Claim Missing Document
Check
Articles

Perkecambahan Benih Tomat (Solanum Lycopersicum L.) Kadaluarsa Pada berbagai Media Semai Menggunakan Alat F&F Manual Germinator Tamara Faradilla; Faisal Faisal; Muhammad Rafli; Muhammad Yusuf Nurdin; Nazimah Nazimah; Nilahayati Nilahayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 2 (2025): Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Juni 202
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan umur kadaluarsa benih dan jenis media semai yang berbeda terhadap viabilitas benih dan vigor benih serta laju pertumbuhan benih tomat. Data menunjukkan bahwa perlakuan umur benih berpengaruh nyata terhadap daya kecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh dan bobot kering kecambah normal. Sementara itu, perlakuan media semai yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap viabilitas dan vigor benih tomat. Selain itu, terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan umur benih dan jenis media yang berbeda terhadap semua parameter viabilitas benih dan vigor benih tomat.
Respon Karakter Agronomi Empat Varietas Kacang Hijau (Vigna radiata L) Terhadap Dosis Pupuk KCl yang Berbeda Chainandro Berutu; Nilahayati Nilahayati; Lukman Lukman; Fadhliani Fadhliani; Jamidi Jamidi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 2 (2025): Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Juni 202
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang hijau merupakan salah satu jenis tanaman kacang-kacangan yang banyak diminati masyarakat Indonesia setelah kedelai dan kacang tanah. Namun, produksi kacang hijau di Indonesia saat ini masih mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan varietas yang kurang sesuai dan rendahnya tingkat kesuburan tanah. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya peningkatan hasil tanaman kacang hijau melalui penggunaan varietas unggul dan pemberian pupuk untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan pemberian pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan produksi kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Desa Pulo Rungkom, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, dari April sampai Juni 2025. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah varietas (Vimil-1, Vima-2, Vima-3, dan Vima-4), dan faktor kedua adalah dosis pupuk KCl (0, 75, dan 150 kg/ha). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 14 HST, klorofil daun, jumlah cabang, umur berbunga, jumlah polong, dan berat 100 biji kering. Berpengaruh nyata pada tinggi tanaman 21 HST. Varietas Vima-2 memberikan hasil terbaik pada berat 100 biji kering, sedangkan Vimil-1 terbaik pada umur berbunga. Pupuk KCl berpengaruh nyata terhadap klorofil daun, umur berbunga, dan berat 100 biji kering. Dosis optimal pupuk KCl yaitu 75 kg/ha pada peubah klorofil dan dan berat 100 biji kering. Tidak terdapat interaksi antar kedua perlakuan.
Aplikasi Paklobutrazol dan Sukrosa Terhadap Pertumbuhan Umbi Mikro Kentang (Solanum tuberosum L.) Secara in vitro Dzaky Ananta; Lukman Lukman; Selvy Handayani; Laila Nazirah; Nilahayati Nilahayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Vol 4, No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Septembe
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi paklobutrazol dan sukrosa terhadap pembentukan umbi mikro kentang (Solanum tuberosum L.) secara in vitro. Permasalahan utama dalam budidaya kentang adalah rendahnya kualitas benih akibat penggunaan benih turunan yang rentan penyakit. Teknik kultur jaringan menjadi alternatif untuk menghasilkan bibit berkualitas dalam waktu relatif singkat. Keberhasilan pembentukan umbi mikro dipengaruhi oleh zat pengatur tumbuh dan sumber karbon seperti sukrosa. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada Oktober–Desember 2024 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah paklobutrazol dengan tiga taraf (0, 5, dan 10 mg/L), sedangkan faktor kedua adalah sukrosa (30, 60, dan 90 g/L). Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 10 ulangan sehingga diperoleh 90 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif dan pembentukan umbi mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paklobutrazol berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, waktu tumbuh tunas, jumlah nodus, jumlah akar, dan jumlah umbi per planlet. Konsentrasi terbaik adalah 5 mg/L. Sementara itu, sukrosa berpengaruh terhadap waktu tumbuh tunas dan jumlah akar, dengan konsentrasi terbaik 90 g/L. Interaksi kedua perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata pada sebagian besar variabel. Kombinasi perlakuan terbaik dalam mempercepat pembentukan umbi mikro adalah paklobutrazol 5 mg/L dan sukrosa 90 g/L, dengan waktu pembentukan umbi tercepat pada 42 hari setelah tanam. Hasil ini menunjukkan bahwa pengaturan konsentrasi paklobutrazol dan sukrosa dapat meningkatkan efisiensi produksi benih kentang secara in vitro.
Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Komponen Hasil Beberapa Varietas Jagung Pulut (Zea mays var. Ceratina) Nova Mauliana; Nilahayati Nilahayati; Safrizal Safrizal; Selvy Handayani; Fadhliani Fadhliani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung pulut merupakan komoditas pangan potensial dengan kandungan amilopektin tinggi dan tekstur pulen yang disukai, namun produktivitasnya masih relatif rendah. Peningkatan produksi dapat dilakukan melalui penggunaan varietas unggul dan aplikasi zat pengatur tumbuh (ZPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa varietas jagung pulut dan pemberian ZPT terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian dilaksanakan di Desa Reuleut Timu, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, pada Desember 2024 hingga Maret 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah varietas: URI (V1), Rasanya F1 (V2), Jantan F1 (V3), dan Jutawan F1 (V4). Faktor kedua adalah ZPT: 0 ml/l air (Z0), 6 ml/l air (Z1), dan 12 ml/l air (Z2). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, klorofil daun, panjang tongkol (dengan dan tanpa kelobot), berat tongkol (dengan dan tanpa kelobot), jumlah baris per tongkol, dan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap sebagian besar parameter, dengan varietas terbaik adalah Jutawan F1 (V4). Pemberian ZPT berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, klorofil daun, dan panjang tongkol berkelobot, dengan perlakuan terbaik pada konsentrasi 12 ml/l air (Z2). Terdapat interaksi antara varietas dan ZPT pada tinggi tanaman dan klorofil daun. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi varietas unggul dan ZPT efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung pulut.
Respon perkecambahan dan estimasi nilai LD50 mutagen sodium azide pada benih kedelai galur M.1.1.3 Istover Suyansyah; Nilahayati Nilahayati; Hafifah Hafifah; Rd. Selvy Handayani; Laila Nazirah
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25770

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merrill) merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia dengan kebutuhan rata-rata 2,2 juta ton per tahun, namun 67,99% di antaranya masih dipenuhi melalui impor. Upaya peningkatan produksi kedelai dapat dilakukan dengan perbaikan varietas melalui pemuliaan mutasi. Penentuan lethal dose 50 (LD₅₀) merupakan tahap penting dalam induksi mutasi untuk memperoleh konsentrasi mutagen yang efektif. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai LD50 mutagen sodium azide (SA) pada benih kedelai galur M.1.1.3. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada Juni–September 2023. Benih kedelai galur M.1.1.3 direndam dalam larutan SA dengan enam konsentrasi (0, 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm) selama 4 jam, kemudian disemai pada media tanah : pasir : pupuk kandang (1:1:1). Peubah yang diamati meliputi persentase perkecambahan dan tinggi bibit pada umur 7 dan 14 HST. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak Curve Expert 1.4 untuk menentukan nilai LD₅₀ sodium azide pada benih kedelai galur M.1.1.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perkecambahan tertinggi terdapat pada kontrol (0 ppm) sebesar 93,33%, sedangkan pada konsentrasi 10 ppm hanya 6,66%. Perlakuan mutagen SA 10 ppm mengakibatkan kematian semua kecambah kedelai galur M.1.1.3 pada umur 14 HST. Analisis kurva regresi menghasilkan nilai LD₅₀ pada konsentrasi SA sebesar 5,56 ppm. Nilai ini menunjukkan bahwa konsentrasi efektif sodium azide yang berpotensi menghasilkan mutasi terletak sedikit di bawah 5,56 ppm. Temuan ini dapat dijadikan dasar dalam menentukan konsentrasi mutagen yang tepat pada program pemuliaan kedelai melalui induksi mutasi dengan sodium azide.
Genotype-dependent response of soybean (Glycine max L.) to the vermicompost application in the lowland agroecosystem Naja Ananda Putri; Nilahayati Nilahayati; A. G. Rosnina
Agrium Vol. 23 No. 1: March 2026
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v23i1.26508

Abstract

Soybean (Glycine max L.) productivity in Indonesia remains insufficient to meet national demand, necessitating improvements in both genetic potential and nutrient management strategies. This study aimed to evaluate the growth and yield performance of four soybean genotypes under different vermicompost doses in lowland agroecosystems. The experiment was conducted in Paloh Lada Village, Dewantara District, North Aceh, using a factorial randomized block design with two factors: four soybean genotypes (Anjasmoro, Dena 1, Denasa 2, and M.1.1.3 line) and three vermicompost doses (0, 5, and 10 t ha⁻¹). Data were analyzed using ANOVA followed by Duncan’s Multiple Range Test at 5% significance level. Results showed that genotype significantly affected all observed variables except leaf area. The M.1.1.3 line consistently produced the highest yield (up to 4.12 t ha⁻¹, compared with 10 t ha⁻¹ vermicompost). Vermicompost application significantly increased plant height, root nodules, filled pods, seed weight per plant, seed weight per plot, and yield. Significant genotype × vermicompost interactions were observed for plant height, nodulation, seed weight, and yield. The optimal dose was 10 t ha⁻¹. These findings demonstrate that integrating responsive genotypes with appropriate organic fertilization enhances soybean productivity in lowland environments.
Gamma-ray irradiation alters the morphology, anatomy and agronomic characters of the groundnut (Arachis hypogaea) bison cultivar in M1 generation NILAHAYATI NILAHAYATI; RD. SELVY HANDAYANI; NAZIMAH NAZIMAH; NENI NENI; DIMAS SAPUTRA
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 25 No. 11 (2024)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d251117

Abstract

Abstract. Nilahayati, Handayani RS, Nazimah, Neni, Saputra D. 2024. Gamma-ray irradiation alters the morphology, anatomy and agronomic characters of the groundnut (Arachis hypogaea L.) bison cultivar in M1 generation. Biodiversitas 25: 4179-4189. Groundnut is the world's most important agricultural commodity, serving as a major source of protein and vegetable oil. Enhancing the genetic diversity of groundnuts is essential for improving yield, early maturity and environmental resistance such as drought tolerance. This study aims to determine the effect of gamma irradiation on the morphological and agronomic diversity of bison groundnut cultivar in the M1 generation. Gamma irradiation was carried out at the Radiation Process Technology Research Center, National Research and Innovation Agency of Indonesia, Jakarta. This research was designed using a single-factor Randomized Complete Block Design. The dose of gamma irradiation was 0 Gray (Gy), 100 Gy, 200 Gy, and 300 Gy, with three replications. Consequently, there were a total of 12 experimental units. We generated 600 groundnut plants in total. The observed variables included morphological diversity such as variation in leaf, stem, seed color and seed shape. The agronomic variability was recorded to the seed growth percentage, plant height, number of branches, flowering age, harvesting age, number of pods, number of empty pods, dry pod weight per plant, dry seed weight per plant, 100 seed weight per plot, dry seed weight per plot, length, width, and number of leaf stomata. The results showed that gamma irradiation treatment induced morphological and agronomic changes in the bison groundnut cultivar. Morphological changes included alterations in leaf color, pod shape, and seed coat color. Higher doses of gamma irradiation can negatively impact certain agronomic traits such as plant height and yield, beginning at 200 Gy, but at 100 Gy all parameters slightly increased. Higher dose of gamma irradiation also delayed the flowering and harvesting time. Further studies are also needed to evaluate the heritability of these traits in the M2 generation to ensure the stability of desirable traits.
Agronomic diversity of several soybean putative mutant lines resulting from gamma-rays irradiation in M6 generation NILAHAYATI NILAHAYATI; NAZIMAH NAZIMAH; RD. SELVY HANDAYANI; JAKA SYAHPUTRA; MUHAMMAD RIZKY
Nusantara Bioscience Vol. 14 No. 1 (2022)
Publisher : Smujo International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/nusbiosci/n140104

Abstract

Abstract. Nilahayati, Nazimah, Handayani RDS, Syahputra J, Rizky M. 2022. Agronomic diversity of several soybean putative mutant lines resulting from gamma-ray irradiation in M6 generation. Nusantara Bioscience 14: 34-39. Soybean is one of the foremost commodities for Indonesian people. Therefore, increasing domestic production must continue to be pursued absolutely. One way to do this is to use the assembly technology of new superior varieties with better and adaptive properties. This study aims to determine the agronomic diversity and yield of soybean putative mutant lines resulting from gamma irradiation in M6 ??generation. The research was conducted in Paloh Lada Village, Dewantara Subdistrict, Aceh Utara District, Indonesia, from July 2021 to October 2021. The tested genotypes consisted of 8: Kipas Putih variety (parent variety), Anjasmoro variety (comparison variety), M.1.1.3, M.5.2.1, M.5.2.3, M.1.1.8, M.1.1.9, and M.1.1.17 mutant lines. The results showed that the agronomic diversity of the tested mutants differed from the parents and comparison variety. In addition, we obtained early maturity and high yielding mutant in the M7 ??generation. The mutant line with a high yield and equivalent to its parents was M.1.1.8, with a production of 4.37 tons.ha-1. Mutant lines with early maturity were M.1.1.9, M.5.2.1, and M.1.1.3 lines with a harvesting age of 83 days after planting (DAP).
Edukasi Lingkungan Sejak Dini: Sosialisasi Peran Pohon dalam Mencegah Banjir di Desa Reuleut Timu, Aceh Utara Laila Nazirah; Nilahayati Nilahayati; Ichsan Ichsan; Irma Yurni; Latifah Latifah; Zurahmi Wirda
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 3 (2026): Januari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/8d9g4817

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran lingkungan anak usia dini mengenai peran pohon dalam mencegah banjir melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Program dilaksanakan pada 8 Desember 2025 di Desa Reuleut Timu, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, wilayah yang tergolong rawan banjir akibat curah hujan tinggi dan berkurangnya tutupan vegetasi. Pelaksanaan kegiatan melibatkan dosen Universitas Malikussaleh, anak usia dini, serta orang tua sebagai bentuk kolaborasi keluarga dan komunitas. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif menggunakan media visual dan cerita, permainan edukatif, praktik penanaman bibit pohon, serta diskusi reflektif bersama orang tua. Evaluasi dampak program dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner wawancara sederhana yang disesuaikan dengan kemampuan komunikasi anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak tentang hubungan antara pohon, air hujan, dan risiko banjir, yang tercermin dari perbedaan skor pre-test dan post-test serta perubahan respons verbal anak selama kegiatan. Keterlibatan orang tua berperan penting dalam memperkuat internalisasi nilai peduli lingkungan di tingkat keluarga. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan sejak dini berbasis partisipasi masyarakat efektif sebagai upaya mitigasi banjir jangka panjang dan mempertegas peran Universitas Malikussaleh dalam mendukung pembangunan ketahanan lingkungan masyarakat di Aceh Utara.
Respon Pemberian Pupuk Anorganik dan Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) Muhammad Assiddiqi; Jamidi; Laila Nazirah; Halim Akbar; Nilahayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/7vn5g285

Abstract

Peningkatan produktivitas padi nasional saat ini menghadapi berbagai kendala, seperti penurunan kualitas lingkungan, rendahnya efisiensi penggunaan input produksi, serta adanya cekaman biotik dan abiotik yang dapat menurunkan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian pupuk anorganik dan organik terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas padi. Penelitian ini menggunakan metode rancangan petak terbagi (RPT) dalam RAK dengan dua faktor perlakuan yaitu jenis pupuk (P) dan varietas (V). Faktor 1 Jenis Pupuk terdiri dari 4 taraf yaitu, P1 (Pupuk NPK 40 g/plot), P2 (Pupuk kandang sapi 4 kg/plot), P3 (Pupuk kandang ayam dosis 4 kg/plot), P4 (Pupuk kandang kambing 4 kg/plot) dan Faktor 2 Varietas terdiri dari 4 taraf yaitu, V1 (Varietas Cigeulis), V2 (Varietas Ciherang), V3 (Varietas Inpari 32), V4 (Varietas Mustajab). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jenis pupuk menunjukkan perbedaan pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Hal tersebut dapat dilihat peningkatan jumlah anakan umur 40 HST-panen, luas daun umur 20 HST-panen, jumlah daun umur 20 HST-panen, berat gabah per rumpun, dan produksi gabah kering. Hasil terbaik didapatkan pada perlakuan pupuk NPK 40 gram/plot. Penggunaan varietas menunjukkan perbedaan pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan tinggi tanaman umur 20-80 HST, jumlah anakan umur 20 HST-panen, luas daun umur 20 HST, berat gabah per rumpun, bobot 1000 butir gabah, dan produksi gabah kering. Hasil terbaik didapatkan pada perlakuan varietas Mustajab.
Co-Authors A. G. Rosnina A.G, Rosnina A.S, Dicky Adi S Afnan, Afnan Ainaya, Ainaya Aisah Amini Al Usrah, Cut Rizka Alfikri, Muhammad Sani Anak Agung Gede Sugianthara Annisa, Kholilah Arbi, Dwiki Prahdano Atika Suri Baidhawi Baidhawi Baiti, Nurisna Chainandro Berutu Desi Ariani Dewi Sartika A DIMAS SAPUTRA Dzaky Ananta Eva Darnila Eva Yuliana, Cut Fadhliani Fadhliani Fadhliani Fadhliani Fadli Fadli Faisal Faisal Faisal Faisal Febry Ananda, Nurul Fuadi Fuadi Fuadi Fuzari, Razul G. Gunawan Gemasih, Melati H, Safrida Hafidhah, Siti Hafifah Hafifah Hafifah Hafifah Hafifah, Hafifah Halim Akbar Halimatun Sakdiah Purba Handayani, Rd Selvy Handayani, Rd Selvy Harianja, Ayu Anggraini Herri Mahyar Huswaton, Huswaton Ichsan Ichsan Ichsan Ihda Nikmah Inayatillah, Aufa Irawan, Gusti Irawan, Mulia Dwi Nurul Irma Yurni Islamy, Jalin Atma Ismadi Ismadi Ismadi Ismadi Istover Suyansyah JAKA SYAHPUTRA Jamidi Jamidi Jamidi Jamidi, Jamidi Jeffri, Ary Kembaren, Emmia Tambarta Khaidir Khaidir Khaidir Khaidir, Khaidir Khairun Nisa Khalidi, M. Al Laila Nazirah Laila Nazirah Laila Nazirah Laila Nazirah Laila Nazirah Latifah Latifah Lollie Agustina P. Putri Lubis, Uchti Nuzul Qhinanti Lukman Lukman Lukman Lukman Mahdaliana, Mahdaliana Maisura Maisura Mauliza, Mauliza Meutia, Indah Mira Humaira Molina, Rizka Mora, Yun Fita Muhamad Yusuf, SE., M.Si. MUHAMMAD RIZKY Muhammad Assiddiqi Muhammad Daud Muhammad Rafli Muhammad Ridho Muhammad Rivai muhammad rizky, muhammad Muhammad Yusuf Nurdin Muiz, Kharendra Naja Ananda Putri Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasrun Liwanza Nazimah Nazimah Nazimah Nazimah NAZIMAH NAZIMAH NENI NENI Nova Mauliana Nunsina, Nunsina Nurdin, Muhammad Yusuf Nurwahdani, Syarifah P, Asyifa Pratama, Joe Rachma Perdani, Wahyu Rafli, Muhammad Rahma Elfiza, Dilla Rahmayanti Rahmayanti Ramadania Ramadania, Ramadania Ramadhani, Almuna Rd Selvy Handayani RD. SELVY HANDAYANI Rd. Selvy Handayani Rd. Selvy Handayani Rd. Selvy Handayani Rosnina nina A.G Safrizal Safrizal Safrizal Safrizal Safrizal Safrizal Safrizal Safrizal Salahuddin Salahuddin Saragih, Negi Prianda Sayed Fachrurrazi Selvy Handayani Septiarini Zuliati Sintia Ningrum Siregar, Eka Pratika Duri Siregar, Nadya Karisda Siti Aisyah Siti Khalijah Afni Siti Nurhalizah Tambunan Tamara Faradilla Taufiqurrahman Taufiqurrahman Tristiana, Eni Usnawiyah Wirda, Zurahmi Yulia, Eva Yusra Yusra, Yusra Zainuddin Harahap Zaiyanti, Arina Zia, Khaliza Zurahmi Wirda Zurrahmi Wirda Zurrahmi Wirda