Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Agribis

PENTINGNYA MENGGALI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PETANI DALAM RANGKA MEMELIHARA KELESTARIAN LAHAN PERTANIAN SEBAGAI PENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN REJANG LEBONG Neti Kesumawati; Yukiman Armadi; Rita Hayati
Jurnal AGRIBIS Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.44 KB)

Abstract

ABSTRAK                  Introduksi teknologi  revolusi hijau yang massif di masa lalu berdampak pada  menurunnya kualitas lingkungan, seperti rusaknya lahan-lahan pertanian di perdesaan (Sukayat, dkk. 2013). Hal ini telah melahirkan suatu gerakan untuk kembali menerapkan pertanian tradisionil yang pernah dilakukan oleh nenek moyang terdahulu. Biasanya nenek moyang memanfaatkan sumberdaya lokal tanpa aplikasi pupuk buatan dan pestisida kimiawi, sebaliknya menekankan pada pemberian pupuk organik (alam), dan pestisida hayati, serta cara-cara budidaya lainnya yang tetap berpijak pada pelestarian lahan-lahan pertanian (Tandisau dan Herniwati, 2009).  Sebenarnya cara pertanian ini telah dilaksanakan  secara turun temurun oleh nenek moyang yang merupakan kearifan local yang banyak mengandung tata nilai atau perilaku hidup masyarakat lokal dalam berinteraksi dengan lingkungan tempatnya hidup secara arif sehingga tidak akan menimbulkan kerusakan lingkungan, termasuk lahan-lahan pertanian (Rusandi, 2013). Mengingat besarnya peranan kearifan lokal dalam memelihara kelestarian lahan pertanian maka perlu digali, dihidupkan dan dikembangkan lagi, baik berwujud pengetahuan atau ide, peralatan, norma adat, nilai budaya, aktivitas dalam kegiatan pertanian guna mencukupi kebutuhan hidupnya, termasuk kearifan lokal yang ada di Kabupaten Rejang Lebong.         Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kearifan local  masyarakat petani yang ada di Kabupaten Rejang Lebong; (2)  Mengetahui peran kearifan lokal masyarakat petani Kabupaten Rejang Lebong dalam memelihara kelestarian lahan pertania; (3) Mengetahui cara melestarikan kearifan local  masyarakat petani yang ada di Kabupaten Rejang Lebong         Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Rejang Lebong, selama lebih kurang 10 bulan mulai Februari 2015. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan metode sengaja dengan tujuan tertentu (Purpossive sampling) dan teknik penarikan sampel menggunakan metode Snowball Sampling. Data diperoleh melalui penyebaran angket kepada responden serta pengamtan langsung kondisi lingkungan. Data ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif.         Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Rejang Lebong memiliki banyak kearifan lokal dalam hal bercocok tanam. Dalam kearifan lokal tersebut terdapat banyak pedoman atau tuntunan yang sangat bijak dan arif disaat bercocok tanam. Pemakaian bahan-bahan alami dalam kegiatan bercocok tanam yang diterapkan nenek moyang sangat bermanfaat bagi kelestarian lahan-lahan pertanian. Kata Kunci : Kearifan Lokal, Kelestarian Lahan Pertanian 
RESPON TANAMAN TOMAT TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN PUPUK KALIUM Neti Kesumawati; Jafrizal; Andes Saputra
Jurnal AGRIBIS Vol. 15 No. 2 (2022): JURNAL AGRIBIS
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v15i2.3566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang sapi dan kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Solanum Lycopersicum. L). Penilitian ini di laksanakan selama 3 bulan, dimulai dari bulan Januari 2021 sampai Maret 2021 di lahan Percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu pada ketinggian ±51 m dpl. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu : faktor pertama pupuk kandang sapi K1 : 5 ton/ha, K2 : 10 ton/ha, K3 : 15 ton/ha, K4 : 20 ton/ha. Sedangkan faktor kedua pupuk kalium (Kcl) P : Kontrol, P1 : 200 kg/ha, P2 : 225 kg/ha. Masing-masing di ulang sebanyak 3 kali sehingga di peroleh 36 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdapat 4 tanaman sehingga di peroleh 144 tanaman.. Hasil data di analisis menggunakan sidik ragam dan apabila berbeda nyata di lakukan uji lanjut Duncan᾽s mutiple range test (DMRT) taraf 5%. Hasil penilitian menunjukan pupuk kandang sapi berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 14, dan 28 hst, jumlah cabang 28 hst, diameter batang 14,28 dan 42 hst dan berat buah. Perlakuan pupuk Kcl berbeda sangat nyata terhadap jumlah bunga, jumlah buah, dan berat buah. Dan terdapat interaksi antara pupuk kandang sapi dan Kcl pada diameter batang 42 hst. Kata kunci : Tomat, Kandang Sapi dan Kcl
MENELISIK NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL SUKU REJANG NUNDANG BINEAK DALAM RANGKA MEWUJUDKAN TEKNOLOGI PERTANIAN ORGANIK BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL DI KABUPATEN LEBONG BENGKULU Neti Kesumawati; Yukiman Armadi; Rita Feni
Jurnal AGRIBIS Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v16i1.4310

Abstract

Setiap daerah di Indonesia memiliki kearifan lokal berbeda-beda sehingga keberadaannya diibaratkan 1001 kisah yang tak mungkin bisa diceritakan dalam satu malam dan memerlukan usaha keras untuk menelisik nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Salah satunya adalah kearifan lokal Nundang Bineak yang dimiliki suku Rejang di Kabupaten Lebong yang sarat akan tuntunan disaat bersentuhan dengan lingkungan, seperti tuntunan pemakaian rebung bambu kuning, kunyit busuk, kendur dalam pengendalian hama di persawahan. Melihat adanya sinkronisasi antara kearifan lokal Nundang Bineak dan filosofi pertanian organik, yaitu memberdayakan petani untuk bekerja selaras dengan alam serta menghargai prinsip-prinsip yang bekerja di alam sehingga ada keseimbangan ekologi, keanekaragaman varietas, keharmonisan dengan iklim dan lingkungan sekitar.  Maka perlu sekali untuk menelisik nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal Nundang Bineak di Kabupaten Lebong, agar dapat memberdayakan Suku Rejang dalam kegiatan yang mampu mewujudkan pelaksanaan pertanian organik secara optimal sehingga dapat mengembalikan keseimbangan alam pada proporsinya semula dan pada akhirnya terciptanya kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk ; 1) mengetahui kearifan lokal Suku Rejang Nundang Bineak di Kabupaten Lebong; 2) mengetahui kontribusi kearifan lokal Suku Rejang Nundang Bineak Kabupaten Lebong dalam mendukung teknologi pertanian organik; 3) mengetahui cara melestarikan kearifan lokal Suku Rejang Nundang Bineak yang ada di Kabupaten Lebong 4) mengetahui pendapatan yang diperoleh petani yang masih memegang teguh kearifan lokal Nundang Bineak. Penelitian direncanakan akan dilaksanakan sekitar 10 bulan di Kabupaten Lebong. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan metode Purpossive sampling dan teknik penarikan sampel menggunakan metode Snowball Sampling. Data diperoleh melalui penyebaran angket kepada responden dan mengamati secara langsung kondisi lingkungan. Data selanjutnya ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat petani lebong hanya sebagian kecil melaksanakan kearifan lokal Nundang Bineak  Kata Kunci : Kearifan Lokal Nundang Bineak, Pertanian Organik dan kelestarian Lingkungan
PERAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO PERTANIAN BAGI KETAHANAN PANGAN PETANI INDONESIA MT., M.P., Hasanawi; Hasanawi, Asyrafinafilah; Kesumawati, Neti
Jurnal AGRIBIS Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.429 KB) | DOI: 10.36085/agribis.v14i1.1294

Abstract

Kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim didominasi di kawasan perdesaan, dengan proporsi keluarga petani yang sangat signifikan termasuk dalam masyarakat tidak mampu (miskin) dan mengalami kelaparan. Dengan demikian, pemberantasan kemiskinan dan kelaparan secara integral terkait dengan peningkatan produksi pangan, produktivitas pertanian dan pendapatan perdesaan. Selain itu, kondisi iklim yang tidak menentu secara langsung mempengaruhi keberlangsungan pertanian di Indonesia. Indonesia harus mampu menyediakan pangan yang cukup bagi seluruh rakyat dan akses pangan dengan harga terjangkau dengan perubahan yang berisiko tinggi. Berkaitan dengan hal tersebut, pengetahuan mengenai klimatologi penting dilakukan untuk mengantisipasi seperti perubahan iklim. Saat beradaptasi dengan perubahan iklim, kegiatan pertanian dibarengi dengan kegiatan perlindungan dan penguangan risiko hingga level yang paling rendah. Sehingga muncul asuransi usahatani yang bertujuan untuk melindungi pertanian, berbagi risiko, dan memihak petani. Asuransi usahatani, khususnya, berlaku untuk berbagi risiko gagal panen yang disebabkan oleh banjir, kekeringan, serta serangan hama dan penyakit. Penelitian ini menggunakan analisis pada data sekunder tentang ekonomi dan sistem keuangan Indonesia dan informasi yang dikumpulkan dalam wawancara dengan individu-individu kunci (keypersons) di Kementerian Pertanian, Jakarta. Untuk memperjelas data tersebut, dipilih satuKabupaten di provinsi Jawa Barat, Kabupaten Cirebon, dan dua Kabupaten di provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Semarang. Ketiga wilayah tersebut dipilih karena memiliki perkembangan sistem keuangan terutama pertanian daerah yang dinamis, dukungan pemerintah untuk memberikan subsidi pertanianyang aktif. Namun, dikarenakan tidak adanya bank pertanian di Indonesia, lembaga keuangan mikro eksisting diharuskan menyediakan dana yang cukup untuk menutupi biaya produksi. Untuk tindak lanjut jangka pendek, Program Pengembangan Agribisnis Pedesaan (PUAP) saat ini diharapkan dapat membantu petani melalui lembaga keuangan mikro dalam mendanai kegiatan pertanian. Peran keuangan mikro merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan dan sangat penting untuk membantu petani dalam meminimalisir efek risiko gagal panen. Praktik pertanian berkelanjutan dan sistem pangan, termasuk produksi dan konsumsi, sebaiknya dilaksanakan dalam perspektif yang holistik dan terintegrasi. Kata kunci : asuransi pertanian, perlindungan pertanian, risiko gagal panen.