Claim Missing Document
Check
Articles

PENGALAMAN PERAWAT PUSKESMAS KOTA MALANG DALAM PENATALAKSANAAN HENTI JANTUNG (OUT-OF-HOSPITAL CARDIAC ARREST) Risna Yekti Mumpuni; Indah Winarni; Ali Haedar
MEDICA MAJAPAHIT Vol 9 No 1 (2017): Medika Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henti jantung dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Penatalaksanaan OHCA diberikan segera setelah pasien dipastikan tidak memiliki denyut nadi karotis dengan menerapkan Basic Life Support  yang dapat dilakukan baik oleh orang awam maupun tenaga kesehatan, termasuk perawat Puskesmas. Perawat Puskesmas dapat berperan sebagai first responder yang bertugas untuk mengenali tanda henti jantung dan menginisiasi pertolongan awal. Tujuan penelitian ini untuk memaknai pengalaman perawat Puskesmas dalam penatalaksanaan OHCA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif, dilakukan di Puskesmas Kedungkandang dan Puskesmas Kendalkerep. Partisipan adalah empat orang perawat Puskesmas yang pernah melakukan penatalaksanaan OHCA. Data dikumpulkan melalui in-depth interview dengan pertanyaan terbuka. Analisis data dilakukan dengan menggunakan thematic analysis oleh Braun & Clarke (2006). Hasil penelitian menemukan tujuh tema yang menggambarkan pengalaman perawat Puskesmas dalam melakukan penatalaksanaan henti jantung, yaitu: ((1) berupaya mempertahankan profesionalisme dalam melakukan BLS, (2) memberikan dukungan psikologis yang bertujuan untuk menenangkan keluarga, (3), merasa terpanggil untuk memberikan pertolongan (4), memantapkan keinginan untuk menolong pasien, (5) tidak merasakan kepuasan batin setelah memberikan pertolongan, (6) menyadari bahwa pelayanan yang diberikan belum memenuhi standar untuk merawat pasien henti jantung, serta (7) mengharapkan ada perbaikan pelayanan bagi pasien henti jantung. Makna pengalaman perawat Puskesmas dalam penatalaksanaan OHCA adalah perawat berusaha menembus segala dependensinya demi mempertahankan profesionalisme. Melihat dari seluruh fenomena tersebut, perlu dilakukan perbaikan di semua aspek untuk menyediakan pelayanan yang berkualitas bagi pasien henti jantung.
Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Keagamaan Anak Usia Dini Di Lingkungan Keluarga Muslim Muhamad Akip; Reni Aria Sari; Indah Winarni; Sirawati
Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/bouseik.v3i2.1370

Abstract

Religious education in early childhood plays a strategic role in shaping character, spirituality, and noble morals from an early age. In Muslim families, parents serve as the primary educators and role models in their children's daily lives. This study aims to examine the role of parents in providing religious education to early childhood children within Muslim households, the forms of their involvement, and the challenges they face. This research employs a descriptive qualitative approach using literature review methods sourced from nationally accredited academic journals published between 2019 and 2024. The findings reveal that parents contribute through exemplary behavior, habituation of worship practices, spiritual communication, and the use of Islamic-based educational media. However, several challenges persist, such as limited parental time, low religious literacy, and external influences that are not aligned with Islamic values. Recommended efforts include enhancing parents’ religious understanding through community religious forums (majelis taklim), increasing Islamic literacy, and fostering collaboration between families and educational institutions. This study affirms the critical importance of active parental involvement as the foundational pillar in instilling religious values and shaping morally upright and spiritually grounded Muslim children.
SWOT Strategy To Determine The Strategic Position Of The Islamic Religious College (STAI) Lubuklinggau, South Sumatera Indonesia Riwukore, Jefirstson Richset; Susanto, Yohanes; Winarni, Indah; Habaora, Fellayanus
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 2 No. 2 (2021): April 2021
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v2i2.50

Abstract

This research aims to analyze the current strategic position of STAI in Kota Lubuklinggau, South Sumatra, Indonesia, and its development in the future. This research methodology uses a SWOT analysis of the total population and a sample of 13 respondents who come from the leadership elements of STAI. The results showed that STAI was an Islamic Religious College founded by the local government of Kota Lubuklinggau and Musirawas Regency, and the initiative of Lubuklinggau and Regency figures at that time. During the 26 years of existence, many changes have been seen based on data described in the external environment and the internal environment. The current strategic position of STAI is in the quadrant (IA), which is a stabilization growth strategy, which means that STAI can only grow according to its capabilities, even though business opportunities are still available. In other words, STAI growth cannot be drastic (fast), but rather gradual. So there is almost certainly a relatively greater chance of being exploited by competitors. Therefore, STAI must maximize its current strengths by identifying and then using it to seize opportunities by improving building facilities and infrastructure and public facilities and the quality of available lecturers so that they are not taken by other universities in Lubuklinggau City.
KONTRIBUSI PERSEPSI RISIKO, KEPERCAYAAN, DAN KEMUDAHAN PENGGUNAAN TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA PEMBAYARAN DIGITAL Indah Winarni; Nevi Laila Khasanah
Jurnal Interprof Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Interprof, Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/interprof.v11i2.2896

Abstract

Transformasi digital telah mendorong pemanfaatan sistem pembayaran digital secara masif di berbagai sektor. Namun, tingkat kepuasan pengguna terhadap sistem tersebut masih dipengaruhi oleh faktor-faktor persepsional yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi persepsi risiko, kepercayaan, dan kemudahan penggunaan terhadap kepuasan pengguna pembayaran digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pengguna aktif pembayaran digital. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna (β = 0,361; p < 0,001), demikian pula kepercayaan yang memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien jalur terbesar (β = 0,402; p < 0,001). Sebaliknya, persepsi risiko berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna pembayaran digital (β = −0,289; p < 0,001). Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut mampu menjelaskan 71,2% variasi kepuasan pengguna (R² = 0,712), yang menunjukkan bahwa model penelitian memiliki daya jelas yang kuat. Temuan ini memperkuat integrasi Technology Acceptance Model (TAM) dan Expectation Confirmation Theory (ECT) dengan memasukkan persepsi risiko sebagai determinan penting kepuasan pengguna pembayaran digital. Implikasi praktis dari penelitian ini menekankan pentingnya bagi penyedia layanan pembayaran digital untuk meningkatkan kemudahan penggunaan, membangun kepercayaan, serta mengelola risiko yang dirasakan pengguna guna meningkatkan kepuasan dan keberlanjutan penggunaan layanan.
PELATIHAN PERCAKAPAN DALAM BAHASA INGGRIS UNTUK PARA PERAWAT DI RUMAH SAKIT LAVALETTE MALANG Ive Emaliana; Emy Sudarwati; Widya Caterine Perdhani; Ida Puji Lestari; Indah Winarni
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 1 (2016): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.301 KB) | DOI: 10.21067/jpm.v1i1.1425

Abstract

Pentingnya bahasa Inggris sebagai bahasa internasional sangat dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan dan berkomunikasi sebagai perawat, mengingat pasien datang dari berbagai latarbelakang termasuk berbicara berbagai bahasa. Berdasarkan kondisi yakni kurang lebih terdapat lima pasien asing yang berobat di rumah sakit Lavallete setiap minggunya, beberapa perawatmengalami kendala berkomunikasi sehingga tidak dapat menangani pasien dengan cepat dantepat dan perawat yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris terbatas tiga orang danperawat tersebut tidak setiap saat mendapatkan giliran jaga sehingga perlu dicarikan solusi yaituberupa pelatihan percakapan bahasa Inggris khususnya bahasa Inggris untuk tujuan khusus.Dengan materi greeting for nurses, useful expression for admission, nursing instruction, givingprocedures dan handling patient complaints melalui teknik yang bervariasi mulai daribrainstorming, modeling, drilling, role play, maupun mini lesson, pelatihan percakapan bahasaInggris diadakan untuk perawat di RS Lavalette.Kata Kunci: percakapan bahasa Inggris, perawat, bahasa Inggris untuk tujuan khusus
PHENOMENOLOGY STUDY: THE INTERPRETATING EXPERIENCE OF EX-PRISIONERS OF NARCOTICS ABUSER WHEN RETURNING TO THE COMMUNITY IN KABUPATEN KEDIRI Bambang Wiseno; Indah Winarni; Fransiska Imavike Fevriasanty
NurseLine Journal Vol. 2 No. 2 (2017): November 2017
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v2i2.60094

Abstract

Criminality is a serious problem having not been saved up to now. Narcotics cases are increasing every year and most of them done by the same person. This recurrent criminality is happened because of both the difficulty of getting on employment access and the lack of moral support from the community. Nursing as a profes sional job in healthcare especially psychiatric nursing is obliged to assist people
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd Nasir Abdullah, Rais Agusta Dian Ellina Ali Haedar Apriani, Elsa Arfiyadie, Aqilah Muthiah Arief Alamsyah Arikarani, Yesi Artawan, I.K Athi' Linda Yani Atin Humayya Azizah, Widad Bintari Ratih Kusumaningrum Budi, Sri Utami Danar Bawana Rama Dewi Rachmawati, Septi Eko Prasetya W Emy Sudarwati Farida Rozany Fransiska Imavike Fevriasanty Fransiska Imavike Fevriasanty Habaora, Fellayanus Hanif, Isa Faqihuddin Heni Dwi Windarwati Heri Kristianto Hidayati, Rizqi Wahyu I Nengah Dartha Yasa Ida Puji Lestari Ilhamiwati, Mega Imelda Manek Laku Indhiarti, Tantri Refa Ive Emaliana Janes Jainurakhma Judijanto, Loso Kumboyono Kumboyono Lasmiatun, KMT Lestari Eko Darwati Maspiyah Maspiyah Mawardi Lubis Merisdawati MR Moh Mansur Fauzi Moh. Mansur Monasari, La Denna Hasri Muhamad Akip Muhammad Yusuf Muryani, Ni Made Sri Nanditya Ika Faramita Nanditya Ika Faramita Nevi Laila Khasanah Nirwana, Azzahra Putri Nofita Dwi Harjayanti Oktari, Nadia Oktavianalisti, Falah Qomarullah, Muhammad Qonita, Anggi Mara Reni Aria Sari Retno Lestari Retno Lestari Retno Lestari Retty Ratnawati Rindayati Rindayati Rindayati, Rindayati Risna Yekti Mumpuni Riwukore, Jefirstson Richset Rozany, Farida Rusydi, Gunadi Septi Dewi Rachmawati Septi Dewi Rachmawati, Septi Dewi Septi Dwi Rachmawati Setyoadi Setyoadi Setyoadi Setyoadi Sirawati Sri Endah Tabiati Sulistyono Sulistyono Susanto, Yohanes Viera Wardhani Viera Wardhani Wahyu Widiastutik Wenny Nugrahati Carsita Widiastutik, Wahyu Widya Caterine Perdhani Windarwati, Heni Dwi Wiseno, Bambang Zidni Nuris Yuhbaba