Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM DAN ARANG SEKAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PORANG PADA MEDIA GAMBUT Alviah, Fajri; Darussalam, Darussalam; Palupi, Tantri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3524

Abstract

Porang is the biological riches of Indonesian tubers and used as food and exported as industrial raw materials. One way to increase production is to cultivate porang on peatlands. Peatland has several problems, namely low nutrients and pH, so it is necessary to add soil amendments and organic fertilizers, one of which is rice husk charcoal and chicken manure. This study were to obtain the best doses of chicken manure and husk charcoal on the growth and yield of porang plants on peat media. This research was conducted during 6 months starting from September 2022- February located at Jl. Purnama II, Kota Baru, South Pontianak District, Pontianak City. The method used was a Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments, 4 replicates and each replicate consisted of 3 samples, namely the dose of manure + husk charcoal consisting of: a: 10 tons + 30 tons, b: 15 tons + 25 tons, c: 20 tons + 20 tons, d: 25 tons + 15 tons, e: 30 tons + 10 tons, f: 35 tons + 5 tons. The variables observed in this study were plant height (cm2), number of shoots, stem diameter (mm), time of emergence of bulbils (days), number of bulbils (seeds), canopy width (cm), harvest age (days), weight of tubers planted (g) and the diameter of the first tuber (cm2). The implementation of the research included the preparation of husk charcoal, manure, seeds and planting media, storage, maintenance and harvesting. The results showed that the addition of rice husk charcoal and rice husk charcoal had a significant effect on plant height (cm), stem diameter (mm), weight of tubers planted (g) and the diameter of the first tuber (cm) but had no significant effect on the number of shoots, the number of bulbils (seeds), the time of emergence of bulbils (days) and harvest age (day). Keywords: Chicken manure, Husk charcoal, Peat soil, PorangINTISARIPorang merupakan kekayaan hayati umbi-umbian Indonesia dan digunakan sebagai bahan pangan dan diekspor sebagai bahan baku industri. Salah satu cara meningkatkan produksinya adalah dengan membudidayakan porang dilahan gambut. Lahan gambut memiliki beberapa masalah yaitu hara dan pH yang rendah sehingga perlu ditambahan bahan pembenah tanah dan pupuk organik, salah satunya adalah arang sekam dan pupuk kandang ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik pupuk kandang ayam dan arang sekam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman porang pada media gambut. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan September 2022- Februari 2023 yang berlokasi di  Jl. Purnama II, Kota Baru, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak.metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap( RAL ) dengan 6 perlakuan, 4 ulangan dan masing masing ulangan terdiri dari 3 sampel, yaitu dosis pupuk kandang + arang sekam terdiri dari : A: 10 ton + 30 ton, B: 15 ton + 25 ton,C: 20 ton + 20 ton, D: 25 ton + 15 ton, E: 30 ton + 10 ton, F: 35 ton + 5 ton. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman ( cm), jumlah tunas, diameter batang (mm), waktu munculnya katak (hari), jumlah katak (biji), lebar kanopi (cm), umur panen (hari), berat umbi pertanaman (g) dan diameter umbi pertanmaan (cm). Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan arang sekam, pupuk kandang, benih dan media tanam, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian arang sekam dan arang sekam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman(cm), diameter batang (mm), berat umbi (g)dan diameter umbi (mm) tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah tunas, jumlah katak (biji), wakrtu munculnya katak (hari)dan umur panen(hari). Kata kunci : Arang sekam, Porang, Pupuk kandang ayam, Tanah gambut
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT PORANG TERHADAP BEBERAPA DOSIS KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Permatasari, Intan; Palupi, Tantri; Ruliyansyah, Agus
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos TKKS terhadap pertumbuhan bibit porang serta mendapatkan dosis terbaik kompos TKKS terhadap pertumbuhan bibit porang di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan dan Laboratorium Agroklimatologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, dari bulan Oktober - Januari. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah k0=0%, k1=10%, k2=20%, k3=30%, k4=40% TKKS/polybag. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah waktu muncul tunas (WMT), tinggi tanaman (TT), waktu muncul khatak (WMK), jumlah khatak (JK) dan jumlah batang (JB). Kesimpulan hasil penelitian adalah kompos TKKS berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit porang dan dosis kompos TKKS 20%/polybag lebih optimal untuk meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dan waktu muncul khatak tanaman porang di tanah aluvial.
RESPON BEBERAPA JENIS PADI DI SUNGAI LAUR DENGAN PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DI TANAH ULTISOL Mariono, Dominikus Dino; Palupi, Tantri; Ramadhan, Tris Haris
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 1 (2022): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i1.1483

Abstract

Peningkatan produksi padi pada tanah ultisol dapat dicapai dengan pemberian fungi mikoriza arbuskula yaitu dapat memperluas wilayah serapan hara di dalam tanah, serta dengan penggunaan jenis padi yang mampu beradaptasi dengan baik pada kondisi lingkungan setempat. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian fungi mikoriza arbuskula pada beberapa jenis padi di Sungai Laur di tanah ultisol. Penelitian berlokasi di Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dari bulan November 2020 sampai Maret 2021. Rancangan penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (Split plot) RAK yaitu pemberian fungi mikoriza arbuskula (FMA) sebagai petak utama (tanpa mikoriza dan pemberian mikoriza) serta perlakuan 5 jenis padi sebagai anak petak (melai, cenena, itali, ngkaman, dan cangge). Variabel yang diamati terdiri dari tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, volume akar, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi, bobot 1000 biji, bobot gabah per rumpun, bobot gabah per petak, dan infeksi akar oleh FMA. Fungi mikoriza arbuskula yang diaplikasikan pada tanah ultisol mampu meningkatkan produksi tanaman padi pada karakter jumlah gabah per malai, bobot 1000 biji, bobot gabah per rumpun, dan bobot gabah per petak. Penggunaan jenis padi pada tanah ultisol diperoleh hasil yang sama baiknya pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi, kecuali pada tinggi tanaman 2 MST yaitu penggunaan jenis padi Cangge diperoleh hasil yang lebih baik. Kata kunci : fungi mikoriza arbuskula, produksi padi, tanah ultisol
PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME DENGAN PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK KANDANG AYAM DAN NPK YANG DIPERKAYA MIKROBA FUNGSIONAL PADA TANAH ALUVIAL Irpansyah, Irpansyah; Palupi, Tantri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4643

Abstract

Edamame soybean (Glycine max L.) is a food crop that has great potential for cultivation in West Kalimantan. Increasing the production of edamame soybeans is necessary considering the high demand for soybeans in Indonesia every year. Efforts to increase production can be carried out on aluvial soil by providing a combination of chicken manure and NPK enriched with PGPR functional microbes. This study aimed to determine the effect and obtain the best dose of a combination of chicken manure and NPK enriched with functional microbes on the growth and yield of edamame soybeans in aluvial soil. The design used in this study was a completely randomized non-factorial design, with 5 treatments, each treatment 5 replications, each replication consisting of 4 plant samples. The treatment consisted of p1 = 15 tonnes/ha of chicken manure + PGPR, p2 = 11.25 tonnes/ha of chicken manure + 50 kg/ha of NPK + PGPR, P3 = 7.5 tonnes/ha of chicken manure + 100 kh /ha NPK + PGPR, p4 = 3.75 tonnes/ha of chicken manure + 150 kg/ha NPK + PGPR, p5 = 200 kg/ha NPK (control). Observational variables included plant height (cm), root volume (cm3), crown dry weight (grams), root dry weight (g), number of productive branches (branches), number of pods (pods), pod weight (g), number of seeds /pods (seeds), root length (cm) and number of root nodules (nodules). The results showed that the combination of chicken manure and NPK enriched with functional microbes had no significant effect on all growth and yield variables of edamame soybeans. Key-words: chicken manure, edamame soybeans, PGPR, NPK, aluvial soil 
LAMA WAKTU PERENDAMAN BENIH PORANG DENGAN EKSTRAK TAUGE TERHADAP VIABILITAS BENIH DAN PERTUMBUHAN BIBIT PORANG Ambarwanti, Cahreta; Palupi, Tantri; Purwaningsih, Purwaningsih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2406

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh serta lama waktu terbaik perendaman benih porang dengan esktrak tauge terhadap viabilitas dan pertumbuhan bibit porang. Penelitian ini terdiri dari dua kegiatan, pertama uji viabilitas benih menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Variabel yang diamati adalah Indeks Vigor, Keserempakan Tumbuh, Daya Berkecambah, Kecepatan Tumbuh, Panjang Plumula dan Panjang Radikula. Dengan perlakuan (1)= tanpa perendaman, (2)=  perendaman 1 jam), (3)= perendaman 2 jam, (4)= perendaman 3 jam, (5)= perendaman 4 jam.  Percobaan kedua yaitu uji Pertumbuhan bibit porang menggunakan Rancangan Acak Lengkap, perlakuan yang digunakan sama seperti pengujian pertama. Variabel yang diamati adalah Tinggi Tanaman dan Jumlah Batang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diperoleh kesimpulan bahwa lama perendaman benih porang dengan ekstrak tauge tidak meningkatkan viabilitas perkecambahan dan pertumbuhan bibit porang, namun perendaman benih porang selama 2 jam dapat meningkatkan pertumbuhan panjang plumula dan radikula pada benih porang.
PENGARUH PEMBERIAN BOKASHI LAMTORO DAN FREKUENSI NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL OKRA PADA TANAH GAMBUT Pradana, Gusti Fitrah; Darussalam, Darussalam; Palupi, Tantri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3526

Abstract

This study aims to determaine the interaction and dose of bokashi lamtoro and the frequency of NPP on the grwoth and yield of okra and peat soil. This study used a factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of 2 factors. The first factor is bokashi lamtoro which consists of 3 levels, b1 = 10 tons/ha equivalent to 1,5 kg/per plot, b2 = 15 tons/ha equivalent to 2 kg/per plot, b3 = 20 tons/ha equivalent to 3 kg/per plot, the second factor is the frequency of NPP application, f1 = application twice per plant, f2 = application three times per plant,  with a dose of 600 kg/ha equivalent to 12 g/per plant. Treatmant of 10 ton/ha bokashi lamtoro and three times NPP gave the highest interaction results at 3 WAP plant height and 15 ton/ha bokashi lamtoro and twice NPP gave the highest average fruit weight per fruit and fruit weight per plant on okra on peat soil.  Keywords: Bokashi Lamtoro, NPP Frequency, Pet soil INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi dan dosis bokashi lamtoro dan frekuensi NPK terhadap pertumbuhan dan hasil okra pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah bokashi lamtoro yang terdiri dari 3 taraf, b1 = 10 ton/ha setara ddengan 1,5 kg/per bedengan, b2 = 15 ton/ha setara dengan 2 kg/per bedengan, b3 = 20 to/ha setara dengan 3 kg/per bedengan, faktor kedua adalah pemberian frekuensi NPK, f1 = pemberian dua kali per tanaman, f2 = pemberian tiga kali per tanaman, dengan dosis 600 kg/ha setara dengan 12 g/per tanaman. Perlakuan 10 ton/ha bokashi lamtoro dan pemberian tiga kali NPK memberikan hasil interaksi tertinggi pada tinggi tanaman 3 MST dan 15 ton/ha bokashi lamtoro dan pemberian NPK dua kali memberikan rerata berat buah perbuah dan berat buah per tanaman tertinggi pada okra di tanah gambut. Kata Kunci: Bokashi Lamtoro, Frekuensi NPK, Tanah Gambut
PEMBERIAN KOTORAN KAMBING DAN PUPUK FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL Sahwaldi, Sahwaldi; Listiawati, Agustina; Palupi, Tantri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3527

Abstract

Edamame is one type of soybean plant that has good enough potential to be developed, especially in West Kalimantan. Increasing edamame production needs to be done because of the large demand every year. Efforts to increase production can be done with the use of alluvial soil by giving goat manure as organic matter and Phosphorus (P) fertilizer plays a role in improving chemical properties. The purpose of this study was to determine the interaction between goat manure and fertilizer and to obtain the best dose of interaction between goat manure and P fertilizer in alluvial soil for the growth and yield of edamame plants. This research was carried out in an experimental garden, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. This research runs from February - May 2023. The design used in this study is a Factorial Complete Randomized Design (RAL) consisting of 2 treatment factors. The first factor of goat manure treatment (K) consists of 3 treatments, namely k1 20 tons / ha, k2 30 tons / ha, k3 40 tons / ha. Second factor (P) p1 100 kg/ha, p2 and p3 150 kg. The variables observed were plant height, flowering age, root volume, dry weight of the plant, number of pods per plant, weight of fresh pods per plant, number of filled pods and percentage of empty pods. Additional variables of content weight and porosity, air temperature, daily air humidity and precipitation. Based on the results of the research conducted, there was no interaction between the application of goat manure and P fertilizer and the best dose of interaction was not found in the application of goat manure and P fertilizer, but at a dose of 20 tons / ha of goat manure and P fertilizer 100 kg / ha is an efficient dose of growth and yield of edamame soybeans on alluvial soils. Keywords : Alluvial, Edamame, goat manure, phosphorus fertilizer            INTISARIEdamame merupakan salah satu jenis tanaman kedelai yang memliki potensi yang cukup baik untuk dikembangkan terutama di Kalimantan Barat. Peningkatan produksi edamame perlu dilakukan karena banyaknya permintaan tiap tahunnya. Upaya peningkatan produksi dapat dilakukan dengan penggunaan tanah aluvial dengan pemberian kotoran kambing sebagai bahan organik dan pupuk Fosfor (P) berperan untuk memperbaiki sifat kimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interkasi antara kotoran kambing dan pupuk serta untuk mendapatkan dosis interaksi antara kotoran kambing dan pupuk P yang terbaik di tanah aluvial untuk  pertumbuhan dan hasil tanaman edamame. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini berlangsung dari Febuari - Mei 2023. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama perlakuan kotoran kambing (K) terdiri atas 3 perlakuan yaitu k1 20 ton/ha, k2 30 ton/ha, k3 40 ton/ha. Faktor kedua (P)  p1 100 kg/ha, p2  dan p3 150 kg. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, umur berbunga, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong segar per tanaman, jumlah polong isi dan persentase polong hampa. Variabel tambahan bobot isi dan porositas, suhu udara, kelembaban udara harian dan curah hujan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tidak terjadi interkasi antara pemberian kotoran kambing dan pupuk P dan tidak ditemukan dosis interkasi terbaik pada pemberian kotoran kambing dan pupuk P, namun pada dosis 20 ton/ha kotoran kambing  dan pupuk P 100 kg/ha merupakan dosis efesien terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial. Kata kunci : Aluvial, Edamame, kotoran kambing, pupuk fosfor
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KRATOM TERHADAP JENIS TANAH YANG BERBEDA Rossalinda, Berliana; Astina, Astina; Palupi, Tantri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77021

Abstract

Kratom merupakan tanaman lokal yang ada di Kapuas Hulu yang digunakan sebagai obat herbal yang dapat dimakan mentah, diseduh seperti teh atau diubah menjadi bubuk, kapsul, tablet maupun cairan. Kratom merupakan tanaman endemik yang tumbuh subur di daerah dekat aliran sungai pada jenis tanah aluvial yang kaya bahan organik, pertumbuhan bibit kratom di habitat yang berbeda dengan asalnya merupakan hal yang sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan bibit kratom yang terbaik pada media tanah yang berbeda yaitu, pada tanah aluvial, gambut, dan podsolik merah kuning (PMK). Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pontianak sejak Februari sampai dengan Mei 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga taraf perlakuan uji. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut : t1 = tanah aluvial, t2 = tanah gambut, dan t3 = tanah PMK. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 9 kali. Setiap unit percobaan ada 5 sampel tanaman yang berarti ada 135 tanaman. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan media tanam, persiapan benih kratom, penanaman, dan pemeliharaan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kratom dapat tumbuh dengan baik di mana jenis tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan bibit kratom yaitu pada tinggi tanaman dan jumlah daun 2, 5, 8, 11 dan 14 minggu setelah tanam, volume akar dan berat kering tanaman. Media tanam tanah gambut dengan penambahan pupuk kandang ayam dan kapur dolomit memberikan pertumbuhan bibit kratom yang lebih baik dibandingkan dengan media tanam tanah aluvial dan PMK.
PENGARUH AMPAS TAHU PADA MEDIA SERBUK GERGAJI DAN AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH Anjas, Anjas; Purwaningsih, Purwaningsih; Palupi, Tantri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70367

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur makroskopis yang digolongkan kedalam jamur yang kaya akan nutrisi karena memiliki nutrisi yang sangat tinggi. Ampas tahu mengandung protein, lemak, kalsium dan vitamin yang dapat membantu pertumbuhan dan hasil jamur tiram pada media serbuk gergaji dan ampas tebu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi ampas tahu terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram. Penelitian ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yaitu di jalan Beringin RT 30, RW 07, Sekunder B Unit Kampung, Kecamatan Rasau Jaya. Lokasi kedua di jalan Aburahman Saleh 3, Kecamatan Pontianak Tenggara. Adapun waktu penelitian dimulai 1 November 2021 sampai 31 Januari 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yaitu pemberian konsentrasi ampas tahu pada 7 taraf. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel baglog sehingga jumlah baglog seluruh perlakuan 84 baglog. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari perlakuan ampas tahu yaitu P1=0%, P2=5%, P3=10%, P4=15%, P5=20%, P6=25%, dan P7=30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi ampas tahu berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan. Konsentrasi ampas tahu 25% merupakan konsentrasi efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih.
PENGARUH PERSENTASE NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PORANG DI FASE GENERATIF PADA TANAH GAMBUT Riten, Arif Rahman; Palupi, Tantri; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77453

Abstract

Tanaman porang merupakan tanaman asli daerah tropis, penghasil umbi yang memiliki kandungan karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat pangan. Peningkatan produksi porang per satuan luas dapat dilakukan diantaranya dengan cara menyediakan ruang rumbuh yang mendukung pertumbuhan tanaman porang, satu diantaranya dengan memenuhi kebutuhan intensitas cahaya yang sesuai keperluan tanaman porang, yaitu sebesar 60% - 70%. Saat ini belum diketahui persentasi naungan terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman porang pada tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase naungan terbaik terhadap hasil tanaman porang di fase generatif pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung selama 6 bulan yang dimulai pada Juni 2023 sampai November 2023 yang berlokasi di Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan, 5 ulangan dan masing-masing ulangan terdiri 4 sampel, sehingga diperoleh 100 tanaman. Perlakuan yang digunakan yaitu N0: tanpa naungan, N1: intensitas naungan 45%, N2: intensitas naungan 60%, N3: intensitas naungan 75%, N4: intensitas naungan 90%. Variabel pengamatan meliputi: jumlah bulbil, berat bulbil, hari panen, diameter umbi, dan bobot umbi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa naungan dengan intensitas 90% menghasilkan hasil generatif terbaik untuk tanaman porang yang berasal dari bulbil/katak pada tanah gambut.
Co-Authors Ade Sagita Wiguna agus ruliyansyah AGUS RULIYANSYAH agus ruliyansyah Agustina Listiawati Ahmad Mulyadi Sirojul Ahmad Mulyadi, S. Si, M. Si Ahmad Mulyadi, S. Si, M. Si Akhmad Fuadi Alfianus Delviandra Alviah, Fajri Ambarwanti, Cahreta AMRAN ISMADI AMRAN ISMADI,M.P ANDRE WINASCO HALOMOAN NABABAN Anjas Anjas, Anjas Aprizkiyandari, Siti ARI KURNIAWAN Ashari, Asri Mulya Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati ASNAWATI ASNAWATI Astina Astina, Astina Aynun Syahira Bahtiar bahtiar Bintoro Bagus Purmono CHANDRA AGROTEKNOLOGI 2014 Cornelius Gery Darusalam . darusalam darusalam Darussalam Darussalam Darussalam Darussalam Darussalam Darussalam, Darussalam Dendri, Dendri Deo Palari Dewi, Jeananda Kusuma Dini Anggorowati DINI ANGGOROWATI Dini Anggorowati Dini Anggorowati Dini Anggorowati Dwi Suprapti Sari dwi zulfita Dwi Zulfita Elly Mustamir Elsa Nurhanian Eni Handayani Eny Widajati Ety Herawati Fadjar Rianto FRANSISKUS DIVANI Gustian Gustian Harum, Dwi Asih Sekar Helda Esteria Octaviani Hosiana Siregar Hidayat - IBNI SAWITRI Ikawati, Ratna Intan Permatasari Ir.Rini Susana,M.Sc, Ir.Rini Susana,M.Sc Irpansyah, Irpansyah Iwan Sasli JANG JOKO Kingkun Karismando kornelia nelis Kosmas Ladora Gase Kukuh Hernowo Kurniawan, Yohanes Jordy Lande, Fresh Lina Lina Lushfieka, Diah mardiansyah mardiansyah Marianus Tomi Mariono, Dominikus Dino Martina Martina Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Messyana Messyana Muh Duwi Lesmana Muhammad Faizal Muhammad Machmud Nisa, Yaumin nortin . Novita, Devie Nugraha Banu Safitri Nugroho, Muhammad Fikri Nur Fatimah Nurbaiti R Nurhayati Nurhayati Nurjani Pangaribuan, Franky Pitri Jannah Pradana, Gusti Fitrah Prayogi Prayogi Prihatini, Pipit Purba, Yohanda Samuel Purwaningsih - Purwaningsih Purwaningsih Purwaningsih Purwaningsih RAHMA YUNIARTI Rahmat Rahmat Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Ramadania Ramadania, Ramadania Ramanda, Rika Fitry RESTU NURKHAMDANI Ridwan Ridwan Rini Susana Riris, Riris Rita Kurnia Apindiati Riten, Arif Rahman Rizqi Norma Sari Rossalinda, Berliana Safara Safara, Safara Sahwaldi, Sahwaldi Salsabila, Unik Hanifah Satrias Ilyas SATRIYAS ILYAS Sholeha Sholeha Simbolon, Marini Siti Aprizkiyandari, Nurul Qomariyah, Shantika Martha, Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Nur Rahma Sodiqin Sodiqin Sri Rahayu Sunardi Sunardi Surachman Surachman Syafiuddin, Wasi'an Tariyanti Tariyanti TIWI SUSANTI tri norhayanti TRIS HARIS RAMADHAN Turu, Selfiandri Bero VENLIANUS TAPANG WASI'AN WASI'AN Wasi'an Wasi'an WASI'AN WASI'AN Wasi'an Wasi'an Wasi'an Wasi'An Wasian - Wasian syafiudin Wasian Wasian Wasian Wasian Dr,Ir.H.Wasi'an,MS Wasi’an, Wasi’an Wilhelmina Arini WIREN WIREN yanto, meggi Yelsi Masangge Yulius Heli Yuniarti Yuniarti Yuniarti, Fitria