Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Indonesian Social Science Review

Penggunaan Dana Desa dalam Pembangunan Infrastruktur Desa Sidomulyo, Kota Batu Nex, Urbanus; Lestari, Asih Widi; Firdausi, Firman
Indonesian Social Science Review Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/issr.v1i1.39

Abstract

The few years since the passing of the Village Law have resulted in several changes at the micro government level. Villages become more empowered because they are given access to more management. Some villages even received the title of Independent Village, which means that the village earns its own income outside of the budget usually provided by the Central Government. One of the villages included in this independent category is Sidomulyo Village, Batu City. Batu City is able to become a city that earns quite a lot from its own local revenue thanks to the tourism sector. Villages within Batu City have also become empowered villages and some have even received the title of Independent Village at the national level, namely Sidomulyo Village thanks to tax levies and proper development planning. Based on this, the researcher is interested in examining it through qualitative methods. The results of this study found that the Sidomulyo Village Government implemented the Village Conference in a timely manner and from the smallest stage. The readiness of infrastructure built year after year is an important variable in an Independent Village. Beberapa tahun setelah disahkannya Undang-Undang Desa telah menghasilkan beberapa perubahan di level pemerintah mikro. Desa menjadi lebih berdaya karena di berikan akses pengelolaan yang lebih. Beberapa Desa bahkan mendapat predikat Desa Mandiri yang artinya desa tersebut mendapatkan penghasilannya sendiri di luar dari anggaran yang biasanya di berikan oleh Pemerintah Pusat. Salah satu Desa yang termasuk kategori mandiri ini adalah Desa Sidomulyo, Kota Batu. Kota Batu mampu menjadi Kota yang berpenghasilan cukup besar dari Pendapatan Asli Daerahnya berkat sektor Pariwisata. Desa yang terdapat di dalam Kota Batu juga menjadi Desa-Desa yang berdaya bahkan ada yang menjadi predikat Desa Mandiri di taraf nasional, yaitu Desa Sidomulyo berkat pajak retribusi serta perencanaan pembangunan yang tepat. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti tertarik untuk menelitinya melalui metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini di dapat bahwa Pemerintah Desa Sidomulyo menerapkan Musyawarah Desa secara tepat waktu dan dari tahap yang terkecil. Kesiapan infrastruktur yang dibangun tahun demi tahun menjadi variabel yang pentung dalam Desa Mandiri.
Inovasi Pelayanan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Desa Pendem Kota Batu Haryana, Olgaria Devi; Suprojo, Agung; Lestari, Asih Widi
Indonesian Social Science Review Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/issr.v2i2.80

Abstract

This research aims to identify the forms of innovation in services implemented by the Community Information Group in Pendem Village. The research method used is qualitative descriptive, with data obtained from primary and secondary sources. Data collection was carried out through interviews, observations, and documentation, with informants selected using the snowball sampling method. Data analysis techniques in this study include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results show that service innovations by the Community Information Group can be seen from relative advantage, innovation compatibility, complexity, trialability, drivers, and barriers. Supporting factors include equipment provided by the village government to the Community Information Group, as well as adequate facilities and infrastructure such as cameras and computers to facilitate the Community Information Group in managing information. Inhibiting factors include incomplete equipment, limited human resources that need to be developed, time constraints of the information group in coordinating members, and poor communication between the Community Information Group and the local community. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk inovasi dalam pelayanan yang diterapkan oleh Kelompok Informasi Masyarakat di Desa Pendem. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data yang diperoleh dari data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta penentuan informan menggunakan metode snowball sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pelayanan Kelompok Informasi Masyarakat dapat dilihat dari keuntungan relatif, kesesuaian inovasi, kerumitan, kemungkinan yang dicoba, pendorong, dan penghambat. Faktor pendukung meliputi alat-alat yang disediakan oleh pemerintah desa kepada Kelompok Informasi Masyarakat, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai seperti kamera dan komputer untuk memfasilitasi Kelompok Informasi Masyarakat dalam pengelolaan informasi. Faktor penghambat meliputi alat yang kurang lengkap, minimnya sumber daya manusia yang perlu dikembangkan, kendala waktu dari kelompok informasi dalam mengkoordinir anggota, dan komunikasi yang kurang baik antara Kelompok Informasi Masyarakat dengan masyarakat setempat.
Implementasi Kebijakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Di Desa Pujon Kidul Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Aja, Sabina; Lestari, Asih Widi; Rohman, Abd.
Indonesian Social Science Review Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/issr.v3i1.107

Abstract

The Village-Owned Enterprise as village development instrument is about to develop its village potency and support village goverment based on the capibility and village authority. According to the Village Regulation Number 2, 2022 about Village-Owned Enterprise Source of Prosperity described that in order to advance the business in economic sector and public service in Pujon Kidul Village needs to build Village-Owned Enterprise, Source of Prosperity. Based on theory George Edward III, to observe four main issues in order the policy implementation be more effective are communication, resource, bureaucracy structure and disposition. This observation purposed to find out how far the implementation of Village-Owned Enterprise policy in Pujon Kidul village. The methods of observation are qualitative observation, data collecting technique by interviewing, observation and documentation. The sampling techniques are purposive sampling, data analysis by data collecting, data condensation, data presentation and conclusion. Based on the observation and discussion, it may concluded that the Implementation of Village-Owned Enterprise Policy in Pujon Kidul village, Pujon Subdistrict, Malang Regency was run expected, means commucation, resource, bureaucracy and disposition were maximal. It caused of good corporation between goverment village and policy executor. There is a support and barrier factor on the Implementation of Village-Owned Enterprise Policy, Source of Prosperity. The support factor is all managments have high effort so all program finished well. Meanwhile, the barrier factor is participation of local society. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai instrumen pembangunan desa adalah untuk mengembangkan potensi desanya dan mendorong pemerintah desa sesuai dengan kemampuan dan kewenangan desa. Dalam Peraturan Desa Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Sejahtera, memberi penjelasan bahwa dalam rangka memajukan usaha dibidang ekonomi dan atau pelayanan umum di desa Pujon Kidul perlu dibentuk Badan Usaha Milik Desa Sumber Sejahtera. Berdasarkan teori George Edward III, untuk memperhatikan empat isu pokok agar implementasi kebijakan menjadi efektif, yaitu komunikasi, sumber daya, struktur birokrasi dan disposisi.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan kebijakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di desa Pujon Kidul, jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi.  Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling, teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Berdasarkan penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Implementasi kebijakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Pujon Kidul kecamatan Pujon Kabupaten Malang sudah sesuai harapan, dalam artian mulai dari Komunikasi, sumber daya, struktur birokrasi dan disposisi sudah maksimal. Hal ini karena kerja sama yang baik antara pemerintah desa dan pelaku kebijakan tersebut.   Adapun Faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi kebijakan BUMDes Sumber Sejahtera, faktor pendukung adalah semua kepengurusan memiliki semangat kerja yang tinggi sehingga semua program yang dicanangkan dapat diselesaikan dengan baik. Sementara itu faktor penghambatnya itu partisipasi masyarakat desa. 
Co-Authors Abd. Rohman Adnin Ridha Rerifki Agung Budi Irawan Agung Suprojo Agus Salim Ahmad Nawi Aja, Sabina Aji, Nawangsasi Wincahyo Artiko Alam Wicaksono, Antonius Amanda, Dela Eka Andy Fefta Wijaya Annisa Purwatiningsih Annisa Purwatiningsih Aprilia Dwi Susanti, Rizki Bella, Natalia Priska Bili, Soleman Renda Cahyo Sasmito Cik Ida Kumalasari Amirudin Citra, Honorata Ciya, Andriyana Vivi Dewanata Puteri, Amanda Dhika Bagus Wicaksono Dhuhaniyati, Lisa Dody Setyawan Dwi Susanti, Rizki Aprilia Eli Susanti Debora Endang Larasati Endang Larasati Setianingsih, Endang Larasati Farid, Mifta Fathul Qorib Febianus Angga Saputra Fierda Nurany Firdausi , Firman Firman Firdausi Fitranto, Mochamad Rizki Gandur, Didikardianus Gisela Mburu Amma Hardi Warsono Haryana, Olgaria Devi Hayu Dwimawanti, Ida Ida Hayu Dwimawanti Imawan, Satria Aji Indah Sari, Yuli INDRA PRATAMA PUTRA SALMON Johan Bhimo Sukoco Kamaluddin Kustanto, Feri Dwi Larasati, Dewi Citra Lestari, Dewi Citra Linda Catur Agus Mau, Brigita Adela Tai Metha, Kardiana Metha Rozhana Minhando, Erys Al Fauzi Mohammad Nurul Huda Muhamad Rifa’i Muhammad, Juang Abdi Mustafa Kamal Mutafarida, Binti Nex, Urbanus ningtyas, trimurti Nirmala, Renata Jati Petrus Gleko Pramudita Irianti, Nathasa Primasworo, Rifky Aldila Purwatiningsih, Annisa Rachman Fidiastuti, Hasminar Renata Jati Nirmala Rina Herawati, Augustin Rohman, Abd. Roro Merry Chornelia Rosalina Woro Subektie Sari, Yuli Indah Siti Aisyah Siti Rochmah Soleman Renda Bili Sri Suwitri Sri Suwitri Sukoco, Johan Bhimo Sulistiyowati , Yayuk Susanto, Nadya Eka Putri Urbanus Nex Valentine Queen Chintary Vincentia Sinka Tiara Warsono Warsono Willy Tri Hardianto Wulandari, RR. Merry Chornelia Yoga Aldi Saputra Yohanes Antonius Lasa Yosilda Sarti Yoei Yulita Atik Marchita