Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Lesson Study Cooperatif Learning Pendekatan Saintifik Sebagai Upaya Meningkatkan Kemandirian dan Tanggung Jawab Siswa dalam Pembelajaran IPS Kelas VII SMP 1 Narmada Hairil Wadi, Syafruddin, Sukardi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2019): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.066 KB) | DOI: 10.29303/jipp.v4i2.95

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan Lesson Study Cooperatif Learning  pendekatan saintifik untuk meningkatkan kemandirian dan tanggung jawab siswa dalam pembelajaran IPS kelas VII di SMP 1 Narmada. Adapun metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahapan  yaitu, plan, do, dan see. Penerapannya dalam dua kali putaran. Putaran pertama 2 siklus, putaran kedua 2 siklus. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII E dan F di SMP Negeri 1 Narmada. Analisa data dilakukan  analisis deskriptif kualitatif tiga proses, yaitu: analisis mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Putaran 1 keterlaksanaan Lesson study siklus 1 84.62 % , siklus 2 100 %. Penerapan  Cooperatif Learning tipe Jigsaw pendekatan saintifik siklus 1  29, 23 %, siklus 2 35,52 %. Keterlaksanaan kemandirian dan tanggung jawab siklus 1 28.86 %, siklus 2 32.19 %. Respon siswa terhadap sintak pembelajaran siklus 1 3.18 %, siklus 2 3.79 %. Putaran 2 keterlaksanaan Lesson study siklus 1 76,92, siklus 2 100 %. Penerapan  Cooperatif Learning tipe STAD pendekatan saintifik siklus 1 32,19 %, siklus 2 35,52 %. Keterlaksanaan kemandirian dan tanggung jawab siklus 1 32,56 %, siklus 2 35.89 %. Respon siswa terhadap sintak pembelajaran siklus 1 3,70 %, siklus 2  3.89 %.Kata kunci : Lesson Study, Cooperatif  Learning, Mandiri, tanggung jawab, IPS
Peranan Pendidikan Gender Dan Kesehatan Keproduksi Untuk Mencegah Terjadinya Pernikahan Usia Dini (Pendidikan Dan Penyuluhan Pada Siswa MTS Di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara) Syafruddin Syafruddin; Hamidsyukri ZM; Hairil Wadi; Rispawati Rispawati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.461 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diberi judul “urgensi pendidikan Gender di Sekolah untuk mencegah terjadinya pernikahan usia dini (pendidikan dan Penyuluhan pada siswa MTs di Kabupaten Lombok Utara). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi yang memprihatinkan tentang kecenderungan tingginya angka pernikahan usia dini dan masih rendahnya pemahaman tentang gender dan pendidikan kesehatan reproduksi. Kegiatan ini dilakukan melalui jalur pendidikan formal berupa pembelajaran model pendidikan gender dan dampak sosio-biologis dari terjadinya pernikahan usia dini. Pendekatan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan, simulasi dan metode penyelesaian masalah. Penyuluhan digunakan untuk menyampaikan konsep-konsep gender dan pendidikan gender. Sementara metode penyelesaian masalah dilakukan agar siswa peka terhadap masalah gender dan pernikahan usia dini sehingga siswa sadar dan berusaha mencegah terjadinya pernikahan usia dini.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA ANAK DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS MANDALIKA Syafruddin Syafruddin; Ni Made Novi Suryanti; Nursaptini Nursaptini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11218

Abstract

ABSTRAKArus globalisasi membuat pertukaran budaya antar bangsa sangat cepat, oleh karena itu generasi muda sangat perlu karakter berbasis kearifan lokal yang dapat dijadikan alat filter  dalam menerima budaya asing. Penanaman karakter terutama melalui sekolah merupakan salah satu alternatif yang efektif dilakukan. Namun yang terjadi di lapangan masih banyak terdapat siswa belum memahami tentang kearifan lokal yang dimiliki dan siswa perlu mendapatkan pemahaman penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat akan memperkenalkan berbagai kearifan lokal budaya asli suku sasak pada peserta didik, sehingga peserta didik dapat mengetahui nilai-nilai kearifan lokal sebagai karakter yang harus dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Teknik yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi beberapa tahapan diantaranya: persiapan dilakukan dengan koordinasi dan sosialisasi kepada mitra pengabdian pada masyarakat. Selanjutnya penyuluhan, kemudian diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian yang sudah dilakukan adalah siswa memahami tentang nilai-nilai kearifan lokal dan siswa mendapatkan pemahaman terkait pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Kata Kunci: pendidikan karakter; kearifan lokal; kawasan ekonomi khusus ABSTRACTThe flow of globalization makes cultural exchanges between nations very fast. Therefore, the younger generation needs characters based on local wisdom that can be used as a filter tool in accepting foreign cultures. Character building, primarily through schools, is an effective alternative. However, what happens in the field is that there are still many students who do not understand local wisdom and students need to gain an understanding of strengthening character education based on local knowledge. The purpose of community service activities is to introduce various local pearls of wisdom of the indigenous Sasak culture to students so that students can know the values of local knowledge as characters that must be understood and applied in everyday life. The technique used in this activity includes several stages including preparation is carried out with coordination and socialization with community service partners. Next is counseling, then discussion and question and answer. Next is counseling, then discussion and question and answer. The results of the service activities that have been carried out are that students understand the values of local wisdom and students get an understanding of character education based on local wisdom. Keywords: character building; local culture; special economic zones
URGENSI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL UNTUK MENCEGAH FAHAM RADIKALISME PADA SISWA SMA DAN MA DI KECAMATAN DOMPU Syafruddin Syafruddin; Masyhuri Masyhuri; Suud Suud
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.637 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i1.1009

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diberi judul “Urgensi Pendidikan Multikultural untuk Mencegah Faham Radikalisme pada Siswa SMA/MA di Kecamatan Dompu”. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena tindakan kekerasan yang sering terjadi di Kabupaten Dompu. Pada kenyataannya secara fakta sosial disadari atau tidak bahwa bangsa Indonesia adalah masyarakat dengan beragam kebudayaan yang kompleks. Keberagaman ini tidak secara otomatis diiringi dengan penerimaan positif oleh sebagian masyarakat. Banyak fakta sejarah yang menunjukkan bahwa fenomena keberagaman ini telah memberikan sumbangan terhadap munculnya berbagai ketegangan sosial baik secara horisontal maupun vertikal. Modal sosial keberagaman kalau tidak dikelola dengan baik akan menjadi hal yang kontra produktif pada upaya untuk menciptkan kehidupan yang damai, harmoni dan toleran, dan akan menjadi hal yang produktif sebagai energi dan atmofsir yang menumbuhkan kesadaran pada sebagian besar masyarakat Indonesia. Masyarakat harus menyadari bahwa keberagaman budaya adalah sesuatu yang diberikan (given), kita harus menerima sebagai suatu word taken for granted atau sesuatu yang sudah menjadi kodrat Tuhan, bukan hal yang artifisialis atau rekayasa sosial. Untuk itu pengabdian pada masyarakat ini akan membahas bagaimana multikultural memberikan sumbangan yang positif pada terjadinya harmonisasi dan solidaritas sosial di dalam masyarakadan dan bukan sebaliknya yaitu terjadinya disharmoni sosial.
PELATIHAN PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SKIM KOMPETITIF NASIONAL BAGI DOSEN FKIP UNIVERSITAS MATARAM Lalu Zulkifli; Syafruddin Syafruddin; Gunawan Gunawan; Aris Doyan; Hikmawati Hikmawati
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2019): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.862 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i4.1527

Abstract

Publikasi ilmiah merupakan kewajiban peneliti atau ilmuwan untuk mengumumkan hasil temuan, simpulan, serta implikasi dari hasil penelitian atau telaah pada publik secara luas, bukan sekedar penghuni rak-rak perpustakaan tanpa dibaca luas oleh publik. Kesulitan dosen maupun mahasiswa dalam publikasi ilmiah adalah rendahnya penelitian yang dilakukan oleh dosen. Salah satu penyebab rendahnya penelitian di kalangan dosen khususnya di lingkungan FKIP Universitas Mataram adalah kurangnya proposal penelitian kompetitif nasional yang lolos seleksi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dosen dalam menyusun proposal kompetitif nasioanl. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu 1) Koordinasi dengan semua pihak terkait, termasuk dekan FKIP Universitas Mataram; 2) Pelatihan tentang penyusunan proposal kompetitif nasional; 3) Pendampingan dalam penulisan proposal; 4) Focus group discussion pada beberapa masalah yang terjadi, solusi dan rencana tindak lanjutnya. Pada tahap ini juga dilakukan evaluasi kegiatan secara menyeluruh. Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta diharapkan dapat membuat pertimbangan skim penelitian kompetitif nasioan, memanfaatkan penetahuan dan informasi untuk mendukung rencana dan kemudahan penyusunan proposal.
PARIWISATA BERBASIS BUDAYA DAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DI KAWASAN KUTA MANDALIKA Syafruddin Syafruddin; Muhamad Ilyas; Ni Made Novi Suryanti; Hairil Wadi; Nurlaili Handayani
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.163 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v4i2.2752

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diberi judul “Pariwisata Berbasis Budaya dan Pendidikan Karakter”. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semakin  progresnya Pembangunan Kawasan Kuta Mandalika yang dijadikan distinasi wisata yang sangat popular di Indonesia. Kontaknya dengan berbagai kebudayaan luar, hal ini dikhawatirkan anak-anak melakukan imitasi dan identifikasi terhadap kebudayaan luar yang membahayakan keberadaan nilai, norma sosial-budaya asli sebagai lokal wisdom. Kegiatan ini dilakukan  melalui jalur pendidikan formal berupa pembelajaran model pendidikan Pariwisata budaya dan pendidikan karakter sisiwa. Pendekatan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan, simulasi dan metode penyelesaian masalah. Simulasi dan Penyuluhan digunakan untuk menyampaikan konsep-konsep pariwisata berbasis budaya dan Nila-nilai Budaya yang terkadung di dalamnya dan apa nilai pendidikan karakter. Sementara metotode penyelesaian masalah dilakukan agar siswa peka terhadap masalah kebudayaan dan nilai pendidikan karakter sehingga siswa sadar dan bangga terhadap kebudayaan sendiri dan berusaha mencegah  dampak negative  dari kebudayaan yang datang dari luar.
Perilaku Imitasi Japanese Club SMAN 1 Mataram Pada J-POP (Japanese Pop) Dina Khaerunnisa; Syafruddin Syafruddin; Imam Malik
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 10 No. 1 (2023): JURIDIKSIAM: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v10i1.358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui dan menganalisis proses imitasi pada J-Pop; (2) Mengidentifikasi dan menganalisis bentuk imitasi pada J-Pop; dan (3) Mengetahui dan menganalisis dampak imitasi pada J-Pop. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dengan cara mengkasifikasikan, menginterpretasi, dan menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses imtasi pada J-Pop berawal dari adanya tontonan J- Pop melalui acara Jepang di sekolah dan media sosial sehingga siswa mengingat apa yang ditontontonnya; kemudian siswa melakukan peniruan yang mirip maupun tidak mirip dengan tokoh yang ditiru; kemudian siswa mendapatkan relasi dan rasa percaya diri dalam diri mereka sehingga siswa terus melakukan peniruan. 2) Bentuk imitasi J- Pop berupa mengenakan pakaian cosplay, harajuku, dan yukata; menggunakan logat dan aksen Jepang; serta menggolongkan diri sebagai wibu atau otaku. 3) Dampak imitasi J-Pop yakni adanya kerjasama dengan berbagai pihak terkait; penggunaan sapaan ala Jepang; adanya nilai ketekunan dan paham kebebasan dari Jepang, serta adanya kebendaan seperti pakaian khas Jepang, naruko, manga, dan origami.
Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi Perempuan di Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur Siti rohmi zalilah; Syafruddin Syafruddin; Ni Made Novi Suryanti
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 10 No. 1 (2023): JURIDIKSIAM: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v10i1.387

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk : 1)  mengetahui faktor yang penyebab pernikahan pada usia dini; dan 2) mengetahui dampak pernikahan usia dini terhadap kesehatan reproduksi perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Proses pengadaan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dengan menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab pernikahan usia dini yaitu, 1) pendidikan, 2) adat, 3) lingkungan keluarga. Adapun dampak pernikahan usia dini tehadap kesehatan reproduksi perempuan yaitu rendahnya edukasi mengenai kesehatan reproduksi perempuan disebabkan oleh pendidikan masyarakat yang rendah sehingga menyebabkan terjadinya Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) dan Infeksi Menular Seksual (IMS). 
Pekerja Perempuan Pemecah Batu Apung di Desa Bagik Payung Timur Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur Ayu Anjana, Jinan; ZM, Hamidsyukrie; Masyhuri, Masyhuri; Syafruddin, Syafruddin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i1.2074

Abstract

Perempuan dalam bahtera rumah tangga selama hidupnya akan melakukan pelayanan untuk suami, anak-anak dan anggota keluarga lainnya. Jadi, perempuan memiliki peran yang sangat penting karena berkewajiban mengurus keluarga. Namun, karena tuntutan zaman perempuan tidak hanya memiliki peran untuk mengurus rumah tangga tetapi juga dalam hal ekonomi. Hal ini dikarenakan tuntutan ekonomi dan social rumah tangga mendorong perempuan untuk mencari pekerjaan selain pekerjaan rumah untuk mendapatkan uang tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui Motif Perempuan; 2) Pola Pengaturan waktu kerja Perempuan; dan 3) Kontribusi Perempuan Bekerja Sebagai Pemecah Batu Apung Dalam Keluarga di Desa Bagik Payung Timur, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data skunder.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penariakn kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: 1) motif pekerja perempuan pemecah batu apung ada tiga yakni motif biogenetis, motif sosiogenetis, dan motif teogenesis, 2) pengaturan waktu kerja pekerja perempuan pemecah batu apung ada dua skema jam kerja yakni; bekerja 8 jam sehari berlaku untuk 7 hari kerja dan bekerja 7 jam sehari berlaku untuk 7 hari kerja, 3) kontribusi pekerja perempuan pemecah batu apung ada dua yakni; kontribusi bersifat materi dan kontribusi bersifat tindakan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu alasan yang mendorong perempuan bekerja sebagai pemecah batu apung yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, mengikuti tetangga sekitar rumahnya yang bekerja sebagai pemecah batu apung dan agar anaknya bisa bersekolah mendapat ilmu pengetahuan sehingga tumbuh karakter yang baik.
Partisipasi dan Pola Kerjasama Masyarakat dalam Penerapan Protokol Kesehatan pada Era Kenormalan Baru di Desa Apitaik Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur Zainul Hasani, Muhammad; Syafruddin, Syafruddin; Suud, Muhammad; Masyhuri, Masyhuri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i2.2175

Abstract

Corona Virus Desease 19 adalah sebuah wabah yang sedang melanda dunia. Penyebaraannya yang begitu pesat memerlukan tindakan pencegahan, salah satunya yaitu dengan menerapkan protocol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk partisipasi dan pola kerjasama yang dilakukan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan pada masa kenormalan baru Covid-19 di Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data tersebut berasal dari subjek penelitian dan informan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data melalui proses reduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa bentuk partisipasi dan pola kerjasama ditemukan pada proses penerapan protokol kesehatan di Desa Apitaik Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. 1) Bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan protokol kesehatan pada masa kenormalan baru Covid-19 di Desa Apitaik Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur, yaitu a) Partisipasi pikiran. b) Partisipasi tenaga. c) Partisipasi keterampilan. d) Partisipasi harta benda. d) Partisipasi sosial., 2) pola kerjasama yang dilakukan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan pada masa kenormalan baru Covid-19, yaitu: a) Pola kerjasama yang harmonis. b) Pola kerjasama tawar menawar. c) Pola kerjasama kooptasi. d) Pola kerjasama koalisi.