Articles
Pengaruh Edukasi Perawatan Luka terhadap Tingkat Pengetahuan Pertolongan Pertama Pada Siswa di SMPN 1 Karangmalang Sragen: The Application Wound Care Education To Improve First Aid Knowledge of Students in SMPN 1 Karangmalang Sragen
Irma Mustika Sari;
Eska Dwi Prajayanti;
Erika Dewi Noorratri;
Rini Widarti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3661
Latar belakang: Pertolongan pertama pada siswa karena cidera atau luka merupakan upaya yang dilakukan sebelum dibawa ke pelayanan kesehatan. Kejadian kecelakaan yang terjadi di lingkungan sekolah sangat beragam misalnya karena terpeleset, adanya luka memar, luka bakar, ataupun luka lecet akibat trauma benda tumpul. Untuk mencegah terjadinya cidera lebih lanjut dibutuhkan pertolongan pertama yang cepat dan tepat dengan menggunakan peralatan dan sarana yang ada di sekolah. Pertolongan pertama memerlukan pengetahuan yang baik untuk mencegah kondisi luka yang lebih buruk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi perawatan luka terhadap tingkat pengetahuan pertolongan pertama pada siswa di SMPN 1 Karangmalang Sragen. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode quasy eksperimental study one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu random sampling sejumlah 71 responden yang dilakukan selama bulan Juni 2022. Responden mengisi kuesioner yang berisi 25 pernyataan tentang perawatan luka dan pertolongan pertama. Hasil: Hasil analisis paired t test menunjukkan nilai signifikan ? = 0,000 < dari taraf nyata yaitu 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh edukasi perawatan luka terhadap tingkat pengetahuan pertolongan pertama pada siswa di SMPN 1 Karangmalang Sragen. Tingkat pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi mengalami peningkatan sebesar 49,3% dan masuk ke kategori tingkat pengetahuan baik. Kesimpulan: Pemberian edukasi perawatan luka dengan ceramah dan demonstrasi pada siswa dapat meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan siswa dalam melakukan pertolongan pertama khususnya pada cidera luka ringan yang seringkali terjadi di lingkungan sekolah sehingga komplikasi yang lebih parah dapat dihindarkan.
PENERAPAN TERAPI REFLEKSI PIJAT TELAPAK KAKI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RSUD KOTA SALATIGA
Rysta Aditiya Permadani;
Eska Dwi Prajayanti;
Hery Susanto
Jurnal Keperawatan Duta Medika Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan Duta Medika
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/dutamedika.v3i2.2916
Latar Belakang : Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi merupakan suatu gangguan pada dinding pembuluh darah yang mengalami peningkatan tekanan darah sehingga mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi tidak bisa sampai ke jaringan yang membutuhkannya. Terapi Refleksi Pijat Telapak Kaki merupakan salah satu terapi komplementer yang aman dan mudah diberikan dan mempunyai efek meningkatkan sirkulasi, mengeluarkan sisa metabolisme, meningkatkan tentang gerak sendi, mengurangi rasa sakit, merelaksasikan otot, dan memberikan rasa nyaman pada pasien. Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,11% berdasarkan kriteria pengukuran tekanan darah penduduk usia ≥ 18 tahun. Tujuan : mengetahui hasil penerapan terapi refleksi pijat telapak kaki etrhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di RSUD Kota Salatiga. Metode : penerapan jurnal ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil : hasil setelah dilakukan penerapan terdapat perubahan tekanan darah pada kedua responden. Kesimpulan : Terdapat perubahan tekanan darah pada kedua responden, terapi refleksi pijat telapak kaki dapat menurunkan tekanan darah tinggi pada penderita Hipertensi. Kata kunci : Hipertensi, Terapi Refleksi Pijat Telapak Kaki
PENERAPAN TERAPI BERMAIN ORIGAMI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH YANG MENJALANI HOSPITALISASI DI RUANG DADAP SEREP RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI
Nurul Adkha;
Eska Dwi Prajayanti;
Panggah Widodo
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 3 No. 2 (2023): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/ovum.v3i2.2922
Latar Belakang; Pada usia prasekolah, aktivitas fisik pada anak meningkat yang menyebabkan anak sering kelelahan dan menyebabkan rentan terserang penyakit akibat sistem imun belum stabil sehingga daya tahan tubuh melemah yang mengharuskan anak untuk menjalani hospitalisasi. Masalah utama hospitalisasi anak yaitu terjadinya kecemasan. Salah satu cara untuk menurunkan kecemasan yaitu dengan penerapan terapi bermain origami. Tujuan : Mengetahui hasil penerapan setelah dilakukan terapi bermain origami untuk tingkat kecemasan anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi di ruang Dadap Serep RSUD Pandan Arang Boyolali. Metode : Penerapan terapi bermain origami ini menggunakan metode studi kasus, dilakukan kepada 2 responden An.I dengan permasalahan kecemasan, takut saat hospitalisasi. An. M dengan permasalahan kecemasan serta rewel ketika dilakukan pengobatan. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kecemasan yang diukur menggunakan alat ukur Preschool Anxiety Scale (PAS) pada anak usia prasekolah dengan intervensi selama 3 hari dan durasi penerapan 20 menit, sebelum dilakukan terapi bermain origami yaitu skor 63-65 (kecemasan berat) dan sesudah dilakukan terapi bermain origami yaitu skor 23-24 (kecemasan ringan). Kesimpulan : Terapi bermain origami berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Kata Kunci : Anak Usia Prasekolah; PAS; Hospitalisasi; Kecemasan.
Aktivitas Fisik pada Lansia Hipertensi di Desa Tremas Pacitan
Eska Dwi Prajayanti;
Auliya Rahmanda;
Sumardi Sumardi
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 4 No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/asjn.v4i2.1181
Latar Belakang:Hipertensi merupakan suatu keadaan ketika tekanan darah meningkat secara kronis. Dari data WHO 2021 prevalensi hipertensi secara global sebesar 1,28 juta. Hasil studi pendahuluan Kecamatan Arjosari memasuki 3 besar dengan hipertensi tertinggi. Penyebab utama hipertensi pada lansia adalah pola makan. Lansia hipertensi yang mengalami penurunan fungsi fisik dapat menyebabkan tingginya tekanan darah dalam rentan waktu lama. Tujuan : tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik pada lansia hipertensi di Posyandu Lansia Desa Tremas Pacitan. Metode: jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif. Sampel pada penelitian sebanyak 49 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnare (GPAQ) untuk menilai aktivitas fisik lansia hipertensi. Hasil :penelitian menunjukan aktivitas fisik pada lansia hipertensi 39 responden (79,6%) sedang, 8 responden (16,3%) berat, dan 2 responden (4,1%) kurang. Derajat hipertensi lansia di Desa Tremas Arjosari Pacitan menunjukan 46 responden (93,9%) pada hipertensi derajat II dan 3 responden (6,1%) pada derajatI. Kesimpulan: Gambaran aktivitas fisik pada lansia di Desa Tremas Pacitan menunjukkan aktivitas fisik sedang
PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA SMP TENTANG DAMPAK NEGATIF GAME ONLINE BAGI KESEHATAN
Irma Mustika Sari;
Eska Dwi Prajayanti
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/gemassika.v1i2.216
The level of online game usage in Indonesia has increased. This is in line with the development of Internet technology and computer networks. In Indonesia fans of online games ranging from among children, adolescents and adults, and most are teenagers. The explosion of online games is a reflection of the rapidly growing computer network that used to be a small scale to the internet and continues to grow until now. Traditionally traditional games are beginning to move on to more modern games. Online games can have fun effects for fans and can cause addiction. Addictions to online games can have a negative impact on health. For that needed socialization or health counseling about the negative impact of the use of online games for the health of junior high school students when used in excess and disproportionate. The outward form of this devotional activity is the improvement of students' knowledge about the negative impact of online games on health.
POJOK BACA (BALANCE CAIRAN) UNTUK SURVIVOR HEMODIALISIS
Eska Dwi Prajayanti
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2018): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/gemassika.v2i2.312
Background: Management of end-stage renal failure patients one of the treatments is hemodialysis. Complications that arise with respect to fluid overload in patients with kidney failure can be prevented through effective and efficient fluid intake restrictions. Efforts to create restrictions on fluid intake in patients with kidney failure can be done through monitoring fluid intake per day. Fluid restriction program in patients in order to prevent complications and maintain quality of life, it is necessary to analyze practices related to intervention in controlling the amount of fluid intake through recording the amount of fluid taken and urine released every day. Pojok Balance Cairan (BACA) is one way to help hemodialysis patients learn how to calculate fluid needs in their body and help determine dietary settings for hemodialysis patients where in the reading corner will be explained related to how to calculate fluid balance and how the right diet in patients hemodialysis according to the severity of the disease. Method of implementation: lectures and demonstrations. Conclusion: POJOK BACA can prolong the life of patients undergoing hemodialysis because it can reduce the risk of complications that arise such as shortness of breath.Keywords: Hemodialysis, Liquid, Pojok Baca
SENAM HIPERTENSI DAN DEMONSTRASI JUS SELEDRI UNTUK PENDERITA HIPERTENSI DI PUCANG SAWIT SURAKARTA
Eska Dwi Prajayanti;
Irma Mustika Sari;
Tri susilowati
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/gemassika.v4i2.575
Latar Belakang : Masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh lansia adalah hipertensi. Hipertensi merupakan suatu gejala degeneratif kardiovaskuler yang paling banyak dialami oleh lansia dan belum dapat diketahui dengan pasti penyebabnya. Penatalaksanaan hipertensi pada lansia selain dengan farmakologi dapat pula dilakukan dengan non farmakologi seperti senam hipertensi dan mengonsumsi jus seledri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus seledri dan senam hipertensi terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah Pucang Sawit, Surakarta. Metode Pelaksanaan : ceramah dan demonstrasi. Kesimpulan : Senam hipertensi dan mengonsumsi jus seledri merupakan salah satu upaya untuk mengontrol tekanan darah pada lansia.Kata kunci : Hipertensi, lansia, tekanan darah
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG AKTIVITAS FISIK DAN ASUPAN GIZI SEIMBANG LANSIA DI MASA PANDEMI COVID-19
Irma Mustika Sari;
Eska Dwi Prajayanti
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2021): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/gemassika.v5i2.749
Background ; The view of some people who consider the elderly as human beings who are incapable, weak, and sickly, causes all activities to be very limited. This condition is exacerbated by the absence of time, place, and opportunity for the elderly to carry out activities. The COVID-19 pandemic (coronavirus) causes many changes in daily life, this can also have an impact on the elderly considering that the body condition of the elderly is susceptible to being exposed to viruses and diseases if the immune system is not optimal. Method of Implementation ; Conduct health counseling to elderly posyandu cadres about balanced nutritional intake for the elderly during the covid-19 pandemic, and provide exercise videos to elderly posyandu cadres in the Kentigan Kulon area, Jebres sub-district, Surakarta with the hope that the video can be useful and can be used as sports and physical exercise for the elderly. Conclusion ;  There is an increase in knowledge of elderly posyandu cadres after being given health counseling about balanced nutrition intake during the covid 19 pandemic. Routine physical exercise activities can increase body immunity during the pandemic Keywords:  Elderly, physical activity, balanced nutrition
RELAKSASI BENSON MEMPENGARUHI ASPEK PSIKOLOGIS PADA KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA KEMOTERAPI CA MAMAE
Eska Dwi Prajayanti;
Irma Mustika Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 13, No 2 (2017): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26753/jikk.v13i2.212
Patients ca mamae who through the chemotherapy process will experience a decrease in quality of life. Among other things is the decline in the psychological aspects. These psychological aspects include despair, negative thoughts, anxiety, and decreased self-esteem. This study aims to determine the effect of Benson relaxation on psychological aspects of the quality of life of patients with ca mamae after chemotherapy. This research method is design Quasi studies pre-posttest control an experimental group design. The number of samples in this study were 22 respondents using purposive sampling technique. The sample was divided into treatment group and control group as one of the respondents by handling in accordance with hospital standard without Benson relaxation. Result there was an effect of Benson relaxation related to psychological aspects on quality of life of Ca mamae (sign 2- tailed <0.05). The conclusion that benson relaxation is one of the alternative relaxation techniques that can be utilized to improve the psychological domain of ca mamae
Penerapan Mobilisasi Progresif Level I Terhadap Tekanan Darah Dan Saturasi Oksigen Pada Pasien Penurunan Kesadaran Di ICU RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri
Fatin Nurhayati;
Eska Dwi Prajayanti;
Sumardi Sumardi
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/innovation.v1i4.1822
Background; Progressive Mobilization Level I can affect blood pressure and oxygen saturation in critically impaired patients with reduced consciousness. Progressive mobilization can affect oxygen saturation, this is because after being given level 1 progressive mobilization in the Head of Bed position, gravity will pull the diaphragm down resulting in better lung expansion (distributing oxygen in the lungs) so that the oxygen bound by hemoglobin increases. increase in oxygen saturation values. Objective; Knowing the results of applying level I progressive mobilization to blood pressure and oxygen saturation in patients with decreased consciousness. Method; The application was carried out using a case study descriptive method to 2 respondents in patients with decreased consciousness for 3 days with a frequency of 2 times a day for 15 minutes. Results; Based on the results of the application that has been carried out, there is a decrease in blood pressure and an increase in oxygen saturation before and after the application of level I progressive mobilization. Conclusion; Level I Progressive Mobilization can be used as a non-pharmacological technique or independent intervention in patients with decreased consciousness to reduce blood pressure and increase oxygen saturation.