Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Makassar sebagai Sekolah Penggerak Nurul Sulasmiyatningsih; Ramly Ramly; Salam Salam
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5428

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Makassar sebagai sekolah penggerak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguraikan proses perencanaan pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan oleh guru, (2) menguraikan proses pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, dan (3) menguraikan proses evaluasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi kelas, wawancara dengan guru, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi masih menghadapi berbagai tantangan. Pada tahap perencanaan, asesmen diagnostik digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan, gaya belajar, dan kompetensi siswa, namun tidak semua rencana pembelajaran telah sepenuhnya mengakomodasi keberagaman siswa karena keterbatasan pemahaman guru. Pada tahap pelaksanaan, sebagian guru telah menerapkan diferensiasi dalam konten, proses, dan produk melalui strategi pembelajaran aktif serta pemanfaatan teknologi, sedangkan lainnya masih menggunakan metode yang seragam akibat keterbatasan waktu dan pelatihan. Pada tahap evaluasi, asesmen formatif mulai diterapkan dengan alat digital dan umpan balik konstruktif, tetapi asesmen sumatif masih bersifat standar, membatasi fleksibilitas siswa dalam menunjukkan hasil belajar mereka. Untuk meningkatkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi, diperlukan pelatihan guru yang berkelanjutan, penguatan kolaborasi, serta dukungan kebijakan yang memadai. Sekolah juga perlu melakukan evaluasi dan pendampingan secara berkala agar penerapan berjalan lebih efektif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk membandingkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah penggerak dan non-penggerak guna mengidentifikasi perbedaan dan tantangan yang dihadapi.
Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Meningkatkan Keterampilan Literasi Siswa Kelas X SMAN 1 Pangkep Nur Azira Azis; Salam Salam; Nensilianti Nensilianti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5551

Abstract

Artikel ini membahas tentang pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema "Suara Demokrasi" dalam upaya meningkatkan keterampilan literasi baca dan tulis siswa kelas X. P5 bertujuan untuk mengembangkan karakter siswa melalui pembelajaran yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila, dengan fokus pada penguatan keterampilan literasi sebagai bagian integral dari pendidikan. Penelitian ini mengamati bagaimana kegiatan eksplorasi, penulisan esai, simulasi pemilu, dan presentasi kampanye dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca teks yang kompleks, menganalisis informasi, serta menulis esai dan materi persuasif. Selain itu, siswa juga lebih aktif dalam berdiskusi, berpikir kritis, dan menyusun argumen secara terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa P5 dengan tema "Suara Demokrasi" efektif dalam meningkatkan keterampilan literasi baca dan tulis, serta memperkuat pemahaman siswa terhadap konsep demokrasi dan hak suara. Oleh karena itu, penerapan P5 dapat menjadi salah satu metode yang efektif dalam meningkatkan kualitas literasi di sekolah menengah.
Gaya Bahasa dalam Film Dirty Vote Pada Media Sosial Youtube Muhammad Alba; Salam Salam; Sakaria Sakaria
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bentuk gaya bahasa dalam film dirty vote pada media sosial youtube ; (2) mendeskripsikan fungsi gaya bahasa dalam film dirty vote pada media sosial youtube. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Model analisis bentuk dan fungsi gaya bahasa yang digunakan ialah model analisis gaya bahasa menurut J. S. Badudu dan Damayanti, R. Fokus penelitian ini ialah berfokus terhadap pengkajian fungsi dan bentuk gaya bahasa dalam film dirty vote pada media sosial youtube. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata atau kalimat, dan narasi dalam film dirty vote pada media sosial youtube. Data dalam penelitian ini bersumber utama pencarian data berasal dari portal website youtube. Video dirty vote ini diunggah pada tahun 2024 menjadi data dari penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah mengumpulkan dan menyusun data studi terkait ada tiga kategori dapat digunakan untuk mengklasifikasikan data kualitatif: hasil pengamatan, hasil pembicaraan, bahan tertulis. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian, yaitu: peneliti bertindak sebagai instrumen utama dan instrumen pendukung berupa handphone, alat tulis, laptop, dan panduan pengumpulan data.
Dua Sisi Akulturasi Bahasa: Dampak Budaya Yogyakarta-Korea pada Novel Langit Goryeo Teori John W. Berry Indah Baso; Andi Sahtiani Jahrir; Salam Salam
Cakrawala Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v11i1.2217

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak akulturasi bahasa dalam novel Langit Goryeo karya Berliana Kimberly, yang merepresentasikan perpaduan budaya Yogyakarta dan Korea. Dengan menerapkan teori akulturasi dari John W. Berry, fokus penelitian diarahkan pada identifikasi dampak positif dan dampak negatif. Adapun dampak positif, meliputi bilingualisme, multibahasa, penyesuaian psikologis dan sosial, serta keuntungan kognitif, lalu pada dampak negatif, seperti kehilangan bahasa, isolasi dan hambatan, serta kehilangan bahasa ganda. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data bersumber dari narasi dan dialog dalam novel. Hasil penelitian tersebut menunjukkan dominasi dampak positif, mengindikasikan bahwa akulturasi bahasa dalam konteks ini cenderung menghasilkan outcome yang konstruktif. Selain itu, adanya data non-dominan pada dampak negatif menunjukkan bahwa novel ini relevan dengan strategi integrasi Berry. Hal ini menyiratkan pesan, adaptasi antarbudaya, ketika dijalani dengan tepat dan didukung oleh lingkungan yang positif, tidak harus berujung pada penderitaan atau kehilangan identitas, melainkan dapat menjadi katalisator bagi pengayaan diri dan pemahaman lintas budaya.
How to Improve Learning Outcomes of the Indonesian Language in Elementary Schools through the Implementation of Problem-Based Learning Methods Salam Salam; Firman Firman; Mirnawati Mirnawati
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 5 No. 1 (2022): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v5i1.2736

Abstract

This study aims to improve Indonesian language learning outcomes through problem-based learning in class V SD Negeri Panciro, Bajeng District, Gowa Regency. This Classroom Action Research (CAR) uses two cycles, each of which is carried out in four actions. This study involved 24 students and a classroom teacher who acted as collaborators. The results showed that each passed cycle tended to increase student learning outcomes. Based on the research findings, it can be concluded that using problem-based learning models can improve the learning outcomes of fifth-grade students at SD Negeri Panciro Kec. Bajeng Kab. Gowa on the material ‘Information.’ It can be seen from the first cycle results that the total score achieved was 59, while in the second cycle, the number of student achievements increased to 89 or very good criteria. In addition, there was a significant increase from 59 to 89. Therefore, to improve the quality of Indonesian language learning, this learning method could continue to be developed in learning activities in schools. The problem-based learning method can be used as an alternative learning option to improve student learning outcomes.
Nilai Moral dalam Novel Surga Yang Tak Dirindukan Karya Asma Nadia dan Relevansinya dalam Pembelajaran Sastra Indonesia di SMA Novianti Agustina; Salam Salam; Aslan Abidin
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.8350

Abstract

The purpose of this study is to describe the moral values in the novel Surga yang Tak Dirindukan by Asma Nadia based on James Rachels' ethical perspective, and to explain the relevance of these values in learning Indonesian literature in Senior High Schools. The focus of this study lies in the depiction of the form of moral values such as courage, honesty, loyalty, generosity, forgiveness, good deeds, and gentleness which are represented through the characters and conflicts in the novel, as well as the analysis of their relationship to character education in the context of learning literature. Data collection techniques are carried out through reading techniques and note-taking techniques that are relevant to the focus of the study. The main instrument in this study is the researcher herself as the key instrument, assisted by supporting instruments in the form of data corpus tables. The results of the study indicate that the novel Surga yang Tak Dirindukan is full of moral values that are apparent through the actions and choices of the main characters in facing life's problems, especially in the context of polygamy, family conflict, and social responsibility. These values are in line with ethical principles according to James Rachels, such as acting rationally, considering the interests of others, and upholding justice. In addition, the moral values in this novel are very relevant to be applied in literature learning at the high school level, because they support the strengthening of students' character and contextual learning that is in line with the Independent Curriculum and the Pancasila Student Profile. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia berdasarkan perspektif etika James Rachels, serta menjelaskan relevansi nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran sastra indonesia di Sekolah Menengah Atas. Fokus penelitian ini terletak pada penggambaran bentuk nilai-nilai moral seperti keberanian, kejujuran, kesetiaan, kemurahan hati, pemaaf, beramal shaleh, dan lemah lembut yang direpresentasikan melalui tokoh dan konflik dalam novel, serta analisis keterkaitannya dengan pendidikan karakter dalam konteks pembelajaran sastra. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan teknik catat yang relevan dengan fokus penelitian. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen kunci, dibantu dengan instrumen pendukung berupa tabel korpus data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Surga yang Tak Dirindukan sarat akan nilai-nilai moral yang tampak melalui tindakan dan pilihan tokoh utama dalam menghadapi permasalahan hidup, terutama dalam konteks poligami, konflik keluarga, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip etika menurut James Rachels, seperti bertindak rasional, mempertimbangkan kepentingan orang lain, dan menjunjung keadilan. Selain itu, nilai-nilai moral dalam novel ini sangat relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran sastra di tingkat SMA, karena mendukung penguatan karakter peserta didik serta pembelajaran kontekstual yang selaras dengan Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila.
CRITICAL DISCOURSE PEDAGOGY IN ACADEMIC TRANSLATION INSTRUCTION: A DESIGN-BASED STUDY WITH INDONESIAN POSTGRADUATE STUDENTS Misnah Mannahali; Jufri Jufri; Maemuna Muhayyang; Salam Salam
Jurnal Gramatika Vol 12, No 2 (2026): Autumn Issue (October–March)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2026.v12i2.11351

Abstract

Postgraduate writers in Global South multilingual contexts must negotiate not only English-language accuracy but also the discursive and epistemic expectations of international academic publishing. Conventional academic translation instruction privileges linguistic equivalence while giving limited attention to authorial positioning, ideology, power, and the circulation of local knowledge. This study developed and examined a Critical Discourse Pedagogy model for academic translation instruction. The model combines critical pedagogy, critical discourse analysis, and Southern epistemology through five stages: critical reading, discourse analysis, dialogic interpretation, academic translation, and critical reflection. Southern epistemology was operationalized through comparisons between local and dominant knowledge assumptions, discussion of whose knowledge is legitimized, and reflective positioning during translation decisions. Using design-based research, the model was implemented with 48 postgraduate students at an Indonesian university over ten weeks. Data were collected through pre- and post-intervention assessments, classroom observations, semi-structured interviews with 12 participants, and analysis of translated texts. We examined quantitative changes using paired-sample tests, while analysing qualitative data thematically and integrating findings by research question. Scores increased significantly across five competency dimensions (p < .001), while students’ accounts and texts shifted from predominantly literal translation toward contextual, rhetorical, discourse-aware decision-making. The study contributes an operational pedagogical architecture and adaptable design principles rather than a new standalone theory. However, the single-site pre-post design, absence of a comparison group, and lack of delayed follow-up limit causal and long-term claims.