Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan keterampilan metakognisi dan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran model pemecahan masalah dengan strategi konflik-kognitif Sukaisih, Roniati; Muhali, Muhali; Asy'ari, Muhammad
Empiricism Journal Vol. 1 No. 1: June 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v1i1.329

Abstract

Pembelajaran saat ini menekankan siswa untuk mampu belajar dengan menerapkan keterampilan–keterampilan berpikir abad 21 sesuai tuntutan kurikulum 2013 maupun edisi revisi seperti berpikir kritis dan metakognisi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan metakognisi dan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran fisika melalui implementasi model pemecahan masalah dengan strategi konflik kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari tiga siklus pembelajaran, dan setiap siklus meliputi empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan pada 25 siswa kelas XI MAN 3 Lombok Tengah. Instrumen penelitian yang digunakan berupa (1) lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, (2) tes uraian kemampuan berpikir kritis sebanyak 4 (empat) soal, dan (3) lembar penilaian keterampilan metakognisi siswa yang telah dinyatakan valid. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteralaksanaan pembelajaran untuk setiap siklus dinyatakan baik, sehingga berdampak pada aktivitas metakognisi dan keterampilan berpikir kritis yang berkategori baik. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi model pemecahan masalah dengan strategi konflik kognitif dapat meningkatkan keterampilan metakognisi dan keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI MAN 3 Lombok Tengah Improving students' metacognition and critical thinking skills through problem-solving learning models with conflict-cognitive strategies Abstract: Current learning emphasizes students to be able to learn by applying 21st century thinking skills according to the demands of the 2013 curriculum and revised editions such as critical thinking and metacognition. This study aims to improve students' metacognition skills and critical thinking skills in learning physics through the implementation of problem-solving models with cognitive conflict strategies. This research is a classroom action research, which consists of three learning cycles, and each cycle includes four stages, namely planning, implementing, evaluating, and reflecting. The research was conducted on 25 students of class XI MAN 3 Lombok Tengah. The research instrument used in the form of (1) learning implementation observation sheet, (2) 4 (four) test questions on critical thinking skills, and (3) students' metacognition skill assessment sheet that has been declared valid. The research data were analyzed descriptively. The results showed that the implementation of learning for each cycle was declared good, so that it had an impact on metacognition activities and critical thinking skills which were stated to increase each cycle. Based on the results of the study, it can be concluded that the implementation of problem solving models with cognitive conflict strategies can improve metacognition skills and critical thinking skills of class XI students of MAN 3 Lombok Tengah.
Analisis Kemampuan Regulasi Kognisi Peserta Didik dalam Pembelajaran Muhali, M.; Asy'ari, Muhammad; Sukaisih, Roniati
Empiricism Journal Vol. 1 No. 2: December 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v1i2.333

Abstract

Proses pembelajaran pada peserta didik perlu dilatihkan serangkaian kegiatan yang sangat penting agar pembelajaran dapat berhasil dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang kemampuan regulasi kognisi peserta didik dalam pembelajaran dengan model RML (reflective metacognitive learning) dengan fase: (1) refleksi orientasi, (2) refleksi organisasi, (3) refleksi eksekusi, dan (4) refleksi verifikasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 75 orang peserta didik di tingkat SMA/MA di Lombok Tengah, yang dipilih secara cluster random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket kemampuan regulasi kognisi sebanyak 34 butir pertanyaan/pernyataan yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Data berupa kemampuan regulasi kognisi peserta didik dianalisis dengan menentukan rata-rata pencapaian setiap peserta didik pada masing-masing sekolah, dan penentuan rata-rata skor pada setiap indikator kemampuan regulasi kognisi. Hasil penelitian ini adalah kemampuan regulasi kognisi peserta didik yang dibelajarkan dengan model RML mencapai kategori baik. Hal ini dilihat dari perolehan rata-rata pada ketiga sekolah sebesar 3,20; 3,18; dan 3,08, perolehan rata-rata setiap indikator pada ketiga sekolah juga berkategori baik dengan skor 3,18 untuk indikator planning; 3,15 untuk idikator information management strategy; 3,16 untuk indikator monitoring ; 3,17 untuk indikator debugging; dan 3,12 untuk indikator evaluation. Dengan demikian, kemampuan regulasi kognisi peserta didik dapat dilatihkan dalam pembelajaran dengan model RML yang menekankan proses refleksi secara sadar melalui: (1) penyajian fenomena kkonflik kognitif, (2) penyajian fenomena anomali, (3) proses internalisasi, (4) penyajian fenomena baru yang terkait dengan konsep yang dibelajarkan.Analysis of Students' Cognition Regulation Ability in LearningAbstractThe learning process in students needs to be trained in a series of activities that are very important so that learning can be successful. The purpose of this study was to obtain an overview of the ability of students to regulate cognition in learning with the RML (reflective metacognitive learning) model with the following phases: (1) orientation reflection, (2) organizational reflection, (3) reflection on execution, and (4) reflection on verification. This research is descriptive research. The sample used was 75 students at the SMA / MA level in Central Lombok, who were selected by cluster random sampling. The instrument used was a questionnaire on the ability to regulate cognition as many as 34 questions / statements that were declared valid and reliable. Data in the form of students' cognitive regulatory abilities were analyzed by determining the average achievement of each student in each school, and determining the average score on each indicator of the cognitive regulatory ability. The results of this study were the ability of students to regulate cognition who learned the RML model reached a good category. This can be seen from the average acquisition of the three schools of 3.20; 3.18; and 3.08, the average acquisition of each indicator in the three schools was also in the good category with a score of 3.18 for the planning indicator; 3.15 for the information management strategy indicator; 3.16 for monitoring indicators; 3.17 for debugging indicators; and 3.12 for indicator evaluation. Thus, the ability of students to regulate cognition can be trained in learning with the RML model which emphasizes the process of conscious reflection through: (1) presenting cognitive conflict phenomena, (2) presenting anomalous phenomena, (3) internalizing processes, (4) presenting new phenomena which is related to the concept being learned.
Implementasi model reflective-metacognitive learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan metakognisi dan kesadaran metakognisi Muhali, Muhali; Sukaisih, Roniati; Asy'ari, Muhammad
Empiricism Journal Vol. 1 No. 2: December 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v1i2.337

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan metakognisi, dan kesadaran metakognisi melalui implementasi model reflective metacognitive learning (RML) dalam pembelajaran fisika di MAN 3 Lombok Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 (tiga) siklus pembelajaran dan setiap siklus terdiri dari 3 (tiga) kali pertemuan. Instrumen penelitian ini terdiri dari lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes kemampuan berpikir kritis, lembar penilaian keterampilan metakognisi, dan angket kesadaran metakognisi yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, teknik tes, teknik penilaian kinerja, dan teknik angket. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif, dengan menentukan rata-rata dari setiap jenis data, mengkonversi ke dalam skala statistik dan membuat pengkategorisasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis meningkat dari 45% pada siklus I menjadi 85% siswa pada siklus II dan III tuntas secara klasikal. Keterampilan metakognisi juga meningkat dari 50% siswa mencapai kategori baik pada siklus I menjadi 100% siswa berkategori baik pada siklus II, 75% dan 25% siswa mencapai kategori baik dan sangat baik pada siklus III. Hal yang sama pada kesadaran metakognisi meningkat dari 100% kategori cukup baik pada siklus I menjadi berkategori baik sebesar 100% pada siklus II dan III. Dengan demikian, model RML dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan dan kesadaran metakognisi siswa dalam pembelajaran fisika.Implementation of the reflective-metacognitive learning model to improve critical thinking skills, metacognition skills and metacognition awarenessAbstractThe purpose of this study was to improve critical thinking skills, metacognition skills, and metacognitive awareness through the implementation of the reflective metacognitive learning (RML) model in physics learning at MAN 3, Central Lombok. This research is a classroom action research (CAR) which is carried out in 3 (three) learning cycles and each cycle consisting of 3 (three) meetings. The research instrument consisted of a learning implementation observation sheet, a critical thinking skills test, a metacognition skill assessment sheet, and a metacognition awareness questionnaire that was declared valid and reliable. The data were collected by means of observation techniques, test techniques, performance appraisal techniques, and questionnaire techniques. Data analysis was carried out in a descriptive quantitative manner, by determining the average of each type of data, converting it into a statistical scale and categorizing it. The results showed that the critical thinking ability increased from 45% in the first cycle to 85% of the students in the second and third cycles were classically complete. Metacognition skills also increased from 50% of students achieving good categories in cycle I to 100% of students being categorized as good in cycle II, 75% and 25% of students achieving good and very good categories in cycle III. The same thing in metacognition awareness increased from 100% good enough category in cycle I to good category by 100% in cycle II and III. Thus, the RML model can be implemented to improve students' critical thinking skills, metacognitive skills and awareness in learning physics.
Penerapan Pendekatan STML dengan Strategi Siklus Belajar Empiris-Induktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Literasi Sains-Teknologi Siswa Muhali, M.; Asy'ari, Muhammad
Empiricism Journal Vol. 2 No. 1: June 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v2i1.473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan hasil belajar siswa, (2) meningkatkan literasi sains teknologi (LST) siswa, dan  (3) mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat dan Lingkungan (STML) dengan strategi siklus belajar empiris-induktif dalam pembelajaran fisika pada materi rangkaian listrik dan hukum Ohm. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X MAN 3 Lombok Tengah tahun pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 45 siswa. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes hasil belajar, tes literasi sains dan teknologi, dan angket respon. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kuntitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan STML dengan strategi siklus belajar empiris-induktif dapat meningkatkan (1) hasil belajar, (2) LST dan (3) respon posistif siswa berdasarkan tinjauan peningkataan siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan STML dengan strategi siklus belajar empiris-induktif dapat meningkatkan hasil belajar, LST, dan respon positif siswa dalam pembelajaran fisika pada materi rangkaian listrik dan hukum Ohm. Application of STML Approach with Empirical-Inductive Learning Cycle Strategy to Improve Student's Learning Outcomes and Science-Technology Literacy Abstract This study aimed to (1) improve student learning outcomes, (2) improve students' science technology literacy (LST), and (3) describe student responses to the application of the Community and Environmental Science Technology (STML) approach with an empirical-inductive learning cycle strategy in learning physics on electrical circuit material and Ohm's law. This research is a classroom action research, which is carried out in 2 (two) cycles. The subjects of this study were students of class X MAN 3 Central Lombok in the academic year 2020/2021, totaling 45 students. The research instruments used in this study were learning outcomes tests, scientific and technological literacy tests, and response questionnaires. The research data were analyzed descriptively and quantitatively. The results showed that the application of the STML approach with an empirical-inductive learning cycle strategy could improve (1) learning outcomes, (2) LST and (3) students' positive responses based on a review of the improvement in cycle I and cycle II. Based on the results of the study, it can be concluded that the STML approach with the empirical-inductive learning cycle strategy can improve student learning outcomes, LST, and positive responses of students in learning physics on electrical circuits and Ohm's law material.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Prestasi Belajar Fisika Siswa SMP Iskandar, Jono; Gummah, Syifaul; Prayogi, Saiful; Asy'ari, Muhammad
Empiricism Journal Vol. 2 No. 1: June 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v2i1.515

Abstract

Pembelajaran di dalam kelas yang cenderung berpusat pada guru disinyalir menjadi penyebab rendahnya prestasi belajar siswa. Penggunaan mode pembelajaran yang tepat diharapkan mampu membuat siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap prestasi belajar fisika siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Siswa pada kelas VIII4 (34 siswa) dijadikan sebagai kelompok eksperimen dan siswa pada kelas VIII6 (34 siswa) sebagai kelompok control yang dipilih menggunakan claster random sampling technique. Data penelitian dikumpulkan menggunakan instrumen tes objektif yang telah diuji validitas, reliabilitas, daya pembeda dan indeks kesukaran. Perbedaan prestasi belajar siswa dianalisis menggunakan uji-t setelah dinyatakan memenuhi uji prasyarat normalitas dan homogenitas data. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh skor rata-rata pretest kelompok eksperimen sebesar 36,17 dan kelompok kontrol sebesar 39,5. Sedangkan skor rata-rata posttest kelompok eksperimen sebesar 65,41 dan kelas kontrol sebesar 50. Hasil uji-t menunjukkan thitung = 6,07 > ttabel = 2,00, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran Inkuiri Terbimbing berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar fisika siswa SMP. The Effect of the Use of Guided Inquiry Learning Model on the Physics Learning Achievement of Junior High School Students Abstract Learning in the classroom that tends to be teacher-centered is allegedly the cause of the low student achievement. The use of appropriate learning modes is expected to be able to make students play an active role in the learning process. This study aims to determine the effect of the guided inquiry learning model on students' physics learning achievement. This type of research is a quasi-experimental with a pretest-posttest control group design. Students in class VIII4 (34 students) were used as the experimental group and students in class VIII6 (34 students) as the control group were selected using the cluster random sampling technique. The research data were collected using an objective test instrument that had been tested for validity, reliability, discriminatory power and difficulty index. Differences in student achievement were analyzed using t-test after being declared to meet the prerequisite tests for normality and data homogeneity. Based on the results of data analysis, the average pretest score of the experimental group was 36.17 and the control group was 39.5. While the posttest average score of the experimental group is 65.41 and the control class is 50. The t-test results show tcount = 6.07 > ttable = 2.00, so it can be concluded that the use of guided inquiry learning model has a significant effect on junior high school students’ physics learning achievement.
Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing Terintegrasi Laboratorium Virtual untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Metakognitif Siswa Muhali, Muhali; Asy'ari, Muhammad; Sukaisih, Roniati
Empiricism Journal Vol. 2 No. 2: December 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v2i2.594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran inquiry terintegrasi laboratorium virtual terhadap pemahaman konsep dan keterampilan metakognitif siswa. Quasi eksperimen dengan nonequivalent control group design digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian ini adalah 56 siswa yang terbagi ke dalam 2 (dua) kelas parallel yang dipilih menggunakan cluster random sampling technique. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman konsep dan instrumen lembar penilaian (LP) keterampilan metakognitif yangtelah dinyatakan valid dan reliabel. Data penelitian dianalisis secara deskriptif menggunakan persamaan n-gain dan statistic dengan bantuan software IBM SPSS 23 Version. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa pada kelompok eksperimen (mean= 79,19; n-gain= 0,76 dengan kategori tinggi) lebih baik dari kelompok kontrol (mean= 43,08; n-gain= 0,36 dengan kategori sedang) dan berbeda secara signifikan (p < 0.05). Keterampilan metakognitif siswa menunjukkan hal serupa, kelompok eksperimen (pertemuan I= 54,69 (pertemuan II= 67,86; pertemuan III= 79,24) ditemukan lebih baik dari kelompok control (pertemuan I= 46,09; pertemuan II= 53,01; dan pertemuan III= 55,13). Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran inquiry terbimbing terintegrasi laboratorium virtual efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan metakognitif siswa dalam pembelajaran kimia materi larutan penyangga. Virtual Laboratory Integrated Guided Inquiry Learning Model to Improve Students' Concept Understanding and Metacognitive Skills Abstract This study aims to determine the effectiveness of the virtual laboratory integrated guided-inquiry learning model on students' concept understanding and metacognitive skills. Quasi experimental with nonequivalent control group design was used in this study. The sample of this study was 56 students who were divided into 2 (two) parallel classes which were selected using the cluster random sampling technique. The instruments used were in the form of a concept understanding test and a metacognitive skill assessment sheet (LP) which had been declared valid and reliable. The research data were analyzed descriptively using the n-gain equation and statisticaly with the help of IBM SPSS 23 Version software. The results showed that students' concept understanding in the experimental group (mean = 79.19; n-gain = 0.76 in the high category) was better than the control group (mean = 43.08; n-gain = 0.36 in the medium category) and significantly different (p < 0.05). Students’ Metacognitive skills showed the same thing, the experimental group (meeting I = 54.69; meeting II = 67.86; meeting III = 79.24) was found to be better than the control group (meeting I = 46.09; meeting II = 53, 01, and meeting III = 55.13). The results showed that the virtual laboratory integrated guided-inquiry learning model was effective in improving students’ concept understanding and metacognitive skills in buffer solution chemistry learning subject.
Standar Isi Artikel Penelitian: Komponen Detail untuk Dipublikasikan di Jurnal Ilmiah Asy'ari, Muhammad; Bilad, Muhammad Roil; Muhali, Muhali
Empiricism Journal Vol. 3 No. 1: June 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v3i1.668

Abstract

Peningkatan publikasi ilmiah Indonesia pada jurnal ilmiah mengalami peningkatan pesat. Pada tahun 2019-2020, Indonesia bahkan berada pada peringkat 1 di ASEAN. Sayangnya peningkatan jumlah publikasi tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan jumlah sitasi sehingga menunjukkan minimnya kualitas tulisan ilmiah Indonesia. Permasalahan tersebut dapat disebabkan oleh kurangnya kemampuan dalam menulis karya tulis ilmiah. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan standar isi pada tiap komponen artikel ilmiah seperti abstrak, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, dan kesimpulan/implikasi. Tiap komponen tersebut setidaknya berisi 200-250 kata yang terdiri dari 18 paragraf sehingga total jumlah kata pada satu artikel ilmiah adalah 3600-4500 kata. Detail isi pada setiap paragraph dijelaskan lebihlanjut pada artikel ini. Standard Content of Research Paper: Detail Component to Get Publish in Scientific Journal Abstract The increase of Indonesian scientific publications in scientific journals has increased rapidly. In 2019-2020, Indonesia is even ranked 1st in ASEAN. Unfortunately, the increase in the number of publications was not accompanied by an increase in the number of citations, thus indicating the low quality of Indonesian scientific writings. These problems can be caused by a lack of ability in writing scientific papers. This article aimed to describe the content standards for each component of scientific articles such as abstracts, introductions, methods, results and discussion, and conclusions/implications. The components of the scientific article must contain at least 200-250 words consisting of 18 paragraphs so that the total number of words in one scientific article is 3600-4500 words. Details of the contents of each paragraph are explained further in this article.
Pengembangan Keterampilan Praktis Mahasiswa melalui Program Pelatihan Alat Peraga Laboratorium IPA Azmi, Irham; Asy’ari, Muhammad; Prayogi, Saiful; Hunaepi, H.; Firdaus, Laras; Rahmawati, Helmi; Sukarma, I Ketut
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa Program Studi Fisika di Universitas Pendidikan Mandalika melalui Program Pelatihan Alat Peraga Laboratorium IPA. Mitra yang terlibat dalam program ini adalah mahasiswa semester 2 dan 4 dari Fakultas Sains dan Teknologi Terapan, dengan total peserta sebanyak 15 mahasiswa. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah In-Service Training (IST) dan On-Service Training (OST), yang mencakup sesi teori, demonstrasi, dan praktik langsung di laboratorium. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan praktis mahasiswa. Nilai pretest berkisar antara 40 hingga 65, sedangkan nilai posttest berkisar antara 85 hingga 100. Peningkatan nilai terbesar adalah 57 poin, dan yang terkecil adalah 25 poin. N-Gain untuk semua responden berada di atas 0.7, menunjukkan efektivitas tinggi dari program pelatihan ini. Partisipasi aktif mahasiswa juga meningkat, dengan 75 respons menyatakan bahwa kontribusi mereka dihargai selama sesi praktek, dan masing-masing 70 respons untuk lingkungan belajar yang kondusif dan dukungan dari instruktur. Rekomendasi dari penelitian ini adalah untuk memperluas program pelatihan ini ke skala yang lebih besar dan mengimplementasikannya pada bidang studi lain yang memerlukan keterampilan laboratorium. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari program ini terhadap kinerja akademik dan karir profesional mahasiswa. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lain dalam mengembangkan keterampilan praktis mahasiswa. Developing Student Practical Skills through the Science Laboratory Teaching Equipment Training Program This study aims to enhance the practical skills of Physics Study Program students at Universitas Pendidikan Mandalika through the Science Laboratory Teaching Equipment Training Program. The partners involved in this program are second and fourth-semester students from the Faculty of Applied Science and Technology, with a total of 15 students participating. The implementation methods used are In-Service Training (IST) and On-Service Training (OST), which include theoretical sessions, demonstrations, and hands-on practice in the laboratory. The results of this program show a significant improvement in students' understanding and practical skills. The pretest scores ranged from 40 to 65, while the posttest scores ranged from 85 to 100. The highest increase in scores was 57 points, and the lowest was 25 points. The N-Gain for all respondents was above 0.7, indicating high effectiveness of the training program. Students' active participation also increased, with 75 responses indicating that their contributions were valued during practice sessions, and 70 responses each for a conducive learning environment and instructor support. The recommendations from this study are to expand this training program to a larger scale and implement it in other fields of study that require laboratory skills. Additionally, further research is needed to evaluate the long-term impact of this program on students' academic performance and professional careers. This program is expected to serve as a model for other educational institutions in developing students' practical skills.
The Essential Competencies in Education: An Article Content Review Prayogi, Saiful; Asy'ari, Muhammad
Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika Vol 11, No 2: December 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-lkf.v11i2.10456

Abstract

This article conducts a comprehensive content review of 20 scholarly articles published in the International Journal of Essential Competencies in Education (IJECE) between June 2022 and December 2023, focusing on the evolving landscape of essential competencies in education. Grounded in the context of Agenda 2030 and Sustainable Development Goal 4, emphasizing inclusive and equitable quality education, the study investigates the temporal evolution, emerging themes, key findings, and global perspectives within the realm of essential competencies. The content analysis reveals a dynamic shift in research themes, marked by transitioning from traditional pedagogies to innovative, technology-integrated teaching models. Authors from diverse geographical backgrounds collaborate to contribute to the discourse, emphasizing the universal relevance of essential competencies in diverse educational contexts. The emergent themes from article titles showcase a multidimensional understanding of competencies, with a particular focus on STEM disciplines and the integration of advanced teaching methodologies. Study highlights consistently underscore the positive impact of technology integration on competency development, emphasizing the transformative potential of active, student-centered approaches. The findings and implications presented contribute to the ongoing dialogue on preparing individuals for success in the 21st century, providing educators, policymakers, and researchers with valuable insights into the multifaceted nature of essential competencies in education. The collaborative and global nature of research in this field highlights the need for adaptable frameworks and strategies encompassing diverse educational landscapes.
Pengaruh Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Tari Bambu terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa SMA Sukaisih, Roniati; Asy'ari, Muhammad; Rafsanjani, Hafsemi
Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika Vol 11, No 1: June 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-lkf.v11i1.10370

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh pembelajaran fisika dengan menggunakan metode cooperative learning tipe tari bambu tehadap hasil belajar fisika siswa kelas X SMA di salah satu sekolah di Lombok Tengah pada materi pokok listrik dinamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dengan sampel kelas X2 sebagai kelompok eksperimen (n= 37) dan kelas X3 sebagai kelompok kontrol (n=38). Kelompok eksperimen dibelajarkan menggunakan pembelajaran cooperative learning tipe tari bamboo, sedangkan kelas kontrol dibelajarkan menggunakan metode ceramah. Hasil belajar fisika siswa diukur menggunakan 18 butir tes berbentuk pilihan ganda. Data dianalisis secara statistic menggunakan uji-t dengan mempertimbangkan uji prasyarat distribusi dan varian data penelitian dengan taraf signifikan 5%. Berdasarkan analisa data yang dilakukan didapat  = 8,69 dan  = 1,99. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya, bahwa ada pengaruh positif dari penerapan model cooperative learning tipe tari bambu terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X SMA.The Effect of Implementing the Bamboo Dance Type Cooperative Learning Model on High School Students' Physics Learning OutcomesAbstractThis research aimed to investigate the impact of physics learning using the cooperative learning method, precisely the bamboo dance type, on the physics learning outcomes of 10th-grade students in a high school in Central Lombok, focusing on dynamic electricity. The research employed a quasi-experimental method. The population consisted of 10th-grade students, with the X2 class as the experimental group (n=37) and the X3 class as the control group (n=38). The experimental group was taught using cooperative learning with the bamboo dance type, while the control group was conducted using the lecture method. Physics learning outcomes were measured using 18 multiple-choice test items. The data were statistically analyzed using the t-test, considering the prerequisites of distribution and data variance at a significance level of 5%. Based on the data analysis, the t-value was 8.69, and the t-table was 1.99. Thus, the hypothesis proposed in this study is accepted, indicating a positive influence of the cooperative learning model, precisely the bamboo dance type, on the physics learning outcomes of 10th-grade high school students.