKI agent in Semarang, and showing the nearest agent. Using Tri (3) as a service provider, the best data process is WLAN which can make 2.77 second as the average time, and ± 0.026 km as the distance accuracyKeywords: Tracking, Service Expedition, GPS, Mobile GIS, Application, Android
ANALISIS KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DENGAN METODE NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX DAN SOIL ADJUSTED VEGETATION INDEX MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL-2A (Studi Kasus : Kabupaten Demak) Sulaiman Hakim Sinaga; Andri Suprayogi; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.311 KB)

Abstract

ABSTRAKRuang terbuka hijau merupakan area memanjang/jalur dan/atau mengelompok yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Peraturan menteri pekerjaan umum tahun 2008 menyatakan bahwa kuantitas dan kualitas ruang terbuka publik terutama ruang terbuka hijau (RTH) saat ini mengalami penurunan yang sangat signifikan dan mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan hidup perkotaan. Kawasan perkotaan seharusnya memiliki minimal 30% ruang terbuka hiijau dari luas keseluruhan Kota tersebut. Yakni 30% tersebut meliputi 20% untuk ruang terbuka hijau publik dan 10% ruang terbuka hijau privat. Berdasarkan hasil analisis luasan ruang terbuka hijau yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan oksigen di Kabupaten Demak, hasilnya luasan ruang terbuka hijau yang ada saat ini masih memenuhi yaitu sebesar 61.800 Ha dan luasan ruang terbuka hijau yang dibutuhkan adalah sebesar 31.593,3Ha. kebutuhan oksigen berdasarkan jumlah hewan setiap harinya 1.188.896 (kg/hari), kebutuhan oksigen masyarakat Demak pada tahun 2017 adalah 985.468,896(kg/hari), sedangkan untuk kebutuhan ruang oksigen kendaraan bermotor setiap harinya 1.024.457,3 (kg/hari). Bisa diperhatikan bahwa kebutuhan oksigen paling banyak setiap harinya adalah kebutuhan oksigen pada golongan hewan ternak. Jika dilihat dari hasil luasan ruang terbuka hijau yang diperoleh, metode SAVI memperoleh luasan RTH sebesar 40.907 Ha, sedangkan metode NDVI memperoleh luasan RTH 61800. Selisih hasil kedua metode tersebut bisa digolongkan sangat jauh yakni 20.893 Ha. Jika dilihat dari hasil Matriks konfusinya metode NDVI merupakan metode yang lebih baik dalam penentuan luasan ruang terbuka hijau dengan nilai overall acuracy 87,2951 % sedangkan metode SAVI memiliki nilai overall acuracy 84,0164 %. Hasil ini menunjukkan bahwa metode NDVI lah yang terbaik dalam penentuan luasan ruang terbuka hijau dengan menggunakan metode indeks kehijauan. Kata Kunci : Citra Sentinel-2A, NDVI, Permen PU, Ruang Terbuka Hijau, SAVI  ABSTRACTGreen open space is an elongated / lane and / or clumped area with more open use, where plants grow, both naturally grown and intentionally planted. Minister of public works Regulation in 2008 states that the quantity and quality of open space public, especially green open space (RTH) is currently experiencing a very significant decrease and resulted in decreased urban environmental quality. Urban areas should have at least 30% green open space from the total area of the City. That is 30% of covers 20% for public green open spaces and 10% for private green open space. Based on the result of the green open space analysis  about oxygen demand are needed in Demak Regency, the result of analysis is gained that the availabel of green open space still coul fulfill the required green open space with area 61.800 and the required arei is 31.593 Ha. oxygen demand based on the number of animals per day is 1.188.896 (kg / day), Demak community oxygen demand in 2017 is 985.468,896 (kg / day), while for the daily needs of motor oxygen space is 1.024.457,3 (kg / day). It should be noted that the dayli oxygen demand that mostly neede is in the need for oxygen in the livestock class. When viewed from the results of green open space obtained, SAVI method obtain 40.907 Ha of RTH area, while the NDVI method to obtain 61.800 Ha of RTH area. Difference in the results of both methods can be classified very far ie 20.893 Ha. When viewed from the results of the Configuration Matrix NDVI method is a better in determining the extent of green open space with the value of overall acuracy 87,2951% while SAVI method has an overall value of acuracy 84,0164%. In this research these result indicates that the NDVI method is the best in determining the extent of green open space by using the greenish index method.Keywords : Sentinel-2A Image, NDVI, Permen Pu, Green Open Space, SAVI
IDENTIFIKASI BEKAS KEBAKARAN LAHAN MENGGUNAKAN DATA CITRA MODIS DI PROVINSI RIAU Muhammad Hakqi; Andri Suprayogi; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1713.497 KB)

Abstract

ABSTRAK            Pemantauan bekas kebakaran lahan dengan metode penginderaan jauh dapat menyingkat waktu pelaksanaan dan mencakup luas wilayah yang lebih luas dibandingkan dengan cara konvensional. Pemantauan kemampuan resolusi temporal cukup tinggi dan diharapkan dapat memberikan informasi bekas kebakaran lahan dalam waktu singkat.            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas daerah bekas kebakaran di wilayah studi penelitian berdasarkan nilai reflektansinya dari Citra Modis. Data satelit penginderaan jauh yang dapat untuk pemantauan bekas kebakaran lahan adalah Citra Modis . Penelitian ini menggunakan data Citra Modis level 1 B dan bad yang digunakan band 1 sampai 7 dengan resolusi spasial 250 m dan 500 m. Citra Modis yang digunakan pada tahun 2011 yaitu tanggal 4 April, 8 Mei, 17 Juni.            Identifikasi bekas kebakaran lahan yang digunakan pada penelitian ini menurut metode Roy et al (2002). Hasil identifikasi burn scar berupa citra dengan jumlah band 14, yaitu 7 band dari citra tanggal 4 April 2011 dan 7 band lagi dari citra 17 Juni 2011. Didapatkan hasil luasan sebesar 2700,875 Km2. Kata Kunci : Penginderaan Jauh, bekas Kebakaran, Citra Modis, Metode Roy et al ABSTRACTLand-burn monitoring with remote sensing methods can reduce time consuming and covers a larger area than the conventional way. Monitoring temporal resolution capability is quite high and expected to provide information of land-burn in small amount of time.This study aims to determine the extent of land-burn area in the Riau Province based on the reflectance of Citra Modis. Remote sensing data that able to monitor land-burn area is Citra Modis. This study was using Citra Modis data on level 1B and using band 1 until 7 with spatial resolutions 250 m and 500 m. The Citra Modis data that was used is on 4 April, 8 Mei, and 17 June 2011. Land-burn identification that was used in this study was reference to Roy et al methods (2002). The result is an image with total band fourteen, seven band from date 4 April 2011 image and the other seven come from date 17 June 2011 image. The final calculation of the extent of land-burn is 10.803.500 meters square. Key Word : Remote sensing, land-burn, Modis, Roy et al method
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN NILAI JUAL TANAH TERHADAP ZONA NILAI TANAH Anastasia Astuti; Sawitri Subiyanto; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.68 KB)

Abstract

ABSTRAKKecamatan Banyumanik merupakan salah satu dari 16 Kecamatan yang berada di wilayah Pemerintah Kota Semarang. Kecamatan Banyumanik termasuk dalam pembagian wilayah yang memiliki fungsi sebagai perencanaan pemukiman. Hal ini mengakibatkan tingginya permintaan dan penawaran lahan di wilayah Banyumanik. Pengaruh dari tingginya permintaan dan penawaran lahan tersebut adalah terjadinya perubahan harga tanah di wilayah Kecamatan Banyumanik. Untuk itu diperlukan adanya penelitian untuk menganalisis terjadinya perubahan nilai jual tanah.Pada awalnya penelitian ini dilakukan dengan pembuatan zona awal dengan menggunakan peta administrasi Kecamatan Banyumanik dan citra Ouickbird. Selanjutnya dilakukan pembuatan peta Zona Nilai Tanah tahun 2011 dan 2013 dengan menggunakan peta zona awal dan data transaksi hasil survei lapangan. Langkah selanjutnya pembuatan peta perubahan harga tanah, yang diperoleh dari hasil overlay  peta ZNT  tahun 2011 dan peta ZNT tahun 2013. Kemudian dilakukan analisis terhadap perubahan nilai jual tanah yang terjadi.Hasil penelitian menunjukkan dalam rentang waktu tahun 2011 sampai denga tahun 2013 terjadi perubahan harga tanah. Perubahan harga tanah terbesar di zona 69 yaitu sebesar Rp. 5.242.097,00 per meter persegi. Zona 69 merupakan wilayah pemukiman padat, sedangkan perubahan harga terkecil terjadi pada zona 82 yaitu sebesar Rp57.657,00 per meter persegi. Zona 82 merupakan wilayah pertanian yang tandus.Terjadinya perubahan harga lahan dipengaruhi faktor nilai jual lahan yang berbeda di setiap zona nilai tanah. Zona 69 yang memiliki tingkat perubahan harga tertinggi, hal tersebut bisa terjadi karena zona 69 merupakan kawasan pemukiman yang letaknya strategis, dan memiliki aksesbilitas yang mudah.Pada zona 82 memiliki tingkat perubahan harga tanah yang paling rendah, hal terebut karena faktor nilai jual lahan yang tidak mendukung nilai ekonomis tanah pada wilayah tersebut.Kata kunci :Zona Nilai Tanah, Perubahan Harga Tanah, Faktor Nilai Jual Lahan.                                             ABSTRACTBanyumanik district is one of sixteenth districts located in Semarang. Banyumanik district is included in the teritorial division which has function as settlement planning. Therefore, it causes the high demand and supply for land in Banyumanik areas. The effect of the high demand and supply is the changes of land price in Banyumanik district. Thus, it is required a research to analyze the changes of sale value of land. First, the research is done by making an initial zone using the administration map of Banyumanik district and Ouickbird image. The second step is making zone map of sale value in 2011 and 2013 using the initial zone and transactional data from the result of field survey. Then, the next step is making map of the changes of land price, which is obtained from the result of overlaying ZNT map in 2011 and ZNT map in 2013. Data are processed using ArcGIS 10.1 software. Finally, it will analyze the changes of sale value of land.The result of this research shows that there is the changes of land price within 2011 to 2013. The biggest changes of land price are in zone 69 most Rp. 5,242,097.00 per square meter, which are settlement areas. While the lowest changes of land price are occured in zone 82 is equal Rp57.657,00 per square meter, which are barren agricultural areas. The changes of land price are influenced by sale value of land factor which are different for every land value zone. Zone 69 which has the highest rate of price change, it can happen because of the zone 69 is strategically located residential area, and has easy accessibility.In zone 82 has a rate of change of the price of land is low, it stretcher because of the sale value of the land that does not support the economic value of land in the region. Keywords : land value zone, changes of land price, sale value of land factor.
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH PADA DAERAH GENANGAN BANJIR ROB DI KECAMATAN PEKALONGAN UTARA TAHUN 2014-2018 Ade Naufalita; Sawitri Subiyanto; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.325 KB)

Abstract

Kecamatan Pekalongan Utara terletak di bagian utara Kota Pekalongan yang berbatasan langsung dengan laut jawa. Kecamatan Pekalongan Utara memiliki luas wilayah 691,721 Ha, yang terbagi ke dalam 7 Kelurahan. Kecamatan Pekalongan Utara termasuk wilayah dengan area permukiman cukup padat dan memiliki permasalahan banjir rob sudah mulai parah. Akibat adanya genangan banjir rob mengakibatkan penurunan fungsi lahan yang berada pada daerah genangan maupun di sekitar genangan. Penurunan fungsi lahan selanjutnya dapat mengakibatkan perubahan nilai tanah akibat perubahan penggunaan lahan pada lokasi tersebut, baik naik hingga nilai tanah turun. Penelitian membahas mengenai perubahan nilai tanah akibat perubahan penggunaan lahan pada daerah genangan banjir rob. Analisis dilakukan dengan pembuatan zona nilai tanah tahun 2018 yang kemudian di overlay dengan peta ZNT tahun 2014 sehingga didapat perubahan ZNT tahun 2014-2018. Peta perubahan ZNT ini kemudian di overlay dengan peta perubahan penggunaan lahan dan peta genangan banjir rob, sehingga dapat di analisis kaitan perubahan nilai tanah akibat perubahan penggunaan lahan pada daerah genangan banjir rob. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 klasifikasi perubahan penggunaan lahan pada daerah genangan banjir rob yaitu, perubahan penggunaan lahan tambak ke rawa, lahan kosong ke rawa dan lahan kosong ke permukiman dengan total luas 843.153 m2. Perubahan penggunaan lahan terbesar adalah perubahan tambak ke rawa dengan luas 544.342 m2. Kenaikan terbesar nilai tanah yang diakibatkan perubahan penggunaan lahan pada daerah genangan banjir rob dengan besar peningkatan 145,81% yang terletak pada daerah di selatan Jalan Raya Jeruk Sari dan berada pada perbatasan antara Kota Pekalongan dengan Kabupaten Pekalongan, yang mengalami perubahan penggunaan lahan tambak ke rawa, sedangkan penurunan zona nilai tanah terbesar adalah -42,22% yang terletak pada daerah berada pada Jalan Kunti Utara seberang SDN Kandang Panjang 10,  yang mengalami perubahan penggunaan lahan kosong ke rawa. Perubahan ZNT pada daerah genangan banjir rob hasil penelitian ini kurang di pengaruhi oleh perubahan penggunaan lahan dan lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti aksesibilitas hingga adanya fasilitas umum disekitar.
Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Abdul Muthalib Abu Darda Ade Naufalita Adhelina Rinta Iswari Ahmad Dani Ahmad Mujahid, Ahmad Ainin, Mohammad Alfi Dian Ranu Wijaya Alfian Adi Atmaja Alhabsyi, Hadija Almira Delarizka Amal Fathullah, Amal Anastasia Astuti Andi Abdul Hamzah, Andi Abdul Andri Suprayogi Andri Yanto Parulian Tamba Anisa Isna Yesiana Arief Laila Nugraha Ariescha Eko Yuniarto Arsyad, Berti Arwan Putra Wijaya Auliannisa Auliannisa Bagus Yuli Arianto Bahtiar Ibnu Lonita Bandi Sasmito Bernard Ray Barus Chalik, Sitti Aisyah DANI PURBA Diah Ratna Setianingrum Dian Triandini Nurcahyo Diana Nukita Dikwan, Ivananda DITHO TANJUNG PRAKOSO Djuaeni, Muh. Napis DONY AGIL PRASETYO Dwi Uzteyqah Exacty Ekawati Ekawati Fadillah Amin, Nur Fajri, Ahmad Maulana Fida Wulan Istiaji Fikri, Alfikri Rausen Aditya Frandi Barata Simamora Gadalla, Mohamed Saad Abdelkhalk Galih Putro Pamungkas Garancang, Sabaruddin Giustia Puspa Geoda Guntur, Ahmad Hamdan Hamzah, A. Abdul Hamzah, Nur Afifah Hanif Arafah Mustofa Harjum, Mohamad Hasan Basyri Hasan Mustofa Amirudin, Hasan Mustofa Herman J Waluyo Hijab, Zainal Abidin Humaira Qanita Husen Z, Muhammad Husnul Khatimah, A. Ilham Ramadhan Ilham, Muh Ilolu, Roymanto Ilyas, Hamka Indah Risnawati Jumadil, Jumadil Kartono, Akhmad Fadhillah Kasim, Amrah Kemas Abdul Fatah Kundharu Saddhono Kurnia Darmawan Kurniawan Putra Widya Wardana Luluk Dita Shafitri Maghfirah, Tadzkiratul Mahira, Mahira Mazazatu Rosyada Miolo, Mukhtar I MIRTA INDRIASTUTI Moehammad Awaluddin Mualim, Masna Muchammad Misbachul Munir, Muchammad Misbachul Muhammad Ardhi Ahadi, Muhammad Ardhi Muhammad Danny Rahman Muhammad Hakqi Munir Munir, Munir Muzakkir Muzakkir Nasrul Arfianto Nawas, Kamaluddin Abu Nur Hamzah Nurhadi Bashit Panji Pratama Putra Rd. Pintyo Pratomo Priambodo Rendi Aulia Retno Winarni Rida Hilyati Sauda Rizky Silvandie Rosika Dyah Pratiwi Sam, Zulfiah Satrio Wicaksono Sawitri Subiyanto Setiawan, Syarif Agus Sindy Pariamanda Singgih Wahyu Nugroho Sinta, Priti Sri Purwatik Sri Rahmayanti, Sri Sulaiman Hakim Sinaga Supardi Supardi Sutomo Kahar Syahruddin Usman, Syahruddin Syamsuddin, Naidin Syarifa Naula Husna TAUFIQ FITRIANSYAH ADI PRADANA Tegar Dio Arsadya Rahadian Torkis Lubis Victor Andreas Tarigan Wahyu Adi Yuliyanto Widodo, Panggih Yenny Paras Dasuka Yesi Monika Manik Yudo Prasetyo Yunus, Abdul Qayyim Zainuddin, Ihsan Zia Ul Maksum