Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Produktivitas Primer Fitoplankton di Waduk Saguling, Desa Bongas dalam Kaitannya dengan Kegiatan Perikanan Rizky Hardiyanto; Henhen Suherman; Rusky Intan Pratama
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas primer fitoplankton yang menghasilkan oksigen bersih serta kualitas fisika, kimiawi dan biologis perairan di Waduk Saguling, Desa Bongas, Kecamatan Cililin, Bandung, Jawa Barat dalam kaitannya dengan kegiatan perikanan budidaya. Metode yang digunakan yaitu metode survey dengan menetapkan satu stasiun pengamatan, enam kali pengambilan sampel dengan selang waktu tujuh hari yang telah dilaksanakan pada bulan Mei 2012 sampai dengan Juni 2012. Sampel dianalisis untuk mengetahui nilai produktivitas primer bersih (Net Primary Productivity/NPP) dengan parameter penunjang yaitu suhu, kecerahan, pH, DO, BOD, dan CO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai NPP permukaan sampai kedalaman 1,5 meter  adalah 2,39 mgO2/L dan pada kedalaman 1,5 meter sampai 3 meter  adalah 1,42 mgO2/L. Estimasi penebaran ikan mas dengan ukuran 100 gram per m3 pada permukaan sampai kedalaman 1,5 meter yang dapat ditebar adalah 8,03 kg/m3, sedangkan penebaran ikan nila dengan ukuran 100 gram per m3 pada kedalaman         1,5 meter sampai 3 meter yang dapat ditebar adalah 6,4 kg/m3.
Analisis Kelayakan Usaha Produk Olahan Berbahan Baku Ikan Nila (Oreochromis niloticus) (Studi Kasus di CV Sakana Indo Prima Kota Depok) Refki Aditya Yudaswara; Achmad Rizal; Rusky Intan Pratama; Asep Agus Handaka Suryana
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.436 KB)

Abstract

 [ja1]                 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha dari usaha produk olahan berbahan baku ikan nila yaitu  produk siomay dan produk kekian di CV Sakana Indo Prima. Waktu dan Tempat penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga bulan April 2017 di CV Sakana Indo Prima. Penelitian ini dirancang menggunakan metode penelitian studi kasus dan analisis deskriptif kuantitatif sebagai metode analisis yang digunakan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode analisis finansial dan analisis kelayakan dengan analisis biaya usaha, penerimaan dan keuntungan, break even point (BEP), benefit cost ratio (BCR), payback period (PP), serta net present value (NPV). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh keuntungan untuk produk siomay sebesar Rp. 3.021.528.467/tahun dan produk kekian sebesar Rp. 1.464.814.467/tahun. Usaha produk siomay memiliki nilai B/C ratio 1.53 dan produk kekian memiliki nilai B/C ratio 1.45 artinya kedua produk layak diusahakan. Usaha produk siomay perlu menjual minimal 297.451 kemasan sedangkan produk kekian minimal 164.667. Jangka waktu pengembalian biaya investasi produk siomay yaitu selama 3 bulan 16 hari sedangkan produk kekian selama 7 bulan 6 hari. Nilai NPV produk siomay dan produk kekian diatas 0.  
Aplikasi Kombinasi Bakteri Asam Laktat, Natrium Klorida Dan Natrium Asetat Terhadap Masa Simpan Ikan Patin (Pangasius hypophtalmus) Pada Suhu Rendah Gina Yuliana; Eddy Afrianto; Rusky Intan Pratama
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 6, No 2(1) (2015): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perubahan mutu ikan patin dengan penambahan kultur starter BAL serta penambahan kombinasi natrium klorida dan natrium asetat dalam memperpanjang masa simpan selama penyimpanan suhu rendah. Metode yang digunakan adalah metode ekperimental dengan tiga perlakuan (kontrol, penambahan BAL, dan kombinasi BAL dengan 3% NaCl dan 3% NaAs) perlakuan diulang sebanyak3 kali. Parameter yang diamati yaitu derajat keasaman (pH) dan Total Plate Count (TPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi BAL, NaCl, dan BAL dengan 3% NaCl dan 3% NaAs memberikan hasil terbaik terhadap masa simpan ikan patin  dengan batas penerimaan hingga hari ke-12 yaitu sebesar 9,5.106 cfu/ml pada penyimpanan suhu rendah. Perlakuan kombinasi memiliki masa simpan lima hari lebih lama dibandingkan kontrol, dan dua hari lebih lama dibandingkan perlakuan perendaman BAL.
Penambahan Ekstrak Kunyit Terhadap Karakteristik Presto Ikan Nila yang Disimpan Pada Suhu Kamar Hendra Nopandi; Rusky Intan Pratama; Asep Agus Handaka Suryana; Iis Rostini
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 2/Desember 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.164 KB)

Abstract

Riset ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kunyit serta konsentrasi terbaiknya dalam mengawetkan pindang presto ikan nila berdasarkan karakteristik uji mikrobiologis dan uji kimiawi meliputi kadar air dan pH, dengan demikian dapat diketahui lama masa simpan pindang presto ikan nila yang ditambahakan ekstrak kunyit tersebut. Riset ini dilaksanakan di Laboratorium Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran pada bulan Juli 2019. Metode riset yang digunakan adalah eksperimental, dengan empat perlakuan penambahan larutan ekstrak kunyit sebesar 0%, 3%, 4% dan 5%. Parameter uji yang diamati dalam riset yaitu uji mikrobiologis dengan metode TPC (Total Plate Count) secara duplo dan uji kimiawi meliputi analisis kadar air dan pH. Hasil riset menunjukkan bahwa perlakuan penambahan ekstrak kunyit dengan konsentrasi sebesar 4% mampu memberikan masa simpan pindang presto ikan nila sampai lima hari dibandingkan dengan pindang presto ikan nila yang tidak diberi perlakuan ekstrak kunyit atau kontrol (0%) yang hanya mampu bertahan selama dua hari, hal tersebut dibuktikan dengan jumlah total bakteri pada perlakuan 4% mencapai 5,57x104 CFU/gram pada hari ke-5, nilai kadar air mencapai 73% pada hari ke-5 dan  nilai pH mecapai 6,5 pada hari ke-5.
PENAMBAHAN KARAGENAN TERHADAP TINGKAT KESUKAAN PEMPEK LELE Nawang Nila Ririsanti; Evi Liviawaty; Yudi Nurul Ihsan; Rusky Intan Pratama
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan terhadap tingkat kesukaan panelis pada produk pempek lele. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran pada bulan Maret 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan 15 panelis semi terlatih dan lima perlakuan penambahan tepung karagenan sebesar 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75%, dan 1,00% dari berat surimi ikan lele. Uji yang diamati dalam penelitian yaitu uji hedonik dengan parameter karakteristik organoleptik meliputi kenampakan, aroma, tekstur, dan rasa pempek lele, uji lipat (Folding test), dan kadar air pada perlakuan penambahan tepung karagenan sebesar 0% dan 0,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan penambahan tepung karagenan masih disukai penelis, namun perlakuan penambahan tepung karagenan sebesar 0,5% menghasilkan pempek lele dengan tingkat kesukaan yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya, dengan nilai median karakteristik kenampakan, aroma dan tektur yaitu 7 (disukai) dan rasa yaitu 9 (sangat disukai), nilai rata-rata kekenyalan 5 (sangat kenyal) serta kadar air 48,22%.
Perubahan Karakteristik Ikan Nilem Pada Berbagai Pengolahan Suhu Tinggi Dyah Putri Utami; Emma Rochima; Iskandar . .; Rusky Intan Pratama
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 1/Juni 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.821 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan karakteristik ikan nilem secara fisik dan kimiawi yang terjadi pada berbagai pengolahan ikan nilem dengan suhu tinggi. Ikan Nilem diolah dengan proses goreng, kukus, dan presto. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental yang datanya dianalisis secara deskriftif. Parameter yang diuji adalah uji fisik yaitu warna (kecerahan, nilai a, nilai b,nilai c, dan hue), dan tekstur (kekerasan, daya kohensif, dan kelengketan) serta uji kimiawi (protein, karbohidrat, air, abu dan lemak). Hasil penelitian karakteristik nilai kecerahan ikan nilem berkisar dari 40,15 - 47,29. Pada uji nilai hue didapatkan kisaran nilai 72,17 – 88,13 termasuk kategori yellow red. Nilai chroma tertinggi terdapat pada ikan nilem goreng yaitu 19,51 dan terendah pada ikan segar yaitu 1,80. Nilai a positif dan b positif menunjukan bahwa olahan ikan nilem segar, ikan nilem goreng, ikan nilem kukus, dan ikan nilem presto mengandung unsur warna merah dan kuning. Uji tekstur menghasilkan nilai kekerasan tertinggi pada ikan nilem segar yaitu 2404,1 dan terendah pada ikan nilem olahan presto yaitu 992,2. Nilai elastisitas tertinggi pada ikan nilem goreng yaitu 70,70 dan terendah pada ikan nilem segar 31,79. Nilai kohensif tertinggi ada pada ikan nilem goreng yaitu 0,633 dan terendah pada ikan segar 0,334. Kadar protein tertinggi terdapat  pada ikan nilem goreng 31,67% dan terendah pada ikan nilem segar 15,97%. Kadar karbohirat pada semua olahan ikan nilem adalah 0 %. kadar air tertinggi terdapat ikan nilem segar 77,37%, dan terendah pada ikan nilem goreng 18,50%. Kadar abu tertinggi terdapat pada ikan nilem goreng 4,93% dan terendah terdapat pada ikan nilem presto 1,01%. Hasil kadar lemak tertinggi pada ikan nilem goreng  44,17 dan terendah pada ikan nilem segar 4,35%.
KARAKTERISASI MUTU SURIMI SEGAR DAN KAMABOKO IKAN NILA BERDASARKAN PERBEDAAN PROSES PENCUCIAN MENGGUNAKAN NACL DAN NAHCO3 Muhammad Musa Dzulfiqaar Wiradimadja; Rusky Intan Pratama; Achmad Rizal
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.428 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi mutu surimi ikan nila dan aplikasinya terhadap pembuatan kamaboko berdasarkan perbedaan proses pencucian. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Industri Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Laboratorium Uji Fakultas Teknik Industri Pangan Universitas Padjadjaran serta Laboratorium Hasil Perikanan Institut Pertanian Bogor pada bulan Maret 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan A (kontrol), B (NaCl 0,3%), C (NaHCO3 0,5%) dan D (NaCl 0,3% dan NaHCO3 0,5%). Aspek yang diuji pada penelitian ini adalah tingkat derajat putih, tingkat kekuatan gel dibahas secara deskriptif dan nilai uji gigit kamaboko dibahas secara statistik menggunakan uji Friedman sesuai dengan pengujian kamaboko oleh Surimi Workshop di Seattle, Jepang.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan D (NaCl 0,3% dan NaHCO3 0,5%) merupakan perlakuan yang menghasilkan kamaboko ikan nila terbaik dengan nilai derajat putih sebesar 61,66% kekuatan gel sebesar 695,1 g.cm, nilai rata uji gigit sebesar 9,1 serta digolongkan ke dalam kelas satu pada sistem penilaian surimi berdasarkan penilaian kamaboko oleh Surimi Workshop di Seattle, Jepang.
ANALYSIS OF GOOD MANUFACTURING PRACTICE AT HOME INDUSTRY FOR CATFISH FLOSS IN PURWOSARI, KEDIRI REGENCY Susetyo Ilman Rosyadi; Eddy Afrianto; Achmad Rizal; Rusky Intan Pratama
Berkala Perikanan Terubuk Vol 47, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.755 KB) | DOI: 10.31258/terubuk.47.2.126-133

Abstract

This study aims to study the application of Good Manufacturing Practice (GMP) at home industry for catfish floss in Purwosari, Kediri Regency. This research was conducted in May 2017, located in Purwosari Village Kandat Subdistrict Kediri Regency and Fisheries Processing Laboratory of Padjadjaran University. Laboratory testing was conducted at the Laboratory of Testing Services Faculty of Agricultural Industrial Technology Padjadjaran University and Laboratory of Control and Testing of Quality of Fishery Products of East Java. The method used is survey, by observing directly the flow of process for making catfish floss. Organoleptic testing with 20 semi-trained panelists. Based on the results of the research, the process of making catfish abon is the acceptance of materials, washing I, weeding, washing II, steaming, shredding, mixing, frying, slicing, packaging, storage and loading (no pressing process). Microbiological test (ALT Aerob: 1.7 x 102 Colonies / g, E. coli: <3 APM / g, Staphyloccocus aureus: <10 Colonies / g, Salmonella negative), chemical test (protein: 40.55% and air water: 4.83% ) and organoleptic test (7,2) according to SNI specification. Catfish floss is good in the specified quality specification, but there needs to be improvement in the processing process so that catfish floss can provide quality assurance and safety to the consumer.
Effect of Collagen Concentration of Tilapia Fish Bones on The Quality of Skin Cream Andre Wijaya; Junianto Junianto; Subiyanto Subiyanto; Rusky Intan Pratama
Berkala Perikanan Terubuk Vol 49, No 3 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/terubuk.49.3.1131-1141

Abstract

Tilapia bone is a part of fishery waste that has not been utilized optimally and has low economic value. Utilization efforts can be made by utilizing the collagen content found in fish bones as a constituent material in the manufacture of skin creams. This study aims to determine the appropriate concentration of tilapia bone collagen to obtain the best physical and organoleptic characteristics. The research method used an experimental method consisting of 4 treatments, namely 0%, 5%, 10%, and 15%. Physical and organoleptic characteristics were tested using the F-test and Friedman's test, respectively, while the decision-making method used the Bayes method. Based on the results of the Bayes test, the addition of 10% tilapia bone collagen was the best treatment with a total value of 2.94. Physical characteristics at 10% collagen concentration have a pH value of 6.5, spreadability 3.76 cm, and humidity 80.8% according to cream quality standards, while the organoleptic characteristics of the cream have a homogeneous appearance, slightly yellowish white color, neutral aroma, and a soft semi-solid texture.
Peningkatan Kualitas Ikan Koi (Cyprinus carpio) di Kelompok PBC Fish Farm di Kecamatan Cisaat, Sukabumi Yuli Andriani; Asri Peni Wulandari; Rusky Intan Pratama; Irfan Zidni
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2019): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.5.1.33-38

Abstract

Various ornamental fish, such as koi and comet is a mainstay commodity from Nagrak Village, Cisaat District, Sukabumi Regency, West Java. The ornamental fish farmers in this village have been grouped in the form of pokdakan called “Pokdakan PBC Fish Farm”, which is chaired by Ikral Panutan. The main problem faced by members of this group is the color of the ornamental fish which still in low grade in quality. The purpose of this activity was to improve the quality of koi ornamental fish by using additional powder feed spirulina so that it can give added value to the production of ornamental fish produced. Community empowerment activities have been conducted for 4 months from July to October 2016. Steps of implementation include: 1) Socialization and initiation stage; 2) Training about fish culture management, spirulina culture method and feeding method using discussion method and demonstration plots; and 3) Evaluation and monitoring phase. The results obtained are generally these activities get the response and good results from the extension participants, as evidenced by the ability of farmers in cultured spirulina henceforth be applied as a mixture of fish feed can result in improved color quality of koi. Use of spirulina powder feed additional material on Cyprinus carpio of PBC Fish Farm proven to improve color quality, and provide value-added economy by 50–100 with the selling price ranging from IDR 3.000, per head to IDR 4.500–6.000 per tail.
Co-Authors Achmad Rizal Achmad Rizal Ahmadi, M. Fauzie Alexander Muhammad Akbar Khan Anando, Drian Alif Andre Wijaya Andriani , Yuli Anisa Dwi Septhyani Asri Peni Wulandari Aulia Andhikawati Auliyatul Hakim, Shally Ayi Yustiati Azizia, Annisa Dewi Nur Azmi, Suniyyah Dwi Oktarahdiana Dyah Putri Utami Eddy Afrianto Eddy Afrianto Eddy Afrianto Eddy Afrianto Elit Erdiasari Emma Rochima Erdiasari, Elit Evi Liviawaty Evi Liviawaty Evi Liviawaty Filardi, Tara Firdaus, Nur Aini Azhar Fitriana, Shilfana Fittrie Meylianawaty Pratiwy Fittrie Meyllianawaty Pratiw Fittrie Meyllianawaty Pratiwy Fiza Jasmine Hasani Gabriela, Lisa Gina Yuliana Gumay, Nadia Purnamasari Handaka, Asep Agus Hanun, Inas Maya Tamimah Hasani, Fiza Jasmine Hasibuan, Linda Naomi Hendra Nopandi Henhen Suherman Herman Hamdani Herman Hamdani Heru Sumaryanto Iis Rostini In-In Hanidah Ine Maulina Irfan Zidni Iskandar - - Iskandar . . Iskandar Iskandar Isni Nurruhwati Iss Rostini Iwang Gumilar Izza Mahdiana Apriliani Joko Santoso Junianto Junianto - JUNIANTO JUNIANTO Junianto Junianto Junianto Junianto Kartika Irta Dewi Kiki Haetami Lantun Paradhita Dewanti Liviawaty , Evi Luthfidianto, Iqbal M. Fauzie Ahmadi Ma'ruf, Nursyahidatul Qurani Maharani, Annisa Nur Mega Fatimah Rosana Meida Maulida Mochamad Candra Wirawan Arief Muhamad Fatah Wiyatna Muhammad Asyari Muhammad Musa Dzulfiqaar Wiradimadja Muhammad Rizqi Hasany Muhammad Yusuf Awaluddin Nawang Nila Ririsanti Nia - Kurniawati Nia Kurniawati Nur Latifah, Atik Oktarahdiana, Dwi Otong Suhara Djunaedi Parliamentary, Fazira Prasetya, Muhamad Diva Pratiwy, Fittrie Meylianawaty Putri, Zaky Yoana Radestya Triwibowo Ratih Wulandari Refki Aditya Yudaswara Reza Salsabila Rita Rostika Riyadi, Reihan Slamet Rizky Hardiyanto Roffi Grandiosa Herman Rostini, Iss Rufi'i Saffanah, Kayla Zahira Sah, Risti Salsabila, Lulu Salsabila, Reza Santi Amelia Santi Rukminita Anggraeni Saputra, Adjie Sari, Elviana Dian Mustika Septhyani, Anisa Dwi Shally Auliyatul Hakim Shilfana Fitriana Shojikana, Muhamad Seikei Subiyanto Subiyanto Subiyanto Subiyanto Suniyyah Azmi Susetyo Ilman Rosyadi Syarifudin Sahlan Tabita Deborah Teguh Satrio Nugraha Tiaraningsih, Thania Triwibowo, Radestya Ujang Subhan Ulfah - Maisyaroh Usman Lubis Usman Lubis, Usman Winarti Zahirudin Wiyatna , Muhamad Fatah Yayat Dhahiyat Yudi Nurul Ihsan Yuli Andriani Yuli Andriani Yuli Andriani Yuli Nisa Nuryanti Yuniar Mulyani Zahidah Hasan Zahidah Zahidah Zahidah Zahidah, Zahidah Zahidah, , Zain, Balqis Aliya Zidni, Irfan