Claim Missing Document
Check
Articles

EMPOWERING HOUSEWIVES THROUGH 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) TRAINING TO REALIZE AN ENVIRONMENTALLY FRIENDLY VILLAGE Maslihah, Sri; Nurendah, Gemala; Wyandini, Diah Zaleha; Kosasih, Engkos; Damaianti, Lira Fessia; Ihsan, Helli; Saefudin, Muhamad Arif
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i4.3052

Abstract

A healthy environment is a crucial factor in supporting optimal child growth and development. In various regions of Indonesia, there are still many issues related to low awareness of healthy lifestyles that have not been properly addressed. The strategic role of housewives is essential in maintaining environmental cleanliness, but limited access to information and skills means some mothers are unable to properly manage household waste. This community service activity aims to empower housewives through 3R (Reduce, Reuse, Recycle) training. This training is the first step in realizing environmentally friendly villages. The methods used include counseling, waste management practices, and mentoring in implementing the 3Rs in households. It is hoped that housewives participating in the training will develop skills in sorting and processing household waste, and that a collective commitment to maintaining environmental cleanliness with the community will be formed.
ARTPSY FUSION PROGRAM: UPAYA PENCEGAHAN RESIDIVISME PADA JUVENILE SEX OFFENDER SEBAGAI BENTUK RETROGRESI MORAL MELALUI TEATRIKAL WAYANG GOLEK Yunita Putri Lestari; Sri Maslihah; Selfiyani Lestari; Febrian Kusnadi; Maitria Prada Yusuf; Syifa Fauziah; Candra Nugaraha Setiawan
Indonesian Psychological Research Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/ipr.v6i1.1089

Abstract

This research aims to overcome moral retrogression in juvenile sex offenders through the Artpsy Fusion Program intervention which uses Wayang Golek performances to insert culture-based moral values. This research uses a qualitative experiment approach with a pretest and posttest design. Data collection was carried out through in-depth interviews. The research participants consisted of six children who were children assisted by the Bandung Class II Special Child Development Institute (LPKA). The Artpsy Fusion Program intervention was carried out three times for three weeks. The research results show that the Artpsy Fusion Program is effective in improving moral reasoning in juvenile sex offenders. Content analysis showed there was a significant change in participants' moral reasoning after the intervention, with a shift from immature moral reasoning to more mature moral reasoning. Apart from that, by combining cultural aspects through Wayang Golek performances, it adds a valuable cultural dimension in efforts to improve the morale of young people who commit sexual crimes. Theoretical implications for moral retrogression in juvenile sex offenders and practical implications for intervention in LPKA are also discussed.
Pengaruh Komunikasi Interpersonal dan Couple Resilience Terhadap Kepuasan Pernikahan pada Long Distance Marriage Rachmi, Azka Dhafina; Maslihah, Sri
Merpsy Journal Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/merpsy.v17i1.36919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh komunikasi interpersonal dan couple resilience terhadap kepuasan pernikahan pada individu yang menjalani long distance marriage. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dan data dianalisis menggunakan uji asumsi klasik, uji beda, dan uji hipotesis dalam software IBM SPSS 30. Teknik analisis untuk pengujian hipotesis adalah regresi linear berganda. Partisipan meliputi 139 individu yang menjalani pernikahan jarak jauh. Instrumen penelitian yang digunakan diantaranya instrumen komunikasi interpersonal yang dirancang Muslihah (2014), Couple Resilience Inventory (CRI) yang dibuat Sanford (2016), dan ENRICH Marital Satisfaction (EMS) yang disusun Fowers & Olson (1993). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari komunikasi interpersonal dan couple resilience terhadap kepuasan pernikahan.
Bystander Behavior dalam Situasi Bullying pada Remaja Sekolah Menengah Pertama Sri Maslihah; Gemala Nurendah; Ghinaya Ummul Mukminin Hidayat; Selfiyani Lestari; Muhammad Ilham Mudin
Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jpp.v16i2.1573

Abstract

Peran bystander dalam kejadian bullying dapat mencegah insiden perundungan yang dampaknya memengaruhi kesejahteraan siswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran perilaku bystander dalam kejadian perundungan pada siswa SMP. Studi deskriptif ini melibatkan 205 siswa berusia 12–15 tahun dengan menggunakan Bullying Bystander Role Scale (BBRS). Instrumen itu mengukur lima peran, yakni Assistant, Reinforcer, Outsider, Defender, dan Digital Defender. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Spearman, dan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan seluruh tipe bystander berada pada kategori rendah, kecuali peran defender yang berada pada kategori tinggi. Ditemukan juga perbedaan signifikan pada semua tipe bystander berdasarkan jenis kelamin. Siswa perempuan menunjukkan perilaku membela yang lebih tinggi baik secara langsung maupun Digital sedangkan siswa laki-laki cenderung lebih pasif atau bahkan mendukung tindakan perundungan. Tidak ditemukan perbedaan signifikan berdasarkan usia. Temuan ini mendukung perlunya pengembangan program intervensi anti-perundungan yang disesuaikan dengan karakteristik tipe bystander serta jenis kelamin, khususnya strategi untuk mendorong perilaku membela pada siswa laki-laki dan memperkuat sikap defender pada siswa sekolah menengah pertama.
Baraya Ngajaga Intervention: Promoting Bystander Behavior for Bullying Prevention Through Sundanese Cultural Values in Junior High School Students Maslihah, Sri; Mudin, Muhammad Ilham; Nurendah, Gemala; Hidayat, Ghinaya Ummul Mukminin; Lestari, Selfiyani
Indonesian Psychological Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Psychological Research
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/ipr.v8i1.1675

Abstract

This study was conducted to develop and examine a bystander intervention programme integrated with Sundanese values for preventing bullying amongst junior high school students, namely the Baraya Ngajaga programme. The research utilized a quasi-experimental design employing One-Group Pretest-Posttest Design, which was carried out at SMPN X Bandung, Indonesia, involving ten female students aged 13-14 years from the school's "Agen Perubahan" community as the subjects. The intervention implemented was the "Baraya Ngajaga" programme delivered across three sessions, which combined Sundanese cultural values of Silih Asih, Sauyunan, and Ngamumule. Three instruments were employed to measure the program's effectiveness, namely the Conative Scale (α = 0.790) for behavioral intention, the Affective Scale (α = 0.810) for emotional reaction, and the Cognitive Scale (α = 0.733) for knowledge evaluation. The results showed enhancement in intervention intentions (p = 0.007), while emotional response and knowledge scores were not found to be significant.  Based on these findings, Baraya Ngajaga's pilot intervention showed promising initial results in increasing bystander intervention intentions through integrating local cultural values thus providing preliminary evidence for further development of anti-bullying programs tailored to local contexts.
Pelatihan orientasi masa depan untuk meningkatkan kemampuan remaja dalam menyusun orientasi masa depan bidang pekerjaan Sri Maslihah; Iva Erlina; Dwi Handoko
Jurnal Abmas Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v11i2.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para siswa kelas XII dalam menyusun orientasi masa depan bidang pekerjaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre-eksperimental mengingat dalam penelitian ini hanya ada satu kelompok tanpa ada kelompok control dan sampel dipilih secara random. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest and posttest design (Graziano & Raulin, 2000). Kegiatan perancangan pelatihan disusun dengan mengacu pada data yang diperoleh dari hasil analisa kebutuhan. Pelatihan disusun melalui pendekatan experiential learning, yaitu suatu rangkaian kegiatan pelatihan dengan satu atau lebih tujuan pembelajaran yang memerlukan keterlibatan aktif dari peserta pelatihan (Walter & Marks, 1981). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pelatihan orientasi masa depan bidang pekerjaan ini secara signifikan berperan terhadap peningkatan kemampuan menyusun orientasi masa depan peserta pelatihan.
LEBIH DARI SEKEDAR DISIPLIN : CONSCIENTIOUSNESS DAN RESILIENSI PADA MAHASISWA Alda Varida; Amira Naila Rizqia; Rezzy Tikaso; Nadya Maya Kamiliya Ramdan; Noura Salma Aisyadila; Aisya Nisrina Zahra; Sri Maslihah
Merpsy Journal Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/merpsy.v17i2.37577

Abstract

This study investigated the association between conscientiousness and resilience among Indonesian university students. Using a cross-sectional correlational design, data were collected from 307 students enrolled in public and private universities in Indonesia. Conscientiousness was measured using the International Personality Item Pool (IPIP) Conscientiousness Scale, and resilience was assessed using the Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Spearman correlation analysis revealed a significant positive association between conscientiousness and resilience (rₛ = .249, p < .01). The findings indicate that students characterized by greater self-discipline, responsibility, and goal orientation tend to exhibit higher levels of resilience. Although the association was modest in magnitude, the results support personality-based models of resilience and suggest that conscientiousness represents one of multiple factors contributing to adaptive functioning in emerging adulthood. Interventions aimed at strengthening self-regulatory capacities may therefore complement resilience-building efforts within higher education settings. Longitudinal studies are needed to examine causal pathways and identify additional determinants of resilience among university students.
PERAN CONSCIENTIOUSNESS TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA MAHASISWA Keyra Aurielle Shevanka; Nirmala Putri Ramadhani; Aldzikra Dhaifa Syavanay Miraza; Naurah Fairuz Zakiyah; Annisa Risma Devita Suhendar Pudiwan; Najwa Zhafira Khairunnisa; Sri Maslihah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.9068

Abstract

Students are in the emerging adulthood phase, which is characterized by increasing academic, social, and personal demands, requiring adequate self-regulation to maintain psychological well-being. This study aims to examine the relationship between conscientiousness and psychological well-being among students. A quantitative approach with a correlational design was employed. The participants consisted of 309 students from various universities in Indonesia. Data were analyzed using Spearman’s correlation test. The results revealed a significant positive relationship between conscientiousness and psychological well-being with a moderate correlation strength [r(307) = 0.418; p < 0.001]. This finding indicates that higher levels of conscientiousness are associated with higher psychological well-being. Traits such as discipline, responsibility, orderliness, and goal orientation contribute to better management of academic demands, reduced psychological distress, and enhanced feelings of competence and meaning. Conversely, lower conscientiousness may increase the risk of psychological distress due to poor time management and self-control. Most participants were categorized at a moderate level, indicating adequate adaptive capacity with room for further improvement. ABSTRAKMahasiswa berada pada fase emerging adulthood yang ditandai dengan meningkatnya tuntutan akademik, sosial, dan personal, sehingga memerlukan kemampuan regulasi diri yang baik untuk menjaga kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara conscientiousness dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 309 mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara conscientiousness dan kesejahteraan psikologis dengan kekuatan hubungan sedang [r(307) = 0,418; p < 0,001]. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat conscientiousness, semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis mahasiswa. Karakteristik seperti disiplin diri, tanggung jawab, keteraturan, dan orientasi tujuan berperan dalam membantu individu mengelola tuntutan akademik, mengurangi tekanan psikologis, serta meningkatkan perasaan kompeten dan bermakna. Sebaliknya, tingkat conscientiousness yang rendah berpotensi meningkatkan risiko tekanan psikologis akibat lemahnya pengelolaan waktu dan kontrol diri. Mayoritas responden berada pada kategori sedang, yang menunjukkan kapasitas adaptif yang cukup baik namun masih dapat dioptimalkan.
MENGUNGKAP KASUS KEKERASASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DENGAN BERMAIN Maslihah, Sri
MANASA Vol. 1 No. 2 (2012): Desember, 2012
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Child sexual abuse was the highest among other child abuse in 2012. The research base on the handling of the case girl who became victim of sexual abuse by boy. The aim of the research is to explore the role of play as the method used in expressing the sexual assault case sexual abuse. This study is a qualitative research using a case study method. Techniques of data collection is observation. Result of this study show that through play activities obtained a description of sexual that occurs in the subject. In addition, the subject has the opportunity to express their feelings about the case.
Co-Authors Agestianti, Ruth Aisya Nisrina Zahra Ajeng Rintan Septiani Ajeng Rintan Septiani Alda Varida Aldzikra Dhaifa Syavanay Miraza Alfiah, Haura Alya Zachra Fauzia Amira Naila Rizqia Anastasia Wulandari Anastasia Wulandari, Anastasia Annisa Qurrotu Ainy Annisa Risma Devita Suhendar Pudiwan Arif Saefudin Candra Nugaraha Setiawan Damaianti, Lira Fessia Damaianti, Lira Fessia Devianti Diah Zaleha Wyandini Dwi Handoko Engkos Kosasih Evin Damayanti Fauziyya, Eka Febrian Kusnadi Gemala Nurendah Gemala Nurendah Ghinaya Ummul Mukminin Hidayat Ghinaya Ummul Mukminin Hidayat Haura Alfiah Haura Alfiah Helli Ihsan Helli Ihsan Hidayat, Ghinaya Ummul Mukminin Ifa Hanifah Misbach Ihsan, Helli Indriyani, Wulan Ayu Ira Mutiara Rusli Ismawati Kosasih Iva Erlina Keyra Aurielle Shevanka M Ariez Musthofa M. Ariez Musthofa Maitria Prada Yusuf Marizka, Diba Shabrina MIF Baihaqi Mudin, Muhammad Ilham Muhammad Ariez Musthofa Muhammad Ilham Mudin Musthofa, M Ariez Musthofa, M. Ariez Nadya Maya Kamiliya Ramdan Najwa Zhafira Khairunnisa Nandlia fauzia Naurah Fairuz Zakiyah Nirmala Putri Ramadhani Noura Salma Aisyadila Nugraha, Indra Nurendah, Gemala Nurlaily, Talia Hanafiah Oong Komar Pritha Dewi Indriyani Putri Puspitasari Rachmi, Azka Dhafina Raden Wachyu Zakia Fadilah Rezzy Tikaso Ryfa Meriam Sachar, Indra Aria Selfiyani Lestari Septiani, Ajeng Rintan Setiadi, Asep Shodiq, Fajar Siska Marliana Sitti Chotidjah Sitti Chottidjah Suralaga, Fadhilah Syifa Fauziah Talia Hanafiah Nurlaily Ulfah Hayati Wyandini, Diah Zaleha Yanti Shantini, Yanti Yunita Putri Lestari Zulnida, Eka Fauziyya