Claim Missing Document
Check
Articles

PENGALAMAN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) YANG MENGALAMI ABUSE I Nengah Dartha Yasa; Indah Winarni; Retno Lestari
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.616 KB)

Abstract

Masalah kesehatan jiwa pada TKI terus mengalami peningkatan. Hal ini diakibatkan karena kerentanan TKI mendapatkan abuse selama menjalankan pekerjaan. Berbagai bentuk abuse yang sering dialami oleh para TKI diantaranya adalah pemerasan, pelecehan seksual, penghinaan, penyiksaan dalam tahanan dan bentuk-bentuk perilaku kekerasan lainnya. Pengalaman abuse yang dialami oleh TKI tersebut menimbulkan dampak trauma psikologis yang dapat meningkatkan resiko TKI mengalami masalah kesehatan jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman TKI yang mengalami abuse. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif. Wawancara mendalam dengan menggunakan pertanyaan semiterstruktur yang melibatkan 7 orang TKI yang mengalami abuse. Data dikumpulkan dan dianalisis dengan menggunakan analisis hermeneutics. Penelitian ini menghasilkan tema besar yaitu berada dalam lingkungan pekerjaan yang beresiko menurunkan kualitas hidup. Tema besar ini kemudian dijabarkan dalam 7 tema yaitu tidak paham tentang kondisi pekerjaan diluar negeri, mendapat perlakuan yang tidak manusiawi, merasakan penderitaan menjadi TKI, mengalami permasalahan kesehatan, tidak berdaya menghadapi permasalahan, mengupayakan kebebasan diri dan mencari sumber dukungan. Kesimpulan dari hasil wawancara dari keseluruhan partisipan menunjukkan bahwa adanya perlakuan yang tidak manusiawi yang dialami oleh TKI di luar negeri. Perlakuan tidak manusiawi tersebut diantaranya dalam bentuk penganiayaan fisik, penganiayaan psikis, pembatasan kebebasan, pembatasan akses kesehatan, penghinaan melalui kata-kata dan pengekangan hak ekonomi. TKI merasakan hal yang dialami sebagai sebuah penderitaan diri yang menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan baik fisik maupun psikis. Adapun strategi yang dilakukan TKI dalam melepaskan diri dari perlakuan abuse diantaranya menerima keadaan dalam ketidakberdayaan, mengupayakan kebebasan diri dan mencari sumber dukungan.Kata Kunci: Pengalaman TKI, abuse, kesehatan jiwa 
EKSPLORASI FENOMENA KORBAN BULLYING PADA KESEHATAN JIWA REMAJA DI PESANTREN Athi' Linda Yani; Indah Winarni; Retno Lestari
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.616 KB)

Abstract

Bullying  yang terjadi di Indonesia banyak ditemukan di lingkungan sekolah baik formal maupun non formal. Menurut penelitian terdahulu kasus bullying yang sering terjadi sekitar 61 – 73 % dalam bentuk kekerasan, pemerasan, mengancam dan mengambil barang–barang, selebihnya merupakan kasus bullying  dalam bentuk yang lain seperti cyber bullying. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman santri yang menjadi korban bullying di pesantren. Tujuan khusus dari penelitian ini untuk mengeksplorasi pengalaman santri yang menjadi korban bullying  di pesantren, mengeksplorasi kondisi yang dialami santri saat mendapat perilaku  bullying  di pesantren, mengeksplorasi perasaan santri saat mengalami bullying  di pesantren, mengeksplorasi tindakan yang dilakukan santri saat mengalami bullying  di pesantren. Metode yang digunakan dengan menggunakan desain kualitatif pendekatan fenomenologi interpretif. Lokasi penelitian di salah satu pesantren yang ada di Jombang. Teknik pengambilan data melalui wawancara mendalam dengan waktu 20-30 menit menggunakan alat perekam. Partisipan dalam penelitian ini adalah santri yang mengalami perilaku bullying di salah satu pesantren di Jombang. Pemilihan partisipan sebagai narasumber dengan teknik purposive sampling.  Jumlah partisipan dalam penelitian sebanyak 5 orang yang pernah mengalami bullying di pesantren. Hasil dan analisis didapatkan delapan tema yaitu pertentangan, mengganggu, mendapat perilaku yang menyakitkan dari senoir, merasa tertekan, kehilangan motivasi, berusaha mengamankan diri, mencari pertolongan dan tidak menyelesaikan masalah. Penjelasan dari tema-tema diatas merupakan proses perjalanan panjang dari pengalaman korban yang mengalami bullying di pesantren sehingga menghasilkan sebuah tema besar terjebak dalam sebagian tradisi pesantren yang melemahkan semangat.Kata Kunci : Bullying, Kesehatan jiwa, Pesantren, Remaja
STUDI FENOMENOLOGI: POST TRAUMATIC GROWTH PADA ORANG TUA ANAK PENDERITA KANKER Zidni Nuris Yuhbaba; Indah Winarni; Retno Lestari
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1551.823 KB)

Abstract

Kanker anak merupakan penyakit yang menakutkan bagi orang tua karena tidak banyak yang mampu bertahan dan sembuh dari penyakit ini. Kanker tidak hanya akan berdampak pada fisik, tetapi juga pada kondisi psikologis penderita maupun orang tuanya. Penelitian menunjukkan bahwa dampak positif post traumatic growth ditemukan pada orang tua anak penderita kanker. Post traumatic growth merupakan pengalaman perubahan positif yang terjadi sebagai hasil perjuangan individu menghadapi krisis yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi makna pengalaman orang tua anak penderita kanker tentang post traumatic growth. Desain penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada 5 orang tua anak penderita kanker. Hasil penelitian dialalisis dengan metode Interpretif Phenomenology Analysis (IPA). Sembilan tema telah teridentifikasi dari penelitian ini, yaitu: (1) memahami bahwa kanker adalah penyakit yang mengancam kehidupan, (2) mengalami tekanan secara batin, (3) mengalami krisis dalam kehidupannya (4) menilai bahwa kanker merupakan ketetapan dan ujian dari Tuhan, (5) berusaha mengatasi krisis yang dialami (6) mendapat dukungan dari keluarga, sesama orang tua anak penderita kanker dan relawan komunitas, (7) menemukan harapan baru, (8) merasakan perubahan hubungan yang bermakna, dan (9) mengalami perkembangan spiritualitas. Pengalaman orang tua mengalami post traumatic growth merupakan proses yang tidak mudah. Orang tua mengalami krisis dalam hidupnya membuat orang tua menilai kanker sebagai takdir dan ujian dari Tuhan, ia merasa harus berusaha mengatasi krisis yang dialami, hingga pada akhirnya orang tua mendapatkan dukungan dari orang disekitarnya dan menemukan harapan baru, orang tua merasakan perubahan pada hubungan dan mengalami peningkatan spiritualitas. sehingga pengalaman orang tua anak penderita kanker tentang post traumatic growth dapat diintepretasikan sebagai perjuangan menghadapi realita baru kehidupan setelah mengalami peristiwa traumatis. Kata Kunci: studi fenomenologi, orang tua, anak penderita kanker, post traumatic growth  
THE EXPERIENCE OF SHADOW TEACHERS IN HELPING CHILDREN WTH SPECIAL NEEDS IN TELOGO PATUT ELEMENTARY SCHOOL I GRESIK Abd Nasir; Indah Winarni; Retno Lestari
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2900.009 KB) | DOI: 10.21776/ub.jik.2018.006.01.1

Abstract

Shadow teacher in their profession are always dealing with special needs children who have intellectual impairment, behavioral and emotional disorders and learning disorders. This is an exhausting job because shadow teachers should be able to ensure that the child is always adaptive during the lesson. Shadow teacher also must know how to adapt to the child’s character, and this task also spends a lot of time. However, the existence of children in the class is not supported by good learning guidelines. The purpose of this study was to explore the experience of shadow teachers with the child with special needed. This qualitative research used Interpretative phenomenology research design and data analysis used interpretative phenomenology analysis approach. Data collection process used in-depth interviews and observations, and this research involved six participants. This research produced 9 themes: (1) believe that this work is a blessing from Allah, (2) feel that there is a wisdom from helping each others (3) exhausting for mind and emotions, (4) feel not confident at the beginning of his profession, (5) havea feeling that this job is a meaningful job, (6) believe that the children can be disciplined with strict rules, (7) believe that visualization is the way to make children’s focus increased, (8) feel that togetherness must be build together with the children, and (9) feel that government and society’s concern to these children with special needs is still lacking. Guiding and leading children with special needs is hard to do, but if this job is done with a wholehearted feeling it can make an incredible effort and can make the children with special needs can live peacefully in the middle of society.Shadow teacher in their profession are always dealing with special needs children who have intellectualimpairment, behavioral and emotional disorders and learning disorders. This is an exhausting jobbecause shadow teachers should be able to ensure that the child is always adaptive during the lesson.Shadow teacher also must know how to adapt to the child’s character, and this task also spends a lotof time. However, the existence of children in the class is not supported by good learning guidelines.The purpose of this study was to explore the experience of shadow teachers with the child with specialneeded. This qualitative research used Interpretative phenomenology research design and data analysisused interpretative phenomenology analysis approach. Data collection process used in-depth interviewsand observations, and this research involved six participants. This research produced 9 themes: (1)believe that this work is a blessing from Allah, (2) feel that there is a wisdom from helping each others(3) exhausting for mind and emotions, (4) feel not confident at the beginning of his profession, (5) havea feeling that this job is a meaningful job, (6) believe that the children can be disciplined with strictrules, (7) believe that visualization is the way to make children’s focus increased, (8) feel thattogetherness must be build together with the children, and (9) feel that government and society’sconcern to these children with special needs is still lacking. Guiding and leading children with specialneeds is hard to do, but if this job is done with a wholehearted feeling it can make an incredible effortand can make the children with special needs can live peacefully in the middle of society.
SOCIAL SUPPORT RECEIVED BY SUBSTANCE ABUSER IN SLEMAN REGENCY Rizqi Wahyu Hidayati; Indah Winarni; Septi Dewi Rachmawati
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.314 KB) | DOI: 10.21776/ub.jik.2020.008.01.7

Abstract

Substance abuse is a global problem, including in Indonesia, especially Yogyakarta. Thisprovince has the highest prevalence of substance abuse among students in Indonesia.Substance abuse has negative impacts on health, both physically and psychologically.Because of that, recovery is needed to restore the function and role of the individual.When they undergo the recovery process, social support is required. This study aimedto determine the meaning of experience in undergoing the process of recovery ofsubstance dependence during receiving social support. This study used qualitativewith interpretative phenomenology design. Participants were taken using purposivesampling method, there were 9 participants included in this study. The data retrievaltechnique through in-depth interviews with an open-ended question. The data analysisused was Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) method. Based on the results,themes were obtained: (1) Understanding recovery is a long life process; (2) Receivinga whip which saves you from the downturn; (3) Not being a part of the world of life; (4)Gain a sense of humanity in society; (5) Gain the whole support to rise from adversity.The result showed that the support was interpreted as a lash, meaning that it could giveuncomfortable feelings, such as forced to change, received too much advice, or negativecomments. However, it also could increase the motivation to move forward for the clients.Finally, researchers suggest further research to explore the relation of social support andgender issues when they underwent substance recovery.
Behavior Therapy in Those Who Are Addicted to Online Games Atin Humayya; Heni Dwi Windarwati; Indah Winarni
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 10 No. 1 (2022): May
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.775 KB) | DOI: 10.21776/ub.jik.2022.010.01.10

Abstract

Adolescents addicted to online games harm their physical, psychological, and social health and require therapy. Providing therapy such as behavior therapy can help reduce online game addiction. This research aims to review articles that discuss the addictive behavior of online games and the therapy used. The method used in this study is a literature review by identifying articles from a systematic review identifying articles from four data based on ScienceDirect and PubMed in 2020. Based on the inclusion and exclusion criteria set, using the keywords behavior therapy, adolescents, and online game addiction from 2017-to 2020. We discovered 15 publications that satisfied the inclusion criteria and deserved to be considered in our examination of data-based articles. Adolescents who experience online game addiction discussed they vary in the causes, symptoms, effects, and psychotherapy given. Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Social Skill Training (SST), and Mindfulness are all types of behavior therapy that can help kids addicted to online games. Psychotherapy can help teens addicted to internet games.
STUDI FENOMENOLOGI : HAMBATAN DAN KEBUTUHAN PERAWAT DALAM MELIBATKAN KELUARGA PADA PERAWATAN KEGAWATDARURATAN ANAK DI UNIT GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK BANDA ACEH Merisdawati Merisdawati; Indah Winarni; Septi Dwi Rachmawati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.825 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i4.101

Abstract

Pendahuluan : Perawatan pada pasien anak tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga. Melibatkan keluarga pada perawatan anak dengan kondisi gawat darurat di Unit Gawat Darurat (UGD) memiliki tantangan tersendiri bagi perawat. Walaupun beberapa organisasi mendukung keterlibatan keluarga dalam perawatan di UGD, namun beberapa hasil penelitian memaparkan keterbatasan dalam penerapannya. Hambatan dari berbagai aspek akan mempengaruhi keberhasilan perawat dalam melibatkan keluarga.  Mengetahui hambatan dan kebutuhan yang diperlukan perawat dapat dijadikan sebagai pedoman dalam peningkatan perawatan anak dengan melibatkan keluarga di UGDTujuan penelitian : Mengeksplorasi hambatan dan kebuthan perawat dalam melibatkan keluarga pada perawatan kegawatdaruratan anak di UGD Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda AcehDesain penelitian: Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif yang melibatkan 7 perawat UGD RSIA Banda Aceh. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan menggunakan analisa tematik Braun &Clarke.Hasil penelitian: Penelitian ini menghasilkan 8 tema dari hasil analisis data yang dilakukan. Tema yang ditemukan adalah kepercayaan keluarga, keterlibatan extended family, ketidaksetaraan pengetahuan, ketidakpercayaan diri perawat, kerumitan pelayanan administrasi,  peningkatan pemahaman budaya, upgrading kompetenasi dan pengetahuan, serta dukungan sistem pelayanan di UGD.Kesimpulan :Melibatkan keluarga di UGD pada kondisi pasien kritis memiliki hambatan yang tidak sedikit. Perawat membutuhkan  peningkatan pengetahuan, pemahaman akan budaya pasien dan keluarga untuk dapat melibatkan keluarga secara optimal.Perlu adanya dukungan dari sistem pelayanan di UGD untuk menunjang keberhasilan perawat dalam melibatkan keluarga pada perawatan anak. Kata kunci : hambatan dan kebutuhan, melibatkan keluarga, perawatan gawat darurat, anak
STUDI FENOMENOLOGI : PENGALAMAN PERAWAT DI LINGKUNGAN TEMPAT KEJADIAN TRAUMA AKUT DI PRE-HOSPITAL KOTA MALANG Eko Prasetya W; Indah Winarni; Ali Haedar
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.555 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i4.102

Abstract

Latar Belakang :Perawat yang bertugas di prehospital dituntut menguasai kompetensi dalam perawatan pasien dengan kondisi gawat darurat, termasuk didalamnya adalah kasus trauma akut. Terdapat beberapa tahap dalam prosedur penatalaksanaan di pre-hospital.Salah satunya adalah merespon panggilan untuk segera menuju tempat kejadian. Tetapi dalam pelaksanaannya banyak sekali tantangan dan hambatan di tempat kejadian trauma akut. Pengalaman perawat yang berkaitan dengan hal tersebut masih belum banyak dieksplorasi. Tujuan : Untuk mengeksplorasi pengalaman perawat di lingkungan tempat kejadian trauma  akut di pre-hospital kota malang. Metode : Wawancara mendalam dengan menggunakan pertanyaan semiterstruktur yang melibatkan 6 perawat ambulans IGD RSU Dr.Saiful Anwar. Data dikumpulkan dan dianalisis dengan menggunakan analisa tematik berdasarkan pendekatan Braun & Clarke.Hasil Penelitian : Peneliti menghasilkan 5 tema besar yaitu pengaruh budaya masyarakat, belum terjaminnya keamanan lingkungan, kesulitan mengambil pasien, membutuhkan kolaborasi interprofesional dan harapan mempercepat layanan ambulans.Kesimpulan :Terdapat banyak tantangan yang harus dihadapi oleh perawat terkait munculnya hambatan. Hambatan ini muncul dari ditemukannya adanya pengaruh budaya masyarakat, belum terjaminnya keamanan lingkungan, perawat merasa kesulitan mengambil pasien, perawat membutuhkan kolaborasi interprofesional dan harapan perawat untuk mempercepat layanan ambulans pada kasus trauma akut. Kata Kunci : prehospital,trauma akut, pengalaman perawat 
STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HENTI JANTUNG DI SALAH SATU IGD RUMAH SAKIT TIPE A DI JAWA TIMUR Lestari Eko Darwati; Indah Winarni; Ali Haedar
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.122 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i4.83

Abstract

Latar belakang: Perawat dituntut melakukan pertolongan pada pasien henti jantung secara cepat dan tetap menjaga keprofesionalannya sebagai pemberi asuhan keperawatan. Namun, perawat yang bekerja di IGD merasa bekerja melebihi kapasitas dan tidak berdaya, kurang dihormati, tidak dihargai, mendapat tekanan moral, stres dan kelelahan. Hal tersebut berdampak pada kurangnya kualitas pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien henti jantungTujuan: Mengeksplorasi pengalaman perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien henti jantung di IGDDesain: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif Data dikumpulkan melalui indepth interview dan dianalisa dengan teknik analisis tematik (thematic analisis). Peneliti sebagai instrumen telah mewawancarai 7 perawat yang bekerja di IGD lebih dari 5 tahun dan memiliki pengalaman merawat pasien henti jantung.Hasil: Penelitian ini menghasilkan 7 tema, yaitu (1) perbedaan persepsi perawat tentang asuhan keperawatan, (2)  mengalami krisis peran dalam menjalankan asuhan keperawatan, (3) merasa tidak adekuat dalam merumuskan diagnosa keperawatan, (4) mengalami hambatan dalam mendokumentasikan asuhan keperawatan, (5) taat terhadap prosedur, (6) respon psikologis perawat, dan (7) harapan untuk optimalisasi asuhan keperawatan.Kesimpulan: Perawat merasa belum bisa melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien henti jantung di IGD secara optimal. Hambatannya adalah merasa melakukan pekerjaan yang tidak sesuai profesi, merasa sulit merumuskan diagnosa dan mengalami hambatan dalam mendokumentasikan asuhan keperawatan. Perawat perlu memahami perannya sebagai pemberi asuhan keperawatan. Pengetahuan perawat perlu ditingkatkan agar pelaksanaan asuhan keperawatan dapat lebih optimal.  Kata kunci: asuhan keperawatan, henti jantung, IGD 
The Meaning of Breast Cancer Patients’ Experience in Hospital X: a Viewpoint From Patient Centered Care Farida Rozany; Indah Winarni; Viera Wardhani
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol. 8 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.8299

Abstract

Patient experience is a significant factor in improving hospital service quality. This study aims to determine the meaning of treatment received by breast cancer patients during the treatment period. In the treatment of breast cancer, the patients require a personalized service or patient-centered care. This research is a qualitative analysis with phenomenology approach. Informants in this study were breast cancer patients who underwent chemotherapy treatment and had a mastectomy. Data were obtained through in-depth interviews in patients with breast cancer. The results of the study revealed there are 10 themes, namely worrying about something uncomfortable in the body, resigning to the doctor's recommendations, feeling comfortable and uncomfortable in the service received, feeling stress after recognizing the disease suffered, feeling fearful to the disease, experiencing pain before and after treatment, obtaining encouragement, refraining from thinking that slows down the healing, feeling of having no choice over the disease, and feeling of not obtaining explanation. There is relevance between theme and patient-centered care.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd Nasir Abdullah, Rais Agusta Dian Ellina Ali Haedar Apriani, Elsa Arfiyadie, Aqilah Muthiah Arief Alamsyah Arikarani, Yesi Artawan, I.K Athi' Linda Yani Atin Humayya Azizah, Widad Bintari Ratih Kusumaningrum Budi, Sri Utami Danar Bawana Rama Dewi Rachmawati, Septi Eko Prasetya W Emy Sudarwati Farida Rozany Fransiska Imavike Fevriasanty Habaora, Fellayanus Hanif, Isa Faqihuddin Heni Dwi Windarwati Heri Kristianto Hidayati, Rizqi Wahyu I Nengah Dartha Yasa Ilhamiwati, Mega Imelda Manek Laku Indhiarti, Tantri Refa Ive Emaliana Janes Jainurakhma Judijanto, Loso Khasanah, Nevi Laila Kumboyono Kumboyono Lasmiatun, KMT Lestari Eko Darwati Lestari, Ida Puji Maspiyah Maspiyah Mawardi Lubis Merisdawati MR Moh. Mansur Moh. Mansur Monasari, La Denna Hasri Muhamad Akip Muhammad Yusuf Muryani, Ni Made Sri Nanditya Ika Faramita Nanditya Ika Faramita Nirwana, Azzahra Putri Nofita Dwi Harjayanti Oktari, Nadia Oktavianalisti, Falah Qomarullah, Muhammad Qonita, Anggi Mara Reni Aria Sari Retno Lestari Retno Lestari Retno Lestari Retty Ratnawati Rindayati Rindayati Rindayati, Rindayati Risna Yekti Mumpuni Riwukore, Jefirstson Richset Rozany, Farida Rusydi, Gunadi Septi Dewi Rachmawati Septi Dewi Rachmawati, Septi Dewi Septi Dwi Rachmawati Setyoadi Setyoadi Setyoadi Setyoadi Sirawati Sri Endah Tabiati Sulistyono Sulistyono Susanto, Yohanes Viera Wardhani Viera Wardhani Wahyu Widiastutik Wenny Nugrahati Carsita Widiastutik, Wahyu Widya Caterine Perdhani Windarwati, Heni Dwi Wiseno, Bambang Zidni Nuris Yuhbaba