Idrus, Irnawaty
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Published : 102 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 85 Documents
Search
Journal : Journal of Muhammadiyah’s Application Technology

Perancangan Sport Center dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer di Kabupaten Jeneponto Rokhana, Nur Indah; wildana, KhildaWildanaNur khilda; Idrus, Irnawaty; Abdullah, Ashari; Syahruddin, Syahriyunita; Amalia, Andi Annisa
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7300

Abstract

ABSTRAK: Merancang suatu gedung Sport Center di Kota Jeneponto yang menghubungkantaman dengan bangunan bertujuan untuk menyusun suatu konsep perancangan denganmenyediakan fasilitas olahraga, yang dapat mewadahi, dan dapat menampung aktivitas olahragasecara keseluruhan bagi para atlet, pelajar, pemuda dan masyarakat dengan menghasilkan suaturancangan bangunan Sport Center yang dapat mengembangkan fasilitas kota jeneponto, Metodeperancangan ini merumuskan tentang langkah metode yang digunakan adalah metodepengumpulan data primer dan sekunder, analisa dan sintesa serta skema perancangan. MenjadikanSport Center sebagai sarana untuk menampung minat warga terhadap olahraga yang akan menjadisarana untuk berlatih dan bertanding para atlet asal Jeneponto. agar para atlet ini lebih berprestasilagi dan dapat mengharumkan nama Jeneponto. fungsi penunjang kegiatan pada masyararakatdengan pengolahan tapak yang sesuai dengan kebutuhan untuk memaksimalkan ruang terbukahijau, menerapkan konsep dan desain yang mempertimbangkan kebutuhan pengguna terhadapruang dan orientasi, memanfaatkan kondisi iklim dan sumber energi bagi bangunan tersebut agarmemaksimalkan pencahayaan dan penghawaan atau dengan mengoptimalkan sun shading.
Pendekatan Arsitektur Inklusif pada Perancangan Mall Pelayanan Publik di Kabupaten Takalar Yusri, Andi; Idrus, Irnawaty; Amal, Citra Amalia; Syahruddin, Andi Syahriyunita; Syarif, Muhammad; Abduh, Muhammad
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/hq1v5p61

Abstract

ABSTRAKMall Pelayanan Publik (MPP) merupakan inovasi pelayanan terpadu yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan pemerintah kepada masyarakat. Namun, banyak fasilitas MPP yang belum sepenuhnya memperhatikan aspek aksesibilitas bagi seluruh kelompok pengguna, khususnya penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya. Penelitian ini bertujuan merancang Mall Pelayanan Publik di Kabupaten Takalar dengan pendekatan arsitektur inklusif guna mewujudkan fasilitas pelayanan publik yang adil, setara, dan mudah diakses oleh semua kalangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode perancangan arsitektur, melalui studi literatur, observasi tapak, analisis kebutuhan ruang, serta studi banding terhadap proyek sejenis di dalam dan luar negeri. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan prinsip universal design mampu meningkatkan kualitas aksesibilitas melalui penyediaan ramp standar, lift, sirkulasi ramah disabilitas, sistem wayfinding berbasis visual dan warna, serta fasilitas pendukung seperti toilet disabilitas, ruang laktasi, dan ruang bermain anak. Selain itu, pemilihan material yang aman dan tidak licin turut meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi prinsip arsitektur inklusif sejak tahap perencanaan sangat penting dalam menciptakan ruang pelayanan publik yang manusiawi, responsif, dan berkelanjutan.Kata Kunci: Arsitektur Inklusif, Pelayanan Publik, Disabilitas, Aksesibilitas, Universal Design.ABSTRACTPublic Service Malls (Mall Pelayanan Publik/MPP) are integrated service facilities aimed at improving the efficiency and quality of public services. However, many existing MPP buildings have not fully considered accessibility for all user groups, particularly people with disabilities, the elderly, pregnant women, and other vulnerable communities. This study aims to design a Public Service Mall in Takalar Regency using an inclusive architectural approach to ensure equal, safe, and convenient access to public services. The research adopts a qualitative descriptive method based on architectural design processes, including literature review, site observation, spatial needs analysis, and comparative studies of similar projects at national and international levels. The design results demonstrate that the application of universal design principles significantly improves accessibility through standard-compliant ramps, elevators, disability-friendly circulation, visual and color-based wayfinding systems, and inclusive supporting facilities such as accessible toilets, lactation rooms, and child-friendly spaces. In addition, the use of safe and non-slip materials enhances user comfort and safety. This study emphasizes that integrating inclusive design principles from the early planning stage is essential for creating public service facilities that are humane, responsive, and sustainable, while also supporting equitable access to government services.Keyworsds: Inclusive Architecture, Publik Service, Disability, Accesibility, Universal Design.
Menerapkan Pendekatan Eco-Tech pada Perancangan Agrowisata di Kabupaten Enrekang Abdullah, Ashari; Amin, Siti Fuadillah Alhumairah; Idrus, Irnawaty; Yusri, Andi; Syarif, Muhammad; hatta, ramadhan
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/3h17ss38

Abstract

ABSTRAKIndonesia, dengan iklim tropisnya, menawarkan beragam potensi wisata dari Sabang sampai Merauke. Kabupaten Enrekang di Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah dengan kekayaan alam yang menonjol, terutama dalam sektor pertanian sayuran. Secara geografis, 84,96% wilayah Kabupaten Enrekang didominasi oleh bukit dan gunung, dengan hanya 15,04% area datar dari total luas 46.717,48 km². Kabupaten ini terdiri dari 12 kecamatan dengan populasi 234,47 ribu jiwa pada tahun 2024, mayoritas berprofesi sebagai petani yang menghasilkan komoditas seperti bawang merah, sayuran, kopi, dan buah-buahan. Melihat potensi tersebut, perancangan Agrowisata menjadi sangat relevan untuk Kabupaten Enrekang, ditunjang oleh iklim yang mendukung, pemandangan pegunungan yang indah, dan mata pencaharian masyarakat. Proyek ini diharapkan menjadi destinasi wisata yang diminati baik oleh masyarakat Sulawesi Selatan maupun pengunjung dari luar daerah, sekaligus mengembangkan potensi daerah. Pendekatan Arsitektur Ekologi dan Teknologi (eco-tech) dipilih sebagai tema perancangan, yang menggabungkan kelestarian lingkungan dengan teknologi canggih dan terbarukan. Dengan pendekatan ini, Agrowisata Kabupaten Enrekang diharapkan memiliki desain yang harmonis dengan alam dan berkelanjutan.Kata Kunci: Agrowisata, Arsitektur Ekologi dan Teknologi, Eco-Tech Architecture, Kawasan Wisata, Pertanian Sayuran ABSTRACTIndonesia, with its tropical climate, offers a wide range of tourism potential stretching from Sabang to Merauke. Enrekang Regency in South Sulawesi is one of the regions with outstanding natural wealth, particularly in the vegetable farming sector. Geographically, 84.96% of Enrekang Regency's area is dominated by hills and mountains, with only 15.04% consisting of flat land out of a total area of 46,717.48 km². The regency comprises 12 districts with a population of 234.47 thousand in 2024, the majority of whom work as farmers producing commodities such as shallots, vegetables, coffee, and fruits. Considering this potential, the development of Agrotourism is highly relevant for Enrekang Regency, supported by a favorable climate, beautiful mountainous landscapes, and the community's agricultural livelihood. This project is expected to become a popular tourist destination for both the people of South Sulawesi and visitors from outside the region, while also enhancing the area's local potential. The design adopts the theme of Ecological and Technological Architecture (eco-tech), combining environmental sustainability with advanced and renewable technology. Through this approach, the Enrekang Regency Agrotourism is envisioned to feature a design that is harmonious with nature and sustainable in the long term.Keyworsds: Agrotourism, Ecological and Technological Architecture, Eco-Tech Architecture, Tourism Area, Vegetable Farming.
Penerapan Prinsip Arsitektur Ekologi pada Perancangan Pusat Rehabilitasi Narkoba di Kabupaten Bulukumba Achriyanto Syam, M. Fitrah; Yusri, Andi; Paddiyatu, Nurhikmah; Amal, Citra Amalia; Idrus, Irnawaty; Rohana; Syam, M. Fitrah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/3m616f73

Abstract

ABSTRAKPendekatan arsitektur ekologis dipilih karena mampu menciptakan lingkungan binaan yang sehat, berkelanjutan, dan mendukung proses penyembuhan pengguna (NAPZA). Lingkungan fisik yang nyaman dan alami diyakini dapat memberikan pengaruh positif terhadap kondisi psikologis dan emosional pasien rehabilitasi. Penataan massa bangunan dirancang menyatu dengan kontur dan kondisi alam sekitar untuk meminimalkan kerusakan lingkungan. Ruang terbuka hijau dimanfaatkan sebagai area terapi luar ruang yang mendukung aktivitas refleksi dan pemulihan mental. Konsep sirkulasi udara alami diterapkan untuk menciptakan kualitas udara dalam ruang yang lebih baik dan menyehatkan. Selain itu, desain bangunan memperhatikan orientasi matahari untuk mengurangi konsumsi energi buatan. Fasilitas pendukung seperti ruang konseling, ruang ibadah, dan area kegiatan dirancang dengan suasana yang tenang dan privat.. Dengan pendekatan ini, pusat rehabilitasi diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemulihan fisik, tetapi juga sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual. Hasil perancangan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan fasilitas rehabilitasi berbasis arsitektur berkelanjutan di Indonesia.Kata Kunci: Arsitektur Ekologi, Pusat Rehabilitasi, Narkoba, Lingkungan Sosial, Kabupaten Bulukumba. ABSTRACTThe Ecological Architecture approach was chosen because it can create a healthy, sustainable built environment that supports the healing process of drug users (NAPZA). A comfortable and natural physical environment is believed to have a positive influence on the psychological and emotional state of rehabilitation patients. The building's massing is designed to blend with the contours and natural conditions of the surrounding area to minimize environmental damage. Green open spaces are utilized as outdoor therapy areas that support reflection and mental recovery activities. The concept of natural air circulation is implemented to create better and healthier indoor air quality. Furthermore, the building design takes into account solar orientation to reduce artificial energy consumption. Supporting facilities such as counseling rooms, prayer rooms, and activity areas are designed to create a calm and private atmosphere. The use of water and vegetation elements also function as therapeutic elements that enhance visual and psychological comfort. With this approach, the rehabilitation center is expected to function not only as a place for physical recovery, but also as a means of mental and spiritual development. The results of this design are expected to see.Keywords: Ecological Architecture, Rehabilitation Center, Drugs, Social Environment, Bulukumba Regency.
Perancangan Pusat Rehabilitasi Narkoba Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi di Kab. Bulukumba Syam, M. Fitrah Achriyanto; Yusri, Andi; Paddiyatu, Nurhikmah; Amal, Citra Amalia; Idrus, Irnawaty; Abdullah, Rohana; Syam, M. Fitrah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/qrxhqe52

Abstract

ABSTRAK: Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) merupakan masalah yang sangat mengkhawatirkan di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan desain untuk Pusat Rehabilitasi Narkoba dengan pendekatan Arsitektur Ekologis di Kabupaten Bulukumba yang bertujuan memberikan pemulihan secara mental dan spiritual bagi pengguna Narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah fasilitas rehabilitasi narkoba di Kabupaten Bulukumba dengan menerapkan prinsip-prinsip Arsitektur Ekologi dan menciptakan tata ruang serta fasilitas pendukung yang sesuai dengan konsep tersebut. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan meliputi observasi di lapangan dan tahap perancangan arsitektur. Desain yang ditampilkan dalam penelitian ini adalah pusat rehabilitasi narkoba yang diembangkan berlandaskan prinsip-prinsip Arsitektur Ekologi. Desain ini mencakup empat karakteristik utama dari arsitektur yang ramah lingkungan, yaitu: penggunaan panel surya sebagai sumber energi terbarukan, penerapan jendela besar untuk penerangan dan ventilasi alami, penggunaan material lokal dalam konstruksi, serta pengelolaan air hujan dan limbah yang didaur ulang untuk pemakaian toilet dan irigasi tanaman.KATA KUNCIArsitektur Ekologi, Pusat Rehabilitasi, Narkoba. ABSTRACT: Abuse of Narcotics, Psychotropics, and Addictive Substances (NAPZA) is a very worrying problem in Indonesia. Therefore, it is necessary to develop a design for a Drug Rehabilitation Center with an Ecological Architecture approach in Bulukumba Regency which aims to provide mental and spiritual recovery for drug users. This study aims to design a drug rehabilitation facility in Bulukumba Regency by applying the principles of Ecological Architecture and creating a spatial layout and supporting facilities in accordance with the concept. In this study, the methods used include field observations and the architectural design stage. The design presented in this study is a drug rehabilitation center developed based on the principles of Ecological Architecture. This design includes four main characteristics of environmentally friendly architecture, namely: the use of solar panels as a renewable energy source, the application of large windows for natural lighting and ventilation, the use of local materials in construction, and the management of rainwater and recycled waste for toilet use and plant irrigation.Keywords:Ecological Architecture, Rehabilitation Center, Drugs.  
Co-Authors A. Amin, Siti Fuadillah A. Syahriyunita Syahruddin A.Syahriyunita Syahruddin Aan Kunaifi Abdillah, Muh Abdullah, Ashari Achriyanto Syam, M. Fitrah Ade Mawardi Syamsuddin Ahmad Ahmad Ahmad Fadli Akbar, Muhammad Fauzan Aldhy Renaldi Aldi Setiawan, Aldi Alif Bastian Alif, Nur Alni, Annisa Maulidina Amal, Citra Amalia Amalia, Andi Annisa Amansah, Muh. Sucitra Amelia, Yuyun Amin, Siti Faudillah Alhumairah Andi Annisa Amalia Andi Sulfajri Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Yusri andi Yusri Aris Sakkar Dollah Ashari Abdullah Ashari Abdullah Azhar, Alif Azman, Andi Baharuddin Hamzah Basir, Nurmiati Bastian, Alif Dapubeang, Awaludin Dayat, Sapril Hidayat Dewi, Prasasti Ekha Milleyanti Sula Dollah, Aris Sakkar Fahmi, Ridwan Fahrul, Ahmad Fardi Fardi Fardi, Fardi Fath, Raja Ferdi Lamu Fitrawan Umar Hasra, Mila Karmila Hatta, Ramadhan Irawati Irawati Irlan Nurasyid Ismail Ibrahim Juhari, Lutfiah Hafifah Kadir, Sania Ramadhani Khilda Wildana Nur KhildaWildanaNur khilda wildana Kunaifi, Aan Kurnianto, Ucok Kurniawan, Muh. Arif Lamu, Ferdi Muh. Arif Kurniawan Muh. Ilmiansah Muhamad Ilham Pasiori, Ilham Muhammad Abdillah Muhammad Abduh Muhammad Artha Tiranda Muhammad Ilham Muhammad Ilham Muhammad Sofyan Muhammad Sofyan Muhammad Syarif Muhammad Syarif, Muhammad Mursyid Mustafa Musa, Reski Vendi Mustafa, Mursyid Mutiah, Uryun Nana Rohana, Nana nana, Rohana Nini Apriani Rumata Nur Alif Nur Hikmah Paddiyatu Nur Indah Rokhana NUR, KHILDA WILDANA Nurhikma Paddiyatu Nurhikmah Paddiyatu Nurhukmah Paddiyatu Nurmiati Basir Nursafaat, Fadel Nurul Jamala Paddiyatu , Nurhikmah Paddiyatu, Nurhikma Paddiyatu, Nurhikmah Paddiyatu, Nurhukmah Prasasti Ekha Milleyanti Sula Dewi R. Rusli Rahmah, Berkah Fadhila rahmat ramadan Raja Fath Ramadan, Rahmat Ramadhan, Afif Alfatwa Ramli Rahim Rasma Warni Rasmawarni Rasmawarni Rasmawarni, Rasmawarni Renaldi, Aldhy Reski Vendi Musa Ridwan Fahmi Rio Trianto Rio Trianto, Rio Rohana Rohana Abdullah ROHANA ROHANA Rohana Rohana Rokhana, Nur Indah Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Rusli Rusli Sahabuddin Latif Salmiah Zainuddin Salmiah Zainuddin Sari, Nirma Mawar Sulfajri, Andi Syaharuddin, A. Syahriyunita Syahriyunita Syahruddin Syahruddin, A. Syahriyunita Syahruddin, A.Syahriyunita Syahruddin, Andi Syahriyunita Syahruddin, Syahriyunita Syam, M. Fitrah Syam, M. Fitrah Achriyanto Tiranda, Muhammad Artha Umar, Fitrawan Warni, Rasma wildana, KhildaWildanaNur khilda Wiwi Herawati Wiwik Wahidah Osman Wiwik Wahidah Osman Yusri, Andi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Zainuddin, Salmiah