Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGARUH USER INTERFACE DESIGN DAN E-SERVICE QUALITY TERHADAP REPURCHASE INTENTION KONSUMEN GOFOOD DI KOTA SEMARANG Rahman, Akbar Taufikur; Listyorini, Sari; Nugraha, Hari Susanta
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jiab.2024.41217

Abstract

The world of technology is experiencing rapid development, leading to the emergence of various innovations. Online food delivery services have become one of the most popular in recent years. GoFood is one of the most used services in Indonesia. Based on GMV and market share data, the percentage of GoFood has fluctuated. User interface design and e-service quality are suspected to be factors influencing consumer repurchase intention. This study aims to determine the influence of user interface design and e-service quality on repurchase intention. This research is explanatory, using purposive sampling as the sampling technique. The sample in this study consisted of 100 respondents in Semarang who are GoFood users. This research used validity tests, reliability tests, correlation coefficients, determination coefficients, t-tests, and F-tests with SPSS software. The results of the study show that user interface design and e-service quality have a positive and significant impact on repurchase intention. Based on the findings of this research, Gojek must improve the quality of the interface, provide complete information for GoFood merchants, and streamline the user process when placing orders. Furthermore, Gojek can enhance the effectiveness and efficiency of the available features and improve the quality of customer service in GoFood.Keywords: User Interface Design, E-Service Quality, Repurchase IntentionSaat ini dunia teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat, hal ini membuat munculnya berbagai inovasi yang diciptakan. Layanan pesan-antar makanan berbasis online menjadi salah satu layanan yang cukup ramai diperbincangkan beberapa tahun terakhir. GoFood merupakan salah satu layanan yang paling banyak digunakan di Indonesia. Berdasarkan data Gross Merchandise Value dan market share menunjukkan bahwa persentase angka GoFood mengalami fluktuasi. User interface design dan e-service quality diduga menjadi faktor yang mempengaruhi repurchase intention konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara user interface design dan e-service quality terhadap repurchase intention. Tipe penelitian ini adalah eksplanatori dengan teknik sampling menggunakan metode puprosive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 100 responden masyarakat Kota Semarang pengguna GoFood. Penelitian ini menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, koefisien korelasi, koefisien determinasi, uji t, dan uji F dengan alat bantu aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa user interface design dan e-service quality memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap repurchase intention. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pihak Gojek disarankan untuk meningkatkan kualitas tampilan, melengkapi informasi pada merchant GoFood, serta mempersingkat proses pengguna dalam melakukan pemesanan di GoFood. Selanjutnya, perusahaan dapat melakukan efektifitas dan efisiensi pada fitur-fitur yang tersedia, serta memperbaiki kualitas pelayanan customer service pada GoFood.Kata Kunci: User Interface Design, E-Service Quality, Repurchase Intention
ANALISIS PENERAPAN PRODUKSI BERSIH: STUDI KASUS PABRIK TAHU ECO DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN Fajar, Ikhsan Al; Nugraha, Hari Susanta; Hadi, Sudharto Prawata
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jiab.2024.41964

Abstract

Cleaner production is a preventive and integrated approach to environmental management that aims to reduce risks to people and the environment through the efficient use of raw materials, energy and water to increase productivity. Eco-efficiency is key in achieving cleaner production by reducing the use of raw materials, water, energy and environmental impact per unit of product. Based on the survey results, it was revealed that Eco Tofu Factory received complaints from local residents, which included the smell of smoke and tofu waste, as well as noise arising from production activities. In addition, during the production process, the factory also generates negative impacts in the form of air pollution, noise, liquid waste, solid waste, and used cooking oil, which together contribute to the discomfort of local residents. This research is a qualitative study. Interviews and observations were used as data collection techniques. The resource persons consisted of owners, workers, neighbors, and local community leaders. The results show that the production activities of Eco Tofu Factory cause emissions and waste that disturb the surrounding residents. To manage waste, the factory adopts strategies such as changing the type of firewood and fuel, and reusing water in the production process. In addressing residents' complaints, the owner provides white tofu as compensation. Based on the NPO cost calculation, the total daily cost of Eco Tofu Factory reached Rp4,481,241. Researchers' recommendations include implementing cleaner production practices by reducing and replacing inputs by using more environmentally friendly raw materials to improve efficiency, utilizing solid waste as tempe gembus and animal feed, and processing used cooking oil into biodiesel, soap, candles and other products.Keywords: Tofu Industry, Cleaner Production, Efficiency.Produksi bersih adalah suatu pendekatan pengelolaan lingkungan yang bersifat pencegahan dan terpadu, bertujuan untuk mengurangi risiko terhadap manusia dan lingkungan sekitar melalui penggunaan bahan baku, energi, dan air secara efisien guna meningkatkan produktivitas. Eko-efisiensi menjadi kunci dalam mencapai produksi bersih dengan cara mengurangi penggunaan bahan baku, air, energi, dan dampak lingkungan per unit produk. Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, terungkap bahwa Pabrik Tahu Eco menerima keluhan dari warga sekitar, yang meliputi bau asap dan limbah tahu, serta suara bising yang timbul akibat kegiatan produksi. Selain itu, selama proses produksi, pabrik juga menghasilkan dampak negatif berupa polusi udara, suara bising, limbah cair, limbah padat, dan minyak jelantah, yang secara bersama-sama memberikan kontribusi pada ketidaknyamanan warga sekitar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data. Narasumber terdiri dari pemilik, pekerja, tetangga, serta tokoh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan produksi Pabrik Tahu Eco menimbulkan emisi dan limbah yang mengganggu warga sekitar. Untuk mengelola limbah, pabrik mengadopsi strategi seperti mengganti jenis kayu bakar dan bahan bakar, serta menggunakan kembali air pada proses produksi. Dalam mengatasi keluhan warga, pemilik memberikan tahu putih sebagai kompensasi. Berdasarkan perhitungan biaya NPO, total biaya harian Pabrik Tahu Eco mencapai Rp4.481.241. Rekomendasi peneliti mencakup penerapan praktik produksi bersih dengan mengurangi dan mengganti input dengan menggunakan bahan baku yang lebih ramah lingkungan untuk meningkatkan efisiensi, memanfaatkan limbah padat sebagai tempe gembus dan pakan ternak, serta mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel, sabun, lilin, dan produk lainnya.Kata Kunci: Industri Tahu, Produksi Bersih, Efisiensi
The Influence of Compensation Perceptions and Green Building Implementation on Job Satisfaction of PT Xxx Business Unit Project Support and Service Dhiya, Saffanah Haura; Nugraha, Hari Susanta; Dewi, Reni Shinta
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jiab.2024.43734

Abstract

Abstract: The competitive nature of the real estate sector in Indonesia demands continuous improvement to win the competition. This study explores how compensation perception and the implementation of green building affect the job satisfaction of PT XXX Business Unit Project Support and Service employees. Previous research has shown varied results regarding the impact of these factors on job satisfaction, thus highlighting the need for more specific investigation with the company's conditions. A quantitative research approach was adopted using a structured questionnaire distributed to 67 PT XXX Business Unit Project Support and Service employees, selected through proportional simple random sampling. Statistical analysis was conducted using SPSS Ver. 24, focusing on validity and reliability tests, correlation and regression analyses, and significance testing through t-tests and F-tests. Findings indicate that compensation perception and green building implementation significantly influence job satisfaction among PT XXX Business Unit Project Support and Service employees with a contribution of 61.3%. Regression analysis shows a significant positive relationship, indicating that these factors independently and collectively contribute to enhancing job satisfaction. The results emphasize the importance of adopting a comprehensive HR strategy that focuses not only on fair compensation but also on creating a conducive work environment through green building practices. Additionally, this research contributes to broader findings on organizational behaviour and sustainability in the workplace, providing practical implications for management and policy-making.Keywords: compensation; green building; job satisfaction.Abstrak: Sifat kompetitif dari sektor real estat di Indonesia menuntut peningkatan terus-menerus untuk memenangkan persaingan. Studi ini mengeksplorasi bagaimana persepsi kompensasi dan implementasi green building mempengaruhi kepuasan kerja karyawan PT XXX Business Unit Project Support and Service. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hasil yang bervariasi mengenai dampak faktor-faktor tersebut terhadap kepuasan kerja, sehingga menyoroti kebutuhan untuk penyelidikan yang lebih spesifik dengan kondisi perusahaan. Pendekatan penelitian kuantitatif diadopsi menggunakan kuesioner terstruktur yang dibagikan kepada 67 karyawan PT XXX Business Unit Project Support and Service, dipilih melalui klaster proposional simple random sampling. Analisis statistik dilakukan menggunakan SPSS Ver. 24, berfokus pada tes validitas dan reliabilitas, analisis korelasi dan regresi, serta pengujian signifikansi melalui uji-t dan uji-F. Temuan menunjukkan bahwa persepsi kompensasi dan implementasi bangunan hijau secara signifikan mempengaruhi kepuasan kerja di antara karyawan PT XXX Business Unit Project Support and Service dengan kontribusi sebesar 61,3%. Analisis regresi menunjukkan hubungan positif yang signifikan, mengindikasikan bahwa faktor-faktor ini secara independen dan kolektif berkontribusi untuk meningkatkan kepuasan kerja. Hasil menekankan pentingnya mengadopsi strategi SDM yang komprehensif yang tidak hanya fokus pada kompensasi yang adil tetapi juga pada penciptaan lingkungan kerja yang kondusif melalui praktik bangunan hijau. Selain itu, penelitian ini berkontribusi pada temuan yang lebih luas mengenai perilaku organisasi dan keberlanjutan di tempat kerja, menyediakan implikasi praktis untuk manajemen dan pembuatan kebijakan.Kata Kunci: kompensasi; green building; kepuasan kerja.
Pengaruh Modal Intelektual Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepemimpinan (Studi Pada Perusahaan Pengembang Kawasan Huni Pt. X Kota Bekasi) Dhammawan, Virya; Nugraha, Hari Susanta; Dewi, Reni Shinta
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jiab.2024.42329

Abstract

Employee’s performance improvement is a goal that should be developed since the company was founded, to create an integrated organizational behavior based on knowledge. There are several factors that affects employee’s performance such as intellectual capital and leadership. The purpose of this study is to prove and finds out the correlation between company’s intellectual capital towards employee’s performance through leadership. Respondents of this study are 80 employees of PT. X Bekasi. Data is processed using Partial Least Square method by utilizing the statistical software SmartPLS version 3.2.9 to finds out if intellectual capital affects employee’s performance through leadership. The results of this study conclude that intellectual capital affects employee’s performance through leadership positively and significantly Keywords: Employee’s Performance; Intellectual Capital; Leadership; Organizational Behavior; Knowledge-Based View.Peningkatan kinerja karyawan adalah suatu tujuan yang seharusnya ditetapkan sejak awal perusahaan didirikan, untuk menciptakan perilaku organisasi berbasis pengetahuan yang sehat. Kinerja karyawan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti modal intelektual dan kepemimpinan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan membuktikan korelasi antar kinerja karyawan, modal intelektual, serta kepemimpinan pada perusahaan. Responden pada penelitian ini merupakan 80 karyawan PT. X Bekasi. Data diolah menggunakan metode Partial Least Square dengan memanfaatkan aplikasi statistika SmartPLS versi 3.2.9 untuk mengetahui apakah modal intelektual dapat mempengaruhi kinerja karyawan melalui kepemimpinan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel modal intelektual terhadap kinerja karyawan melalui kepemimpinan.Kata kunci: Kinerja Karyawan; Modal Intelektual; Kepemimpinan; Perilaku Organisasi; Pandangan Berbasis Pengetahuan.
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PENGGUNAAN JASA PT. POS INDONESIA DI KANTOR PUSAT KOTA SURAKARTA Musthofa Mulyono, Dewangga Aqna; Hadi, Sudharto Prawata; Nugraha, Hari Susanta
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jiab.2024.41350

Abstract

Service quality is the main thing that customers always expect from the services they will receive. There are problems that occur, such as Pos Indonesia experiencing a decrease in income due to the large number of competitors from other expedition services which causes a decrease in the number of consumers, then in reviews perceived by consumers there are still low ratings when using Pos Indonesia services. Based on this description, the formulation of the problem in this research is whether service quality and consumer trust have a significant effect on consumer satisfaction of users of Pos Indonesia expedition services at the Surakarta City Head Office. This research uses an explanatory research type with a quantitative approach, the sampling technique used is nonprobability sampling, and the sampling technique used in this research uses purposive sampling using Google Form media. The data collection technique used a questionnaire, which was distributed to 100 research respondents. The data analysis techniques used are validity test, reliability test, correlation coefficient test, coefficient of determination test, simple linear regression test, t test, and significance test. The results of this research show that the service quality variable (X1) has a positive influence on the service use decision variable (Y). The trust variable (X2) has a positive influence on the service use decision variable (Y). The service quality variable (X1) and the trust variable (X2) have a positive influence on the service use decision variable (Y).Keywords: Quality of Service; Trust; Service Usage DecisionsKualitas pelayanan merupakan pokok utama yang selalu diharapakan pelanggan atas jasa yang akan diterimanya. Terdapat permasalahan yang terjadi seperti Pos Indonesia mengalami penurunan pendapatan karena banyaknya pesaing dari jasa ekspedisi lain yang menyebabkan menurunnya jumlah konsumen, kemudian dalam ulasan yang dirasakan oleh konsumen masih terdapat penilaian yang rendah selama menggunakan jasa Pos Indonesia. Berdasarkan uraian tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah kualitas pelayanan dan kepercayaan konsumen berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen pengguna jasa ekspedisi Pos Indonesia di Kantor Pusat Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling, dan teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan media Google Form. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, yang dibagikan kepada 100 responden penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji koefisien korelasi, uji koefisien determinasi, uji regresi linier sederhana, uji t, serta uji signifikansi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan (X1) memiliki pengaruh positif terhadap variabel keputusan penggunaan jasa (Y). Variabel kepercayaan (X2) memiliki pengaruh positif terhadap variabel keputusan penggunaan jasa (Y). Variabel kualitas pelayanan (X1) dan Variabel kepercayaan (X2) memiliki pengaruh positif terhadap variabel keputusan penggunaan jasa (Y).Kata Kunci : Kualitas Pelayanan;  Kepercayaan; Keputusan Penggunaan Jasa
Pengaruh Organizational Commitment dan Workload Terhadap Turnover Intention Dengan Job Satisfaction Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Bank Jateng Cabang Utama di Kota Semarang) Kaniyah, Dwi; Dewi, Reni Shinta; Nugraha, Hari Susanta
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jiab.2024.43735

Abstract

Abstract : Turnover intention usually arises marked by changes in attitudes and behavior carried out by employees. These attitudes and behavior will determine the quality and survival of the company. Employees must have a commitment to be able to accept the tasks given and be responsible, so this will influence employee satisfaction with work results. The amount of work given and company targets that are too large can cause employees to feel exhausted and even stressed. By encouraging employees to do additional working hours, this can increase employees' desire to leave the company. The type of research used is explanatory research. The population in this study was 73 permanent employees. Data analysis using SmartPLS 4.0 and Microsoft Excel software. The research results show that workload and job satisfaction have an effect on turnover intention, organizational commitment and workload have an effect on job satisfaction, and workload has a positive and significant effect on turnover intention through job satisfaction as an intervening variable. Meanwhile, organizational commitment has no effect on turnover intention, but if it is through job satisfaction, this variable has a positive and significant effect.Keywords: organizational commitment; workload; job satisfaction; and turnover intention Abstrak : Turnover intention biasanya timbul ditandai dengan adanya perubahan sikap dan perilaku yang dilakukan oleh karyawan, sikap dan perilaku ini akan menentukan kualitas serta keberlangsungan hidup dari perusahaan. Karyawan harus memiliki komitmen agar dapat menerima tugas yang diberikan dan bertanggung jawab, sehingga hal ini akan mempengaruhi kepuasan karyawan terhadap hasil pekerjaan. Jumlah pekerjaan yang diberikan serta target perusahaan yang terlalu besar dapat menyebabkan karyawan merasa kelelahan hingga stress, dengan didorong karyawan melakukan tambahan jam kerja, hal ini dapat meningkatkan keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan. Tipe penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Populasi pada penelitian ini ialah karyawan tetap sebanyak 73 responden. Analisis data menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4.0 dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan jika workload dan job satisfaction berpengaruh terhadap turnover intention, organizational commitment dan workload berpengaruh terhadap job satisfaction, dan workload berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention melalui job satisfaction sebagai variabel intervening. Sedangkan, organizational commitment tidak berpengaruh terhadap turnover intention, tetapi jika melalui job satisfaction maka variabel ini berpengaruh positif dan signifikan.Kata kunci: organizational commitment; workload; job satisfaction; dan turnover intention 
THE EFFECT OF LEADERSHIP, WORK ENVIRONMENT AND EMPLOYEE ENGAGEMENT AS MEDIATION VARIABLES ON THE LEVEL OF EMPLOYEE JOB SATISFACTION (STUDY AT PT. SUCOFINDO SEMARANG BRANCH) Trivilanita, Alsela Suri; Dewi, Reni Shinta; Nugraha, Hari Susanta
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jiab.2024.40915

Abstract

This research aims to determine the influence of leadership, work environment, and employee involvement as mediating variables on employee job satisfaction levels. The research object is PT. SUCOFINDO Semarang Branch. Research using explanatory type, sampling technique using saturated sample technique. The sample was 64 employees. The data analysis technique uses SmartPLS 3. The research results support the theory of organizational behavior. The research concludes that leadership has a positive and insignificant effect on job satisfaction, leadership has a negative and insignificant effect on employee engagement, the work environment has a positive and insignificant effect on job satisfaction, the work environment has a positive and significant effect on employee engagement, employee engagement as a mediating variable has positive and significant influence on job satisfaction, leadership has a negative and insignificant influence on job satisfaction and employee involvement is not a mediating variable, and the work environment has a positive and significant influence on job satisfaction through employee involvement as a full mediating variable. So, companies must provide good leadership and a comfortable work environment so that employees also feel involved and cause high job satisfaction. Future research: This research can use the employee engagement variable as the dependent variable, or use other variables that can influence job satisfaction or replace the leadership variable with transformational leadership, or can use objects from fellow state-owned companies or government and private agencies.Keyword: leadership; work environment; employee engagement; employee job satisfactionPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan, lingkungan kerja, dan keterlibatan karyawan sebagai variabel mediasi terhadap tingkat kepuasan kerja karyawan. Objek penelitian adalah PT. SUCOFINDO Cabang Semarang. Penelitian menggunakan tipe eksplanatori, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Sampel sebanyak 64 karyawan. Teknik analisis data menggunakan SmartPLS 3. Hasil penelitian mendukung teori perilaku organisasi. Penelitian menyimpulkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja, kepemimpinan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keterlibatan karyawan, lingkungan kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja, lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan karyawan, keterlibatan karyawan sebagai variabel mediasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, kepemimpinan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja dan keterlibatan karyawan bukan variabel mediasi, dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja melalui keterlibatan karyawan sebagai variabel full mediasi. Maka, perusahaan harus memberikan kepemimpinan yang baik dan lingkungan kerja yang nyaman agar karyawan juga merasa terlibat dan menyebabkan kepuasan kerja tinggi. Future research penelitian ini  dapat menggunakan variabel keterlibatan karyawan sebagai variabel dependen, atau menggunakan variabel lain yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja atau mengganti variabel kepemimpinan menjadi kepemimpinan transformasional, atau dapat menggunakan objek sesama BUMN atau instansi pemerintah dan swasta.Kata Kunci: kepemimpinan; lingkungan kerja; keterlibatan karyawan; kepuasan kerja
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN LEARNING TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI PADA PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) DAERAH OPERASI IV SEMARANG) Jati, Dewi Sekar; Dewi, Reni Shinta; Nugraha, Hari Susanta
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jiab.2024.41453

Abstract

A company is required to optimize its human resources in winning increasingly strong business competition. Human resources are the most important asset for an organization, the quality of human resources must be improved effectively and efficiently so that productive employee performance can be achieved. In achieving the goals of each organization is influenced by the performance of employees who are the spearhead of the success of the organization. To achieve the solution of human resources, companies must create conditions that make employees feel comfortable and can develop hard skills and soft skills optimally. This research aims to determine the influence of the work environment and learning on employee performance through work motivation as an intervening variable at PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Operational Area IV Semarang. This type of research is explanatory research which is assisted by distributing questionnaires and the selected sample is 100 people using the purposive sampling method. The respondents of this research are employees in all units of PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Operational Area IV Semarang.The results showed that the work and learning environment had a direct positive and significant influence on employee work motivation and performance. The work and learning environment also had a positive and significant indirect effect on employee performance through work motivation. The work motivation variable in this study has a role as a partial mediating variable. The suggestions put forward for PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop IV Semarang, are that a company pays more attention to the work environment, employee learning and work motivation so that it can improve employee performance. Recommendations for further research include adding other variables that can influence employee performance and can further expand the research object. Keywords: work environment; learning; work motivation; employee performanceSebuah perusahaan dituntut untuk mengoptimalkan sumber daya manusianya dalam memenangkan persaingan bisnis yang semakin kuat. Sumber daya manusia merupakan aset terpenting bagi organisasi, pengoptimalan sumber daya manusia harus ditingkatkan secara efektif dan efisien sehingga terwujud kinerja karyawan yang produktif. Dalam mencapai tujuan setiap organisasi dipengaruhi oleh kinerja karyawan yang merupakan ujung tombak keberhasilan dari organisasi. Tercapainya pengoptimalan sumber daya manusia, perusahaan harus menciptakan kondisi yang membuat karyawan merasa nyaman, dan dapat mengembangkan hardskill dan softskill secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan learning terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja sebagai Variabel Intervening pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi IV Semarang. Tipe penelitian ini adalah eksplanatory research yang dibantu dengan penyebaran kuesioner dan sampel yang dipilih berjumlah 100 orang dengan metode purposive sampling. Responden penelitian ini adalah karyawan di seluruh unit PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi IV Semarang. Penelitian ini menggunakan aplikasi SmartPLS dalam menghitung data primer yang diujikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan learning memiliki pengaruh secara langsung positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dan kinerja karyawan. Lingkungan kerja dan learning juga berpengaruh positif dan signifikan secara tidak langsung terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja. Variabel motivasi kerja pada penelitian ini memiliki peran sebagai variabel pemediasi parsial. Adapun saran yang diberikan terhadap PT. Kereta Api Indonsia (Persero) Daop IV Semarang, yaitu perusahaan lebih memperhatikan lingkungan kerja, learning karyawan, dan motivasi kerja sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel lain yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan dan dapat lebih memperluas objek penelitian.Kata Kunci: lingkungan kerja; learning; motivasi kerja; kinerja karyawan 
Pengaruh Brand Ambassador, Content Marketing, dan Word Of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Produk Hijab Merek Zoya (Studi Pada Pelanggan Azzam Collection di Kota Jakarta Timur) Handayani, Rani; Nugraha, Hari Susanta; Widayanto, Widayanto
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jiab.2024.43727

Abstract

Abstract: Zoya is a hijab fashion brand that is quite well known for offering its products to Muslim women in Indonesia. Azzam Collection is one of the shops that sells Zoya hijab fashion in the East Jakarta Administrative City, however, based on Top Brand Index data for the Hijab Category as well as target & sales realization data for Zoya hijab products, there has been fluctuating growth. Brand Ambassador, Content Marketing, and Word of Mouth are thought to be factors that influence purchasing decisions. This research aims to determine the influence of Brand Ambassador, Content Marketing, and Word of Mouth on purchasing decisions for Zoya brand hijab products among Azzam Collection customers in East Jakarta City. The type of research used was explanatory research with a total of 97 respondents. Data processing in this research uses the SPSS Statistics Ver 27 for Macbook tool. The results of this research show that Brand Ambassador, Content Marketing, and Word of Mouth have a positive and significant influence on purchasing decisions for Zoya brand hijab products among Azzam Collection customers in East Jakarta City. The suggestions in this research are that Zoya needs to prepare a PIC (Person in Charge) for Brand Ambassadors, use Google trends/analytics, and maintain and improve the quality and number of product variants.Keywords: purchase decision; brand ambassador; content marketing;word of mouthAbstraksi: Zoya merupakan salah satu merek fashion hijab yang cukup terkenal dalam menawarkan produknya bagi para muslimah di Indonesia. Azzam Collection merupakan salah satu toko yang menjual fashion hijab Zoya di Kota Administrasi Jakarta Timur, namun berdasarkan data Top Brand Index Kategori Hijab serta data target & realisasi penjualan produk hijab Zoya mengalami pertumbuhan yang fluktuatif. Brand Ambassador, Content Marketing, dan Word of Mouth diduga sebagai faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brand Ambassador, Content Marketing, dan Word of Mouth terhadap keputusan pembelian produk hijab merek Zoya pada pelanggan Azzam Collection di Kota Jakarta Timur. Tipe penelitian yang digunakan yaitu explanatory research dengan jumlah responden sebanyak 97 orang. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan alat bantu SPSS Statistics Ver 27 for Macbook. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Brand Ambassador, Content Marketing, dan Word of Mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian produk hijab merek Zoya pada pelanggan Azzam Collection di Kota Jakarta Timur. Saran dalam penelitian ini adalah Zoya perlu menyiapkan PIC (Person In Charge) bagi Brand Ambassador, penggunaan google trend/analytic, serta menjaga dan meningkatan kualitas serta jumlah dari varians produknya.Kata Kunci: keputusan pembelian; brand ambassador; content marketing; word of mouth
Peran Ganda Terhadap Kinerja Karyawan dengan Stres Kerja sebagai Variabel Intervening Pada Pekerja Wanita PT Inocycle Technology Group Tbk Kabupaten Semarang Pangaribuan, Kheren; Listyorini, Sari; Nugraha, Hari Susanta
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jiab.2024.43173

Abstract

 Abstract Employee performance can be identified through the production results of employees. Women are often expected to take care of household chores, family, and children; while they are also expected to be able to work and succeed in their jobs. This results in women being prone to experiencing conflicting role expectations, which also aligns with the suboptimal performance of employees. PT Inocycle Technology Group Tbk in Semarang Regency has several female employees because there are jobs that require good detailing, with a total of 46 female employees. Data collection utilized a Rating Scale questionnaire. Analysis was conducted using Smart PLS 4.0 software. Findings reveal that conflicting role expectations significantly increase job stress, which, in turn, impacts employee performance positively. However, the direct effect of conflicting role expectations on performance is negligible. When mediated by job stress, conflicting role expectations exhibit a significant positive impact. This research advises PT Inocycle Technology Group Tbk Semarang Regency to evaluate working hours policies, offer additional facilities, provide appreciation, and provide training and development.Keywords: employee performance; dual role conflict; job stressKinerja karyawan dapat diketahui melalui hasil produksi karyawan. Perempuan sering diharapkan untuk mengurus pekerjaan rumah tangga, keluarga, dan anak-anak; sementara mereka juga diharapkan untuk dapat bekerja dan berhasil dalam pekerjaannya. Hal ini mengakibatkan perempuan rentan mengalami konflik ekspektasi peran, yang juga sejalan dengan kinerja karyawan yang kurang optimal. PT Inocycle Technology Group Tbk di Kabupaten Semarang memiliki beberapa karyawan perempuan karena ada pekerjaan yang membutuhkan detailing yang baik, dengan total 46 karyawan perempuan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Rating Scale. Analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Smart PLS 4.0. Temuan mengungkapkan bahwa ekspektasi peran yang bertentangan secara signifikan meningkatkan stres kerja, yang pada gilirannya, berdampak positif pada kinerja karyawan. Namun, efek langsung dari ekspektasi peran yang bertentangan terhadap kinerja dapat diabaikan. Ketika dimediasi oleh stres kerja, ekspektasi peran yang bertentangan menunjukkan dampak positif yang signifikan. Penelitian ini menyarankan PT Inocycle Technology Group Tbk Kabupaten Semarang untuk mengevaluasi kebijakan jam kerja, menawarkan fasilitas tambahan, memberikan apresiasi, dan memberikan pelatihan dan pengembangan. Kata Kunci: kinerja karyawan; konflik peran ganda; stres kerja
Co-Authors Aditya Tjahya Prayudanto Aferi, Duvan Agung Agung Budiatmo Agus Hermani Agustiono Agustiono Ananda, Fitria Andi Wijayanto Apriatni Endang Prihatini Ardhian Prima Satya Ardiyanto, Nidienna Singgih Ari Pradhanawati Ariani Puspita Dewi Arief Yudhanto Arif Pujiyono Aristyo Adisaputro Arrazi, Ilham Muhammad Arya Willis Nugraha Putra, Arya Willis Nugraha Ayu Rizka Safitri, Ayu Rizka Ayuningtyas, Liana Sekar Bulan Prabawani Dalila Komala Trisnowati, Dalila Komala Dar wanto Darwanto Darwanto Dessy Sembiring Dhammawan, Virya Dharma Arif Rahman, Dharma Arif Dhiya, Saffanah Haura Diffa, Sovy Rahma Dwi Agni Septiyana Edwin CahyaNingrum Setyawati Eka Asmarajati, Alya Putri Elifaz Eldy Endang Larasati Fajar, Ikhsan Al Farizka Ayuningtyas Febiola, Dera Fitria, Difa Nur Fitrie Ariyanti Fitriyadi Fitriyadi Florence Aletta Manalu Garylda Chrisnatha Baskara Hafizh, Khaidar Handayani, Rani Handoyo Djoko Waluyo Hasbi Yasin Herlina Pujiastuti Hikmah Nuraini Huda, Addin Khoiri Hutama Dhyanto Putra Ilham Ainuddin Indi Djastuti Irsa, Nurissalisatul Ismailia, Leoni Bunga Istikhomah, Dewi Jati, Dewi Sekar Kaniyah, Dwi Kharismawati, Jessica Wahyu Kiki Afrilia Dewi Lila Tintami Maharani, Rania Rizqika Maya Kurniatun, Maya Muhammad Fadhli Muhammad Thoha Muslim, Muhammad Agil Musthofa Mulyono, Dewangga Aqna Nadhifah, Tuti Naili Farida Nawazirul Lubis Nelly Rhosyida Nenik Woyanti Ngatno Ngatno Nicolas Putrajaya Novianti Agustin, Novianti Nurifa, Virda Apriliasya Nurul Ami Widiyasari, Nurul Ami Nurul Hikmah Nusandini, Anisha Pangaribuan, Kheren Pramesti, Inggita Pramesti, Nafi Addin Prana Sabrina Tamimi Pratiwi, Bernadheta Murni Kusuma Prihandini, Dwi Rahayu Rahayu Ningsih, Ardiyana Dwi Rahman, Akbar Taufikur Rahman, Baskoro Saputra Raisha Sukma Huda, Raisha Sukma Ramadhan, Hilmy Reni Shinta Dewi Riana Aprilia, Riana Rizki, Shofi Amara Rodhiyah Rodhiyah Rosyid Wasiun Rr.Dhatuswasti Hesti Putri, Rr.Dhatuswasti Hesti Saikoo Muhammad, Saikoo Saragih, Theresia Dwi Putri Sari Listyorini Saryadi Saryadi Sekar Widyasari Putri Sendhang Nurseto Septia Caesari, Septia Septianingrum, Chaerunisa Laely Septianingtyas, Dianissa Shara Kaprisa Dewi, Shara Kaprisa Sovy Rahma Diffa Sri Suryoko Sri Suryoko Sri Suwitri Sudharto P Hadi Sudharto P. Hadi Syafitrah, Firza Timurti, Citra Sekar Tri Rahayu Mafrokhah, Tri Rahayu Trivilanita, Alsela Suri Umar, M. Difa'ul Haq Washillah, Muhammad Hafidz Widayanto Widayanto Widiartanto Widiartanto Widiartanto Winda Kartika, Winda Yuwanto Yuwanto Zahrani, Nisrina Zulfanni, Isnia