Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship Between Knowledge of Early Detection and Women's Awareness of Cervical Cancer Screening in Lubang Buaya East Jakarta Ragilita, Raisha Athaya; Samaria, Dora
Journal of Midwifery Vol. 10 No. 1 (2025): Published on June 2025
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jom.10.1.8-15.2025

Abstract

The high frequency of cervical cancer among women is a concern in Indonesia. Cervical cancer prevention involves two approaches: primary prevention through Human Papillomavirus (HPV) vaccination and secondary prevention through early detection. Women's knowledge is important because the better knowledge about early detection will influence women to do early detection. This study aimed to examine the correlation between knowledge of early detection and women's awareness of cervical cancer screening in Lubang Buaya. This study employed quantitative research methodologies using a cross-sectional design. The sampling method was purposive sampling which recruited a total of 234 married women aged 30-50 years residing in Lubang Buaya. The instruments used in this study were Knowledge about Cervical Cancer Screening Questionnaire and Cervical Cancer Awareness Measure (CAM) Questionnaire. The Chi-square test was performed to analyze the data. The results revealed a significant correlation between the two variables, as indicated by a p-value of less than 0.001 (p < 0.05). A correlation exists between knowledge of early detection and women's awareness of cervical cancer screening.
Edukasi Mengenal dan Mewaspadai Jenis Kelainan Menstruasi Sebagai Faktor Risiko Anemia pada Remaja Putri di Cinere, Depok Dora Samaria; Putri Rahma Nabila
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.912

Abstract

Kelainan menstruasi dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia pada wanita akibat peningkatan haluaran darah selama haid. Edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang menstruasi yang abnormal sehingga meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kejadian anemia. Kegiatan edukasi diselenggarakan di SMAN 9 Depok terhadap 35 siswi dengan metode ceramah. Untuk meningkatkan antusias peserta, dilaksanakan games pada jeda acara. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mean skor pengetahuan awal siswi sebelum diberikan edukasi adalah sebesar 48 poin, sedangkan sesudahnya adalah sebesar 66,86 poin. Hasil uji t dependen menunjukkan bahwa terdapat peningkatan mean skor pengetahuan yang bermakna sebesar 18,86 poin antara pretest dengan posttest (p-value 0,001; CI 95% 13,345-24,369). Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta tentang kelainan menstruasi. Direkomendasikan kepada pihak sekolah agar dapat menginisiasi kegiatan edukasi serupa melalui workshop dengan desain longitudinal dengan frekuensi observasi maupun pemberian intervensi yang lebih dari satu kali untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.
Strategi pencegahan demam berdarah dengue melalui promosi kesehatan dan demonstrasi pembuatan Ovitrap di SMK Sawangan, Depok Anisa Dwi Syabani; Dora Samaria; Esti Awaliah Nugraha Putri; Amelia Widyaningsih; Faraz Fath; Aprilia Riskyana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25246

Abstract

AbstrakDemam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit menular tropis yang disebabkan oleh virus dengue melalui transmisi nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kota Depok merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi DBD yang cukup tinggi. Salah satu strategi untuk mencegah peningkatan angka kejadian demam berdarah yaitu melalui promosi kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mencegah penyakit DBD di komunitas. Edukasi kesehatan ini disampaikan kepada 33 siswa SMK Bina Mandiri, Sawangan, Depok, melalui metode ceramah dan demonstrasi ovitrap. Peserta dikaji pengetahuannya sebelum edukasi (pre-test) dan sesudah intervensi (post- test). Data yang terkumpul diolah menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil intervensi promosi kesehatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan (p-value 0,001; CI 95% 91,52-98,18). Disimpulkan bahwa intervensi promosi kesehatan dan demonstrasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Direkomendasikan agar intervensi ini dapat diterapkan dalam komunitas agar turut mendukung penurunan prevalensi kasus DBD. Kata kunci: demam berdarah dengue; ovitrap; pencegahan; penyuluhan kesehatan AbstractDengue hemorrhagic fever (DHF) is a tropical infectious disease caused by the dengue virus, transmitted by Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. Depok City exhibits a notable prevalence of dengue fever. To mitigate its incidence, health promotion strategies aimed at enhancing community awareness and prevention skills are crucial. This study delivered health education to 33 students at SMK Bina Mandiri, Sawangan, Depok, using lectures and ovitraps demonstration to assess effectiveness. Participants' knowledge was evaluated pre- and post-intervention using the Wilcoxon Test. Results indicated a significant increase in knowledge post-education (p-value 0.001; 95% CI 91.52-98.18), affirming the efficacy of the intervention. These findings suggest that similar interventions could effectively reduce dengue fever prevalence in the community Keywords: dengue hemorrhagic fever; ovitrap; prevention; health education.
PROMOSI KESEHATAN TENTANG BUDAYA DAN BAHAYA SEKS BEBAS PADA SISWA SMAN 6 DEPOK [HEALTH PROMOTION ABOUT CULTURE AND THE HAZARDS OF FREE SEX IN STUDENTS OF SMAN 6 DEPOK] Dora Samaria; Fanira Cahyaningtyas; Smart Rusdanarto; Salsabilla Anisah Rizky; Velia Agneta Priyanka; Novia Haritsa Katrina; Novia Kusumawati; Salsa Farah Diba
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 2 (2020): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.2345

Abstract

Adolescence is a stage of development that is vulnerable to various things. Adolescents who do not have a strong character are at risk of free sex. Data shows that free sex has been common among adolescents. This activity aimes to provide health information to increase the awareness of students of SMAN 6, Depok (public senior high school) towards the culture and dangers of free sex among adolescents. Health promotion activities were carried out with the method of lecture, discussion and short movie-watching. The lecture was conducted in two stages. First, students were explained about the basic concepts of culture and the dangers of free sex. Next, students were given a more in-depth explanation of one of the effects of free sex, infection of HIV/AIDS. Between the break time of the topic of lecture, students were also given the opportunity to ask questions in the discussion session. At the end of the activity, students were asked to fill in the post-test questionnaire regarding the topic given. The evaluation resulted showed that the level of studen's understanding of the topic given was very high with the average value of the questionnaire obtanined above 90%. In addition, evaluation for this activity was carried out by using an assessment for the lecturer related to the presentation of interesting material, delivery that can be well received by participants, easy-to-understand language style, extension media that facilitates participans understanding, and involvement of participants during lectures (Interactive). Assessment using Likert scale consisted of score 1-5, with the categories are: strongly disagree (score 1), disagree (score 2), neutral (score 3), agree (score 4), and strongly agree (score 5). The results showed that the majority of participants were satisfied (66,67%-77.78%) by delivery method of the education provided. Based on this, it can be concluded that these activities have been going fine. It is expected that adolescents, especially students of SMAN 6 Depok, can apply the information that has been received in their everyday life. Bahasa Indonesia Abstrak: Remaja adalah tahap perkembangan yang rentan terhadap berbagai hal. Remaja yang tidak memiliki karakter yang kuat berisiko terhadap perilaku seks bebas. Data menunjukkan bahwa perilaku seks bebas sudah banyak terjadi di kalangan remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi kesehatan guna meningkatkan kesadaran siswa SMAN 6 Depok terhadap budaya dan bahaya seks bebas di kalangan remaja. Kegiatan promosi kesehatan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, pemutaran film singkat, dan story telling. Ceramah dilaksanakan dalam dua tahap. Pertama, siswa dijelaskan mengenai konsep dasar budaya dan bahaya seks bebas. Berikutnya, siswa diberikan penjelasan lebih mendalam mengenai salah satu dampak seks bebas, yaitu infeksi HIV/AIDS. Diantara jeda topik ceramah, siswa diberikan kegiatan ice breaking dan fun game. Kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film singkat mengenai salah satu bahaya seks bebas, yaitu infeksi HIV/AIDS dan kegiatan story telling. Siswa juga diberikan kesempatan untuk bertanya pada sesi diskusi. Pada bagian akhir kegiatan, siswa diminta untuk mengisi kuesioner postest mengenai topik yang telah diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap topik yang diberikan sangat tinggi dengan rerata perolehan nilai benar pada kuesioner mencapai di atas 90%. Selain itu, evaluasi proses dilaksanakan dengan memberikan penilaian terhadap pemberi penyuluhan terkait pembawaan materi yang menarik, penyampaian yang dapat diterima baik oleh peserta, gaya bahasa yang mudah dipahami, media penyuluhan yang memudahakan pemahaman peserta, dan pelibatan peserta saat ceramah (interaktif). Penilaian menggunakan skala likert bernilai 1-5, dengan kategori sangat tidak setuju (skor 1), tidak setuju (skor 2), netral (skor 3), setuju (skor 4), dan sangat setuju (skor 5). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas peserta puas (66,67%-77,78%) dengan cara penyampaian edukasi yang diberikan. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan ini sudah berjalan dengan baik. Diharapkan agar para remaja, khususnya siswa SMAN 6 Depok, dapat menerapkan informasi yang sudah didapat ke dalam kehidupan sehari-hari.  
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DAN GERAKAN SADARI KEPADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 5 DEPOK Bonieta Dwi Lestari; Dora Samaria; Nelly Febriani; Annisa Rahma; Melani Meta; Nurul Izza; Vionita Apriliana
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 7 No. 2 (2023): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v7i2.6207

Abstract

Adolescence or childhood to adulthood is a condition characterized by the maturation of reproductive organs and functions. In adolescent girls, it is marked by the first menstruation (menarche), and also secondary signs such as the introduction of breast cells that must be handled optimally so that it does not lead to something undesirable such as breasts. Therefore, activities are needed to identify factors of adolescent knowledge and health education to equip their reproductive health knowledge. Thus, the purpose of this activity is to analyze the knowledge factor about the reproductive system of adolescent girls at SMAN 5 Depok, followed by a demonstration of the Breast Self-Examination (BSE). The method of activity is carried out offline, using a pre-experimental design with a one group pre-test post-test design. In addition, a simulation of SADARI examination per group was carried out using phantom breasts. From the PKM that has been carried out, it is found that there is an increase in knowledge related to the reproductive system in adolescents and the introduction of SADARI, and is supported by the acquisition of significant pretest and posttest score.abstract in bahasaRemaja atau masa peralihan anak-anak menuju dewasa adalah suatu kondisi yang ditandai dengan matangnya organ dan fungsi reproduksi. Pada remaja wanita ditandai dengan menstruasi pertama (menarche), dan juga tanda-tanda sekunder seperti pembesaran sel-sel payudara yang harus dirawat secara maksimal agar tidak tidak mengarah ke suatu hal yang tidak diinginkan seperti kanker payudara. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan untuk mengidentifikasi faktor pengetahuan remaja dan edukasi kesehatan untuk membekali pengetahuan kesehatan reproduksi mereka. Dengan demikian, tujuan kegiatan ini adalah untuk menganalisis faktor pengetahuan mengenai sistem reproduksi remaja putri di SMAN 5 Depok, diikuti dengan pendemonstrasian gerakan Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para remaja putri di SMAN 5 Depok tentang sistem reproduksi khususnya menstruasi dan kanker payudara. Metode kegiatan dilakukan secara luring, menggunakan rancangan one group pretest and posttest design. Selain itu, simulasi pemeriksaan SADARI per kelompok dilakukan dengan menggunakan phantom payudara. Dari PKM yang telah dilaksanakan didapatkan hasil bahwa ada peningkatan pengetahuan terkait sistem reproduksi wanita pada remaja dan pengenalan SADARI, dan pernyataan ini didukung oleh perolehan score pretest dan posttest yang signifikan.
COMBINATION OF CAT STRETCH EXERCISE MOVEMENTS WITH COUNTER PRESSURE TECHNIQUE ON MENSTRUAL PAIN Meuthia Deva Amalia; Desmawati Desmawati; Lina Ayu Marcelina; Dora Samaria
Jurnal Keperawatan Vol 11 No 1 (2026): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v11i1.2334

Abstract

Menstrual pain, or dysmenorrhea, is primarily associated with increased production of prostaglandins, which trigger uterine contractions and result in pain during menstruation. This condition affects approximately 29% of women, with around 12% frequently missing school each month. This study aimed to evaluate the effectiveness of combining cat stretch exercises (CSE) with counter pressure (CP) techniques in reducing menstrual pain among seventh-grade students. A quasi-experimental design with a pre-test and post-test control group approach was employed. A total of 56 respondents were selected through purposive sampling and divided into intervention and control groups. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS), and the intervention was implemented according to standard operating procedures (SOP). Data were analyzed using Paired Sample t-test and Independent t-test to assess within-group and between-group differences. The results showed that the mean pre-test pain score was 4.36 ± 1.471 in the intervention group and 4.71 ± 2.034 in the control group, with no statistically significant difference (p = 0.455). After the intervention, the mean pain score decreased to 2.14 ± 1.407 in the intervention group and 3.21 ± 1.931 in the control group, indicating a statistically significant difference between groups (p = 0.021). In conclusion, there was a statistically significant reduction in menstrual pain among students who received the combination of cat stretch exercises and counter pressure techniques. These findings suggest that this combined intervention may be considered as a complementary approach to help manage menstrual pain in school settings, although further research with more rigorous designs is recommended.
Hubungan Literasi Kesehatan Orangtua Remaja Putri terhadap Sikap dan Self-Efficacy Terkait Vaksinasi Human Papillomavirus Dora Samaria; Nevin Zhasmin Mizka
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i10.15109

Abstract

ABSTRACT Adolescents typically lack complete autonomy in making medical decisions, with parental influence often playing a pivotal role in matters such as consenting to or declining medical interventions, including human papillomavirus (HPV) vaccination for their daughters. However, scholarly investigation into parental health literacy concerning attitudes and self-efficacy regarding HPV vaccination for adolescent girls remains limited. This study aims to ascertain the correlation between parental health literacy levels and their attitudes towards, as well as self-efficacy regarding, HPV vaccination. This cross-sectional inquiry was carried out between February and June 2023, involving 197 parents of teenage daughters. Utilizing consecutive sampling techniques, participants were recruited from the UPTD catchment area of Pejuang Health Center, Bekasi. Research instruments employed encompassed the Health Literacy questionnaire, the Attitude Questionnaire concerning the HPV vaccine, and the Self-Efficacy Scale for HPV vaccination. Data analysis entailed the application of the Spearman Correlation Test. Predominantly, respondents were female, aged between 31 and 40 years, married, with one teenage daughter, and predominantly relied on electronic media for health literacy information. Significantly positive associations were established between parental health literacy and attitudes (p value=0.000; r=0.339), as well as self-efficacy (p value=0.000; r=0.301). Parental health literacy exhibits a substantial correlation with attitudes and self-efficacy regarding HPV vaccination, characterized by a moderate strength of association. Consequently, an intervention initiative targeting the enhancement of parental health literacy is advocated, the efficacy of which could be evaluated through prospective quasi-experimental research endeavors. Keywords: Parental Health Literacy, Attitude, Self-Efficacy, Adolescent Women, Human Papillomavirus Vaccination.  ABSTRAK Remaja putri belum memiliki independensi penuh untuk mengambil keputusan medis. Peran orangtua sangat berpengaruh terhadap tindakan medis untuk anak mereka, temasuk untuk menyetujui atau menolak vaksinasi human papillomavirus (HPV). Penelitian terkait literasi kesehatan orang tua yang berkaitan dengan sikap dan efikasi diri dalam vaksinasi HPV bagi remaja putri masih terbatas. Mengindentifikasi hubungan antara literasi kesehatan orangtua dengan sikap dan self-efficacy terkait vaksinasi HPV. Studi potong lintang ini dilakukan pada bulan Februari-Juni 2023 pada 197 orangtua yang memiliki remaja putri. Sampel diseleksi menggunakan teknik consecutive sampling di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pejuang, Bekasi. Instrumen penelitian meliputi, Helath Literacy questionnaire, Kuesioner Sikap terkait vaksin HPV dan, Self-Efficacy Scale for the HPV vaccination questionnaire. Data yang terkumpul diolah menggunakan Uji Korelasi Spearman. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, berusia 31-40 tahun, berstatus menikah, memiliki 1 remaja putri, dan mengandalkan media elektronik sebagai sumber literasi kesehatan mereka. Ditemukan hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan orang tua dengan sikap (p value=0,000; r=0,339) dan self-efficacy (p value=0,000; r=0,301). Literasi kesehatan orangtua memiliki hubungan yang bermakna dengan sikap dan self-efficacy terkait vaksinasi HPV, dengan kekuatan hubungan yang moderat. Direkomendasikan program intervensi untuk meningkatkan literasi kesehatan orangtua yang dapat dievaluasi efektivitasnya melalui penelitian kuasi eksperimental di masa mendatang.   Kata Kunci: Literasi Kesehatan Orangtua, Sikap, Self-Efficacy, Remaja Putri, Vaksinasi Human Papillomavirus.
Hubungan Stres Akademik Dan Kualitas Tidur Terhadap Sindrom Pramenstruasi Selama Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi COVID-19 Arlia Fika Damayanti; Dora Samaria
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 2 (2021): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v6i2.627

Abstract

Premenstrual syndrome is the most common disorder experienced by women of childbearing age. There are various factors that can worsen the degree of premenstrual syndrome, including stress levels, sleep quality, nutritional status, smoking and alcohol. Various limitations during the distance learning process in the period of Covid-19 pandemic increased the academic stress and bad sleep quality of the students. This study aims to determine the relationship of academic stress and sleep quality to the degree of premenstrual syndrome in the Undergraduate Nursing students of Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta during the distance learning process in the period of the Covid-19 pandemic. This study used Cross sectional research design with a sample number of 160 respondents through Stratified Random Sampling method. Data collection is done through google form’s questionnaire using Student-Life Stress Inventory (SLSI), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and The Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF) that have undergone the validity and reliability test. The result showed that there was a significant relationship between academic stress (p-value 0.000) and sleep quality (p-value 0.000) to the degree of premenstrual syndrome. This study recommends that students be able to manage and control academic stress conditions and sleep quality well to reduce the risk of premenstrual syndrome.
Regulasi Emosi dan Intensitas Nyeri Haid Primer Remaja Putri Mujahidatul Hasanah; Dora Samaria
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 2 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v7i2.1049

Abstract

Remaja putri seringkali kesulitan mengendalikan emosi saat mengalami nyeri haid primer. Hal ini disebabkan akibat perubahan hormon saat mengalami menstruasi. Regulasi emosi sangat penting untuk dapat memodifikasi emosi dan mencegah pengungkapan perilaku yang ekspresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan regulasi emosi dengan intensitas nyeri haid remaja putri di SMA Negeri 9 Depok. Subjek dalam penelitian ini adalah siswi SMA Negeri 9 Depok sebanyak 52 responden. Data diambil melalui proses skrining menggunakan sebagian kuesioner Difficulties in Emotion Regulation Scales (DERS) dan Numeric Rating Scale (NRS). Teknik penarikan sampel menggunakan teknik total sampling. Desain penelitian menggunakan studi korelasi dengan uji korelasi Pearson. Hasil uji statistik korelasi Pearson didapatkan nilai p 0,001 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan secara signifikan antara regulasi emosi dengan intensitas nyeri haid remaja putri di SMA Negeri 9 Depok. Hasil analisis korelasi Pearson (Pearson Correlation) 0,463 dapat disimpulkan derajat hubungan kedua variabel berkorelasi sedang dan bernilai positif artinya semakin dapat mengendalikan emosi atau mengatur emosi maka intensitas nyeri semakin rendah dan dapat mentoleransi nyeri dengan baik. Diharapkan untuk remaja putri agar dapat mengendalikan emosinya dengan selalu berpikir positif karena hal ini akan mempengaruhi intensitas nyeri nyeri haid primer.
Co-Authors Afirah, Ananda Lulu Agustina Agustina Agustina Alif Fatwa Supendi, Kiana Amelia Widyaningsih Anggraeni, Diah Tika Anisa Dwi Syabani Annisa Rahma Aprilia Riskyana Aprilia, Farah Apriliana, Vionita Arifiani, Irfani Rizqi Dwi Arlia Fika Damayanti Arlynqa Lestari Armansyah Armansyah Ayu Marcelina, Lina Balqis, Ayunissa Bonieta Dwi Lestari Cahyani, Clara Oktalia Camila, Rifdah Dalmirah Tjakrapawira Damora Rhakasywi Desmawati Desmawati ., Desmawati Desmawati Desmawati Desyandri Desyandri Dewi Sulistyawati, Pricilia Dewi, Talitha Cahya Kemala Diah Ratnawati Diorarta, Raphita Diva Zavira Doralita Doralita Doralita Doralita Doralita, Doralita Duma Lumban Tobing Dwi Shohibah Dwi Suciantie, Pramesti Dwi Suratmini Dwinova, Raras Elsi Dwi Hapsari Endang Dwi Suhartiningsih Erivita Sakti Esti Awaliah Nugraha Putri Eva Berthy Tallutondok Fadjriyaty, Tiara Fanira Cahyaningtyas Faraz Fath Fatimah Azzahra Fauziah Mawaddah Febriani, Nelly Ferawati, Yenni Florensia, Lima Herlina, Santi Ian Rudy Mambu Indah Permatasari Izza, Nurul Keyza Alettha Khaerunisa Priwardani Leni Marlina Lestari, Bonieta Dwi Lima Florensia Lina Ayu Marcelina Lina Ayu Marcelina Maria Maxmilla Yoche Maria Susila Sumartiningsih Mariyam, Fidelmia Maulida, Mutia Mauliya, Nadiyyah Mawaddah, Fauziah Melani Meta Meta, Melani Meuthia Deva Amalia Millah, Zulfa Muzayyanatul Mizka, Nevin Zhasmin Mujahidatul Hasanah Nabila, Putri Rahma Nasution, Nurul Aryani Nevin Zhasmin Mizka Nevin Zhasmin Mizka Nisrina Puspaningrum Norma Amalia Novia Haritsa Katrina Novia Kusumawati Nuring Pangastuti Nurul Izza Nur’aeni Wisudawati, Sulistya Pamungkas, Eny Dewi Peggy Sara T Peggy Tahulending Prisca Adipertiwi Putri Rahma Nabila Putri, Alia Resti Andri Putri, Widya Kartika Rachmat, Syafa Salsabila Meisya Ragilita, Raisha Athaya Rahma, Annisa Raras Dwinova Riama M. Sihombing Rita Ismail Ritanti Ritanti Ritanti, Ritanti Rizkiati Ramadhani, Mahirah Salwa Aurelia Ananda Rokhaidah, Rokhaidah Rosidi, Erlia Nurbayti Salsa Farah Diba Salsabilla Anisah Rizky Sang Ayu Made Adyani Setianingsih, Putri Wahyu Shahidda, Nadia Sholihatunnisa, Dini Sihombing, Riama Marlyn Simatupang, Desna Ria Siregar, Deborah Siti Pangestu Smart Rusdanarto Sri Lanawati Sucika, Dara Suganthi J Theresia Theresia Theresia Theresia Tiara Fadjriyaty Valeryta Dewi, Geofunny Velia Agneta Priyanka Vionita Apriliana Wahyudi, Chandra Tri Wisudawati, Sulistya Nur'aeni Wulan Trisnawati Wulandari, Intan Prasetya Yakobus Siswadi Zahra, Esa Amalia