Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penggunaan Hypothermic Baby Blanket Dalam Meningkatkan Dan Menstabilkan Suhu Tubuh BBLR di RSU Dr. Slamet Garut Aam Maryamah; Ardini Saptaningsih Raksanagara; Adjat Sedjati Rasyad; Hidayat Wijayanegara; Herry Garna; Ma'mun Sutisna
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 September 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.012 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v5i1.23925

Abstract

Bayi berat lahir rendah  (BBLR) merupakan bayi dengan kondisi berat badan saat lahir <2.500 gram tanpa memandang umur kehamilan yang meliputi prematur murni, bayi small for date dan bayi dengan intra uterine growth retardation yang berisiko mengalami hipotermia dan menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan hypothermic baby blanket dalam meningkatkan dan menstabilkan suhu tubuh BBLR di RSU dr. Slamet Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah randomize controlled trial dengan subjek penelitian bayi BBLR dengan berat badan 1.500‒2.500 gram dan  bayi tanpa masalah kesehatan serius dengan jumlah sampel 84 BBLR. Pengambilan sampel menggunakan  consecutive sampling sehingga diperoleh 42 BBLR kelompok intervensi dan 42 BBLR kelompok kontrol. Analisis berat badan, suhu ruang perawatan, dan suhu tubuh BBLR menggunakan Uji Mann-Whitney, sedangkan analisis pengaruh diolah dengan uji parametrik, yaitu uji T berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu tubuh BBLR 1 jam setelah penggunaan hypothermic baby blanket dibanding perawatan standar 36,350C ± 0,350C vs 35,770C± 0,770C(p=0,001) dan setelah 6 jam 37,260C± 1,780C vs 36.510C± 1.220C (p=0,001).Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan hypothermic baby blanket dalam meningkatkan dan menstabilkan suhu tubuh BBLR di RSU dr. Slamet Garut.Kata kunci : Baju Plastik, BBLR, Hipotermia, Hypothermic Baby Blanket
Clinical Characteristics, Comorbidities, Length of Stay, and Mortality of COVID-19 Patients in RSUD Cideres, Majalengka, West Java Herry Garna; Dika Rifky Fernanda; Gibran Bramasta Dirgavansya; Heru Haerudin; Zulmansyah Zulmansyah; Samsudin Surialaga; Lelly Yuniarti
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.065 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v9i3.8586

Abstract

Until now, the world is still facing the COVID-19 pandemic caused by SARS-CoV-2. The number of deaths of COVID-19 patients in Indonesia is quite large when compared to other countries. Clinical manifestations, comorbidities, length of stay, and the mortality of COVID-19 vary widely in each study. This study analyzes clinical characteristics, comorbidities, length of stay, and mortality of COVID-19 patients in RSUD Cideres, Majalengka, West Java. This study is an observational study with total sampling and purposive sampling. Subjects were patients with nasal swabs confirmed SARS-CoV-2 and hospitalized at RSUD Cideres from January to July 2021. Clinical manifestations, comorbidities, length of stay, and mortality of COVID-19 patients aged ≥17 years old, were extracted from medical records. Results showed that the majority of 213 COVID-19 patients were age 41–60 years 114 (53.5%), female 114 (53.5%), with an upper respiratory tract in 207 (97.1%), and shortness of breath in 203 (95.3%) patients. 153 (71.8%) patients had a fever, while headache, diarrhea, and anosmia respectively 49 (23.0%), 19 (8.9%), and 10 (4.6%), respectively. Vital signs were the Glasgow Coma Scale (GCS) normal in 190 (89.2%) patients. Most of patients had respiration rate >20/min in 201 (94.3%), oxygen saturation <90% in 98 (46.0%), and chest x-rays: bronchopneumonia 134 (62.9%) and pneumonia 23 (10.7%). Comorbidities were hypertension, diabetes mellitus, and chronic heart failure in 74 (34.7%), 56 (26.2%), and 46 (11.7%) patients, respectively. The length of stay who died for 1–7 days (22 patients) and 8–14 days (9 patients); means almost all patients (29 of 32) died during the length of stay for 1–14 days. In conclusion, the majority of COVID-19 patients at RSUD Cideres are female, aged 41–60 years, had upper respiratory tract/shortness of breath, GCS normal, saturation oxygen <90%, chest x-rays: bronchopneumonia and pneumonia, comorbidities: hypertension, and length of stay for patients who died 1–7 days. KARAKTERISTIK KLINIS, KOMORBITAS, LAMA RAWAT, DAN MORTALITAS PASIEN COVID-19 DI RSUD CIDERES, MAJALENGKA, JAWA BARATHingga saat ini, dunia masih menghadapi pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Jumlah kematian pasien COVID-19 di Indonesia cukup besar jika dibanding dengan negara lain. Manifestasi  klinis, komorbid, lama rawat, dan mortalitas pasien COVID-19 sangat bervariasi pada setiap penelitian. Tujuan penelitian ini menganalisis karakteristik klinis, komorbiditas, lama rawat, dan mortalitas pasien COVID-19 di RSUD Cideres, Majalengka, Jawa Barat. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan total sampling dan purposive sampling. Subjek adalah pasien dengan nasal swab terkonfirmasi SARS-CoV-2 dan dirawat di RSUD Cideres periode Januari hingga Juli 2021. Data manifestasi klinis, komorbid, lama rawat, dan mortalitas pasien COVID-19 usia ≥17 diambil dari rekam medik. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas 213 pasien COVID-19 berusia 41–60 tahun 114 (53,5%) dan wanita 114 (53,5%) dengan keluhan saluran napas atas 207 (97,1%) dan napas pendek 203 (95,3%) pasien. 153 (71,8%) pasien mengalami demam, sedangkan sakit kepala, diare, dan anosmia masing-masing 49 (23,0%), 19 (8,9%), dan 10 (4,6%) pasien. Tanda vital Glasgow Coma Scale (GCS) normal pada 190 (89,2%) pasien. Kebanyakan pasien mempunyai frekuensi napas >20/menit pada 201 (94,3%) pasien, saturasi oksigen <90% pada 98 (46,0%) pasien, serta rontgen toraks: bronkopneumonia pada 134 (62,9%) pasien dan pneumonia pada 23 (10,7%) pasien. Komorbid adalah hipertensi, diabetes melitus, dan chronic heart failure pada 74 (34,7%), 56 (26,2%), dan 46 (11,7%) pasien berturut-turut. Lama rawat pasien yang meninggal 1–7 hari (22 pasien) dan 8–14 hari (9 pasien), berarti hampir semua pasien (29 dari 32) meninggal selama rawat 1–14 hari. Simpulan, mayoritas pasien COVID-19 di RSUD Cideres adalah wanita, berusia 41–60 tahun, keluhan saluran napas atas/napas pendek, GCS normal, rontgen toraks: bronkopneumonia dan pneumonia, komorbid: hipertensi, serta lama rawat pasien yang meninggal paling banyak 1–7 hari.
Influence of Adolescent Reproductive Health Promotion Media Booklet on Knowledge and Attitude of Adolescents Living in Work Area of Ibrahim Adjie Public Health Center in 2018 Sri Hennyati Amiruddin; Sri Komalaningsih; Ma&#039;mun Sutisna; Hidayat Wijayanegara; Leri Septiani; Herry Garna
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.419 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v8i2.4962

Abstract

Adolescent period is a critical period that requires quality health services. The aim of this study was to analyze the effect of health education through booklet media on the knowledge and attitude towards reproductive health among adolescents. This was a quasi-experimental case control study with nonequivalent two group design conducted on 282 students of SMP Negeri 37, a public junior high school, in the work area of Ibrahim Adjie Public Health Center in Bandung city during December 2018–May 2019. Subjects were divided into two groups, intervention and control groups, with 141 subjects in each group. Data collected were tested for normality and homogeneity using Kolmogorov-Smirnov and Levene tests, respectively, followed by a bivariate analysis using Wilcoxon test to determine the difference. Knowledge of all students in both groups was poor during pre-test with an increase found in 135 subjects (95.7%) in the intervention group (p=0.001) and 63 subjects (44.7%) in the control group (p=0.003) based on the post-test results. Negative attitude was also seen in both groups during pre-test, with a shift towards positive attitude was evident in 134 students (95.0%) in the intervention group (p=0.001) and 117 students (83.0%) in the control group (p=0.002) based on post-test results. This presence that health information conveyed through booklet has a probability of giving 0.995 times stronger influence leaflet. Thus, the use of booklet can improve knowledge and attitude towards adolescent reproductive health. PENGARUH BOOKLET MEDIA PROMOSI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA YANG BERTEMPAT TINGGAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IBRAHIM ADJIE TAHUN 2018Masa remaja merupakan masa kritis yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan melalui media booklet terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experimental case control dengan rancangan nonequivalent two group yang dilaksanakan terhadap 282 siswa/i SMP Negeri 37 di wilayah kerja Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung selama Desember 2018–Mei 2019. Subjek dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kontrol dengan 141 subjek di setiap kelompok. Data yang terkumpul diuji normalitas dan homogenitasnya masing-masing menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov dan Levene, dilanjutkan dengan analisis bivariat menggunakan Uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaannya. Pengetahuan semua siswa pada kedua kelompok kurang saat pre-test dengan peningkatan pengetahuan 135 subjek (95,7%) pada kelompok intervensi (p=0,001) dan 63 subjek (44,7%) pada kelompok kontrol (p=0,003) berdasar atas hasil post-test. Sikap negatif juga terlihat pada kedua kelompok selama pre-test dengan pergeseran ke arah sikap positif 134 siswa (95,0%) pada kelompok intervensi (p=0,001) dan 117 siswa (83,0%) pada kelompok kontrol (p=0,002) berdasar atas hasil post-test. Informasi kesehatan yang disampaikan melalui media booklet ini berpeluang memberikan pengaruh 0,995 kali lebih kuat daripada media leaflet. Dengan demikian, penggunaan booklet dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap kesehatan reproduksi. Simpulan, terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui media booklet terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi.
Noviemeter Diagnostic Test as a Head Circumference Measurement Device for Under-Five Children Novita Ayu Indraswati; Ma’mun Sutisna; Achmad Suardi; Hidayat Wijayanegara; Leri Septiani; Herry Garna
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.054 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v9i3.7741

Abstract

The current typical practice for measuring the head circumference of under-five children is by using a measuring tape. However, it may create some difficulties as children cry and move during measurement, leading to less accurate results. Accurate head circumference measurement is essential for assessing brain development and early detection of brain development disorders. Therefore, a more accurate device to measure head circumference is needed. Noviemeter is a non-touch digitalized head circumference measuring device that enables easier measurement in under-five children. As a new tool, noviemeter’s accuracy, sensitivity, and specificity must be determined. This study aimed to analyze the difference in the head of under-five children circumference measurement results between a typical measuring tape as the gold standard and noviemeter and determine the accuracy, sensitivity, and specificity of the noviemeter. It was a cross-sectional analytical study using cluster random sampling on 72 under-five children in the work area of Guntung Payung Public Health, South Kalimantan, during August 2020. The measurement was performed twice, first using a measuring tape and, second, using a noviemeter. Data were analyzed statistically using the dependent t test and diagnostic test. No significant difference was found between the results of the two measuring devices (p=0.257). The sensitivity, specificity, and accuracy of the noviemeter were 87.0%, 88.4%, and 91.8%, respectively. Thus, noviemeter has good sensitivity, specificity, and accuracy as an easier alternative device to measure head circumference in under-five children. UJI DIAGNOSTIK NOVIEMETER SEBAGAI ALAT PENGUKUR LINGKAR KEPALA BALITAPraktik pengukuran lingkar kepala balita yang umum dilakukan saat ini adalah dengan menggunakan pita ukur. Akan tetapi, hal itu dapat menimbulkan beberapa kesulitan karena anak menangis dan bergerak selama pengukuran yang menyebabkan hasil yang kurang akurat. Pengukuran lingkar kepala yang akurat sangat penting untuk menilai perkembangan otak dan deteksi dini gangguan perkembangan otak. Oleh karena itu, diperlukan alat yang lebih akurat untuk mengukur lingkar kepala. Noviemeter merupakan alat pengukur lingkar kepala digital non-sentuh yang memungkinkan pengukuran lebih mudah pada anak balita. Sebagai alat baru, akurasi, sensitivitas, dan spesifisitas noviemeter harus ditentukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan hasil pengukuran lingkar kepala balita antara pita ukur tipikal sebagai baku emas dan noviemeter serta mengetahui akurasi, sensitivitas, dan spesifisitas dari noviemeter tersebut. Jenis penelitian ini adalah cross-sectional analytical dengan menggunakan cluster random sampling pada 72 balita di wilayah kerja Puskesmas Guntung Payung Kalimantan Selatan selama bulan Agustus 2020. Pengukuran dilakukan dua kali, pertama menggunakan pita pengukur dan kedua menggunakan noviemeter. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji t dependen dan uji diagnostik. Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara hasil kedua alat ukur (p=0,257). Sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi noviemeter masing-masing adalah 87,0%; 88,4%; dan 91,8%. Dengan demikian, noviemeter memiliki sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi yang baik sebagai alat alternatif yang lebih mudah untuk mengukur lingkar kepala pada anak balita.
Effect of Zilgrei Method and Lumbal Massage Combination on Labor Progress During Latent Phase of First Stage of Labor in Primigravida Melati Yuliandari; Leri Septiani; Roni Rowawi; Sri Komalaningsih; Herry Garna
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2480.888 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v8i2.5083

Abstract

The first stage of labor starts from the onset of cervical dilatation and divided into latent and active phases. The latent phase is a more prolonged phase of labor, which allows various interventions performed. Interventions and the latent phase's length may lead to anxiety and restlessness, which might contribute to prolonged labor when experienced by women in labor. A combination of the Zilgrei method and lumbar massage used to reduce labor pain. This method combines movement, change of position, breathing exercise, and the light massage performed since the first stage of labor. It expected that the work of interrelated pelvic muscles becomes harmonized; hence, the cervix will be softer, and the uterine muscles may push the fetus towards the birth canal. This study aimed to determine the effect of the Zilgrei method and lumbar massage combination on the latent phase of the first stage of labor progress in primigravida. It is a quantitative quasi-experimental study on 66 women who underwent the latent phase of the first stage of labor in independent practice of midwife the work area of Citarip Public Health Center during May–July 2019, who were divided equally into control and intervention groups. The statistical analysis used was univariate and bivariate analyses with an independent t test. The mean duration of labor in the latent phase of the first stage of labor in the control group and intervention group was 368 minutes and 307 minutes, respectively, with a difference of 61 minutes (p=0.002). Therefore, the Zilgrei method and lumbar massage combination significantly affect labor progress in the latent phase of the first stage of labor in primigravida. PENGARUH KOMBINASI METODE ZILGREI DAN PEMIJATAN LUMBAL TERHADAP PROSES KEMAJUAN PERSALINAN PADA PRIMIGRAVIDAKala I persalinan merupakan tahap serviks terbuka yang terdiri atas fase laten dan fase aktif. Fase laten mempunyai durasi persalinan lebih panjang sehingga memungkinkan banyak intervensi. Intervensi dan lama fase laten dapat menimbulkan kecemasan dan kegelisahan, apabila dialami ibu in partu dapat menjadi faktor persalinan lama. Kombinasi Metode Zilgrei dan pemijatan lumbal menjadi metode mengurangi rasa nyeri persalinan yang menggabungkan gerakan, perubahan posisi, latihan pernapasan, dan pijatan ringan yang dipersiapkan sejak kala I persalinan. Diharapkan kerja otot panggul saling berkaitan menjadi selaras sehingga serviks tidak kaku dan terdapat potensi otot rahim mendorong janin menuju jalan lahir. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh kombinasi Metode Zilgrei dan pemijatan lumbal terhadap kemajuan proses persalinan kala I fase laten pada primigravida. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental kuantitatif pada 66 wanita yang menjalani fase laten persalinan kala I di bidan praktik mandiri (BPM) wilayah kerja Puskesmas Citarip periode Mei–Juli 2019 yang dibagi rata menjadi kelompok kontrol dan intervensi. Analisis statistik menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji t independen. Durasi persalinan kala I fase laten rerata kelompok kontrol dan intervensi adalah 368 menit dan 307 menit masing-masing dengan selisih waktu 61 menit (p=0.002). Simpulan. kombinasi Metode Zilgrei dan pemijatan lumbal berpengaruh terhadap kemajuan proses persalinan kala I fase laten pada primigravida.
Pengaruh Penerapan Aplikasi Sayang ke Buah Hati (SEHATI) terhadap Pengetahuan Ibu dan Aktivitas Fisik pada Anak Sekolah Dasar Nurul Auliya Kamila; Hadi Susiarno; Dida Akhmad Gurnida; Irvan Afriandi; Herry Garna; Tono Djuwantono
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.74 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v5i2.2367

Abstract

Aktivitas fisik yang tidak cukup adalah 1 dari 10 faktor risiko utama kematian di seluruh dunia karena merupakan faktor risiko utama penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular, kanker, dan diabetes melitus. Aplikasi Sayang ke Buah Hati (SEHATI) adalah media informatif yang merupakan panduan bagi ibu dalam meningkatkan pengetahuan dan panduan tentang aktivitas fisik yang benar pada anak usia sekolah dasar yang dikemas dalam bentuk animasi bergerak, warna menarik, dan sistem pengingat waktu/reminder. Dilakukan penelitian quasi experiment dengan pretest-postest with control group design untuk menganalisis pengaruh aplikasi SEHATI terhadap pengetahuan ibu dan aktivitas fisik pada anak usia sekolah dasar selama Januari 2017. Subjek penelitian ibu yang memiliki anak usia sekolah dasar berusia 8−12 tahun di SDIT Uchuwwatul Islam Kota Bandung sebanyak 60 orang yang terbagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi menggunakan aplikasi SEHATI dan kelompok kontrol tidak diterapkan. Pengambilan sampel berdasar atas teknik proportionate stratified random sampling. Pengujian statistik menggunakan uji chi-square dengan kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan karakteristik responden pada kedua kelompok meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, dan paritas. Karakteristik ibu pada kelompok intervensi dan kontrol didominasi oleh usia 30−39 tahun, berpendidikan menengah (SMA, SMP), tidak bekerja, dan paritas multipara. Persentase peningkatan skor pengetahuan pada kelompok intervensi lebih baik daripada kelompok kontrol (25% vs 19%; p=0,001). Skor aktivitas fisik anak peningkatannya lebih baik pada kelompok intervensi (78% vs 61%; p=0,602). Simpulan, aplikasi SEHATI berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan ibu dan aktivitas fisik anak usia sekolah dasar.THE EFFECT OF AFFECTIONATE TO BABY (SEHATI) APPLICATION ON MOTHER'S KNOWLEDGE AND PHYSICAL ACTIVITY IN PRIMARY SCHOOL AGE CHILDRENThe lack of physical activity is one of the 10 major risk factors of death in the world, it is major risk factors for non-communicable diseases such as cardiovascular diseases, cancer, and diabetes mellitus. Affectionate to Baby (SEHATI) application is informative media which is a guide for mothers in improving the knowledge and guidance on the correct physical activity in children of primary school age are packaged in the form of moving animations, exciting colors, and the system time reminder. A quasi experiment with pretest-posttest control group design was conducted to analyze the effect of the SEHATI application toward knowledge mother and physical activity in school age children during January 2017. The subjects of this research were 60 mothers who have primary school age children as well as those aged 8−12 years in SDIT Uchuwwatul Islam Bandung. The respondent were divided into two groups the intervention group and the control group. The sampling based on proportionate stratified random sampling. The statistical test using chi square test with the significance of test results is determined by the value of p<0.05. The results showed there were no differences in the characteristics of respondents in both groups, including age, education, occupation, and parity. Characteristics of mothers in the intervention and the control group was dominated by the age of 30−39, secondary education (high school, junior high school), not working, and parity multiparous. The percentage increase of knowledge score in the intervention group was better than the control group 25% vs 19%, p=0.001. Percentage increase of the children's physical activity score in the intervention group was better than the control group 78% vs 61%, p=0.602. Conclusion, SEHATI application is influential in increasing the knowledge of the mother and the physical activity of children of primary school age.
Android-based Stunting Child Nutrition Application (GiAS) to Assess Macro-nutrients, Zinc, and Calcium in Stunting and Non-stunting Under Two Children Fajarini Putri Hidayat; Ma&#039;mun Sutisna; Roni Rowawi; Hidayat Wijayanegara; Herry Garna; Atie Rachmiatie
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.805 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v9i1.6708

Abstract

Stunted children will have normal cognitive ability if nutrition is improved. The rapid brain growth in the first 1,000 days of life means that children should not be malnourished. Stunting is generally caused by a lack of macronutrients (carbohydrates, protein, and fat) and micronutrients (calcium and zinc). The mobile application called stunting child nutrition (GiAS) has features that can detect stunting, monitor toddler growth, recommend daily menus for toddlers, nutritional adequacy rate (RDA) in 2019, and others. The purpose of this study was to make it easier to distinguish macronutrients, zinc, and calcium from stunting and non-stunting children aged 12–24 months using the GiAS android application. It is conducted at the Citeureup Community Health Center, Cimahi city, for June–July 2020. The sampling technique was a simple random sampling of 88 respondents. This type of research is an observational analytic with a statistical test is a cross-sectional design. The results of the study using the Mann-Whitney test showed differences in carbohydrates (84.99±26.31 vs 151.16±68.43, p=0.001), protein (30.81±11.03 vs 60.55±38.43, p=0.001), fat (32.80±15.39 vs 64.84±47.81, p=0.001), and calcium (0.55±0.40 vs 1.43±1.16, p=0.001) and there is similarity of zinc (0.005±0.004 vs 0.010±0.016, p=0.084) after 7 days of using the GiAS application between stunting and non-stunting children. The probability value <0.05 means that the application can compare macronutrients, zinc, and calcium between stunted and non-stunted children on the 7th day. Chi-square analysis showed an increase in children's weight and height under five at two weeks and one month (p=0.001). In conclusion, the comparison of macronutrients, zinc, calcium in stunting and non-stunting children aged 12–24 months can be differentiated using the GiAS application. APLIKASI GIZI ANAK STUNTING (GIAS) BERBASIS ANDROID UNTUK MENILAI ZAT GIZI MAKRO, ZINC, DAN KALSIUM PADA ANAK STUNTING DAN NON-STUNTINGAnak stunting akan memiliki kognitif yang normal jika dilakukan perbaikan gizi yang optimal. Pertumbuhan otak yang pesat di 1.000 hari pertama kehidupan menjadikan anak tidak boleh kekurangan nutrisi. Stunting umumnya kekurangan zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) serta zat gizi mikro (kalsium dan zinc). Aplikasi mobile bernama gizi anak stunting (GiAS) memiliki fitur yang dapat mendeteksi stunting, memantau pertumbuhan balita, merekomendasikan menu harian untuk balita, angka kecukupan gizi (AKG) tahun 2019, dan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah kemudahan membedakan zat gizi makro, zinc, dan kalsium anak stunting dengan non-stunting usia 12–24 bulan menggunakan aplikasi android GiAS di Puskesmas Citeureup Kota Cimahi periode Juni–Juli 2020. Teknik pengambilan sampel adalah simpel random sampling sebanyak 88 responden. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan uji statistik adalah desain cross-sectional (α=0,05). Hasil penelitian  menggunakan Uji Mann-Whitney terdapat perbedaan karbohidrat (84,99±26,31 vs 151,16±68,43; p=0,001), protein (30,81±11,03 vs 60,55±38,43; p=0,001), lemak (32,80±15,39 vs 64,84±47,81; p=0,001), dan kalsium (0,55±0,40 vs 1,43±1,16; p=0,001) serta ada persamaan zinc (0,005±0,004 vs 0,010±0,016; p=0,084) sesudah 7 hari penggunaan aplikasi GiAS antara anak stunting dan non-stunting. Nilai probabilitas <0,05 berarti aplikasi dapat membandingkan zat gizi makro, zinc, dan kalsium antara anak stunting dan non-stunting pada hari ke-7. Analisis chi-square terlihat peningkatan berat badan dan tinggi badan balita pada 2 minggu dan 1 bulan (p=0,001). Simpulan, komparasi zat gizi makro, zinc, kalsium anak stunting dan non-stunting usia 12–24 bulan dapat dibedakan menggunakan aplikasi GiAS.
Stepping Up to New and Better Us Titik Respati; Herry Garna
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.51 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v6i2.4003

Abstract

This is another milestone for our Journal, Global Medical and Health Communication (GMHC). Starting from this volume in August 2018, GMHC will only publish in English. This move is following our mission to be involved in the global arena. The best approach is by publishing in one of United Nation Language official and working languages, and we choose English.
Midwives Knowledge, Infrastructure Facilities, and Supervision-Monitoring of Immunization Management in West Bandung Regency Fathia Rizki; Adjat Sedjati Rasyad; Herry Garna
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.952 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v8i3.5395

Abstract

The midwife mostly carries out immunization activities in the health care unit. The midwife is an injection officer and responsible for planning, transportation, storage, and vaccine usage. This study aims to determine the effect of knowledge midwives on vaccine management, infrastructure availability, and immunization management supervision by midwives in the West Bandung regency. A total of 38 self-employed midwives who met the inclusion criteria were taken from the West Bandung regency from July 2017 to February 2018. This research was an observational analytical research with a cross-sectional design. Analysis of bivariate data using correlation regression. The multivariate correlation using multiple linear regression. The result showed that midwife knowledge about vaccine management influenced 33.3% (p=0.0001), infrastructure 54.2% (p=0.010), and the supervision 34.65% (p=0.010) to managing immunization. The linear regression test between the variables shows that the determinant factor in managing is the facilities' immunization availability (beta coefficient=0.615). In conclusion, midwife knowledge, infrastructure facilities, and supervision on immunization management in West Bandung regency affected the immunization processes. PENGETAHUAN BIDAN, SARANA PRASARANA, DAN SUPERVISI-PEMANTAUAN MANAJEMEN IMUNISASI DI KABUPATEN BANDUNG BARATKegiatan imunisasi sebagian besar dilakukan oleh bidan di unit pelayanan kesehatan. Bidan sebagai petugas injeksi bertanggung jawab atas perencanaan, pengangkutan, penyimpanan, dan penggunaan vaksin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pengetahuan bidan terhadap manajemen vaksin, ketersediaan sarana prasarana, dan supervisi manajemen imunisasi oleh bidan di Kabupaten Bandung Barat. Sebanyak 38 bidan wiraswasta yang memenuhi kriteria inklusi diambil dari Kabupaten Bandung Barat periode Juli 2017 hingga Februari 2018. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Analisis data bivariat menggunakan correlation regression. Korelasi multivariat menggunakan multiple linear regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan bidan tentang pengelolaan vaksin berpengaruh sebesar 33,3% (p=0,0001), sarana prasarana 54,2% (p=0,010), dan supervisi 34,65% (p=0,010) terhadap pengelolaan imunisasi. Uji linear regression antarvariabel menunjukkan bahwa faktor determinan dalam pengelolaan adalah ketersediaan sarana prasarana imunisasi (koefisien beta=0,615). Simpulan, pengetahuan bidan, sarana prasarana, dan supervisi tentang manajemen imunisasi di Kabupaten Bandung Barat berpengaruh terhadap proses imunisasi.
Penggunaan Aplikasi Sayang ke Buah Hati (SEHATI) terhadap Asupan Zat Gizi Anak dan Pengetahuan Ibu Menerapkan Konsumsi Aneka Ragam Makanan Gizi Seimbang pada Anak Sekolah Dasar Giyawati Yulilania Okinarum; Irvan Afriandi; Dida Akhmad Gurnida; Herry Herman; Herry Garna; Tono Djuwantono
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.938 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v5i3.2576

Abstract

Kesehatan dan gizi yang buruk pada anak usia sekolah dapat menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan, dan kecerdasan. Konsumsi pangan masyarakat Indonesia belum sesuai dengan pesan gizi seimbang. Aplikasi Sayang ke Buah Hati (SEHATI) diharapkan dapat menjadi alat strategi promosi kesehatan untuk meningkatkan asupan zat gizi anak dan pengetahuan ibu menerapkan konsumsi aneka ragam makanan gizi seimbang. Tujuan penelitian ini menganalisis perbedaan asupan zat gizi anak dan pengetahuan ibu menerapkan konsumsi aneka ragam makanan gizi seimbang pada anak sekolah dasar sebelum dengan sesudah diterapkan aplikasi SEHATI. Periode penelitian 2–18 Maret 2017 di SDIT Jabal Nur Yogyakarta. Subjek adalah ibu yang memiliki anak usia sekolah dasar (8–12 tahun) dan anaknya yang memenuhi kriteria penelitian. Penelitian ini merupakan randomized controlled trial (RCT). Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Kelompok intervensi mendapatkan pemasangan aplikasi SEHATI dan kontrol diberikan pendidikan kesehatan, tiap-tiap kelompok terdiri atas 30 responden. Data diolah dengan uji nonparametrik, yaitu uji t berpasangan pada data yang berdistribusi normal dan uji Mann-Whitney pada data yang tidak berdistribusi normal. Terdapat perbedaan bermakna penggunaan aplikasi SEHATI terhadap peningkatan pengetahuan ibu pada kelompok intervensi (25,9%; p≤0,001), terjadi peningkatan skor asupan zat gizi anak pada kelompok intervensi yang bermakna, yaitu karbohidrat (13,8%; p=0,038) dan vitamin A (51,5%; p=0,005). Simpulan, terdapat perbedaan peningkatan asupan zat gizi dan pengetahuan ibu menerapkan konsumsi aneka ragam makanan gizi seimbang pada anak sekolah dasar sebelum dengan sesudah penggunaan aplikasi SEHATI.SAYANG KE BUAH HATI (SEHATI) APPLICATION USAGE ON CHILDREN NUTRIENT INTAKE AND MOTHERS’ KNOWLEDGE IN IMPLEMENTING NUTRITIONALLY BALANCED FOOD VARIETY AMONG PRIMARY SCHOOL CHILDRENNutrient imbalance affects children growth and development. Sayang ke Buah Hati (SEHATI) was an application developed for health promotion strategies to increase children nutrient intake and mothers’ knowledge in implementing consumption on nutritionally balanced food variety. The purpose of this study was to analyze the differences of children nutrient intake and mothers’ knowledge in implementing consumption of a variety of nutritionally balanced food on primary school children before and after applying the SEHATI application. Subjects were 30 randomly selected mothers who have primary school age children (8−12 years) and their children. This study is a randomized controlled trial (RCT) conducted on 2–18 of March 2017 in SDIT Jabal Nur Yogyakarta. The intervention group got the SEHATI application installed and health education. The data collected is processed by the paired t test on normally distributed data and Mann Whitney tests on data that are not normally distributed. Results showed significant increased knowledge of mothers in the intervention group significantly (25.9%, p≤0.001). Increased nutrients scores of children in the intervention group were carbohydrates (13.8%, p=0.038) and vitamin A (51.5%, p=0.005). In conclusions, there are differences of child nutrient intake and mothers’ knowledge in implementing consumption of a variety of nutritionally balanced food in primary school children before and after SEHATI application usage.
Co-Authors Aam Maryamah Achmad Suardi Achmad Surjono Adjat Sedjati Rasyad Adjat Sedjati Rasyad Adjat Sedjati Rasyad Adjat Sedjati Rasyad Agnes Rengga Indrati Agung Firmansyah Sumantri Ahmad Suardi Alamsyah Aziz Alex Chairulfatah Alex Chairulfatah Alma Tanzia Nasa Alma Yulistia Fadhilah Alma Yulistia Fadhilah Andi Rinaldi Andika Ilham Rahmadi Prianza Andre van der Venn Andriane, Yuke Ani Melani Maskoen Aniceto Cardoso Barreto Anita Deborah Anwar Annesya Atma Battya Annisa Kusumawardhani Annisa Rahmah Furqaani Ardini Saptaningsih Raksanagara Ardini Saptaningsih Raksanagara Ardini Saptaningsih Raksanagara, Ardini Saptaningsih Ari indra Susanti Arief Guntara Atia Mansoorah Atie Rachmiatie Aulia Fitri Swity Azhali M. S. Bachti Alisjahbana Batara, Triando Budi Setiabudiawan Budi Setiabudiawan BUDI SETIABUDIAWAN Budiman , Budiman Buti Azfiani Buti Azfiani Azhali Cherawaty, Aneu Cissy B. Kartasasmita Citra Kartika Dadang Hudaya Dadang Hudaya S Deborah Anwar, Anita Dedi Rachmadi Delfian Rahmat Aditia Delia Oktaviani Solihat Deni K. Sunjaya Dessy Afrianti Dida A. Gurnida Dida Akhmad Gurnida Dika Rifky Fernanda Dilla Latul Anjaniah Dina Garniasih Djatnika Setiabudi Donissa Aurel Titania Dwi Prasetyo Dyana Eka Hadiati Dzulfikar D. Lukmanul Hakim Eddy Fadlyana Eka Hendryanny Eka Nurhayati Endah Pujiastuti Endang Widajanti Eva Rianti Indrasari Fajarini Putri Hidayat Farah Talitha Nawiryasa Farid Husin Fathia Salsabila Fakhira Fauzia Laili Fina Meilyana Finda Wijayanti Firman Fuad Wirakusumah Fiva A Kadi Gaga Irawan Gartika Sapartini Gibran Bramasta Dirgavansya Gilang Mutiara Giyawati Yulilania Okinarum Hadi Susiarno Halimatus Saidah Hana Sofia Hana Sopia Rachman Harefa, Umy Darni Harry Iskandar Heda Melinda D. Nataprawira Heni Nurakilah Henne Giyantini Henri Setiawan Herawati, Yanti Herri S. Sastramihardja Herry Herman Herry Sastramihardja, Herry Heru Haerudin Hidayat Wijayanegara Hinta Meijerink Ida Parwati Indri Budiarti Ingrid Rita Sitomorang Irvan Afriandi Ismawati Ismayanty, Devie Iwin Sumarman Iwin Suwarman Jernihati Krisniat Harefa Jujun Junia Julistio Djais Julistio Djais Julistio T. B. Djais Julistio T.B. Djais Khairunnisa, Dini Pajriani Kharisma Firda Amalia Komalaningsih , Sri Kusnandi Rusmil Lelly Yuniarti Leri Septiani Lestari, Meti Widya Lina Herlina Linda Marlina Lisa Adhia Garina Lony Novita M.S. Azhali Ma&#039;mun Sutisna Ma&#039;mun Sutisna Ma&#039;mun Sutisna Maulya Listrianti Maya Tejasari Ma’mun Sutisna Melati Yuliandari Melvi Imelia Risa Metty Nurherliyany Mohamad Yanuar Anggara Muhammad Kasrial Myrna Soepriadi Nadiyah Oktaviani Nanan Sekarwana nashriva, Ita Naufal Khairunnisa Syahira Sulung Nenden Ismawaty Nisa Lathifah Rohmatika Novila Sjafri Bachtiar Novilia Sjafri Bachtiar Novita Ayu Indraswati Nur Maulida Najwa Rahima Nur Melani Sari Nurlatifah, Teni Nurul Auliya Kamila Oky Haribudiman Ponpon Idjradinata Ponpon Idjradinata Ponpon S Idjradinata R. Ayu Wulandari Sekarini R.M Ryadi Fadil Rahayu, Bintari Dwi Rahmat Budi Rahmawaty Alie, Ike Ratna Damailia Reinout van Crevel Reni Ghrahani Reni Ghrahani Retno Ekowati Retno Saraswati Revan Muhammad Rhena Alma Ramadianti Rika Nilapsari Riki Yudiana Riki Yudiana Rina Permatasari Rizki, Fathia Rowawi, Roni RR. Ella Evrita Hestiandari Ryandini, Gessyla Safana Edisa Samsudin Surialaga Sandriani Shafira Nefananda Kariza Silfian, Silfian Siti Sugih Sjarif Hidajat Soenarjati Soedigo Adi Soenarjati Soedigo Adi Sri Endah Rahayuningsih Sri Hennyati Amiruddin Sri Komalaningsih Suardi, Achmad Sugih H, Siti Sugih, Siti Suminar, Ratna Suryani Soepardan Susiarno, Hadi Sutisna , Ma'mun Sutisna, Ma’mun Tania Novi Tina Ramayanthi Tisnasari Hafsah Titik Respati Tono Djuwantono Waya Nurruhyuliawati, Siti Aminah, Uni Gamayani, Eddy Fadlyana Wedi Iskandar Wiwin Winiar Yani Dewi Suryani Zulmansyah Zulmansyah , Zulmansyah