Claim Missing Document
Check
Articles

Profil Asam Amino, Asam Lemak dan Komponen Volatil Ikan Gurame Segar (Osphronemus gouramy) dan Kukus Rusky Intan Pratama; Iis Rostini; Emma Rochima
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.772 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v21i2.22842

Abstract

Komponen volatil merupakan kelompok senyawa-senyawa volatil yang berpengaruh terhadap karakteristik flavor komoditas dan penerimaannya secara keseluruhan oleh konsumen karena pengaruhnyaterhadap karakteristik aroma. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi komposisi senyawa-senyawa volatil, profil asam aminodan asam lemak salah satu jenis ikan budidaya air tawar khas Jawa Barat yaitu ikan gurame dalam kondisi segar dan kukus. Metode ekstraksi sampel Solid Phase Micro Extraction dilakukan dengan suhuekstraksi 40oC untuk sampel segar dan 80oC untuk sampel kukus selama 45 menit kemudian senyawa volatil dideteksi dan diidentifikasi menggunakan Gas Chromatography/Mass Spectrometry. Analisis pendukung lain yang dilakukan ialah analisis profil asam amino dan profil asam lemak menggunakan High Performance Liquid Chromatography. Senyawa volatil pada sampel ikan gurame segar yang terdeteksi ialah 17 senyawa sedangkan pada hasil pengukusannya sebanyak 38 senyawa. Asam amino yang terkandung lebih tinggi untuk sampel ikan gurame segar dan kukus ialah asam glutamat (3,12%; 4,09%). Hasil analisis profil asam lemak menunjukkan bahwa sampel ikan gurame segar dan kukus mengandung asam palmitat (21,87%; 21,93%), asam oleat (27,04%; 27,41%), asam linoleat (14,88%; 13,43%) yang terukur lebih tinggi dibandingkan asam lemak lainnya. Golongan senyawa volatil yang terdeteksi pada kedua sampel sebagian besar berasal dari gugus hidrokarbon, aldehid, keton dan alkohol. Kebanyakan dari senyawa-senyawa ini diketahui berasal dari hasil reaksi enzimatis, oksidasi lemak dan berbagai pengaruh lingkungan.
Karakterisasi Kimiawi Dan Organoleptik Pempek Dengan Penambahan Tepung Tulang Ikan Mas Asal Waduk Cirata Emma Rochima; Rusky Intan Pratama; Otong Suhara Djunaedi
Jurnal Akuatika Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akuatika Vol. VI. No. 1/Maret 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.818 KB)

Abstract

Penelitian mengenai karakterisasi kimiawi dan organoleptik pempek dengan penambahan tepung tulang ikan mas bertujuan untuk mengetahui jumlah tepung tulang ikan pada produk pempek yang paling disukai panelis.  Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran pada bulan Agustus sampai Nopember 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan lima perlakuan yaitu penambahan tepung tulang ikan mas sebanyak 0, 5, 10, 15 dan 20% pada pempek. Parameter yang diamati adalah rendemen, karakteristik kimiawi (kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu) tepung tulang ikan, dan karakteristik organoleptik (kenampakan, aroma, tekstur dan rasa) pempek berdasarkan tingkat kesukaan menggunakan skala hedonik serta kadar kalsium pempek dari perlakuan paling disukai. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tepung tulang ikan mas menghasilkan rendemen 30%,  karakteristik kimiawinya meliputi kadar air 10,56% kadar protein 12, 11%; kadar lemak 4, 07%  dan kadar abu 2,5%. Karakteristik organoleptik terhadap kenampakan, aroma, tekstur dan rasa pempek pada dengan penambahan tepung tulang ikan mas hinga 15% masih disukai panelis. Kriteria rasa memiliki nilai terbesar dibandingkan kenampakan, aroma dan tekstur berdasarkan uji Bayes. Kadar kalsium pada pempek dengan penambahan 10% tepung tulang ikan mas adalah  0, 65 % jika dibandingkan dengan kontrol sebesar 0,18%. Kata kunci: tepung tulang, kimiawi, organoleptik, pempek  
KOMPOSISI KANDUNGAN SENYAWA FLAVOR IKAN MAS (Cyprinus carpio) SEGAR DAN HASIL PENGUKUSANNYA Rusky Intan Pratama; Iis Rostini; Muhammad Yusuf Awaluddin
Jurnal Akuatika Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.831 KB)

Abstract

Proses pengolahan dapat mempengaruhi karakteristik flavor produk perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa flavor volatil dan non-volatil pada sampel ikan mas (Cyprinus carpio) segar dan hasil pengukusannya serta untuk mempelajari perbedaannya. Penelitian dilakukan dengan cara mendeteksi senyawa-senyawa volatil menggunakan Gas Chromatography/Mass Spectrometry (GC/MS) dan senyawa-senyawa non-volatil (asam amino bebas) menggunakan Liquid Chromatography/Mass Spectrometry (LC/MS) pada sampel ikan mas segar dan ikan mas kukus (suhu 100oC selama 30 menit). Pengujian kandungan proksimat dianalisis secara statistik (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan telah terdeteksi 21 senyawa volatil pada ikan mas segar dan 24 senyawa pada ikan mas kukus. Golongan senyawa volatil yang terdeteksi berasal dari golongan aldehid, alkohol, keton dan hidrokarbon. Hasil identifikasi asam amino bebas menunjukkan bahwa 8 jenis asam amino bebas teridentifikasi pada sampel ikan mas segar dan 12 jenis asam amino bebas pada sampel ikan mas kukus. Hasil analisis kandungan proksimat ikan mas segar dan kukus menunjukkan perbedaan yang signifikan pada kandungan air, protein, lemak dan karbohidrat tetapi tidak pada kadar abu (ikan mas segar: kadar air sebesar 79,65%, abu 1,06%, protein 16,04%, lemak 2,51%, karbohidrat (by difference) 0,73%; ikan kukus memiliki kadar air sebesar 75,10%, abu 1,07%, protein 18,13%, lemak 4,33% dan karbohidrat sebesar 1,76%).
Karakteristik Biskuit dengan Penambahan Tepung Tulang Ikan Jangilus (Istiophorus Sp.) Rusky Intan Pratama; Iis Rostini; Evi Liviawaty
Jurnal Akuatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.547 KB)

Abstract

Daging ikan Jangilus dimanfaatkan sebagai bahan dasar industri pengolahan sementara tulangnya dibuang sebagai limbah. Tulang ikan mengandung mineral-mineral penting bagi tubuh dan dapat dimanfaatkan menjadi tepung tulang ikan yang dapat ditambahkan ke dalam berbagai formulasi seperti biskuit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi secara kimia dan fisik biskuit dengan penambahan tulang ikan Jangilus pada jumlah tertentu. Parameter yang diamati ialah kadar air, abu, protein, lemak dan karbohidrat (by difference) dan karakteristik fisik yaitu kekerasandan kerapuhan.  Metode yang digunakan adalah metode eksperimental (Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan penambahan tepung tulang sebanyak 0% (A), 5% (B), 10% (C), 15% (D), 20% (E) dan 3 ulangan untuk sampel uji proksimat) dan deskriptif (karakteristik fisik). Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa penambahan tepung tulang mempengaruhi kadar air, abu, protein dan lemak. Faktor-faktor yang mempengaruhi diantaranya komposisi awal bahan-bahan, suhu dan waktu pemanggangan. Hasil pengujiankekerasan menunjukkan nilai tertinggi 760,89 gf (E) dan nilai terendah 319,86 gf (A). Semakin besar jumlah penambahan tepung tulang pada biskuit maka tingkat kekerasannya akan meningkat. Hasil pengujian fracturability menunjukkan nilai tertinggi adalah 5,52 mm (A) dan nilai terendah 4,38 mm (E). Semakin besar jumlah penambahan tepung tulang pada biskuit maka tingkat fracturability-nya cenderung akan semakin besar. Nilai kekerasan dan kerapuhan biskuit dipengaruhi oleh komposisi penyusun biskuit, tepung tulang serta suhu dan waktu pemanggangannya.Daging ikan Jangilus dimanfaatkan sebagai bahan dasar industri pengolahan sementara tulangnya dibuang sebagai limbah. Tulang ikan mengandung mineral-mineral penting bagi tubuh dan dapat dimanfaatkan menjadi tepung tulang ikan yang dapat ditambahkan ke dalam berbagai formulasi seperti biskuit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi secara kimia dan fisik biskuit[K1]  dengan penambahan tulang ikan Jangilus pada jumlah tertentu. Parameter yang diamati ialah kadar air, abu, protein, lemak dan karbohidrat (by difference)[K2]  dan karakteristik fisik yaitu kekerasan[K3] dan kerapuhan. [K4] Metode yang digunakan adalah metode eksperimental (Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan[K5]  penambahan tepung tulang sebanyak 0% (A), 5% (B), 10% (C), 15% (D), 20% (E) dan 3 ulangan untuk sampel uji proksimat) dan deskriptif (karakteristik fisik). Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa penambahan tepung tulang mempengaruhi kadar air, abu, protein dan lemak. Faktor-faktor yang mempengaruhi diantaranya komposisi awal bahan-bahan, suhu dan waktu pemanggangan. Hasil pengujian[K6] kekerasan menunjukkan nilai tertinggi 760,89 gf (E) dan nilai terendah 319,86 gf (A).[K7] Semakin besar jumlah penambahan tepung tulang pada biskuit maka tingkat kekerasannya akan meningkat. Hasil pengujian fracturability menunjukkan nilai tertinggi adalah 5,52 mm (A) dan nilai terendah 4,38 mm (E). Semakin besar jumlah penambahan tepung tulang pada biskuit maka tingkat fracturability-nya cenderung akan semakin besar. Nilai kekerasan dan kerapuhan biskuit dipengaruhi oleh komposisi penyusun biskuit, tepung tulang serta suhu dan waktu pemanggangannya. [K1]Mengkarakterisasi secara kimia dan fisik biskuit.... [K2]Pakai bhs indo.... Uky: Gatau bu emm padanan bhs indonesianya saya [K3]Pakai bhs indo [K4]Pakai bhs indo [K5]Pakai rancangan apa dan apa saja perlakuannya?  [K6]Kesimpulan dari penelitian ini bahwa yang karakteristik biskuit terbaik adalah yang ditambahkan tepung jangilus....% dengan karakteristik kimia dan fisik sbb....... Belum diubahUky: Tidak mencari yang terbaik bu emm, tujuannya baru sampai menjelaskan karakteristik kimia sama fisik secara deskriptif karena belum ada standar baku kekerasan dan kerapuhan biskuit rancangan digunakan cuma buat melihat penambahannya signifikan atau ngga dan itu juga cuma buat uji proksimatnya aja. Standar proksimat Cuma ada dari SNI  [K7]Apa itu E dan A? Beri penjelasan... Uky: Sudah di atas
PENDUGAAN UMUR SIMPAN MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TEST (ASLT) MODEL ARRHENIUS PADA FRUIT NORI Muhammad Rizqi Hasany; Eddy Afrianto; Rusky Intan Pratama
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk menentukan umur simpan Fruit Nori dengan menggunakan metode Accelerated Shelf Life Test (ASLT) Model Arrhenius baik yang menggunakan kemasan maupun yang tidak menggunakan kemasan. Menentukan umur simpan dengan menggunakan Accelerated Shelf Life Test (ASLT) dilakukan dengan mempercepat proses degradasi atau reaksi dalam percobaan yaitu meningkatkan suhu penyimpanan pada beberapa suhu di atas suhu kamar, sehingga mempercepat umur simpan analisis waktu. Metode ASLT yang digunakan dalam menentukan masa kadaluwarsanya Fruit Nori dengan menggunakan parameter kadar air dan uji sensoris. Fruit Nori disimpan selama 20 hari, pada suhu 25 OC, 35 OC dan 45 OC. Hasil perhitungan model Arrhenius dipilih parameter tekstur sebagai parameter kritis untuk menentukan umur simpan Fruit Nori. Hasil penelitian menunjukan nilai R2 terbesar digunakan untuk penentuan umur simpan produk yaitu parameter kesukaan tekstur baik produk yang menggunakan kemasan maupun tanpa kemasan (reaksi orde nol) dengan persamaan Arrhenius Ln K = -290,1 (1/T)  – 0,687 dengan nilai R2 sebesar 0.999 pada produk yang dikemas dan persamaan Arrhenius Ln K = -612,2 (1/T) – 0,099 dengan nilai R2 sebesar 1 pada produk yang tidak dikemas. Umur simpan Fruit Nori jika disimpan pada suhu ruang (25 OC) adalah 31 hari 13 jam 40 menit 48 detik pada produk yang dikemas dan 51 hari 16 jam 33 menit 36 detik pada produk yang tidak dikemas
Fortifikasi Tepung Tulang Julung-Julung Sebagai Sumber Kalsium Terhadap Tingkat Kesukaan Kerupuk Tabita Deborah; Eddy Afrianto; Rusky Intan Pratama
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase penambahan tepung tulang julung-julung terhadap kerupuk yang paling disukai panelis. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Maret 2016 di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran serta uji Kimia dilakukan di Laboratorium Jasa Uji Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan lima perlakuan imbangan tepung tulang julung-julung dengan tapioka, yaitu 0%:100%; 5%:95%; 10%:90%; 15%:85%; dan 20%:80% dengan 20 orang panelis semi terlatih sebagai ulangan. Parameter yang diamati adalah uji fisik (tingkat kemekaran), uji kimia (kadar air dan kalsium), dan uji hedonik (uji kesukaan) berdasarkan karakteristik organoleptik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung tulang julung-julung pada kerupuk untuk semua perlakuan masih disukai panelis, akan tetapi perlakuan 10% menghasilkan kerupuk yang lebih disukai dibandingkan perlakan lainnya, dengan nilai kesukaan terhadap kenampakan, aroma, rasa, dan tekstur masing-masing 8,2; 7,7; 8,3; dan 8,3; kadar air 9,0% dengan kandungan kalsium sebesar 0,62%.
Pengaruh Penggunaan Jenis Gula Dan Konsentrasi yang Berbeda Terhadap Tingkat Kesukaan Dendeng Ikan Nila Ulfah - Maisyaroh; Nia - Kurniawati; Iskandar - -; Rusky Intan Pratama
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. IX No. 2 /Desember 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.124 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis dan konsentrasi gula pada dendeng ikan nila yang paling disukai panelis berdasarkan karakteristik organoleptik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2018, bertempat di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, sedangkan uji proksimat dilakukan di Laboratorium Nutrisi Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan enam perlakuan jenis dan konsentrasi gula yang berbeda: gula pasir konsentrasi 15%, 20%, 25%, gula merah konsentrasi 15%, 20%, 25% dari total berat ikan dengan 20 panelis semi terlatih sebagai ulangannya. Parameter yang diamati adalah tingkat kesukaan terhadap karakteristik organoleptik meliput kenampakan, aroma, tekstur, serta rasa dan uji proksimat meliputi kadar air, kadar abu, protein, lemak dan karbohidrat pada perlakuan yang paling disukai. Data tingkat kesukaan dianalisis menggunakan analisis non parametrik Friedman dan pengambilan keputusannya menggunakan metode Bayes. Hasil penelitian diperoleh bahwa semua perlakuan masih disukai panelis namun perlakuan penggunaan gula merah 25% adalah perlakuan yang lebih disukai dibanding perlakuan lainnya dengan nilai median kenampakan, tekstur, dan rasa adalah 7 (disukai) dan aroma adalah 8 (sangat disukai), kadar air 8,83%, kadar abu 16,31%, lemak 9,31%, protein 27,28%, dan karbohidrat 45,49%.
Perbedaan Jenis Ikan Sebagai Bahan Baku Terhadap Tingkat Kesukaan Kamaboko Syarifudin Sahlan; Evi Liviawaty; Iis Rostini; Rusky Intan Pratama
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.785 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis ikan sebagai bahan baku dalam pembuatan kamaboko terhadap tingkat kesukaan panelis. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran pada bulan Mei 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan perlakuan bahan baku berbeda yaitu menggunakan ikan nila merah, bandeng, dan kakap merah. Pengamatan yang dilakukan adalah uji kesukaan meliputi kenampakan, aroma, tekstur dan rasa. Uji fisik berupa uji lipat, uji kimia meliputi uji Kadar air, dan kadar protein. Hasil penelitian menunjukan bahwa kamaboko dengan bahan baku ikan nila merah merupakan kamaboko yang paling disukai oleh panelis dengan nilai median  kenampakan 9, aroma 7, tekstur 8, rasa 9, uji lipat dengan nilai 5 (sangat kenyal), kadar air 75,19% dan kandungan protein sebesar 12,76%. 
Fortifikasi Surimi Lele Dumbo Sebagai Sumber Protein Terhadap Tingkat Kesukaan Donat Ubi Jalar Muhammad Asyari; Eddy Afrianto; Rusky Intan Pratama
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penambahan surimi lele dumbo pada donat ubi jalar yang paling disukai panelis. Penelitia ini telah dilaksanakan pada bulan april 2016 di Laboratorium Teknologi Pengolahan hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan serta uji kimia dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ruminansia Dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Tingkat penerimaan terhadap donat ubi jalar dianalisis dengan metode statistik non parametrik Friedman yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan 20 % serta 20 panelis semi terlatih sebagai ulangan. Parameter yang diamati adalah uji kimia (kadar protein donat ubi jalar yang paling disukai), uji hedonik (uji kesukaan) berdasarkan karakteristik organoleptik yang meliputi kenampakan, aroma, rasa, tekstur, dan uji fisik (pengembangan) pada donat ubi jalar. Berdasarkan hasil penelitian terhadap tingkat kesukaan dapat disimpulkan bahwa penambahan surimi lele dumbo pada donat ubi jalar untuk semua perlakuan disukai panelis, akan tetapi perlakuan penambahan surimi lele dumbo 10% menghasilka donat yang paling disukai dibandingkan dengan perlakuan lainnya, dengan nilai alternatif 7,64, dengan kandungan protein sebesar 3615 mg/25 g donat ubi jalar.
Analisis Keterkaitan Parameter Oseanografi Terhadap Upaya Penangkapan Ikan Tenggiri (Scomberomorus comerson) yang Didaratkan Di PPN Kejawanan Cirebon Teguh Satrio Nugraha; Alexander M. A. Khan; Rusky Intan Pratama; Izza Mahdiana Apriliani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 2/Desember 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.937 KB)

Abstract

Kegiatan perikanan tangkap adalah kegiatan ekonomi yang mencakup penangkapan atau pengumpulan hewan dan tanaman air yang hidup di laut atau perairan umum secara bebas. Salah satu daerah sentra perikanan tangkap adalah Cirebon. Produksi perikanan yang cukup tinggi di dominasi oleh perikanan tangkap di laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan parameter oseanografi terhadap upaya penangkapan ikan. Penelitian ini dilakukan di perairan Cirebon dan Pelabuhan Perikanan Kejawanan dengan melihat hubungan suhu permukaan laut, klorofil-a dan Catch Per Unit Effort (CPUE). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perairan Laut Jawa memiliki variabilitas. Nilai faktor oseanografi yaitu Suhu Permukaan Laut (SPL) dan Klorofil-a. Rata-rata nilai SPL pada bulan Agustus hingga Desember terus mengalami peningkatan. Nilai rata-rata konsentrasi klorofil-a tinggi pada bulan Agustus hingga Desember. Dengan demikian Ikan Tenggiri yang didaratkan di PPN Kejawana Cirebon mempunyai keunikan yaitu musim tangkapan yang dilakukan dalam 1 tahun yaitu 5 bulan, Agustus hingga Desember. Nilai hasil tangkapan ikan tenggiri tertinggi berada pada bulan Oktober yaitu sebesar 650 kg dan terendah terjadi pada bulan September yaitu 146 kg. nilai R square sebesar 0,926 yang menunjukan bahwa keeratan hubungan linear antara variabel (X) dan variabel (Y) yaitu sebesar 92,6%, sedangkan sisanya yaitu 7,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel perhitungan.
Co-Authors Achmad Rizal Achmad Rizal Ahmadi, M. Fauzie Alexander Muhammad Akbar Khan Anando, Drian Alif Andre Wijaya Andriani , Yuli Anisa Dwi Septhyani Asri Peni Wulandari Aulia Andhikawati Auliyatul Hakim, Shally Ayi Yustiati Azizia, Annisa Dewi Nur Azmi, Suniyyah Dwi Oktarahdiana Dyah Putri Utami Eddy Afrianto Eddy Afrianto Eddy Afrianto Eddy Afrianto Elit Erdiasari Emma Rochima Erdiasari, Elit Evi Liviawaty Evi Liviawaty Evi Liviawaty Filardi, Tara Firdaus, Nur Aini Azhar Fitriana, Shilfana Fittrie Meylianawaty Pratiwy Fittrie Meyllianawaty Pratiw Fittrie Meyllianawaty Pratiwy Fiza Jasmine Hasani Gabriela, Lisa Gina Yuliana Gumay, Nadia Purnamasari Handaka, Asep Agus Hanun, Inas Maya Tamimah Hasani, Fiza Jasmine Hasibuan, Linda Naomi Hendra Nopandi Henhen Suherman Herman Hamdani Herman Hamdani Heru Sumaryanto Iis Rostini In-In Hanidah Ine Maulina Irfan Zidni Iskandar - - Iskandar . . Iskandar Iskandar Isni Nurruhwati Iss Rostini Iwang Gumilar Izza Mahdiana Apriliani Joko Santoso Junianto Junianto - JUNIANTO JUNIANTO Junianto Junianto Junianto Junianto Kartika Irta Dewi Kiki Haetami Lantun Paradhita Dewanti Liviawaty , Evi Luthfidianto, Iqbal M. Fauzie Ahmadi Ma'ruf, Nursyahidatul Qurani Maharani, Annisa Nur Meida Maulida Mochamad Candra Wirawan Arief Muhamad Fatah Wiyatna Muhammad Asyari Muhammad Musa Dzulfiqaar Wiradimadja Muhammad Rizqi Hasany Muhammad Yusuf Awaluddin Nawang Nila Ririsanti Nia - Kurniawati Nia Kurniawati Nur Latifah, Atik Oktarahdiana, Dwi Otong Suhara Djunaedi Parliamentary, Fazira Prasetya, Muhamad Diva Pratiwy, Fittrie Meylianawaty Putri, Zaky Yoana Radestya Triwibowo Ratih Wulandari Refki Aditya Yudaswara Reza Salsabila Rita Rostika Riyadi, Reihan Slamet Rizky Hardiyanto Roffi Grandiosa Herman Rostini, Iss Saffanah, Kayla Zahira Sah, Risti Salsabila, Lulu Salsabila, Reza Santi Amelia Santi Rukminita Anggraeni Saputra, Adjie Sari, Elviana Dian Mustika Septhyani, Anisa Dwi Shally Auliyatul Hakim Shilfana Fitriana Shojikana, Muhamad Seikei Subiyanto Subiyanto Subiyanto Subiyanto Suniyyah Azmi Susetyo Ilman Rosyadi Syarifudin Sahlan Tabita Deborah Teguh Satrio Nugraha Tiaraningsih, Thania Triwibowo, Radestya Ujang Subhan Ulfah - Maisyaroh Usman Lubis Usman Lubis, Usman Winarti Zahirudin Wiyatna , Muhamad Fatah Yayat Dhahiyat Yudi Nurul Ihsan Yuli Andriani Yuli Andriani Yuli Andriani Yuli Nisa Nuryanti Yuniar Mulyani Zahidah Hasan Zahidah Zahidah Zahidah Zahidah, Zahidah Zahidah, , Zain, Balqis Aliya Zidni, Irfan