Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL DENGAN AKHLAK ANAK USIA DINI PADA MASA PANDEMI COVID-19 AFRIZA TRI HAYATUN; ADELIA RIZKI UTAMI; KHADIJAH KHADIJAH
Raudhah - Proud To Be Professional مجلد 6 عدد 2 (2021): Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah-Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48094/raudhah.v6i2.121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai hubungan pekembangan sosial dengan akhlak anak usia dini pada masa pandemi covid 19 di Medan. Penelitian ini dilakukan menggunakan jenis penelitian deskriptif yaitu meenggunakan teknik observasi dan juga dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kegiatan pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 mempengaruhi perkembangan anak usia dini. Sebagian besar aspek perkembangan pada siswa PAUD mengalami penurunan seperti pada perkembangan nilai agama dan moral, perkembangan fisik-motorik, perkembangan bahasa, dan perkembangan sosio-emosi. Tingkat penurunan yang cukup besar yaitu dalam aspek fisik-motorik dan sosio-emosional anak. Hal ini karena selama masa pandemi, anak usia dini lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah termasuk kegiatan belajar yang dilaksanakan secara daring. Kesempatan untuk berinteraksi dan bermain dengan teman-teman di sekolah atau di lingkungan rumah menjadi berkurang. Kata kunci : Hubungan Sosial Emosional Akhlak AUD, Covid-19.
HUBUNGAN SOSIAL EMOSIONAL DENGAN PERKEMBANGAN AGAMA ANAK USIA DINI CINDY CINTHIA; KHADIJAH KHADIJAH; DHEA PRIYANTI
Raudhah - Proud To Be Professional مجلد 6 عدد 2 (2021): Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah-Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48094/raudhah.v6i2.122

Abstract

ABSTRAK Sosial emosional adalah dua hal yang saling berkaitan. Sosial adalah interaksi sesama manusia dan emosi adalah perasaan yang ada pada seseorang baik itu perasaan marah, sedih, takut, malu, dan sebagainya. Jadi, sosial emsional adalah kemampuan seseorang dalam memahami perasaan orang lain saat berinteraksi. Rumusan masalah dalam penelitisn ini yaitu: apakah perkembangan agama mempengaruhi sosial emosional pada anak usia dini? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sosial emosional dengan perkembangan agama anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap sosial emosional anak usia dini berpengaruh pada perkembangan agamanya. Perkembangan agama yang baik akan menimbulkan sosial emosional yang baik. Oleh karena itu orang tua berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak agak anak memiliki sikap sosial emosional yang baik.
POLA PERKEMBANGAN MOTORIK PADA ANAK USIA DINI DI TKS MIFTAHUL HUSNA UMUR 4-5 TAHUN KHADIJAH KHADIJAH; MASYITAH ADDINA HARAHAP; AMELIA AMELIA; IKMALUL HIKMAH; CITRA AMALIA HASIBUAN
Raudhah - Proud To Be Professional مجلد 7 عدد 2 (2022): Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah-DESEMBER 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48094/raudhah.v7i2.210

Abstract

Abstrak, Tujuan Penelitian ini untuk memahami dan mengetahui perkembangan motorik kasar dan motorik halus pada anak usia dini di TKS Miftahul Husna Kemampuan motorik bukan suatu kemampuan yang berkembang begitu saja, melainkan melalui sebuah proses belajar dan latihan Masa emas, merupakan fase yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.dalam oenelitian ini menggunakan tekhnik pengumpulam data berupa Observasi, catatn Anekdot dan Dokumentasi. Tidak semua orang tua dan guru telah memahami secara komprehensif pentingnya masa emas perkembangan pada usia dini. Sebagai masa penting, masa sensitif-nya semua potensi yang dimiliki anak untuk berkembang. Oleh karena itu perlu kiranya dukungan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan potensi yang dimiliki anak. Perkembangan yang pertama kali terjadi pada anak adalah perkembangan fisik-motorik, dalam arti perkembangan motorik anak seiring dengan pertumbuhan fisiknya. Bayi dan anak-anak mengembangkanketerampilan berguling, duduk, berdiri, dan keterampilan motoric lainnya dalam urutan yang tetap dan menurut kisaran waktu tertentu. Hal ini sangat penting untuk diketahui oleh para orang tua maupun pendidik lainnya. Pembahasan ini menggunakan pendekatan umur.. Perkembangan motorik mempunyai prinsip dalam perkembangannya sehingga ada konsekuensi logis dari pengembangan keterampilan tersebut karena perkembangan motorik pada masa kanak-kanak memiliki kategori fungsi danbahaya dalam perkembangannya yang dapat mengakibatkan kerugian fisik maupun psikologis. Memahaminya menjadi sebuah keniscayaan untuk menghindari keterlambatan perkembangan keterampilan motorik anak usia dini.
Pengaruh Permainan Petak Umpet dalam Mengembangkan Sosial Anak Usia Dini Salamiyah Nur Hakim Harahap; Elyca Delvia; Silvia Zahra; Mitha Nur Amalina; Khadijah Khadijah
Jurnal Pelita PAUD Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v6i2.1958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh permainan petak umpet dalam mengembangkan sosial anak usia dini. Penelitian di TK ini dipilih sebagai tempat penelitian dengan pertimbangan bahwa berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tidak semua anak kelompok B kemampuan sosial emosionalnya belum berkembang, maka dari itu penelitian menggunakan permainan petak umpet untuk mengetahui kemampuan sosial emosional anak kelompok B. Metode yang digunakan peneliti adalah pre-eksperimental desings dengan jenis One-group pretest-posttest Desings. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 5 anak dengan jumlah anak perempuan 2 dan anak laki-laki 3. Karakter sosial yang terkandung pada setiap permainan tradisional Petak Umpet; jujur, cinta damai, disiplin, toleransi, kerja keras, rasa ingin tahu, cinta tanah air, serta tanggung jawab Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa lembar observasi dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian kami, bahwa pengaruh kegiatan bermain petak umpet tehadap kemampuan sosial emosional anak kelompok B di TK Bina Ana Prasa Kencana, Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. mengalami peningkatan lebih baik dan kegiatan bermain petak umpet dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kemampuan sosial serta emosional anak di TK Bina Ana Prasa Kencana, Tembung.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Balok Angka di RA An-Nida Hotma Sari Harahap; Khadijah Khadijah
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.1353

Abstract

The poor degree of cognitive capacity to recognise numbers in Ra'an-nida was the driving force behind this investigation. The outcomes of the preliminary observations demonstrate this. youngsters's cognitive capacity to recognise numbers is still developing; in Ra an-nida, 70% of youngsters between the ages of 5 and 6 have little understanding of what cognitive ability is. The purpose of this study is to determine how number block media use can enhance children's cognitive development in number recognition, how cognitive abilities of children are prior to using number blocks, and how the number block process can enhance the cognitive abilities of children in Ra'an-nida who are between the ages of five and six. Ten boys and seven girls made up the total number of participants in this class action research study. Techniques for gathering data: In this study, documentation and observation are used to gather data. The percentage methodology is the data analysis method used in this study. According to study done in Ra'an-nida, children between the ages of 5 and 6 had a cognitive ability percentage of 29%, with an average value of 2. In the first cycle, the percentage was 58%. exhibiting an average value of 2.64 and developing criteria. In cycle II, there was an improvement in the cognitive development of children aged 5–6 years, with a 100% percentage and an average score of 3.52 with very excellent development requirements..
Pola Asuh Orang Tua Pada Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Almira Esa Nailah; Dina Hermadani; Wadhhah Nabilah HSB; Khadijah Khadijah; Homsani NST
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola asuh orang tua berperan dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Pola asuh dipahami sebagai cara orang tua membimbing, merawat, mendidik, serta memberi batasan kepada anak melalui interaksi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek beberapa orang tua di Jalan Letdasujono, GG Tertib, Bandar Selamat, Medan Tembung. Data diperoleh melalui wawancara dan dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan orang tua beragam, meliputi pola otoriter, permisif, demokratis, serta pola asuh cuek. Pola otoriter cenderung menuntut kepatuhan penuh, sedangkan pola permisif memberi kebebasan luas namun minim batasan. Pola demokratis memberikan keseimbangan antara aturan dan kebebasan anak, sedangkan pola cuek ditandai dengan minimnya perhatian emosional akibat kurangnya keterlibatan orang tua. Temuan menunjukkan bahwa pola asuh yang tepat sangat berpengaruh pada perkembangan fisik, mental, sosial, dan emosional anak usia dini. Dengan demikian, pemahaman orang tua mengenai pola asuh yang sehat sangat penting agar tumbuh kembang anak dapat berlangsung optimal.
Deteksi Dini Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 0-72 Bulan: Tinjauan Literatur Berbasis Regulasi Kesehatan Annisaa Nur Faudillah; Lu’lu Rahmadanti; Nur Saadah; Khadijah Khadijah; Homsani Nasution
Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupensi.v5i3.6353

Abstract

Child growth and development are important indicators of the health and well-being of the future generation of a nation. This study comprehensively examines aspects of early detection of growth and development of children aged 0-72 months based on health regulations in Indonesia, specifically PMK RI Number 66 of 2014. The research method uses a library approach with a qualitative descriptive method through analysis of government regulations, scientific journals, and official publications of health agencies. The results of the study indicate that growth is measured through anthropometric indicators including weight, length/height, and head circumference, while development is assessed through five main aspects: physical-motor, social-emotional, communication-language, cognitive, and learning approaches. KPSP is a standard instrument for screening child development in Indonesia at the ages of 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, 66, and 72 months. Various factors influence child growth and development in complex and interrelated ways, including nutritional status, environmental sanitation, parental income and education, immunization history, exclusive breastfeeding, and maternal nutrition during pregnancy. Both undernutrition and overnutrition negatively impact a child's physical, cognitive, and psychosocial development. This study emphasizes the importance of early detection, timely intervention, and a holistic, multifactorial approach to ensuring optimal growth and development of Indonesian children.
Upaya Meningkatkan Teknik Story Telling Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Buku Cerita Lokal Sumatera Utara Rahmania Hasibuan; Khadijah Khadijah; Ali Ahmad Al-Barakat
Jurnal Raudhah Vol 14, No 1 (2026): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v14i1.5376

Abstract

Children's storytelling skills at TK Nurul Ilmi are still relatively low, characterized by a lack of courage and limited language in conveying a coherent storyline. This study aims to determine the improvement in children's storytelling skills before and after using local storybooks from North Sumatra. The study used Classroom Action Research (CAR) with a cyclical model consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects were 19 children from Group B of TK Nurul Ilmi, while the object was their storytelling skills through local storybooks. The research instrument used was an observation sheet compiled based on indicators of storytelling techniques and the instillation of cultural values. Data analysis was conducted using descriptive and quantitative methods to calculate the percentage of achievement in each stage of child development. Findings in Cycle I showed an increase in children's skills to 36% in the developing category as expected, but had not yet reached the success criteria. In Cycle II, this percentage reached 79% after integrating the tor-tor dance into the lesson. Teachers are advised to implement local culture-based storytelling methods combined with movement elements to create more interactive and meaningful learning
Penggunaan Media Flashcard Bergambar Dalam Menanamkan Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini Mauliza Nabila; Khadijah Khadijah; Prima Suci Rohmadheny
Jurnal Raudhah Vol 14, No 1 (2026): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v14i1.5441

Abstract

Early childhood education plays an important role in developing children’s religious and moral values; however, monotonous teaching methods often make children less interested in participating in the learning process. This study aims to describe the use of pictorial flashcard media in instilling religious and moral values in early childhood at RA Raudatul Ilmi Medan. This research employed a descriptive qualitative approach involving teachers, the school principal, and children aged 5–6 years as the research subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings showed that the use of pictorial flashcards helped children better understand positive behaviors such as greeting others, being honest, sharing with friends, and respecting teachers. Children also appeared more active, enthusiastic, and responsive during the learning process. Therefore, the consistent use of engaging visual media is recommended to support the development of religious and moral values in early childhood.
Upaya Meningkatkan Teknik Story Telling Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Buku Cerita Lokal Sumatera Utara Rahmania Hasibuan; Khadijah Khadijah; Ali Ahmad Al-Barakat
Jurnal Raudhah Vol 14, No 1 (2026): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v14i1.5376

Abstract

Children's storytelling skills at TK Nurul Ilmi are still relatively low, characterized by a lack of courage and limited language in conveying a coherent storyline. This study aims to determine the improvement in children's storytelling skills before and after using local storybooks from North Sumatra. The study used Classroom Action Research (CAR) with a cyclical model consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects were 19 children from Group B of TK Nurul Ilmi, while the object was their storytelling skills through local storybooks. The research instrument used was an observation sheet compiled based on indicators of storytelling techniques and the instillation of cultural values. Data analysis was conducted using descriptive and quantitative methods to calculate the percentage of achievement in each stage of child development. Findings in Cycle I showed an increase in children's skills to 36% in the developing category as expected, but had not yet reached the success criteria. In Cycle II, this percentage reached 79% after integrating the tor-tor dance into the lesson. Teachers are advised to implement local culture-based storytelling methods combined with movement elements to create more interactive and meaningful learning
Co-Authors Adawiyah Barus ADELIA RIZKI UTAMI AFRIZA TRI HAYATUN Ahmad Syukri Sitorus Ahsana Zaida Qolbi Aida Suciyanti Nasution Aini Syaroh Aisyah Putri Rambe Ali Ahmad Al-Barakat Almira Esa Nailah Amalia Mahfudza Amalia Qori AMELIA AMELIA Anisa Putri Manik Annisa Hadisti Rahayu Annisa Zaini Rahmah Annisaa Nur Faudillah Anti Pebriani Syahpitri Arlina, Arlina Ashabul Maimanah Asnil Aidah Ritonga Atika Angriani Saragih Ayu Fakhrana Azizah Zein CINDY CINTHIA Cindy Cinthia Citra Amalia CITRA AMALIA HASIBUAN CITRA AMALIA HASIBUAN Desi Maisura Sidabutar Dhea Dwita Putri DHEA PRIYANTI Dina Hermadani Dinda Asri Ramdhani Dinil Arifah Nasution Dinul Akbar Nasution Ella Ramadani Ritonga Elyca Delvia Emilia Fitri Harahap Emilia Fitri Harahap Fany Chairunnisa Fatma Gustina Fitra Handayani Fitria Nur Afni Siregar Friska Nur Fatimah Hafifah Hamidah Saroh Hanifah Rangkuti Hariati, Rizki Hasan Asari Hilyatul Ulya Najwa Afifah Homsani Nasution Homsani NST Hotma Sari Harahap IKMALUL HIKMAH Inayah Ramadhani Indah Khairani Hasibuan Indah Khoirunnisah Siregar Intan Puspita Sari Ira Suryani Isnaini Kurnia Syahri Jumli Sabrial Harahap Kartika Tri Amalia Khairani Munadia Khairun Nis Khairunnisa Khairunnisa Khoilula Hanum Tanjung Lutfia Aini Lu’Lu Rahmadanti Maisarah Maisarah Maisarah Maryanti Maryanti Masdeani Dasopang Mastianur Daulay Masyitah Addina Harahap Mauliza Nabila Maysarah Rabiul Aulia Damanik Media Gusman Mitha Nur Amalina Muhammad Luthfie Ramadhani Musdalifah Musdalifah Mutiara Azahra Siregar Nabilah Araminta Nelly Rahmita Nisafira Yulianti Nur Asiah Lubis Nur Saadah Nurhaliza Hakim Nurhayani Nurhayani Nurhayani Nurhayani Nurul Oktafianti Nurul Sa'adah br. Batubara Pebrina Hesti Sagala Prima Suci Rohmadheny Pulungan, Enny Nazrah Puput Anjar Lestari Putri Salsabila Putri Salsabila Rahma Yani Rahmania Hasibuan Ramita Ramita Rheina Meisyah Siregar Ririn Putri Ali Risa Ummah Pratiwi Riska Wahyuni Hardianti Rizki Nurhalizah Rizky Auliani Rohani rohani Rohani Sitorus Salamiyah Nur Hakim Harahap Salamiyah Nur Hakim Harahap Salminawati Sekar Ayu Larasati Shofiyatul Af-Idah Sholihatul Hamidah Daulay Silvia Zahra Siska Ayunita Siti Halisah Siti Maysyarah Telaumbanua Siti Nur Jannah Siti Nurul Azida Mohd Noor Ajiba Sri Wahyuni Suci Nadillah Selian Swandari Purnama Ningsih Tara Pratiwi Tety Eviaty Harahap Tiara Winanda Titis Agung Dwi Anjani Vivi Chairani Wadhhah Nabilah HSB Widya Ismayani Widya Sari Nasution Wildani Wildani Winda Syahputri Siregar Wirda Hayanai Syahputri Wiwik Indah Handayani Yassinta Amarisa Yolanda Mutiara Yusnaili Budianti Yusnaili Budianti Zahra Afifah Zahra Yunita Zyhan Risty Andini