Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Terapi Penggunaan Sarung Tangan Elektrik Menggunakan Alat Pemantau Stroke Berbasis Arduino Toto Aminoto; mohammad Ali; Ganesa Puput Dinda Kurniawan; Abdurahmah Berbudi BL
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v7i1.13782

Abstract

Background: Post-stroke rehabilitation is an important process to help patients recover motor function and increase independence in daily activities. One way to recover after a stroke is through the use of electronic gloves. The success of this therapy can be determined by observing finger movement. If the fingers can move, the therapy is considered successful. This movement needs to be monitored using an Arduino-based device to assess its objectivity. Research Objective: To achieve this, it is necessary to develop a device that can monitor the progress of Arduino-based stroke therapy. Methods: The device design includes hardware and software design. The hardware design covers the necessary components, wiring, and device installation. The software design includes a flowchart and software development related to the device's operating principles. Results: An Arduino-based stroke monitoring device has been developed that monitors the development of finger movement resulting from the bending process
Rancang Bangun Prototype Smart Parking Dengan Metode Rotary Vertical Mohammad Ali; Faizatur Rohmah; Ike Dayi Febriana
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi saat ini, jumlah kendaraan selalu meningkat setiap tahunnya, namun lahan parkir yang ada tidak dapat mengimbanginya. Sehingga dapat menimbulkan akibat seperti macet dimana-mana, polusi udara, dan lain- lain. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan sistem parkir mobil rotary, Sistem parkir rotary merupakan sistem parkir otomatis dengan menggunakan sistem rotary yang hanya membutuhkan space dan floor space yang kecil. Berdasarkan kegunaannya maka penulis membuat prototype tempat parkir putar cerdas berbasis keypad, hasil perancangan menunjukkan bahwa tempat parkir berputar dirancang dengan enam tempat parkir yang disusun secara vertikal. Oleh karena itu, pada penelitian tugas akhir ini akan melakukan perancangan suatu alat bantu rotary car parking system dengan bantuan sebuah komponen motor stapper agar parkir dapat berputar. Tujuan pembuatan alat ini agar dapat membantu dan memudahkan pemarkir dalam memarkirkan kendaraanya. Dengan tinggi rangka 11548 mm, panjang 6400 mm, lebar rangka 3100 mm, lebar total 4906 mm. Dari spesifikasi di atas system smart parking rotary vertical dapatmenampung 6 buah mobil dengan spesifikasi mobil yang di izinkan. Dari hasil pengujian dengan spesifikasi tersebut alat mampu berputar berkisar 4- 5 detik dari rak 1 ke rak 2, dan dari rak 1ke rak 3 mampu menempuh waktu sebesar 8 detik.
University-business collaboration perspective in logistics management curriculum design Novi Indah Susanthi; Mohammad Ali; Asep Herry Hernawan; Ari Indra Susanti
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 1 (2026): Inovasi Kurikulum, February 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i1.217

Abstract

The study explores the integration of industry-relevant competencies into logistics management education, emphasizing the alignment between professional demands and curriculum structure. The purpose of this study is to design a logistics management curriculum grounded in graduate competencies to prepare graduates to work and adapt in the future logistics industry. The study employed a quantitative approach within the Design and Development Research (DDR) phase three. The 3rd phase involved designing the curriculum after analyzing needs (the 1st phase) and selecting the competencies required of logistics management graduates (the 2nd phase). The curriculum was designed using 5 components: competencies, learning objectives, content, learning strategies, and evaluation. The curriculum template was adapted from the “Pedoman Pendidikan Tinggi” in Indonesia and aligned with the institution’s guidance. The results show that two competencies, business logistics and interpersonal skills, both have higher values than logistics management competencies due to the abilities needed to adapt to the world of the future logistics industry, which is always challenging. The study is expected to inform logistics education by emphasizing business logistics and interpersonal skills, while strengthening regulation-based logistics management competencies.   Abstrak Studi ini mengeksplorasi integrasi kompetensi yang relevan dengan industri ke dalam pendidikan manajemen logistik, menekankan keselarasan antara tuntutan profesional dan struktur kurikulum. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang kurikulum manajemen logistik berdasarkan kompetensi lulusan yang dibutuhkan agar mampu bekerja dan beradaptasi di masa depan, terutama dalam industri logistik. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan fase ketiga Penelitian Desain dan Pengembangan (DDR) sebagai pendekatan. Fase ketiga adalah merancang kurikulum setelah menganalisis kebutuhan (fase pertama) dan memilih kompetensi yang dibutuhkan untuk lulusan manajemen logistik (fase kedua). Kurikulum dirancang menggunakan 5 komponen sebagai berikut: kompetensi, tujuan pembelajaran, isi materi, strategi pembelajaran, dan evaluasi. Template kurikulum menggunakan "Pedoman Pendidikan Tinggi" di Indonesia dan disesuaikan dengan pedoman institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua kompetensi, yaitu logistik bisnis dan keterampilan interpersonal, keduanya memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan kompetensi manajemen logistik karena kemampuan yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan dunia industri logistik masa depan yang selalu menantang. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menghasilkan kurikulum bagi logisticians dengan lebih fokus pada kompetensi logistik bisnis dan keterampilan interpersonal (secara praktis dan teoretis) sambil meningkatkan kompetensi manajemen logistik (melalui regulasi). Kata Kunci: desain kurikulum; kolaborasi universitas dan bisnis; kompetensi; manajemen logistik; pendidikan tinggi 
Teachers' perceptions of media literacy in Junior High School Ahmad Fajar Fadlillah; Mohammad Ali; Asep Herry Hernawan; Cepi Riyana
Inovasi Kurikulum Vol. 20 No. 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.61704

Abstract

Guru memegang peranan penting dalam keberhasilan program literasi media di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru saat ini terhadap kompetensi literasi media di sekolah menengah pertama di Jawa Barat, Indonesia. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan dan merangkum data dengan menggunakan teknik statistik. Sampel berjumlah 381 responden yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh dari kuesioner yang disebar melalui platform online. Hasilnya menganalisis persepsi guru saat ini mengenai pengetahuan, keterampilan, dan sikap mereka terhadap literasi media. Para guru memiliki pemahaman yang kuat tentang konsep ini, menyadari bahwa konsep ini melampaui konsep literasi tradisional yang mencakup membaca dan menulis. Keahliannya juga ditunjukkan dalam mengakses berbagai bentuk media. Namun, keterampilan media masih relatif lemah dalam bidang analisis isi dan integrasi ke dalam praktik mengajar karena guru kurang memiliki keterampilan yang diperlukan untuk secara efektif mengintegrasikan konsep ke dalam praktik mengajar mereka. Sikap yang sangat positif terhadap konsep ini, mengakui kemampuan membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 yang diperlukan untuk saat ini dan masa depan. Implikasi penelitian tersebut menggambarkan kondisi literasi mereka sebagai landasan dalam mengembangkan pendidikan literasi media.
Patterns of planning and implementation of PJOK curriculum in elementary schools in the post-COVID-19 pandemic period Mohammad Faruk; Mohammad Ali; Rudi Susilana; Laksmi Dewi; Norlidah Alias; I Made Sriundy M; Imam Syafi’i
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.63395

Abstract

Learning planning must be adjusted to students’ conditions to achieve educational goals. The COVID-19 pandemic brought significant changes requiring high adaptability, especially in education. This study aims to identify planning and implementation patterns of the Physical Education and Health (PJOK) curriculum in elementary schools during the post-COVID-19 pandemic. Using a descriptive survey method, the research explored how PJOK teachers plan and implement home-based learning during this period. Data was collected via a Google Forms questionnaire from 33 PJOK teachers who participated in a Focus Group Discussion on post-pandemic curriculum planning. The study’s findings reveal that most teachers adjusted their planning based on the available facilities and infrastructure in students' homes. The curriculum was simplified to emphasize life skills relevant to the post-pandemic context. Implementing the PJOK curriculum requires collaboration with parents to monitor and support student learning at home. Teachers predominantly use WhatsApp to deliver instructional materials and rely on YouTube as a learning resource. This research highlights the need for adaptive curriculum strategies that accommodate challenges in post-pandemic education while ensuring effective learning despite limited resources.   Abstrak Perencanaan pembelajaran harus menyesuaikan dengan kondisi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan lingkungan yang memerlukan adaptasi tinggi, terutama dalam pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola perencanaan dan implementasi kurikulum Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di sekolah dasar pada masa pasca pandemi COVID-19. Metode yang digunakan adalah metode survei deskriptif untuk menggambarkan pola perencanaan yang dilakukan oleh guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan serta implementasi dalam pembelajaran di rumah pada masa pasca pandemi COVID-19. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang diterapkan menggunakan google form kepada 33 guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan yang mengikuti Focus Group Discussion perencanaan kurikulum Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di masa pasca pandemi COVID-19. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan melakukan penyesuaian perencanaan berdasarkan kondisi sarana dan prasarana pendukung yang dimiliki orangtua. Penyederhanaan kurikulum yang berfokus pada kecakapan hidup peserta didik dalam situasi dan kondisi pasca pandemi COVID-19. Implementasi kurikulum PJOK di masa pasca pandemi COVID-19 membutuhkan kolaborasi dengan orang tua dalam proses penyampaian dan pemantauan kegiatan belajar siswa selama di rumah. Guru banyak menggunakan media aplikasi WhatsApp dalam menyampaikan informasi bahan ajar dan menggunakan YouTube sebagai sumber belajar. Kata Kunci: COVID-19; implementasi kurikulum; pendidikan jasmani dan kesehatan
Balancing control and freedom: conditional autonomy in curriculum management in an Islamic private school in Indonesia Khairil Azhar; Mohammad Ali; Eero Ropo; Dinn Wahyudin; Angga Hadiapurwa
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75491

Abstract

This study examines the complexities of teacher autonomy in curriculum management at a private Islamic school in Indonesia, positioned within an educational environment shaped, to a certain extent, by Indonesia's shifting educational policies—oscillating between centralization and decentralization—and various religious frameworks. Through qualitative analysis of data obtained from focused group discussions involving teachers and school management, this research reveals how teacher autonomy is both supported and constrained by institutional policies, religious values, and resource availability. The main finding of this study is the emergence of a conditional autonomy model, where teachers exercise a negotiated form of autonomy within certain boundaries. On one hand, teachers’ autonomy is influenced by national educational policies, institutional frameworks, and cultural-religious norms, indicating that this autonomy is conditional rather than absolute. On the other hand, due to practical field needs, teachers make adjustments in designing curriculum content, applying various teaching methods and strategies, and adapting teaching and assessment methods based on student conditions and time availability. These dynamics are influenced by factors such as school and foundation policies, educational supervision, resource availability, and teacher creativity. This study highlights unique challenges within the Indonesian context, where teacher autonomy in curriculum management requires a deeper, context-specific approach. A balance is needed between the demands for innovation and flexibility and the support and control mechanisms that do not restrict the space for the growth of teacher agency.   Abstrak Studi ini mengkaji kompleksitas otonomi guru dalam pengelolaan kurikulum di sebuah sekolah Islam swasta di Indonesia, yang diposisikan sebagai satu lingkungan pendidikan yang sampai taraf tertentu terbentuk oleh ragam kebijakan pendidikan di Indonesia yang bergerak seperti pendulum—sentralistik-desentralistik—serta faktor berbagai kerangka keagamaan. Melalui analisis kualitatif atas data yang diperoleh dari diskusi kelompok terpumpun (focused group discussion), yang melibatkan guru-guru dan manajemen sekolah, penelitian ini mengungkapkan bagaimana otonomi guru didukung sekaligus dibatasi oleh kebijakan institusi, nilai-nilai agama, dan ketersediaan sumber daya. Temuan utama dari studi ini adalah munculnya suatu model conditional autonomy (otonomi kondisional), di mana para guru menerapkan otonomi yang dinegosiasikan dalam batas-batas tertentu. Di satu sisi, otonomi para guru tidak terlepas dari pengaruh kebijakan pendidikan nasional, kerangka institusi, dan norma budaya-religius, yang menunjukkan bahwa otonomi tersebut bukanlah mutlak melainkan bersyarat. Namun, di sisi lain, karena kebutuhan praktikal di lapangan, para guru melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam merancang isi kurikulum, menerapkan berbagai metode dan strategi pengajaran, serta menyesuaikan metode pengajaran dan penilaian berdasarkan kondisi siswa dan ketersediaan waktu. Dinamika ini sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kebijakan sekolah dan yayasan, supervisi pendidikan, ketersediaan sumber daya, dan kreativitas guru. Studi ini menunjukkan tantangan unik dalam konteks Indonesia, di mana otonomi guru dalam pengelolaan kurikulum memerlukan pendekatan yang lebih mendalam dan konteks-spesifik, di mana perlu keseimbangan antara kebutuhan akan inovasi dan fleksibilitas dengan mekanisme dukungan dan kontrol yang tidak menyempitkan ruang bagi pertumbuhan agency guru. Kata Kunci: agensi guru, kerangka keagamaan, manajemen kurikulum, otonomi guru, otonomi kondisional, otonomi kurikulum, sekolah Islam swasta
Creating eco-friendly behaviors: Environmental education and plastic waste management Christianty Christianty; Mohammad Ali
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.75818

Abstract

This study explores the critical role of environmental education in addressing plastic waste management, focusing on integrating programs like Indonesia’s Adiwiyata initiative and outdoor education. Through a literature review of peer-reviewed articles, books, and reports, this research highlights how environmental education fosters pro-environmental behaviors, particularly in reducing plastic pollution. The study emphasizes the importance of practical, hands-on learning experiences to instill a sense of environmental responsibility among students. Despite the potential of programs like Adiwiyata, challenges such as administrative prioritization over genuine behavioral change remain. Outdoor education is presented as a key strategy for bridging the gap between theory and practice, empowering students to become “green ambassadors” within their communities. The findings suggest that improving waste management systems and environmental education are essential for mitigating plastic pollution. Combining education, policy, and public awareness, this holistic approach is necessary for a sustainable future where plastic waste no longer poses a significant threat to ecosystems or human health.   Abstrak Penelitian ini meneliti peran krusial pendidikan lingkungan dalam pengelolaan sampah plastik, dengan menyoroti integrasi program seperti inisiatif Adiwiyata di Indonesia serta pendidikan berbasis luar ruangan. Melalui tinjauan literatur dari artikel ilmiah, buku, dan laporan, penelitian ini menyoroti bagaimana pendidikan lingkungan dapat mendorong perilaku pro-lingkungan, terutama dalam mengurangi polusi plastik. Studi ini menekankan pentingnya pengalaman belajar praktis untuk menanamkan tanggung jawab lingkungan pada peserta didik. Meskipun program seperti Adiwiyata memiliki potensi, tantangan seperti prioritas administratif dibandingkan perubahan perilaku yang nyata masih ada. Pendidikan luar ruangan diidentifikasi sebagai strategi utama untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, serta memberdayakan peserta didik menjadi "duta hijau" di komunitas mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan sistem pengelolaan limbah, bersama dengan pendidikan lingkungan, sangat penting untuk mengurangi polusi plastik. Pendekatan holistik ini, yang menggabungkan pendidikan, kebijakan, dan kesadaran publik, diperlukan untuk masa depan yang berkelanjutan di mana limbah plastik tidak lagi menjadi ancaman signifikan bagi ekosistem atau kesehatan manusia. Kata Kunci: adiwiyata; manajemen sampah plastik; pendidikan lingkungan; pendidikan luar ruang
Penggunaan Professional Development School dalam Praktik Kependidikan untuk Mengembangkan Profesionalisme Calon Guru Mohammad Ali
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2000)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v7i32000p223-236

Abstract

This study is mainly aimed at examining the effect of the use of PDS (professional development school) in teaching practice to the development of the student-teachers' competencies. In this study, a quasi-experiment has been conducted by employing a non-random posttest control group design. The Anova and Manova were applied to analyze the data. The result shows that, the use of PDS in teaching practice has significant effect upon the development of some aspects of the student-teacher's personality traits. However, there is not enough evidence to conclude that this has significant effect on the development of their competencies related to knowledge and understanding, and those related to teaching skills
Co-Authors Abdurahmah Berbudi BL Abdurahman Berbudi B L Abdurahman Berbudi Bowo Laksono Achwan Achwan Aditya Muhamad Muldani Ahmad Fajar Fadlillah Ahmad Yousaf Gill Alisa Qtrunnada Amelia Rezeki Andriani Ana Ratna Wulan Andria Pragholapati Andy MA Hariandja Andy Martahan Andreas H Angga Hadiapurwa Anita Yosepha Ari Indra Susanti Ari indra Susanti Asep Herry Hernawan Aviessita Mar'ah Nuruttamami Bunga Darina Puteri Bustam, Muhammad Rayhan Cepi Riyana Christianty Christianty Dadang Sukirman Dadi Mulyadi Dadi Mulyadi Debora Pratiwi Sibarani deiza Novamaria Aziza Della Amelia Diana Romdhoningsih Dinn Wahyudin, Dinn Dr. Mamun Habib Eero Ropo Eero Ropo Eero Ropo Eero Ropo Effy Mulyasari Elisabeth Tuba Erna Sariana Erna Satwika Retno Pamungkas Fadhlurrahman Rafif Muzakki Fadilah Fadilah Fadiya Yasmin Robbani Fahisatul Jannah Fahmi Nurqolbi Faizatur Rohmah Fathiyyah Salsabila Az-Zahra Kamil Fathurrohim Fathurrohim Fedri Ruluwedrata Rinawan Feisal Reinardy Fenny Febrianty Fenny Febrianty Firdausa Febriana Flora Honey Darmawan Freddy Hidayat Ganesa P.D Kurniawan Ganesa Puput Dinda Kurniawan Hafiz Khawar Hussain Hafiz Muhammad Shahroz Hana Lestari Hana Lestari Hera Damayanti HERU SETIAWAN I Made Sriundy M Ike Dayi Febriana Ima Rahmawati Ima Rahmawati Imam Syafi’i Irsyad Hanafi Isniatun Munawaroh Juwintar Febriani Arwan Juwintar Febriani Arwan Khairil Azhar Laksmi dewi Lestari, Hana M. Rizky Anugrah Mafruroh Mafruroh Mazid, Sukron Moch Gilang Pratama Mohammad Faruk Mohammad Rizky Anugrah Moreen Zedko Isaura Sumual Muhammad Naufal Fazqa Murtaqia Tusholihat Murtaqiatusholihat Murtaqiatusholihat Muthoifin Mutohharun Jinan Nabila Vinca Ansari Norazrena Abu Samah Norlidah Alias Novi Indah Susanthi Nur Achirda Nur Amelza Wahyu Aqilla Nur Fitri Ayu Pertiwi Nur'asiah Nur'asiah Nursaidah Ahmad Purwani Sari, Retno R. Nadia Hanoum Rahmawati, Ima Resky Wiradhika Restu Arya Pambudi Rizki Kurniawan Roikhatul Jannah Rudi Susilana, Rudi Rumawi Rumawi Rusman Rusman Saad Rasool Salsabila Putri Wijaya Salsabila Rohadatul Aisy Saniati Saniati Setiana, Soni Mulyawan Sholikul Hadi ST. Sariroh supianto supianto Syihabuddin Syihabuddin Talitha Ragilia Sani Toto Aminoto Tuba, Elisabeth Udiyo Basuki Wahyu Sopandi Zidni, Kusumaning Zifana, Mahardhika