Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Application of Couple Card Media With Make A Match Learning Model in Improving Students' Collaboration Skills at SMA Negeri 9 Surabaya Widjanarko, Kartika Irene; Agung Pranoto
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v6i2.6410

Abstract

The skill of working together is essential for students in the 21st century. However, many students still lack adequate collaboration skills, necessitating a learning method supported by educational media to enhance these skills. This classroom action research seeks to enhance students' collaboration skill at SMA Negeri 9 Surabaya through the use of Couple Card’s media with Make a Match learning learning model. The research involves two steps consisting of four stages: there are plan, implementation, observation, and reflection. The subjects of the study are 34 students from class X-9 at SMA Negeri 9 Surabaya. The Data collection techniques are include observation and interviews, with data analyzed descriptively and presented in tables and charts. The results show that the use of Couple Card media with the Make a Match learning model in the second cycle significantly improved students' collaboration skills. Additionally, students were actively engaged and showed interest in the learning process. Overall, this study demonstrates that the use of Couple Card media is effective in enhancing students' collaboration skills.
Pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Bagi Guru MGMP Jatirogo Tuban Selatan Damayanti, Rini; kaswadi, kaswadi; pranoto, agung; Ardiansyah, Roely; hadi, sueb; Davin, Moch Arya
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.918

Abstract

The Merdeka Curriculum will be implemented simultaneously at the secondary education level in 2024. Even at the junior high school level, especially grade VII, in the 2023/2024 school year, the Merdeka Curriculum has been implemented. The implementation of the Merdeka Curriculum requires teachers' understanding and readiness of the Merdeka Curriculum with its various components and applications. Realistic conditions in the field show that junior high school teachers do not fully understand the Merdeka Curriculum, especially regarding Learning Outcomes, Learning Objectives, Learning Objective Flow, and Teaching Modules and their modifications. The purpose of the service activity is to increase teachers' knowledge, understanding of the Merdeka Curriculum and produce learning tools. The method used in this service is training assistance in the form of a workshop. The results of the activity show that the teachers have understood the concept of the Merdeka Curriculum, especially Learning Outcomes, Learning Objectives, Learning Objective Flow, and Teaching Modules and their applications. This can be seen from the work of the teachers in embodying these concepts in the flow of learning objectives and teaching modules as lesson plans to be implemented. In other words, junior high school teachers in the South Tuban Indonesian Language MGMP are not ready to implement the Merdeka Curriculum.ABSTRAKKurikulum Merdeka akan dilaksanakan secara serentak di jenjang pendidikan menengah pada tahun 2024. Bahkan di tingkat SMP, khusus kelas VII, pada tahun ajaran 2023/2024 Kurikulum Merdeka sudah diberlakukan. Implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan pemahaman dan kesiapan guru tentang Kurikulum Merdeka dengan berbagai komponen dan aplikasinya. Kondisi realistis di lapangan menunjukkan bahwa guru SMP belum memahami secara utuh tentang Kurikulum Merdeka, khususnya tentang Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, dan Modul Ajar serta modifikasinya. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman para guru tentang Kurikulum Merdeka dan menghasilkan perangkat pembelajaran. Metode  yang  digunakan  dalam  pengabdian  ini  adalah pendampingan pelatihan dalam bentuk workshop. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para guru telah memahami konsep Kurikulum Merdeka, khususnya Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, dan Modul Ajar serta aplikasinya. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil kerja para guru dalam mengejawantahkan konsep tersebut dalam Alur Tujuan pembelajaran dan Modul Ajar sebagai rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan. Dengan kata lain, para guru SMP di MGMP Bahasa Indonesia Tuban Selatan belum siap mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Bimtek Modul Ajar Bagi Guru MTS dan MA Tuban Selatan Damayanti, Rini; ardiansyah, roely; Hadi, Sueb; kaswadi, kaswadi; Pranoto, Agung; Safitri, Adellia Novisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.919

Abstract

The Merdeka Curriculum will be implemented simultaneously at the secondary education level in 2024. Even at the junior high school level, especially grade VII, in the 2023/2024 school year, the Merdeka Curriculum has been implemented. The implementation of the Merdeka Curriculum requires teachers' understanding and readiness of the Merdeka Curriculum with its various components and applications. Realistic conditions in the field show that junior high school teachers do not fully understand the Merdeka Curriculum, especially regarding Learning Outcomes, Learning Objectives, Learning Objective Flow, and Teaching Modules and their modifications. The purpose of the service activity is to increase teachers' knowledge, understanding of the Merdeka Curriculum and produce learning tools. The method used in this service is training assistance in the form of workshops. The results of the activity show that the teachers have understood the concept of the Merdeka Curriculum, especially Learning Outcomes, Learning Objectives, Learning Objective Flow, and Teaching Modules and their applications. This can be seen from the work of the teachers in embodying these concepts in the flow of learning objectives and teaching modules as lesson plans to be implemented. In other words, junior high school teachers in the South Tuban Indonesian Language MGMP are not ready to implement the Merdeka Curriculum.ABSTRAKBeberapa kendala yang dihadapi oleh Mitra yang harus dicarikan solusi agar penerapan Kurikulum Merdeka dapat berjalan secara baik, sehingga diharapkan kurikulum ini sebagai pelengkap dan jawaban terhadap kekurangan dari kurikulum sebelumnya yaitu (1) Perubahan mindset guru agar siap dalam menghadapi dan menerapkan Kurikulum Merdeka, (2) Digitalisasi sekolah yang masih rendah, dan (3) Pembelajaran belum berpusat pada siswa. Solusi yang ditawarkan kepada mitra yaitu melaksanakan pelatihan tentang Kurikulum Merdeka agar pengetahuan guru meningkat dan tidak terjadi kebingungan dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Luaran yang diharapkan dalam pelaksanaan pelatihan ini meliputi (1) Perubahan Mindset Guru untuk mampu berpikir dengan paradigma baru, (2) Penerapan kurikulum Merdeka dapat berjalan secara optimal, (3) Dihasilkannya Modul Ajar, yang mampu menjawab kebutuhan siswa, (4) Artikel yang diterbitkan pada jurnal Nasional. Metode pelaksanaan Pengabdian Kemitraan Masyarakat meliputi (1) perencanaan dan perancangan, (2) pelatihan, (3) Monitoring dan Evaluasi, (4) Publikasi dan Pelaporan, dan (5) Tindak Lanjut Pasca Program. Kurikulum merdeka merupakan kurikulum baru yang ada di Indonesia. Kurikulum merdeka ini dianjurkan untuk diterapkan di sekolah-sekolah yang di Indonesia dengan beberapa kategori yaitu Mandiri belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri berbagi. Melalui pelatihan yang dilakukan pemahaman guru terkait kurikulum merdeka meningkat.
STRATEGI PENINGKATAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN PROJECT BEST LEARNING (PJBL) DENGAN KARTU INTERAKTIF DI KELAS X 4 SMA N 9 SURABAYA Muhaimin, Rahayu Siti; Pranoto, Agung; Nurani
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 6 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i6.1708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan strategi peningkatan kemampuan analisis teks puisi dengan menggunakan metode project best learning yang didukung oleh kartu peran interaktif di kelas X SMA Negeri 9 Surabaya. Kemampuan menulis puisi berperan penting dalam membantu peserta didik memahami perspektif orang lain, mengembangkan empati, serta meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan analisis teks puisi peserta didik setelah penerapan strategi ini. Peserta didik menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam tentang makna tersirat dan tersurat dalam teks puisi. Selain itu, partisipasi aktif dalam proyek dan interaksi dengan kartu peran interaktif juga meningkatkan keterlibatan dan minat siswa dalam pembelajaran. Oleh karena itu, strategi peningkatan kemampuan analisis teks puisi melalui metode project best learning dengan kartu peran interaktif dapat menjadi alternatif efektif dalam mengembangkan keterampilan pemahaman dan menulis teks puisi bagi siswa kelas X SMA Negeri 9 Surabaya.
Peningkatan Hasil Belajar Materi Teks Argumentasi dengan Menerapkan Model Problem Based Learning (PBL) pada Siswa Kelas XI-5 SMA 6 Surabaya Tahun Ajaran 2024-2025 Nuraini , Sulfani; Pranoto, Agung; Ariani, Dian
Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : CV Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jep.v1i2.22

Abstract

Salah satu indikator tercapinya hasil belajar pada peserta didik dapat dilihat dari pencapainnya dalam mehami suatu materi dilihat dari ranah kognitif. Hasil belajar ini dapat dipengaruhi oleh rendhanya kemapuan berpikir kritis siswa seperti yang terjadi di kelas XI-5, maka dari itu peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan metode PBL pada siswa kelas XI-5 di SMA Negeri 6 Surabaya untuk melatih peserta didik agar dapat berpikir kritis dan mempeorleh hasil belajar yang mengaami peningkatan dalam proses pembelajaran Bahasa Indoneisa materi teks argumentasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas yang dialakukan secara dua siklus. Indikator keberhasilah dicpai jika hasil belajar peserta didik mencapai KKM yaitu 80 dengan perolehan sebanyak 80% peserta didik yang tuntas dengan menerapkan metode PBL. Hasil penelitian diperoleh dari proses pretest dan wawancara. Kemudia hasilnya mengalami perubahan yang sukup siginfikat dari siklus I sebanyak 25% yang tuntas menjadi 80% yang tuntas.  Dari data tersebut dapat dispumpulkan bahwa dengan peggunaan metode PLB pada pembelajaran dikelas dapat meningkatkan pencapaian beljar siswa kelas XI-5 materi teks argumentasi
Peningkatkan Keterampilan Menulis Teks Argumentasi Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi Sesuai Gaya Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia 2024-2025 Rubiyanti , Rubiyanti; Pranoto, Agung; Ariani, Dian
Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : CV Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jep.v1i2.24

Abstract

Pembelajaran berdifrensiasi memiliki arti ialah proses pembelajaran yang berfokus pada kebutuhan belajar peserta didik dalam memahami pembelajaran berdasarkan kemampuan atau karakeristik, kemampuan, minat, gaya belajar dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis peserta didik dengan menerapkan pembelajaran berdifrensiasi sesuai dengan gaya belajar peserta didik di SMAN 6 Surabaya berjumlah 34 siswa, metode penelitian di gunakan dalam penelitian ini ialah penelitian tindakan kelas. Data penelitin dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian penelitian yang dilakukan peneliti dalam meningkatkan keterampilan menulis peserta didik pada Teks Argumentasi melalui pembelajaran berdifrensiasi sesuai gaya belajar siswa pada kelas XI-3 SMAN 6 Surabaya, dikatan berhasil dikarna aspek penilai mencapai indikator keberhasilan sebesar 80%.  Terjadinya peningkatan hasil belajar karena pembelajaran ini menerapkan pembelajaran berdifrensiasi  yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik, membantu peserta didik dalam memenuhi kebutuhan beajar, sehingga meningkatkan keterampilan peserta didik  dalam menulis teks argumentasi. Penulisan tek argumentasi dengan menyesuaikan gaya belajar peserta didik yaitu dengan gaya belajar visual, audiovisual, dan kinestetik. Penelitian tindakan kelas dengan penerapan pembelajaran berdifrensiasi sesuai gaya belajar peserta didik mampu meningkatkan keterampilan menulis teks argumentasi pada peserta didik kelas XI-3 SMAN 6 Surabaya.
Urutan Pemerolehan Konjungsi Intrakalimat pada Usia Kelas Tinggi Siswa Sekolah Dasar Ardiansyah, Roely; Pranoto, Agung; Safitri, Adelia Novisa
Journal of Education Research Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i2.205

Abstract

Penelitian ini mengaji urutan pemerolehan konjungsi intrakalimat pada siswa kelas tinggi usia sekolah dasar. Objek penelitian ini berupa konjungsi intrakalimat. Tujuan penelitian ini membahas urutan pemerolehan konjungsi intrakalimat pada siswa kelas empat SD, urutan pemerolehan konjungsi intrakalimat pada siswa kelas lima SD dan urutan pemerolehan konjungsi intrakalimat pada siswa kelas enam SD. Karakteristik desain penelitian ini yang menggunakan rancangan lintas-seksional (cross-sectional design). Data penelitian ini berupa kalimat dalam karangan siswa yang dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi Sumber data penelitian, yakni siswa sekolah dasar Al Falah Assalam di Sidoarjo yang terdiri atas kelas empat berjumlah dua puluh satu, kelas lima berjumlah dua puluh tiga, dan kelas enam berjumlah dua puluh tiga. Teknik pengumpulan data diperoleh dari setiap subjek penelitian yang menghasilkan enam tulisan sesuai gambar berseri dengan tema tempat wisata di Surabaya. Masing-masing tema ada enam gambar yang disusun secara berurutan. Hasil penelitian ini diperoleh deskripsi urutan pemerolehan konjungsi intrakalimat yang dimulai dari  kesamaan, lanjutan  atau urutan, tujuan, alasan atau sebaban, konsesi atau kesungguhan, tambahan, pemilihan, menentukan, batas waktu atau hasilan, kesamaan waktu, pertentangan atau kontras, pembatasan atau koreksi, pengandaian atau syarat, tempat berlakunya peristiwa, lebihan, sandingan takserasian, korelatif, keterangan, simpulan, segera atau waktu itu juga kontras atau konsesif keadaan, misalan eksesif atau akibat.
Penggunaan Media Sosial Instagram dalam Strategi Promosi Agung, Dimas Pandan; Pranoto, Agung; Saputra, Rivaldo Ihzan; Lisrandy, Satria Bayu
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): JPI 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v1i1.1

Abstract

The rapid development of the internet has made the flow of information exchange more practical, which makes people prefer to communicate online, one of which is Instagram social media. Instagram has feature components that are useful for marketing advertisements, has a business account, and has disadvantages such as limited scope, and low upload graphics. The purpose of this research is to find out how the utilization of Instagram social media as a marketing promotion media for pudding in Palembang, what obstacles there are in utilizing Instagram as a marketing advertising media, and what troubleshooting can be done in utilizing Instagram as a marketing advertising media. The research method uses a descriptive approach with a qualitative research type. Data is collected by observation, interview, and documentation. The results showed that using Instagram social media as a medium for pudding marketing promotion in Palembang City has positively impacted @puding.fa_ promotional activities. The obstacles in utilizing Instagram are the lack of ideas and preparation for conducting promotional activities on Instagram. The solution to the obstacles is for @puding.fa_ to form a team to manage their Instagram account and promote their products more actively. For that, @puding.fa_ has Instagram as their promotional media.
Meningkatkan Hasil Belajar Menulis Teks Anekdot dengan Menerapkan Metode Experiental Learning pada Siswa Kelas X ulfa, siti maria maria; Pranoto, Agung; Ariani, Dian
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i2.4778

Abstract

abstrak—Peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan merupakan salah satu langkah dalam meningkatkan sumber daya manusia, dari segi kemampuan tanggung jawab sebagai manusia yang berpendidikan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui  hasil penerapan metode pembelajaran eksperimental memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan menulis siswa kelas X 3 SMA Negeri 6 Surabaya. Dalam penelitian ini, diterapkan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif yang melibatkan seluruh anggota kelas yang berjumlah 36 peserta didik. Sampel penelitian ini dilakukan dalam dua siklus menggunakan metode konvensional pada siklus satu, kemudian menerapkan metode experiental learning pada siklus dua. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam hasil belajar menggunakan metode konvensional dan pembelajaran yang menerapan metode experiental learning dalam menulis teks anekdot pada siswa. Siswa yang diajarkan menggunakan metode experiental learning mendapatkan nilai rata-rata  tinggi dibandingkan dengan siswa yang menerapkan metode pembelajaran  konvensional, hasil ini menunjukkan keefektifan siswa dalam  peningkatan hasil menulis teks anekdot  menggunakan metode experintal learning.Kata kunci—Experiental learning, menulis, teks anekdot Abstract—Improving the overall quality of education is one of the steps in increasing human resources, in terms of the ability to take responsibility as an educated human being. The purpose of this study is to find out the results of the application of experimental learning methods that affect the writing of anecdotal texts in grade X 3 students of SMAN 6 Surabaya. In this study, a qualitative descriptive research approach was used involving all members as many as 36 students. The sample in this study was taken into two cycles using the conventional method in cycle one, then applying the experintal learning  method in cycle two. The results of this study show that there is a difference from the learning outcomes using conventional methods and the application of the experintal learning  method in writing anecdotal texts to students. Students who are taught using the experintal learning method  get a high average score when compared to students who use the conventional method, this result shows the effectiveness of students in improving the results of writing anecdotal texts using the experintal learning method.Keywords—Experintal learning, writing, anecdotal texts
Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Argumentasi melalui Perpaduan Strategi Raft dan Model Pembelajaran PjBL Kelas XI-4 SMA Negeri 6 Surabaya Tahun Ajaran 2024/2025 Setyaningsih, Setyaningsih; Pranoto, Agung
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i2.4780

Abstract

abstrak— Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan menulis teks argumentasi pada peserta didik kelas XI-4 SMA Negeri 6 Surabaya. Sebagian besar dari mereka belum mencapai kompetensi yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tersebut melalui penerapan strategi RAFT (Role, Audience, Format, Topic) yang dipadukan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Data yang dikumpulkan berasal dari hasil tes menulis teks argumentasi, dengan subjek penelitian sebanyak 35 peserta didik, terdiri atas 13 laki-laki dan 22 perempuan. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk penelitian tindakan kelas yang berlangsung selama dua siklus. Pada pra-siklus, rata-rata nilai menulis teks argumentasi peserta didik hanya 68,23 dengan tingkat ketuntasan klasikal sebesar 11,43%. Setelah pelaksanaan siklus pertama, peningkatan nilai rata-rata menjadi 80,86 dengan ketuntasan klasikal mencapai 77,14%. Pada siklus kedua, nilai rata-rata meningkat lagi menjadi 86,43 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 91,43%. Hasil dua siklus menunjukkan bahwa penerapan strategi RAFT yang dikombinasikan dengan PjBL efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks argumentasi peserta didik.Kata kunci— Peningkatan, Menulis, Teks Argumentasi, RAFT, PjBL   Abstract— This study is based on the low ability to write argumentative texts in students in grades XI-4 of SMA Negeri 6 Surabaya. Most of them have not reached the expected competencies. This research aims to improve these abilities through the application of RAFT (Role, Audience, Format, Topic) strategies combined with the Project Based Learning (PjBL) learning model. The data collected came from the results of the argumentative text writing test, with 35 research subjects, consisting of 13 males and 22 females. This research was conducted in the form of classroom action research that lasted for two cycles. In the pre-cycle, the average score of writing argumentative texts of students was only 68.23 with a classical completeness rate of 11.43%. After the implementation of the first cycle, the average score increased to 80.86 with classical completeness reaching 77.14%. In the second cycle, the average score increased again to 86.43 with a classical completion percentage of 91.43%. The results of the two cycles show that the application of the RAFT strategy combined with PjBL is effective in improving students' ability to write argumentative texts.Keywords—Improvement, Writing, Argumentative Text, RAFT, PjBL
Co-Authors Afrianto, Muhammad Irawan Agung, Dimas Pandan Agustin, Widia Al Azhar, Baginda Z. Annisa Halida Husna, Annisa Halida Ardiany, Deasy Ari Sutjahjo, Ari Ariana, Audy Meutia Arjo, Waldetrudis Kamona Askandar Tjokroprawiro Awaloedin, Dipa Teruna Azhar, Yulham Batari Retno Minanti Cik, Achmad Daniel Happy Putra Davin, Moch Arya Dian Ariani Djoko W. Soeatmadji Dwitama Adiwinoto, Robert Febri Kurniawati Febrianti, Fosa Natalia Fitriyanti, Ririn Aunia hadi, sueb Hasrianti, Nuvita Hermina Novida, Hermina Hidayat, Nabiilah Salmaa Dhiyaa I Ketut Suastika Jayawarsa, A.A. Ketut Jongky H Prajitno, Jongky H Joulanda A. M. Rawis Kartika Irene Widjanarko Widjanarko Karyatun, Subur Kaswadi Kaswadi, Kaswadi Latifah, Lailatul Lisrandy, Satria Bayu Lusida, Michael Austin Pradipta Mohammad Rudiansyah Muhaimin, Rahayu Siti Nanang Miftah Fajari Niken Larasati Novita Kurnia Sari Nur'amin, Hendra Wana Nuraini , Sulfani Nurani Nurmalita, Anindia Perdanakusuma, David Sontani Prabandari , Inna Pradana Soewondo Pradhevi, Lukita Pradini, Gagih Prenggono, Muhamad Darwin Primasatya, Chandra Adi Irawan Putra, Suadi Sapta Rahmah, Syafira Atika Rakhmanda, Terisa Dwi Riyanto, M. Riziq, Muhammad Miftah Robert Dwitama Adiwinoto Roely Ardiansyah, Roely Ronald Pratama Adiwinoto Rubiyanti , Rubiyanti Saefudin, Rendra Prasetya Safitri, Adelia Novisa Safitri, Adellia Novisa Saputra, Rivaldo Ihzan Saputri, Imelda Nita Sembiring, Rinawati Setyaningsih Setyaningsih, Setyaningsih Shelty D. M. Sumual Sidartawan Soegondo Siti Aminah Soelistijo, Soebagijo Adi Sony Wibisono Sueb Suharsih, Tulus Syarifa, Yulia Thamrin, Husin Titong Sugihartono ulfa, siti maria maria Ulvia, Rengganis Utami, Widya Utami, Yulianti Dwi Vincent, Agustinus Wulandari, Desvia