Claim Missing Document
Check
Articles

Konsumerisme dalam Perspektif Jean Baudrillard Bakti, Indra Setia; Nirzalin, Nirzalin; Alwi, Alwi
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v13i2.15925

Abstract

Consumerism has revealed its form. The existence of the ideology has caused ridicule and even opposition from some groups of society, while some other groups support and make it a way of life. But times seem to influence more and more people to choose the consumerist path. Indications that support this argument can be seen from the phenomenon of society making material ownership a measure of success. This article explores consumerism in Jean Baudrillard's perspective using the literature study method. Several references such as books and journals and both written directly by Baudrillard and the works of other authors on the same theme. Baudrillard's three early works brought this study to the discussion of the concept of sign-values and simulation which had made a major contribution to the development of the sociology of consumption studies.AbstrakKonsumerisme sudah menampakkan wujudnya. Keberadaan paham ini memunculkan cemoohan bahkan penentangan dari sebagian pihak, sementara sebagian pihak yang lain justru mendukung dan menjadikannya sebagai cara hidup. Namun perjalanan waktu tampaknya menggoda semakin banyak orang untuk memilih jalan konsumeris. Indikasinya dapat dibaca dari kepemilikan komoditas tertentu sebagai ukuran kesuksesan hidup. Artikel ini mengupas tentang konsumerisme dalam perpektif Jean Baudrillard dengan menggunakan metode studi pustaka. Sejumlah referensi seperti buku dan jurnal dijadikan rujukan, baik karya yang ditulis langsung oleh Baudrillard maupun karya-karya penulis lain dalam tema yang sama. Tiga karya awal Baudrillard membawa studi ini mengerucut pada konsep nilai-tanda dan dunia simulasi yang telah memberi kontribusi besar dalam pengembangan ranah studi sosiologi konsumsi.
Economic Empowerment of the Coastal Society: A Case Study of Ujoeng Pacu Village, Muara Satu District, Lhokseumawe - Aceh Nirzalin, Nirzalin
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v13i2.15953

Abstract

The various policies of the Indonesian government in the maritime sector have objectively succeeded in increasing the production and export value of the Indonesian fish trade in the world. The 2017 statistics, for example, show Indonesia's exports in the fisheries sector reached 979,910 tons of fish with a value of 4.09 billion US dollars. However, the amount of income in the fisheries sector only succeeded in making prosperous capital owners (toke) and contractors who obtained various infrastructure development projects. Fishermen and coastal communities actually remain in poverty. In 2017, 34% of fishermen and coastal communities were in poverty. The process of strengthening the welfare of fishermen and coastal communities can actually be done through economic empowerment programs by involving mentoring from academics across scientific disciplines. Based on the case of the empowerment of the coastal community of Ujoeng Pacu village, Lhokseumawe, this article shows the complexity of reality as well as the success of the Ujoeng Pacu community empowerment process that previously lived in the war economy and the drug economy turned into a productive economy through the cultivation of soft shell crabs and tiger shrimp with polyculture techniques.AbstrakPelbagai kebijakan pemerintah Indonesia di sektor kelautan secara objektif telah berhasil meningkatkan nilai produksi dan ekspor perdagangan ikan Indonesia di dunia. Statistik 2017, misalnya, menunjukkan ekspor Indonesia di sektor perikanan mencapai 979.910 ton ikan dengan nilai 4,09 miliar dolar AS. Namun, jumlah pendapatan di sektor perikanan yang melimpah itu secara objektif pula hanya berhasil memakmurkan pemilik modal (toke) dan kontraktor yang memperoleh pelbagai proyek pembangunan infrastruktur disektor maritim. Sementara, nelayan dan petani dikawasan pesisir tetap miskin. Faktanya, pada 2017 pula, 34% masyarakat nelayan dan petani pesisir berada dalam kemiskinan. Proses penguatan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir sebenarnya dapat dilakukan melalui program pemberdayaan ekonomi dengan melibatkan pendampingan dari akademisi lintas disiplin ilmu. Berdasarkan kasus pemberdayaan masyarakat pesisir desa Ujoeng Pacu, Lhokseumawe- Aceh, artikel ini menunjukkan bagaimana melalui proses pemberdayaan yang dilakukan secara intensif, masyarakat Ujoeng Pacu yang sebelumnya hidup dalam ekonomi perang dan ekonomi narkoba perlahan berubah menjadi produktif melalui teknik budidaya polikultur kepiting cangkang lunak (Soka) dan udang windu
Mendamaikan Aktor dan Struktur dalam Analisis Sosial Perspektif Teori Strukturasi Antony Giddens Nirzalin, N
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia keilmuan sosiologi dalam analisis-analisisnya terjerembab kedalam kebekuan teoritis. Jika tidak terperangkap ke dalam mazhab fenomenologisme maka iaterpasung dalam strukturalisme. Mazhab fenomenologisme di satu sisi menempatkan aktor sebagai dewa yang mampu mewujudkan sendiri semua tindakan-tindakannya. Maka para sosiolog yang tergabung dalam mazhab teoritis ini dalam bahasanya Weber selalu berusaha mencari motif apa dibalik tindakan aktor. Sebaliknya disisi lain penganut paham strukturalisme menempatkan aktor seperti robot yang dikendalikan oleh remote kontrol. Remote kontrol itu adalah struktur atau fakta sosial dalam bahasanya Durkheim. Aktor individu yang terpasung, tidak kreatif dan hanya bertindak berdasarkan apa yang diinginkan oleh struktur atau fakta sosial. Maka para sosiolog yang semazhab dengan strukturalisme ini dalam analisisnya terhadapfenomena sosial selalu berusaha menelusuri struktur dan norma-norma sosial seperti apa yang mempengaruhi aktor. Giddens menilai kedua mazhab ini menggunakan kacamata kuda (hanya mampu melihat satu arah) dalam analisis sosialnya. Akibatnya mereka tidak mampu memahami realitas sosial secara utuh dan komprehensif. Untuk mengatasi problem teoritis dari kedua mazhab teoritik yang dominan dalam ranah sosiologi ini, Giddens kemudian menawarkan teorinya yang dinamakan teori strukturasi. Apa itu teori strukturasi?. Bagaimana kerangka epistemologi teori ini dalam memahami realitas sosial?. Kedua pertanyaan itulah yang akan dijawab dan dikupas dalam tulisan ini. Kata Kunci : Strukturasi, Fenomenologisme, Strukturalisme
Pendampingan Kelompok Maju Bersama dalam Upaya Memproduksi Benih Ikan Lele Mutiara (Clarias sp) Hartami, Prama; Nirzalin, Nirzalin; Martina, Martina; Hatta, Muhammad; Rafi, Muhammad; Zuraida, Zuraida; Rizki, Muhammad
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 7 No 2 (2023): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v7i2.2285

Abstract

Kegiatan pembenihan merupakan upaya yang dilakukan untuk memproduksi benih agar tidak terjadi ketergantungan stok pada suplier benih, sehingga kegiatan pembesaran ikan lele tidak mengalami kendala produksi yang diakibatkan oleh keterbatasan benih atau mahalnya harga benih untuk ukuran tertentu. Hal inilah yang dilakukan oleh Tim Pengusul kepada Mitra yang tergabung dalam Kelompok Usaha Maju Bersama di Gampong Blang Kubu, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Tujuan pengebdian ini adalah untuk membantu kelompok mitra agar mampu menyediakan benih secara mandiri untuk kebutuhan pembudidayaan ikan lele bagi para anggota dan masyarakat sekitar yang tertarik untuk terlibat dalam usaha pembesaran ikan lele. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan mulai tanggal 05 September hingga 05 November 2022 menggunakan metode deskriptif kualitatif pada kegiatan pembenihan ikan lele mutiara melalui induced spawning. Tahapan kegiatan pendampingan ini meliputi hal-hal seperti penyediaan induk unggul, persiapan wadah, perawatan induk, seleksi induk, dan proses pemijahan yang dilakukan. Hasil pendampingan khusus kepada mitra didapatkan bahwa banyak dukungan penuh yang diberikan kepada tim pelaksana agar target yang ingin dicapai bisa terlaksana secara optimal, hal ini terlihat dari banyak fasilitas yang dimiliki mitra dapat secara penuh dimanfaatkan oleh tim pengusul.
Pemberdayaan Masyarakat di Gampong Paloh Lada untuk Optimalisasi Produksi Kepiting Bakau dan Ikan Berbasis Tingkat Tropik di Masa Pandemi Covid 19 Hartami, Prama; Nirzalin, Nirzalin; Khalil, Munawwar
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v1i1.6536

Abstract

Pandemi Covid 19 yang melanda seluruh dunia memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat terutama kesulitan dalam hal memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk membatasi aktivitas masyarakat keluar rumah. Pembatasan ini sangat dirasakan oleh masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap yang kesehariannya harus berinteraksi dengan orang banyak untuk dapat menghasilkan uang guna memenuhi kebutuhan hariannya. Tujuan dari kegiatan pendampingan ini ialah untuk memberikan kesempatan dan peluang usaha bagi masyarakat terdampak Pandemi Covid 19 dan bagi pemilik lahan program ini bertujuan sebagai sharing informasi baru dalam memaksimalkan lahan tambak yang ada dengan sistem Trophic Level Based Aquaculture. Tahap pelaksanaannya dengan memilih satu komoditas yang bernilai ekonomis tinggi dengan periode produksi yang cepat dan disertai dengan memelihara komoditas lain sebagai pendukung tetapi tidak saling mengganggu. Sehingga pada saat panen, pembudidaya dapat memproduksi lebih dari satu atau bahkan empat komoditas untuk dijual di pasar sehingga mampu memberikan tambahan penghasilan. Adapun metode pendampingan ini bersifat learning by doing artinya semua yang terlibat dalam pendampingan mempraktekkan sistem budidaya tersebut secara bersama-sama di lapangan. Program ini akan dimulai dengan penetapan peserta yang akan dilakukan pendampingan, pemilihan lahan potensial yang dimiliki masyarakat petambak, pelatihan teknis budidaya dengan sistem Trophic Level Based Aquaculture, persiapan lahan, pemilihan komoditas unggulan, pemeliharaan komoditas hingga panen, pemasaran dan manajemen modal usaha untuk periode pemeliharaan selanjutnya. Hasil dari program pendampingan ini diharapkan bisa menjadi bench marking bagi calon pembudidaya dan pemilik lahan lainnya yang ada di sekitar lokasi kegiatan. Selain metode pelaksanaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memaksimalkan lahan budidaya yang sebelumnya dikelola secara tradisional menjadi lebih optimal serta ramah lingkungan guna mencapai target budidaya yang berkelanjutan. Hasil kegiatan pendampingan ini akan disebarluaskan melalui publikasi ilmiah pada jurnal pengabdian masyarakat, media online atau disajikan pada seminar nasional dan laporan pengabdian yang akan didaftarkan pada HKI.
Dynamics of Survival Strategy of Oil Palm Loading and Unloading Workers in Dasan Raja, Kota Subulussalam Maya Sari; Nirzalin; Rizki Yunanda; Mursyidin; Muh. Fahrudin Alawi
Jurnal Transparansi Publik (JTP) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Transparansi Publik (JTP) - May 2025
Publisher : Program Magister Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtp.v5i1.19619

Abstract

This study examines the Survival Strategy of Palm Oil Factory Workers (Case Study in Dasan Raja Village, Penanggalan District, Subulussalam City). The income of palm oil factory workers in Dasan Raja Village is not sufficient to meet family needs but they continue to work as palm oil workers in the village and through activities as a survival strategy. The focus of the problem in this study is the survival strategy of palm oil workers in Dasan Raja Village, Penanggalan District, Subulussalam City in meeting family needs and what causes palm oil workers to continue working in Dasan Raja Village, Penanggalan District, Subulussalam City. This study uses the Theory of Social Action according to Max Weber. The method used in this study is a qualitative research method with a descriptive approach. The results obtained from this study show the Survival Strategy of Palm Oil Workers, namely 1). Looking for Side Jobs, 2) Replacing Shifts 3). The Role of Other Family Members and 4). Utilizing Government Social Assistance. The reasons why palm oil stevedores continue to work are 1). Higher Wages and Lower Deductions 2). Limited Education and Skills 3). Social Relations and 4). Close to Home and Not Wanting to Migrate.
Pariwisata Terpadu Berbasis Mitigasi Bencana Tsunami Melalui Strategi Community Based Tourism di Gampong Nusa Rizki, Muhammad; Nirzalin, Nirzalin; Maliati, Nulwita; Suadi, Suadi; Nasution, Abdullah Akhyar; Mursyidin, Mursyidin
Jurnal Community Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jcpds.v10i2.9843

Abstract

Nusa Tourism Village is a unique tourist village because this tourist village originates from the experience of the tsunami natural disaster. So that tourism practice is not only based on attractions and consumption but also contains tsunami disaster mitigation values. This research aims to analyze the integration of tourism and tsunami disaster mitigation in Gampong Nusa, Aceh Besar. The research location was carried out in the Nusa Tourism Village, Lhoknga District, Aceh Besar Regency. The research method used is qualitative with a case study approach. The research results show that there are three tourism programs that contain tsunami disaster mitigation values, namely homestays, handicrafts, and hiking, which not only provide tourism experiences but also provide education about disaster preparation and mitigation. Through folklore, personal experiences, and evacuation locations, this program combines cultural aspects, practical experiences, and learning in disaster mitigation. The concept of Community-Based Tourism (CBT) in Gampong Nusa not only emerged as a tourism strategy but also as a form of community solidarity in rebuilding villages after the tsunami disaster. The proposed new theory, namely the "integration model," highlights the active involvement of the community in supporting tourism and disaster mitigation programs, even without being directly involved in the formal tourism system.
The Role of Family in the Socio-Economic Resilience of Former Drug Dealers in Aceh Fakhrurrazi , Fakhrurrazi; Yunanda, Rizki; Nirzalin , Nirzalin; Zawil Kiram, Muhammad
Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol. 17 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v17i2.27970

Abstract

This study examines the role of families in the socio-economic resilience of former drug dealers in Ujong Pacu, Lhokseumawe city. In many cases, former drug dealers return to drug dealers after they are released from prison. However, in Ujong Pachu, former drug dealers are able to survive not returning to become drug dealers even though they often receive persuasive invitations and threats to return to being active in drug networks. This study aims to find the role of families in the socio-economic resilience of ex-drug dealers in Ujong Pacu, which can be used as a reference for the transformation process of ex-drug dealers in other regions, especially in Indonesia. Data collection was carried out through observation, in-depth interviews, focus group discussions (FGD) and the use of documents. The results of this study show that since 2015, collective efforts in Gampong Ujong Pacu to eradicate drugs through collaboration between community leaders, Teungku Dayah, local government and family roles have succeeded in creating a safer environment by breaking the chain of drug spread and supporting social recovery. Rehabilitation programs, job provision, and emotional support play an important role in the integration of former dealers into society. However, challenges remain, especially in terms of financial stability and social support for individuals who are still struggling, demonstrating the need for a more holistic and sustainable approach.
Poor Families' Dependence on Government Social Assistance Programs in Stabat Lama Barat Village Rossa Meilani Putri; M. Nazaruddin; Nirzalin; Cut Rizka Al Usrah; Alwi
Jurnal Transparansi Publik (JTP) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Transparansi Publik (JTP) - November 2025
Publisher : Program Magister Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtp.v5i2.11869

Abstract

This research aims to determine the Dependence of Poor Families On Government Social Assistance Programs (Case Study in Mekar Sari Hamlet, Stabat Lama Barat Village, Wampu District, Langkat Regency). The focus of this study includes social and economic dependence as well as the factors that cause poor families to rely on social assistance. This research uses a qualitative method with a descriptive approach to comprehensively describe the social reality of the beneficiaries. The theory used is the Habitus theory proposed by Pierre Bourdieu. The results show that community dependence occurs not only in the economic aspect but also extends to social and structural realms. Social assistance programs such as PKH, BPNT, BLT-DD, replacing the role of work productivity and forming a passive mindset. The factors causing dependency include job and income instability, low levels of education and skills, the absence of sustainable empowerment programs, and consumer-oriented aid policies. The impact of dependence on social assistance makes people have a dependent attitude by maintaining poor status in order to continue receiving assistance. Analysis through the theory of Habitus shows that the lived experience in conditions of persistent scarcity creates habits and passive mindsets that are passed down through generations. This habitus is difficult to change without strong structural intervention from the government through comprehensive and sustainable community empowerment programs.