p-Index From 2021 - 2026
10.668
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Economics, Business, & Accountancy Ventura Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan IMAGE Cosmogov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan (JMDK) AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Publik (Jurnal Ilmu Administrasi) JEMA: Jurnal Ilmiah Bidang Akuntansi dan Manajemen SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Ekonomi, Manajemen Akuntansi dan Perpajakan (Jemap) Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan International Journal of Social Science and Business JURIKOM (Jurnal Riset Komputer) AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Warmadewa Management and Business Journal (WMBJ) Jurnal Ekonomi Manajemen Journal of Enterprise and Development (JED) Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) EKONOMI, KEUANGAN, INVESTASI DAN SYARIAH (EKUITAS) JOURNAL OF BUSINESS AND ECONOMICS RESEARCH (JBE) International Journal of Islamic Educational Psychology JEBDEKER: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Bisnis Digital, Ekonomi Kreatif, Entrepreneur KLIK: Kajian Ilmiah Informatika dan Komputer JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Jurnal Manajemen dan Profesional Wiga : Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi Jurnal Ilmu Manajemen Advantage Empowerment Society JAMBURA: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS Jurnal Manajemen dan Perbankan (JUMPA) BanKu: Jurnal Perbankan dan Keuangan JRAP (Jurnal Riset Akuntansi dan Perpajakan) Jurnal Manajemen dan Penelitian Akuntansi (JUMPA) GEMAH RIPAH: Jurnal Bisnis Relasi : Jurnal Ekonomi TGO Journal of Community Development Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia (Jibeka) Jurnal Ilmiah Riset dan Pengembangan Jurnal Cendekia Ilmiah Academia Open Image : Jurnal Riset Manajemen ABM: International Journal of Administration, Business and Management
Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (TJSP) PADA PT AGRONESIA (PERSERODA) BERDASARKAN TRIPLE BOTTOM LINE Husin, Putri Alfiana; Nugroho, Adhika Bergi; Pradesa, Hafid Aditya; Purba, Caesar Octoviandy
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 7, No 3 (2025): JIMB - VOLUME 7 NOMOR 3 JANUARI 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v7i3.27086

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) oleh PT Agronesia, sebuah BUMD di Provinsi Jawa Barat. Dengan menggunakan pendekatan Triple Bottom Line (Profit, Planet, People) dan standar GRI (Global Reporting Initiative), penelitian ini menilai kinerja perusahaan dalam aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Agronesia telah menerapkan beberapa inisiatif Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP). Implementasinya masih berada pada tingkat "limited disclose" berdasarkan standar GRI, di mana perusahaan belum mengungkapkan secara menyeluruh sesuai standar. Perusahaan telah mengimplementasikan Triple Bottom Line, meskipun pada aspek keuntungan perlu mengatur strategi untuk mengatur biaya operasional, dan aspek lingkungan masih harus ditingkatkan. Namun, untuk aspek sosial, perusahaan sudah menunjukkan kemajuan yang baik, seperti menyejahterakan masyarakat internal maupun eksternal. Meskipun demikian, perlu adanya peningkatan pada sisi lingkungan dan keuntungan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan rekomendasi bagi perusahaan lain di sektor serupa untuk meningkatkan implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) dan mendukung keberlanjutan bisnis secara lebih efektif.
Analisis Faktor Atas Kualitas Layanan di Laboratorium Pada RSUP Rotinsulu Bandung Suhendar, Dani; Fitriani, Laksmi; Wijayanti, Reni; Pradesa, Hafid Aditya
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 7, No 2 (2024): JIMB - VOLUME 7 NOMOR 2 SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v7i2.26780

Abstract

Konsep kualitas layanan telah banyak dikenali pada berbagai sektor organisasi baik sektor publik maupun bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonfirmasi masing – masing faktor dalam setiap dimensi pada kualitas layanan di Laboratorium RSUP (Rumah Sakit Umum Paru) Rotinsulu Bandung. Konsep kualitas layanan menjadi dasar dalam konstruksi instrumen penelitian yang didesain dalam metode penelitian kuantitatif, dengan pengambilan data secara non-probability sampling pada 116 pasien Laboratorium RSUP Rotinsulu Bandung. Hasil analisis faktor konfirmatori dua tahap yang dilakukan menunjukkan baha kelima dimensi dari kualitas layanan Laboratorium RSUP Rotinsulu Bandung (empati, daya tanggap, jaminan, kehandalan serta bukti fisik) ditemukan bermakna penting dan seluruhnya telah mencerminkan dari pelayanan laboratorum yang berkualitas. Secara deskriptif kualitas layanan Laboratorium RSUP Rotinsulu Bandung dalam kategori yang baik, dengan tingkat keandalan layanan yang ditemukan paling menonjol diantara lainnya. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa model kualitas layanan dapat dikaji dalam berbagai jenis organisasi penyedia layanan, namun hasil dari aspek terpenting kualitas layanan tersebut berpotensi menjadi beragam tergantung faktor kontesktual organisasi. Saran penting yang dapat diberikan adalah peningkatan kualitas dari bukti fisik dari layanan yang tersedia di Laboratorium RSUP Rotinsulu Bandung.
Analisis Kualitas Layanan Digital Aplikasi Mobile JKN Menggunakan Metode E-Servqual di Puskesmas Cigadung Kota Bandung Merliyanti, Rizka; Novira, Alikha; Abubakar, Rodlial Ramdhan Tackbir; Pradesa, Hafid Aditya
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.11696

Abstract

Transformasi digital dalam sektor kesehatan menuntut peningkatan kualitas layanan berbasis teknologi. Aplikasi Mobile JKN yang dikembangkan BPJS Kesehatan hadir untuk mempermudah peserta dalam mengakses layanan kesehatan secara daring. Namun, pemanfaatannya di Puskesmas Cigadung Kota Bandung masih rendah, sehingga perlu dilakukan evaluasi kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan aplikasi Mobile JKN menggunakan metode E-Servqual yang meliputi tujuh dimensi: efficiency, reliability, fulfillment, privacy, responsiveness, compensation, dan contact. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan penyebaran kuesioner kepada 74 responden. Analisis dilakukan melalui penghitungan gap score antara persepsi dan harapan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan seluruh dimensi layanan memiliki nilai gap negatif dengan rata-rata -0,79, yang berarti kualitas layanan belum memenuhi ekspektasi pengguna. Dimensi dengan kesenjangan terbesar adalah responsiveness (-0,91), compensation (-0,83), dan contact (-0,82). Temuan ini menunjukkan perlunya perbaikan daya tanggap, penyediaan solusi saat terjadi gangguan, serta kemudahan akses kontak bantuan. Rekomendasi meliputi pengembangan fitur bantuan cepat seperti chatbot atau live chat, penyediaan solusi alternatif, dan perbaikan informasi kontak. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan digital serta teoritis bagi kajian pelayanan publik berbasis e-government di Indonesia
Optimalisasi layanan kesehatan melalui sosialisasi dan edukasi penggunaan sistem pendaftaran online di puskesmas Rancaekek DTP Stevanya Amelinda; Ghassani Syifa Salsabila; Yusra Kamilatun Nuha; Hafid Aditya Pradesa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25909

Abstract

Abstrak  Dalam era digital, penerapan teknologi informasi dalam layanan kesehatan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan, serta mempermudah akses bagi masyarakat. Tetapi sayangnya seberapa besar manfaat dalam penerapan teknologi informasi tersebut masih belum dapat dirasakan karena banyak dari pengguna yang belum mengetahui teknologi yang digunakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan kesehatan di Puskesmas Rancaekek DTP melalui sosialisasi dan edukasi penggunaan sistem pendaftaran online. Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini melibatkan 35 – 50 orang peserta, 4 petugas puskesmas dan 4 orang tim pelaksana PKM berupa sosialisasi kepada masyarakat sekitar mengenai cara penggunaan sistem pendaftaran online yang telah dikembangkan. Metode yang digunakan meliputi survei awal untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman dan kebutuhan masyarakat, penyusunan materi edukasi, serta pelaksanaan sosialisasi langsung dan melalui media online. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan sistem pendaftaran online, yang berdampak pada penurunan waktu tunggu dan peningkatan kepuasan pasien. Dengan demikian, optimalisasi layanan kesehatan melalui sosialisasi sistem pendaftaran online ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di puskesmas lainnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Kata kunci: optimalisasi Layanan kesehatan; sosialisasi dan edukasi; sistem pendaftaran online. Abstract  In the digital era, the application of information technology in healthcare services can enhance efficiency and effectiveness, as well as facilitate access for the community. Unfortunately, the benefits of implementing information technology cannot yet be felt because many users do not know the technology used. This community service program (PKM) aims to optimize healthcare services at Puskesmas Rancaekek DTP through the socialization of an online registration system. This community service program involves 35 – 50 participants, 4 community health center officers and 4 PKM implementation teams in the form of outreach to the local community regarding how to use the online registration system that has been developed in socializing the use of the developed online registration system to the surrounding community. The methods used include an initial survey to identify the community's level of understanding and needs, the preparation of educational materials, and the implementation of socialization both directly and through online media. The results of this program indicate an increase in the community's understanding and skills in using the online registration system, leading to reduced waiting times and increased patient satisfaction. Therefore, the optimization of healthcare services through the socialization of the online registration system is expected to serve as a model that can be applied in other health centers to improve the quality of healthcare services in Indonesia. Keywords: optimization of health services; socialization and education; online registration system.
Pendampingan usaha mikro kecil dan menengah Angkringan Sadulur dengan mengoptimalkan pemanfaatan marketplace serta media sosial Auliya Syafira Mutmainah; Jalu Respati Handaru; Desthantri Desthantri; Silmi Eka Nur Alif; Hafid Aditya Pradesa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24059

Abstract

Abstrak  Teknologi informasi mempengaruhi bisnis dari berbagai skala, baik besar, menengah, maupun kecil. Perkembangan ini mendukung peningkatan pemasaran online melalui jangkauan luas yang dimiliki jaringan teknologi. Media sosial dan marketplace menjadi pusat perhatian masyarakat dan memberikan dampak besar pada bisnis. Manfaat yang diperoleh dari media sosial dan marketplace termasuk biaya yang lebih murah, efektivitas dan efisiensi, jangkauan luas, kecepatan dalam penyebaran informasi, pengenalan nama usaha yang lebih luas, serta kemudahan dalam evaluasi pemasaran online. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) bertujuan untuk mengedukasi UMKM tentang konsep dan manfaat aplikasi pesan makanan online, membuat dan mengaktifkan akun di platform tersebut, serta meningkatkan daya tarik dan kepercayaan pelanggan melalui media sosial. Metode pelaksanaan dimulai dengan diskusi bersama UMKM Angkringan Sadulur mengenai kebutuhan pemanfaatan internet sebagai sarana promosi, dilanjutkan dengan edukasi, pendampingan, dan evaluasi. Pelaksanaan PKM melibatkan pemilik usaha dan karyawan Angkringan Sadulur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku UMKM mampu memanfaatkan internet untuk membuat akun di marketplace seperti Shopeefood dan Gofood, serta menggunakan media sosial sebagai sarana promosi. Kesimpulannya, UMKM mendapatkan pemahaman, manfaat, dan kemampuan dalam menggunakan marketplace dan media sosial untuk pemasaran online. Kata kunci: marketplace, media sosial, UMKM. Abstract  Information technology influences businesses of all sizes, from large to small. This advancement supports the enhancement of online marketing through the broad reach of technological networks. Social media and marketplaces have become focal points for the public and have a significant impact on businesses. The benefits of social media and marketplaces include lower costs, effectiveness and efficiency, wide reach, rapid information dissemination, increased brand recognition, and ease of evaluating online marketing efforts.The community service program (PKM) aims to educate small and medium-sized enterprises (SMEs) on the concepts and benefits of using online food delivery applications, creating and activating accounts on these platforms, and enhancing customer appeal and trust through social media. The implementation method begins with discussions with the SME Angkringan Sadulur about their needs in utilizing the internet as a promotional tool, followed by education, mentoring, and evaluation. The PKM involves the participation of the business owner and employees of Angkringan Sadulur.The results show that SMEs are capable of leveraging the internet to create accounts on marketplaces such as Shopeefood and Gofood, and to use social media for promotion. In conclusion, SMEs gain insights, benefits, and the ability to use marketplaces and social media as tools for online marketing. Keywords:  marketplace, social media, small medium enterprise.
Evaluasi Kinerja Berdasarkan Pendekatan Balanced Scorecard Di Puskesmas Tipar Di Kota Sukabumi Patinim, Patinim; Jubaedah, Edah; Pradesa, Hafid Aditya; Listiani, Teni
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i3.10312

Abstract

Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dituntut memiliki kinerja organisasi yang akuntabel, responsif, dan berorientasi pada mutu layanan. Namun, pengukuran kinerja puskesmas masih sering berfokus pada aspek administratif dan finansial, sehingga belum menggambarkan capaian organisasi secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja Puskesmas Tipar Kota Sukabumi menggunakan pendekatan Balanced Scorecard (BSC) melalui empat perspektif: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan, sekaligus merumuskan strategi peningkatan kinerja berbasis temuan empiris. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan penguatan data menggunakan kuesioner, melibatkan 10 informan kunci yang dipilih secara purposive. Validitas data dijaga melalui triangulasi, member checking, cross-check dokumen, dan audit trail. Hasil menunjukkan kinerja agregat Puskesmas Tipar berada pada kategori sangat baik (skor 92,26), dengan kekuatan pada akuntabilitas keuangan, kepuasan masyarakat, capaian SPM, dan kompetensi SDM. Namun, ditemukan area kritis yang memerlukan perbaikan, terutama stock-out obat, keterbatasan sarana ruang tunggu, dan stabilitas sistem informasi (SIMPUS). Integrasi BSC dengan Matriks OMTI menghasilkan rekomendasi strategis prioritas yang terukur, seperti perbaikan supply chain obat, penguatan inovasi digital, serta peningkatan kapasitas SDM. Studi ini menegaskan BSC efektif sebagai kerangka evaluasi komprehensif dan dasar penyusunan strategi peningkatan kinerja puskesmas secara berkelanjutan.
BURNOUT AS A MEDIATOR OF TRAIN DRIVERS’ PERFORMANCE IN WORK SHIFTS STUDY AT PT KERETA API INDONESIA (PERSERO) Priatna; Dwiputrianti, Septiana; Jubaedah, Edah; Pradesa, Hafid Aditya
Irpia : Jurnal Ilmiah Riset dan Pengembangan Vol 11 No 1 (2026): Irpia : Jurnal Ilmiah Riset dan Pengembangan
Publisher : Institut Riset dan Pengembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71040/jirp.v11i1.311

Abstract

Safety and performance of train drivers are crucial factors in railway operations. Shift work systems involving night shifts, irregular rotations, and long working hours can lead to work-related fatigue (burnout), which impacts performance. This study aims to analyze the effect of work shifts on train driver performance with burnout as a mediating variable at PT Kereta Api Indonesia (Persero). The research uses a quantitative approach with a survey of 2,184 train drivers. Data analysis is conducted using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results reveal that work shifts have a significant positive effect on burnout (β = 0.608), work shifts have a significant negative effect on train driver performance (β = –0.339), and burnout has a very strong negative effect on performance (β = –0.839). Burnout significantly mediates the relationship between work shifts and performance, with a mediation effect of 51%. These findings emphasize that the decline in train driver performance is more influenced by burnout than by direct effects of work shifts. Comparatively, Japan’s fatigue management practices through a Fatigue Risk Management System (FRMS) are more systematic and preventive compared to Indonesia. This research contributes to strengthening the role of burnout as a mediating variable in the Job Demands–Resources framework and offers practical implications for PT KAI in reforming shift work policies for safety.
Self-Paced Moodle Learning Advances Teachers Digital Competence Levels: Pembelajaran Mandiri Moodle Meningkatkan Tingkat Kompetensi Digital Guru Hafizh Fajar Rajab; Edah Jubaedah; Hendrikus T. Gedeona; Hafid Aditya Pradesa Pradesa
Academia Open Vol. 11 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.11.2026.13825

Abstract

General Background: Digital competence has become a fundamental requirement for effective pedagogy in technology-integrated education systems. Specific Background: At SMAN 1 Nagreg, teachers’ use of digital tools remained limited, with most operating at the Newcomer and Explorer levels of the DigCompEdu framework and relying on conventional professional development approaches. Knowledge Gap: Empirical action research on self-paced e-learning models for secondary school teachers in resource-constrained settings remains limited, particularly regarding structured and iterative interventions. Aims: This study evaluates a Moodle-based self-paced e-learning program designed using the ADDIE framework within Classroom Action Research to improve teachers’ digital competencies across six DigCompEdu domains. Results: Findings indicate a transition from A1/A2 levels to the Integrator (B1) level, with notable progress in legal digital resource curation and interactive digital assessment practices. Teachers reported a 79.05% positive response rate, emphasizing flexibility as a key advantage, while time management remained a primary challenge. Novelty: The study demonstrates the integration of CAR and ADDIE within a self-paced Moodle environment as a structured intervention model for teacher professional development. Implications: Institutional support, including formal policy integration and protected learning time, is essential to sustain competency development and ensure broader adoption of self-paced digital training. Highlights• Transition from beginner to integrator competency stages across all DigCompEdu domains• Strong progression in ethical resource selection and data-driven evaluation practices• Flexible access model widely appreciated despite workload-related participation barriers KeywordsDigital Competency; DigCompEdu Framework; Moodle Learning Platform; Self-Paced Learning; Teacher Professional Development
Key determinants of attitudes towards Islamic banks: An exploratory study among Islamic university students Nur Hidayati; Hafid Aditya Pradesa; Iin Agustina
Journal of Enterprise and Development (JED) Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Enterprise and Development (JED)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business of Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jed.v6i1.8392

Abstract

Purpose — The study seeks to identify the factors that have the greatest impact on attitudes towards Islamic banks, including awareness and knowledge of Islamic banking, adherence to Sharia principles, and collectivist or individualist attributes.Method — This study utilized quantitative methods, and the research instruments were carefully designed to measure the latent variables under investigation. The sample included 100 students from private Islamic universities in Malang City, East Java, Indonesia. Data analysis involved confirmatory factor analysis and multiple regression analysis.Result — This research highlights the crucial role of awareness and knowledge in fostering positive attitudes towards Islamic banks. Interestingly, compliance with Sharia principles was not found to significantly influence attitudes toward Islamic banks.Contribution — This research underscores the pivotal role of awareness and knowledge in fostering positive attitudes toward Islamic banks.
Cultivating Competence: Bridging Professional Gaps in Bandung’s Buruan SAE Urban Farming Program: Membangun Kompetensi: Menjembatani Kesenjangan Profesional dalam Program Pertanian Perkotaan SAE Buruan, Bandung Fajaryah, Mellania Rima; Pradesa, Hafid Aditya; Listiani, Teni; Jubaedah, Edah
Academia Open Vol. 11 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.11.2026.13475

Abstract

General Background Urban farming programs require adaptive human resource competencies to support food security and community empowerment in complex environments. Specific Background This study examines agricultural extension workers within an urban farming program, focusing on competency alignment with role demands across different job levels. Knowledge Gap Limited evidence exists on how competency gaps are systematically mapped and translated into operational development strategies in urban agriculture contexts. Aims The study aims to identify competency gaps and formulate a structured competency development framework based on empirical findings. Results Findings reveal consistent gaps where competency achievement falls below importance levels, particularly in agribusiness management, agroprocessing, commercialization, institutional development, and technology facilitation, while communication and leadership competencies remain relatively strong. These gaps vary by job level, with higher-level roles demonstrating more complex deficiencies. Importance–Performance Analysis highlights priority competencies requiring immediate attention. Novelty The study integrates job-level competency gap mapping with Importance–Performance Analysis and operationalizes the results into a 70:20:10 learning framework for targeted capacity development. Implications The findings suggest that competency development must be differentiated by role complexity and prioritize strategic technical skills through experiential, social, and formal learning to support sustainable urban farming programs. Highlights• Strategic technical competencies show the largest performance gaps• Priority skills cluster in agribusiness, processing, and technology facilitation• Development strategy aligns learning modes with competency gap structure KeywordsAgricultural Extension; Competency Gap; Urban Farming; IPA Analysis; Learning Model
Co-Authors Abdul Rahman Abdul Rahman Abdullah, Sait Abubakar, Rodlial Ramdhan Tackbir Achmad Sodik Sudrajat Adhika Bergi Nugroho Afandi, Muhamad Nur Affandi, Muhamad Nur Agustina, Iin Alikha Novira Alikha Novira Amanda, Dadan Andi Zhillan Sabtina Syawali Andini Risfandini Anggi Syahadat Harahap Anggressya Octaviana Nur Rahayu Aprianti, Fanny Nur Auliawati Nuraieni, Firda Auliya Syafira Mutmainah Bin Ajis, Mohd Naeim Caesar Octoviandy Purba Christin Angelia Christin Angelia Dawud, Joni Deddy Mulyadi Desthantri Desthantri Djony Harijanto Djony Harijanto Dwi Annisa Salsadila Dwiputrianti, Septiana Edah Jubaedah Edah Jubaedah Edah Jubaedah Edah Jubaedah Ely Sufianti Endah Tri Anomsari Fajaryah, Mellania Rima Fikri Aditya Tri Andikaputra Firda Auliawati Nuraieni Fitriani, Laksmi Florens Liesna Hasudungan Marpaung Ghassani Syifa Salsabila Hafizh Fajar Rajab Halim bin Mad Lazim Hanif, Rifki Hari Nugraha Haryanto, Niko Dwi Hasrudy Tanjung, Hasrudy Hendrikus T. Gedeona Hendrikus Tri Wibawanto Gedeona Hidayah, Nur Sabrina Husin, Putri Alfiana Ida Bagus Agung Dharmanegara Ida Bagus Agung Dharmanegara Iin Agustina Iin Agustina Iin Agustina Imanita Septian Rusdianti Ira Yusnita Wijayati Jachinta Pasca Anindya Jalu Respati Handaru Joni Dawud Jubaedah, Edah Kasno T Kasim Lidia Maasir Listiani, Teni Merliyanti, Rizka Metha Djuwita Supriatna Metha Djuwita Supriatna Mime Azrina Jaafar Mohd Na’eim Bin Ajis Muhamad Afandi, Muhamad Muhammad Taufiq Mukarom, M. Multazam All Mulyadi, Deddy Nanda Ravenska Nik Sarina Nik Md Salleh Noval, Muhammad Attala Novira, Alikha Nur Hidayati Nur Imam Taufik Nur Imam Taufik Nurliawati, Nita Nurlita, Canya Maghfira Patinim Patinim Patinim, Patinim Pepi Zulvia Priatna Priatna Priatna Priatna Racma Sri Utami Rajab, Hafizh Fajar Ramdani Priatna Reni Wijayanti Reni Wijayanti Rhaka Fathi Ruhiyat Ricky Adi Putranto Ridwan, Rahma Auliya Riza Bahtiar Sulistyan Saekul Anwar Salleh, Nik Sarina Nik Md Salsabila, Ghassani Syifa Septiana Dwiputrianti Shidiq, Hanif Rahman Silmi Eka Nur Alif Stephani Putri Kawidjaya Stevanya Amelinda Suhendar, Dani Sulistianti, Intan Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Syawali, Andi Zhillan Sabtina T. Gedeona, Hendrikus Takaya Hasegawa Teni Listiani Teni Listiani Widya Ananda Wijayati, Ira Yusnita Wulandari, Nadya Yusra Kamilatun Nuha