p-Index From 2021 - 2026
5.049
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah JURNAL ISTINBATH Jurnal Ushuluddin UNIVERSUM Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial MILLATI: Journal of Islamic Studies and Humanities AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits RELIGIA Dialogia: Jurnal Studi Islam dan Sosial Al-Maslahah EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis El-Umdah JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Al-Ihkam: Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Journal of Vocational and Career Education Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah ADDIN Journal of Industrial Engineering & Management Research (JIEMAR) An-Nawa : Jurnal Studi Islam Journal of Advanced Guidance and Counseling Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Al-Munir : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Absorbent Mind JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi Al-Hijr: Journal of Adulearn World East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) Jurnal Bilqolam Pendidikan Islam QOF: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Al-Manar: Jurnal Kajian Alquran dan Hadis Al-Bayan: Journal of Hadith Studies Religia : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Kontemplasi : Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Ziswaf Asfa Journal Journal of Society and Development Kifah EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM
Claim Missing Document
Check
Articles

INTEGRASI ANTARA ILMU DAN HADITS MENURUT PEMIKIRAN IMAM AL-GHAZALI Mufid, Abdul; Nurul Fajri, Nidaa'; Ismai, Moch
Al-Bayan: Journal of Hadith Studies Vol 1 No 2 (2022): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Khozinatul Ulum Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.604 KB)

Abstract

Artikel ini difokuskan untuk mengkaji mengenai bagaimana masuknya ilmu (sains) kedalam studi kebiasaan nabi (hadits). Pembahasan yang akan kita bahas meliputi posisi ilmu-ilmu yang berkaitan dengan hadits, relasi ilmuilmu (sains) dan hadits serta pemahaman hadits dengan perangkat ilmu (sains). Dalam hal ini hadits berperan sebagai wadah untuk menggabungkan (konsolidasi) antara ilmu dan agama, karena hadits merupakan sesuatu objek yang bersifat passif, sedangkan ilmu merupakan sesuatu objek yang bersifat aktif. Didalam agama islam, baik ilmu agama maupun ilmu sosial (umum) merupakan kedua hal yang tidak bisa terpisah. Sebab jika kedua ilmu ini berintegrasi secara bagus akan dapat memecahkan segala persoalan umat yang terjadi. Dengan demikian, ilmu sosial merupakan wujud praktek dari penafsiran sebuah makna hadits. Keywords : ilmu, integrasi, penggabungan, konsolidasi, hadits
Culture and Technology Acculturation: Efforts to Revitalize the Prophetic Tradition in the Modern Worldview Era Mufid, Abdul; Mufida, Nawal Miza; Ismail, Muhammad; Syaiful, Muhammad; Ilham, Agus
ADDIN Vol 19, No 2 (2025): ADDIN
Publisher : LPPM IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/addin.v19i2.31063

Abstract

This research explored the intersection between cultural heritage and technological progress in revitalizing and rejuvenating prophetic traditions. The research aimed to bridge the gap between traditional practices and contemporary challenges by utilizing the profusion of prophetic traditions, especially in Islamic teachings. Research questions included how technology can bridge the gap between traditional prophetic teachings and modern cultural contexts, what challenges and opportunities arise from this integration, and how revitalizing prophetic traditions through technology can contribute to cultural preservation and augmentation. Through a multidisciplinary approach with insights from cultural studies, religious studies, and technology, this research contributed to the ongoing discourse on preserving and revitalizing cultural heritage in the digital era. Research findings revealed that although technology offered new opportunities to revitalize prophetic traditions, such as through digital archives and social media, there were also challenges, including authenticity and cultural adaptation issues.
Al-Tafsîr al-Maqâsidî Baina Mutathalibât al-‘Asr wa Tahaddiyyâtihi Mufid, Abdul; Aniqoh, Aniqoh
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 1 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v16i1.12804

Abstract

Model tafsir maqasid merupakan model baru dalam wacana tafsir al-Quran. Model tafsir ini memiliki premis dasar bahwa produk harus merepresentasikan pemahaman teks al-Qur'an sebagai tujuan teks, yaitu terwujudnya kepentingan manusia di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, penelitian ini terfokus pada urgensi tafsir maqasid yang sangat dibutuhkan di masa mendatang, dan sangat mendesak untuk merealisasikannya, meskipun banyak tantangan dan hambatan yang kompleks. Penelitian ini berangkat dari kenyataan di masa kini, bahwa tren menyimpang telah menyebar. Tafsir maqasid yang mumpuni dapat menjawab berbagai kecenderungan yang menyimpang dalam memahami al-Quran. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan tafsir maqasid sebagai jenis interpretasi yang penting, karena menjadikan maqasid sebagai pijakan utama dalam penafsiran. Masalah penelitian yang disajikan dalam penelitian ini adalah sejauh mana umat Islam membutuhkan tafsir maqasid dan sejauh mana tafsir maqasid ini memberikan solusi dari beberapa masalah yang terkait dengan wacana hukum untuk mengakomodir kehidupan kontemporer. Peneliti mengambil pendekatan induktif dan analitis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir maqasidi merupakan jenis tafsir yang penting dan mengungkapkan rahasianya serta menunjukkan bagaimana al-Quran datang untuk memelihara kemaslahatan manusia dan untuk menangkal mudarat dari mereka.
Religiosity And Gender Equality: Forming An Eco-Humanistic Understanding In The Face Of The Global Environmental Crisis Nabil, Muhammad; Fuad, Ahmad Zaki; Mufid, Abdul; Ulya, Muhim Nailul; Ansori, Muhammad Agus; Mokhtar, Wan Khairul Aiman Wan
Empirisma: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam Vol. 35 No. 1 (2026): Empirisma: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam
Publisher : Prodi Studi Agama-agama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v35i1.3476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara religiusitas, kesetaraan gender, dan pemahaman eko-humanis dalam menghadapi krisis lingkungan global. Dalam konteks perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin akut, peran agama dan kesetaraan gender menjadi penting untuk membentuk paradigma baru yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Penelitian ini mengkaji bagaimana ajaran-ajaran agama dapat memengaruhi kesadaran ekologis masyarakat, bagaimana kesetaraan gender, terutama peran perempuan, dapat memperkuat upaya-upaya pelestarian lingkungan, dan bagaimana konsep eko-humanis yang menekankan keterhubungan antara manusia dan alam dapat dimobilisasi dalam menghadapi tantangan lingkungan global. Research question utama dalam penelitian ini adalah bagaimana religiusitas dan kesetaraan gender dapat membentuk pemahaman eko-humanis dan berkontribusi terhadap upaya mitigasi krisis lingkungan global. Untuk menjawab pertanyaan ini, penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Ajaran agama yang berfokus pada penghargaan terhadap alam dan solidaritas sosial dapat memperkuat kesadaran lingkungan di kalangan umat beragama. (2). Keterlibatan perempuan dalam gerakan ekologis terbukti memiliki dampak positif terhadap implementasi kebijakan lingkungan yang lebih adil dan berkelanjutan. (3). Pemahaman eko-humanis yang berbasis pada nilai-nilai agama dan kesetaraan gender mampu menghasilkan solusi yang lebih inklusif dan efektif untuk mengatasi krisis lingkungan.