Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMBINASI PUPUK HAYATI DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL OKRA PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Harum, Dwi Asih Sekar; Palupi, Tantri; Surachman, Surachman
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4047

Abstract

Abelmoshus esculentus L. Moench vegetable commodities that have high economic value and are generally cultivated by the community. To increase okra production, it can expand the planting area by utilizing red yellow podzolic soil as a plant growing medium. Red yellow podzolic soils have less supportive chemical properties, such as low pH and lack of availability of nutrients for plants. This study aims to determine the best combination dose of biofertilizer and NPK in increasing the growth and yield of okra plants on red yellow podzolic soils. This research was carried out on the experimental land of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak City, from October to December 2023. The research method uses a Complete Randomized Design (RAL) with 1 factor, namely a combination of biological fertilizer and NPK (P). There were 5 replicates in this study, with a total of 75 plants being sampled. The treatment factor is a combination of biological fertilizer and NPK consisting of p0 = without biological fertilizer + NPK 100%, p1 = biological fertilizer 40 ml / l + NPK 80%, p2 = biological fertilizer 40 ml / l + NPK 60%, p3 = biological fertilizer 40 ml / l + NPK 40%, p4 + biological fertilizer 40 ml / l + NPK 20%. Variables observed include plant height, root volume, dry weight, fruit weight per plant, and number of fruits per plant. The results showed that the combination of 40 ml / l + NPK 20% biofertilizer provided the best growth and yield of okra on red yellow podzolic soil and was able to efficiently use inorganic fertilizer as much as 80%. Keywords:, Red Yellow Podzolic Soil, Biofertilizer, NPK, Okra INTISARITanaman okra merupakan komoditas sayur yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan umumnya dibudidayakan oleh masyarakat. Untuk meningkatkan produksi okra, dapat memperluas area tanam dengan memanfaatkan tanah podsolik merah kuning sebagai media tumbuh tanaman. Tanah podsolik merah kuning memiliki sifat kimia yang kurang mendukung, seperti rendahnya pH dan kurangnya ketersediaan nutrisi bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis kombinasi terbaik pupuk hayati dan NPK dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Kota Pontianak, pada bulan Oktober hingga Desember 2023. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor, yaitu kombinasi pupuk hayati dan NPK (P). Terdapat 5 ulangan dalam penelitian ini, dengan total 75 tanaman yang menjadi sampel. Faktor perlakuan yaitu  kombinasi pupuk hayati dan NPK terdiri dari p0 = tanpa pupuk hayati + NPK 100%, p1 = pupuk hayati 40 ml/L + NPK 80%, p2 = pupuk hayati 40 ml/L + NPK 60%, p3 = pupuk hayati 40 ml/L + NPK 40%, p4 + pupuk hayati 40 ml/L + NPK 20%. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering, berat buah per tanaman, dan jumlah buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk hayati 40 ml/L + NPK 20% memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik okra pada tanah podsolik merah kuning dan mampu mengefisiensi penggunaan pupuk anorganik sebanyak 80%. Kata Kunci: Podsolik Merah Kuning, Pupuk Hayati, NPK, Okra
RESPON KOMBINASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH JEROAN AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN PADA TANAH ALUVIAL Prayogi, Prayogi; Wasi’an, Wasi’an; Palupi, Tantri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3983

Abstract

Cucumber is the vegetable commodities that have high economic value. The potential mineral soil type for cucumber cultivation in West Kalimantan is Alluvial soil. This research was conducted at Kubu Raya Regency, West Kalimantan. The research lasted for ± 50 days using a Randomized Block Design (RBD) pattern consisting of 1 treatment factor. The factor is a combination of chicken manure waste LOF and NPP fertilizer consisting of 5 treatment levels, namely: k1 =100% (180 ml/l LOF per plant), k2 =75% (140 ml/liter LOF) + 25% (Urea 2 g/plant, SP-36 2 g/plant, and KCl 11 g/plant), k3 = 50% (100 ml/liter LOF) + 50% (Urea 4 g/plant, SP-36 4g/plant and KCl 13 g/plant), k4 = 25% (60 ml/liter LOF) + 75% (Urea 6 g/plant, SP-36 6 g/plant, and KCl 15 g/plant), and k5 =100% (Urea 8 g/plant, SP-36 8 g/plant, and KCl 17 g/plant). The variables observed in this study consisted of root volume, leaf area, plant dry weight, fruit length, fruit weight per fruit, fruit weight per plant, and number of fruits per plant. The results showed that the application of chicken manure waste poc and NPK fertilizer had a significant effect on the growth and yield of cucumber on Alluvial soil. The dose of 25% + 75% is the best dose that can be used in cucumber cultivation on Alluvial soil. Keywords : alluvial soil, chicken manure, cucumber, NPP, LO INTISARI            Mentimun termasuk salah satu komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu jenis tanah mineral yang potensial di Kalimantan Barat untuk pengembangan mentimun adalah tanah Aluvial. Penelitian ini bertujuan mendapatkan kombinasi dosis POC limbah jeroan ayam dan dosis pupuk NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun pada tanah Aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 50 hari berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2023 menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok non faktorial. Faktor yang dimaksud kombinasi pupuk organik cair (POC) limbah jeroan ayam dan pupuk NPK, terdiri atas 5 taraf perlakuan yaitu: k1 =100% (180 ml/l POC per tanaman), k2 =75% (140 ml/liter POC) + 25% (Urea 2 g/tanaman, SP-36 2 g/tanaman, dan KCL 11 g/tanaman), k3= 50% (100 ml/liter POC)  + 50% ( Urea 4 g/tanaman, SP-36 4g/tanaman dan KCL 13 g/tanaman), k4 =25% (60 ml/liter POC) + 75% (Urea 6 g/tanaman, SP-36 6 g/tanaman, dan KCL 15 g/tanaman), dan k5 =100% (Urea 8 g/tanaman, SP-36 8 g/tanaman, dan KCL 17 g/tanaman). Variabel yang diamati dalam penelitian ini terdiri atas volume akar, luas daun, berat kering tanaman, panjang buah, berat buah per buah, berat buah per tanaman, dan jumlah buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian poc limbah jeroan ayam dan pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun pada tanah Aluvial. Dosis 25 %  + 75 %  merupakan dosis terbaik yang dapat digunakan dalam budidaya mentimun pada tanah Aluvial. Kata Kunci : jeroan ayam, mentimun, NPK, POC, tanah aluvial
PENGARUH KAPUR DOLOMIT DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PORANG( Amorphophallus muelleri) PADA TANAH GAMBUT Yuniarti, Fitria; Susana, Rini; Maulidi, Maulidi; Palupi, Tantri; Apindiati, Rita Kurnia
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4282

Abstract

Porang plants can grow in peat soil, but the pH of the acidic peat soil must be increased. An increase in optimal soil pH will increase nutrient availability so that the efficiency of the NPK fertilizer applied will increase. This research aims to obtain the best dose of dolomite lime and NPK fertilizer for the growth of porang plants on peat soil. This research will last for 3 months starting in August - November 2023, located in South Pontianak District, Pontianak City. The design used was a Completely Randomized Factorial Design consisting of 2 factors. The dolomite lime factor (K) consists of 3 levels, namely k1 = 3.11 tons/ha, k2 = 4.99 tons/ha, k3 = 6.88 tons/ha and the NPK fertilizer factor (N) consists of 3 levels, namely n1 = 100 kg/ha, n2 = 200 kg/ha, n3 = 300 kg/ha. Observation variables include: plant height, stem diameter, number of leaves, and time of frog appearance. The research results showed that there was no interaction between dolomite dose and NPK dose on all observed variables. All single factor lime doses and single factor NPK doses had the same effect on the growth of porang plants in peat soil. Dolomite lime dosage of 3.11 tonnes/ha and NPK fertilizer dosage of 100kg/ha are sufficient to support the growth of porang plants. Keywords : dolomite, NPK fertilizer, porang, peat soil INTISARITanaman porang dapat tumbuh pada tanah gambut, namun pH tanah gambut yang masam harus ditingkatkan. Kenaikan pH tanah yang optimal akan meningkatkan ketersediaan hara sehingga efisiensi pemupukan NPK yang diberikan akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis kapur dolomit dan pupuk NPK terbaik terhadap pertumbuhan tanaman porang pada tanah gambut. Penelitian ini ini berlangsung selama 3 bulan yang dimulai pada bulan Agustus - November 2023 yang berlokasi di Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 2 faktor. Faktor kapur dolomit (K) terdiri dari 3 taraf yaitu k1 = 3,11 ton/ha, k2 = 4,99 ton/ha, k3 = 6,88 ton/ha dan faktor pupuk NPK (N) terdiri dari 3 taraf yaitu n1 = 100 kg/ha, n2 = 200 kg/ha, n3 = 300 kg/ha. Variabel pengamatan meliputi : tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan waktu kemunculan katak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan interaksi antara dosis dolomit dan dosis NPK pada semua variabel pengamatan. Semua dosis kapur faktor tunggal dan dosis NPK faktor tunggal memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan tanaman porang di tanah gambut. Dosis kapur dolomit 3,11 ton/ha dan dosis pupuk NPK 100kg/ha sudah cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman porang. Kata kunci : kapur dolomit, pupuk NPK, porang, tanah gambut.
PENGARUH KOMBINASI BIOCHAR SABUT PINANG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG DAUN PADA TANAH ALUVIAL Dendri, Dendri; Palupi, Tantri; Apindiati, Rita Kurnia
JURNAL AGROTROPIKA Vol. 24 No. 2 (2025): Jurnal Agrotropika Vol 24 No 2, Oktober 2025
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v24i2.10527

Abstract

Yield of green onion has been declining annually in West Kalimantan where land for cultivating green onion is alluvial soil. This study aims to determine the optimal dosage of a combination of areca husk biochar and NPK fertilizer on the growth and yield of green onion plants in alluvial soil. The research was conducted in Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province, from September to November 2024. A non-factorial Randomized Block Design (RBD) comprised six treatments and four replications: b1 = biochar 2 tons.ha⁻¹ + NPK fertilizer 90% (270 kg.ha⁻¹), b2 = biochar 4 tons.ha⁻¹ + NPK fertilizer 80% (240 kg.ha⁻¹), b3 = biochar 6 tons.ha⁻¹ + NPK fertilizer 70% (210 kg.ha⁻¹), b4 = biochar 8 tons.ha⁻¹ + NPK fertilizer 60% (180 kg.ha⁻¹), b5 = biochar 10 tons.ha⁻¹ + NPK fertilizer 50% (150 kg.ha⁻¹), and b6 = biochar 12 tons.ha⁻¹ + NPK fertilizer 40% (120 kg.ha⁻¹). The observed variables included plant height, number of leaves, number of tillers, fresh weight, root volume, and dry weight. Data obtained from observations were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). If significant differences were found, a DMRT test at a 5% significance level was conducted to determine differences among treatments after obtaining the coefficient of variation (KK). The results showed that the treatment of biochar 10 tons.ha⁻¹ + NPK fertilizer 50% (150 kg.ha⁻¹) was the best dosage, significantly affecting plant height, number of leaves, number of tillers, fresh weight, root volume, and dry weight. Further research is recommended using different doses of areca husk biochar and NPK fertilizer, as well as incorporating additional factors, to evaluate their effects on the growth and yield of green onion plants in different soil types.
PENGARUH BOKASHI AMPAS TEBU DAN KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PUTIH PADA TANAH ALUVIAL Dewi, Jeananda Kusuma; Palupi, Tantri; Hernowo, Kukuh
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.99185

Abstract

Lobak (Raphanus sativus L.)merupakan jenis tanaman sayuran semusim yang berbentuk umbi dan dapat tumbuh di berbagai dataran yang beriklim tropis. Lobak memiliki banyak kandungan vitamin, mineral dan kandungan gizi lainnya seperti fosfor, kalsium, vitamin A, B1 dan C, sehingga lobak dibudidayakan sebagai tanaman sayur dan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi ampas tebu dan kalium terhadap pertumbuhan dan hasil lobak putih pada tanah aluvial serta mendapatkan dosis bokashi ampas tebu dan kalium yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak putih pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di halaman Asrama Bengkayang, Jalan Sepakat 2, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan polybag dengan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu bokashi ampas tebu (B) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 10 ton/ha, 20 ton/ha, 30 ton/ha. Faktor kedua yaitu pupuk Kalium (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 150 kg/ha, 300 kg/ha, 450 kg/ha, sehingga didapat 9 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Masing-masing kombinasi perlakuan terdapat 3 tanaman sampel, sehingga terdapat 81 sampel tanaman. Variabel yang diamati meliputi: jumlah daun, berat kering tanaman, berat segar umbi, panjang umbi dan diameter umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa dosis bokashi ampas tebu dan kalium yang diuji pada penelitian ini belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil lobak putih pada tanah aluvial, serta berat segar yang dihasilkan pada penelitian ini masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan deskripsi tanaman lobak, sehingga perlu dilakukan peningkatan hasil melalui perbaikan faktor-faktor penting.
Aplikasi Abu Boiler dan Pupuk Majemuk terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Edamame pada Tanah PMK Lande, Fresh; Sasli, Iwan; Palupi, Tantri
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.97786

Abstract

Edamame (Glycine max (L.) Merr.) merupakan tanaman bernilai jual tinggi namun sangat kurang di indonesia terkhususnya di kalimantan barat dengan wilayah yang luas khususnya tanah PMK. Optimalisasi tanah PMK sebagai media tanam sangat perlu dilakukan salah satunya yaitu dapat dilakukan dengan pemberian Abu Boiler dan Pupuk Majemuk NK. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi Abu Boiler dan Pupuk Majemuk NK yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman edamame pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, dimulai pada bulan Maret 2025 sampai bulan Mei 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu Abu Boiler (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, A1 = 10 ton/ha setara 114,28 gram/polibag, A2 = 15 ton/ha setara 171,42 gram/polibag, A3 = 20 ton/ha setara 228,57 gram/polibag. Faktor kedua yaitu pupuk NK (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, B1 = 191 kg/ha setara 2,18 gram/polibag, B2 = 291 kg/ha setara 3,32 gram/polibag, B3 = 391 kg/ha setara 4,46 gram/polibag. Masing-masing diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 3 sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 81 tanaman. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman (2 MST, 3 MST, 4 MST), volume akar, berat kering, jumlah polong, berat polong segar, jumlah polong isi, dan persentase polong hampa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara Abu Boiler dosis 10 ton/ha dan pupuk K 291 kg/ha, merupakan dosis efektif untuk tinggi tanaman edamame 4 MST. Pemberian Abu Boiler dengan dosis 10 ton/ha dapat meningkatkan berat polong kedelai edamame pada tanah podsolik merah kuning.
EFISIENSI PEMBERIAN PUPUK NITROGEN PADA PADI YANG DIBERI BAKTERI PENAMBAT NITROGEN Nisa, Yaumin; Rianto, Fadjar; Palupi, Tantri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.97988

Abstract

Penanaman padi (Oryza sativa L) tidak terlepas dari pemberian pupuk N dalam membantu pertumbuhan dan produksinya. Bahan baku pupuk N bersumber pada fosil yang bersifat tidak bisa diperbaharui sehingga pemakaiannya perlu dibatasi. Tujuan penelitian ini mengkaji efisiensi pemberian pupuk N karena menggunakan bakteri penambat N yang hidup bebas di rizosfer padi. Penelitian ini dilaksanakan Laboratorium Terpadu Universitas Tanjungpura sejak 28 Mei 2023 - 27 September 2023. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan diulang sebanyak 6 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel. Perlakuan terdiri dari p1 = 50 kg/ha pupuk N, p2 = 100 kg/ha pupuk N, p3 = 50 kg/ha pupuk N, p4 = 200 kg/ha pupuk N. Semua tanaman yang digunakan diinokulasi dengan isolat Bakteri Penambat Nitrogen (BPN). Variabel diamati dalam penelitian ini meliputi: tinggi tanaman (cm), panjang malai (cm), berat kering tanaman (g), jumlah gabah per malai (butir), persentase gabah isi produksi (%), kepadatan malai (butir/cm), bobot 1000 gabah (g), total gabah isi per rumpun (butir), berat total gabah isi per rumpun (g). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan bakteri N menyebabkan perlakuan beberapa dosis pupuk N tidak berpengaruh terhadap variabel pertumbuhan dan hasil tanaman padi Inpari 32. Hasil penelitian pemberian bakteri N yang dapat mengurangi dosis penggunaan pupuk N sebesar 25% atau setara 50 kg/ha Pupuk N dari rekomendasi pupuk N yaitu 200 kg/ha.
RESPON BEBERAPA VARIETAS PADI YANG DIBERI RIZOBAKTERI PADA TANAH SALIN Palupi, Tantri; Anggorowati, Dini; Aprizkiyandari, Siti
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.8487

Abstract

Sejauh ini produktivitas padi  masih jauh di bawah potensinya. Diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi padi melalui perluasan pemanfaatan lahan marginal, termasuk lahan salin. Pemanfaatan rizobakteri diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi pada tanah salin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil beberapa varietas padi yang diberi perlakuan rizobakteri pada tanah salin. Penelitian dilaksanakan di Kota Pontianak pada bulan April sampai November 2023. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok, petak terpisah. Petak utama adalah perlakuan konsentrasi NaCl (G), yaitu g0 = 0 dS/m, dan g1 = 6 dS/m + rizobakteri. Anak petaknya adalah varietas padi (V), yaitu v1 = Inpari Arumba, v2 = Jeliteng, v3 = IR Nutri Zinc, v4 = Inpari 30, v5 = Inpari 32, dan v6 = Inpari 34.  Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah anakan umur 2 sampai 8 minggu setelah tanam, volume akar, bobot kering akar dan tajuk, panjang malai, jumlah malai per rumpun, jumlah gabah per malai, dan bobot 100 biji gabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rizobakteri yang diberikan pada benih dan pada tanah yang dicekam salinitas mampu meminimalisir dampak salinitas pada tanah, yang ditunjukkan oleh respon pertumbuhan dan hasil yang sama dengan tanaman yang tanpa dicekam salinitas di setiap varietas yang diuji.
Penyuluhan Budidaya Jahe Kepada Kelompok Tani Karangkates Desa Sungai Raya Dalam Anggorowati, Dini; Palupi, Tantri; Aprizkiyandari, Siti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4642

Abstract

Desa Sungai Raya Dalam merupakan salah satu desa hasil pemekaran tahun 2009 di kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat. Misi profil Desa Sungai Raya Dalam adalah meningkatkan perekonomian masyarakat. Adapun cara yang dapat dilakukan sebagai bentuk awal meningkatkan perkonomian yaitu adanya pendampingan berupa kegiatan penyuluhan-penyuluhan terutama di sektor pertanian. Salah satu bentuk penyuluhan yang dapat dilakukan adalah penyuluhan budidaya tanaman jahe. Jahe diyakini sangat bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh dan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan. Oleh karena itu, maka penting untuk di lakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada kelompok tani karangkates oleh tim dosen Faperta Untan dengan judul adalah “Penyuluhan Budidaya jahe pada kelompok tani karangkates di Desa Sungai Raya Dalam”. Kegiatan PKM ini berlangsung selama enam bulan. Metode penyuluhan dengan prinsip SMART dan bentuk evaluasi yaitu kuisioner dengan teknik deskriptif dan inferensia adalah metode yang digunakan dalam kegiatan. Hasil penyuluhan menunjukkan penyuluhan budidaya jahe yang telah dilakukan oleh tim PKM dari Fakultas Pertanian UNTAN telah berjalan dengan baik dan efektif dan berdasarkan hasil evaluasi penyuluhan dapat disimpulkan bahwa pengetahuan petani tentang budidaya jahe di Kelompok Tani Karang Kates Desa Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya meningkat setelah adanya penyuluhan.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI INPARI 32 DENGAN PEMBERIAN BIOSTIMULAN DAN PUPUK N, P, K PADA TANAH ALUVIAL Riris, Riris; Anggorowati, Dini; Palupi, Tantri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4487

Abstract

Rice is one of the main food crop commodities in Indonesia. Almost most Indonesians consume rice as a staple food. Efforts to increase production can be done by reducing the use of inorganic fertilizers, namely by applying biostimulants combined with N, P, and K fertilizers. This study aims to obtain a combination of biostimulant concentrations and doses of N, P, and K that are best for the growth and yield of Inpari 32 variety rice plants in alluvial soil. This study was carried out in Pontianak, West Kalimantan starting from July to November 2023, using a non-factorial Complete Randomized Design, consisting of 6 treatments of Biostimulant + N, P, and K, repeated 4 times, and each repeat consisting of 4 experimental plant samples. The treatment in question: A = Biostimulant 0 ml/l + N, P, K 100% (250 kg Urea /ha, 100 kg SP-36/ha, 100 kg KCl/ha), B = Biostimulant 3 ml/l + N, P, K 90%, C= Biostimulant 6 ml/l + N, P, K 80%, D = Biostimulant 9 ml/l + N, P, K 70%, E = Biostimulant 12 ml/l + N,  P, K 60%, F = Biostimulant 15 ml/l + N, P, K 50%. Observed variables include plant height, total number of tillers, root volume, dry weight of the plant, productive tillers, panicle length and number of grains per panicle. The results showed that the application of biostimulants 15 ml / L + N, P, and K 50% was able to reduce the use of N, P and K fertilizers by 50% for the growth and yield of Inpari 32 rice on alluvial soils.  Key words:  alluvial, biostimulant, inpari 32, N, P, KINTISARIPadi merupakan salah satu komoditas tanaman pangan utama di Indonesia. Hampir sebagian besar rakyat Indonesia mengonsumsi beras sebagai bahan makanan pokoknya. Upaya peningkatan produksi dapat dilakukan dengan cara mengurangi penggunaan pupuk anorganik, yaitu dengan pemberian biostimulan yang dikombinasikan dengan pupuk N, P, dan K. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi dari konsentrasi biostimulan dan dosis N, P, dan K yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi varietas Inpari 32 di tanah Aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Pontianak, Kalimantan Barat dimulai pada Juli sampai November 2023, menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial, yang terdiri dari 6 perlakuan pemberian Biostimulan + N, P, dan K, diulang sebanyak 4 kali, dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman percobaan. Adapun perlakuan yang dimaksud: A = Biostimulan 0 ml/l + N, P, K 100% (250 kg Urea /ha, 100 kg SP-36/ha, 100 kg KCl/ha), B= Biostimulan 3 ml/l + N, P, K 90%, C= Biostimulan 6 ml/l + N, P, K 80%, D = Biostimulan 9 ml/l + N, P, K 70%, E = Biostimulan 12 ml/l + N, P, K 60%, F = Biostimulan 15 ml/l + N, P, K 50%. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan total, volume akar, berat kering tanaman, anakan produktif, panjang malai dan jumlah gabah per malai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biostimulan 15 ml/l + N, P, dan K 50% mampu mengurangi penggunaan pupuk N, P, dan K sebanyak 50% untuk pertumbuhan dan hasil padi Inpari 32 pada tanah aluvial.  Kata kunci:  aluvial, biostimulan, inpari 32, N, P, K
Co-Authors Ade Sagita Wiguna agus ruliyansyah agus ruliyansyah AGUS RULIYANSYAH Agustina Listiawati Ahmad Mulyadi Sirojul Ahmad Mulyadi, S. Si, M. Si Ahmad Mulyadi, S. Si, M. Si Akhmad Fuadi Alfianus Delviandra Alviah, Fajri Ambarwanti, Cahreta AMRAN ISMADI AMRAN ISMADI,M.P ANDRE WINASCO HALOMOAN NABABAN Anjas Anjas, Anjas Aprizkiyandari, Siti ARI KURNIAWAN Ashari, Asri Mulya Asnawati Asnawati ASNAWATI ASNAWATI Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Astina Astina, Astina Aynun Syahira Bahtiar bahtiar Bintoro Bagus Purmono CHANDRA AGROTEKNOLOGI 2014 Cornelius Gery Darusalam . darusalam darusalam Darussalam Darussalam Darussalam Darussalam Darussalam Darussalam, Darussalam Dendri, Dendri Deo Palari Dewi, Jeananda Kusuma DINI ANGGOROWATI Dini Anggorowati Dini Anggorowati Dini Anggorowati Dini Anggorowati Dwi Suprapti Sari Dwi Zulfita dwi zulfita Elly Mustamir Elsa Nurhanian Eni Handayani Eny Widajati Ety Herawati Fadjar Rianto FRANSISKUS DIVANI Gustian Gustian Harum, Dwi Asih Sekar Helda Esteria Octaviani Hosiana Siregar Hidayat - IBNI SAWITRI Ikawati, Ratna Intan Permatasari Ir.Rini Susana,M.Sc, Ir.Rini Susana,M.Sc Irpansyah, Irpansyah Iwan Sasli JANG JOKO Kingkun Karismando kornelia nelis Kosmas Ladora Gase Kukuh Hernowo Kurniawan, Yohanes Jordy Lande, Fresh Lina Lina Lushfieka, Diah mardiansyah mardiansyah Marianus Tomi Mariono, Dominikus Dino Martina Martina Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Messyana Messyana Muh Duwi Lesmana Muhammad Faizal Muhammad Machmud Nisa, Yaumin nortin . Novita, Devie Nugraha Banu Safitri Nugroho, Muhammad Fikri Nur Fatimah Nurbaiti R Nurhayati Nurhayati Nurjani Pangaribuan, Franky Pitri Jannah Pradana, Gusti Fitrah Prayogi Prayogi Prihatini, Pipit Purba, Yohanda Samuel Purwaningsih - Purwaningsih Purwaningsih Purwaningsih Purwaningsih RAHMA YUNIARTI Rahmat Rahmat Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Ramadania Ramadania, Ramadania Ramanda, Rika Fitry RESTU NURKHAMDANI Ridwan Ridwan Rini Susana Riris, Riris Rita Kurnia Apindiati Riten, Arif Rahman Rizqi Norma Sari Rossalinda, Berliana Safara Safara, Safara Sahwaldi, Sahwaldi Salsabila, Unik Hanifah Satrias Ilyas SATRIYAS ILYAS Sholeha Sholeha Simbolon, Marini Siti Aprizkiyandari, Nurul Qomariyah, Shantika Martha, Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Nur Rahma Sodiqin Sodiqin Sri Rahayu Sunardi Sunardi Surachman Surachman Syafiuddin, Wasi'an Tariyanti Tariyanti TIWI SUSANTI tri norhayanti TRIS HARIS RAMADHAN Turu, Selfiandri Bero VENLIANUS TAPANG Wasi'an Wasi'an WASI'AN WASI'AN WASI'AN WASI'AN Wasi'an Wasi'an Wasi'an Wasi'An Wasian - Wasian syafiudin Wasian Wasian Wasian Wasian Dr,Ir.H.Wasi'an,MS Wasi’an, Wasi’an Wilhelmina Arini WIREN WIREN yanto, meggi Yelsi Masangge Yulius Heli Yuniarti Yuniarti Yuniarti, Fitria