Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

GERAKAN AKSI BERSIH PANTAI SEBAGAI WUJUD KEPEDULIAN MENJAGA LINGKUNGAN DI PULAU PANJANG KABUPATEN SERANG, BANTEN Munandar, Erik; Pratama, Ginanjar; Azkia, Lana Izzul; Syafrie, Hendrawan; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Khalifa, Muta Ali; Meata, Bhatara Ayi; Susanto, Adi; Supadminingsih, Fahresa Nugraheni; Nuryadin, Devi Faustine Elvina; Aryani, Desy; Radityani, Fitri Afina
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 6 No 2 (2024): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v6i2.7307

Abstract

Pulau Panjang merupakan salah satu pulau yang berada di wilayah Teluk Banten, menjadi salah satu jalur laut strategis, termasuk dalam Wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Kabupaten Serang, dan menjadi tujuan objek wisata khususnya pantai. Sampah yang berada di pantai akan meningkat seiring dengan peningkatan kegiatan. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan ataupun membersihkan sampah kiriman. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengklasifikasi jenis sampah yang ada di pulau Panjang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah partisipatif masyarakat dalam kegiatan aksi bersih dan klasifikasi jenis sampah yang berada di Pulau Panjang. Hasil yang diperoleh yaitu peserta aksi bersih ini diikuti 60 orang peserta yang terdiri atas mahasiswa, masyarakat dan dosen, serta sosialisasi yang terselenggara dengan baik dengan indikator masyarakat yang lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Aksi bersih pantai berhasil mengangkut sekitar 20 kantong sampah menunjukan adanya peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan pantai di Pulau Panjang.
Empowerment of female fishermen in Tanggul Jaya Village, Serang Banten in making organic bar soap based on sea salt and ecoenzyme Nuryadin, Devi Faustine Elvina; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Rosad, Rosad; Mainaki, Abdul Muid; Ramadhan, Gilang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31845

Abstract

Tanggul Indah Village is a village located Banten Village, Kasemen District, which is not far from the main city of Serang. This village is a coastal area with the majority of its people working as fishermen. The initial issue arose due to the use of cleaning agents such as sodium lauryl sulfate (SLS) soap which can have a negative impact on the environment. In addition, another problem is the large amount of unprocessed organic waste in the village environment. So that a community service program was carried out which aims to empower groups of women fishermen in Tanggul Indah Village through training in making organic soap based on sea salt and ecoenzyme with specific objectives to be achieved including a) management of household waste that can be used as ecoenzyme as a basic ingredient in making organic soap; b) training in making organic bar soap. The implementation method is carried out through stages, namely a) management of organic waste into ecoenzyme products; b) utilization of sea salt as a complementary ingredient in making environmentally friendly organic soap; c) empowerment and training of women fishermen in making organic bar soap. This training has gone well and received a positive response from the service participants. The active participation of each fisherwoman in every stage of the activity reflects the high enthusiasm and concern for environmental issues.
Efektivitas Paper Soap Ekstrak Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) dan Kulit Lemon dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Aprilliyanti, Andira; Pratama, Ginanjar; Hasanah, Afifah Nurazizatul
Akuatika Indonesia Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v10i2.66230

Abstract

Paper soap merupakan sabun sekali pakai yang dibuat menggunakan kertas larut air yang memiliki kelebihan sebagai sabun yang higienis, praktis, ringan, dan ramah lingkungan. Paper soap diformulasikan dengan ekstrak rumput laut (K. alvarezii) dan kulit lemon. Paper soap dengan menggunakan dua bahan alami yang berfungsi tidak hanya sebagai pembersih, tetapi juga sebagai antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini untuk menentukan konsentrasi terbaik paper soap dari ekstrak K. alvarezii dan kulit lemon (Citrus limon L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini berbentuk eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 3 taraf perlakuan dengan konsentrasi (AP1, AP2, dan AP3) dan 3 kali ulangan. Hasil yang didapatkan pada uji antibakteri Staphylococcus aureus perlakuan AP1 dengan konsentrasi ekstrak rumput laut K. alvarezii 0% dan ekstrak kulit lemon 10% merupakan perlakuan terbaik dengan nilai zona hambat 4,42 mm dan termasuk dalam kategori zona hambat lemah. Hasil parameter uji kelembapan menunjukkan peningkatan sebesar 16,99% pada wanita dan 13,28% pada pria, tinggi busa sebesar 3,33% (sesuai SNI 3532:2016), uji hedonik pada kenampakan, aroma, dan warna memiliki nilai suka dengan skala nilai 4, serta nilai pH 9,37 (sesuai SNI 2588:2017) dan hasil pengujian iritasi negatif pada kulit sukarelawan.
Annelid Biodiversity In Dead Corals Against Pollution In Tarahan Island Baretta Ari Nauli; Zahra Amalia Putri; Rita Arisma Banjarnahor; Habil Hisyam; Bagas Septian Pratama; A'tha Dhafa Bayu Setya; Moch Saad; Prakas Santoso; Afifah Nurazizatul Hasanah
Grouper Vol. 16 No. 2 (2025): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v16i2.324

Abstract

Tarahan Island is one of the small islands located in the waters of Banten Bay, Banten Province. This study aims to determine the cryptic organisms found on dead corals and determine the level of seawater pollution with TSS, BOD, COD parameters used as variables for assessing the status of water pollution in Tarahan Island, Banten. The method used in this research is using Purposive Sampling location determination. Data collection was carried out on March 26, 2025 to May 15, 2025 on Tarahan Island. Based on the results of the study found 42 individuals of the phylum Annelida. The most common species found was Alitta Succinea. The results of TSS research showed an average concentration of 377.77778 mg/L and BOD had an average concentration of 0.616667 mg/L.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI TUNNEL GARAM DI DESA PANIMBANGJAYA, KABUPATEN PANDEGLANG Aziizah, Nunung Noer; Lestari, Nurhaliza Amalia; Khalifa, Muta Ali; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Munandar, Erik; Wantona, Nico; Supadminingsih, Fahresa Nugraheni; Jasmine, Agitha Saverthi; Dewantara, Esza Cahya; Akif, Muhammad Mahdi; Fitria, Syarlla Putri Ara
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 8 No 1 (2025): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v8i1.7658

Abstract

Produksi garam di Indonesia masih sangat bergantung pada kondisi cuaca, sehingga kualitas dan jumlah yang dihasilkan sering tidak stabil. Desa Panimbangjaya, Kabupaten Pandeglang, menghadapi permasalahan serupa dalam produksi garam rakyat. Kegiatan pengabdian ini memperkenalkan tiga komponen inovasi teknologi tunnel garam yaitu kolam penuaan berlapis HDPE, filterisasi air laut, dan dinding tunnel portabel kepada siswa MAN 3 Pandeglang sebagai agen transfer pengetahuan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik, diskusi interaktif, dan evaluasi melalui kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil survei menunjukkan skor persepsi rata-rata 4,65 (kategori sangat baik), dengan penilaian tertinggi pada aspek keberlanjutan teknologi tunnel garam (5,0). Responden menekankan kebutuhan penambahan jumlah tunnel, replikasi ke desa pesisir lain, pelatihan lanjutan, serta dukungan pemasaran. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan siswa tidak hanya memperkuat transfer pengetahuan lintas generasi, tetapi juga mendukung keberlanjutan inovasi produksi garam rakyat di wilayah pesisir.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN DARI CANGKANG KERANG HIJAU DAN SPIRULINA PADA MASYARAKAT DESA TANGGUL INDAH, SERANG, BANTEN Nuryadin, Devi Faustine Elvina; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Yanuarti, Rini; Pratama, Ginanjar
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 8 No 1 (2025): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v8i1.7694

Abstract

Desa Tanggul Indah merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki usaha rumah kupas kerang hijau. Setiap harinya, usaha tersebut menghasilkan sekitar 50kg cangkang kerang basah yang dibuang begitu saja di sekitar rumah kupas. Hal itu terlihat dari banyaknya cangkang kerang yang menumpuk di beberapa titik di wilayah tersebut. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk mengatasi hal tersebut dengan cara membuat cangkang kerang menjadi bernilai ekonomis. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat mengolah cangkang kerang menjadi sabun batang yang dikombinasikan dengan Spirulina untuk meningkatkan zat aktifnya di Desa Tanggul Indah. Kegiatan ini dilakukan dengan cara melatih masyarakat yang berjumlah 15 orang secara deep learning dalam membuat sabun batang. Proses transfer knowledge dilakukan secara langsung menggunakan metode ceramah dan praktik. Metode evaluasi dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan melalui kuesioner, untuk melihat perubahan pemahaman untuk pembuatan sabun. Hasil yang didapatkan yaitu meningkatnya pemahaman masyarakat Desa Tanggul Indah sebesar 100% terhadap cara membuat sabun batang yang berasal dari cangkang kerang hijau dan Spirulina. Selain itu, masyarakat juga sudah bisa membuat sendiri sabun batang tersebut.
PRELIMINARY STUDY OF POST TRANSPORTATION ADAPTATION RESPONSE OF Esomus metallicus (AHL 1923), AN FOREIGN FISH SPECIES IN INDONESIA AND INITIAL DISCUSSION OF ITS UTILIZATION POTENTIAL Solahuddin, Edo Ahmad; Fadillah, Tia Noer; Suci, Dinda Trie; Putri, Nabila; Fatimah, Fanny Yulianti; Rizki, Exel Muhamad; Herjayanto, Muh.; Syamsunarno, Mas Bayu; Pratama, Ginanjar; Zahro, Fathimah; Wasistha, Intan Nurani Drana; Meata, Bhatara Ayi; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Agung, Lukman Anugrah; Roidelindho, Kiki; Munandar, Aris
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 1 No 2 (2021): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v1i2.357

Abstract

Esomus metallicus merupakan spesies ikan yang secara alami tidak tersebar di Indonesia (non-native). Pada beberapa kasus, jenis ikan non-native telah mengancam ekosistem alami di perairan umum. Melalui ekspedisi ilmiah, dilakukan pengamatan yang bertujuan untuk mengkaji respons awal adaptasi pascapengangkutan, yaitu sintasan dan tingkah laku ikan E. metallicus liar di dalam wadah terkontrol. Selain itu, juga dilakukan analisis terhadap potensi pemanfaatan untuk bidang akuakultur, pengolahan hasil perikanan, dan strategi edukasi kepada masyarakat tentang ikan E. metallicus. Ekspedisi dilakukan selama dua hari di bagian barat Pulau Jawa. Ikan diangkut menggunakan sistem tertutup selama 6 jam. Pemeliharaan ikan pascapengangkutan dilakukan selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan sintasan ikan E. metalicus selama pengangkutan yaitu 96,72%. Ikan E. metalicus dapat beradaptasi dengan baik di dalam wadah pemeliharaan terkontrol yang terlihat dari sintasan akhir pengamatan 90,96%, tingkah laku berenang yang aktif secara berkelompok dan telah memakan pakan buatan. Potensi sebagai ikan hias dapat dilihat pada warna sisik metalik, ukuran tubuh yang kecil, dan tingkah laku berenang berkelompok dapat menjadi ikan untuk akuaskap. Selain itu, potensi pemanfaatan ikan ini yaitu sebagai pakan hidup untuk ikan predator, tepung ikan, ikan uji di laboratorium, dan bahan makanan. Kajian lebih lanjut hal tersebut sebagai solusi pengendalian ikan non-native perlu dilakukan. Analisis risiko menunjukkan bahwa E. metallicus termasuk ke dalam spesies risiko sedang. Strategi edukasi terhadap masyarakat perlu dilakukan karena masyarakat menganggap ikan E. metallicus adalah “benteur” atau “paray”, yang merupakan nama lokal untuk ikan dari genus Rasbora asli Indonesia karena kemiripan morfologi.
Effectiveness of Green Mussel Shell Waste and Lime Peel as Toothpaste Fauzy, Insan; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Pratama, Ginanjar
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.99418

Abstract

The problem is that waste produced from green mussel shells can result in environmental pollution. Green mussel shells can be used as raw material for making toothpaste. Toothpaste is a care product that has the function of caring for healthy teeth to prevent cavities that use a combination of green mussel shells and lime peel as the main ingredients. This study aims to determine the effectiveness of toothpaste derived from green mussel shells and lime peel. This research was carried out in four stages, namely making green mussel shell flour, making lime peel extract, making toothpaste formulations and testing which included organoleptic, carbohydrate, pH, antibacterial, calcium, viscosity, centrifugation and stability testing. The design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatment levels with different concentrations of green mussel shells, namely P1 (0), P2 (16.5%), P3 (25%), P4 (33.5%), P5 ( 50%).The research results showed that the best treatment was toothpaste with a combination of clam shell powder and lime peel extract in the P5 treatment in the antibacterial test with an inhibitory power obtained of 156.67 ± 15.28. Treatment P5 with a concentration of 50% addition of green mussel shell flour was the best treatment for toothpaste preparations.
IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA IKAN BANDENG (Chanos chanos) DAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DI PASAR TRADISIONAL KRANGGOT, CILEGON-BANTEN Desy Aryani; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Haryati, Sakinah; Pratama, Rifki
Berita Biologi Vol 23 No 2 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.4964

Abstract

Mikroplastik merupakan partikel plastik yang berukuran kurang dari 5 mm. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel ini tertelan oleh organisme perairan secara sengaja maupun tidak sengaja karena bentuknya yang menyerupai jenis makanan atau karena mangsanya yang telah terkontaminasi mikroplastik. ikan bandeng dan ikan tongkol merupakan ikan konsumsi yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan mikroplastik, bentuk, warna, dan jenis polimer plastik yang terkandung dalam ikan bandeng dan ikan tongkol di Pasar Tradisional Kranggot, Kota Cilegon-Banten.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dengan tahapan penelitian yang meliputi pengambilan sampel, pengukuran morfometrik, pembedahan ikan, ekstraksi, penyaringan partikel, identifikasi visual menggunakan mikroskop, dan uji FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat mikroplastik pada kedua jenis ikan yang diteliti. Kelimpahan mikroplastik ikan bandeng yaitu 149,4 partikel/individu, sedangkan pada ikan tongkol yaitu 178 partikel/individu. Bentuk mikroplastik yang ditemukan pada ikan bandeng yaitu fiber 28%, film 33%, dan fragmen 39%, selanjutnya ikan tongkol yaitu fiber 29%, film 31%, dan fragmen 40%. Karakteristik warna mikroplastik yang ditemukan warna yang beragam, yaitu biru, merah, kuning, hijau, hitam, putih, transparan, dan ungu. Hasil uji FTIR pada kedua ikan ditemukan jenis polimer Polimer Nylon dan Ethylene Vinyl Acetate (EVA), sedangkan Polimer Polyethylene (PE) hanya ditemukan pada ikan bandeng dan Polimer Polypropylene (PP) hanya ditemukan pada ikan tongkol. Mikroplastik yang terakumulasi secara terus menerus dapat menyebabkan gangguan pada sistem metabolisme ikan bandeng dan ikan tongkol, selanjutnya pada manusia juga dapat menyebabkan gangguan terhadap kesehatan akibat akumulasi mikroplastik melalui sistem pencernaan.
Application of Milkfish Skin Gelatin (Elops hawaiensis) as A Stabilizer in Panna cotta Dessert Products Ratna Sari, Dea; Haryati, Sakinah; Hasanah, Afifah Nurazizatul
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7 No 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v7i2.725

Abstract

The skin of payus fish (Elops hawaiensis) is a by-product of the bontot processing industry in Pontang, Serang Regency, Banten, which has the potential to be utilized as an alternative source of halal gelatin serving as a stabilizer in panna cotta desserts. This study aimed to characterize gelatin extracted from payus fish skin and to determine the optimal concentration of payus fish skin gelatin on the characteristics of panna cotta dessert products. The method used was a Completely Randomized Design (CRD) with one treatment factor, namely the concentration of payus fish skin gelatin at 0.5%, 1%, and 1.5%, and a control using commercial bovine gelatin. Gelatin analysis included yield, proximate composition, pH, and viscosity, while panna cotta analysis included gel strength, proximate composition, and hedonic tests on appearance, aroma, taste, and texture. The results showed that payus fish skin gelatin contained 7.7% moisture, 1.04% ash, protein 74% (bk), fat 8.4%, pH 6.3, 0.15% carbohydrates, and viscosity of 3.8 cP, which met the Indonesian National Standard (SNI) 06-3735-1995. The application of payus fish skin gelatin in panna cotta at a concentration of 1% produced the best treatment, with gel strength of 639.3 g bloom, moisture content of 75.1%, ash 3.5%, protein 5.5%, fat 1.8%, and carbohydrates 14.1%. The hedonic test results for appearance (4.03), texture (3.9), aroma (4.13), and taste (3.50) indicated that the product was rated from neutral to liked by the panelists. Therefore, payus fish skin gelatin at an optimal concentration of 1% had potential as an alternative to commercial gelatin in panna cotta dessert products.
Co-Authors A'tha Dhafa Bayu Setya Adi Susanto Adi Susanto Afina Radityani, Fitri Akif, Muhammad Mahdi Aprilliyanti, Andira Aris Munandar Aris Munandar Aris Munandar Aryani, Desy Ayi Meata, Bhatara Bagas Septian Pratama Baretta Ari Nauli Basyair, Bunyamin Bhatara Ayi Meata Bhatara Ayi Meata Candraningtiyas, Serlina Devi Faustine Elvina Nuryadin Devi Faustine Elvina Nuryadin Devi Faustine Elvina Nuryadin Dewantara, Esza Cahya Dharmayanti, Wina Dinda Trie Suci Dini Surilayani Dini Surilayani Dini Surilayani, Dini Dwi Mulyani Edo Ahmad Solahuddin Erik Munandar Exel Muhamad Rizki Fadillah, Tia Noer Fahresa Nugraheni Supadminingsih Fahresa Nugraheni Supadminingsih, Fahresa Nugraheni Fanny Yulianti Fatimah Fathimah Zahro Fatimah, Fanny Yulianti Faustine Elvina Nuryadin, Devi Fauzy, Insan Firdaus, Aditya Putra Fitri Afina Radityani Fitria, Syarlla Putri Ara Futri, Adelia Gilang Ramadhan Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Gracia, Jeaneatte Habil Hisyam Hanifah Fitriani Hayati, Puput Putri Hendrawan Syafrie Herjayanto, Muh. Inas Almira Indra Taruna Widodo Indriyawati, Fharikha Insan Fauzy Intan Nadiya Intan Nurani Drana Wasistha Jasmine, Agitha Saverthi Jasmine, Agitha Saverti Julian Alifka Rizky Julian Saputra Khalifa, Muta Ali Kiki Roidelindho Lana Izzul Azkia, Lana Izzul Leku Putri Raihanna Lestari, Nurhaliza Amalia Lukman Anugrah Agung Mainaki, Abdul Muid Mas Bayu Syamsunarno Mas Bayu Syamsunarno, Mas Bayu Maulana Waliuddin, Rifqi Maulida, Meilisa Meata, Bhatara Ayi Meata, Bhatara Ayi Meliyantika, Rindi Moch Saad Moehammad Pramana Hussein Mulkas Hadi Sumantri Munandar, Aris Munandar, Erik Muta Ali Khalifa Muzaki, Fahri Nabila Putri Nadia, Putri Neneng Sulastri Nico Wantona Prabowo, Nico Wantona Nuari, Dini Fat Zhara Nugroho, Cahyo Sandy Nunung Noer Aziizah, Nunung Noer Nurwahyuni, Ida Nuryadin, Devi Faustine Elvina Nuryadin, Devi Faustine Elvira Oktavia, Sella Prakas Santoso Pratama, Rifki Putra Suryono, Jundi Putri, Nabila Rabbani, Ahmad Riza Rabbani, Riza Radityani, Fitri Afina Ratna Sari, Dea Rena Puji Rahayu Rifki Prayoga Aditia Rifki Prayoga Aditia Rifki Prayoga Aditia Rifki Prayoga Aditya Rita Arisma Banjarnahor Riva Regina Nabilah Rizki, Exel Muhamad Roidelindho, Kiki Rosad, Rosad Rostiati, Aini Saad, Moch Sakinah Haryati Sakinah Haryati Sakinah Haryati Sakinah Haryati Santoso, Prakas Sayyida Nafisa, Devina Sinaga, Christian Firdotua Pangihutan Sipahutar, Yesika Solahuddin, Edo Ahmad St. Nurul Fadilah Suci, Dinda Trie Supadmaningsih, Fahresa Nugraheni Suryono, Jundi Putra Tia Noer Fadillah Udin, Ato Wantona, Nico Wasistha, Intan Nurani Drana Yanuarti, Rini Zahra Amalia Putri Zahro, Fathimah