Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Edukasi Pemusnahan Obat yang Aman dan Tepat di Dusun Barongan, Sumberagung, Jetis, Bantul Pranoto, Agung; Nurmalita, Anindia; Wulandari, Desvia; Febrianti, Fosa Natalia; Latifah, Lailatul; Riziq, Muhammad Miftah; Hidayat, Nabiilah Salmaa Dhiyaa; Fitriyanti, Ririn Aunia; Rahmah, Syafira Atika; Arjo, Waldetrudis Kamona; Larasati, Niken; Ulvia, Rengganis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i2.695

Abstract

Pengelolaan obat yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan, termasuk kontaminasi tanah dan air. Salah satu aspek penting dalam pengelolaan obat adalah pemusnahan obat yang benar. Oleh karena itu, dilakukan sosialisasi kepada kelompok Dasawisma RT 02 Padukuhan Barongan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemusnahan obat yang benar. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, dan pemberian pre-test serta post-test kepada anggota Dasawisma. Sebanyak 20 anggota Dasawisma mengikuti sosialisasi ini, mengingat peran sentral mereka dalam pengelolaan obat di rumah tangga. Materi yang disampaikan mencakup cara pemusnahan obat yang benar sesuai bentuk sediaannya, seperti tablet, sirup, salep, insulin, dan inhaler. Hasil pre-test menunjukkan bahwa pemahaman peserta tentang pemusnahan obat masih rendah. Setelah dilakukan sosialisasi, terjadi peningkatan pemahaman pada 60% peserta, sementara 30% memiliki nilai yang tetap, dan 10% mengalami penurunan nilai. Hasil ini menunjukkan bahwa sosialisasi cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pemusnahan obat yang benar. Namun, diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang menyebabkan sebagian peserta tidak mengalami perubahan atau mengalami penurunan pemahaman. Edukasi ini diharapkan masyarakat dapat membuang obat dengan cara yang aman sehingga dapat mengurangi risiko penyalahgunaan obat, serta mencegah dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan.
Application of Couple Card Media With Make A Match Learning Model in Improving Students' Collaboration Skills at SMA Negeri 9 Surabaya Widjanarko, Kartika Irene; Agung Pranoto
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v6i2.6410

Abstract

The skill of working together is essential for students in the 21st century. However, many students still lack adequate collaboration skills, necessitating a learning method supported by educational media to enhance these skills. This classroom action research seeks to enhance students' collaboration skill at SMA Negeri 9 Surabaya through the use of Couple Card’s media with Make a Match learning learning model. The research involves two steps consisting of four stages: there are plan, implementation, observation, and reflection. The subjects of the study are 34 students from class X-9 at SMA Negeri 9 Surabaya. The Data collection techniques are include observation and interviews, with data analyzed descriptively and presented in tables and charts. The results show that the use of Couple Card media with the Make a Match learning model in the second cycle significantly improved students' collaboration skills. Additionally, students were actively engaged and showed interest in the learning process. Overall, this study demonstrates that the use of Couple Card media is effective in enhancing students' collaboration skills.
Pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Bagi Guru MGMP Jatirogo Tuban Selatan Damayanti, Rini; kaswadi, kaswadi; pranoto, agung; Ardiansyah, Roely; hadi, sueb; Davin, Moch Arya
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.918

Abstract

The Merdeka Curriculum will be implemented simultaneously at the secondary education level in 2024. Even at the junior high school level, especially grade VII, in the 2023/2024 school year, the Merdeka Curriculum has been implemented. The implementation of the Merdeka Curriculum requires teachers' understanding and readiness of the Merdeka Curriculum with its various components and applications. Realistic conditions in the field show that junior high school teachers do not fully understand the Merdeka Curriculum, especially regarding Learning Outcomes, Learning Objectives, Learning Objective Flow, and Teaching Modules and their modifications. The purpose of the service activity is to increase teachers' knowledge, understanding of the Merdeka Curriculum and produce learning tools. The method used in this service is training assistance in the form of a workshop. The results of the activity show that the teachers have understood the concept of the Merdeka Curriculum, especially Learning Outcomes, Learning Objectives, Learning Objective Flow, and Teaching Modules and their applications. This can be seen from the work of the teachers in embodying these concepts in the flow of learning objectives and teaching modules as lesson plans to be implemented. In other words, junior high school teachers in the South Tuban Indonesian Language MGMP are not ready to implement the Merdeka Curriculum.ABSTRAKKurikulum Merdeka akan dilaksanakan secara serentak di jenjang pendidikan menengah pada tahun 2024. Bahkan di tingkat SMP, khusus kelas VII, pada tahun ajaran 2023/2024 Kurikulum Merdeka sudah diberlakukan. Implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan pemahaman dan kesiapan guru tentang Kurikulum Merdeka dengan berbagai komponen dan aplikasinya. Kondisi realistis di lapangan menunjukkan bahwa guru SMP belum memahami secara utuh tentang Kurikulum Merdeka, khususnya tentang Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, dan Modul Ajar serta modifikasinya. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman para guru tentang Kurikulum Merdeka dan menghasilkan perangkat pembelajaran. Metode  yang  digunakan  dalam  pengabdian  ini  adalah pendampingan pelatihan dalam bentuk workshop. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para guru telah memahami konsep Kurikulum Merdeka, khususnya Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, dan Modul Ajar serta aplikasinya. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil kerja para guru dalam mengejawantahkan konsep tersebut dalam Alur Tujuan pembelajaran dan Modul Ajar sebagai rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan. Dengan kata lain, para guru SMP di MGMP Bahasa Indonesia Tuban Selatan belum siap mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Bimtek Modul Ajar Bagi Guru MTS dan MA Tuban Selatan Damayanti, Rini; ardiansyah, roely; Hadi, Sueb; kaswadi, kaswadi; Pranoto, Agung; Safitri, Adellia Novisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.919

Abstract

The Merdeka Curriculum will be implemented simultaneously at the secondary education level in 2024. Even at the junior high school level, especially grade VII, in the 2023/2024 school year, the Merdeka Curriculum has been implemented. The implementation of the Merdeka Curriculum requires teachers' understanding and readiness of the Merdeka Curriculum with its various components and applications. Realistic conditions in the field show that junior high school teachers do not fully understand the Merdeka Curriculum, especially regarding Learning Outcomes, Learning Objectives, Learning Objective Flow, and Teaching Modules and their modifications. The purpose of the service activity is to increase teachers' knowledge, understanding of the Merdeka Curriculum and produce learning tools. The method used in this service is training assistance in the form of workshops. The results of the activity show that the teachers have understood the concept of the Merdeka Curriculum, especially Learning Outcomes, Learning Objectives, Learning Objective Flow, and Teaching Modules and their applications. This can be seen from the work of the teachers in embodying these concepts in the flow of learning objectives and teaching modules as lesson plans to be implemented. In other words, junior high school teachers in the South Tuban Indonesian Language MGMP are not ready to implement the Merdeka Curriculum.ABSTRAKBeberapa kendala yang dihadapi oleh Mitra yang harus dicarikan solusi agar penerapan Kurikulum Merdeka dapat berjalan secara baik, sehingga diharapkan kurikulum ini sebagai pelengkap dan jawaban terhadap kekurangan dari kurikulum sebelumnya yaitu (1) Perubahan mindset guru agar siap dalam menghadapi dan menerapkan Kurikulum Merdeka, (2) Digitalisasi sekolah yang masih rendah, dan (3) Pembelajaran belum berpusat pada siswa. Solusi yang ditawarkan kepada mitra yaitu melaksanakan pelatihan tentang Kurikulum Merdeka agar pengetahuan guru meningkat dan tidak terjadi kebingungan dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Luaran yang diharapkan dalam pelaksanaan pelatihan ini meliputi (1) Perubahan Mindset Guru untuk mampu berpikir dengan paradigma baru, (2) Penerapan kurikulum Merdeka dapat berjalan secara optimal, (3) Dihasilkannya Modul Ajar, yang mampu menjawab kebutuhan siswa, (4) Artikel yang diterbitkan pada jurnal Nasional. Metode pelaksanaan Pengabdian Kemitraan Masyarakat meliputi (1) perencanaan dan perancangan, (2) pelatihan, (3) Monitoring dan Evaluasi, (4) Publikasi dan Pelaporan, dan (5) Tindak Lanjut Pasca Program. Kurikulum merdeka merupakan kurikulum baru yang ada di Indonesia. Kurikulum merdeka ini dianjurkan untuk diterapkan di sekolah-sekolah yang di Indonesia dengan beberapa kategori yaitu Mandiri belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri berbagi. Melalui pelatihan yang dilakukan pemahaman guru terkait kurikulum merdeka meningkat.
STRATEGI PENINGKATAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN PROJECT BEST LEARNING (PJBL) DENGAN KARTU INTERAKTIF DI KELAS X 4 SMA N 9 SURABAYA Muhaimin, Rahayu Siti; Pranoto, Agung; Nurani
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 6 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i6.1708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan strategi peningkatan kemampuan analisis teks puisi dengan menggunakan metode project best learning yang didukung oleh kartu peran interaktif di kelas X SMA Negeri 9 Surabaya. Kemampuan menulis puisi berperan penting dalam membantu peserta didik memahami perspektif orang lain, mengembangkan empati, serta meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan analisis teks puisi peserta didik setelah penerapan strategi ini. Peserta didik menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam tentang makna tersirat dan tersurat dalam teks puisi. Selain itu, partisipasi aktif dalam proyek dan interaksi dengan kartu peran interaktif juga meningkatkan keterlibatan dan minat siswa dalam pembelajaran. Oleh karena itu, strategi peningkatan kemampuan analisis teks puisi melalui metode project best learning dengan kartu peran interaktif dapat menjadi alternatif efektif dalam mengembangkan keterampilan pemahaman dan menulis teks puisi bagi siswa kelas X SMA Negeri 9 Surabaya.
Pemantauan Efek Samping Obat Kombinasi Antidiabetes dan Fitofarmaka “X” Pada Pasien DM Tipe-2 di Komunitas Yulianto; Aditama, Lisa; Kartini, Kartini; Pranoto, Agung
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pedoman penatalaksanaan DM merekomendasikan kepatuhan keteraturan gaya hidup dan pengobatan utuk mencapai kontrol glikemik yang baik untuk meminimalkan resiko komplikasi jangka pendek dan jangka panjang. Obat fitofarmaka “X” yang sedang berkembang sebagai penunjang terapi DM perlu adanya monitoring terkait keamanan terapi kombinasi obat. Penelitian ini menggunakan metode Prospective Cohort Study untuk menilai kausalitas pengaruh terapi kombinasi fitofarmaka “X” pada kejadian Adverse Drug Reactions (ADR)/ efek samping Obat (ESO) pada pasien DM tipe-2 di Rumah Diabetes UBAYA selama 1 bulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa terapi kombinasi obat antidiabetes konvensional + fitofarmaka “X” mengalami kejadian ESO berupa gejala hipoglikemik (pusing, gemetaran), mual, diare dan dan abdominal discomfort pada pre-post treatment. Efek samping obat yang muncul terkadang tidak dikenali dan dipahami oleh pasien. Untuk itu perlu manajemen yang baik dalam mengelola terapi obat antidiabetes konvensional maupun kombinasi dengan fitofarmaka “X” pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di komunitas
Peningkatan Hasil Belajar Materi Teks Argumentasi dengan Menerapkan Model Problem Based Learning (PBL) pada Siswa Kelas XI-5 SMA 6 Surabaya Tahun Ajaran 2024-2025 Nuraini , Sulfani; Pranoto, Agung; Ariani, Dian
Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : CV Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jep.v1i2.22

Abstract

Salah satu indikator tercapinya hasil belajar pada peserta didik dapat dilihat dari pencapainnya dalam mehami suatu materi dilihat dari ranah kognitif. Hasil belajar ini dapat dipengaruhi oleh rendhanya kemapuan berpikir kritis siswa seperti yang terjadi di kelas XI-5, maka dari itu peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan metode PBL pada siswa kelas XI-5 di SMA Negeri 6 Surabaya untuk melatih peserta didik agar dapat berpikir kritis dan mempeorleh hasil belajar yang mengaami peningkatan dalam proses pembelajaran Bahasa Indoneisa materi teks argumentasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas yang dialakukan secara dua siklus. Indikator keberhasilah dicpai jika hasil belajar peserta didik mencapai KKM yaitu 80 dengan perolehan sebanyak 80% peserta didik yang tuntas dengan menerapkan metode PBL. Hasil penelitian diperoleh dari proses pretest dan wawancara. Kemudia hasilnya mengalami perubahan yang sukup siginfikat dari siklus I sebanyak 25% yang tuntas menjadi 80% yang tuntas.  Dari data tersebut dapat dispumpulkan bahwa dengan peggunaan metode PLB pada pembelajaran dikelas dapat meningkatkan pencapaian beljar siswa kelas XI-5 materi teks argumentasi
Peningkatkan Keterampilan Menulis Teks Argumentasi Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi Sesuai Gaya Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia 2024-2025 Rubiyanti , Rubiyanti; Pranoto, Agung; Ariani, Dian
Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : CV Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jep.v1i2.24

Abstract

Pembelajaran berdifrensiasi memiliki arti ialah proses pembelajaran yang berfokus pada kebutuhan belajar peserta didik dalam memahami pembelajaran berdasarkan kemampuan atau karakeristik, kemampuan, minat, gaya belajar dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis peserta didik dengan menerapkan pembelajaran berdifrensiasi sesuai dengan gaya belajar peserta didik di SMAN 6 Surabaya berjumlah 34 siswa, metode penelitian di gunakan dalam penelitian ini ialah penelitian tindakan kelas. Data penelitin dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian penelitian yang dilakukan peneliti dalam meningkatkan keterampilan menulis peserta didik pada Teks Argumentasi melalui pembelajaran berdifrensiasi sesuai gaya belajar siswa pada kelas XI-3 SMAN 6 Surabaya, dikatan berhasil dikarna aspek penilai mencapai indikator keberhasilan sebesar 80%.  Terjadinya peningkatan hasil belajar karena pembelajaran ini menerapkan pembelajaran berdifrensiasi  yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik, membantu peserta didik dalam memenuhi kebutuhan beajar, sehingga meningkatkan keterampilan peserta didik  dalam menulis teks argumentasi. Penulisan tek argumentasi dengan menyesuaikan gaya belajar peserta didik yaitu dengan gaya belajar visual, audiovisual, dan kinestetik. Penelitian tindakan kelas dengan penerapan pembelajaran berdifrensiasi sesuai gaya belajar peserta didik mampu meningkatkan keterampilan menulis teks argumentasi pada peserta didik kelas XI-3 SMAN 6 Surabaya.
Urutan Pemerolehan Konjungsi Intrakalimat pada Usia Kelas Tinggi Siswa Sekolah Dasar Ardiansyah, Roely; Pranoto, Agung; Safitri, Adelia Novisa
Journal of Education Research Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i2.205

Abstract

Penelitian ini mengaji urutan pemerolehan konjungsi intrakalimat pada siswa kelas tinggi usia sekolah dasar. Objek penelitian ini berupa konjungsi intrakalimat. Tujuan penelitian ini membahas urutan pemerolehan konjungsi intrakalimat pada siswa kelas empat SD, urutan pemerolehan konjungsi intrakalimat pada siswa kelas lima SD dan urutan pemerolehan konjungsi intrakalimat pada siswa kelas enam SD. Karakteristik desain penelitian ini yang menggunakan rancangan lintas-seksional (cross-sectional design). Data penelitian ini berupa kalimat dalam karangan siswa yang dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi Sumber data penelitian, yakni siswa sekolah dasar Al Falah Assalam di Sidoarjo yang terdiri atas kelas empat berjumlah dua puluh satu, kelas lima berjumlah dua puluh tiga, dan kelas enam berjumlah dua puluh tiga. Teknik pengumpulan data diperoleh dari setiap subjek penelitian yang menghasilkan enam tulisan sesuai gambar berseri dengan tema tempat wisata di Surabaya. Masing-masing tema ada enam gambar yang disusun secara berurutan. Hasil penelitian ini diperoleh deskripsi urutan pemerolehan konjungsi intrakalimat yang dimulai dari  kesamaan, lanjutan  atau urutan, tujuan, alasan atau sebaban, konsesi atau kesungguhan, tambahan, pemilihan, menentukan, batas waktu atau hasilan, kesamaan waktu, pertentangan atau kontras, pembatasan atau koreksi, pengandaian atau syarat, tempat berlakunya peristiwa, lebihan, sandingan takserasian, korelatif, keterangan, simpulan, segera atau waktu itu juga kontras atau konsesif keadaan, misalan eksesif atau akibat.
Penggunaan Media Sosial Instagram dalam Strategi Promosi Agung, Dimas Pandan; Pranoto, Agung; Saputra, Rivaldo Ihzan; Lisrandy, Satria Bayu
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): JPI 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v1i1.1

Abstract

The rapid development of the internet has made the flow of information exchange more practical, which makes people prefer to communicate online, one of which is Instagram social media. Instagram has feature components that are useful for marketing advertisements, has a business account, and has disadvantages such as limited scope, and low upload graphics. The purpose of this research is to find out how the utilization of Instagram social media as a marketing promotion media for pudding in Palembang, what obstacles there are in utilizing Instagram as a marketing advertising media, and what troubleshooting can be done in utilizing Instagram as a marketing advertising media. The research method uses a descriptive approach with a qualitative research type. Data is collected by observation, interview, and documentation. The results showed that using Instagram social media as a medium for pudding marketing promotion in Palembang City has positively impacted @puding.fa_ promotional activities. The obstacles in utilizing Instagram are the lack of ideas and preparation for conducting promotional activities on Instagram. The solution to the obstacles is for @puding.fa_ to form a team to manage their Instagram account and promote their products more actively. For that, @puding.fa_ has Instagram as their promotional media.
Co-Authors Afrianto, Muhammad Irawan Agung, Dimas Pandan Agustin, Widia Al Azhar, Baginda Z. Annisa Halida Husna, Annisa Halida Ardiany, Deasy Ari Sutjahjo, Ari Ariana, Audy Meutia Arjo, Waldetrudis Kamona Askandar Tjokroprawiro Awaloedin, Dipa Teruna Azhar, Yulham Batari Retno Minanti Cik, Achmad Daniel Happy Putra Davin, Moch Arya Dian Ariani Djoko W. Soeatmadji Dwitama Adiwinoto, Robert Febri Kurniawati Febrianti, Fosa Natalia Fitriyanti, Ririn Aunia hadi, sueb Hasrianti, Nuvita Hermina Novida, Hermina Hidayat, Nabiilah Salmaa Dhiyaa I Ketut Suastika Jayawarsa, A.A. Ketut Jongky H Prajitno, Jongky H Joulanda A. M. Rawis Kartini Kartini Karyatun, Subur Kaswadi Kaswadi, Kaswadi Latifah, Lailatul Lisa Aditama, Lisa Lisrandy, Satria Bayu Lusida, Michael Austin Pradipta Mohammad Rudiansyah Muhaimin, Rahayu Siti Nanang Miftah Fajari Niken Larasati Novita Kurnia Sari Nur'amin, Hendra Wana Nuraini , Sulfani Nurani Nurmalita, Anindia Perdanakusuma, David Sontani Prabandari , Inna Pradana Soewondo Pradhevi, Lukita Pradini, Gagih Prenggono, Muhamad Darwin Primasatya, Chandra Adi Irawan Putra, Suadi Sapta Rahmah, Syafira Atika Rakhmanda, Terisa Dwi Riyanto, M. Riziq, Muhammad Miftah Robert Dwitama Adiwinoto Roely Ardiansyah, Roely Ronald Pratama Adiwinoto Rubiyanti , Rubiyanti Saefudin, Rendra Prasetya Safitri, Adelia Novisa Safitri, Adellia Novisa Saputra, Rivaldo Ihzan Saputri, Imelda Nita Sembiring, Rinawati Setyaningsih Setyaningsih, Setyaningsih Shelty D. M. Sumual Sidartawan Soegondo Siti Aminah Soelistijo, Soebagijo Adi Sony Wibisono Sudjarwo , Sudjarwo Sueb Suharsih, Tulus Syarifa, Yulia Thamrin, Husin Titong Sugihartono ulfa, siti maria maria Ulvia, Rengganis Utami, Widya Utami, Yulianti Dwi Vincent, Agustinus Wahiduddin Wahiduddin Widjanarko, Kartika Irene Wulandari, Desvia Yulianto