Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

EFFECTIVENESS of Turbinaria conoides AS A HAIR TONIC FOR HAIR GROWTH IN MICE (Mus musculus) Afifah Nurazizatul Hasanah; Ginanjar Pratama; St. Nurul Fadillah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.39181

Abstract

Hair loss is a common condition that may reduce self-confidence. Hair tonics are product that used to maintain scalp health, strengthen hair follicles, and stimulate hair growth. However, commercially available products often contain synthetic compounds, which may cause adverse side effects. Therefore, the development of safer hair tonic formulations is needed. Turbinaria conoides, a brown seaweed rich in flavonoids, and celery (Apium graveolens) have been reported to possess bioactive properties that support hair growth. This study evaluated the effect of incorporating T. conoides and celery extracts into hair tonic formulations on hair growth. The research was conducted in three stages: extraction of raw materials, formulation of hair tonic preparations, and in vivo testing using mice as experimental animal models. Hair growth was assessed by measuring hair length periodically from day 7 to day 28 following topical application.. Among the tested formulations, P4 (10% seaweed extract and 0% celery extract) demonstrated the best performance with characteristics as follow: produced the highest hair growth of 11.28 mm and the highest increase in hair weight of 0.12 grams; pH 5,6 (in safe range); shows good physical stability; and demonstrated panelist acceptance at a score of 3 (like category) based on a hedonic test for color and aroma parameters. Hair tonic formulated with T. conoides and celery extracts shows potential as a natural and effective alternative for promoting hair growth and may reduce reliance on synthetic agents.
Analisis Perbandingan Keanekaragaman Crustacea Pada Karang Mati Dan Pesisir Wilayah Timur Pulau Tarahan Rifqi Maulana Waliuddin; Fharikha Indriyawati; Meilisa Maulida; Serlina Candraningtiyas; Devina Sayyida Nafisa; Moch Saad; Afifah Nurazizatul Hasanah; Prakas Santoso
JKP - Jurnal Kelautan dan Pesisir Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kelautan dan Pesisir
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FIPAK, Universitas OSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67240/jkp212025115-123

Abstract

Pulau Tarahan, yang terletak di wilayah timur Kabupaten Serang, Banten, merupakan kawasan pesisir yang masih relatif alami dan kaya akan keanekaragaman biota laut. Crustacea merupakan bagian penting dari rantai makanan laut dan menunjukkan seberapa baik lingkungan perairan. Untuk mengukur kualitas air, parameter Dissolved Oxygen (DO) dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) digunakan. Sampel diambil menggunakan tangan (handpick) Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi spesies berbeda di masing-masing habitat. Di pesisir ada 12 spesies dengan lebih banyak individu daripada Pilumnus leach, sedangkan di karang mati ada 8 spesies dengan lebih banyak individu daripada Coenobita spp. Nilai indeks keanekaragaman (H') di kedua lokasi sedang (1,94 di pesisir dan 1,96 di karang), dan indeks dominansi (C') rendah (0,1) menunjukkan komunitas yang stabil tanpa spesies yang mendominasi. Kualitas air di seluruh stasiun berada dalam kategori yang mendukung kehidupan akuatik, berdasarkanengukuran DO dan BOD. Dengan DO tertinggi 6,9 mg/L dan BOD tertinggi 1,1 mg/L, keduanya berada di bawah batas wajar. Hasil ini menunjukkan bahwa distribusi dan kelimpahan spesies Crustacea dipengaruhi oleh perbedaan habitat dan kualitas air. Keanekaragaman hayati di daerah pesisir dan karang mati sangat didukung oleh substrat kompleks, bahan organik, dan oksigen terlarut.  
Keanekaragaman, Keseragaman, Dan Dominansi Biota Karang Pada Sisi Timur dan Barat Pulau Tarahan, Kecamatan Bojonegara, Banten Adelia Futri; Ahmad Riza Rabbani; Dini Fat Zhara Nuari; Cahyo Sandy Nugroho; Christian Firdotua Pangihutan Sinaga; Aditya Putra Firdaus; Afifah Nurazizatul Hasanah; Prakas Santoso; Moch Saad
JKP - Jurnal Kelautan dan Pesisir Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kelautan dan Pesisir
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FIPAK, Universitas OSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67240/jkp222025162-171

Abstract

Pulau Tarahan merupakan sebuah pulau kecil yang terletak di Utara provinsi Banten. Letak dari Pulau Tarahan tidak terlalu jauh dari kawasan industri yang berada di sekitar Bojonegara, Banten. Karena letaknya yang dekat dengan kawasan industri itu membuatnya rentan terdampak pencemaran yang mengakibatkan berkurangnya keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi biota yang hidup di karang mati di Pulau Tarahan, Banten. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi biota pada karang mati yang ada di Pulau Tarahan, Banten. Penelitian ini berfokus pada 2 titik stasiun yaitu sisi Barat dan sisi Timur Pulau Tarahan. Metode yang digunakan adalah metode random sampling. Penelitian ini menemukan pada sisi Barat dan Timur pulau terdapat beberapa persamaan dan perbedaan spesies dari sampel karang mati yang diambil. Pada stasiun Barat ditemukan 4 filum dengan total 24 spesies dan pada stasiun Timur ditemukan 4 filum dengan total 21 spesies. Berdasarkan hasil penghitungan nilai indeks keanekaragaman stasiun Barat adalah 2,83 sedangkan untuk stasiun Timur adalah 2,55. Untuk indeks keseragaman stasiun Barat adalah 0,90 sedangkan untuk stasiun Timur adalah 0,84. Nilai indeks dominansi tertinggi ditemukan pada stasiun Timur dengan nilai 0,12 sedangkan untuk stasiun Barat adalah 0,08. Setelah mengetahui nilai dari indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi pada stasiun Barat dan stasiun Timur dapat dikaitkan dengan kondisi perairan pada Pulau Tarahan untuk diambil kesimpulan apakah biota pada karang mati tersebut terbilang stabil atau tidak.
Microplastic Characteristics of Indian Scad (Decapterus ruselli) and Tilapia (Oreochromis niloticus) at Rau Market, Serang City, Banten: Karakteristik Mikroplastik pada Ikan Layang (Decapterus ruselli) dan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Pasar Rau, Kota Serang Desy Aryani; Afifah Nurazizatul Hasanah; Fitri Afina Radityani; Devi Faustine Elvina Nuryadin; Lana Izzul Azkia
Habitus Aquatica Vol 4 No 1 (2023): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.4.1.1

Abstract

Mikroplastik dapat mencemari air, tanah, tumbuhan, hewan, hingga manusia. Sumber limbah mikroplastik di perairan tawar antara lain dari industri, pertanian, dan aktivitas antropogenik di mana keseluruhannya dapat menjadi sumber pencemaran mikroplastik di laut. Ikan nila (Oreochromis niloticus) dan ikan layang (Decapterus ruselli) merupakan ikan omnivora yang hidup di kolom air, di mana ikan nila dibudidayakan di perairan tawar sedangkan ikan layang ditangkap di laut. Proses identifikasi mikroplastik menggunakan mikroskop. Sebanyak 158 mikroplastik telah ditemukan pada insang, lambung, dan usus ikan nila, sedangkan sebanyak 411 mikroplastik pada insang, lambung, dan usus ikan layang. Jumlah mikroplastik jenis fragmen pada insang, lambung, dan usus ikan mendominasi, berasal dari fragmentasi plastik bahan polipropilen dan polietilen. Jenis mikroplastik terbanyak kedua adalah fiber, dikenali dari bentuknya yang panjang dan menyerupai tali atau benang berasal dari serat jaring serta peralatan rumah tangga. Pada ikan, mikroplastik jenis fiber dapat menggumpal atau membetuk simpul yang dapat memblokir saluran pencernaan dan menghalangi jalan masuknya makanan. Mikroplastik jenis film ditemukan dengan jumlah yang paling sedikit pada ketiga organ ikan yang di analisis. Jenis ini diidentifikasi sebagai polimer polietilen yang berbentuk lembaran tipis hasil degradasi plastik kemasan, memiliki densitas paling rendah dari tipe mikroplastik lainnya.
Co-Authors A'tha Dhafa Bayu Setya Adelia Futri Adi Susanto Adi Susanto Adi Susanto Aditya Putra Firdaus Afina Radityani, Fitri Agitha Saverti Jasmine Ahmad Riza Rabbani Akif, Muhammad Mahdi Almaida Mulya Annisa Khaira Nasution Aprilliyanti, Andira Aris Munandar Aris Munandar Aris Munandar Aryani, Desy Ayi Meata, Bhatara Bagas Septian Pratama Baretta Ari Nauli Basyair, Bunyamin Bhatara Ayi Meata Bhatara Ayi Meata Cahyo Sandy Nugroho Christian Firdotua Pangihutan Sinaga Dema Okgareta Devi Faustine Elvina Nuryadin Devi Faustine Elvina Nuryadin Devi Faustine Elvina Nuryadin Devina Sayyida Nafisa Dewantara, Esza Cahya Dharmayanti, Wina Dinda Trie Suci Dini Fat Zhara Nuari Dini Surilayani Dini Surilayani Dini Surilayani, Dini Dwi Mulyani Edo Ahmad Solahuddin Erik Munandar Esza Cahya Dewantara Exel Muhamad Rizki Fadillah, Tia Noer Fahresa Nugraheni Supadminingsih Fahresa Nugraheni Supadminingsih, Fahresa Nugraheni Fanny Yulianti Fatimah Fathimah Zahro Fatimah, Fanny Yulianti Faustine Elvina Nuryadin, Devi Fauzy, Insan Fharikha Indriyawati Fharikha Indriyawati Fitri Afina Radityani Fitri Afina Radityani Fitria, Syarlla Putri Ara Gilang Ramadhan Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Giofani Mahendra Darma Gracia, Jeaneatte Habil Hisyam Hanifah Fitriani Hayati, Puput Putri Hendrawan Syafrie Herjayanto, Muh. Inas Almira Indra Taruna Widodo Insan Fauzy Intan Nadiya Intan Nurani Drana Wasistha Jasmine, Agitha Saverthi Jasmine, Agitha Saverti Julian Alifka Rizky Julian Saputra Khalifa, Muta Ali Kiki Roidelindho Lana Izzul Azkia, Lana Izzul Leku Putri Raihanna Lestari, Nurhaliza Amalia Lukman Anugrah Agung Mainaki, Abdul Muid Mas Bayu Syamsunarno Mas Bayu Syamsunarno, Mas Bayu Meata, Bhatara Ayi Meata, Bhatara Ayi Meilisa Maulida Meliyantika, Rindi Meuthia Maharani Kanedi Moch Saad Moch Saad Moehammad Pramana Hussein Mulkas Hadi Sumantri Munandar, Aris Munandar, Erik Muta Ali Khalifa Muzaki, Fahri Nabila Putri Nadia, Putri Neneng Sulastri Nico Wantona Prabowo Nico Wantona Prabowo, Nico Wantona Nunung Noer Aziizah Nunung Noer Aziizah, Nunung Noer Nurhaliza Amalia Lestari Nurwahyuni, Ida Nuryadin, Devi Faustine Elvina Nuryadin, Devi Faustine Elvira Oktavia, Sella Prakas Santoso Prakas Santoso Pratama, Rifki Putra Suryono, Jundi Putri Risa Fatmawati Putri, Nabila Radityani, Fitri Afina Ratna Sari, Dea Rena Puji Rahayu Rifki Prayoga Aditia Rifki Prayoga Aditia Rifki Prayoga Aditia Rifki Prayoga Aditya Rifqi Maulana Waliuddin Rita Arisma Banjarnahor Riva Regina Nabilah Rizki, Exel Muhamad Roidelindho, Kiki Rosad, Rosad Rostiati, Aini Saad, Moch Sakinah Haryati Sakinah Haryati Sakinah Haryati Sakinah Haryati Santoso, Prakas Serlina Candraningtiyas Sipahutar, Yesika Solahuddin, Edo Ahmad St. Nurul Fadilah St. Nurul Fadillah Suci, Dinda Trie Supadmaningsih, Fahresa Nugraheni Suryono, Jundi Putra Tia Noer Fadillah Udin, Ato Wantona, Nico Wasistha, Intan Nurani Drana Yanuarti, Rini Zahra Amalia Putri Zahro, Fathimah