Claim Missing Document
Check
Articles

The Use of Mobile Phones in Improving the Character of Children's Curiosity Effy Mulyasari; Mohammad Ali; Dadang Sukirman
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i2.78126

Abstract

Handphone menjadi perangkat elektronik yang digunakan oleh setiap orang sebagai alat komunikasi dan media yang mempengaruhi karakter anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan handphone dalam mengembangkan karakter rasa ingin tahu anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Bandung. Subjek penelitian ini yaitu orang tua yang memiliki anak usia sepuluh tahun. Metode yang digunakan antara lain studi Pustaka dan wawancara mendalam. Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis interaktif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan handphone yang difasilitasi oleh orang tua dengan baik dapat mengembangkan karakter rasa ingin tahu anak. Anak dapat menggunakannya untuk bermain game, membeli sesuatu pada platform online yang tersedia di handphone, berkomunikasi dengan orang lain, terutama teman dan keluarga, senang mengembangkan program untuk menjual sesuatu, serta membuat toko online untuk menjual barang bekas. Namun, dalam pelaksanaannya, terdapat kendala terutama dalam pengawasan jam menggunakan handphone. Oleh sebab itu, disarankan kepada orang tua untuk mengarahkan anak dalam penggunaan handphone secara tepat terutama dalam mengembangkan karakter rasa ingin tahu anak.
The Role of Teachers and Islamic Activities In Developing The Character of Students Isniatun Munawaroh; Mohammad Ali; Asep Herry Hernawan
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4468

Abstract

The purpose of this study is to investigate the role of the teacher who serves as a role model for developing the character of students at the junior high school level. The research method used is descriptive qualitative research. The participants involved in this study were school principals, deputy principals, teachers of Islamic religious education and PKN, guidance and counseling teachers, homeroom teachers, and students from three junior high schools in Bandung. Data is collected through several techniques, namely interviews, observation and documentation. Data were analyzed using an interactive model from Miles & Huberman which includes the steps of: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings show that several aspects of the teacher's personality that can be role models in developing student character are the use of language, behavior, and personality. The values that can be learned from the teacher's example are honesty, responsibility, courtesy, tolerance, discipline, and caring. There are several factors that become inhibiting and supporting. Several supporting factors in developing student character include curriculum content standards, leadership, commitment, and togetherness. Factors that become obstacles to developing student character are the low level of parental concern, the apathy of teachers and students, and the use of funds that are not optimal.
Analysis of The Teacher's Role in The Implementation and Development of The Al-Qur'an Tahfiz Curriculum in Islamic Boarding Schools Murtaqia Tusholihat; Mohammad Ali; Asep Herry Hernawan; Laksmi Dewi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4349

Abstract

This study aims to formulate learning objectives, strategies in achieving memorization targets, how to carry out the Al-Qur'an tahfiz learning curriculum. The research method used is a qualitative approach by directly analyzing the daily activities of teachers and participants through various processes including muayasyah, research and development, interview, library, and documentation. This research was conducted in five Islamic boarding schools in West Java, Indonesia. The results of the research show that teachers are at the forefront of curriculum development, that every teacher must be smart in capturing every situation that develops. The results of research on Islamic boarding schools show that by giving teachers the widest possible authority to carry out the curriculum and develop it according to situations and conditions in the field, it has succeeded in facilitating students to achieve memorization targets according to their respective abilities. That the materials and learning strategies that have been developed can be used as comparisons in order to improve teacher quality. From this study it can be concluded that in the work of compiling the curriculum it is not enough to only use experts but also must involve experienced teachers as a team and contributors of ideas from the field.
KEBIJAKAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (SBI) ANTARA IDEALIS DAN DILEMATIS Isniatun Munawaroh; Mohammad Ali; Asep Herry Hernawan
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.33 KB) | DOI: 10.30868/ei.v1i02.22

Abstract

BUDAYA GEMAR MEMBACA SEJAK USIA DINI Murtaqia Tusholihat; Mohammad Ali; Asep Herry Hernawan; Laksmi Dewi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 01 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.19 KB) | DOI: 10.30868/ei.v1i01.15

Abstract

Orang mukmin hendaknya mampu mensyukuri anugerah tersebut dengan memfungsikan potensi dan kapasitasnya untuk selalu belajar. Belajar adalah key term (istilah kunci) yang paling vital dalam setiap usaha pendidikan, sehingga tanpa belajar sesungguhnya tak pernah ada pendidikan.[1]Sebagai suatu proses, belajar hampir selalu mendapat tempat yang luas dalam berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan upaya kependidikan. Perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan batasan dan makna yang terkandung dalam belajar. Karena kemampuan berubahlah, manusia terbebas dari kemandegan fungsinya sebagai khalifah di bumi. Selain itu, dengan kemampuan berubah melalui belajar, manusia secara bebas dapat mengeksplorasi, memilih, dan menetapkan keputusan-keputusan penting untuk kehidupannya. Belajar juga memainkan peranan penting dalam mempertahankan kehidupan sekelompok umat manusia (bangsa) di tengah-tengah persaingan yang semakin ketat di antara bangsa-bangsa lainnya yang lebih dahulu maju karena belajar.[1] Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung, Remaja Rosdakarya, 2000, hlm:94.
Trends of ESD Oriented RADEC Learning Model in Elementary Education: Review and Bibliometric Analysis Hana Lestari; Ima Rahmawati; Mohammad Ali; Wahyu Sopandi; Ana Ratna Wulan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.3785

Abstract

The purpose of the study was to provide a thorough bibliometric assessment of the literature on the RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) learning model for primary schools that are oriented toward education for sustainable development. articles discovered using the Google Scholar database and the Publish or Perish software (PoP). From 2015 to 2022, 200 papers were located in the Google Scholar database. Utilizing the reference manager Zotero, the chosen articles were then managed. The researcher organized the database, and then used VOS-viewer software to categorize and visualize it. The results are based on research, it is necessary to implement ESD that develops sustainability consciousness competencies, namely abilities that include knowledge about sustainable development, attitudes, and behaviors that contribute to achieving the Sustainable Development Goals (SDGs). It is necessary to apply a model that has adequate steps to develop the competence of sustainable consciousness. One of the solutions carried out by researchers is implementing ESD through the ESD-oriented RADEC learning model. Through the development of the ESD-oriented RADEC learning model, it is hoped that it will be able to provide knowledge and skills in environmentally friendly practices and even stick to sustainable attitudes and behavior in each student. The implementation of the ESD-oriented RADEC model can be applied to all disciplines, not only environmental education.
Teachers' perceptions of media literacy in Junior High School Ahmad Fajar Fadlillah; Mohammad Ali; Asep Herry Hernawan; Cepi Riyana
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.61704

Abstract

Teachers play an essential role in the success of school media literacy programs. This study analyzes teachers' current perceptions of media literacy competence in junior high schools in West Java, Indonesia. Descriptive research methods have been used to describe and summarize data using statistical techniques. The sample consisted of 381 respondents obtained using a purposive sampling technique. Data collection was obtained from questionnaires distributed through online platforms. The results analyze teachers' perceptions of their knowledge, skills, and attitudes towards media literacy. Teachers understand this concept strongly, recognizing that it goes beyond traditional literacy concepts, including reading and writing. Expertise is also demonstrated in accessing various forms of media. However, media skills are still relatively weak in content analysis and integration into teaching practice because teachers lack the necessary skills to integrate concepts into their teaching practice effectively. A particularly positive attitude towards this concept, recognizing the ability to equip students with the 21st-century skills necessary for today and the future. The research implications describe their literacy conditions as a basis for developing media literacy education. AbstrakGuru memegang peranan penting dalam keberhasilan program literasi media di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru saat ini terhadap kompetensi literasi media di sekolah menengah pertama di Jawa Barat, Indonesia. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan dan merangkum data dengan menggunakan teknik statistik. Sampel berjumlah 381 responden yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh dari kuesioner yang disebar melalui platform online. Hasilnya menganalisis persepsi guru saat ini mengenai pengetahuan, keterampilan, dan sikap mereka terhadap literasi media. Para guru memiliki pemahaman yang kuat tentang konsep ini, menyadari bahwa konsep ini melampaui konsep literasi tradisional yang mencakup membaca dan menulis. Keahliannya juga ditunjukkan dalam mengakses berbagai bentuk media. Namun, keterampilan media masih relatif lemah dalam bidang analisis isi dan integrasi ke dalam praktik mengajar karena guru kurang memiliki keterampilan yang diperlukan untuk secara efektif mengintegrasikan konsep ke dalam praktik mengajar mereka. Sikap yang sangat positif terhadap konsep ini, mengakui kemampuan membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 yang diperlukan untuk saat ini dan masa depan. Implikasi penelitian tersebut menggambarkan kondisi literasi mereka sebagai landasan dalam mengembangkan pendidikan literasi media.Kata Kunci: Literasi media; persepsi guru; sekolah menengah pertama
BUDAYA GEMAR MEMBACA SEJAK USIA DINI Murtaqia Tusholihat; Mohammad Ali; Asep Herry Hernawan; Laksmi Dewi
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 01 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v1i01.15

Abstract

Orang mukmin hendaknya mampu mensyukuri anugerah tersebut dengan memfungsikan potensi dan kapasitasnya untuk selalu belajar. Belajar adalah key term (istilah kunci) yang paling vital dalam setiap usaha pendidikan, sehingga tanpa belajar sesungguhnya tak pernah ada pendidikan.[1]Sebagai suatu proses, belajar hampir selalu mendapat tempat yang luas dalam berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan upaya kependidikan. Perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan batasan dan makna yang terkandung dalam belajar. Karena kemampuan berubahlah, manusia terbebas dari kemandegan fungsinya sebagai khalifah di bumi. Selain itu, dengan kemampuan berubah melalui belajar, manusia secara bebas dapat mengeksplorasi, memilih, dan menetapkan keputusan-keputusan penting untuk kehidupannya. Belajar juga memainkan peranan penting dalam mempertahankan kehidupan sekelompok umat manusia (bangsa) di tengah-tengah persaingan yang semakin ketat di antara bangsa-bangsa lainnya yang lebih dahulu maju karena belajar.[1] Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung, Remaja Rosdakarya, 2000, hlm:94.
KEBIJAKAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (SBI) ANTARA IDEALIS DAN DILEMATIS Isniatun Munawaroh; Mohammad Ali; Asep Herry Hernawan
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v1i02.22

Abstract

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa Indonesia saat ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara lain. Salah satu faktor utama rendahnya kualitas SDM ini tentu berhubungan dengan dunia pendidikan nasional. Program pendidikan nasional yang telah dirancang diyakini belum berhasil menjawab harapan dan tantangan masa kini maupun masa depan. Padahal, dunia pendidikan nasional perlu dirancang agar mampu melahirkan generasi atau SDM yang memiliki keunggulan pada era globalisasi.Di sisi lain, era globalisasi ditandai dengan persaingan antar negara, baik tingkat regional (ASEAN) maupun tingkat internasional. Oleh karena itu, tidak hanya potensi sumber daya alam semata yang diperhatikan, tetapi juga dibutuhkan SDM yang berkualitas dan mampu bersaing dengan negara lain.Fakta-fakta tersebut mendorong perlunya peningkatan kualitas layanan pendidikan, seperti layanan pendidikan berstandar internasional yang berbasis teknologi informasi maupun pembelajaran dengan metode bilingual. Salah satu realisasinya adalah dengan dikeluarkannya kebijakan pengembangan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) guna meningkatkan kemampuan dan daya saing bangsa Indonesia di forum internasional. Kebijakan SBI merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui kerjasama dengan negara-negara maju yang memiliki keunggulan, khususnya dalam bidang pendidikan. Pendidikan diperkaya dengan mengacu pada standar pendidikan salah satu negara anggota Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) dan negara maju lainnya.Di sisi lain, penyelenggaraan SBI dapat melahirkan konsep pendidikan yang diskriminatif, dimana pada realitasnya sekolah ini hanya mampu dijangkau oleh siswa yang memiliki kemampuan/kecerdasan unggul dan cenderung ekslusif. Layanan pendidikannya juga seakan diperuntukan bagi anak orang kaya atau kaum “the have”, dan sangat berpotensi terjadinya komersialisasi pendidikan. Dalam makalah ini, penulis mencoba mendeskripsikan secara global salah satu isu kritis dalam pendidikan, yakni seputar penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional tersebut yang masih ditanggapi pro dan kontra oleh banyak kalangan, termasuk para pemerhati dunia pendidikan dan lebih-lebih oleh para orang tua siswa. Pemerintah menuai banyak pujian dan juga kritikan, seakan konsep dan penyelenggaraan SBI dinilai belum dikaji secara mendalam.  Keywords : international school, teknologi informasi, analisis, public policy, idealist and dilematis
Pelayanan Kesehatan Dengan Latihan Deep Breathing Exercise Terhadap Peningkatan Konsentrasi Belajar Siswa SMA Negeri 64 Cipayung Mohammad Ali; Abdurahman Berbudi Bowo Laksono; Roikhatul Jannah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2022.112

Abstract

Concentration of learning is the concentration of thoughts and attention on the information obtained by a person during the learning period. Good concentration is if a person is in a relaxed state without any stress which is characterized by an open mind. Concentration of learning is a source of mind power that works based on memory. In learning, concentration is needed in the realization of focused attention on a lesson. Concentration is one aspect of supporting students to achieve good performance. If concentration is reduced, attending lessons in class and studying privately can be disrupted. Symptoms due to decreased concentration levels of students due to lack of energy intake to the brain can be seen when students are easily bored and easily feel sleepy. Therefore, we carry out community service activities to help students concentrate on learning, by providing deep breathing exercises, it is found that there is an increase in student concentration at SMAN 64 Cipayung. Keywords: Deep Breathing Exercise, Student Learning Concentration.
Co-Authors Abdurahmah Berbudi BL Abdurahman Berbudi B L Abdurahman Berbudi Bowo Laksono Achwan Achwan Aditya Muhamad Muldani Ahmad Fajar Fadlillah Ahmad Yousaf Gill Alisa Qtrunnada Amelia Rezeki Andriani Ana Ratna Wulan Andria Pragholapati Andy MA Hariandja Andy Martahan Andreas H Angga Hadiapurwa Anita Yosepha Ari Indra Susanti Ari indra Susanti Asep Herry Hernawan Aviessita Mar'ah Nuruttamami Bunga Darina Puteri Bustam, Muhammad Rayhan Cepi Riyana Dadang Sukirman Dadi Mulyadi Dadi Mulyadi Debora Pratiwi Sibarani deiza Novamaria Aziza Della Amelia Diana Romdhoningsih Dinn Wahyudin, Dinn Dr. Mamun Habib Eero Ropo Eero Ropo Eero Ropo Effy Mulyasari Elisabeth Tuba Erna Sariana Erna Satwika Retno Pamungkas Fadhlurrahman Rafif Muzakki Fadilah Fadilah Fadiya Yasmin Robbani Fahisatul Jannah Fahmi Nurqolbi Fathiyyah Salsabila Az-Zahra Kamil Fathurrohim Fathurrohim Fedri Ruluwedrata Rinawan Feisal Reinardy Fenny Febrianty Fenny Febrianty Firdausa Febriana Flora Honey Darmawan Freddy Hidayat Ganesa P.D Kurniawan Ganesa Puput Dinda Kurniawan Hafiz Khawar Hussain Hafiz Muhammad Shahroz Hana Lestari Hana Lestari Hera Damayanti HERU SETIAWAN I Made Sriundy M Ima Rahmawati Ima Rahmawati Imam Syafi’i Irsyad Hanafi Isniatun Munawaroh Juwintar Febriani Arwan Juwintar Febriani Arwan Khairil Azhar Laksmi dewi Lestari, Hana M. Rizky Anugrah Mafruroh Mafruroh Mazid, Sukron Moch Gilang Pratama Mohammad Faruk Mohammad Rizky Anugrah Moreen Zedko Isaura Sumual Muhammad Naufal Fazqa Murtaqia Tusholihat Murtaqiatusholihat Murtaqiatusholihat Muthoifin Mutohharun Jinan Nabila Vinca Ansari Norazrena Abu Samah Norlidah Alias Novi Indah Susanthi Nur Achirda Nur Amelza Wahyu Aqilla Nur Fitri Ayu Pertiwi Nur'asiah Nur'asiah Nursaidah Ahmad Purwani Sari, Retno R. Nadia Hanoum Rahmawati, Ima Resky Wiradhika Restu Arya Pambudi Rizki Kurniawan Roikhatul Jannah Rudi Susilana, Rudi Rumawi Rumawi Rusman Rusman Saad Rasool Salsabila Putri Wijaya Salsabila Rohadatul Aisy Saniati Saniati Setiana, Soni Mulyawan Sholikul Hadi ST. Sariroh supianto supianto Syihabuddin Syihabuddin Talitha Ragilia Sani Toto Aminoto Tuba, Elisabeth Udiyo Basuki Wahyu Sopandi Zidni, Kusumaning Zifana, Mahardhika