Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Upaya Peningkatan Pengetahuan Siswa SD Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Duta Remaja Sebagai Pendidik Teman Sebaya di SDN Pamitran Kota Cirebon Widiyastuti, Dyah; Nurcahyani, Lia; Sriyatin, Sriyatin
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.12670

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan siswa melalui program “Duta Remaja” sebagai pendidik teman sebaya untuk  meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja pada siswa SD sehingga siswa tersebut dapat meningkat pula pengetahuan nya yang tujuan nya agar dapat mencegah perilaku seksual yang berisiko. Pelaksanaan kegiatan pemilihan Duta Remaja sebagai pendidik teman sebaya  melalui rangkaian kegiatan sosialisasi materi pendidikan kesehatan reproduksi remaja pada siswa kelas V, selanjutnya memilih tiga duta remaja untuk diberikan pelatihan “Pendidik Teman Sebaya selama dua hari menggunakan modul yang sudah dibuat oleh penulis, selanjutnya ketiga duta tersebut menyampaiakan materi kespro remaja kepada siswa kelas IV usia 10-12 tahun sejumlah 15 orang.  Hasil kegiatan menunjukan nilai rata-rata pre test pengetahuan siswa sebesar sebesar 74 dan post test sebesar 79 sehingga terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari pre test ke post test sebesar 5. Terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan sasaran (siswa kelas IV) dari pre test ke post test setelah diberikan materi pendidikan kespro remaja bagi siswa SD oleh Duta Pendidik Teman Sebaya. Saran agar pihak pendidikan dapat memanfaat Duta pendidik Teman sebaya yang sudah terpilih agar dapat diberikan kesempatan untuk memberikan informasi kepada teman sebaya yang lainnya.
“REPRODUCTIVE HEALTH GO TO SCHOOL” MODEL PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWA SD Nurcahyani, Lia; Widiyastuti, Dyah; Jubaedah, Entin
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.10477

Abstract

Masalah yang sering terjadi pada remaja adalah perilaku seksual yang berisiko. Batasan usia remaja berdasarkan WHO adalah 10-19 tahun. Berdasarkan batasan ini, maka siswa SD yang berusia 10-12 tahun sudah memasuki masa remaja dan perlu diberikan pendidikan kesehatan reproduksi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan guru dengan meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada siswa SD yang telah memasuki usia remaja, agar dapat mencegah perilaku seksual yang berisiko. Metode penerapan “Reproductive Health Go to School” melalui rangkaian kegiatan sosialisasi materi pendidikan kesehatan reproduksi, Focus Group Discussion kepada guru kelas, guru agama, serta guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) serta penyampaian materi pendidikan kesehatan reproduksi oleh guru kepada siswa kelas V yang berjumlah 30 orang. Hasil yang dicapai nilai rata-rata pre-test pengetahuan guru sebesar 88,3 dan rata-rata post-test sebesar 95. Nilai rata-rata pre-test pengetahuan siswa sebesar 82,1 dan rata-rata post-test sebesar 87,1. Materi pendidikan kesehatan reproduksi sebagian besar sudah termuat dalam mata pelajaran PJOK, serta Pendidikan Agama Islam. Terdapat beberapa pesan utama untuk remaja pada masa pubertas yang belum tersampaikan pada materi tersebut, selanjutnya telah disepakati akan ditambahkan untuk melengkapi materi yang sudah ada.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Kader Kesehatan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Pelatihan Pendidik Masyarakat di RW 05 Kedung Krisik, Desa Argasunya Widiyastuti, Dyah; Nurcahyani, Lia; Fitrianingsih, Yeni; Lisnawati, Lisnawati
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22705

Abstract

Remaja adalah periode dimana mereka mengalami pertumbuhan fisik yang cepat, pertumbuhan seksual, dan perubahan psikologis yang mendalam. Remaja sangat berisiko terhadap masalah kesehatan reproduksi yaitu perilaku seksual pranikah, yang akan menyebabkan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), pernikahan dini serta Penyakit Menular Seksual (PMS) termasuk HIV AIDS yang merupakan permasalahan dalam bidang Kesehatan Ibu dan Anak. Faktor penyebab munculnya perilaku seksual remaja adalah kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Berbagai penelitian telah merekomendasikan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini, tetapi belum sepenuhnya dilakukan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan kader kesehatan remaja melalui program “Pelatihan Kader Komunitas” sebagai pendidik teman sebaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada remaja usia 10-12 tahun  agar dapat mencegah perilaku seksual yang berisiko. Pelaksanaan kegiatan pelatihan kader komunitas sebagai pendidik teman sebaya dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan sosialisasi materi pendidikan kesehatan reproduksi remaja menggunakan video edukasi, selanjutnya dari sepuluh kader kesehatan yang ada dipilih empat orang kader kesehatan remaja untuk diberikan pelatihan “Pendidik Komunitas” selama satu hari menggunakan modul yang sudah dibuat oleh penulis. Nilai rata-rata pre test pengetahuan kader kesehatan remaja sebesar sebesar 84,1 dan post test sebesar 93,8 sehingga terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari pre test ke post test sebesar 9,7. Terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan sasaran (kader kesehatan remaja) dari pre test ke post test setelah diberikan materi pendidikan kespro remaja. Saran agar pihak puskesmas dapat memanfaatkan kader kesehatan remaja yang terpilih sebagai pendidik teman sebaya agar dapat diberikan kesempatan untuk memberikan informasi kepada teman sebaya yang lainnya.
SHORTENING THE DURATION OF THE SECOND STAGE OF LABOR AND INCREASING COMFORT WITH ESA CHAIR Mardiani, Dita Eka; Sapia, Noni; Lestari, Meti Widiya; Rismawati, Sariestya; Purnamasari, Wiwin Mintarsih; Mulyani, Nunung; Nurcahyani, Lia; Tajmiati, Atit; Badriah, Siti; Sofie, Muhamad
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 16 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 16 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : IAKMI South Tangerang Branch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/jkr.v16i2.374

Abstract

Background: The duration of labor is an important indicator of maternal and infant safety. The success and length of labor is influenced by birthing position. The ESA chair is designed to facilitate an upright position during labor, which, in theory, speeds up the birth process and increases maternal comfort. Objective: to analyze the comparison of the duration of  mothers using ESA chairs and delivery beds at independent midwives in Tasikmalaya city. Method: This study used a quasi-experimental approach with a two-group-posttest-only design, namely interventions in the group of mothers giving birth using ESA chairs and the group of mothers giving birth using delivery beds. The sampling technique used a total of 24 respondents. Data analysis used the Mann-Whitney test. Results: The results of the analysis showed that the duration of labor between the two groups showed that the average duration of labor in the ESA Chair group (34.23) was significantly faster than the average duration of labor in the “Delivery Bed” group (51.45). The results of statistical analysis using the Mann-Whitney test showed a p-value of 0.000. Conclusion: ESA chairs are more effective than delivery beds in shortening the duration of labor in mothers.