Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : TAZKIYAH

MENCARI BENTUK KONSELING ISLAM DALAM TRADISI SUFISME Mastur, Mastur
AL-TAZKIAH Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini hendak mengkaji tentang berbagai permasalahan seputar bagaimanabentuk konseling Islam yang ideal dalam tradisi sufisme melalui kerangka islamisasi sains. Kehadiran tulisan ini tentunya dihajatkan untuk dapat memberikan warna yang sebenarnya dari dunia konseling Islam. Studi kepustakaan atau analisis dokumenter secara khusus digunakan untuk menelusuri pemikiran para sufisme menyangkut konseling. Berdasar analisis ditemukan bahwa embrio gagasan “islamisasi” ilmu konseling ini sesungguhnya dapat dilacak melalui “proyek Islamisasi sains” yang dilandasi oleh keyakinan bahwa sesungguhnya segala yang ada di muka bumi ini adalah ciptaan Allah dan pasti telah termaktub dalam al-Qur’an dan hadis. Oleh sebab itu, semua ilmu pengetahuan yang ada dan menjadi temuan ilmuan selama ini sesungguhnyamerupakan milik Allah dan semuanya terjadi atas kehendak-Nya. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ilmu konseling sebagai bagian dari ilmu pengetahuan modern sudah tentu juga memiliki basis empiris dan teoretis dan karena itu harus pula diyakini bahwa ilmu konseling sesungguhnya juga merupakan bagian dari spektrum yang tercakup dalam al-Qur’an dan Hadis.
Selebritisme dan Inferiority Complex Syndrome Mastur, Mastur
AL-TAZKIAH Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human is anorganism that always tends to have a pleasure. He calls it as the Id mechanism (a biological aspect of human being) which always demands an actualization of its satiation. Indonesian society on sociology perspective is as a society which was colonized by capitalism countries, even up to present it is still under the grip of capitalism countries (well known as neo-imprialism). This phenomenon grows and increases the hedonistic culture and consumptive culture toward Indonesian society. Celebritisme phenomenon (pop culture/Hollywood culture) toward Indonesian society, its teenagers, becomes a proven of individual and social reality (two assumptions mentioned previously). Mass media, then, has a great role in influencing personal counsciousness and it directs Indonesian society to be have what mass media exposes or present. Mass media contextually, has adominant and great role in growing and developing celebritism mentality of Indonesian society.
MENCARI BENTUK KONSELING ISLAM DALAM TRADISI SUFISME Mastur, Mastur
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini hendak mengkaji tentang berbagai permasalahan seputar bagaimanabentuk konseling Islam yang ideal dalam tradisi sufisme melalui kerangka islamisasi sains. Kehadiran tulisan ini tentunya dihajatkan untuk dapat memberikan warna yang sebenarnya dari dunia konseling Islam. Studi kepustakaan atau analisis dokumenter secara khusus digunakan untuk menelusuri pemikiran para sufisme menyangkut konseling. Berdasar analisis ditemukan bahwa embrio gagasan “islamisasi” ilmu konseling ini sesungguhnya dapat dilacak melalui “proyek Islamisasi sains” yang dilandasi oleh keyakinan bahwa sesungguhnya segala yang ada di muka bumi ini adalah ciptaan Allah dan pasti telah termaktub dalam al-Qur’an dan hadis. Oleh sebab itu, semua ilmu pengetahuan yang ada dan menjadi temuan ilmuan selama ini sesungguhnyamerupakan milik Allah dan semuanya terjadi atas kehendak-Nya. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ilmu konseling sebagai bagian dari ilmu pengetahuan modern sudah tentu juga memiliki basis empiris dan teoretis dan karena itu harus pula diyakini bahwa ilmu konseling sesungguhnya juga merupakan bagian dari spektrum yang tercakup dalam al-Qur’an dan Hadis.
Selebritisme dan Inferiority Complex Syndrome Mastur, Mastur
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human is anorganism that always tends to have a pleasure. He calls it as the Id mechanism (a biological aspect of human being) which always demands an actualization of its satiation. Indonesian society on sociology perspective is as a society which was colonized by capitalism countries, even up to present it is still under the grip of capitalism countries (well known as neo-imprialism). This phenomenon grows and increases the hedonistic culture and consumptive culture toward Indonesian society. Celebritisme phenomenon (pop culture/Hollywood culture) toward Indonesian society, its teenagers, becomes a proven of individual and social reality (two assumptions mentioned previously). Mass media, then, has a great role in influencing personal counsciousness and it directs Indonesian society to be have what mass media exposes or present. Mass media contextually, has adominant and great role in growing and developing celebritism mentality of Indonesian society.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Agus Purwito Alkahfi, Muhammad Indra Andi Aziz Anwar, Muhamad Ali Anwar, Muhamad Ali Anwar Arsita Dewi, Ery Azmy, M. Noor Baehaqi Bahari, Anggri Septa Bambang Sugiantoro Bunyamin Maftuh Catur Nugroho Dani Satyawan Dewi Sukma DWI N. SUSILOWATI Dyah, Rosliana Purwaning Dzulfikar, Dzulfikar Eka Fitriani Eko Binti Lestari, Eko Binti Encep Syarief Nurdin, Encep Syarief Fadhil Ahla Firdaus Fajar Setianingrum , Rahmawati Famila Dwi Winati Feri irawan Fitrotus S, Dewi Gufron, Moh HABIB RIJZAANI Hafidz, Putra Hamsi Mansur Hapsah, Hapsah Hartono Hartono Hasan Hasan Hasim Abdul Jamil I Made Tasma Indramawan, Anik Irwansya, Irwansya Khairiyah, Dhea KRISTIANTO NUGROHO, KRISTIANTO KUNTO WIBISONO Kurniawan, Yuniar Denny Latief, Jenny Linda Apriliani, Linda Lukman Hakim Magfiroh, Binti Latifatul Mamik Setyowati, Mamik MARIA BINTANG Mia Kosmiatin MIFTAHOL ARIFIN, MIFTAHOL Mohamad Athar Monry Fraick Nicky Gillian Ratumbuysang Mubarok, Iqbal Muhammad Farhan Nabila Noor Qisthani Nana Supriyana Nik Haryanti Nugrah Rekto Prabowo Nugraha, Risma Nuning Artati Nur Fuad Nurmalasari, Yunita Praharto, YB Prasetya, Adita Dwi PUJI LESTARI Purwanto, Oky Dwi Puspitojati, Endah Putri, Isnah Faradiba Qomario Rahma, Leily Vidya Rahmawati, Rahmawati Raudah Raudah REFLINUR REFLINUR Rosyidah Arafat, Rosyidah Salsabela, Yuliyana samsudin, ivan Sativa, Risya Oriza Siti Nurlaela Soim, Soim Sudiarto Sudiarto Suhendar, Ace Sukmawati Sukmawati Suniati, Suniati Suparjo Suparman Suparman Supiyana, Nana Surya, Ananta Susanti Sufyadi Sutarno Sutarno Tohawi, Agus TRI JOKO SANTOSO Tris Sugiarto Umar Umar Us’an, Us’an Utama, Agus Hadi Utari, Ratna Utis Sutisna Utomo, Achmad Fauza Setyo Waldiono, Jenjang Warso Warso, Warso Witjaksono Witjaksono Yuli Dianto, Alfin