Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN SABUN DARI CANGKANG KERANG HIJAU DAN SPIRULINA PADA MASYARAKAT DESA TANGGUL INDAH, SERANG, BANTEN Nuryadin, Devi Faustine Elvina; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Yanuarti, Rini; Pratama, Ginanjar
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 8 No 1 (2025): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v8i1.7694

Abstract

Desa Tanggul Indah merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki usaha rumah kupas kerang hijau. Setiap harinya, usaha tersebut menghasilkan sekitar 50kg cangkang kerang basah yang dibuang begitu saja di sekitar rumah kupas. Hal itu terlihat dari banyaknya cangkang kerang yang menumpuk di beberapa titik di wilayah tersebut. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk mengatasi hal tersebut dengan cara membuat cangkang kerang menjadi bernilai ekonomis. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat mengolah cangkang kerang menjadi sabun batang yang dikombinasikan dengan Spirulina untuk meningkatkan zat aktifnya di Desa Tanggul Indah. Kegiatan ini dilakukan dengan cara melatih masyarakat yang berjumlah 15 orang secara deep learning dalam membuat sabun batang. Proses transfer knowledge dilakukan secara langsung menggunakan metode ceramah dan praktik. Metode evaluasi dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan melalui kuesioner, untuk melihat perubahan pemahaman untuk pembuatan sabun. Hasil yang didapatkan yaitu meningkatnya pemahaman masyarakat Desa Tanggul Indah sebesar 100% terhadap cara membuat sabun batang yang berasal dari cangkang kerang hijau dan Spirulina. Selain itu, masyarakat juga sudah bisa membuat sendiri sabun batang tersebut.
PRELIMINARY STUDY OF POST TRANSPORTATION ADAPTATION RESPONSE OF Esomus metallicus (AHL 1923), AN FOREIGN FISH SPECIES IN INDONESIA AND INITIAL DISCUSSION OF ITS UTILIZATION POTENTIAL Solahuddin, Edo Ahmad; Fadillah, Tia Noer; Suci, Dinda Trie; Putri, Nabila; Fatimah, Fanny Yulianti; Rizki, Exel Muhamad; Herjayanto, Muh.; Syamsunarno, Mas Bayu; Pratama, Ginanjar; Zahro, Fathimah; Wasistha, Intan Nurani Drana; Meata, Bhatara Ayi; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Agung, Lukman Anugrah; Roidelindho, Kiki; Munandar, Aris
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 1 No 2 (2021): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v1i2.357

Abstract

Esomus metallicus merupakan spesies ikan yang secara alami tidak tersebar di Indonesia (non-native). Pada beberapa kasus, jenis ikan non-native telah mengancam ekosistem alami di perairan umum. Melalui ekspedisi ilmiah, dilakukan pengamatan yang bertujuan untuk mengkaji respons awal adaptasi pascapengangkutan, yaitu sintasan dan tingkah laku ikan E. metallicus liar di dalam wadah terkontrol. Selain itu, juga dilakukan analisis terhadap potensi pemanfaatan untuk bidang akuakultur, pengolahan hasil perikanan, dan strategi edukasi kepada masyarakat tentang ikan E. metallicus. Ekspedisi dilakukan selama dua hari di bagian barat Pulau Jawa. Ikan diangkut menggunakan sistem tertutup selama 6 jam. Pemeliharaan ikan pascapengangkutan dilakukan selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan sintasan ikan E. metalicus selama pengangkutan yaitu 96,72%. Ikan E. metalicus dapat beradaptasi dengan baik di dalam wadah pemeliharaan terkontrol yang terlihat dari sintasan akhir pengamatan 90,96%, tingkah laku berenang yang aktif secara berkelompok dan telah memakan pakan buatan. Potensi sebagai ikan hias dapat dilihat pada warna sisik metalik, ukuran tubuh yang kecil, dan tingkah laku berenang berkelompok dapat menjadi ikan untuk akuaskap. Selain itu, potensi pemanfaatan ikan ini yaitu sebagai pakan hidup untuk ikan predator, tepung ikan, ikan uji di laboratorium, dan bahan makanan. Kajian lebih lanjut hal tersebut sebagai solusi pengendalian ikan non-native perlu dilakukan. Analisis risiko menunjukkan bahwa E. metallicus termasuk ke dalam spesies risiko sedang. Strategi edukasi terhadap masyarakat perlu dilakukan karena masyarakat menganggap ikan E. metallicus adalah “benteur” atau “paray”, yang merupakan nama lokal untuk ikan dari genus Rasbora asli Indonesia karena kemiripan morfologi.
Effectiveness of Green Mussel Shell Waste and Lime Peel as Toothpaste Fauzy, Insan; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Pratama, Ginanjar
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.99418

Abstract

The problem is that waste produced from green mussel shells can result in environmental pollution. Green mussel shells can be used as raw material for making toothpaste. Toothpaste is a care product that has the function of caring for healthy teeth to prevent cavities that use a combination of green mussel shells and lime peel as the main ingredients. This study aims to determine the effectiveness of toothpaste derived from green mussel shells and lime peel. This research was carried out in four stages, namely making green mussel shell flour, making lime peel extract, making toothpaste formulations and testing which included organoleptic, carbohydrate, pH, antibacterial, calcium, viscosity, centrifugation and stability testing. The design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatment levels with different concentrations of green mussel shells, namely P1 (0), P2 (16.5%), P3 (25%), P4 (33.5%), P5 ( 50%).The research results showed that the best treatment was toothpaste with a combination of clam shell powder and lime peel extract in the P5 treatment in the antibacterial test with an inhibitory power obtained of 156.67 ± 15.28. Treatment P5 with a concentration of 50% addition of green mussel shell flour was the best treatment for toothpaste preparations.
IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA IKAN BANDENG (Chanos chanos) DAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DI PASAR TRADISIONAL KRANGGOT, CILEGON-BANTEN Desy Aryani; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Haryati, Sakinah; Pratama, Rifki
Berita Biologi Vol 23 No 2 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.4964

Abstract

Mikroplastik merupakan partikel plastik yang berukuran kurang dari 5 mm. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel ini tertelan oleh organisme perairan secara sengaja maupun tidak sengaja karena bentuknya yang menyerupai jenis makanan atau karena mangsanya yang telah terkontaminasi mikroplastik. ikan bandeng dan ikan tongkol merupakan ikan konsumsi yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan mikroplastik, bentuk, warna, dan jenis polimer plastik yang terkandung dalam ikan bandeng dan ikan tongkol di Pasar Tradisional Kranggot, Kota Cilegon-Banten.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dengan tahapan penelitian yang meliputi pengambilan sampel, pengukuran morfometrik, pembedahan ikan, ekstraksi, penyaringan partikel, identifikasi visual menggunakan mikroskop, dan uji FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat mikroplastik pada kedua jenis ikan yang diteliti. Kelimpahan mikroplastik ikan bandeng yaitu 149,4 partikel/individu, sedangkan pada ikan tongkol yaitu 178 partikel/individu. Bentuk mikroplastik yang ditemukan pada ikan bandeng yaitu fiber 28%, film 33%, dan fragmen 39%, selanjutnya ikan tongkol yaitu fiber 29%, film 31%, dan fragmen 40%. Karakteristik warna mikroplastik yang ditemukan warna yang beragam, yaitu biru, merah, kuning, hijau, hitam, putih, transparan, dan ungu. Hasil uji FTIR pada kedua ikan ditemukan jenis polimer Polimer Nylon dan Ethylene Vinyl Acetate (EVA), sedangkan Polimer Polyethylene (PE) hanya ditemukan pada ikan bandeng dan Polimer Polypropylene (PP) hanya ditemukan pada ikan tongkol. Mikroplastik yang terakumulasi secara terus menerus dapat menyebabkan gangguan pada sistem metabolisme ikan bandeng dan ikan tongkol, selanjutnya pada manusia juga dapat menyebabkan gangguan terhadap kesehatan akibat akumulasi mikroplastik melalui sistem pencernaan.
Application of Milkfish Skin Gelatin (Elops hawaiensis) as A Stabilizer in Panna cotta Dessert Products Ratna Sari, Dea; Haryati, Sakinah; Hasanah, Afifah Nurazizatul
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7 No 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v7i2.725

Abstract

The skin of payus fish (Elops hawaiensis) is a by-product of the bontot processing industry in Pontang, Serang Regency, Banten, which has the potential to be utilized as an alternative source of halal gelatin serving as a stabilizer in panna cotta desserts. This study aimed to characterize gelatin extracted from payus fish skin and to determine the optimal concentration of payus fish skin gelatin on the characteristics of panna cotta dessert products. The method used was a Completely Randomized Design (CRD) with one treatment factor, namely the concentration of payus fish skin gelatin at 0.5%, 1%, and 1.5%, and a control using commercial bovine gelatin. Gelatin analysis included yield, proximate composition, pH, and viscosity, while panna cotta analysis included gel strength, proximate composition, and hedonic tests on appearance, aroma, taste, and texture. The results showed that payus fish skin gelatin contained 7.7% moisture, 1.04% ash, protein 74% (bk), fat 8.4%, pH 6.3, 0.15% carbohydrates, and viscosity of 3.8 cP, which met the Indonesian National Standard (SNI) 06-3735-1995. The application of payus fish skin gelatin in panna cotta at a concentration of 1% produced the best treatment, with gel strength of 639.3 g bloom, moisture content of 75.1%, ash 3.5%, protein 5.5%, fat 1.8%, and carbohydrates 14.1%. The hedonic test results for appearance (4.03), texture (3.9), aroma (4.13), and taste (3.50) indicated that the product was rated from neutral to liked by the panelists. Therefore, payus fish skin gelatin at an optimal concentration of 1% had potential as an alternative to commercial gelatin in panna cotta dessert products.
EFEK PENGGUNAAN PUPUK BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN SENYAWA FIKOSIANIN Spirulina sp. Suryono, Jundi Putra; Pratama, Ginanjar; Hasanah, Afifah Nurazizatul
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.4.231-237

Abstract

Spirulina sp. adalah mikroalga yang kaya akan senyawa bermanfaat, seperti protein, lemak, mineral, dan pigmen alami (fikosianin, β-karoten, dan klorofil) yang memiliki efek antioksidan. Berbagai macam kandungan yang dimiliki oleh Spirulina sp. sangat dipengaruhi oleh nutrisi dan lingkungan kultivasi. Nutrisi seperti pupuk walne merupakan nutrisi yang sering digunakan dalam kegiatan budidaya Spirulina sp. tetapi dikarenakan harganya yang kurang ekonomis menjadikan hal tersebut sebagai masalah tersendiri. Pupuk alternatif sudah banyak dikembangkan, beberapa bahan seperti magnesium, fosfat, urea, dan molase dapat dijadikan solusi nutrisi yang jauh lebih murah dibandingkan dengan pupuk walne. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 taraf perlakuan pupuk walne, pupuk buatan, dan pupuk campuran (walne dan buatan) dengan masing-masing 3 ulangan. Tahapan penelitian dibagi menjadi dua fase yaitu fase pertama merupakan proses kultivasi dan pemanenan, dilanjutkan dengan fase dua yaitu ekstraksi fikosianin. Hasil yang diperoleh adalah pada penelitian ini adalah laju pertumbuhan Spirulina sp. berjalan serupa hingga terjadi penurunan nilai optical density pada perlakuan penambahan pupuk buatan (P1) dan penambahan pupuk campuran (P2) di hari ke-21. Protein yang dihasilkan tidak berbeda nyata dengan nilai rata-rata tertinggi pada perlakuan penambahan pupuk buatan (P1) senilai 6,03%. Rendemen biomassa basah terbesar berada pada perlakuan penambahan pupuk walne (K) dengan nilai sebesar 0,09%. Rendemen fikosianin yang terbesar berada pada perlakuan penambahan pupuk campuran (P2) dengan nilai 33.48%. Konsentrasi fikosianin terbesar berada pada perlakuan penambahan pupuk walne (K) dan penambahan pupuk buatan (P1) dengan nilai 2.79%. Berdasarkan hasil yang diperoleh diketahui bahwa pupuk buatan memiliki efek yang serupa dengan pupuk walne dalam aspek kadar protein, rendemen biomassa basah, dan konsentrasi fikosianin. Sedangkan pupuk walne lebih optimal pada aspek laju pertumbuhan dibanding dengan pupuk buatan.
Aktivitas Antioksidan dan Karakteristik Body Lotion dengan Perbedaan Konsentrasi Ekstrak Daun Jeruju ( Acanthus ilicifolius ). Almaida Mulya; Rifki Prayoga Aditia; Afifah Nurazizatul Hasanah
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i2.1551

Abstract

This study aimed to determine the effect of different concentrations of Acanthus ilicifolius leaf extract on antioxidant activity and physical characteristics of body lotion. The formulations were prepared with extract concentrations of 0, 2, 4, and 6 g. Antioxidant activity was tested using the DPPH method, while physical evaluations included pH, homogeneity, emulsion type, organoleptic properties, and skin moisture. The results showed that increasing extract concentration increased antioxidant activity, with the highest inhibition value found in P3 (76.19%). All formulations were homogeneous and had oil-in-water emulsion type. The pH values ranged from 6.92 to 7.93 and were within acceptable limits. Organoleptic test showed decreased panelist preference at higher extract concentrations. Moisture test showed no signific ant difference, but all formulations increased skin hydration.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI TUNNEL GARAM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA MAN 3 PANDEGLANG, BANTEN Dema Okgareta; Meuthia Maharani Kanedi; Moch Saad; Ginanjar Pratama; Hendrawan Syafrie; Muta Ali Khalifa; Fahresa Nugraheni Supadminingsih; Erik Munandar; Bhatara Ayi Meata; Afifah Nurazizatul Hasanah; Lana Izzul Azkia; Prakas Santoso; Esza Cahya Dewantara; Agitha Saverti Jasmine; Nico Wantona Prabowo; Nunung Noer Aziizah; Annisa Khaira Nasution; Nurhaliza Amalia Lestari; Putri Risa Fatmawati; Adi Susanto; Fharikha Indriyawati; Giofani Mahendra Darma
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 8 No 2 (2026): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v8i2.8185

Abstract

Teknologi tunnel garam merupakan inovasi penting dalam proses produksi garam modern yang memanfaatkan efek rumah kaca untuk mempercepat penguapan air laut serta meningkatkan kualitas kristal garam. Namun, pemahaman tentang teknologi ini di kalangan pelajar masih rendah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan dan menguatkan pemahaman siswa terhadap manfaat teknologi tunnel garam sebagai alternatif penghasil garam berkualitas tinggi dan ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan di MAN 3 Pandeglang, Banten, melibatkan 23 siswa, dengan metode pemberian pre-test, penyampaian materi interaktif, dan evaluasi menggunakan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan rata-rata nilai naik dari 70,9 menjadi 88,9. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi teknologi kelautan di kalangan pelajar, melalui pendekatan edukatif dan aplikatif yang berkelanjutan.
Characteristics of body scrub from seaweed (Ulva lactuca) and turmeric rhizome (Curcuma longa) Leku Putri Raihanna; Dini Surilayani; Ginanjar Pratama; Afifah Nurazizatul Hasanah
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 5 No 1: Mei 2023
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v5i1.1943

Abstract

Ulva lactuca is one of the green seaweeds that widely developed as a cosmetic preparation. U. lactuca has the potential to be used as seaweed salt and the residue of seaweed salt can be used as a body scrub preparation material. In addition, natural ingredients that can be used for cosmetic preparations are turmeric (Curcuma longa) rhizome. This study aimed to determine the optimum formulation and the best physical characteristics of seaweed (U. lactuca) and turmeric (C. longa) rhizomes. This study was experimental with four treatments and two replications, the concentration of the scrub preparation was 7% U. lactuca salt residue and 0.5%, 1% and 1.5% turmeric rhizome powder. The best body scrub preparation is the F3 treatment with a pH value, viscosity and spreadability that meets the requirements for cosmetic preparations, all treatments can moisturize the skin and do not cause irritation to the skin, has an M/A emulsion type, a body scrub preparation that is stable, has the appearance, texture, panelists preferred color and aroma. All treatments showed that formulations with the addition of gram residues of U. lactuca and turmeric rhizome could affect the characteristics of the resulting scrub preparations.
Caracteristics of sunscreen from seaweed porridge (Turbinaria conoides) and galangal extract (Alpinia galangal) Neneng Sulastri; Dini Surilayani; Ginanjar Pratama; Afifah Nurazizatul Hasanah
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 5 No 1: Mei 2023
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v5i1.1945

Abstract

Natural ingredients that have sunscreen activity, namely galangal (Alpinia galanga) have a role in absorbing UV rays. Seaweed (Turbinaria. conoides) contains alkaloids, tannins, antioxidants, fucoxanthin. Many cases of skin damage due to harmful cosmetic ingredients and exposure to UV rays have encouraged the authors to explore the natural wealth of seaweed and galangal into skin care products. The aim of the study was to determine the optimum formulation and evaluate the best characteristics of seaweed and galangal sunscreen cream preparations. This research was experimental with four treatments and three replications giving concentrations of seaweed and galangal F0 (control), F1(1:1), F2(1:2), F3(2:1). The tests carried out included hedonic, homogeneity, centrifugal, viscosity, SPF, humidity and pH tests. The hedonic results show significant differences in color parameters (F3). All treatments produced cream type (O/W) and were homogeneous, there was no phase change in the centrifugal test. The viscosity and pH values meet the requirements and can moisturize, the highest SPF value (F2) is 3.67 in the minimum category. The more addition of seaweed affects the color characteristics. The more galangal added, the higher the SPF. Of all the treatments, the formulation with the addition of seaweed and galangal affected the characteristics of the resulting cream.
Co-Authors A'tha Dhafa Bayu Setya Adelia Futri Adi Susanto Adi Susanto Adi Susanto Aditya Putra Firdaus Afina Radityani, Fitri Agitha Saverti Jasmine Ahmad Riza Rabbani Akif, Muhammad Mahdi Almaida Mulya Annisa Khaira Nasution Aprilliyanti, Andira Aris Munandar Aris Munandar Aris Munandar Aryani, Desy Ayi Meata, Bhatara Bagas Septian Pratama Baretta Ari Nauli Basyair, Bunyamin Bhatara Ayi Meata Bhatara Ayi Meata Cahyo Sandy Nugroho Christian Firdotua Pangihutan Sinaga Dema Okgareta Devi Faustine Elvina Nuryadin Devi Faustine Elvina Nuryadin Devi Faustine Elvina Nuryadin Devina Sayyida Nafisa Dewantara, Esza Cahya Dharmayanti, Wina Dinda Trie Suci Dini Fat Zhara Nuari Dini Surilayani Dini Surilayani Dini Surilayani, Dini Dwi Mulyani Edo Ahmad Solahuddin Erik Munandar Esza Cahya Dewantara Exel Muhamad Rizki Fadillah, Tia Noer Fahresa Nugraheni Supadminingsih Fahresa Nugraheni Supadminingsih, Fahresa Nugraheni Fanny Yulianti Fatimah Fathimah Zahro Fatimah, Fanny Yulianti Faustine Elvina Nuryadin, Devi Fauzy, Insan Fharikha Indriyawati Fharikha Indriyawati Fitri Afina Radityani Fitri Afina Radityani Fitria, Syarlla Putri Ara Gilang Ramadhan Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Giofani Mahendra Darma Gracia, Jeaneatte Habil Hisyam Hanifah Fitriani Hayati, Puput Putri Hendrawan Syafrie Herjayanto, Muh. Inas Almira Indra Taruna Widodo Insan Fauzy Intan Nadiya Intan Nurani Drana Wasistha Jasmine, Agitha Saverthi Jasmine, Agitha Saverti Julian Alifka Rizky Julian Saputra Khalifa, Muta Ali Kiki Roidelindho Lana Izzul Azkia, Lana Izzul Leku Putri Raihanna Lestari, Nurhaliza Amalia Lukman Anugrah Agung Mainaki, Abdul Muid Mas Bayu Syamsunarno Mas Bayu Syamsunarno, Mas Bayu Meata, Bhatara Ayi Meata, Bhatara Ayi Meilisa Maulida Meliyantika, Rindi Meuthia Maharani Kanedi Moch Saad Moch Saad Moehammad Pramana Hussein Mulkas Hadi Sumantri Munandar, Aris Munandar, Erik Muta Ali Khalifa Muzaki, Fahri Nabila Putri Nadia, Putri Neneng Sulastri Nico Wantona Prabowo Nico Wantona Prabowo, Nico Wantona Nunung Noer Aziizah Nunung Noer Aziizah, Nunung Noer Nurhaliza Amalia Lestari Nurwahyuni, Ida Nuryadin, Devi Faustine Elvina Nuryadin, Devi Faustine Elvira Oktavia, Sella Prakas Santoso Prakas Santoso Pratama, Rifki Putra Suryono, Jundi Putri Risa Fatmawati Putri, Nabila Radityani, Fitri Afina Ratna Sari, Dea Rena Puji Rahayu Rifki Prayoga Aditia Rifki Prayoga Aditia Rifki Prayoga Aditia Rifki Prayoga Aditya Rifqi Maulana Waliuddin Rita Arisma Banjarnahor Riva Regina Nabilah Rizki, Exel Muhamad Roidelindho, Kiki Rosad, Rosad Rostiati, Aini Saad, Moch Sakinah Haryati Sakinah Haryati Sakinah Haryati Sakinah Haryati Santoso, Prakas Serlina Candraningtiyas Sipahutar, Yesika Solahuddin, Edo Ahmad St. Nurul Fadilah St. Nurul Fadillah Suci, Dinda Trie Supadmaningsih, Fahresa Nugraheni Suryono, Jundi Putra Tia Noer Fadillah Udin, Ato Wantona, Nico Wasistha, Intan Nurani Drana Yanuarti, Rini Zahra Amalia Putri Zahro, Fathimah