Claim Missing Document
Check
Articles

KOMPARASI PRAKTIKUM RIIL DAN PRAKTIKUM VIRTUALTERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN LARUTAN PENYANGGA Agustina Dewi; Nyoman Tika; I Nyoman Suardana
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v3i2.21236

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan perbedaan hasil belajar kimia, antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan praktikum riil dan virtual. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan non equivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Laboratorium Undiksha Singaraja tahun ajaran 2017/2018. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Siswa kelas eksperimen dibelajarkan dengan praktikum virtual dan siswa di kelas kontrol dibelajarkan dengan praktikum riil. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif hasil belajar kimia siswa dideskripsikan berupa skor rata-rata pre-test dan post-test siswa. Analisis inferensial hasil belajar kimia siswa menggunakan analisis kovarian (Anakova). Hasil uji Anakova menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,041, yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan praktikum riil dan virtual. Skor rata-rata hasil belajar siswa di kelas kontrol (81,55) lebih baik dibandingkan dengan kelas eksperimen (79,22). Kata kunci: hasil belajar kimia, praktikum riil, praktikum virtual. ABSTRACTThis research was aimed to describe and explain the differences of high school student’s achievement between students who followed learning process with real practicum and virtual practicum. The research was conducted on the topic of buffer. It is a quasi-experiment research with nonequivalent pre-test post-test control group design. The population was the student of class XI IPA SMA Laboratorium Undiksha on academic year 2017/2018. The samples were the students of XI IPA 1 class as experimental class and the students of XI IPA 2 class as control class that selected with cluster random sampling technique.The students in the experimental class followed the learning process with virtual practicum and the student in control class followed the learning process with real practicum. The data of chemistry student’s achievement were collected using the student achievement test. The data were analyzed with descriptive and inferential analysis.Descriptive analysis of chemistry student’s achievement were described in the form of the mean score of student’s pre-test and post-test. Inferential analysis of chemistry student’s achievement were analyzed using covarian analysis (Anacova). The Anacova test result showed the significant level on 0,041, which shown there were the significant differences of High school student’s achievement between the student who followed learning process with real practicum and virtual practicum. The mean score of student’s achievement in control class (81,55) was higher than experimental class (79,22)..Keywords: chemistry student’s achievemen, real practicum, virtual practicumt.
PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS BUDAYA LOKAL PADA PEMBELAJARAN SAINS KIMIA SMP Ni Putu Marheni; I Nyoman Suardana
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2014): OKTOBER 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.398 KB) | DOI: 10.23887/wms.v8i2.12640

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis budaya lokal terhadap hasil belajar siswa, (2) tanggapan siswa dan tanggapan guru terhadap model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis budaya lokal. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Payangan dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIIB dan VIIIC. Siswa kelas VIIIB terpilih sebagai kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis budaya lokal dan siswa kelas VIIIC sebagai kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini meliputi data kuantitatif berupa hasil belajar siswa dan tanggapan siswa serta data kualitatif berupa tanggapan guru. Data hasil belajar siswa dianalisis dengan statistik inferensial, yaitu anakova dengan taraf signifikansi 5%. Sementara itu, data tanggapan siswa dan guru dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa, yaitu: hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis budaya lokal lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Siswa dan guru memberikan tanggapan sangat positif terhadap penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis budaya lokal.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN MODUL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA DASAR I MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN IPA TAHUN AJARAN 2015/2016 Putri Sarini; Ni Made Pujani; I Nyoman Suardana
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 2 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.243 KB) | DOI: 10.23887/wms.v10i2.12664

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) meningkatkan hasil belajar mahasiswa melaluipenerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan modul; dan (2)mengetahui tanggapan mahasiswa terhadap penerapan model pembelajarankooperatif tipe STAD berbantuan modul. Jenis penelitian ini adalah penelitiantindakan kelas (PTK) yang dilakukan melalui empat tahap dengan siklus berulang,yaitu tahap perencanaan, tindakan, pengamatan/observasi, dan refleksi. Penelitiandilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2015/2016 dengan jumlah mahasiswasebanyak 20 orang. Data penelitian diperoleh melalui tes hasil belajar berbentukesai dan kuisioner tanggapan mahasiswa terhadap penerapan model pembelajarankooperatif tipe STAD berbantuan modul. Data penelitian dianalisis denganmetode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) modelpembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswadengan perolehan skor rata- rata hasil belajar sebesar 78 pada siklus I dan 82 padasiklus II; dan (2) mahasiswa memberikan tanggapan positif terhadap penerapanmodel pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan modul
Pengembangan Buku Ajar Kimia SMA Kelas X Berbasis Argumen Toulmin I Komang Swidiarta; I.N. Suardana; I.D.K. Sastrawidana
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 13 No. 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.08 KB) | DOI: 10.23887/wms.v13i2.16105

Abstract

Tujuan umum dari penelitian ini adalah menghasilkan buku ajar kimia SMA kelas X berbasis argumen Toulmin yang dapat melatih siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Tujuan khususnya adalah untuk mendeskripsikan  (1) karakteristik buku ajar kimia SMA kelas X berbasis argumen Toulmin, (2) validitas produk yang dikembangkan berdasarkan penilaian ahlidanuji keterbacaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) mengikuti prosedur penelitian dan pengembangan Borg dan Gall. Tahap penelitian yang dilakukan sampai tahap validasi ahli serta uji keterbacaan. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Data hasil penelitian meliputi data pada tahap analisis kebutuhan (studi literatur dan studi lapangan), data hasil perencanaan produk, data hasil pengembangan produk awal, data hasil validasi ahli dan data hasil uji keterbacaan produk. Produk dalam penelitian ini berupa buku ajar kimia SMA kelas X berbasis argumen Toulmin. Karakteristik buku ajar yang dikembangkan dibuat sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Pada setiap paragraf argumentatif pada buku ajar yang dikembangkan dibuat mengikuti pola argumentasi Toulmin dan dilengkapi dengan peta argumen. Sebagian besar aspek penilaian buku ajar yang dikembangkan mendapat penilaian dengan kategori baik dan sangat baik dari validator ahli. Skor rata-rata seluruh aspek hasil validasi ahli adalah 4,25 dengan kategori sangat baik. Hasil uji keterbacaan menunjukkan tingkat keterbacaan siswa terhadap buku ajar kimia berada dalam kategori sangat baik. Skor rata-rata semua aspek  uji keterbacaan mencapai 4,37. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa buku ajar kimia SMA kelas X berbasis argumen Toulmin memiliki validitas yang sangat baik.
ANALISIS POLA ARGUMEN TOULMIN PADA BUKU PELAJARAN KIMIA SMA KELAS XI kadek ayu widyastiti; I.N. Suardana; N.L.P.M . Widiyanti
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 14 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.837 KB) | DOI: 10.23887/wms.v14i2.24140

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan pola argumen Toulmin pada buku pelajaran kimia SMA kelas XI semester 2 kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode analisis dokumen. Subjek penelitian ini adalah buku pelajaran kimia SMA kelas XI semester 2 kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2016. Buku ini ditulis oleh Nurhalimah Umiyati. Objek penelitian ini adalah pola argumen Toulmin. Analisis argumen di setiap wacana dalam buku berdasarkan argumen Toulmin yang komponennya terdiri atas Claim (C), Ground (G), Warrant (W), Backing (B), Qualifier (Q), dan Rebuttal (R). Setelah ditemukan pola pada setiap wacana kemudian diberi kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buku ini mengandung 87,21% argumen, dan 12,79% bukan argumen. Argumen yang diperoleh dari buku tersebut terdapat 73,26% argumen yang baik menurut argumentasi Toulmin. Pola argumentasi Toulmin yang diperoleh dalam buku tersebut, yaitu: GC (11,63%), GQC (2,33%), GWC (30,23%), GWBC (22,09%), GWQC (5,81%), GWRC (1,16%), GWBQC (12,79%), dan GWBQRC (1,16%). Kualitas buku pelajaran kimia SMA kelas XI semester 2 kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2016 memiliki kategori baik. Kata-kata kunci: argumen Toulmin, buku pelajaran kimia SMA kelas XI
KOMPARASI PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KINERJA ILMIAH SISWA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING NI KADEK SRI MULYANI .; DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc .; DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.66 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis perbedaan: (1) peningkatan keterampilan berpikir kritis dan kinerja ilmiah antara siswa yang dibelajarkan dengan model project based learning (PjBL) dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing, (2) peningkatan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing, (3) peningkatan kinerja ilmiah antara siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Populasi penelitian eksperimen semu berdesain pretest-posttest non-equivalent control group design ini adalah siswa kelas X SMAN 2 Bangli tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 148 orang dan terbagi menjadi lima rombongan belajar. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling terhadap kelas yang sudah disetarakan. Sampel yang terpilih adalah siswa kelas XA dan XD sebagai kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model PjBL dan siswa kelas XB dan XC sebagai kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Data dikumpulkan dengan tes keterampilan berpikir kritis dan tes kinerja ilmiah. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan multivariate analysis of variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterampilan berpikir kritis dan kinerja ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing; (2) keterampilan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing; (3) kinerja ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing.Kata Kunci : Project based learning, inkuiri terbimbing, keterampilan berpikir kritis, kinerja ilmiah This research was aimed to describe and analyze the differences of: (1) improvement of critical thinking skill and scientific performance between students taught by project based learning (PjBL) model and those taught by using guided inquiry one, (2) improvement of critical thinking skill between students taught by PjBL model and those taught by using guided inquiry one, (3) improvement of scientific performance between students taught by PjBL model and those taught by using guided inquiry one. The population in this experimental quasi research with this pretest-posttest non-equivalent control group design is the tenth grade students in SMAN 2 Bangli in academic year 2014/2015. There are 148 students which divided into five classes. The sample was determined by simple random sampling, then the XA and XD classes became experimental group which were treated by PjBL model and XB and XC classes become the control group which were treated by guided inquiry one. The data was collected by critical thinking skill and scientific performance tests, which then analyzed by inferential and descriptive statistics using multivariate analysis of variance (MANOVA). The research discovers: (1) students’ critical thinking skill and scientific performance taught by PjBL model is higher than those taught by using guided inquiry one; (2) students’ critical thinking skill taught by PjBL model is higher than those taught by using guided inquiry one; (3) students’ scientific performance taught by PjBL model is higher than those taught by using guided inquiry one. keyword : project based learning, guided inquiry, critical thinking skill, scientific performance
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP PENGUASAAN MATERI DAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI MTS. NEGERI PATAS DWI AGUSTINI .; Prof. Drs. I Wayan Subagia,M.App.Sc,Ph.D .; Drs. I Nyoman Suardana,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.487 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis (1) perbedaan penguasaan materi dan keterampilan pemecahan masalah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, (2) perbedaan penguasaan materi antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, dan (3) perbedaan keterampilan pemecahan masalah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung.Penelitian ini merupakankuasi eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs. Negeri Patas tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 146 siswa.Sampel penelitian berjumlah 116 siswayang diambil dengan teknik random kelas. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah penguasaan materi dan keterampilan pemecahan masalah. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis MANOVA satu jalur dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan penguasaan materi dan keterampilan pemecahan masalah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan model pembelajaran langsung (F=26,940; p
KOMPARASI LITERASI SAINS ANTARA SISWA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GI (GROUP INVESTIGATION) DAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI SISWA SMP I Nyoman Bagiarata; I Wayan Karyasa; I Nyoman Suardana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.779 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan:(1) Mendiskripsikan perbedaan literasi sains antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe GI (A1) dan siswa yang mengikuti model pembelajaran  inkuiri terbimbing (A2), (2) Mendiskripsikan pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap literasi sains siswa, (3) Mendiskripsikan  perbedaan  kemampuan literasi sains antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe GI dan siswa yang mengikuti model pembelajaran  inkuiri terbimbing untuk kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, (4) Mendiskripsikan perbedaan  kemampuan literasi sains antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe GI dan siswa yang mengikuti model pembelajaran  inkuiri terbimbing untuk kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen The Posttest-Only Control Group Design dan rancangan analisis faktorial 2x2. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII SMP Negeri 2 Banjarangkan tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 174 siswa, dengan sampel 116 siswa ditentukan dengan tehnik Simple Random Sampling terhadap kelas.  Data motivasi berprestasi siswa dikumpulkan dengan kuesioner motivasi berprestasi dan data literasi sains siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes literasi sains. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis varians (Anava) dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan signifikan literasi sains antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran koop[eratif tipe GI (A1) dan siswa yang mengikuti model pembelajaran  inkuiri terbimbing (A2), harga FA hitung = 12,198 (p<0,05), dimana mean kelompok  A1 = 75,78 dengan kategori tinggi, sedangkan mean kelompok A2=68,28 dengan kategori sedang. (2) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap literasi sains, Fhitung sebesar 4,151 (p<0,05). (3) tidak terdapat perbedaan yang signifikan literasi sains antara kelompok siswa yang mengikuti A1 dan A2 pada siswa yang memilliki motivasi berprestasi tinggi, harga thitung = 1,026 < ttabel = 2,000, dimana mean A1B1= 76,50 dengan kategori tinggi dan mean A2B1=73,38 dengan kategori tinggi. (4) terdapat perbedaan yang signifikan  literasi sains antara kelompok siswa yang mengikuti A1 dan A2 pada siswa yang memilliki motivasi berprestasi rendah. harga thitung = 3,905 > ttabel= 2,000, dimana mean A1B2= 75,06 dengan kategori tinggi sedangkan mean A2B2=63,18 dengan kategori sedang. Kata kunci: Model Pembelajaran, Motivasi Berprestasi, dan Literasi Sains. ABSTRACT This study aims to: (1) Describing the difference between the scientific literacy of students who take cooperative learning model GI (A1) and students who take the guided inquiry learning model (A2), (2) To describe the effect of the interaction between the model of learning and achievement motivation toward science literacy students, (3) describe the differences in the ability of science literacy among students who take the GI cooperative learning model and students who take the guided inquiry learning model for a group of students who have high achievement motivation, (4) To describe the differences in the ability of science literacy between students who follow learning model GI cooperative and students who take the guided inquiry learning model for a group of students who have low achievement motivation. This research uses experimental design The Posttest-Only Control Group Design and 2x2 factorial design analysis. Population in this research was class VII SMP Negeri 2 Banjarangkan school year 2014/2015, amounting to 174 students, with a sample of 116 students was determined by Simple Random Sampling technique to the class. Data collected by student achievement motivation achievement motivation questionnaire and data collected by the scientific literacy of students using science literacy test. The data collected were analyzed by analysis of variance (ANOVA) two lanes. The results showed that: (1) there was a significant difference in scientific literacy among students who follow the group learning model Koop [eratif GI type (A1) and students who take the guided inquiry learning model (A2), the price of FA count = 12.198 (p <0, 05), wherein the A1 group mean = 75.78 with the high category, while the A2 group mean = 68.28 with medium category. (2) there was an interaction between the model of learning and achievement motivation toward science literacy, Fhitung amounted to 4.151 (p <0.05). (3) there was no significant difference in scientific literacy among the group of students who take the A1 and A2 on the student who has a high achievement motivation, price t = 1.026 <table = 2.000, which mean A1B1 = 76.50 with high category and mean A2B1 = 73 , 38 with high category. (4) there was a significant difference in scientific literacy among the group of students who take the A1 and A2 on the student who has a low achievement motivation. price t = 3.905> t table = 2.000, which mean A1B2 = 75.06 with high category, while the mean A2B2 = 63.18 with medium category. Keywords: Model of Learning, Achievement Motivation, and Science Literacy.
PENGARUH MODEL SELF REGULATED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SMA NI NYOMAN WIDIYANINGSIH .; Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa,S.Pd,M.Sc .; Drs. I Nyoman Suardana,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model self regulated learning dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri di Kecamatan Banjar yang berjumlah 159 siswa. Sampel penelitian berjumlah 130 siswa yang dibagi menjadi 2 kelas kelompok eksperimen dan 2 kelas kelompok kontrol yang diambil dengan teknik cluster sampling. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model self regulated learning dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung, 2) terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model self regulated learning dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung, 3) terdapat perbedaan yang signifikan antara kecerdasan emosional antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model self regulated learning dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung.Kata Kunci : kecerdasan emosional, pemecahan masalah, model self regulated learning This research was aimed describe the differences of problem-solving ability and emotional intelligence between group of students who studied with self-regulated learning model and direct learning model. This quasi-experimental research used a post-test only control group design. The 11th grade science students SMA Negeri at Banjar district which 159 students were used as the research population. The samples consisted of 130 students were divided into two classes for experiment group and two classes for control group taken by cluster sampling. Two main variables in this research were problem-solving ability and emotional intelligence. The data were analyzed by using descriptive statistics and a one-way MANOVA at the significant level of 5 %. The results of this research showed that: 1) there are significant differences problem-solving ability and emotional intelligence between group of students who studied with self-regulated learning model and direct learning model, 2) there is significant differences problem-solving ability intelligence between group of students who studied with self-regulated learning model and direct learning model, 3) there is significant differences emotional intelligence between group of students who studied with self-regulated learning model and direct learning model.keyword : emotional intelligence, problem solving, self-regulated learning model,
KOMPARASI PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROJECT BASED LEARNING I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI .; DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc .; DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.689 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1). mengetahui dan menganalisis perbedaan peningkatan pemahaman konsep kimia dan sikap ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning, (2). untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan peningkatan pemahaman konsep kimia antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning, (3) untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan peningkatan sikap ilmiah antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-postest non-equivalen control group design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Susut tahun pelajaran 2014/2015. Sedangkan sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1 dan XI IPA 3 yang ditentukan dengan teknik simple random sampling terhadap kelas yang sudah disetarakan. Sampel yang terpilih adalah kelas XI IPA1 sebagai kelompok eksperimen yang dikenai perlakuan dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan kelas XI IPA 3 sebagai kelompok ekperimen yang dikenai perlakuan dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Data dikumpulkan dengan menggunakan tes pemahaman konsep dan kuisioner sikap ilmiah. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan multivariate analysis of variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peningkatan pemahaman konsep kimia dan sikap ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan Problem Based Learning (PBL); (2) peningkatan pemahaman konsep kimia siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL); (3) peningkatan sikap ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning PjBL lebih baik dibandingkan dengan siswa dibelajarkan Problem Based Learning (PBL)Kata Kunci : PjBL, PBL, Pemahaman Konsep dan Sikap Ilmiah This research aims at: (1) finding out and analyzing differences in improvement of chemical concept understanding and scientific attitude between students which were taught by problem based learning and those taught by using project based learning, (2) finding out and analyzing differences in improvement of chemical concept understanding between students which were taught by problem based learning and those taught by using project based learning, (3) finding out and analyzing differences in improvement of scientific attitude between students which were taught by problem based learning and those taught by using project based learning. This study is pseudo experimental research with pretest-postest non equivalent control group design. The population of this study is eleventh grade students in SMA Negeri 1 Susut in academic year 2014/2015, then XI IPA 1 and XI IPA 3 were selected as sample of the study through simple random sampling technique. XI IPA 1 was an experimental group which treated by using problem based learning and XI IPA 3 was also an experimental group which treated by using project based learning. Data were collected by chemical concept understanding test and questionnaire of scientific attitude, which then analyzed by inferential and descriptive statistics using multivariate analysis of variance (MANOVA). The research discovers: (1) the improvement of chemical concept understanding and scientific attitude between students who were taught by project based learning (PjBL) is higher than those treated by problem based learning (PBL), (2) the improvement of chemical concept understanding between students who were taught by project based learning (PjBL) is higher than those treated by problem based learning (PBL), (3) the improvement of scientific attitude between students who were taught by project based learning (PjBL) is better than those treated by problem based learning (PBL)keyword : PjBL, PBL, concept understanding, scientific attitude
Co-Authors ., Ade Sintia Wulandari ., Dewa Ayu Dewi Purnamayanti ., Iluh Via Vanellia Darma ., Kompyang Selamet, S.Pd., M.Pd. ., Ni Kadek Dewi Septiari ., Ni Komang Mawar ., Ni Luh Eka Sumiantari ., Ni Putu Sintya Dewi ., Ni Putu Wahyu Dewi Arningsih A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika A.A.Istri Agung Rai Sudiatmika Aa Kt. Wisnu A.k . AAIA Rai Sudiatmika A’yuningsih, Dewi Qurrota Ade Sintia Wulandari Agustina Dewi agustina dewi Amaliyah, Marisa Amilenita Islam Nuriza Febyanti Anak Agung Inten Paraniti Anil Yusuf Ariyani, Septi Arningsih, N. P. Wahyu Dewi Arningsih, N. P. Wahyu Dewi Ayu Ketut Artatik, I Gusti Bernabas Bio . Cornelia Wening Manggalagita Devi, N. L. Pande Latria Devi, N. L. Pande Latria Dewa Ayu Dewi Purnamayanti Dewi Qurrota A’yuningsih Dewi, I G A Gita Permata Dewi, Kadek Dian Mulya Dewi, Ni Putu Sintya Dharma, I Luh Via Vanellia Diah Artini Dian Ristiani Sabat Dian Ristiani Sabat, Dian Ristiani Dr. I Made Kirna,M.Si . Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Dr. Ida Bagus Nyoman Sudria,M.Sc . Dr. Ni Made Pujani,M.Si . DWI AGUSTINI . Elisa Magdalena Br Gultom Fitriani, Herdiyana Hajiriah, Titi Laily Hidayat, Rizqi I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI . I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI ., I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI I DEWA GEDE AGUNG I Dewa Ketut Sastrawidana I G A Gita Permata Dewi I Gusti Ayu Agung Mas Purohita I Kadek Irvan Adistha Putra I Ketut Suma I Ketut Suma I Ketut Suma I Komang Wisnu Budi Wijaya I Luh Via Vanellia Dharma I Made Arya Putra Wibisana I Made Kirna I Made Kirna I Made Suwenten I Nyoman Bagiarata I NYOMAN BAGIARTA . I NYOMAN BAGIARTA ., I NYOMAN BAGIARTA I Wayan Karyasa I Wayan Muliarta I Wayan Redhana I Wayan Suastra I Wayan Subagia I.D.K. Sastrawidana I.N. Suardana Ida Ayu Komang Puspawati Ida Bagus Putu Mardana Iqlima Wulandari Irene Jarut . Kadek Dian Mulya Dewi Kamaluddin Ketut Suma Ketut Suma Khaeruman Komang Edi Suastrawan Komang Sriponi Kompyang Selamet Kompyang Selamet KUSMIANTI . Liani, Kadek Delita Luh Maharani Merta Luh Mentari . Luh Mitha Priyanka Luh Mitha Priyanka Luh Putu Tuti Ariani M.Or. S.Pd. I Ketut Semarayasa . Made Suwenten Made Wiratini Marheni, Ni Putu Marisa Amaliyah Martha, I Wayan Mawar, Ni Komang Muhammad Wahyu Setiyadi N L. Eka Sumiantari N. L. Pande Latria Devi N. P. Anggi Putri Mijaya N. P. Wahyu Dewi Arningsih N.L.P.M . Widiyanti NI KADEK AYU KRISTIANDAYANTI . Ni Kadek Dewi Septiari NI KADEK SRI MULYANI . NI KADEK SRI MULYANI ., NI KADEK SRI MULYANI Ni Kadek Sri Widyantari Ni Kadek Sri Widyantari, Ni Kadek Sri NI KETUT PRATI DAIWATA NINGSIH . Ni Ketut Rapi Ni Komang Mawar NI LUH EKA NINGSIH . NI LUH EKA NINGSIH ., NI LUH EKA NINGSIH Ni Luh Made Ayunita Ni Luh Pande Latria Devi Ni Luh Putu Pradnya Paramita Dewi Ni Luh Yanti Onikarini Ni Made Susanti Ni Made Susanti Ni Made Wiratini NI NYOMAN RUSMINIATI . NI NYOMAN RUSMINIATI ., NI NYOMAN RUSMINIATI NI NYOMAN WIDIYANINGSIH . Ni Putu Dina Yanti Ni Putu Marheni NI PUTU MERRY YUNITHASARI . Ni Putu Radi Widayanti Ni Putu Sintya Dewi Nikmatur Rohmaya Nonci Melinda Uki Nyoman Retug Onikarini, Ni Luh Yanti Pratiwi, Putu Anandia priyanka, luh mitha PROF. I WAYAN SUBAGIA, M.App.Sc.,Ph.D . Purnamayanti, Dewa Ayu Dewi Purnamayanti, Dewa Ayu Dewi Purohita, I Gusti Ayu Agung Mas Putra, I Kadek Irvan Adistha Putra, I Made Tri Pramana Putri Sarini Putu Agus Putra Dwipayana Putu Agus Putra Dwipayana Putu Anandia Pratiwi Putu Nita Kusuma Putu Prima Juniartina Putu Widiarini Rista Ayuni, Ni Luh Putu Oktiyana Rizqi Hidayat Sariati, Ni Kadek Selamet, Kompyang Septi Ariyani Septian Cahya Azhari Septiari, Ni Kadek Dewi Setiawan, I Putu Krisna Divayana siti rabiatul fajri, siti rabiatul Sitohang, Elsa Octavia Sriponi, Komang Sudiatmika, AAIA Rai Sukayasa, I Made Sukiastini, I Gusti Ayu Ngurah Kade Sumiantari, N L. Eka Sumiantari, N L. Eka Sutoyo, Suyatno Suwenten, I Made Suwenten, Made Titi Laily Hajiriah Uki, Nonci Melinda Wahono Widodo Widayanti, Ni Putu Radi Wulandari, Ade Sintia Wulandari, Ade Sintia Yusuf, Anil