Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pola Pelestarian Hutan Mangrove dan Dampak Bagi Masyarakat di Dusun Poton Bako Desa Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Jaelani, Abd. Kadir; Syafruddin, Syafruddin; Suud, Suud
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 10 No. 2 (2023): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v10i2.428

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan guna: mengetahui Pola Pelestarian Hutan Mangrove dan Dampak Bagi Masyarakat di Dusun Poton Bako Desa Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang diterapkan pada penelitian ini yakni, wawancara, observasi serta dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini yakni reduksi data, penyajian data serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian menerangkan bahwasanya (1) Pola Pelestarian Hutan Mangrove di Dusun Poton Desa Jerowarau yaitu Pola Pengembangan Ekowisata Mangrove (pengelola bersama dengan masyarakat membersihkan hutan mangrove dari sampah yang menumpuk di kawasan hutan mangrove untuk dikembangkan menjadi wisata mangrove), Pola Rehabilitasi Ekosistem Mangrove (pengelola melakukan pembuatan areal pembibitan skala kecil untuk membuat stok bibit mangrove untuk di tanam kembali), Pola Konservasi Ekosistem Mangrove (pengelola membentuk anggota Pokmaswas dengan tujuan sebagai pengawas untuk mencegah terjadinya penebangan pohon mangrove secara liar). (2) Dampak Pelestarian Hutan Mangrove Bagi Masyarakat di Dusun Poton Bako yaitu Dampak Positif (menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat dusun poton bako; meningkatkan penghasilan prekonomian masyarakat dengan dikeloanya hutan mangrove menjadi tempat wisata dan tempat penjualan produk umkm seperti kopi mangrove, minatur sampan/perahu dan baju khas wisata bale mangrove; hasil tangkapan nelayan dusun poton bako meningkat dan apabila cuaca tidak mendukung untuk melaut masyarakat nelayan bisa untuk mencari udang, ikan dan kepiting di kawasan hutan mangrove; mayarakat mendapatkan edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi meningkat untuk menjaga kawasan hutan mangrove; kawasan pesisir pantai dusun poton bako terhindar dari abrasi dan mencegah instrusi air laut ke darat.Kata Kunci: Pola Pelestarian; Dampak Pengelolaan; Hutan Mangrove
Pola Pembagian Kerja pada Keluarga yang Bekerja di Industri Batu Bata Desa Korleko Lombok Timur Mubayyinah, Istiharatul; Syafruddin, Syafruddin; Nursaptini, Nursaptini; Hamidsyukrie, Hamidsyukrie
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 26 No. 1 (2024): Juni (2024)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v26i1.8914

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis pola pembagian kerja orangtua pada keluarga yang bekerja di industri batu-bata Desa Korleko. Metode yang digunakan adalah  pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Sedangkan sumber data dalam penelitian ini  adalah subjek penelitian yang merupakan pekerja buruh dan merupakan orangtua yang memiliki tanggungan anak dan informan kunci dalam penelitian ini adalah kader Desa Korleko, pemilik industri batu bata, dan buruh batu bata. Pengumpulan data pada penelitian ini  menggunakan observasi terus terang atau tersamar, wawancara semi struktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles and Hubermen dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini menemukan pola pembagian kerja orangtua pada keluarga yang bekerja di buruh industri batu bata menemukan 3 bentuk pola pembagian kerja orangtua yaitu: 1) ayah sebagai breadwinner, 2) ibu sebagai breadwinner dan housewife, dan 3) ibu sebagai housewife.
Perlawanan Sosial terhadap Korporasi untuk Pelestarian Lingkungan dari Eksplorasi Tambang: Social Resistance against Corporations for Environmental Preservation from Mining Exploration Syafruddin Syafruddin; Hamidsyukrie Hamidsyukrie; Hairil Wadi; Yuliatin Yuliatin; Ulfatun Hasanah
Society Vol 10 No 2 (2022): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v10i2.426

Abstract

Environmental preservation needs to be considered to avoid conflicts and social protests in the mining world, especially in the communities around the mines. Conflicts of social resistance and efforts to preserve the environment through protests to preserve the environment in West Nusa Tenggara. This research method is descriptive qualitative with a case study approach. The results of this research indicate that exploration permits without regard to sociological and ecological conditions cause social conflict. Furthermore, the form of social conflict is in the form of demonstrations and protests on a large scale by closing the main access to West Nusa Tenggara - East Nusa Tenggara, burning state facilities and social vulnerability. It is hoped that the results of this research are related to the policies and granting of mining business licenses to pay more attention to social problems.
Pola kerja sama dan pembagian hasil pemilik ternak dan Pengkadas (buruh ternak) di Desa Bunkate Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Komala Sari, Suhadak; Syafruddin; Nursaptini
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 11 No. 2 (2024): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi dan menganalisis pola kerja sama Pemilik ternak dan Pengkadas (buruh ternak) dan 2) mengidentifikasi dan menganalisis pola pembagian hasil Pemilik ternak dengan Pengkadas (buruh ternak) di Desa Bunkate Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dengan model Mile dan Huberman dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan.  Hasil penelitian ini menemukan bahwa pola kerja sama antara Pemilik ternak dan Pengkadas (buruh ternak) dilakukan dengan 3 (tiga) pola yaitu, 1) Kerukunan (Tolerance), 2) Tawar menawar (Bargaining), dan 3) Patungan (Joint Venture). Adapun pola pembagian hasil dilakukan dengan 2 (dua) pola yaitu, 1) pola pembagian hasil Revenue Sharing dan 2) pola pembagian hasil Profit Sharing.   Kata Kunci: Pola Kerja Sama; Pembagian Hasil; Pengkadas (buruh ternak)  
NILAI SOLIDARITAS SOSIAL DAN RELIGI DALAM TRADISI BEGAWE MUSIM KEMBALIT DI DESA SAKRA KECAMATAN SAKRA LOMBOK TIMUR insani, trisna; Syafruddin; Suud; Suryanti, NI Made Novi
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 11 No. 2 (2024): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan kegiatan dalam tradisi begawe musim kembalit dan mengidentifikasi serta  menganalisis nilai solidaritas sosial dan religi dalam Tradisi Begawe Musim Kembalit. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data dari Spradly dengan analisis domain, analisis taksonomi, komponensial dan analisis tema budaya. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada 3 tahapan yang dilakukan dalam proses Tradisi Begawe Musim Kembalit yaitu: (1) Persiapan, dimana akan dilakukan musyawarah masyarakat terutama tokoh adat, pemerintah desa untuk sama-sama menyepakati hari pelaksanaan tradisi; mengumpulkan banjar; memasak bersama; membuat jajanan; menyusun isian dulang dengan yang sudah masyarakat persiapkan sebelumnya. (2) Pelaksanaan, yaitu prosesi ponggok dulang; sorong serah dulang; zikir bersama dan Pepaosan. (3) Penutup, dengan makan bersama dan pameran kesenian tradisional khas sasak berupa peresean, tarian-tarian, dan pameran artefak lainnya. Nilai solidaritas dalam tradisi begawe musim kembalit dilihat dari beberapa indikator yang ditemukan dalam prosesi yaitu (1) kesadaran kolektif yang kuat ditandai dengan masyarakat melakukan persiapan begawe hingga selesai secara  bersama-sama tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. (2) hukum represif dominan ditandai dengan masyarakat melaksanakan tradisi berdasarkan hasil musyawarah yang sudah disepakati bersama. (3) pembagian kerja rendah ditandai dengan masyarakat saling tolong menolong dan bahu membahu dalam melakukan persiapan,pelaksanaan dan penutupan tradisi.  (4) konsensus terhadap pola normatif penting ditandai dengan adanya pemberian sanksi sosial terhadap masyarakat yang berlaku onar selama tradisi berlangsung.  Kemudian nilai religi yang ditemukan  dalam Tradisi Begawe Musim Kembalit yaitu  (1) Sistem Keyakinan yang ditandai dengan adanya kepercayaan masyarakat pada saat melaksanakan tradisi akan mendapatkan kesejahteraan dari tuhan yang maha esa selama musim kembalit berlangsung  (3) Ritus dan Upacara yang ditandai dengan prosesi zikir dan pepaosan yang merupakan cara meminta keberkahan,pertolongan serta rizki yang cukup di musim kembalit  (4) Peralatan Ritus dan Upacara yang ditandai dengan adanya peralatan khusus untuk pepaosan berupa air dalam wadah penginang kuning,tembakau,kapur dan sirih, jarum, benang dan lain sebagainya. Kata Kunci: Proses Tradisi; Nilai Solidaritas; Nilai Religi
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA SEBAGAI PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI Syafruddin Syafruddin; Ni Made Novi Suryanti; Nursaptini Nursaptini; Imam Malik; Ananda Wahidah; Aryati Risma Ade
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.18049

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat dilatarbelakangi  kondisi yang memprihatinkan tentang kecenderungan tingginya angka pernikahan dini dan masih rendahnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi di kalangan remaja terutama siswa Sekolah Menengah Pertama. Remaja harus disiapkan menjadi Sumber Daya Manusia berkualitas karena menentukan masa depan suatu bangsa. Pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja sebagai pencegahan pernikahan dini sangat perlu untuk dilakukan. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini dengan topik pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja sebagai pencegahan pernikahan dini adalah meningkatnya pemahaman siswa akan kesehatan reproduksi dan dampaknya. Adapun pengabdian masyarakat dilakukan melalui jalur pendidikan formal dengan metode penyuluhan yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu sosialisasi dan koordinasi kepada sekolah mitra, penyuluhan terkait pendidikan kesehatan reproduksi dan dampak buruk pernikahan dini, tahapan lainnya yang dilakukan yaitu diskusi dan tanya jawab serta evaluasi.  Hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan yaitu siswa memiliki pemahaman tentang konsep kesehatan reproduksi, pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi, dan dampak buruk pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi. Kata kunci: pendidikan;; kesehatan reproduksi; remaja; pernikahan dini ABSTRACTCommunity service activities are motivated by worrying conditions regarding the tendency of high rates of early marriage and low understanding of reproductive health among teenagers, especially junior high school students. Teenagers must be prepared to become quality human resources because they determine the future of a nation. Reproductive health education for teenagers as a prevention of early marriage is very necessary. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini dengan topik pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja sebagai pencegahan pernikahan dini adalah meningkatnya pemahaman siswa akan kesehatan reproduksi dan dampaknya. Meanwhile, community service is carried out through formal education with an outreach method which consists of several stages, namely socialization and coordination with partner schools, counseling related to reproductive health education and the negative impacts of early marriage, other stages carried out are discussion, question and answer and evaluation. The results of the community service that has been carried out are that students have an understanding of the concept of reproductive health, the importance of reproductive health education, and the negative impact of early marriage on reproductive health. Keywords: education; reproduction health; teenager; early-age marriage
ANALISIS DIMENSI INTERKULTURAL ANTAR MASYARAKAT BERAGAMA STUDI FENOMENOLOGI PADA MASYARAKAT KOTA MATARAM Malik, Imam; Syafruddin, Syafruddin; Wahidah, Ananda; Aryat, Rismaade
SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sosedu.v8i1.27919

Abstract

This research aims to measure and analyze intercultural dimensions in the context of creating effective relationships among religious communities and to formulate effective strategies and approaches to mitigate potential conflicts and create harmonious relationships amidst a society with diverse cultures and religions. This research was conducted in the city of Mataram. This research uses a qualitative approach with a phenomenological method to collect data from various religious and cultural groups in different areas of Mataram. The research instruments include in-depth interviews and non-participatory observations; this step was chosen because issues of ethnicity, religion, race, and inter-group relations (SARA) are sensitive topics to discuss. The data collected was then analyzed using a qualitative approach such as content analysis to identify patterns of relationships between religious and cultural groups. The research results show several factors influencing interactions between religious communities, namely the level of education, knowledge about the cultures and religions of each group, and intensive communication. Additionally, it was found that an effective form of interaction is one filled with open dialogue between groups and individual openness to differences in each intercultural interaction session. The findings of this research can serve as a basis for developing policies that support cultural and religious diversity in society and promote understanding and cooperation among religious groups to achieve more harmonious relationships.
IMPLEMENTASI MODEL PENANAMAN NILAI-NILAI KESETARAAN GENDER DALAM MENCEGAH PERILAKU BULLYING DI SMAN 7 KOTA MATARAM Hamidsyukrie, Hamidsyukrie; Syafruddin, Syafruddin; Ilyas, Muhammad; Handayani, Nurlaili
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2022): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.959 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v5i4.4171

Abstract

Bullying merupakan salah satu tindakan perilaku agresif yang disengaja dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang secara berulang-ulang dan dari waktu ke waktu terhadap seorang korban yang tidak dapat mempertahankan dirinya dengan mudah. Kasus bullying kini marak terjadi, tidak hanya di masyarakat namun kasus ini terjadi di dunia pendidikan. Berdasarkan kondisi tersebut, pelu dilaksanakan sosialisasi terkait implementasi model penanaman nilai kesetaraan gender guna mencegah tindakan bullying di lingkungan sekolah. Model ini dapat menjadi salah satu alternatif strategis bagi pihak sekolah dalam menciptakan suasana lingkungan belajar yang harmonis tanpa adanya kekerasan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan sosialiasasi dan penyuluhan kepada guru serta membimbing guru agar memiliki pemahaman akan nilai-nilai kesetaraan gender. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi 3 tahapan, diantaranya: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Kegiatan awal meliputi observasi dan FGD bersama mitra dan tim, kegiatan inti adalah pelaksanaan sosialisasi, ketiga yaitu tindak lanjut. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pemahamn dan kemampuan peserta sosialisasi mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Data awal menunjukkan pada aspek pengetahuan awal terhadap pemahaman nilai kesetaraan gender dan dampak perilaku bullying 11,1 % diantara mereka yang memahami, hal tersebut meningkat menjadi 100% setelah pelaksanaan sosialisasi. Selanjutnya pada aspek pemahaman terhadap penerapan model penanaman nilai kesetaraan gender melalui kegiatan sosialisasi, sebelum dilaksanakan sosialisasi hanya 33,3% peserta yang memahami dan pernah mengikuti sosialisasi terkait gender dan setelah pelaksanaan sosialisasi meningkat menjadi 100%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan berhasil memeberikan pemahaman yang komperhensif kepada peserta dalam mengimplementasikan model penanaman nilai-nilai kseteraan gender dalam mencegah perilaku bullying.
STRATEGI PEMBERDAYAAN KOMUNITAS LOMBOK INFLUENCER DALAM MENINGKATKAN DIGITAL MARKETING DI KOTA MATARAM Putri, Rohin Novia Maydi; Syafruddin, Syafruddin; Malik, Imam; Suud, Suud
SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2025): SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sosedu.v8i2.29290

Abstract

This research aims to: (1) identify and analyze the community empowerment programs of Lombok Influencer, (2) understand and analyze the community empowerment strategies of Lombok Influencer in enhancing digital marketing in the city of Mataram. This research uses a qualitative approach with a case study method. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques in this research use data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results of this study found that the Lombok Influencer community empowerment program includes: Skill training programs such as public speaking, voice over, start-up design, and digital creative skills training, as well as recognition and appreciation programs in the form of an influencer awarding night event. Then the community empowerment strategy of Lombok Influencer is building strong and authentic relationships through active interactions between management and community members in WhatsApp groups, organizing meetings with influencers; (2) providing resources and support in the form of skill training, community website provision, collaboration with business actors, community reward programs, (3) facilitating creative content in the form of freedom to create content concepts, and providing group digital marketing projects, (4) providing incentives in the form of community rate cards for commission distribution; (5) providing public recognition by promoting community members digital marketing content on social media, organizing influencer appreciation events. (6) performance monitoring in the form of controlling the progress of members performance.
PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG ANAK REMAJA (STUDI DI DESA CAMPA, KEC. MADAPANGGA, KAB. BIMA) Wati, Mirna; syafruddin
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 12 No. 1 (2025): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v12i1.327

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) persepsi orang tua terhadap perilaku menyimpang anak remaja; (2) bentuk-bentuk perilaku menyimpang anak remaja dan (3) jenis-jenis perilaku menyimpang anak remaja di Desa Campa, Kec. Madapangga, Kab. Bima. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik penggumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan: (1) persepsi orang tua terhadap perilaku menyimpang anak remaja, yaitu persepsi positif dan persepsi negatif; (2) bentuk-bentuk perilaku menyimpang anak remaja, yaitu penyimpangan primer dan  penyimpangan  sekunder; (3) jenis-jenis perilaku menyimpang anak remaja, yaitu: (a) penyimpangan individual, seperti: memasang kenalpot recing, berpakaian seperti gaya kebarat-baratan (rambut diwarnain), merokok, berkata-kata yang kotor, berpilaku yang tidak baik terhadap sesama remaja ataupun kepada orang yang lebih tua dan berpakaian tidak semestinya dikalangan remaja; (b) penyimpangan kolektif  (kelompok), seperti: membentuk geng balap motor liar, melakukan pencurian sepeda motor, laptop, hanphone secara berkelompok, pacaran sampai larut malam, minum-minuman keras, membuat keributan, memakai narkoba, melakukan tawuran antar remaja, melakukan perjudian online (game), mengkonsumsi narkoba sejenis ganja dan shabu, membentuk geng-geng (kelompok) untuk melakukan perbuatan yang negatif, perzinahan (melakukan hubungan seksual diluar nikah), berkelahi, hamil diluar nikah, dan nongkrong sampai larut malam.   Kata Kunci: Persepsi Orang Tua; Perilaku Menyimpang; Anak Remaja