Claim Missing Document
Check
Articles

Program Vaksinasi dalam Rangka Pencegahan Covid 19 di Sentra Vaksinasi Hang Jebat Jakarta Lina Ayu Marcelina; Dora Samaria; Dwi Shohibah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7725

Abstract

ABSTRAK Pandemi COVID 19 dirasakan oleh seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Penyebaran virus SARS Cov-2 yang sangat cepat membuat pemerintah mengambil langkah pencegahan penyebaran dengan vaksinasi. kegiatan ini memberikan gambaran terkait kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan dan karakteristik responden penerima vaksinasi. kegiatan pengabdian kepada masyarakat bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan ini dilaksanakan di Sentra Vaksinasi Hang Jebat Jakarta dengan melibatkan 116 responden. kegiatan dimulai dengan pendataan kemudian pemeriksaan kesehatan, penyuntikan vaksinasi dan observasi pasca tindakan. Sebagian besar responden penerima vaksinasi dalam keadaan sehat ditandai dengan suhu tubuh dan tekanan darah normal (100%, 65.5%), bekerja (63.8%), berpendidikan tinggi (49.1%) dan rerata usia 47 tahun. Vaksinasi menjadi salah satu program yang efektif dalam memeroleh imunitas terhadap COVID 19. Kegiatan vaksinasi dalam skala lebih besar dan periodik dapat berlanjut. Kata Kunci : COVID 19, Pencegahan, Pengabdian masyarakat,Vaksinasi  ABSTRACT COVID 19 pandemic felt by the entire country in the world included Indonesia. The rapid spread of SARS Cov-2 make Indonesian government take preventive solution through vaccination. To describe vaccination program and characteristic of respondent who participate in vaccination program. this community service coordinate with Ministry of Health held in Vaccination Centre Hang Jebat, Jakarta involving 116 respondents. This community service begin with data collection then health assessment, vaccinating injection and observation. Most of vaccine receiver are health proven by normal body temperature and blood pressure (100%, 65.5%), had worked (63.8%), high education (49.1%) and in average age of 47 years old. vaccination is one of the effective program to get COVID 19 immunity. Big scale of vaccination is needed.  Keywords: COVID 19, Prevention, Community Service, Vaccination
Regulasi Emosi dan Intensitas Nyeri Haid Primer Remaja Putri Mujahidatul Hasanah; Dora Samaria
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 2 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v7i2.1049

Abstract

Remaja putri seringkali kesulitan mengendalikan emosi saat mengalami nyeri haid primer. Hal ini disebabkan akibat perubahan hormon saat mengalami menstruasi. Regulasi emosi sangat penting untuk dapat memodifikasi emosi dan mencegah pengungkapan perilaku yang ekspresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan regulasi emosi dengan intensitas nyeri haid remaja putri di SMA Negeri 9 Depok. Subjek dalam penelitian ini adalah siswi SMA Negeri 9 Depok sebanyak 52 responden. Data diambil melalui proses skrining menggunakan sebagian kuesioner Difficulties in Emotion Regulation Scales (DERS) dan Numeric Rating Scale (NRS). Teknik penarikan sampel menggunakan teknik total sampling. Desain penelitian menggunakan studi korelasi dengan uji korelasi Pearson. Hasil uji statistik korelasi Pearson didapatkan nilai p 0,001 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan secara signifikan antara regulasi emosi dengan intensitas nyeri haid remaja putri di SMA Negeri 9 Depok. Hasil analisis korelasi Pearson (Pearson Correlation) 0,463 dapat disimpulkan derajat hubungan kedua variabel berkorelasi sedang dan bernilai positif artinya semakin dapat mengendalikan emosi atau mengatur emosi maka intensitas nyeri semakin rendah dan dapat mentoleransi nyeri dengan baik. Diharapkan untuk remaja putri agar dapat mengendalikan emosinya dengan selalu berpikir positif karena hal ini akan mempengaruhi intensitas nyeri nyeri haid primer.
Tingkat Pengetahuan Mengenai Anemia Pada Remaja di SMA Negeri 1 Depok Siti Pangestu; Arlynqa Lestari; Khaerunisa Priwardani; Diva Zavira; Keyza Alettha; Indah Permatasari; Dora Samaria
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.635 KB) | DOI: 10.55338/jpkmn.v3i2.345

Abstract

Di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi anemia pada remaja adalah 32%, yang berarti 3-4 dari 10 remaja menderita anemia. Hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan asupan gizi yang tidak optimal dan kurangnya aktivitas fisik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menekan peningkatan kasus anemia pada remaja dengan memberikan penyuluhan mengenai anemia dan menganalisis tingkat pengetahuan mengenai anemia di SMA Negeri 1 Depok, Jawa Barat, Indonesia menggunakan menggunakan kuesioner pengetahuan. Responden terdiri dari 40 orang siswa/siswi remaja perempuan dan remaja laki-laki berusia 14-19 tahun. Kuesioner yang digunakan meliputi 10 pertanyaan-pertanyaan yang dikemas dalam bentuk tes mengenai anemia sebelum dilakukan penyuluhan (pre-test) dan setelah dilakukan penyuluhan (post-test). Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pemahaman responden sebelum dilakukan penyuluhan mengenai anemia tingkat akurasinya sebanyak 84%, kemudian setelah dilakukan penyuluhan mengenai anemia, tingkat akurasi pemahaman responden mengenai anemia mencapai 96%. Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan akan anemia pada remaja di SMA Negeri 1 Depok tergolong tinggi.
EDUKASI IBU NIFAS TENTANG EXERCISE PASCA PARTUM MELALUI KOMUNIKASI INTERPERSONAL Desmawati Desmawati; Ritanti Ritanti; Dora Samaria
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 3 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2021
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pada ibu-ibu nifas setelah melahirkan adalah mengalami ketidaklenturan otot-otot tubuh terutama otot-otot dan ligament-ligament penyanggah abdomen selama kehamilan, seperti otot lumbar, otot panggul, otot pinggang, otot paha dan sekitarnya, padahal ibu-ibu setelah melahirkan juga ingin segera tubuhnya menjadi langsing dan lentur lagi seperti ke keadaan sebelum hamil, apalagi bagi ibu-ibu yang bekerja. Salah satu penyebab lambatnya otot-otot kehamilan kembali ke keadaan sebelum hamil karena kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga terkait latihan-latihan atau senam-senam yang bisa dilakukan setelah melahirkan untuk pengembalian otot-otot kehamilan ke keadaan sebelum hamil. Tujuan dari pengabdian atau kegiatan ini adalah menambah pengetahuan, meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku ibu-ibu nifas, sehingga fleksibilitas otot-otot kehamilan seperti lumbar meningkat. Metode yang digunakan adalah health teaching dan demontstrasi pada 10 ibu post-partum dengan komunikasi interpersonal pada tahun 2021. Hasil yang didapat setelah diberikan health teaching adalah pengetahuan mereka meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan 100% dari setiap item pertanyaan. Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah bahwa health teaching bisa meningkatkan pengetahuan ibu post-partum tentang post-partum exercise. Disarankan health teaching segera dilakukan setelah melahirkan pada ibu nifas walaupun semasa hamil sudah pernah disampaikan. 
The Effect of Monitoring Education on Menstrual Health Awareness Among College Students in Banten Dora Samaria; Theresia Theresia; Doralita Doralita
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 22 No 3 (2019): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v22i3.706

Abstract

Previous studies have shown that female college students have a low awareness of menstrual health. This situation must be resolved to prevent negative effects on their reproductive health. The objective of this study was to identify the effect of menstrual flow monitoring education on menstrual health awareness using lectures, demonstrations, and exercises. The researcher used menstrual flow charts and menstrual calendars as learning media. This study used a quasi-experimental design with only one group pretest and posttest. The sample was made up of 117 female college students from the Economic Education Study Program at University X; the individuals were selected by a purposive sampling technique. The data were analyzed using a paired t-test. There was a significant difference in menstrual health awareness score between pretest and posttest (p= 0.017). The researchers recommend that future study should include the performance of a randomized control trial on a larger population. Abstrak Pengaruh Edukasi Monitoring Terhadap Kesadaran Kesehatan Menstruasi pada Mahasiswa di Banten. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mahasiswi memiliki kesadaran rendah akan kesehatan menstruasi. Kondisi ini harus diselesaikan untuk mencegah dampak negatif pada kesehatan reproduksi mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh pengaruh edukasi menstrual flow monitoring terhadap kesadaran kesehatan menstruasi menggunakan ceramah, demonstrasi, dan latihan. Peneliti menggunakan menstrual flow chart dan kalender menstruasi sebagai media pembelajaran. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan satu kelompok pretest dan posttest. Sampel penelitian meliputi 117 mahasiswi Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas X yang diseleksi menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Paired t-test. Terdapat perbedaan yang signifikan skor kesadaran kesehatan menstruasi antara pretest dan posttest (p = 0.017). Peneliti merekomendasikan desain randomized control trial pada populasi yang lebih besar untuk penelitian selanjutnya. Kata kunci: kesadaran kesehatan menstruasi, menstrual flow monitoring, edukasi
MOTIVATION AND HESITANCY TOWARDS THE COVID-19 VACCINE IN EXPECTING MOTHERS Dora Samaria; Nisrina Puspaningrum
Jurnal Riset Kesehatan Vol 12, No 1 (2023): MAY 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v12i1.9565

Abstract

The practical and efficient prevention of the transmission of COVID-19 infection is through vaccination. However, there are challenges associated with refusing or postponing vaccination due to skepticism regarding the efficacy and safety of vaccines, particularly among pregnant women. The risk factors of pregnant women tend to make this vulnerable group reluctant to uptake the vaccines. Motivation influences personal hesitancy in deciding, especially regarding the COVID-19 vaccine. Therefore, this study investigated the correlation between motivation and hesitancy related to COVID-19 vaccines in expectant mothers at the Bening Nawangsari Midwife Clinic, Bekasi City. In this cross-sectional study, as many as 301 pregnant mothers were chosen using the consecutive sampling method. The Motivations of Vaccination Questionnaire and The Reasons for Hesitation Questionnaire were employed when collecting the data. After calculating the data with the Chi-Square test, a significant relationship between motivation and vaccine hesitancy was revealed (p-value= 0.001). It was concluded that there was a significant relationship between expectant mothers' motivation and hesitation to receive the COVID-19 vaccine.
Edukasi Kesehatan Vaksinasi Human Papilloma Virus untuk Mencegah Kanker Serviks pada Siswi di Jakarta Timur Dora Samaria; Desmawati Desmawati; Lina Ayu Marcelina; Raras Dwinova; Fauziah Mawaddah; Nevin Zhasmin Mizka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10105

Abstract

ABSTRAK Human Pappiloma Virus (HPV) adalah penyebab utama yang telah diidentifikasi sebagai etiologi kanker serviks. Vaksinasi HPV terbukti efektif menurunkan risiko wanita terpajan infeksi HPV. Pemerintah telah mewajibkan pemberian vaksinasi HPV gratis bagi anak sekolah untuk mencegah kanker serviks dikemudian hari, namun cakupan vaksinasi ini masih rendah karena penolakan orangtua, mitos seksualitas remaja dan berbagai kendala lainnya. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk edukasi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswi sekolah tentang kanker serviks dan pencegahannya melalui vaksinasi. Edukasi kesehatan diselenggarakan secara offline kepada 30 siswi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Yamas, Halim, Jakarta Timur, dengan menggunakan metode ceramah dan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Pengetahuan peserta tentang kanker serviks dan vaksinansi HPV juga dievaluasi, baik sebelum dan sesudah pemberian materi edukasi. Kegiatan edukasi juga diselingi dengan sesi ice breaking. Sebanyak 30 siswi mengikuti kegiatan edukasi kesehatan ini. Sebelum pemberian materi, skor pretest peserta sebesar 27,30 dan terdapat peningkatan pada skor posttest menjadi 77,63 setelah edukasi diberikan. Rentang peningkatan skor pretest ke posttest sebesar 50,33 poin. Hasil paired t test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara rerata skor pretest dengan posttest (p value 0,001, CI 95%). Hasil uji statistik mengindikasikan bahwa terdapat peningkatan skor pengetahuan yang signifikan antara sebelum dengan sesudah pemberian edukasi. Dengan demikian, disimpulkan bahwa kegiatan edukasi kesehatan dapat memfasilitasi peningkatan pengetahuan siswi tentang kanker serviks dan vaksinasi HPV. Tim pengabdian kepada masyarakat mengajukan rekomendasi kepada pihak sekolah agar dapat menyelenggarakan kegiatan promosi kesehatan serupa untuk dapat meningkatkan pengetahuan efikasi diri perempuan remaja untuk mendapatkan vaksinasi HPV. Kata kunci: Kanker Serviks, Vaksinasi, Human Papilloma Virus (HPV), Remaja, Pengetahuan.  ABSTRACT Human Papilloma Virus (HPV) is the main cause that has been identified as the etiology of cervical cancer. HPV vaccination has been shown to be effective in reducing the risk of women being exposed to the HPV infection. The government has made it mandatory to provide free HPV vaccination for school children to prevent cervical cancer in the future, but the vaccination rate of this vaccination is still low due to parental refusal, myths about adolescent sexuality and various other obstacles. This community service activity in the form of health education aims to increase the knowledge of schoolgirls about cervical cancer and its prevention through vaccination. Health education was held offline for 30 female students at Yamas Junior High School (SMP) Yamas, Halim, East Jakarta, using the lecture method and followed by discussion sessions. Participants' knowledge of cervical cancer and HPV vaccination was also evaluated, both before and after giving the educational materials. Educational activities are also interspersed with ice breaking sessions. A total of 30 female students participated in educational activities. Before giving the material, the participant's pretest score was 27.3 and there was an increase in the posttest score to 77.63 after the education was given. The range of increasing pretest to posttest scores was 50.33 points. The results of the paired t test showed that there was a significant difference between the mean pretest and posttest scores (p value 0.001, 95% CI). The results of the statistical tests indicated that there was a significant increase in the knowledge score between before and after the provision of education. Thus, health education activities can facilitate increased knowledge of female students about cervical cancer and HPV vaccination. The community service team submitted recommendations to the school so that they could organize similar health promotion activities to be able to increase the knowledge and confidence or self-efficacy of teenage girls to get the HPV vaccination. Keywords: Cervical Cancer, Vaccination, Human Papilloma Virus (HPV), Adolescents, Knowledge
Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Anak Usia Sekolah di Mi Alam Robbani Bekasi Lina Ayu Marcelina; Dora Samaria; Wulan Trisnawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10601

Abstract

ABSTRAK Kejadian menarche dini atau menstruasi untuk pertama kalinya dialami oleh anak usia sekolah namun belum banyak perhatian terkait edukasi kesehatan reproduksi yang menargetkan anak usia sekolah dasar. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan edukasi kesehatan dan mengetahui efektivitas edukasi kesehatan reproduksi pada anak usia sekolah. Melalui metode ceramah dengan PowerPoint, diskusi dan tanya jawab serta pengisian pre dan posttest kegiatan ini dilaksanakan di MI Alam Robbani Bekasi Jawa Barat dan melibatkan siswa siswi kelas 4 hingga 6 sejumlah 47 orang. Hasilnya dari 47 responden terdapat 13 siswi yang telah menstruasi (52%) dan 4 siswa telah mengalami pubertas. Selain itu terdapat peningkatan pengetahuan setelah pemberian edukasi (p value 0.001). Pemberian dan penyediaan sarana prasarana edukasi kesehatan reproduksi anak usia sekolah penting dilakukan melibatkan pihak sekolah, universitas dan fasilitas layanan kesehatan. Kata Kunci : Edukasi, Menstruasi, Kesehatan Reproduksi,  Usia Sekolah  ABSTRACT Early menarche or menstrual period for the very first time occurred by school aged student but education of sexual and reproductive health targeting school aged student was very limited. Purpose of this event was to educate and to know effectivity of reproductive health education for school aged student. Through presentation of material by Power Point, discussion, QnA session and also pre posttest, this event involved student from 4th until 6 grades totally 47 students in MI Alam Robbani Bekasi West Java. The result are  from 47 students there are 13 female students (52%) who had menstruation and 4 male students who had puberty. Then, there is increasing of knowledge among student gave reproduction education (p value 0.001). Providing equipment and material for reproductive education is needed involving many sectors like school, university and health care center. Keyword : Education; Menstruation; Reproductive Health; School Age
Effects of Direct and Indirect Factors on Attitude toward the COVID-19 Vaccine in Pregnant Women Dora Samaria; Desmawati Desmawati; Lima Florensia
Nurse Media Journal of Nursing Vol 13, No 2 (2023): (August 2023)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nmjn.v13i2.51935

Abstract

Background: The administration of the COVID-19 vaccine is facing resistance from pregnant women, leading to a lower attitude toward vaccination uptake. Previous studies have explored several factors that contributed to the issue. However, no studies have investigated further the direct and indirect effects of factors that simultaneously influence attitudes toward the COVID-19 vaccine in pregnant women. Purpose: This study aimed to investigate the direct and indirect effects of factors that influence attitudes toward the COVID-19 vaccine (ACV) in pregnant women, particularly hesitancy, motivation, and history of COVID-19 infection (HCI), and to describe a pathway model that represents the effects.Methods: This cross-sectional study recruited 440 pregnant women living in Bekasi and Pandeglang, Indonesia, in May–June 2022 using consecutive sampling methods. This study employed the Motivations of Vaccination Questionnaire, the Reasons for Hesitation Questionnaire, and the Attitudes toward COVID-19 Vaccine Questionnaire. A path analysis was performed to calculate the data.Results: Hesitancy had a more indirect effect (β=-0.270; p=0.00) than the direct effect (β=-0.193; p=0.00) on ACV, whereas motivation had a more direct effect (β=0.092; p=0.04) than the indirect effect (β=0.074; p=0.00). HCI acted as the mediation variable because it could intercede with the effect of hesitancy on ACV (β=-0.449; p=0.00). It indicated that HCI in pregnant women would lead to a different approach to increasing ACV.Conclusions: All studied factors had significant impacts on ACV, both directly and indirectly. It is recommended that interventions be adjusted according to the program’s purpose, with the aim of increasing motivation or reducing hesitancy.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DAN GERAKAN SADARI KEPADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 5 DEPOK Bonieta Dwi Lestari; Dora Samaria; Nelly Febriani; Annisa Rahma; Melani Meta; Nurul Izza; Vionita Apriliana
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 7, No 2 (2023): OCTOBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v7i2.6207

Abstract

Adolescence or childhood to adulthood is a condition characterized by the maturation of reproductive organs and functions. In adolescent girls, it is marked by the first menstruation (menarche), and also secondary signs such as the introduction of breast cells that must be handled optimally so that it does not lead to something undesirable such as breasts. Therefore, activities are needed to identify factors of adolescent knowledge and health education to equip their reproductive health knowledge. Thus, the purpose of this activity is to analyze the knowledge factor about the reproductive system of adolescent girls at SMAN 5 Depok, followed by a demonstration of the Breast Self-Examination (BSE). The method of activity is carried out offline, using a pre-experimental design with a one group pre-test post-test design. In addition, a simulation of SADARI examination per group was carried out using phantom breasts. From the PKM that has been carried out, it is found that there is an increase in knowledge related to the reproductive system in adolescents and the introduction of SADARI, and is supported by the acquisition of significant pretest and posttest score.abstract in bahasaRemaja atau masa peralihan anak-anak menuju dewasa adalah suatu kondisi yang ditandai dengan matangnya organ dan fungsi reproduksi. Pada remaja wanita ditandai dengan menstruasi pertama (menarche), dan juga tanda-tanda sekunder seperti pembesaran sel-sel payudara yang harus dirawat secara maksimal agar tidak tidak mengarah ke suatu hal yang tidak diinginkan seperti kanker payudara. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan untuk mengidentifikasi faktor pengetahuan remaja dan edukasi kesehatan untuk membekali pengetahuan kesehatan reproduksi mereka. Dengan demikian, tujuan kegiatan ini adalah untuk menganalisis faktor pengetahuan mengenai sistem reproduksi remaja putri di SMAN 5 Depok, diikuti dengan pendemonstrasian gerakan Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para remaja putri di SMAN 5 Depok tentang sistem reproduksi khususnya menstruasi dan kanker payudara. Metode kegiatan dilakukan secara luring, menggunakan rancangan one group pretest and posttest design. Selain itu, simulasi pemeriksaan SADARI per kelompok dilakukan dengan menggunakan phantom payudara. Dari PKM yang telah dilaksanakan didapatkan hasil bahwa ada peningkatan pengetahuan terkait sistem reproduksi wanita pada remaja dan pengenalan SADARI, dan pernyataan ini didukung oleh perolehan score pretest dan posttest yang signifikan.
Co-Authors Afirah, Ananda Lulu Agustina Agustina Agustina Alif Fatwa Supendi, Kiana Amelia Widyaningsih Anggraeni, Diah Tika Anisa Dwi Syabani Annisa Rahma Aprilia Riskyana Aprilia, Farah Apriliana, Vionita Arifiani, Irfani Rizqi Dwi Arlia Fika Damayanti Arlynqa Lestari Armansyah Armansyah Ayu Marcelina, Lina Balqis, Ayunissa Bonieta Dwi Lestari Cahyani, Clara Oktalia Camila, Rifdah Chandrayani Simanjorang Dalmirah Tjakrapawira Damora Rhakasywi Desmawati Desmawati ., Desmawati Desmawati Desmawati Desyandri Desyandri Dewi Sulistyawati, Pricilia Dewi, Talitha Cahya Kemala Diah Ratnawati Diorarta, Raphita Diva Zavira Doralita Doralita Doralita Doralita Doralita, Doralita Duma Lumban Tobing Dwi Shohibah Dwi Suciantie, Pramesti Dwinova, Raras Elsi Dwi Hapsari Endang Dwi Suhartiningsih Erivita Sakti Esti Awaliah Nugraha Putri Eva Berthy Tallutondok Fadjriyaty, Tiara Fanira Cahyaningtyas Faraz Fath Fatimah Azzahra Fauziah Mawaddah Febriani, Nelly Ferawati, Yenni Florensia, Lima Herlina, Santi Ian Rudy Mambu Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul Indah Permatasari Izza, Nurul Jevon, Ariel Bintang Keyza Alettha Khaerunisa Priwardani Leni Marlina Lestari, Bonieta Dwi Lima Florensia Lina Ayu Marcelina Listiyawati, Margareta Dias Maria Maxmilla Yoche Maria Susila Sumartiningsih Mariyam, Fidelmia Maulida, Mutia Mauliya, Nadiyyah Mawaddah, Fauziah Melani Meta Meta, Melani Millah, Zulfa Muzayyanatul Mizka, Nevin Zhasmin Mujahidatul Hasanah Nabila, Putri Rahma Nasution, Nurul Aryani Nevin Zhasmin Mizka Nisrina Puspaningrum Norma Amalia Novia Haritsa Katrina Novia Kusumawati Nuring Pangastuti Nurul Izza Nur’aeni Wisudawati, Sulistya Pamungkas, Eny Dewi Peggy Sara T Peggy Tahulending Prisca Adipertiwi Putri Rahma Nabila Putri, Alia Resti Andri Putri, Widya Kartika Rachmat, Syafa Salsabila Meisya Ragilita, Raisha Athaya Rahma, Annisa Raras Dwinova Riama M. Sihombing Rita Ismail Ritanti Ritanti Ritanti, Ritanti Rizkiati Ramadhani, Mahirah Salwa Aurelia Ananda Rokhaidah, Rokhaidah Rosidi, Erlia Nurbayti Sairah, Nurul Amrina Salsa Farah Diba Salsabilla Anisah Rizky Sang Ayu Made Adyani Setianingsih, Putri Wahyu Shahidda, Nadia Sholihatunnisa, Dini Sihombing, Riama Marlyn Simajorang, Chandrayani Simatupang, Desna Ria Sintha Fransiske Simanungkalit Siregar, Deborah Siti Pangestu Smart Rusdanarto Sri Lanawati Sucika, Dara Suganthi J Suratmini, Dwi Theresia Theresia Theresia Theresia Tiara Fadjriyaty Valeryta Dewi, Geofunny Velia Agneta Priyanka Vionita Apriliana Wahyudi, Chandra Tri Widisantosa, Andrian Maulana Sungsang Wisudawati, Sulistya Nur'aeni Wulan Trisnawati Wulandari, Intan Prasetya Yakobus Siswadi Zahra, Esa Amalia