Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI FENOMENOLOGI: MEKANISME KOPING ANGGOTA KELUARGA YANG MERAWAT ANAK SKIZOFRENIA (Phenomenological Study: Family Members Coping MechanismsTreatingSchizophreniaChildren) Rindayati Rindayati; Indah Winarni; Retno Lestari
Journals of Ners Community Vol 6 No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3599.448 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v6i2.43

Abstract

ABSTRAK             Mekanisme koping merupakan upaya yang dilakukanuntukmengadaptasi stresor,dan dalam pelaksanaannya dapat dilakukan secara konstruktifmaupundestruktif. Anggota keluarga yang merawat anak skizofrenia memerlukan mekanisme koping agar tidak jatuh dalam kondisi stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi mekanisme koping anggota keluarga yang merawat anak skizofrenia (13-18 tahun).Penelitian ini dilaksanakan di Gresik bulan Juli 2015. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma fenomenologi interpretif. Pemilihan partisipan dengan purposive sampling sebanyak 7 partisipan. Dengan kriteria partisipan: (1) memiliki pengalaman merawat anak skizofrenia minimal 1 tahun, (2) sehat secara fisik dan psikologis, (3) bersedia ikut sebagai partisipan, (4) dapat menceritakan pengalamannya dengan baik. Analisis data menurut Van Manen (1990) (1) Mempertahankan keaslian dari pengalaman hidup atau fenomena(2) Menginvestigasi pengalaman yang ada berdasarkan fenomena (3) Merefleksikan tema-tema esensial yang menjadi karakteristik dari sebuah fenomena (4) Mendeskripsikan dan menuliskan ulang fenomena.Hasil dari penelitian ini didapatkan delapan tema yang mewakili bagaimana mekanisme koping anggota keluarga yang merawat anak skizofrenia. Tema terdiri dari gejala skizofrenia sebagai stresor, efek stresor terhadap perasaan, tindakan dalam merawat, perubahan selama merawat, harapan anggota keluarga yang merawat, strategi koping, hambatan anggota keluarga yang merawat dan perilaku adaptasi. Mekanisme koping yang digunakan anggota keluarga didapatkan adanya problem focused coping dan emotional focused coping. Adaptasi yang dilakukan adalah adaptasi adaptif dan maladaptif.Berdasar hasil penelitian ini disarankan bagi anggota keluarga yang merawat anak skizofrenia untuk menggunakan koping yang adaptif, sehingga tetap dapat merawat anak dengan baik. Kata kunci: Mekanisme Koping, Anggota Keluarga, Anak Skizofrenia ABSTRACT                Coping mechanisms is the effort made to adapt to stressors, and the implementation can be done constructively or destructively. Family members who care for children with schizophrenia require coping mechanisms that do not fall under stressful conditions. This study aims to explore the coping mechanisms of family members caring for children skizofrena (13-18 years). In Gresik July 2015.               This research is qualitative using an interpretive phenomenological paradigm.Selection of participants by purposive sampling as much as 7 participants. With participants criteria: (1) have experience taking care of children with schizophrenia at least 1 year, (2) healthy physically and psychologically, (3) are willing to participate as a participant, (4) can recounts well. Analysis of the data by Van Manen (1990) (1) Maintaining the authenticity of the experience of life or phenomena (2) Investigate the experience that is based on the phenomenon (3) Reflects the themes essential characteristic of a phenomenon (4) Describe and rewrite the phenomenon. Results of this study found eight themes that represent how the coping mechanisms of family members who care for children with schizophrenia. The theme consists of the symptoms of schizophrenia as a stressor, the effect of stressors on the feelings, acts of caring, changes during caring, hope family members caring, coping strategies, barriers to family members who care and behavioral adaptations. Coping mechanisms used family members found the problem focused coping and emotional focused coping. Adaptation is done is an adaptation of adaptive and maladaptive. Based on the results of this study suggested for family members who care for children with schizophrenia to use adaptive coping, so it still can care for the child properly. Keywords: Coping Mechanisms, Member of the Family, Child Schizophrenia
PENGALAMAN PERAWAT UNIT GAWAT DARURAT (UGD) PUSKESMAS DALAM MERAWAT KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS Bintari Ratih Kusumaningrum; Indah Winarni; Setyoadi Setyoadi; Kumboyono Kumboyono; Retty Ratnawati
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.621 KB)

Abstract

Pengembangan pelayanan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan akan memberikan pengalaman dan perasaan yang berbeda pada setiap perawat di Puskesmas yang mengalami perubahan tersebut. Pengembangan Puskesmas tersebut ditunjukkan dengan adanya pelayanan Unit Gawat Darurat 24 jam yang dapat menangani pasien gawat darurat dan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengeksplorasi pengalaman perawat UGD Puskesmas dalam merawat korban kecelakaan lalu lintas. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak enam orang perawat Puskesmas Beji Kota Batu. Hasil analisis dengan metode deskriptif terhadap hasil wawancara menghasilkan suatu makna yaitu merasakan ketidakberdayaan pada saat merawat korban kecelakaan lalu lintas di UGD Puskesmas, dan merasakan respon emosional pada proses berubah. Kesimpulan yang didapatkan dari hasil penelitian ini adalah bahwa sistem pelayanan puskesmas telah berubah menjadi lebih kompleks tetapi perubahan itu tidak diikuti dengan perubahan dari sumber daya yang membangun sistem tersebut. Kepala Puskesmas sebaiknya lebih memperhatikan pegawainya sebagai pembangun sistem agar dapat lebih optimal dalam penanganan pasien. Kata kunci : Unit Gawat Darurat Puskesmas, kecelakaan lalu lintas, pengalaman perawat, fenomenologi
STUDI FENOMENOLOGI: ORANG DENGAN HIV AIDS (ODHA) DALAM MENJALANI SELF-DISCLOSURE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONGAS Wenny Nugrahati Carsita; Indah Winarni; Retno Lestari
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.616 KB)

Abstract

HIV AIDS merupakan salah satu masalah terbesar bagi tenaga kesehatan maupun pemberi perawatan lainnya. Pada ODHA, tidak hanya mengalami penderitaan fisik karena proses penyakit, melainkan juga penderitaan psikososial yang disebabkan self-disclosure. Orang dengan HIV AIDS (ODHA) sering dihadapkan pada kondisi yang rumit untuk mengungkapkan atau menyembunyikan kondisi penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi makna pengalaman ODHA dalam menjalani self-disclosure. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada 7 ODHA yang memiliki pengalaman mengungkapkan status HIV, gejala penyakit dan faktor resiko kepada petugas kesehatan. Hasil penelitian dianalisis dengan metode Van Manen. Sepuluh tema telah teridentifikasi dalam penelitian ini, yaitu: (1) memercayai penyakit HIV AIDS mudah menular dan menakutkan, (2) mengalami masalah kesehatan fisik, (3) mengalami penderitaan batin, (4) ingin terbebas dari penderitaan fisik dan batin, (5) mencari dukungan, (6) tergugah dengan arahan petugas kesehatan (7) memercayai penyakit HIV AIDS tidak mudah menular dan ada harapan untuk menjalani hidup, (8) mendapat saran untuk terus berobat, (9) merasa terbebas dari tekanan, (10) melakukan kegiatan untuk meningkatkan kualitas hidup. Pengalaman ODHA dalam menjalani  self-disclosure merupakan proses yang tidak mudah. Keseluruhan proses yang dilalui oleh ODHA seperti mengalami masalah kesehatan fisik dan penderitaan batin, hingga muncul sebuah harapan dan ODHA memutuskan untuk mencari dukungan, memahami penyakit HIV AIDS, menjalani pengobatan dan melakukan kegiatan untuk meningkatkan kualitas hidup dapat diinterpretasikan bahwa makna pengalaman ODHA dalam menjalani self-disclosure adalah dari keterpurukan menyandang ODHA menuju peningkatan kualitas hidup.Kata Kunci: studi fenomenologi, ODHA, menjalani self-disclosure, Puskesmas
PENGALAMAN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) YANG MENGALAMI ABUSE I Nengah Dartha Yasa; Indah Winarni; Retno Lestari
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.616 KB)

Abstract

Masalah kesehatan jiwa pada TKI terus mengalami peningkatan. Hal ini diakibatkan karena kerentanan TKI mendapatkan abuse selama menjalankan pekerjaan. Berbagai bentuk abuse yang sering dialami oleh para TKI diantaranya adalah pemerasan, pelecehan seksual, penghinaan, penyiksaan dalam tahanan dan bentuk-bentuk perilaku kekerasan lainnya. Pengalaman abuse yang dialami oleh TKI tersebut menimbulkan dampak trauma psikologis yang dapat meningkatkan resiko TKI mengalami masalah kesehatan jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman TKI yang mengalami abuse. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif. Wawancara mendalam dengan menggunakan pertanyaan semiterstruktur yang melibatkan 7 orang TKI yang mengalami abuse. Data dikumpulkan dan dianalisis dengan menggunakan analisis hermeneutics. Penelitian ini menghasilkan tema besar yaitu berada dalam lingkungan pekerjaan yang beresiko menurunkan kualitas hidup. Tema besar ini kemudian dijabarkan dalam 7 tema yaitu tidak paham tentang kondisi pekerjaan diluar negeri, mendapat perlakuan yang tidak manusiawi, merasakan penderitaan menjadi TKI, mengalami permasalahan kesehatan, tidak berdaya menghadapi permasalahan, mengupayakan kebebasan diri dan mencari sumber dukungan. Kesimpulan dari hasil wawancara dari keseluruhan partisipan menunjukkan bahwa adanya perlakuan yang tidak manusiawi yang dialami oleh TKI di luar negeri. Perlakuan tidak manusiawi tersebut diantaranya dalam bentuk penganiayaan fisik, penganiayaan psikis, pembatasan kebebasan, pembatasan akses kesehatan, penghinaan melalui kata-kata dan pengekangan hak ekonomi. TKI merasakan hal yang dialami sebagai sebuah penderitaan diri yang menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan baik fisik maupun psikis. Adapun strategi yang dilakukan TKI dalam melepaskan diri dari perlakuan abuse diantaranya menerima keadaan dalam ketidakberdayaan, mengupayakan kebebasan diri dan mencari sumber dukungan.Kata Kunci: Pengalaman TKI, abuse, kesehatan jiwa 
EKSPLORASI FENOMENA KORBAN BULLYING PADA KESEHATAN JIWA REMAJA DI PESANTREN Athi' Linda Yani; Indah Winarni; Retno Lestari
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.616 KB)

Abstract

Bullying  yang terjadi di Indonesia banyak ditemukan di lingkungan sekolah baik formal maupun non formal. Menurut penelitian terdahulu kasus bullying yang sering terjadi sekitar 61 – 73 % dalam bentuk kekerasan, pemerasan, mengancam dan mengambil barang–barang, selebihnya merupakan kasus bullying  dalam bentuk yang lain seperti cyber bullying. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman santri yang menjadi korban bullying di pesantren. Tujuan khusus dari penelitian ini untuk mengeksplorasi pengalaman santri yang menjadi korban bullying  di pesantren, mengeksplorasi kondisi yang dialami santri saat mendapat perilaku  bullying  di pesantren, mengeksplorasi perasaan santri saat mengalami bullying  di pesantren, mengeksplorasi tindakan yang dilakukan santri saat mengalami bullying  di pesantren. Metode yang digunakan dengan menggunakan desain kualitatif pendekatan fenomenologi interpretif. Lokasi penelitian di salah satu pesantren yang ada di Jombang. Teknik pengambilan data melalui wawancara mendalam dengan waktu 20-30 menit menggunakan alat perekam. Partisipan dalam penelitian ini adalah santri yang mengalami perilaku bullying di salah satu pesantren di Jombang. Pemilihan partisipan sebagai narasumber dengan teknik purposive sampling.  Jumlah partisipan dalam penelitian sebanyak 5 orang yang pernah mengalami bullying di pesantren. Hasil dan analisis didapatkan delapan tema yaitu pertentangan, mengganggu, mendapat perilaku yang menyakitkan dari senoir, merasa tertekan, kehilangan motivasi, berusaha mengamankan diri, mencari pertolongan dan tidak menyelesaikan masalah. Penjelasan dari tema-tema diatas merupakan proses perjalanan panjang dari pengalaman korban yang mengalami bullying di pesantren sehingga menghasilkan sebuah tema besar terjebak dalam sebagian tradisi pesantren yang melemahkan semangat.Kata Kunci : Bullying, Kesehatan jiwa, Pesantren, Remaja
STUDI FENOMENOLOGI: POST TRAUMATIC GROWTH PADA ORANG TUA ANAK PENDERITA KANKER Zidni Nuris Yuhbaba; Indah Winarni; Retno Lestari
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1551.823 KB)

Abstract

Kanker anak merupakan penyakit yang menakutkan bagi orang tua karena tidak banyak yang mampu bertahan dan sembuh dari penyakit ini. Kanker tidak hanya akan berdampak pada fisik, tetapi juga pada kondisi psikologis penderita maupun orang tuanya. Penelitian menunjukkan bahwa dampak positif post traumatic growth ditemukan pada orang tua anak penderita kanker. Post traumatic growth merupakan pengalaman perubahan positif yang terjadi sebagai hasil perjuangan individu menghadapi krisis yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi makna pengalaman orang tua anak penderita kanker tentang post traumatic growth. Desain penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada 5 orang tua anak penderita kanker. Hasil penelitian dialalisis dengan metode Interpretif Phenomenology Analysis (IPA). Sembilan tema telah teridentifikasi dari penelitian ini, yaitu: (1) memahami bahwa kanker adalah penyakit yang mengancam kehidupan, (2) mengalami tekanan secara batin, (3) mengalami krisis dalam kehidupannya (4) menilai bahwa kanker merupakan ketetapan dan ujian dari Tuhan, (5) berusaha mengatasi krisis yang dialami (6) mendapat dukungan dari keluarga, sesama orang tua anak penderita kanker dan relawan komunitas, (7) menemukan harapan baru, (8) merasakan perubahan hubungan yang bermakna, dan (9) mengalami perkembangan spiritualitas. Pengalaman orang tua mengalami post traumatic growth merupakan proses yang tidak mudah. Orang tua mengalami krisis dalam hidupnya membuat orang tua menilai kanker sebagai takdir dan ujian dari Tuhan, ia merasa harus berusaha mengatasi krisis yang dialami, hingga pada akhirnya orang tua mendapatkan dukungan dari orang disekitarnya dan menemukan harapan baru, orang tua merasakan perubahan pada hubungan dan mengalami peningkatan spiritualitas. sehingga pengalaman orang tua anak penderita kanker tentang post traumatic growth dapat diintepretasikan sebagai perjuangan menghadapi realita baru kehidupan setelah mengalami peristiwa traumatis. Kata Kunci: studi fenomenologi, orang tua, anak penderita kanker, post traumatic growth  
THE EXPERIENCE OF SHADOW TEACHERS IN HELPING CHILDREN WTH SPECIAL NEEDS IN TELOGO PATUT ELEMENTARY SCHOOL I GRESIK Abd Nasir; Indah Winarni; Retno Lestari
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2900.009 KB) | DOI: 10.21776/ub.jik.2018.006.01.1

Abstract

Shadow teacher in their profession are always dealing with special needs children who have intellectual impairment, behavioral and emotional disorders and learning disorders. This is an exhausting job because shadow teachers should be able to ensure that the child is always adaptive during the lesson. Shadow teacher also must know how to adapt to the child’s character, and this task also spends a lot of time. However, the existence of children in the class is not supported by good learning guidelines. The purpose of this study was to explore the experience of shadow teachers with the child with special needed. This qualitative research used Interpretative phenomenology research design and data analysis used interpretative phenomenology analysis approach. Data collection process used in-depth interviews and observations, and this research involved six participants. This research produced 9 themes: (1) believe that this work is a blessing from Allah, (2) feel that there is a wisdom from helping each others (3) exhausting for mind and emotions, (4) feel not confident at the beginning of his profession, (5) havea feeling that this job is a meaningful job, (6) believe that the children can be disciplined with strict rules, (7) believe that visualization is the way to make children’s focus increased, (8) feel that togetherness must be build together with the children, and (9) feel that government and society’s concern to these children with special needs is still lacking. Guiding and leading children with special needs is hard to do, but if this job is done with a wholehearted feeling it can make an incredible effort and can make the children with special needs can live peacefully in the middle of society.Shadow teacher in their profession are always dealing with special needs children who have intellectualimpairment, behavioral and emotional disorders and learning disorders. This is an exhausting jobbecause shadow teachers should be able to ensure that the child is always adaptive during the lesson.Shadow teacher also must know how to adapt to the child’s character, and this task also spends a lotof time. However, the existence of children in the class is not supported by good learning guidelines.The purpose of this study was to explore the experience of shadow teachers with the child with specialneeded. This qualitative research used Interpretative phenomenology research design and data analysisused interpretative phenomenology analysis approach. Data collection process used in-depth interviewsand observations, and this research involved six participants. This research produced 9 themes: (1)believe that this work is a blessing from Allah, (2) feel that there is a wisdom from helping each others(3) exhausting for mind and emotions, (4) feel not confident at the beginning of his profession, (5) havea feeling that this job is a meaningful job, (6) believe that the children can be disciplined with strictrules, (7) believe that visualization is the way to make children’s focus increased, (8) feel thattogetherness must be build together with the children, and (9) feel that government and society’sconcern to these children with special needs is still lacking. Guiding and leading children with specialneeds is hard to do, but if this job is done with a wholehearted feeling it can make an incredible effortand can make the children with special needs can live peacefully in the middle of society.
SOCIAL SUPPORT RECEIVED BY SUBSTANCE ABUSER IN SLEMAN REGENCY Rizqi Wahyu Hidayati; Indah Winarni; Septi Dewi Rachmawati
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.314 KB) | DOI: 10.21776/ub.jik.2020.008.01.7

Abstract

Substance abuse is a global problem, including in Indonesia, especially Yogyakarta. Thisprovince has the highest prevalence of substance abuse among students in Indonesia.Substance abuse has negative impacts on health, both physically and psychologically.Because of that, recovery is needed to restore the function and role of the individual.When they undergo the recovery process, social support is required. This study aimedto determine the meaning of experience in undergoing the process of recovery ofsubstance dependence during receiving social support. This study used qualitativewith interpretative phenomenology design. Participants were taken using purposivesampling method, there were 9 participants included in this study. The data retrievaltechnique through in-depth interviews with an open-ended question. The data analysisused was Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) method. Based on the results,themes were obtained: (1) Understanding recovery is a long life process; (2) Receivinga whip which saves you from the downturn; (3) Not being a part of the world of life; (4)Gain a sense of humanity in society; (5) Gain the whole support to rise from adversity.The result showed that the support was interpreted as a lash, meaning that it could giveuncomfortable feelings, such as forced to change, received too much advice, or negativecomments. However, it also could increase the motivation to move forward for the clients.Finally, researchers suggest further research to explore the relation of social support andgender issues when they underwent substance recovery.
Behavior Therapy in Those Who Are Addicted to Online Games Atin Humayya; Heni Dwi Windarwati; Indah Winarni
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 10 No. 1 (2022): May
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.775 KB) | DOI: 10.21776/ub.jik.2022.010.01.10

Abstract

Adolescents addicted to online games harm their physical, psychological, and social health and require therapy. Providing therapy such as behavior therapy can help reduce online game addiction. This research aims to review articles that discuss the addictive behavior of online games and the therapy used. The method used in this study is a literature review by identifying articles from a systematic review identifying articles from four data based on ScienceDirect and PubMed in 2020. Based on the inclusion and exclusion criteria set, using the keywords behavior therapy, adolescents, and online game addiction from 2017-to 2020. We discovered 15 publications that satisfied the inclusion criteria and deserved to be considered in our examination of data-based articles. Adolescents who experience online game addiction discussed they vary in the causes, symptoms, effects, and psychotherapy given. Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Social Skill Training (SST), and Mindfulness are all types of behavior therapy that can help kids addicted to online games. Psychotherapy can help teens addicted to internet games.
STUDI FENOMENOLOGI : HAMBATAN DAN KEBUTUHAN PERAWAT DALAM MELIBATKAN KELUARGA PADA PERAWATAN KEGAWATDARURATAN ANAK DI UNIT GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK BANDA ACEH Merisdawati Merisdawati; Indah Winarni; Septi Dwi Rachmawati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.825 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i4.101

Abstract

Pendahuluan : Perawatan pada pasien anak tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga. Melibatkan keluarga pada perawatan anak dengan kondisi gawat darurat di Unit Gawat Darurat (UGD) memiliki tantangan tersendiri bagi perawat. Walaupun beberapa organisasi mendukung keterlibatan keluarga dalam perawatan di UGD, namun beberapa hasil penelitian memaparkan keterbatasan dalam penerapannya. Hambatan dari berbagai aspek akan mempengaruhi keberhasilan perawat dalam melibatkan keluarga.  Mengetahui hambatan dan kebutuhan yang diperlukan perawat dapat dijadikan sebagai pedoman dalam peningkatan perawatan anak dengan melibatkan keluarga di UGDTujuan penelitian : Mengeksplorasi hambatan dan kebuthan perawat dalam melibatkan keluarga pada perawatan kegawatdaruratan anak di UGD Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda AcehDesain penelitian: Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif yang melibatkan 7 perawat UGD RSIA Banda Aceh. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan menggunakan analisa tematik Braun &Clarke.Hasil penelitian: Penelitian ini menghasilkan 8 tema dari hasil analisis data yang dilakukan. Tema yang ditemukan adalah kepercayaan keluarga, keterlibatan extended family, ketidaksetaraan pengetahuan, ketidakpercayaan diri perawat, kerumitan pelayanan administrasi,  peningkatan pemahaman budaya, upgrading kompetenasi dan pengetahuan, serta dukungan sistem pelayanan di UGD.Kesimpulan :Melibatkan keluarga di UGD pada kondisi pasien kritis memiliki hambatan yang tidak sedikit. Perawat membutuhkan  peningkatan pengetahuan, pemahaman akan budaya pasien dan keluarga untuk dapat melibatkan keluarga secara optimal.Perlu adanya dukungan dari sistem pelayanan di UGD untuk menunjang keberhasilan perawat dalam melibatkan keluarga pada perawatan anak. Kata kunci : hambatan dan kebutuhan, melibatkan keluarga, perawatan gawat darurat, anak