Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Edukasi dan aksi bersih pantai kupu-kupu melalui pendekatan 3R untuk meningkatkan environmental concern komunitas geo explorer Nurin Rochayati; Siti Sanisah; Dewi Urifah; Mas’ad Mas’ad; Sri Rejeki; Arif Arif; Astagini Putri Kariana; Triwinarsih Triwinarsih; Ratnah Ratnah; Soalihin Soalihin; Lalan Rojulan; Muhamad Ramadoan; Ade Irawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39627

Abstract

Abstrak Daerah pantai merupakan tempat yang mudah terpengaruh oleh polusi sampah, khususnya sampah plastik yang muncul dari kegiatan masyarakat dan pengunjung. Situasi ini juga terlihat di Pantai Kupu-Kupu, tempat di mana Komunitas Geo Explorer beraktivitas. Tingkat kesadaran yang rendah dari masyarakat mengenai pengelolaan sampah dengan pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menyebabkan hamparan sampah yang semakin banyak di wilayah pesisir. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian lingkungan anggota Komunitas Geo Explorer melalui pendidikan lingkungan dan aksi bersih pantai berdasarkan pendekatan 3R. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara partisipatif melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahapan pelaksanaan meliputi pendidikan mengenai pengelolaan sampah, aksi bersih pantai, pemisahan sampah, dan refleksi terhadap lingkungan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebelum dan setelah kegiatan untuk menilai tingkat pemahaman para peserta tentang pentingnya pengelolaan sampah dengan pendekatan 3R. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kepedulian peserta terhadap lingkungan setelah mengikuti program. Sebelum kegiatan, banyak peserta berada dalam kategori pemahaman rendah dan sedang, sementara setelah kegiatan sebagian besar peserta beralih ke kategori pemahaman tinggi. Kegiatan ini berupaya mendorong partisipasi aktif dari komunitas dalam menjaga kebersihan lingkungan pantai dan memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya perlindungan ekosistem pantai. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh pendidikan lingkungan berbasis komunitas yang berkelanjutan danbisa diterapkan di daerah pesisir lainnya. Kata kunci: edukasi; aksi bersih; enveronmental concern. Abstract Coastal areas are places that are easily affected by waste pollution, especially plastic waste that arises from the activities of the community and visitors. This situation is also evident at Kupu-Kupu Beach, where the Geo Explorer Community is active. The low level of public awareness regarding waste management with the 3R approach (Reduce, Reuse, Recycle) has led to an increasing expanse of waste along the coastal areas. Therefore, this community service activity aims to increase the environmental awareness of the Geo Explorer Community members thru environmental education and beach clean-up actions based on the 3R approach. The implementation of the activity is carried out participatively thru the stages of preparation, execution, and evaluation. The implementation stages include education on waste management, beach clean-up actions, waste separation, and reflection on the environment. Evaluation was conducted using questionnaires before and after the activity to assess the participants' understanding of the importance of waste management with the 3R approach. The results of the activity showed an increase in participants' understanding and concern for the environment after participating in the program. Before the activity, many participants were in the low and medium understanding categories, while after the activity, most participants shifted to the high understanding category. This activity aims to encourage active participation from the community in maintaining the cleanliness of the beach environment and strengthening collective awareness about the importance of protecting coastal ecosystems. This program is expected to serve as an example of sustainable community-based environmental education that can be applied in other coastal areas. Keywords: education; clean action; environmental concern.
Hak-Hak Anak serta Faktor Risiko dan Protektif Penelantaran Anak Pekerja Migran Indonesia: Analisis dengan Kerangka SCII Maemunah Maemunah; Sri Rejeki; Hilman Syarial Haq
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.35551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hak-hak anak, serta faktor risiko dan protektif terhadap penelantaran anak pekerja migran Indonesia menggunakan kerangka SCII. Studi ini berangkat dari fenomena meningkatnya kasus penelantaran anak yang ditinggalkan orang tua bekerja ke luar negeri, khususnya di Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis-empiris dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap sembilan informan yang terdiri dari anak pekerja migran, pengasuh, tokoh masyarakat, Forum Anak, dan pejabat lembaga pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran hak anak mencakup hak atas pengasuhan dan perlindungan keluarga, pendidikan yang layak, perlindungan dari kekerasan dan penelantaran, kesehatan dan kebutuhan dasar, partisipasi, serta identitas dan rasa aman. Faktor risiko yang dominan adalah budaya patriarki, budaya diam, lemahnya koordinasi kelembagaan, serta rendahnya kapasitas dan literasi hukum pengasuh. Di sisi lain, faktor protektif muncul melalui solidaritas komunitas, peran Forum Anak, kebijakan perlindungan anak nasional, dan pendidikan berbasis hak yang mendorong resiliensi anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya implementasi terpadu berbasis SCII sebagai strategi sistemik dan sensitif budaya untuk memperkuat perlindungan anak. Temuan ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman teoretis dan praktik tata kelola perlindungan anak di Indonesia.This study aims to analyze children's rights, as well as risk and protective factors for child neglect among Indonesian migrant workers using the SCII framework. This study is based on the increasing number of cases of child neglect among parents working abroad, particularly in East Lombok. The study employs a juridical-empirical approach, utilizing descriptive and analytical methods. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies with nine informants, including migrant workers' children, caregivers, community leaders, the Children's Forum, and local government officials. The results show that violations of children's rights include the right to family care and protection, adequate education, protection from violence and neglect, health and basic needs, participation, and identity and a sense of security. The dominant risk factors are patriarchal culture, a culture of silence, weak institutional coordination, and low capacity and legal literacy of caregivers. On the other hand, protective factors emerge through community solidarity, the role of the Children's Forum, national child protection policies, and rights-based education that promotes child resilience. This research highlights the importance of integrated SCII-based implementation as a systemic and culturally sensitive approach to enhance child protection. These findings contribute to broadening the theoretical understanding and practice of child protection governance in Indonesia.
Flipped Classroom sebagai Inovasi Pembelajaran PKn untuk Mendorong Kemandirian Belajar Siswa di SMPN 1 Batulayar Sri Rejeki; Abdul Sakban; Husnul Hatimah
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.35554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model flipped classroom sebagai inovasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa di SMPN 1 Batulayar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe one-group pretest-posttest, melibatkan 31 siswa kelas VIII. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen valid (r hitung > 0,3550) dan reliabel (α = 0,938). Nilai signifikansi uji t sebesar 0,000 (< 0,05) menandakan perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan flipped classroom. Model ini terbukti efektif meningkatkan kemandirian belajar siswa, termasuk kemampuan mengatur diri, tanggung jawab, dan refleksi terhadap proses belajar. Diskusi hasil menunjukkan bahwa flipped classroom tidak hanya berkontribusi pada peningkatan hasil belajar kognitif, tetapi juga aspek afektif dan metakognitif melalui integrasi teori konstruktivisme dan teknologi pembelajaran digital. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya penerapan model pembelajaran berbasis nilai dan teknologi untuk mendukung tujuan Merdeka Belajar dan pembentukan pelajar Pancasila yang mandiri, reflektif, serta berdaya saing global.This study aims to analyze the effectiveness of the flipped classroom model as a Civic Education learning innovation in improving students' learning independence at SMPN 1 Batulayar. The study employed a quantitative approach with a one-group pretest-posttest quasi-experimental design, involving 31 eighth-grade students. Data were collected through observation, testing, and documentation, then analyzed using validity, reliability, normality, homogeneity, and paired sample t-test tests. The results showed that all instruments were valid (r count > 0.3550) and reliable (α = 0.938). The t-test significance value of 0.000 (<0.05) indicates a statistically significant difference between the before and after implementation of the flipped classroom. This model has been proven effective in improving students' learning independence, including self-regulation, responsibility, and reflection on the learning process. The discussion of the results shows that the flipped classroom not only contributes to improving cognitive learning outcomes but also affects affective and metacognitive aspects through the integration of constructivist theory and digital learning technology. The implications of this research emphasize the importance of implementing a values-based and technology-based learning model to support the goals of Independent Learning and the formation of independent, reflective, and globally competitive Pancasila students
ANALISIS KEBUTUHAN IMPLEMENTASI SEKOLAH PENGGERAK DALAM UPAYA MENUMBUHKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Yuni Yuni; Sri Rejeki; Saddam Saddam
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 11 No 1 (2026): Volume 11 Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v11i1.2075

Abstract

In the context of ongoing educational reform in Indonesia, this study aims to analyze the implementation requirements of the Sekolah Penggerak program in fostering the Pancasila Student Profile across three educational units in North Lombok Regency. Employing a qualitative research design, data were collected through in-depth interviews, direct observations, and document analysis. The study examines six key factors influencing program implementation: human resources, facilities and infrastructure, curriculum adaptation, extracurricular activities, school environment, and funding management. The findings reveal that successful implementation is strongly determined by the professional competence and leadership capacity of teachers and principals, the adequacy of school infrastructure, and the integration of Pancasila values into both curricular and co-curricular activities. Extracurricular programs play a significant role in shaping students’ character, while supportive school environments enhance internalization of core values. Furthermore, effective financial planning and allocation are essential to sustain program activities. This research contributes to the development of strategic frameworks for strengthening character education policy and improving the operational effectiveness of the Sekolah Penggerak initiative in Indonesia.
Co-Authors -, Ibrahim - -, Mintasrihardi - Abdul Sakban Ade Irawan Adi Supriyadi Agus Herianto Akhmad Syafruddin Alam Maulana Aliahardi Winata Anwar Efendy Arif Arif Arinihubbi Farodisa Arsyad Abd. Gani Asmi Sutamiati Pagasan Asri Asri Astagini Putri Kariana Ayu Sadana Prihatin Ningsih Azizah, Asma Bernadus Iker Willem Bernadus Ikir Wilhem Burhanuddin Burhanuddin Candra , Candra Dewi Urifah Dian Eka Maya Sari Djunadi AM Djunadi AM Eko Purnomo Fauzan Fauzan Hamdi Hamdi Harry Irawan Johari Harun Joko Prayitno Heri Gunawan Hermawati Hermawati Heryanto Heryanto Hilman Syarial Haq Humaira . Husnul Hatimah Ibrahim Ibrahim Irma Setiawan, Irma Isnaini Isnaini Iwan Tanjung Sutarna Joni Safaat Adiansyah Junaidi A.M Junaidi Am Junaidy AM Kamaluddin Kamaluddin Lalan Rojulan Lilis Isharyanti M. Saleh M. Sobry Maemunah Maemunah Mahsup Mahsup Malami Muhammad Garba Mardiya Hayati Mardiyah Hayati Mas,ad, Mas,ad Muhamad Ramadoan Muhammad Ali Muhammad Nizar Muhammad Salahuddin Muhammad Saleh Nizar Nizar nurafiah nurafiah Nurbaya Nurbaya Nurhayati, Nurhayati Nurin Rochayati Nurjannah S Nurul Huda Palahuddin Parahadi, Masreza Piscolia Dynamurti Wintoro Ratnah Ratnah Rihal Jayadi Rohayu H, Rina Rosada Rosada Saddam Saddam Sakban Sakban Sari, Nursina Sawaludin Sawaludin Sinta Muhardini Sintayana Muhardini Sirajuddin Sirajuddin Siti Hasanah Siti Sanisah Soalihin Soalihin Sri Maryani Sukuryadi Susana Engsa Swandi Swandi Syaharuddin Syaharuddin Tin Yuliani Triwinarsih Triwinarsih Vera Mandailina, Vera Wahyu Azwar Yuni Yuni Zainuddin Zainuddin Zedi Muttaqin