Claim Missing Document
Check
Articles

KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS PERAIRAN DI EKOSISTEM MANGROVE WILAYAH TAPAK KELURAHAN TUGUREJO KOTA SEMARANG Afif, Jamaludin; Ngabekti, Sri; Pribadi, Tyas Agung
Life Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang memiliki Ekosistem Mangrove yang terletak di Tapak Tugurejo. Ekosistem ini dikelilingi oleh berbagai industri dan kemungkinan besar membuang limbahnya ke lingkungan. Hal ini dapat berdampak pada keanekaragaman makhluk hidup di dalam perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman makrozoobentos sebagai indikator kualitas perairan. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan 9 stasiun pengumpulan sampel. Sampel diambil sebanyak 3 kali dengan selang waktu 2 minggu. Data kemudian dianalisis menggunakan Indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, dan indeks dominansi. Hasil penelitian menemukan 15 spesies makrozoobentos, yang didominasi oleh Cerithidea cingulata. Nilai Indeks Keanekaragaman pada ekosistem mangrove rendah (0,86). Kualitas perairan di ekosistem mangrove termasuk dalam kriteria mutu air kelas II.Semarang has mangrove ecosystem in the areal of Tapak Tugurejo. The ecosystem is surrounded by various industries and most probably these plants discharge the sewage to the environment. This might impact on the living creatures in the water. The research was aimed to investigate makrozoobenthos diversity as the indicators water quality. The purposive sampling was used to select 9 stations to collect the samples. The samples were taken three times with the interval of two weeks. Data were analyzed for the diversity index, evenness index, and dominance index. Result find that there were 15 species of macrozoobenthos, Cerithidea cingulata is dominated. The diversity index in mangrove ecosistem is low (0,86). The water quality in mangrove ecosystem include in criteria water quality class II.
DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN POPULASI Aedes spp. DI KELURAHAN SUKOREJO GUNUNGPATI SEMARANG BERDASARKAN PELETAKAN OVITRAP Fatmawati, Titi; Ngabekti, Sri; Priyono, Bambang
Life Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyamuk merupakan serangga yang memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia. Aedes spp merupakan salah satu spesies nyamuk yang berperan sebagai pembawa vektor penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Sukorejo salah satu Kelurahan dari 5 kelurahan yang bernaung di bawah Puskesmas Sekaran yang merupakan daerah dengan kasus DBD tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan kelimpahan larva nyamuk Aedes spp. di Kelurahan Sukorejo Gunungpati Semarang berdasarkan peletakan ovitrap. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Pengambilan data dilakukan dengan cara mengamati ovitrap, mengidentifikasi larva, dan menghitung indeks ovitrap. Pemasangan ovitrap diletakkan di dalam dan di luar pemukiman, kebun dan sekolah dasar di 6 RW dan 3 SD. Hasil penelitian menunjukkan jumlah ovitrap positif terbanyak di RW 11 dengan Indeks Ovitrap 15,2% dan kerapatan 608 butir/ovitrap, dan terendah SD 2 dengan Indeks Ovitrap 0,9% dan kerapatan 71 butir/ovitrap. Hasil identifikasi menunjukkan spesies Aedes aegypti dan Aedes albopictus pada semua lokasi penelitian. Nyamuk Aedes spp. terdapat di semua lokasi penelitian dengan pusat distribusi di RW 11 dan memiliki skor 2 yang menunjukkan potensi kerawanan penyakit DBD rendah. Kelimpahan populasi tertinggi dilihat dari kerapatan jumlah telur per ovitrap terdapat di RW 11 Mosquito are insect that have an important role in human life. Aedes spp. is one of the species of mosquitoes which act as carriers of the vector causing Dengue Haemoragig Fever (DHF). Sukorejo is one of villages with the highest cases of DHF and it is also one of 5 villages which are supervised by Puskesmas Sekaran. The purpose of this research was determining the distribution and larvae abundance of Aedes spp. in Sukorejo Village, Gunungpati district, Semarang regency based on the location of ovitrap. The research was an explorative research. The data was taken by observing ovitrap, identifying larvae and calculating the ovitrap index. The ovitraps were placed inside and outside the houses, gardens on 6 RW (Neighborhood union) and 3 Elementary Schools. The results showed that the highest number of positive ovitrap was found in RW 11 with 15.2 % IO and with density of 608 grains/ovitrap, and the lowest number was found in Elementary School 2 of Sukorejo with 0.9 % IO and density of 71 grains/ovitrap. The final result of species identification of Aedes aegypti and Aedes albopictus is positively found in all locations. While Aedes spp. were distributed in all location with its distribution centers located in RW 11 and its score was 2 that showed the low risk potention level of DHF. The highest abundant that based on the density number of egg in each ovitrap was found in RW 11.
EFEK LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI SARI JERUK NIPIS TERHADAP PENURUNAN KADAR TIMBAL (Pb) PADA DAGING SAPI (STUDI KASUS DI TPA JATIBARANG SEMARANG) Masduqi, Mahbub; Ngabekti, Sri
Life Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daging sapi yang dipelihara TPA di Jatibarang terbukti tercemar timbal (Pb). Upaya yang dilakukan untuk menurunkan kadar Pb pada daging melalui perendaman jeruk nipis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Pb pada daging sapi serta efektivitas jeruk nipis dalam menurunkan Pb pada daging sapi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain Randomized Pretest-Posttest Control Group Design menggunakan Rancangan Acak Lengkap, pola faktorial 4x2 dengan sampel daging paha 3 ekor sapi yang terdiri atas kontrol dan 8 kombinasi perlakuan. Kadar Pb dalam daging dianalisis dengan AAS. Analisis menggunakan Anava Dua Jalan diperoleh nilai signifkan 0,032 (Sig<0,05) untuk konsentrasi dan 0,30 (Sig<0,05) untuk lama perendaman yang menunjukkan keduanya berpengaruh signifikan terhadap penurunan Pb. Rerata kadar Pb daging sapi sebesar 0,501 mg/Kg. Rerata kadar Pb pada perendaman sari jeruk nipis 0%, 10%, 20% dan 30% berturut-turut sebesar 0,391; 0,388; 0,282; dan 0,242 mg/Kg. Sedangkan rerata kadar Pb dalam waktu 30 dan 60 menit berturut-turut sebesar 0,371 dan 0,283 mg/Kg. Kadar Pb larutan sebelum dan sesudah perlakuan rerata sebesar  0,011 dan 0,295 µl/l. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penurunan Pb tertinggi adalah sari jeruk nipis konsentrasi 30% selama 60 menit dengan penurunan 59,4%. The cattle beef of Jatibarang municipal garbage disposal area was contaminated of lead. The effort needed to reduce beef lead levels was by soaking of lime essence. This research aimed to determine beef lead level and effectiveness of lime to reduce beef lead level. This was experimental research with Randomized Pretest-Posttest Control Group Design using Complete Randomized Design, factorial 4x2 with sample thigh beeves of 3 cows consisted of control and 8 treatment combinations. Beef Pb level was analyzed by AAS. Analysis using Two Way Anova obtained significant value 0,032 (Sig<0,05) for concentration and 0,30 (Sig<0,05) for soaking time that indicated both effected significantly on reducing of lead. The average of beef Pb level was 0,501 mg/Kg. The average of Pb level for lime essence 0%, 10%, 20% and 30% were 0,391; 0,388; 0,282; and 0,242 mg/Kg. The average of Pb level for soaking time 30 and 60 minutes were 0,371 and 0,283 mg/Kg. The average of Pb level for essence before and after treatment were 0,011 and 0,295 µl/l. Based on this research, it could conclude that the highest lead reduction was lime essence 30%  for 60 minutes with reduction 59,4%.
KEANEKARAGAMAN SPESIES MAKROZOOBENTOS SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS AIR SUNGAI KREO SEHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN TPA JATIBARANG Mulia, Vivin Lesandra; Ngabekti, Sri
Life Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas air Sungai Kreo Semarang ditinjau dari keanekaragaman spesies makrozoobentos. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksplorasi. Penetapan titik sampel dengan purposive sampling pada tiga titik pengamatan untuk tujuh stasiun pengamatan. Penetapan titik sampel didasarkan pada terwakilinya gambaran keadaan perairan sungai, masukan buangan ke dalam sungai, dan rona lingkungan sekitar. Pengambilan sampel diambil  dengan alat pengeruk sederhana dan saringan makrozoobentos kemudian hasil yang diperoleh diidentifikasi jenisnya dan dihitung jumlah individu per jenis, sehingga diketahui nilai Indeks Keanekaragaman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Indeks Keanekaragaman makrozoobentos di tujuh stasiun tergolong rendah sampai sedang (0,37-1,08), sehingga kualitas air di Sungai Kreo sehubungan dengan keberadaan TPA Jatibarang tergolong dalam perairan yang tercemar sedang sampai berat The purpose of this research is to know the quality of the waters of the Kreo River Semarang in terms of diversity of macrozoobentos species. Method used in this research was exploration, the determination of the sampling method of sample point with purposive sampling in the three the points of observation on seven stations. The determination of sample point is based on the image of the state of the river, discharge input into the river, and hue the surrounding community. Samples were taken with a simple scoop and then filtered the results obtained macrozoobenthos species were identified and counted the number of individuals per species. The results will be used to determine the value of diversity index. Based on the results of this study it was concluded that diversity index of macrozoobenthos in seven stations was low to moderate (0.37 to 1.08), so the water quality in the Kreo River with respect to the presence of TPA Jatibarang classified in the polluted waters was moderate to severe.
Keanekaragaman Crustacea di Ekosistem Mangrove Wilayah Tapak Kelurahan Tugurejo Kota Semarang Handayani, Octarina Tri; Ngabekti, Sri; Martuti, Nana Kariada Tri
Life Science Vol 5 No 2 (2016): October 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman Crustacea di ekosistem mangrove wilayah Tapak, Semarang. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan tujuh stasiun pengumpulan sampel. Sampel diambil sebanyak 3 kali pengulangan dengan selang waktu 2 minggu. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, dan indeks dominansi. Hasil penelitian menemukan 10 spesies Crustacea yaitu Metopograpsus thukuhar, Episesarma versicolor, Varuna yui, Panaeus mergulensis, Scylla serrata, Portunus pelagicus, Thalamita creanata, Uca sp., Uca bellator, Harpiosquills sp. Indeks keanekaragaman (H’) berkisar antara 0-1,57. Indeks H’ tertinggi berada pada stasiun VI (1,57) disusul oleh stasiun III (1,49), stasiun V (1,32) dan stasiun IV (1,18). Empat stasiun ini memiliki tingkat keanekaragaman dengan kriteria sedang. Stasiun I dan II memiliki H’ 0,95 dan 0,93 tergolong kriteria rendah. Stasiun VII H’-0 karena hanya ditemukan satu spesies. Indeks kemerataan berkisar antara 0 (terendah di stasiun VII) dan 0,81 (tertinggi di stasiun VI). Keanekaragaman Crustacea sangat dipengaruhi oleh parameter salinitas, pH, suhu, substrat, dan O2. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat keanekaragaman Crustacea di ekosistem mangrove Tapak tergolong kriteria rendah sampai sedang. The aims of this study is to determine the diversity of Crustaceans in the mangrove ecosystem Tapak Semarang region. The purposive sampling was used to select seven stations to collect the samples. The samples were taken three times repetition with two weeks interval. Data obtained then analyzed for the diversity index, evenness index, and dominance index. Result find that there were 10 species of Crustaceans that are Metopograpsus thukuhar, Episesarma versicolor, Varuna yui, Panaeus mergulensis, Scylla serrata, Portunus pelagicus, Thalamita creanata, Uca sp., Uca bellator, Harpiosquills sp. The diversity index (H’) ranges from 0-1.57. The highest index H’ was at station VI (1.57) followed by station III (1.49), station V (1.32) and station IV (1.18). These four stations have diversity levels with moderate criteria. The stations I and II have H’ 0.95 and 0.93 are low criteria. Station VII H’-0 because only one species was found. The similarity index ranged from 0 (lowest at station VII) and 0,81 (highest at station VI). Diversity of Crustaceans is strongly influenced by salinity, pH, temperature, substrate and O2 parameters. Based on the research, it can be concluded that the level of Crustaceans diversity in the mangrove ecosystem Tapak classified from low to moderate criteria.
Bioakumulasi Kadmium pada Ikan Bandeng di Tambak Wilayah Tapak Semarang Sanjivanie, Hasti Apri; Martuti, Nana Kariada Tri; Ngabekti, Sri
Life Science Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Tapak merupakan muara dari Sungai Tapak yang sebagian besar wilayahnya berupa area pertambakan ikan bandeng. Berkembangnya industri di DAS Tapak telah mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas perairan Tapak akibat pencemaran limbah yang mengandung logam berat Cd. Hal itu mempengaruhi kualitas ikan bandeng yang dipelihara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Cd dalam air tambak dan ikan bandeng di tambak wilayah Tapak Semarang. Penelitian bersifat observasional analitik menggunakan analisis komparatif, metode purposive random sampling. Metode analisis data menggunakan AAS. Kandungan Cd pada air Sungai Tapak adalah <0,004mg/l, nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan PPRI No.82 Tahun 2001 yaitu sebesar 0,01mg/l. Rerata kandungan Cd pada air tambak Tapak <0,0045mg/l, nilai tersebut telah melebihi ambang batas yang ditetapkan KepMen LH No.51 Tahun 2004 yaitu sebesar 0,001mg/l. Rerata kandungan Cd pada daging ikan bandeng di ketiga stasiun adalah <0,01mg/l, nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan SNI 7287:2009 yakni sebesar 0,1 mg/kg. Simpulan dari penelitian ini adalah kandungan Cd pada air tambak Tapak telah melebihi ambang batas. Kandungan Cd pada ikan bandeng masih berada di bawah ambang batas, namun tetap perlu diwaspadai keberadaan logam berat Cd karena logam berat bersifat toksik dan akumulatif. Tapak is the estuary of the Tapak River which is mostly covered in the form of milkfish aquaculture area. Development industry in the Tapak watershed have resulted in a decrease in Tapak water quality due to pollution waste containing heavy metals Cd. It affects the quality of the fish is maintained. This study aims to determine the content of Cd in pond water and fish in the pond area Tapak Semarang. Observational analytic study using a comparative analysis, purposive random sampling method. Methods of data analysis using AAS. Cd content Tapak is <0,004mg / l, the value is still below the threshold set PPRI No.82 year 2001 which was 0,01mg / l. The mean Cd content in the Tapak water pond <0,0045mg/l, the value has exceeded the threshold KepMen LH No.51 year 2004 which was 0,001 mg / l. The mean Cd content in meat fish at all three stations is <0,01mg / l, the value is still below the threshold set ISO 7287:2009 which amounted to 0.1 mg/kg. The conclusion from this study was that the content of cadmium in the Tapak water pond has exceeded the threshold. Cd content in fish is still below the threshold, but still need to be careful because heavy metals are toxic bioaccumulative.
Viabilitas Dua Isolat Lokal Nematoda Entomopatogen pada Berbagai Variasi pH Media dan Uji Mortalitasnya terhadap Rayap Tanah Satria, Arif Bayu; Widiyaningrum, Priyantini; Ngabekti, Sri
Life Science Vol 7 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nematoda entomopatogen (NEP) adalah suatu mikroorganisme yang berbentuk cacing berukuran 700-1200 mikron dan berada di dalam tanah. NEP isolat lokal mempunyai karakter ekologis berbeda-beda di setiap wilayah. pH memberikan pengaruh yang nyata terhadap mortalitas NEP. Informasi tentang faktor ekologis terutama toleransi terhadap pH media simpan yang belum diketahui. Tingginya penggunaan pestisida sintetik dapat mengakibatkan hal buruk bagi lingkungan. Agen pengendali hayati NEP memiliki nilai patogenitas yang tinggi terhadap rayap tanah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pH media optimum terhadap viabilitas NEP dua isolat lokal dan mengetahui pengaruh dosis terhadap mortalitas rayap tanah selama 24 jam. Sampel yang digunakan adalah NEP isolat Semarang dan isolat Jember. Isolasi NEP menggunakan ulat hongkong kemudian di panen melalui proses white trap. Hasil analisis uji viabilitas antara dua isolat lokal berkecenderungan meningkat sejalan dengan naiknya level pH. Viabilitas tertinggi ditemukan pada suspensi dengan pH 8, kemudian pada pH 8,5 dan pH 9 cenderung menurun. Viabilitas terendah ditemukan pada pH 5. Pada pH 8 viabilitas NEP isolat Semarang mencapai 91.50% dan isolat Jember 97.14%. Hasil uji mortalitas terlihat bahwa mortalitas rayap tanah berkecenderungan meningkat sejalan dengan naiknya dosis yang diberikan. Pengaruh dosis NEP terhadap mortalitas rayap tanah level konsentrasi yang efektif pada pengamatan 24 jam adalah dosis 250 JI/ml. Terdapat pengaruh pH media terhadap viabilitas serta pH optimum antara isolat Semarang dan isolat Jember sama yaitu pH 8 yang mampu mempertahankan viabilitas NEP tertinggi. Isolat lokal Semarang dan Jember yang efektif berpengaruh terhadap mortalitas rayap tanah yaitu pada dosis NEP 250 JI/ml. Perlu dilakukan uji lanjut dosis yang efektif pada skala lapang untuk mendapatkan dosis yang tepat. Entomopathogenic nematodes (NEP) is a microorganism 700-1200 micron-sized worm-shaped and in the soil. NEP local isolates have different ecological character in each region. pH significant effect on mortality NEP. The high use of synthetic pesticides can lead to bad for the environment. NEP biological control agents have a high pathogenicity value against subterranean termites. The purpose of this study was to determine the optimum pH media on the viability of NEP two local isolate and determine the effect of dose on mortality of termites for 24 hours. The sample used was NEP Semarang isolates and isolates Jember. Isolation NEP use hongkong caterpillars then harvested through the white trap. The results of the analysis of the viability test between two local isolates tended to rise in line with increasing pH level. The highest viability was found in suspension with a pH of 8, then at pH 8.5 and pH 9 tends to decrease. Lowest viability was found at pH 5. At pH 8 isolates Semarang viability NEP reached 91.50% and 97.14% of isolates Jember. The test results shows that the mortality of termites land mortality tended to increase in line with the increase in the dose administered. Effect of dose on mortality NEP subterranean termites effective concentration level at 24 hours observation is a dose of 250 JI / ml. There is the influence of the media on the viability and the pH optimum pH between Semarang isolates and isolates of the same Jember is pH 8 were able to maintain the viability of the highest NEP. Jember local isolate Semarang and effective influence on the mortality of subterranean termites which the NEP dose of 250 JI / ml. Necessary to test further the effective dose on a scale field to get the proper dose.
Konservasi Buaya Muara di Taman Margasatwa Semarang Setyowati, Evi; Ngabekti, Sri; Priyono, Bambang
Life Science Vol 8 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v8i1.29988

Abstract

Stuary crocodile (Crocodylus porosus) is one of the fauna that is protected by Indonesian law because of its high economic value. Publications regarding the success of estuarine crocodile conservation are still small. Efforts can be made to prevent the extinction of estuarine crocodiles through conservation. Semarang Wildlife Park is an ex-situ conservation institution that has succeeded in breeding estuarine crocodiles. This study aims to examine the methods of estuarine crocodile conservation, factors in conservation methods, and the success rate of estuarine crocodile conservation in Semarang Wildlife Park. The research methods used were observation, interviews, and documentation. The research data were analyzed by quantitative descriptive analysis. The results showed that the method of estuarine crocodile conservation in Semarang Wildlife Park took the form of breeding activities consisting of management of housing, feed, health, and breeding. The factors that influence conservation success are cage, feed, and weather. The level of success of estuarine crocodile conservation in Semarang Wildlife Park seen from the aspect of DTT 55.4% and MR 29% with criteria quite successful. Suggestions that can be conveyed are Need to do further research on measuring the temperature and humidity of the soil used as nest of estuarine crocodile eggs in the aspect of egg hatching that affect the success of conservation and more intensive management of estuarine crocodile breeding activities in Semarang Wildlife Park for successful conservation. Buaya muara (Crocodylus porosus) merupakan salah satu fauna yang dilindungi perundang-undangan Indonesia karena bernilai ekonomi tinggi. Publikasi mengenai keberhasilan konservasi buaya muara masih sedikit. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kepunahan buaya muara adalah melalui konservasi. Taman Margasatwa Semarang merupakan lembaga konservasi secara ex-situ yang telah berhasil mengembangbiakkan buaya muara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode konservasi buaya muara, faktor-faktor dalam metode konservasi, serta tingkat keberhasilan konservasi buaya muara di Taman Margasatwa Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis secara analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode konservasi buaya muara di Taman Margasatwa Semarang berupa kegiatan penangkaran yang terdiri dari pengelolaan perkandangan, pakan, kesehatan, dan perkembangbiakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan konservasi adalah kandang, pakan, dan cuaca. Tingkat keberhasilan konservasi buaya muara di Taman Margasatwa Semarang dilihat dari aspek DTT 55,4% dan MR 29% dengan kriteria cukup berhasil. Saran yang dapat disampaikan adalah Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengukuran suhu dan kelembapan tanah yang digunakan sebagai sarang telur buaya muara dalam aspek penetasan telur yang mempengaruhi keberhasilan konservasi dan Perlu dilakukan pengelolaan lebih intensif mengenai kegiatan penangkaran buaya muara di Taman Margasatwa Semarang agar keberhasilan konservasinya meningkat.
Keanekaragaman Spesies Mangrove dan Zonasi di Wilayah Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang Tefarani, Rahmadyan; Tri Martuti, Nana Kariada; Ngabekti, Sri
Life Science Vol 8 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v8i1.29989

Abstract

Tugu sub-district has a mangrove ecosystem that is better than the other three sub-districts in Semarang City. The improvement of the mangrove ecosystem in Mangunharjo Village became the main of priority for mangrove rehabilitation This study aimed to determine the level of diversity of mangrove species found in the mangrove ecosystem of Mangunharjo Sub-District, Tugu District, Semarang City based on the zonation. The study was conducted in February-March 2018. Sampling using a combination method, that are systematic sampling with vegetation analysis techniques using quadrat sampling technique. There are three data collection stations determined based on the distance from the coastline to the mainland. Data were analyzed using quantitative descriptive statistics. The results showed that the diversity of mangrove species found in Mangunharjo Village had a low to moderate diversity level (0.72-1.32). The mangrove ecosystem in Mangunharjo is actually artificial ecosystem, with the type and number of mangroves dominated by Rhizophora mucronata and Avicennia marina. There are seven mangrove species found in the open zone, four species in the middle zone and four species in the land zone. Kecamatan Tugu memiliki ekosistem mangrove yang masih baik dibandingkan dengan tiga kecamatan lainnya yang berada di Kota Semarang. Perbaikan ekosistem mangrove di Kelurahan Mangunharjo menjadi prioritas utama rehabilitasi mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat keanekaragaman spesies mangrove yang terdapat di ekosistem mangrove Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang berdasarkan zonasinya. Penelitian dilakukan pada bulan Februari–Maret 2018. Pengambilan sampel menggunakan metode kombinasi, yaitu antara systematic sampling dengan teknik analisis vegetasi menggunakan quadrat sampling technique. Terdapat tiga stasiun pengambilan data yang ditentukan berdasarkan jarak dari garis pantai hingga daratan. Data dianalisis secara statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa keanekaragaman spesies mangrove yang terdapat di Kelurahan Mangunharjo mempunyai tingkat keanekaragaman rendah hingga sedang (0.72-1.32). Hal ini dikarenakan ekosistem mangrove wilayah Mangunharjo merupakan ekosistem buatan, dengan jenis dan jumlah mangrove yang dominasi oleh Rhizophora mucronata dan Avicennia marina. Terdapat tujuh spesies mangrove yang ditemukan pada zona terbuka, empat spesies pada zona tengah dan empat spesies pada zona daratan.
The Development of Green Science Board Game (Greecebome) Media on Environmental Pollution toward Student Interest in Learning Putri, Devita Roesikusuma; Ngabekti, Sri
Journal of Environmental and Science Education Vol 1 No 1 (2021): Journal of Environmental and Science Education : April 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jese.v1i1.45094

Abstract

This study developed and analyzed Greecebome's feasibility as a learning media and to know also analyze the influence toward interest in learning of students. The type of this research is Sugiyono's research and development. The subject of this research is eleven students from junior high school. The data collection methods are observation and questionnaires. The results showed an average percentage of media feasibility by a media expert is 91%. A very decent category and average media feasibility percentage by a material expert is 88.75%, with very decent categories. Greecebome media is stated to be very well worth use in research after revisions according to the validator's suggestion. The interest in learning assessment from eleven students shows 94% with the category of interest in learning is very high. The assessment results from three science teachers show 96,88% with a very good category. From the assessment results, it can be concluded that Greecebome media is learning media that is very decent to support learning activities in class on environmental pollution material and encourage student interest in learning.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdillah, M.L. Abdul Jabbar Adina, Winardita Putri Aditya Marianti Afif, Jamaludin Agus Setiowati, Agus Al Anshori, Aziz ALIFIANSYAH, JUANDRA Amin Retnoningsih Amin Yusuf Amnan Haris Andhina Putri Heriyanti Andin Irsadi Andreas Priyono Budi Prasetyo Ani Rusilowati Astuti, Eni Dwi Bambang Priyono Bayuntoro, Johan Tri Budi Astuti D. Maria Darning Rakhmawati, Darning Desi Rahmasuci Devi Alvitasari, Devi Dewi Liesnoor Setyowati Dewi, Rizqi Mareta Diennurrahma, Aufa Dwi Prasetyo Dyah Rini Indriyanti Eling Purwantoyo ENDAH KUSUMAWATI Endang Susilaningsih Enni Suwarsi Rahayu Eny Hartadiyati Wasikin Haryanti Erie Triwijananti, Erie Erisca Candra Setyana Evi Setyowati, Evi Fadlillah, Umi Fariz, Trida Rdiho Fatmawati, Titi Fauziah, Ismarlini Nur Fauziah, Ismarlini Nur Febrianto, Taufan Handayani, Octarina Tri Haris, Amnan Herditiya, Herditiya Heriyanti, Andhina Putri Heru Susilo Husna, Destri Nurul Husna, Destri Nurul Ilma, Nailul Indrayanti, Inggrid Intan Zainafree Jati, Anis Lina Johan Tri Bayuntoro, Johan Tri KARTIKA WIDYANINGRUM Kartuti, Kartuti Khikmatun, Laili Kholil, Putri Alifa Kisworo Kisworo, Kisworo Krispinus Kedati Pukan Kukuh Santoso Kukuh Santoso Labibah, V.R. Lathifah, Nila Nadiyya Lianita Rarasandy Lilis Erfianti Linda Noviyanti Linda Noviyanti Lisdiana Lisdiana Listiaji, Prasetyo Ma'rufah, Dian Muhimmatun Margareta Rahayuningsih Nugroho Edi K Masduqi, Mahbub Mayang Arundina Mayang Arundina Muhamad Mustofa, Muhamad Muhammad Abdullah Mulia, Vivin Lesandra Mutiara Nurul Lita Azizah Mutiara Nurul Lita Azizah Nafi'ah, Miftahun Nana Kariada Tri Martuti Nana Kariada Trimartuti Nanik Wijayati Ning Setiati Novianti, Ira Noviyanti, Linda Nugrahaningsih Wahyu Harini, Nugrahaningsih Wahyu Nugroho Edi Kartijono Nur Kusuma Dewi Nurmasitoh, Qonita Amalia Nurul Azmi Nurul Setiyanika Parmin Parmin Partaya Partaya, Partaya Partaya, Partaya Pit’ay, Marisa Fonny Pradyna Niata WA Pratama, Yesy Milda Paula Priyantini Widiyaningrum Putri, Devita Roesikusuma R. Rijanta Ragilia Novitasari, Ragilia Retno Sri Iswari Retno Sri Iswari Rifana Habiba Risa Dwita Hardianti Rizki Nor Amelia Rizqiyah, Iffatur S. Djalal Tandjung S. Djalal Tandjung Saiful Ridlo Sanjivanie, Hasti Apri Satria, Arif Bayu Setianingsih, Rizki Sigit Saptono Siti Aminah Siti Aminah Sovi Junita Eviyanti Sri Mulyani Endang Susilowati, Sri Mulyani Endang Sri Sukaesih Sri Suryaningsih Sri Widowati Sudarmin Sudarmin Sudaryati Sudaryati Sugiyanto R. Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto R. Sugiyanto Sugiyanto, Sugiyanto R. Sugiyanto Sulaiman, Meltasari Sultan, Habil Sumardani Sumardi . Susani, Devi Erfa Susani, Devi Erfa Sutopo, Agung Suwarti Suwarti Swarsi Rahayu, Enni Talitha Widiatningrum Tefarani, Rahmadyan Trida Ridho Fariz Tyas Agung Pribadi, Tyas Agung Ulfa, Dwi Mariana WA, Pradyna Niata Wahid Aksin Budi NS Wahyuningsih, Penny Watoni, Edi Satria Wicaksono, Maulana Malik Widyaningrum, Priyantini Wiyanto Wiyanto Woro Sumarni Wulan, Intan Nawang Wuryadi Wuryadi Wuryadi Wuryadi Yesy Milda Paula Pratama Yulalifah, Lilif Yustinus Ulung Anggraito Zubail, Dien Rosiana Zuhrotunnisa, Asri