Claim Missing Document
Check
Articles

KOLABORASI DATA KESEHATAN DI SISTEM MANAJEMEN PENGETAHUAN DENGAN MENGGUNAKAN EXCEL MACRO DAN PORTAL ONLINE Athur Bayunata; Dahliyah Hayati; Mohammad Achmad Amin Soetomo; Sonlimar Mangunsong; Dian Adhe Bianggo Naue
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i1.1168

Abstract

Latar Belakang: Kondisi pandemi Covid-19 membuat pergeseran yang cukup besar dalam transfer data dan informasi. Masyarakat dunia dipaksa untuk lebih banyak beraktivitas dari rumah guna menghindari penyebaran virus Covid-19 yang lebih masif lagi. Seperti yang kita ketahui, dalam Manajemen Proyek pengetahuan dapat dibagi menjadi dua kategori: pengetahuan tacit dan pengetahuan eksplisit (1). Tacit knowledge dapat dikatakan sebagai pengetahuan yang masih berada dalam otak atau pikiran seseorang sesuai dengan pemahaman dan pengalamannya. Pengetahuan eksplisit adalah pengetahuan yang telah tertulis dalam buku atau manuskrip. Oleh karena itu, untuk menampung dan mengumpulkan tacit dan explicit knowledge terutama pada kondisi pandemi saat ini, sangat diperlukan suatu wadah atau dapat berupa platform dan alat yang dapat digunakan untuk tujuan tersebut. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Metode ini dilakukan untuk mendapatkan kombinasi yang cocok dalam penggabungan antara manajemen pengetahuan, excel makro dan portal online. Analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif menggunakan gambar hasil eksperimen dari design penggabungan manajemen pengetahuan, excel makro dan portal online. Hasil: Hasil yang didapat dari penelitian ini ialah platform online yang bisa diakses oleh pengguna dengan biaya yang relatif terjangkau, ramah pengguna dan dapat mengkolaborasikan antara data atau informasi dari pengguna dan pengetahuan atau informasi yang ada di manajemen pengetahuan dari perusahaan atau organisasi terutama di klinik-klinik kesehatan termasuk juga Rumah Sakit. Kesimpulan: Kolaborasi antara portal manajemen data online dan excel makro dapat digunakan untuk sentralisasi data dan memungkinkan pengguna untuk berkolaborasi dalam menganalisa data dan membuat keputusan yang diperlukan dengan mudah dan aman. Biaya dalam membuat platform online ini relatif lebih murah dan dapat disesuaikan dengan anggaran, karena aplikasi ini dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan pengguna (kapasitas dan jumlah akses pengguna), sehingga klinik-klinik kecil pun dapat menggunakan platform ini.
KARAKTERISASI PREPARAT NANOPARTIKEL KAFEIN DARI EKSTRAK KOPI ROBUSTA MENGGUNAKAN PLGA DAN PVA Rika Saputri; Muhammad Totong Kamaluddin; Theodorus Theodorus; Sonlimar Mangunsong
Oceana Biomedicina Journal Vol 5 No 2 (2022): Oceana Biomedicina Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/obj.v5i2.87

Abstract

Coffee is one of the beverages favored by the public. Coffee contains caffeine which is able to increase concentration and this ability takes place depending on the dose received by the body. The purpose of this study is to characterize caffeine nanoparticles polymerized PLGA and Pva.In the manufacture of caffeine nanoparticles using ingredients in the form of robusta coffee beans that have been dried and roasted which is then done the extraction process with digesti method, so that caffeine obtained. Then the caffeine that has been obtained is made into a formulation of polylytic nanoparticles PLGA and PVA. In the process of making nanoparticle formulations are used emulsion solvent evaporation method. The formulation of caffeine nanoparticles is characterized using PSA and the particle morphology is performed using TEM. The result of characterization using PSA obtained an average diameter of 173.8 nm, zeta potential -16.2 mV and PDI of 0.148.For morphology see spheric surface shape. So that caffeine from orbusta coffee beans can be prepared using PLGA and PVA polymers using emulsion solvent evaporation method.
TINJAUAN COST-EFFECTIVENESS ANALYSIS PENGGUNAAN INSULIN PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS Samarlina Simamora; Sonlimar Mangunsong; Tiara Mayang Pratiwi
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1459

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan medis terus-menerus. Prevalensi pengidap diabetes melitus terus meningkat setiap tahunnya dan pada kondisi tertentu dimana pengobatan oral sudah kurang mencukupi, maka dokter akan meresepkan insulin injeksi. Hal ini akan menyebabkan peningkatkan biaya pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung perbedaan biaya terhadap outcome terapi penggunaan insulin kerja cepat jika dibandingkan dengan kombinasi insulin kerja cepat dengan insulin kerja panjang. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan deskriptif. Data diperoleh secara retrospektif melalui penelusuran data rekam medik pasien diabetes melitus tipe 2 selama tahun 2020 di sebuah rumah sakit di Kota Palembang, dengan penentuan sampel secara probability sampling, didapatkan 161 rekam medik. Dari penelitian ditemukan bahwa terapi kombinasi jenis insulin aspart yang kerjanya cepat dan insulin detemir yang kerjanya panjang, merupakan kombinasi terapi yang paling banyak diresepkan untuk pasien diabetes melitus tipe 2. Biayanya dengan menggunakan harga e-catalog adalah sebesar 7.170.110,- .Penggunaan kombinasi kedua jenis insulin ini tidak menunjukkan outcome yang lebih baik pada kadar gula darah pasien yang diberikan kan insulin aspart secara tunggal, dengan biaya sebesar 5.457.359,-. Nilai dari rata-rata biaya pengobatan langsung dibagi dengan outcome terapi dari penggunaan insulin adalah 5.664.000,- untuk kombinasi insulin aspart dengan insulin glulisin, kombinasi insulin aspart dan insulin glargine sebesar 8.955.000,- , insulin glulisin dan insulin detemir sebesar 7.517.376,- dan insulin aspart dan insulin detemir sebesar 7.170.110 dan terakhir adalah kombinasi insulin glulisin dan insulin glargine, yaitu sebesar 6.744.674,-. Terapi insulin yang paling cost-effective adalah insulin Aspart.
Determination Levels of Caffeine Isolated from Robusta Coffee Beans from Pagar Alam in Wistar Rat Blood Yunida Yunida; Muhammad Totong Kamaluddin; Theodorus Theodorus; Sonlimar Simangunsong
Biomedika Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/biomedika.v15i1.1251

Abstract

Coffee provides a genuine source of caffeine. Caffeine can have a variety of pharmacological effects on both central and peripheral nervous systems and most of these effects are related to the antagonistic mechanism at adenosine receptors. The most prominent effect of caffeine remains stimulation of brain function, improving mood and physical performance. Robusta coffee obtains an intense level of caffeine and Pagar Alam City is one of the cities in Indonesia that produces robusta coffees. This study aims to identify and characterize caffeine isolated from Pagar Alam robusta coffee beans using thin-layer chromatography methods, UV-Visible spectrophotometry and to determine caffeine levels in wistar rat blood using the ELISA method. This method is cost-effective, familiar to perform and has a considerable degree of accuracy and reproducibility. The isolated samples have similar characteristics to standard caffeine with an Rf value of 0.77, a maximum wavelength at 273 nm with the absorbance of 1.3 and from caffeine profile in the blood sample we obtained the maximum sample concentration in blood 0.582 ± 0.249 μg/ml and the time needed to reach the maximum concentration is 30 minutes.
KELOMPOK MASYARAKAT DESA PIPA PUTIH, BERTANAM KELOR DAN MENIRAN SERTA MANFAATNYA UNTUK KESEHATAN MASA PANDEMI COVID-19 Sonlimar Mangunsong; fadly fadly; Vera Astuti
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 Juni (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.114 KB) | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v3i1.850

Abstract

Empowerment community has been carried out through planting Kelor and Meniran to be used as health food during the Covid 19 pandemic. The implementation was carried out in Village of Pipa Putih, RT 6, Ogan Ilir, South Sumatera. It is 30 km from the city of Palembang, a collaboration partner with the Palembang Health Polytechnic. Using two plots of land owned by the residents village of Pipa Putih, the implementing groups are PKK Cadres and the Office Pipa Putih . Provide farming equipment and garden fences. Provide Kelor dan Meniran seeds obtained from nurseries, then given to partner groups to be planted and maintained for 2 months Monitoring was carried out every week on the activities of growing Kelor dan Meniran. The results obtained are Kelor dan Meniran plants can be harvested after 1.5 months of cultivation. The harvest can be processed into healthy food in the form of agar pudding, bandrek, cendol, chips and noodles made from Kelor dan Meniran. Evaluation took from the increase in knowledge, attitudes and behaviors that have been realized in community service planting Kelor dan Meniran. The theme of this activity was followed up by making the superior ready-to-eat product of cadre levels PKK Pipa Putih and at the coverage village.
PEMBERDAYAAN DAN PENDAMPINGAN KELOMPOK KADER DESA PIPA PUTIH, BERTANAM KELOR DAN MENIRAN SERTA PEMBUATAN MAKANAN OLAHAN UNTUK KESEHATAN Sonlimar Mangunsong; Fadly Fadly; Vera Astuti
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 Desember (2021): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.723 KB) | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v3i2 Desember.1069

Abstract

Continuing Empowerment community has been carried out through planting Kelor and Meniran to be used as health food during the Covid 19 pandemic. The implementation was carried out in Village of Pipa Putih, RT 6, Ogan Ilir, South Sumatera. It is 30 km from the city of Palembang, a collaboration partner with the Palembang Health Polytechnic. Using two plots of land owned by the residents village of Pipa Putih, the implementing groups are PKK Cadres and the Office Pipa Putih . Provide farming equipment and garden fences. Provide Kelor dan Meniran seeds obtained from nurseries, then given to partner groups to be planted and maintained for 2 months Monitoring was carried out every week on the activities of growing Kelor dan Meniran. The results obtained are Kelor dan Meniran plants.The harvest can be processed into healthy food in the form of agar pudding, bandrek, cendol, chips and noodles made from Kelor dan Meniran. Evaluation took from the increase in knowledge, attitudes and behaviors that have been realized in community service planting kelor and meniran. The theme of this activity was followed up by making the superior ready-to-eat product of cadre levels PKK Pipa Putih and at the coverage village.
PENANGANAN DEMAM SECARA SWAMEDIKASI PADA BAYI DAN BALITA DI POSYANDU WILAYAH KECAMATAN KALIDONI PALEMBANG (CARA BELAJAR IBU AKTIF) Sonlimar Mangunsong; M. Nizar; Fadly Fadly; Minda Warnis; Dewi Marlina
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No Tahun (2020): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.953 KB) | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v2iTahun.1201

Abstract

Demam pada anak merupakan alasan konsultasi tersering ke dokter anak dan dokter umum, sekitar 30% dari seluruh total kunjungan. Demam yang tinggi atau berkelanjutan pada bayi perlu diwaspadai karena sistem pengaturan suhu tubuh mereka belum berkembang dengan sempurna. Hal tersebut belum dipahami sepenuhnya oleh keluarga yang merawat bayi dan anak sehingga dosen Poltekkes Palembang perlu melakukan pengabdian kepada masyarakat tentang hal tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan obat anti demam pada bayi dan balita di 3 (tiga) posyandu wilayah kecamatan Kalidoni Palembang serta meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga dalam memilih dan memberikan obat anti demam pada anak-anaknya. Metode kegiatan yang digunakan adalah dengan penyuluhan langsung, ceramah, diskusi serta menunjukkan contoh obat bebas dan pengunaannya. Dilakukan identifikasi terhadap pemahaman penggunaan obat demam. Hasilnya akan mengambarkan tingkat pengetahuan, kepedulian dan kepatuhan keluarga terhadap penggunaan obat demam pada anak dalam keluarga saat penyuluhan. Selanjutnya dilakukan penyebaran kuisioner yang menggali pengetahuan dan sikap peserta tentang penggunaan obat demam. Hasilnya akan mengambarkan tingkat penyerapan informasi yang diberikan saat penyuluhan. Dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan ibu-ibu serta keluarga bayi dan balita di posyandu wilayah kecamatan Kalidoni Palembang memperoleh informasi tentang pemilihan dan pemberian obat anti demam pada anak-anaknya sehingga akan terhindar dari resiko penyakit lain akibat demam. Dari hasil uji Paired sample t Test SPSS terhadap Posyandu didapatkan hasil sebelum dan sesudah penyuluhan adalah berbeda, yang berarti efektif secara nyata. Ini berarti pengetahuan para ibu-ibu bertambah sesudah diadakannya penyuluhan penanganan demam secara swamedikasi pada bayi dan balita, sehingga ibu-ibu dapat memilih dan memberikan obat anti demam pada anak-anaknya dan akan terhindar dari resiko penyakit lain akibat demam
KELOMPOK MASYARAKAT KELURAHAN TALANG JAMBE, BERTANAM KELOR, BUNGA TELANG, DAN MENIRAN SERTA MANFAATNYA UNTUK KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Sonlimar Mangunsong; Muhamad Taswin; Ade Agustianingsih
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 Juni (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.97 KB) | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v4i1.1241

Abstract

Telah dilakukan pemberdayaan masyarakat melalui bertanaman kelor, bunga telang, serei, mint dan meniran untuk digunanakan sebagai makanan kesehatan dimasa pandemi covid 19. Pelaksanaan dilakukan Kelompok Warga RW/RT: 02/06 lorong nangka 1 Kelurahan Talang Jambe Kota Palembang Sumatera Selatan. Berjarak 15 Km dari alamat Institusi Poltekkes Palembang dengan mitra kerjasama. Kegiatan dimulai dengan berkomunikasi dan mendapat persetujuan dari Bapak Lurah Talang jambe. Merencanakan lokasi dan menyediakan lahan berkebun tanaman kelor, bunga telang, serei, mint dan meniran. Menggunakan dua kapling lahan tanah milik warga Lorong nangka 1 yang disepakati warga RT 06, dan kelompok pelaksana adalah Kelompok Warga/Kader PKK yang telah disetujui bapak RT 06. Kelompok dosen menyediakan bibit kelor, bunga telang dan meniran yang diperoleh dari kebun pembibitan, kemudian diberikan kepada kelompok mitra untuk ditanam dan dipelihara secara bersama sama. Melakukan kordinasi setiap minggu dengan kelompok mitra. Selama 3 bulan dilakukan pemantauan setiap minggu terhadap kegiatan bertanam kelor bunga telang, mint dan meniran. Hasil yang diperoleh adalah tanaman kelor,bunga telang dan meniran dapat dipanen setelah 3 bulan budi daya. Hasil panen telah diolah menjadi makanan sehat berupa puding agar, bandrek, cendol, keripik dan mie berbahan dasar kelor dan meniran. Evaluasi keberhasilan terukur dari peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku yang telah terwujud dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat berkebun tanaman obat masa pandemic covid 19. Tema kegiatan ini ditindak lanjuti membuat produk siap saji sebagai unggulan Kelurahan Talang Jambe menujun Lomba Kelurahan Sehat ditingkat Kota dan Propinsi melalui Kader PKK Kantor Kelurahan dan Kecamatan.
KEBUN PERCONTOHAN HERBAL WARGA SUGIHWARAS, TALANG JAMBE, PASCA PANDEMI COVID-19; UNTUK KEWIRAUSAHAAN Sonlimar Mangunsong; Muhamad Taswin
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 Desember (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.163 KB) | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v4i2 Desember.1520

Abstract

Telah dilakukan keberlanjutan pemberdayaan masyarakat pasca pandemi covid 19 untuk berkebun tanaman herbal dan wirausaha. Pelaksanaan dilakukan Tahun 2022 kelompok warga Sugiwaras kelurahan Talang Jambe kota Palembang Sumatera Selatan. Berjarak terjangkau dari alamat Institusi Poltekkes Palembang dengan mitra kerjasama. Melanjutkan kegiatan sebelumnya dan melakukan perbaikan disain kegiatan, lokasi baru membuat pondok tempat persinggahan. Kegiatan dimulai dengan berkomunikasi dan mendapat persetujuan dari Bapak Lurah Talang jambe. Merencanakan lokasi baru dan menyediakan lahan berkebun, pembibitan tanaman herbal. Menggunakan satu kapling lahan tanah milik warga sugiwaras dengan luas tanah 20 x 50 M yang disepakati dengan Ketua RT 06 dan kelompok pelaksana adalah Kelompok Warga/Kader PKK yang telah disetujui bapak RT 06. Kelompok dosen menyediakan kebutuhan material berkebun, bibit tanaman herbal, kunir putih , rosella, kelor, bunga telang dan meniran kemudian diberikan kepada kelompok mitra untuk ditanam dan dipelihara secara bersama sama. Melakukan kordinasi setiap 2 minggu dengan kelompok mitra. Selama bulan dilakukan pemantauan terhadap kegiatan sebagai kebun percontohan. Hasil yang diperoleh adalah, lahan dan lokasi berkebun herbal, meja pondokan, pembibitan tanaman herbal kebun tanaman herbal budi daya untuk kebutuhan penelitian dan kebutuhan masyarakat dalam berwirausaha. Hasil panen wirausaha telah dimanfaatkan kebutuhan warga, diolah menjadi makanan sehat berupa puding agar, bandrek, cendol, keripik dan mie berbahan dasar kelor dan meniran. Evaluasi keberhasilan terukur dari berkebun herbal peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku yang telah terwujud dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat berkebun tanaman herbal pasca pandemic covid 19. Tema kegiatan ini ditindak lanjuti tahun 2023 membuat persiapan produk wirausaha siap saji sebagai unggulan warga sugihwaras kelurahan Talang Jambe menuju Lomba kelurahan sehat ditingkat Kota dan Propinsi melalui Kader PKK Kantor Kelurahan dan Kecamatan. Kata Kunci: Wirausaha , kebun herbal meniran, bunga telang, mint, pemberdayaan, wargasugiwaras
Efek Ekstrak Metanol Maggot (H.Illucens) Terhadap Penyembuhan Luka Terbuka Pada Tikus (Rattus novergicus) Sonlimar Mangunsong; Lia Marsela
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.255 KB) | DOI: 10.36086/jkpharm.v3i2.1083

Abstract

ABSTRAK LATAR BELAKANG : Terapi maggot (H. illucens) telah digunakan untuk pengobatan melalui debridemen belatung sehingga memicu terjadinya penyembuhan luka terinfeksi. Terapi ini sudah ada sejak beberapa abad lalu. Ekstrak kasar maggot (H.illucens) telah diketahui memiliki efek antibakteri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji konsentrasi ekstrak metanol maggot (H.illucens) dalam mempercepat penyembuhan luka terbuka tikus putih jantan. METODE PENELITIAN : Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian true-eksperiment posttest dengan kelompok control. Menggunakan 30 ekor tikus puith jantan yang dibagi menjadi enam kelompok perlakuan. Kelompok I kontrol negative, kelompok II kontrol positif, kelompok III konsentrasi 10%, kelompok IV konsentrasi 15%, kelompok V konsentrasi 20% dan kelompok VI tanpa perlakuan. Perlakuan dilakukan selama 14 hari. Tikus yang telah dilukai dengan diameter ±1,5 cm dan diukur diameter nya secara vertical, horizontal, dan kedua diagonal dan juga diamati visual penyembuhan luka. HASIL : Hasil analisa data persentase penyembuhan luka terbuka pada tikus putih konsentrasi ekstrak maggot (H.illucens) 20% memiliki persentase penyembuhan luka yang lebih besar dibanding dengan konsentrasi 10% dan 15% yaitu sebesar 92.54%. Berdasarkan hasil analisa statistik One way Anova data persentase penyembuhan luka terbuka pada tikus putih konsentrasi ekstrak maggot (H.illucens) 15% mampu memberikan efek penyembuhan luka terbuka tikus putih jantan yang hampir sama dengan kontrol positif dengan nilai p>0.05. KESIMPULAN : Penelitian ini menunjukkan bahwa persentase penyembuhan luka terbuka tikus putih jantan (Rattus novergicus), pada konsentrasi 20% mampu mempercepat proses penyembuhan luka terbuka pada tikus putih jantan (Rattus novergicus) KATA KUNCI : larva lalat, luka terbuka, Maggot (H.illucens), Rattus novergicus ABSTRACT BACKGROUND: Therapy of Maggot debridement (H. Illucens) has been used for the treatment of Maghgos, which can lead to the healing of infected wounds. This therapy has existed for several centuries. Raw maggots extracts (H. Illucens) have been shown to have antibacterial effects. Therefore, the study aims to test the concentration of methanol maggots (H. Illucens) Extract in accelerating the healing of open cuts of male white rats. RESEARCH METHOD: This type of research uses a research type of true experimental posttest with control group. It uses 30 male puith mice that are divided into six treatment groups. Group I Negative control, group II positive control, group III concentration of 10%, group IV concentration of 15%, group V 20% concentration and group VI without treatment. Treatment is done for 14 days. The injured mice ± 1.5 cm in diameter and measured in diameter vertically, horizontally, either diagonally or visually observed wound healing. RESULTS: Data analysis Results The percentage of open wound healing of white mice with a concentration of maggots extract 20% (H. Illucens) has a greater percentage of wound healing compared to 10% and 15% concentrations of 92.54%. Based on the results of the statistical analysis One Way Anova, the percentage of open wound healing data squeaky white with the concentration of maggots extract 15% (H. illucens) able to give the healing effect of open wounds in male white rats is almost the same as positive control with the value p > 0.05. CONCLUSION: The results showed that the percentage of open wound healing of male white rats (Rattus novergicus) at a concentration of 20% was able to accelerate the healing process of open wounds in male white rats (Rattus novergicus). KEYWORDS: larva flies, open wounds, Belatung (H. Illucens), Rattus Novergicus
Co-Authors ., Listrianah Ade Agustianingsih Afifah Rahmah, Afifah Aguscik, Aguscik Agustianingsih, Ade Akbar, Widyan Muchzadi Anayani Dalilah ANITA OKTARIANI APRILLINA, PERMATA Athiutama, Ari Athur Bayunata Bayunata, Athur Bianggo NauE, Dian Adhe Cica Meliza Dahliyah Hayati Dahliyah Hayati Dalilah, Anayani Dewi Marlina Dian Adhe Bianggo Naue Dwiprahasto I Eka Puspa Sari Elvi Sunarsih Fadly Fadly FADLY FADLY Fadly Fadly Fransiska Angelina Hartati, Yuli Hayati, Dahliyah Helda Mirani Jumina . KURNIANTO, TEGUH Lega Aryanti Lia Marsela Lia Puspitasari LILIS MARYANTI Listrianah . M. Nizar M. Nizar Manurung, Monika Septiana Mas'ud, Beri Meli Fitriyani Minda Warnis Mirani, Helda Mohammad Achmad Amin Soetomo Mona Rachmi Rulianti Mona Rahmi MONA RAHMI RULIANTI Mona Rahmi Rulianti Mona Rahmi Rulianti Monika Septiana Manurung Muhamad Taswin Muhammad Totong Kamaluddin Muhammad Totong Kamaluddin Muhammad Totong Kamaluddin Muntaha, Amar Mustofa . Oktari, Vivi OKTARIANI, ANITA Pastari, Marta Pastati, Taufik Meidiansyah Pebriani, Indra PERMATA APRILLINA Podojoyo, Podojoyo Pratiwi, Tiara Mayang Priscila Natalia Marpaung Purnama, Fajriah Rahma Arum Sari Rahmi Rulianti, Mona Ramadhiani, Aninditha Rachmah Ramadhiani, Aninditha Rachmah Resi Sukma Melati Rifqi Assiddiqy Rika Saputri Rulianti, Mona Rahmi Samarlina Simamora Sari, Alfitria Sarmadi Sarmadi Sarmalina Sarmalina Sarmalina Simamora Sarmalina Simamora Sarmalina Simamora Sefriadi, Ilham SIMAMORA, SAMARLINA Siregar, Estelita O.N. Soetomo, Mohammad Achmad Amin Sri Martini Sumastri, Heni Taswin, Muhamad TEGUH KURNIANTO Theodorus Theodorus Theodorus Theodorus Theodorus Theodorus Tiara Mayang Pratiwi Trisna Yuniarti Trisna Yuniarti VERA ASTUTI Vera Astuti, Vera Warnis, Minda Yani, Tiara Yunida Yunida Yunida Yunida