Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

The Influence of Perceived Usefulness and Perceived Ease of Use on the Utilization of Electronic Medical Records: A Systematic Literature Review Hastin Atas Asih; Syamsul Arifin; Musafaah; Mohammad Bakhriansyah
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/sn46mj50

Abstract

The utilization of Electronic Medical Records (EMR) is a crucial component of digital transformation in the healthcare sector to improve efficiency, accuracy, and quality of services. However, the success of EMR implementation largely depends on acceptance by end users, particularly healthcare professionals. The Technology Acceptance Model (TAM) is widely used to explain technology acceptance through two main constructs, namely Perceived Ease of Use (PEOU) and Perceived Usefulness (PU). Nevertheless, empirical studies examining the influence of PEOU and PU on EMR utilization have reported inconsistent findings. This study aims to analyze the influence of PEOU and PU on EMR utilization across various healthcare service contexts based on recent empirical evidence. A systematic literature review was conducted following the PRISMA guidelines. Literature searches were performed in the Scopus, ScienceDirect, PubMed, and Google Scholar databases for publications from 2019 to 2024 using relevant keywords and Boolean operators. The article selection process involved screening titles, abstracts, and full texts based on PICOS criteria, resulting in 13 quantitative studies included from a total of 196 identified articles. The narrative synthesis revealed three main patterns. First, PEOU was found to have a more significant influence than PU, particularly during the early stages of EMR adoption. Second, PU emerged as a stronger predictor of sustained EMR utilization. Third, several studies indicated that PEOU and PU contributed relatively equally to EMR acceptance. These variations reflect the complexity of interactions among user characteristics, organizational factors, and implementation contexts. In conclusion, both PEOU and PU play important roles in EMR utilization, with their relative influence varying according to the adoption phase and healthcare service conditions.
Analisis Implementasi Kebijakan Intervensi Spesifik dalam Keberhasilan Penurunan Kasus Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan Mega Wasilah; Syamsul Arifin; Edi Hartoyo; Mohammad Isa; Didik Dwi Sanyoto; Adi Nugroho
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 8 (2026): Volume 6 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i8.24297

Abstract

ABSTRACT Stunting is a public health problem that not only hinders children's physical growth but also impacts their intellectual and emotional development. Reducing stunting prevalence is inseparable from the government's serious efforts to identify and address its causes. The successful implementation of specific intervention policies to reduce stunting rates can be influenced by various factors, including resources and bureaucratic structures. The aim of this study was to analyze the implementation of specific intervention policies in successfully reducing stunting cases in the working area of the East Martapura Community Health Center, Banjar Regency, South Kalimantan. This research employed a qualitative approach, employing a case study design. The study was conducted in the East Martapura Community Health Center (Puskesmas) area, involving the Specific Intervention Program in activities aimed at successfully reducing stunting prevalence. Thirteen informants participated in the study. Data collection methods included in-depth interviews, focused discussions (FGDs), and documentation. Supporting factors from the resource aspect consist of the availability of adequate anthropometric equipment according to standards and sufficient, competent, and trained human resources with high discipline, and supported by an incentive system that can increase motivation in carrying out intervention tasks. Meanwhile, the inhibiting factor is the existence of equipment that is still damaged so that some Posyandu borrow equipment from other Posyandu to conduct measurements. Supporting factors from the bureaucratic structure aspect include a clear bureaucratic structure that includes detailed SOPs and division of authority through official regulations, and supported by monitoring and evaluation mechanisms that are carried out periodically. The implementation of specific intervention policies in successfully reducing stunting cases in the East Martapura Community Health Center Work Area has proven to be successful and effective, as evidenced by supporting factors consisting of the resources and bureaucratic structure owned. Keywords: Stunting, Policy Implementation, Resources, Bureaucratic Structure.  ABSTRAK Stunting adalah masalah kesehatan masyarakat yang tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, tetapi jugaberdampak pada perkembangan intelektual dan emosional mereka. Penurunan prevalensi stunting tidak lepas dari keseriusan upaya pemerintah dalam mengidentifikasi dan menangani penyebab stunting. Keberhasilan implementasi kebijakan intervensi spesifik dalam upaya penurunan angka stunting dapat dipengaruhi oleh berbagai factor, salah satunya sumber dan struktur birokrasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi kebijakan intervensi spesifik dalam keberhasilan penurunan kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, rancangan penelitian yang digunakan dalampenelitian ini adalah studi kasus. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur dengan melibatkan Program Intervensi Spesifik dalam kegiatan keberhasilan penurunan prevalensi stunting. Informan pada penelitian ini berjumlah 13 orang. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam, diskusi terarah (FGD), dan dokumentasi. Faktor pendukung dari aspek sumber daya terdiri dari ketersediaan alat antropometri yang memadai sesuai dengan standar dan SDM yang cukup, kompeten, dan terlatih dengan kedisiplinan tinggi, dan didukung oleh sistem insentif yang mampu meningkatkan motivasi dalam menjalankan tugas intervensi. Sedangkan factor penghambat yaitu masih adanya alat yang sudah rusak sehingga beberapa posyandu meminjam alat posyandu lain untuk melakukan pengukuran.  Faktor pendukung dari aspek struktur birokrasi yaitu struktur birokrasi yang jelas meliputi SOP yang terperinci dan pembagian wewenang melalui regulasi resmi, serta didukung oleh mekanisme pengawasan dan evaluasi yang dilakukan secara berkala.  Pelaksanaan dari implementasi kebijakan intervensi spesifik dalam keberhasilan penurunan kasus stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Timur terbukti berhasil dan efektif dibuktikan dengan factor pendukung yang terdiri dari sumber daya dan struktur birokrasi yang dimiliki. Kata Kunci: Stunting, Implementasi Kebijakan, Sumber Daya, Struktur Birokrasi.
PEMANFAATAN WAKTU LUANG DILUAR JAM SEKOLAH PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI HULU SUNGAI UTARA Muhammad Syauqi; Rahmadi Rahmadi; Syamsul Arifin
MULTILATERAL PJKR JPOK Vol 5 No 1 (2024): Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Progran Studi Pendidikan Jasmani JPOK FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mpj.v5i1.3010

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) aktifitas-aktifitas peserta didik diluar jam sekolah; (2) tingkat aktifitas fisik peserta didik diluar jam sekolah; (3) gambaran tentang aktifitas peserta didik diluar jam sekolah; (4) minat peserta didik dalam prestasi hasil dari kegiatan aktifitas untuk mengisi waktu diluar jam sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskiptif kuantitatif dengan metode survey menggunakan ex-post facto. Sample dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas 7 dan 8 Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang berjumlah 23 sekolah sebanyak 881 peserta didik dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan: bahwa tingkat aktifitas fisik pada kategori tinggi. Dengan jenis kegiatan yang dilakukan peserta didik yaitu; 1) kegiatan relaksasi yang paling tinggi yaitu membersihkan rumah dan menonton Tik tok, 2) kegiatan hiburan yang paling tinggi yaitu bermain game Mobile legend dan Bersepeda, 3) kegiatan pengembangan diri yang paling tinggi yaitu mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga dan kesenian. Berdasarkan minatnya peserta didik ingin berprestasi dibidang olahraga yaitu pada bulutangkis dan sepak bola/futsal, untuk dibidang kesenian yaitu pada menyanyi dan memainkan alat musik.
INTEGRASI GAYA MENGAJAR PRACTICE STYLE DAN PHYSICAL LITERACY UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS FISIK SISWA SEKOLAH DASAR Syamsul Arifin; Herita Warni; Mashud Mashud; Rian Kurnia
Jurnal Porkes Vol 8 No 3 (2025): Special Issue
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v8i3.33690

Abstract

Low physical activity among elementary school children has become a critical public health issue, exacerbated by sedentary lifestyles and rising obesity rates. Conventional physical education is considered ineffective in fostering sustainable active habits. This study aims to analyze the effectiveness of integrating the Practice Style teaching method with the concept of Physical Literacy in increasing students' physical activity. The method used is a quasi-experiment with a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 100 third- and fourth-grade students from SD Negeri 5 Sungai Ulin, divided into an experimental group (receiving integrated learning) and a control group (conventional learning). The intervention lasted 8 weeks. Physical activity data were collected using the Physical Activity Questionnaire for Children (PAQ-C) and analyzed using t-tests and effect size calculations. The results showed a very significant increase in the experimental group (average increase of 8.36 points; p < 0.001; Cohen's d = 1.21), while the control group did not experience any significant changes. The conclusion of the study proves that the integration of Practice Style and Physical Literacy is significantly more effective in increasing students' physical activity than the conventional approach.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Perawat di Instalasi Rawat Inap Rsud Ratu Zalecha Martapura Aqiella Farida Salsabila; Rosihan Adhani; Iwan Aflanie; Syamsul Arifin; Nia Kania
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): Juni : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jusika.v10i1.1190

Abstract

Nursing care in hospitals is still below the established standard of 80%, thus reflecting suboptimal nurse performance. This condition is thought to be influenced by factors such as rewards, workload, length of service and supervision. This study aims to analyze the relationship between rewards, workload, length of service, and supervision with nurse performance in the Inpatient Unit of Ratu Zalecha Martapura Regional Hospital. This study used a quantitative method with an observational analytical design using a cross-sectional approach. The study sample consisted of 152 nurses selected using cluster proportional random sampling technique. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test and multiple logistic regression. The results showed a significant relationship between rewards and nurse performance (p-value=<0.001), workload and nurse performance (p<0.001), and supervision and nurse performance (p-value=<0.001). Length of service did not show a significant relationship with nurse performance (p-value=0,968). Multivariate analysis showed that supervision was the most dominant factor related to nurse performance. Thus, compensation, workload, and supervision are related to nurse performance, while length of service is not related to nurse performance in the Inpatient Unit of Ratu Zalecha Regional Hospital, Martapura. The hospital is expected to improve supervision, workload management, and training and recognition for nurses to improve the quality of nursing services.
Relevansi Nilai Kooperatif Kepramukaan terhadap Aspek Afektif Pembelajaran PJOK Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan Muhammad Ihsan Fadil; Rahmadi Rahmadi; Syamsul Arifin; Fadli Suardhana Eka Putra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4278

Abstract

Pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam agenda pendidikan global dalam kebijakan Education 2030 Framework for Action. Dalam konteks pendidikan Indonesia, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan mata pelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan aspek keterampilan fisik, tetapi juga pada aspek afektif untuk pembentukan karakter melalui aktivitas gerak. Dalam Kurikulum Merdeka maupun kurikulum sebelumnya, PJOK diposisikan sebagai ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai sosial seperti kerjasama, sportivitas, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Gerakan Pramuka sebagai pendidikan non-formal yang memiliki peran strategis dalam mengembangkan nilai-nilai karakter terkhusus dalam nilai kooperatif seperti kepemimpinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang hubungan antara nilai kooperatif kepramukaan dengan aspek afektif pembelajaran PJOK pada siswa UPTD SMP Negeri 2 Bati-Bati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto non eksperimental. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket dan observasi dengan skala Likert. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara nilai kooperatif kepramukaan dengan aspek afektif pembelajaran PJOK dengan nilai r = 0,323 dan signifikansi 0,045 < 0,05. Kontribusi nilai kooperatif terhadap aspek afektif sebesar 8%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai kooperatif siswa dalam kegiatan kepramukaan, maka semakin baik pula aspek afektif dalam pembelajaran PJOK. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti motivasi belajar, hasil belajar, atau menggunakan metode penelitian yang berbeda agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif.
Co-Authors Abd Hamid Abdur Rahman Adi Nugroho Advendi Kristiyandaru Agung Biworo Agung Biworo Agung Waskito Andini Octaviana Putri Anggara, Norma Ani Kipatul Hidayah Ani Kipatul Hidayah Anis Kamila Saleha Anis Kamila Saleha Anugrah Nur Rahmat Anugrah Nur Rahmat Aqiella Farida Salsabila Ardik Lahdimawan Athar Athar Bahrul Ilmi Baidillah Baidillah Defi Afriyanti Devi Catur Winata Dewi Kusuma Wulandari Dewi Wulandari Didik Dwi Sanyoto Didik Dwi Sanyoto Edi Hartoyo Eko Suhartono Fadli Suardhana Eka Putra Fahroni Abdillah Fryda Wulandari Gita Miati Hadianor Hadianor Hastin Atas Asih Herawati Herawati Herita Warni Herita Warni Herita Warni Herita Warni Hernawan Humiyati Humiyati Husaini Husaini Husaini Husaini Ismianti Tadjeje Iwan Aflanie Izaak Zoelkarnain Kusniawati Kusniawati Laily Khairiyati Lenie Marlinae Lenie Marlinae Luqmanul Hakim M. Agung Setiabudi M. Bakhriansyah M. Sultan Almalik Mami Susanti Mariani Agustini Raaiyatini Maruful Kahri Mashud Mega Wasilah Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahdatina Noor Mohamad Isa Mohammad Bakhriansyah Mohammad Isa Muhammad Budhi Rifani Muhammad Ferry Muhammad Ihsan Fadil Muhammad Mulhim Muhammad Nurdin Syaputra Muhammad Rasyid Ridha Muhammad Riskiansyah Muhammad Rizky Muhammad Syauqi Musafaah Neka Erlyani Nia Kania Nurida Finahari Oski Illiandri Pebriyandi Perdinanto Perdinanto Pratiwi, Endang Rahmadi Rahmadi Ramadhan Arifin Ramadhan Arifin Rian Kurnia Rika Sari Nuuryanti Rosihan Adhani Rosihan Adhani Ruslan Muhyi Sai&#039;ah Sai&#039;ah Sulaiman Sulaiman Tri Irianto Wistri Vanumbari Lastianum Youlanda Eka Widiono Zairin Noor